Anda di halaman 1dari 41

1

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA POSDAYA UNSOED


TAHUN 2016/2017 SEMESTER GENAP
DESA WALANGSANGA KECAMATAN MOGA
KABUPATEN PEMALANG

Disusun oleh:

Muhamad Fikri Bariklana A1L013017


Hemaslani Pertiwi A1L013197
Restu Indria Sopyan B1J013113
Dian Ario Yudanto E1A113016
Raja Irham Kaharsyah F1D013033
Dorothea Dwi Andriana G1F013013
Arighi Raka Pratama G1H013025
Sri Huning T H1D013041
Cristin Claudia T Kaope H1K013004

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2017

1
2

LAPORAN AKHIR KKN POSDAYA

DESA WALANGSANGA KECAMATAN MOGA


KABUPATEN PEMALANG

Disusun Oleh :

TIM KKN POSDAYA DESA WALANGSANGA


Dosen Pembimbing Lapangan
DR. Nor Intang S.H. ST.,MT
Koordinator Mahasiswa Desa : Dian Ario Yudanto

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2017

2
3

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan KKN Posdaya ini dibuat berdasarkan pelaksanaan program kerja


KKN Posdaya Desa Walangsanga Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang

Muhamad Fikri Bariklana A1L013017


Hemaslani Pertiwi A1L013197
Restu Indria Sopyan B1J013113
Dian Ario Yudanto E1A113016
Raja Irham Kaharsyah F1D013033
Dorothea Dwi Andriana G1F013013
Arighi Raka Pratama G1H013025
Sri Huning T H1D013041
Cristin Claudia T Kaope H1K013004

Mengetahui,

Dosen Pembimbing Lapangan Koordinator Mahasiswa


Desa Walangsanga, Desa Walangsanga,

DR. Nor Intang S.H. ST.,MT Dian Ario Yudanto


NIP. 197106022003121001 NIM. E1A113016

Kepala Desa Walangsanga

Roto

KATA PENGANTAR

3
4

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat membuat Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Posdaya Universitas Jendral Soedirman Semester Genap 2016/2017 yang
dilaksanakan di Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pada
tanggal 18 Januari sampai dengan 21 Februari 2017.
Laporan Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA)
Universitas Jenderal Soedirman ini disusun berdasarkan hasil kegiatan lapangan yang
kami lakukan selama proses KKN. Laporan KKN Posdaya ini akan dijadikan bahan
evaluasi dalam melaksanakan kegiatan KKN Posdaya di Desa Walangsanga
selanjutnya agar dapat mencapai sasaran dengan tepat waktu dan sesuai dengan
rencana.
Penyusun mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua
pihak yang telah membantu serta mendukung kegiatan KKN di Desa Walangsanga.
Ucapan terima kasih penyusun tujukan kepada:
1. DR. Nor Intang S.H. ST.,MT sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),
2. Bapak Roto sebagai Kepala Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten
Pemalang,
3. Perangkat beserta warga Desa Walangsanga,
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan progam kerja KKN.
Penyusun berharap semoga laporan ini dapat memberikan gambaran tentang
kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Walangsanga.

Purwokerto, 20 Februari 2017


Penyusun

Tim KKN
Desa Walangsanga

DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN ..1

4
5

LEMBAR PENGESAHAN ....3


KATA PENGANTAR.....4
DAFTAR ISI ...........................................................................................................5
DAFTAR TABEL ...................................................................................................6
BAB I PENDAHULUAN................................................................................7
BAB II KONDISI UMUM DAERAH.............................................................8
BAB III IDENTIFIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH..........................13
BAB IV PELAKSANAAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN................... 14
4.1. Matriks Realisasi Program Kerja..14
4.2. Pelaksanaan Program dan Pembahasan14
4.2.1. Bidang Kelembagaan.15
4.2.2. Bidang Kesehatan..17
4.2.3. Bidang Pendidikan.29
4.2.4. Bidang Ekonomi35
4.2.5.Bidang Pemberdayaan Lingkungan37
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN...45
A. Kesimpulan45
B. Saran......45
LAMPIRAN..........................................................................................................47

5
6

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan.......................................9


Tabel 2. Komposisi Penduduk Desa Walangsanga Menurut Mata Pencaharian.....9
Tabel 3. Kelembagaan Desa Walangsanga..10

6
7

I. PENDAHULUAN

Pembangunan adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa

di dunia, termasuk di Indonesia. Pelaksanaan pembangunan di Indonesia tidak hanya

dilakukan oleh pemerintah saja melainkan juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan di Indonesia ditujukan kepada semua bidang. Pembangunan menjadi

tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan tidak lepas dari peran serta berbagai

pihak, yaitu instansi pemerintah, swasta, masyarakat maupun perguruan tinggi

sebagai salah satu lembaga ilmiah.

Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai salah satu lembaga

pendidikan yang berada di kawasan Banyumas dan Purbalingga memiliki kewajiban

untuk berperan serta secara aktif. Salah satu bentuk peran serta aktif tersebut adalah

dengan diadakannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa UNSOED di

Kabupaten Pemalang.

Dalam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada

masyarakat, mahasiswa sebagai civitas akademika melakukan program Kuliah Kerja

Nyata (KKN). Pelaksanaan KKN UNOSED 2017 periode Januari-Februari bersifat

tematik dengan program POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga).

Adanya Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA)

2017 periode Januari-Februari diharapkan mahasiswa dapat memberikan alternatif

solusi terhadap permasalahan yang ada dengan pengembangan posyandu dan

pemberdayaan masyarakat. Dalam hal ini pilar yang menjadi target dalam

pengembangan POSDAYA meliputi aspek Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan

Lingkungan dengan menerapkan pemberdayaan masyarakat terhadap keempat aspek

tersebut. Peningkatan kesehatan melalui peningkatan peran POSYANDU dan

kesadaran masyarakat dalam hal kesehatan. Aspek pendidikan melalui penanaman

kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan serta menerapan pendidikan

dini. Aspek ekonomi melalui pengembangan usaha mikro kecil dan home industry.

Aspek lingkungan dengan pembentukan lingkungan bersih untuk menunjang

kesehatan keluarga.

7
8

II. KONDISI UMUM DESA WALANGSANGA

A. Keadaan Geografis

a. Letak dan Luas Wilayah

Desa Walangsanga secara administratif terletak di kecamatan Moga

Kabupaten Pemalang. Desa Walangsanga berjarak 6 Km dari ibu kota

kecamatan terdekat yang dapat ditempuh dengan angkutan pedesaan dengan

waktu kurang lebih 20 menit. Desa ini berjarak 42 Km dari ibu kota

kabupaten terdekat dengan lama tempuh kurang lebih 60 menit.

Desa Walangsanga terdiri dari 3 dusun yang dibagi dalam RT dan RW.

Jumlah RW 9, jumlah RT 38 dan 2.212 Kepala Keluarga. Luas wilayah desa

Walangsanga yang digunakan sebagai pemukiman adalah 96.144 ha, pertanian

sawah 133,035 ha, ladang 76,90 ha, perkantoran 0,025 ha, sekolah 1,37 ha,

jalan 4,64 ha, lapangan sepak bola 0,9 ha.

b. Topografi dan jenis tanaman.

Desa Walangsanga merupakan desa berbukit dengan suhu rata-rata

harian 22-24 C. Desa Walangsanga memiliki curah hujan 2.500 mm. Jenis

tanaman yang banyak dibudidayakan yaitu pisang dan singkong.

c. Iklim

Iklim di desa Walangsanga termasuk beriklim tropis dengan curah

hujan tinggi.

B. Keadaan Demografi

a. Jumlah Penduduk

Desa Walangsanga memiliki 2.212 Kepala Keluarga. Jumlah

penduduk 8.015 jiwa yang terdiri dari 4.017 jiwa laki-laki dan 3.998 jiwa

perempuan.

b. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan di Desa Walangsanga tergolong rendah. Sebagian

besar penduduk Desa Walangsanga adalah tamatan SD/MI yaitu sekitar 4.763

orang, disusul tamatan SLTP/MTs 796 orang, tamatan SLTA/MA 344 orang

dan sebanyak 123 orang putus sekolah, yang telah mengenyam pendidikan di

8
9

akademi atau perguruan tinggi (D1-S2) adalah 78 orang. Komposisi penduduk

Bandingan berdasar tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel.

Tabel 1. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

NO Tingkat Pendidikan Jumlah

3 Tamat S1 78

7 Tamat SLTA/MA 344

8 Tamat SLTP/MTs 796

9 Tamat SD/MI 4.763

10 Putus Sekolah 123

Jumlah 6104

c. Keadaan Sosial Ekonomi

Mata pencaharian sebagian besar keluarga di Desa Walangsanga

adalah pada bidang pertanian. Jumlah yang bekerja dibidang pertanian adalah

1.813 orang, 354 orang pedagang, 20 orang PNS, 109 orang tukang, 43 orang

guru, 2 orang bidan/perawat, 3 orang TNI/Polri, 5 orang pensiunan, 28 orang

sopir, 932 orang buruh, 12 orang jasa persewaan, dan 853 pegawai swasta.

Mata pencaharian yang lain dapat dilihat pada tabel.

Tabel 2. Komposisi Penduduk Desa Walangsanga Menurut Mata


Pencaharian

NO Mata Pencaharian Jumlah

1 Petani 1.813

2 Pedagang 354

3 PNS 20

4 Guru 43

5 Tukang 109

6 Bidan/perawat 2

7 TNI/Polri 3

8 Jasa persewaan 12

9 Pensiunan/Purnawirawan 5

10 Swasta 853

11 Supir 28

12 Buruh 932

9
10

Jumlah 4.174

d. Keadaan Sosial Budaya

Kelembagaan desa Walangsanga mempunyai peraturan dalam

mengatur ruang geraknya seperti Undang - Undang, Peraturan Pemerintah,

Keputusan Presiden Keputusan Daerah serta Keputusan Kepala Daerah.

Sedangkan lembaga masyarakat adalah suatu himpunan yang mengatur

norma-norma dari tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di

dalam kehidupan masyarakat, di mana wujud konkritnya adalah asosiasi. Desa

Walangsanga mempunyai beberapa lembaga desa yang bertujuan untuk

mengatur berjalannya desa tersebut. Lembaga desa yang ada di Desa

Walangsanga dapat dilihat pada tabel.

Tabel 3. Kelembagaan Desa Walangsanga

NO Jenis Kelembagaan Jumlah Pengurus


/Kader/lembaga/ket

LEMBAGA PEMERINTAHAN

1 Jumlah Aparat 13 orang

2 Kepala Desa 1

3 Sekretaris Desa 1

4 Perangkat Desa 10

5 BPD 11

LEMBAGA KEMASYARAKATAN

1 LPM 1 buah

2 PKK 1 buah

3 Posyandu 6 buah

4 Pengajian 27 kelompok

5 Arisan 17 kelompok

6 Simpan pinjam 6 kelompok

7 Kelompok tani 6 kelompok

8 Gapoktan 1 kelompok

9 Karang Taruna 1 kelompok

10 Risma 5 kelompok

11 Ormas/LSM 1 kelompok

10
11

12 Lain-lain 1 kelompok

C. Pembangunan Kesehatan

a. Sarana Kesehatan

Desa Walangsanga mempunyai infrastruktur kesehatan yang berperan

penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Infrastruktur tersebut

diantaranya adalah Polindes dan Posyandu, yang dikepalai oleh Bidan desa

yang juga bertanggungjawab terhadap kegiatan-kegiatan di Posyandu Balita

maupun Lansia. Bidan desa dalam melaksanakan kegiatan kesehatan dibantu

oleh beberapa kader kesehatan yang ada di tiap RW.

Posyandu di desa Walangsanga ada 6 posyandu. Kegiatan-kegiatan

yang dilakukan Posyandu diantaranya adalah pendaftaran, penimbangan,

pengisian KMS (pencatatan penimbangan), penyuluhan perorangan,

pemberian makanan tambahan dan vitamin, serta pelayanan. Posyandu Lansia

melaksanakan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan

tekanan darah bagi para anggotanya, serta senam untuk lansia. Kegiatan

tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kondisi kesehatan para Lansia yang

berada di wilayah tersebut.

b. Indikator Kesehatan Desa Walangsanga

1. Angka Kematian Bayi

Jumlah bayi lahir di Desa Walangsanga sebesar 71 orang (2015) dan

jumlah bayi yang meninggal 3 orang (2015).

2. Angka Kematian Ibu Melahirkan

Jumlah ibu melahirkan di Desa Walangsanga sebesar 71 ibu dan

kematian ibu melahirkan yaitu 1 orang.

3. Gizi Balita

Jumlah Balita yang berada di Desa Walangsanga sebesar 785 orang,

balita yang mengalami gizi buruk 2 orang, balita yang mengalami gizi

kurag 10 orang dan balita yang memiliki gizi baik adalah 773 orang.

11
12

III. IDENTIFIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH

Desa Walangsanga secara administratif terletak di kecamatan Moga Kabupaten

Pemalang. Desa Walangsanga berjarak 6 Km dari ibu kota kecamatan terdekat yang

dapat ditempuh dengan angkutan pedesaan dengan waktu kurang lebih 20 menit.

Desa ini berjarak 42 Km dari ibu kota kabupaten terdekat dengan lama tempuh

kurang lebih 60 menit.

Desa Walangsanga ini terdiri dari 3 dusun yang dibagi dalam RT dan RW.

Jumlah RW ada 9 RW, 38 RT.

10 RT termasuk dalam dusun Genting.

18 RT termasuk dalam dusun Krajan.

10 RT termasuk dalam dusun Mijen.

Potensi yang dimiliki desa Walangsanga adalah sumber daya alam yang

dimiliki desa seperti lahan pertanian, sungai, perkebunan, pegunungan yang pada saat

12
13

ini belum mampu dimanfaatkan secara maksimal. Lebih khusus, desa Walangsanga

mempunyai satu peninggalan bersejarah, yakni makam seorang ulama besar yang

sangat terkenal di Wilayah Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Potensi sumber daya sosial yang dimiliki Desa Walangsanga adalah banyaknya

lembaga-lembaga yang ada di masyarakat seperti LPM, Majlis taklim, Lembaga

Pendidikan Agama, Gapoktan, Kelompok Pengajian, Arisan, Kelompok Simpan

Pinjam, Posyandu, Karang Taruna, dan lain-lain.

Permasalahan menyangkut bidang kesehatan antara lain FKD belum berjalan,

pelayanan kesehatan di Polindes hanya pada hari-hari tertentu, pemanfaatan

Posyandu yang belum optimal, kegiatan kader posyandu yang masih bersifat berjuang

dan masih tergantung pada petugas kesehatan. Minimnya pemahaman masyarakat

tentang makna kesehatan lingkungan, dan belum terbentuk lembaga pelayanan

kesehatan masyarakat.

Permasalahan menyangkut bidang ekonomi antara lain belum adanya

lembaga/perorangan sebagai pemasaran yang mampu membawa hasil produksi lokal

ke Wilayah Pasar, belum adanya pengembangan terhadap potensi ekonomi desa,

belum adanya pemasukan dana secara maksimal, terbatasnya dana untuk modal,

belum adanya pendidikan keterampilan bagi masyarakat.

Permasalahan bidang pendidikan antara lain kurangnya kesadaran masyarakat

untuk sekolah, sarana dan prasarana pendidikan yang masih minim.

Permasalahan di bidang lingkungan meliputi masih rendahnya kesadaran

masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan, belum tersedianya tempat pembuangan

sampah yang memadai, pemanfaatan air bersih oleh masyarakat belum opimal,

pelestarian lingkungan hidup yang masih kurang.

Berdasarkan permasalahan di atas dan mempertimbangkan potensi yang

dimiliki, Tim KKN Posadaya yang ditempatkan di Desa Walangsanga Kecamatan

Moga Kabupaten Pemalang berusaha untuk merencanakan, mengelola, mengevaluasi

dan memecahkan permasalahan kesehatan, ekonomi produksi, lingkungan dan

pendidikan dalam usaha memberdayakan masyarakat guna mengembangkan potensi

yang dimiliki desa terutama di bidang kesehatan, ekonomi produksi dan pendidikan

13
14

agar dapat meningkatkan kesejahteraan hidup sehingga tercipta masyarakat yang

lebih sehat, sejahtera, mandiri dan berperan serta dalam pembangunan.

Pendekatan solusi yang kami lakukan yaitu melalui penyuluhan dan terjun

langsung ke masyarakat dengan menggandeng pamong dan kader desa setempat.

Adapun rangkaian kegiatan pemecahan masalah akan dijabarkan dalam tabel program

kerja kami.

IV. PELAKSANAAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pos Pemberdayaan Keluarga

(Posdaya) Universitas Jenderal Soedirman Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017

di Desa Walangsanga dimulai pada 18 Januari sampai dengan 21 Februari 2017.

Kegiatan KKN Posdaya ini terdiri dari lima bidang pengembangan yaitu bidang

kelembagaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi/kewirausahaan, serta pemberdayaan

lingkungan yang terangkum dalam suatu wadah organisasi.

2.1. Matriks Realisasi Program Kerja

Adapun pelaksanaan program KKN Posdaya di Walangsanga dibagi menjadi

dua yaitu program fisik dan program non fisik. Pelaksanaan program kerja KKN

Posdaya ini dilakukan berdasarkan observasi dan perbincangan dengan Kepala Desa

dan masyarakat setempat.

14
15

Program non fisik merupakan program yang bertujuan untuk membuka dan

mengubah pola pikir masyarakat dengan pemberian materi yang bersangkutan dengan

bidang kelembagaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi/kewirausahaan, serta

pemberdayaan lingkungan. Pemberian materi salah satunya dilakukan dengan

pemberian penyuluhan kepada masyarakat yang bersangkutan. Pelaksanaan kegiatan

KKN Posdaya program non fisik di Desa Walangsanga Kecamatan Moga telah

berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Program fisik dalam program KKN

Posdaya kebanyakan merupakan realisasi dari program non fisik yang telah terlebih

dahulu dilakukan. Hal in agar terjadi kesinambungan antara materi yang dipaparkan

melalui penyuluhan hingga berlanjut pada praktek penerapannya di lapangan. Dengan

demikian individu masyarakat dapat secara mandiri berdaya membangun diri sendiri,

keluarga, dan sekitanya.

2.2. Pelaksanaan Program dan Pembahasan

2.2.1. Bidang Kelembagaan

1 SOSIALISASI KKN POSDAYA 2017

a. Tujuan : agar terutama masyarakat desa Walangsanga seperti

tokoh masyarakat maupun perangkat desa bisa tahu

bahwa adanya kita di desa Walangsanga itu sendiri

yang mana akan melakukan KKN POSDAYA 2017

selama 35 hari untuk mengabdi kemasyarakat Desa

Walangsanga

b. Lokasi : PAUD AL-Wardah

c. Waktu pelaksanaan : Hari ke-2 ( Kamis, 19 Januari 2017)

Pukul : 09.00 12.00

d. Sasaran : Tokoh masyarakat dan Perangkat Desa

e. Volume : 1 kali

f. Teknis Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali

pada hari Kamis, 19 Februari 2017 pukul 09.00

12.00 WIB. Bertempat di PAUD AL-Wardah

yang mana di balai desa Walangsanga sedang

15
16

dilaksanakan renovasi bangunan sehingga

pindah tempatkan ke PAUD AL-Wardah.

Sasaran kegiatan ini adalah tokoh masyarakat

desa dan perangkat desa walangsanga terutama.

Dengan rincian jumlah yamg hadir sebanyak 35

warga desa Walangsanga. Didalam sosisalisai

itu sendiri kita mahasiswa KKN POSDAYA

2017 memperkenalakan anggota anggota kita di

desa Walangsanga yang mana akan mengabdi

disini. Dana yang dikeluarkan untuk acara ini

adalah Rp. 115.000. Dana tersebut digunakan

untuk membeli aqua gelas dan snack, dengan

rincian Rp. 15.000 untuk membeli aqua gelas

dan Rp. 100.000 untuk membeli snack.

g. Dana yang dikeluarkan : Rp. 115.000

h. Sumber : Mahasiswa

i. Koordinator : Dian Ario Yudanto

j. Faktor Pendorong : kita tahu bahwa ungkapan tak sayang maka

tak kenal oleh karena itu kami tujuanya juga

untuk silahtuhrami kepada tokoh masyarakat

dan perangkat desa Walangsanga itu sendiri,

yang mana didesa tersebut kita akan mengabdi

kepada masyarakat atau warga Walangsanga itu

sendiri

k. Faktor Penghambat : banyak dari tokoh masyarakat atau perangkat

desa yang tidak hadir dalam acara tersebut

l. Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan, alangkah

baknya mahasiswa melakukan pendekatan

dengan masyarakat itu sendiri agar lebih

membaur lagi dengan masyarakat itu sendiri

16
17

terlebih dahulu kita harusnya memberikan

selembaran undangan bisa dikatakan agar

terlihat lebih formal

m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir

2 Pemaparan program program KKN POSDAYA


a Tujuan : sesuai dengan tema KKN POSDAYA 2017
yang mana tentang POSDAYA itu sendiri dan

juga dari 4 pilar yang berupa ( kelembagaan,

pendidikan, kesehatan dan ekonomi ) yang

mana harus dikerjakan oleh mahasiswa KKN

UNSOED selama 35 hari untuk mengabdi di

desa masing masing. Yang mana tujuan

pemaparan untuk memberikan pengetahuan

program program apa saja yang dikerjakan atau

yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN

tersebut.
b Lokasi : PAUD AL-Wardah
c Waktu pelaksanaan : Hari ke-2 ( Kamis, 19 Januari 2017 )
Pukul : 09.00 12.00 WIB
d Sasaran : Tokoh masyarakat dan perangkat desa
e Volume : 1 kali

f. Teknis pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali

pada

hari Kamis, 19 Januari 2017 pukul 09.00

12.00 WIB. Bertempat di PAUD AL-Wardah

yang mana di balai desa Walangsanga sedang

dilaksanakan renovasi bangunan sehingga

pindah tempatkan ke PAUD AL-Wardah.

Sasaran kegiatan ini sendiri adalah para tokoh

masyarakat dan perangkat desa Walangsanga

dengan total peserta 35 orang. Pemaparan

program program kerja ini menejelaskan

tentang program program apa saja yang akan

dilakukan oleh mahasiswa KKN POSDAYA

17
18

2017 di Desa Walangsanga. Dana yang

dikeluarkan untuk acara ini adalah Rp. 115.000.

Dana tersebut digunakan untuk membeli aqua

gelas dan snack, dengan rincian Rp. 15.000

untuk membeli aqua gelas dan Rp. 100.000

untuk membeli snack.

f. Dana yang dikeluarkan : Rp. 115. 000

g. Sumber : Mahasiswa

h. Koordinator : Dian Ario Yudanto

i. Faktor Pendorong : sebelum menjalankan program program KKN

POSDAYA 2017 atau mengabdi alangkah

baiknya kita terlebih dahulu memaparkan

program program kerja kita selama 35 hari di

Desa Walangsanga yang mana dari program

tersebut warga Walangsanga mengetahui

kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh

mahasiswa KKN POSDAYA 2017 tersebut.

j. Faktor Penghambat : Tidak hadirnya beberapa tokoh masyarakat

ataupun perangkat desa sehingga tidak banyak

mengetahui tentang program program kerja

yang akan dilaksanakan itu sendiri

l. Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan, alangkah

baknya

mahasiswa melakukan pendekatan dengan

masyarakat itu sendiri agar lebih membaur lagi

dengan masyarakat itu sendiri terlebih dahulu

kita harusnya memberikan selembaran

undangan bisa dikatakan agar terlihat lebih

formal

m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir

18
19

3 Pemasangan atribute KKN POSDAYA 2017


a Tujuan : Siswa sekolah dasar memahami tentang

bahaya
makanan yang tidak sehat, mengandung

pewarna non-alami dan bahan pengawet serta

mengetahui kunci keamanan pangan.


b Lokasi : 1 buah tampah ( Dusun Genting ) dan 2

tampah
( Dusun Krajaan ) 1 tampah di mandiraja dan

Banner didepan posko Desa Walangsanga


c Waktu pelaksanaan : Hari ke3- (Jumat, 20 Januari 2017)
Pukul 08.00 10.00 WIB
d Sasaran : Masyarakat Desa Walangsanga
e Volume : 1 kali
f Teknis pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali

pada

hari Jumat, 20 Januari 2017 pukul 08.00 10.00

WIB. Tempat pemasangan itu sendiri 1 buah

tampah di arah jalur mandiraja, 1 tampah di

dusun Genting dan 2 tampah itu sendiri di

Dusun Krajaan dan 1 banner dengan ukuran 1,5

x 2,5 M. Tujuan dipasangkannya tampah dan

banner itu sendiri agar masyarakat atau warga

Walangsanga mengetahui adanya posko KKN

POSDAYA 2017 periode januari februari.

Dana yang dikeluarkan itu sendiri berjumlah

Rp. 70.000, 1 tampah berharga 17.500

perbuahnya.

g Dana yang dikeluarkan : Rp. 70.000


h Sumber : Mahasiswa
i Koordinator : Dian Ario Yudanto
j Faktor Pendorong : agar warga Desa Walangsanga terutama,
mengetahui adanya KKN POSDAYA 2017

periode januari februrari yang mana akan

mengabdi di Desa Walangsanga selama 35 hari


k Faktor Penghambat : pemilihan tempat yang cocok dalam
pemasangan tampah dan banner itu sendiri
l Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan, alangkah

19
20

baiknya mengkoordinasi oleh warga yang akan

di pasangkan tampah itu sendiri, agar lebih

sopan sebelum memasang atribute tersebut.


m Dokumentasi kegiatan : Terlampir
4 Pendataan Data Base Posyandu
a. Tujuan : alasan melakukan pendataan database

Posyandu, guna untuk mengetahui aktivitas apa

saja yang dilakukan oleh Posyandu itu sendiri di

Desa Walangsanga. Dan yang kedua guna untuk

melakukan pendampingan Posyandu lansia dan

Posyandu Balita yang mana itu merupakan juga

program program kerja dalam bidang kesehatan

KKN POSDAYA 2017 itu sendiri.

b. Lokasi : Dirumah ibu Barziah


c. Waktu pelaksanaan : Hari ke 9 - (Kamis, 26 Januari 2017)
Pukul 18.00 19.30 WIB
d. Sasaran : Masyarakat Desa Walangsanga
e. Volume : 1 kali
f. Teknis pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali

pada
hari Kamis, 26 Januari 2017 pukul 18.00

19.30 WIB. Tempat pendataan database

Posyandu itu sendiri di kediaman ibu Barziah

selaku Bidan desa di Desa Walangsanga, yang

mana beliau juga termasuk pengurus dalam

posyandu di desa Walangsanga. Tujuan

pendataan Posyandu itu sendiri untuk gambaran

sebelum melakukan program program dalam

bidang kesehatan itu sendiri.


g. Dana yang dikeluarkan : -
h. Sumber : -
i. Koordinator : Dian Ario Yudanto
j. Faktor Pendorong : agar mahasiswa KKN POSDAYA 2017 itu
sendiri mengetahui program program apa yang

dikeluarkan dalam Posyandu untuk tujuan

membuat program kerja dalam bidang

Kesehatan.
k. Faktor Penghambat : kurangnya data data yang lengkap dalam

20
21

Database Posyandu, dan susahnya bertemu

dengan Bu Tarziah itu sendiri selaku bidan desa.


l. Rekomendasi : Sebelum melakukan pendataan posyandu
database itu sendiri agar lebih meyikapai untuk

menyiapkan pertanyaan apa saja yang dibuthkan

sebelum mendata.
m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir

2.2.2. Bidang Kesehatan

1. Penyuluhan PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)


a. Tujuan : Memberikan informasi tentang pentingnya
menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam

kehidupan sehari-hari sehingga derajat

kesehatan anak meningkat.


b. Lokasi : SDN 01 Walangsanga dan MI 02 Rahmatul
Ummat
c. Waktu Pelaksanaan : 1. SDN 01 Walangsanga : 25 Januari 2017
2. MI 02 Rahmatul Ummat : 9 Februari 2017
d. Sasaran : 1. SDN 01 Walangsanga : Siswa kelas III
dan IV
2. MI 02 Rahmatul mmat : Siswa kelas III

dan IV
e. Volume : 2 kali
f. Teknis Pelaksanaan : Kegiataan ini di laksanakan sebanyak dua

kali.
Kegiatan di lakukan di SDN 03 Walangsanga

serta MI 02 Rahmatul Ummat. Sasaran kegiatan

ini adalah siswa- siswi SD dengan total peserta

pada SDN 01 Walangsanga berjumlah 43 dan

MI 02 Rahmatul Ummat berjumlah 134.

Penyuluhan di lakukan di dalam kelas dengan

meberikan materi mengenai pola hidup bersih

dan sehat serta di berikan demo mengenai

mencuci tangan yang baik dan benar. Kegiatan

ini juga memberikan contoh cara menggosok

gigi yang baik dan benar. Dana yang di

keluarkan untuk acara ini adalah Rp50.000,-

Dana tersebut digunakan untuk membeli

21
22

pembersih tangan dan juga sikat gigi untuk

mempraktikan demo PHBS.


g. Dana yang di keluarkan : Dana terlampir
h. Sumber : Mahasiswa
i. Kordinator : Arighi Raka
j. Faktor pendorong : Antusiasme siswa siswi SDN 03 Walangsanga
dan MI 02 Rahmatul Ummat berserta dukungan

dari bapak ibu guru dalam pelaksanaan program

kerja
k. Faktor penghambat : Kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan

lancar, aman, terkendali, dan sesuai dengan

estimasi waktu yang telah di rencanakan

sebelumnya. Namun, ada sedikit hambatan

yakni siswa siswi SD sulit di atur sehingga

mengganggu jalannya penyuluhan.

l. Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan alangkah

baiknya
mahasiswa melakukan pendekatan dengan siswa

siswi SD agar mereka dapat lebih menghormati

yang memberikan penyuluhan.


2. Penyuluhan Hipertensi dan Diabetes Melitus
a. Tujuan : Memberikan informasi tentang bahayanya
hipertensi dan diabetes, serta cara meningkatkan

kualitas hidup penderita hipertensi dan diabetes


b. Lokasi : Madrasah dinniyah mijen
c. Waktu Pelaksanaan : 23 Januari 2017
d. Sasaran : Lansia
e. Volume : 1 kali
f. Teknis Pelaksanaan :Kegiataan ini di laksanakan sebanyak satu kali
yang dilakukan di Madrasah Dinniyah Mijen.

Sasaran kegiatan kali ini adalah lansia yang

bertempat tinggal di daerah mijen,

Walangsanga. Total peserta sebanyak 64 orang.

Penyuluhan dilakukan didalam madrasah yang

berisi tentang pengertian, bahaya, tanda tanda,

cara menangani dan cara mencegah hipertensi

dan diabetes. Selanjutnya dilaksanakan

22
23

pemberian makanan tambahan serta senam

lansia.
g. Dana yang di keluarkan :-
h. Sumber : Mahasiswa
i. Kordinator : Dorothea Dwi A
j. Faktor pendorong : Antusiasme lansia untuk mendengarkan karena
banyak lansia yang menderita hipertensi dan

diabetes melitus
k. Faktor penghambat : Bahasa yang digunakan pada penyuluhan sulit
dimengerti oleh para lansia karena masyarakat

lebih sering menggunakan bahasa jawa, selain

itu banyak lansia yang kurang focus dengan

materi.
l. Rekomendasi : Diperlukan pendekatan lebih intensif dengan
warga agar materi lebih mudah untuk dipahami

serta konsistensi dari petugas kesehatan untuk

melaksanakan tugasnya.
m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir
3. Senam Lansia
a. Tujuan : Meningkatkan kebersamaan antar lansia
melalui wadah yang menyenangkan dan

menyehatkan agar lansia lebih sehat dan bugar.


b. Lokasi : Madrasah dinniyah mijen
c. Waktu Pelaksanaan : 23 Januari 2017
d. Sasaran : Lansia
e. Volume : 1 kali
f. Teknis Pelaksanaan : Kegiataan ini di laksanakan sebanyak satu kali
yang dilakukan di Madrasah Dinniyah Mijen.

Sasaran kegiatan kali ini adalah lansia yang

bertempat tinggal di daerah mijen,

Walangsanga. Total peserta sebanyak 64 orang.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan cara

membibing warga desa untuk melakukan senam

sehat. Tidak ada dana yang dikeluarkan dalam

program kerja ini.


g. Dana yang di keluarkan :-
h. Sumber : Mahasiswa
i. Kordinator : Dorothea Dwi A
j. Faktor pendorong : Kesadaran lansia untuk meningkatkan aktivitas
fisik.
k. Faktor penghambat : Bahasa yang digunakan pada penyuluhan sulit
dimengerti oleh para lansia, serta fisiologis

lansia yang sudah menurun.


l. Rekomendasi : Kegiatan seharusnya dibuat rutin.

23
24

m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir


4. Pemberian Makanan Tambahan
a. Tujuan : Membantu meningkatkan asupan energi lansia
dengan pemberian makanan tinggi energi tinggi

protein.
b. Lokasi : Madrasah dinniyah mijen
c. Waktu Pelaksanaan : 23 Januari 2017
d. Sasaran : Lansia
e. Volume : 1 kali
f. Teknis Pelaksanaan : Kegiataan ini di laksanakan sebanyak satu kali
yang dilakukan di Madrasah Dinniyah Mijen.
Sasaran kegiatan kali ini adalah lansia yang

bertempat tinggal di daerah mijen,

Walangsanga.

Total peserta sebanyak 64 orang. Pelaksanaan

kegiatan dilakukan dengan cara membibing

warga desa untuk melakukan senam sehat.

Tidak

ada dana yang dikeluarkan dalam program kerja

ini

g. Dana yang di keluarkan : Dana terlampir


h. Sumber : Mahasiswa
i. Kordinator : Dorothea Dwi A
j. Faktor pendorong : Kesadaran lansia untuk meningkatkan aktivitas
fisik.
k. Faktor penghambat : Bahasa yang digunakan pada penyuluhan sulit
dimengerti oleh para lansia, serta fisiologis

lansia
yang sudah menurun.
l. Rekomendasi : Kegiatan seharusnya dibuat rutin.
m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir
5. Demo PHBS (Mencuci Tangan dan Menggosok Gigi)
a. Tujuan : Meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada
anak-anak sekolah dasar serta menerapkan

kebiasaan gosok gigi yang baik dan benar sejak

usia dini yang juga diharapkan bersifat

kontinyu. Meningkatkan pentingnya kesadaran

untuk mencuci tangan pada siswa-siswi SD.


b. Lokasi : SDN 01 Walangsanga dan MI 02 Rahmatul
Ummat
c. Waktu Pelaksanaan : SDN 01 Walangsanga : 25 Januari 2017
MI 02 Rahmatul Ummat : 9 Februari 2017
d. Sasaran : SDN 01 Walangsanga : Siswa kelas III
dan IV

24
25

MI 02 Rahmatul Ummat : Siswa kelas I, II

dan III
e. Sasaran : Siswa-siswi SD
f. Volume : 2 kali
g. Teknis pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 2 kali

pada
hari Rabu, 25 Januari 2017 dan Senin, 9

Februari 2017 pukul 10.00 WIBselesai.

Bertempat di SDN 01 Walangsanga dan MI 02

Rahmatul Ummat. Sasaran kegiatan ini adalah

siswa-siswi SD dengan total peserta pada SDN

01 Walangsanga 43 siswa dan MI 02 Rahmatul

Ummat berjumlah 134 siswa. Pelaksanaan

kegiatan dilakukan di luar kelas dengan

bergantian antar kelas. Masing-masing siswa

membawa sikat gigi berserta tempat. Mahasiswa

menyediakan hand sanitizier yang digunakan

sebagai contoh untuk mempraktikan cara

mencuci tangan yang baik dan benar. Siswa-

siswi diajarkan secara langsung cara mencuci

tangan dan cara menggosok gigi yang benar

sehingga siswa-siswi dapat lebih mengerti dan

dapat mempraktekkan langsung di kehidupan

sehari-hari.
h. Sumber : Mahasiswa
i. Koordinator : Arighi Raka
j. Faktor Pendorong : Antusiasme siswa-siswi SDN 01 Walangsanga
dan MI 02 Rahmatul Ummat beserta dukungan
dari bapak ibu guru dalam pelaksanaan program

kerja.
k. Faktor Penghambat : Kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan
lancar, aman, terkendali dan sesuai dengan

estimasi waktu yang telah direncanakan

sebelumnya, namun ada sedikit hambatan yakni

siswa-siswi SD lebih aktif, sulit diatur dan

25
26

sangat kondusif sehingga mengganggu

penyampaian penyuluhan.
l. Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan, alangkah
baiknya mahasiswa melakukan pendekatan

dengan siswa-siswi SD agar mereka dapat lebih

menghormati dan menghargai yang memberi

penyuluhan.
m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir
6. Pendampingan Posyandu Lansia (Lanjut Usia)
a. Tujuan : Mendampingi dan memberi bantuan tenaga
teknis maupun non teknis kepada posyandu

yang membutuhkan.
b. Lokasi : Madrasah dinniyah mijen
c. Waktu pelaksanaan : 23 Januari 2017
d. Sasaran : Lansia (Lanjut Usia)
e. Volume : 1 kali
f. Teknis pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali.
Bertempat di Madrasah Dinniyah Mijen.

Sasaran kegiatan ini adalah ibu dan bapak lanjut

usia yang berjumlah 64. Posyandu lansia

kegiatan dilakukan dengan membantu

melakukan pengukuran kondisi fisik, konsultasi

dan pemberian informasi mengenai penyakit

hipertensi dan diabetes mellitus. Tidak ada dana

yang dikeluarkan untuk kegiatan ini.


g. Sumber :-
h. Koordinator : Dorothea Dwi A
i. Faktor Pendorong : Kegiatan berlangsung dengan lancar, aman dan
terkendali.
j. Faktor Penghambat : Kurangnya profesionalitas tenaga kesehatan
yang membantu sehingga pemeriksaan tekanan

darah tidak dilakukan dan kurang kondusif

sehingga mengganggu jalannya kegiatan.


k. Rekomendasi : Perlu dilakukan pendekatan kepada tenaga
kesehatan agar acara yang sudah direncanakan

dapat berjalan sepenuhnya dan pendekatan

kepada warga lanjut usia agar dapat lebih

menghormati.
l. Dokumentasi kegiatan : Terlampir
2.2.3. Bidang Pendidikan

26
27

Program Non fisik

1. Penyuluhan Tentang Pentingnya Pendidikan


Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu : 4, 11, 18 Februari 2017
Tempat : MI 01 Rahmatul Umat
Volume : 3 kali
Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)
Sasaran : Siswa siswi MI Kelas 4, 5, dan 6 MI 01 Rahmatul

Umat
Tujuan dan manfaat
Tujuan dar di adakannya program ini adalah untuk meningkatkan

kesadaran akan pentingnya pendidikan kepada siswa siswi. Hal ini

menjadi penting karena mayoritas warga desa Walangsanga hanya

tamatan SD. Manfaat dari penyuluhan ini adalah siswa dan siswi

termotivasi unuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Pencapaian
Kegiatan penyuluhan pentingnya pendidikan berjalan baik dan lancar.

Kegiatan ini dapat tercapai sesuai target dikarenakan kerjasama kepala

sekolah dan adik-adik siswa siswi kelas 4, 5, dan 6 yang luar biasa.
Faktor Pendorong dan Penghambat
Adanya kerjasama yang baik dengan Kepala Sekolah MI 01 Rahmatul

Umat yang ditandai dengan sikap amat mendukung kepala sekolah

dalam diadakannya penyuluhan pentingnya pendidikan serta wali kelas

4, 5, dan 6 yang mampu mengkoordinir siswa-siswi dengan baik.


Rekomendasi Perbaikan Program
Sebaiknya penyuluhan tentang pentingnya pendidikan dilakukan juga

oleh guru-guru di MI 01 Rahmatul Umat serta dilakukan juga di

jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


2. Sex Education
Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu : Senin, 6 Februari 2017
Tempat : MTs An-Nur Walangsanga
Volume : 1 kali
Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)
Sasaran : Siswa Kelas VIII MTs An-Nur Walangasanga
Tujuan dan manfaat
Tujuan dari sex education adalah untuk memberikan pengetahuan

kepada remaja awal yaitu umur 9-14 tahun tentang bagaimana

perubahan fisik maupun psikis remaja sehingga remaja tersebut dapat

menerima perubahan tersebut. Manfaat dari sex education yaitu remaja

27
28

mampu menyikapi tentang perubahan fisik dan psikisnya dan tahu

bagaimana bersikap terhadap lingkungannya.


Pencapaian
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Alat Reproduksi Remaja (Sex

Education) berjalan dengan cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan

antusiasnya para siswa MTs An-Nur Walangsanga yang selalu

bersemangat disepanjang acara penyuluhan berlangsung. Target

penyuluha juga tercapai yaitu remaja awal yang berumur 9-14 tahun

yang sedang menduduki kelas VIII, semua ini berkat kerjasama yang

baik dengan MTs An-Nur Walangsanga dan Puskesmas Banyumudal.


Faktor Pendorong dan Penghambat
Faktor pendorong dalam kegiatan ini adalah kerja sama yang baik

antara mahasiswa KKN, MTS An-nur, dan puskesmas banyumudal.

Faktor penghambatannya adalah siswa siswi yang terlalu antusiasi

sehingga kondisi dalam ruangan sulit di kendalikan. Selain itu, yang

menjadi menghambat adalah terlambatnya pembicara tiba di lokasi.


Rekomendasi Perbaikan Program
Perlu adanya kedisiplinan dari pembicara sehingga penyuluhan

berjalan dengan tepat waktu dan perlu adanya dampingan dari guru

setempat agar siswa lebih mudah di kondusifkan.

Program Fisik
1. Kegiatan Kelompok Belajar
Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu : Mulai tanggal 21 Januari hingga 20 Februari ( setiap

hari)
Tempat : Posko KKN Unsoed 2017 Desa Walangsanga
Volume : 7 kali

Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)
Sasaran : Anak SD dan MI
Tujuan dan manfaat
Tujuannya adala untuk membantu siswa agar lebih memahami

pelajaran yang telah di sampaikan oleh guru sekolahnya. Manfaatnya

siswa lebih memahami pelajaran yang tadinya kurang mengerti

menjadi mengerti.
Pencapaian

28
29

Siswa kurang antusias dalam mengikuti kegiatan bimbingan belajar.

Hal ini di buktikan pada saat awal kegiatan peserta yang hadir cukup

banyak kemudian seriring berjalannya hari, perserta yang hadir semain

berkurang.
Faktor Pendorong dan Penghambat
Faktor Pendorong dalam menjalankan program ini adalah mahasiswa

yang memberikan tambahan kepada adik-adik siswa yang kesulitan

dalam pelajarannya. Sedangkan fakotr penghambatnya adalah atusias

siswa yang pasar surut.


Rekomendasi perbaikan program
Untuk kedepannya di harapkan siswa lebih antusias unuk mengikuti

kegiatan bimpingan belajar dan lebih serius dalam mengikuti kegiatan

belajar.
2. Pendampingan Pembelajaran Teknologi Inforkasi dan Komunikasi
Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu : 20, 27 Januari, 3, 10, 17 Februari 2017
Tempat : SDN 03 Walangsanga
Volume : 5 kali
Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)
Sasaran : Siswa siswi SDN 03 Walangsanga kelas 5 dan 6
Tujuan dan manfaat
Tujuan di adakanya program ini adalah agar siswa siswi SDN 03

Walangsanga dapat mengikuti perkembangan teknologi yang

berkembang pada aman sekarang ini. Manfaatnya adalah agar

siswa siswi SDN 03 Walangsanga di masa depan tidak mengalami

gagap teknologi.
Pencapaian
Siswa siswi masih dalam tahap belajar sehingga pada proses

pembelajaran masih banyak yang sulit memahami materi yang di

sampaikan contohnya dalam mengetik masih menggunakan satu

jari saja. Tetapi, setelah diberikan materi dan masukan siswa siswi

dapat menggunakan jari mereka lebih banyak untuk mengetik.


Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong dari kegiatan ini adalah antusiasme yang tinggi

dari siswa siswi SDN 03 Walangsanga. Hal ini terbukti pada saat

hari hujan lebat, siswa siswi tetap hadir. Hambatan kegiatan ini

adalah minimnya pengajar dan fasilitas yang ada.


Rekomendasi perbaikan program
Program ini dijalankan lebih sering dan lebih lama waktunya.

29
30

3. Pembuatan Kerjainan dari Barang Bekas (Celengan dari bekas

tempat kok)

Waktu dan tempat pelaksanaan


Waktu : Sabtu, 11 Februari 2017 Pukul 10.00 WIB
Tempat : SDN 02 Walangsanga
Volume : 50 siswa
Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)

Sasaran : Siswa siswi SDN 02 Walangsanga kelas 4, 5, dan

6
Tujuan dan manfaat
Tujuan dari program ini adalah memanfaatkan barang bekas yang

sudah tidak terpakai di sekitar kita agar kembali menjadi barang

yang bermanfaat. Manfaat dari program ini adalah mengurangi

sampah yang ada dan menjadikannya barang yang lebih

bermanfaat.
Pencapaian
Siswa-siswi sangat kreatif dalam membuat celengan tesebut,

sehingga barang bekas yang tadinya tidak terpakai dan biasa saja

dapat menjadi celengan yang menarik dengan penuh hiasan.

Berkat koordinasi yang baik pula antara kami dan kepala sekolah

SDN 03 Walangsanga sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik

dan lancar.
Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong dalam kegiatan ini adalah karena banyaknya

sampah yang ada di desa Walangsanga sehingga menjadi motivasi

kami untuk memanfaatkan barang bekas tersebut menjadi barang

yang bermanfaat.
Rekomendasi perbaikan program
Pada kegiatan berikutnya diharapkan barang bekas yang dipakai

lebih banyak dan barang-barang yang mudah dicari di sekitar kita.


4. Lomba Cerdas Cermat antar SD/MI se-desa Walangsanga
Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu : Rabu, 15 Februari 2017 Pukul 08.00 WIB
Tempat : SDN 01 Walangsanga

Volume : 9 siswa
Biaya : (terlampir)
Sumber dana : (terlampir)

30
31

Sasaran : Siswa SD/MI se-desa Walangsanga


Tujuan dan manfaat

Tujuan dari Lomba Cerdas Cermat ini adalah untuk menyatukan siswa

SD/MI se-desa Walangsanga dan meningkatkan jiwa kompetitif siswa-

siswi SD/MI tersebut.

Pencapaian
Lomba berjalan dengan lancar serta peserta yang mengikuti sangat

antusias dan bersemangat tetapi ada dua sekolah yang tidak

mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti Lomba Cerdas Cermat

ini dikarenakan kurangnya koordinasi anatara guru pengampu kelas V

dan kepala sekolah.


Faktor pendorong dan penghambat
Faktor pendorong pada Lomba Cerdas Cermat ini adalah

semangat kami KKN UNSOED 2017 Desa Walangsanga yang

dengan semangat mempersiapkan acara ini dengan sangat baik.

Faktor penghambat dalam acara ini adalah kurangnya koordinasi

anatara kepala sekolah SD/MI dan guru pengampu kelas V SD/MI

tersebut.
Rekomendasi perbaikan program
Agar kegiatan serupa berjalan dengan lebih baik lagi, untuk

kedepannya dibutuhkan koordinasi yang sangat baik natar semua

pihak yang ikut serta dalam kegiatan ini.


5. Pelatihan Upacara
Tidak terealisasi

2.2.4. Bidang Ekonomi

1. Penyuluhan Gemar Menabung


a. Tujuan : Memberikan informasi tentang pentingnya

menerapkan gemar menabung dalam kehidupan

sehari-harinya sehingga dapat menyiapkan

bekal untuk kemudian hari.

b. Lokasi : SD N 03 Walangsanga

c. Waktu Pelaksanaan : Hari ke-14 (Rabu, 31 Januari 2017)

Pukul: SD N 03 Walangsanga (10.00-11.30)

31
32

WIB

d. Sasaran : Siswa-siswi SD Kelas 4-5

e. Volume : 1 kali

f. Teknis Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu,31

Januari 2017, pukul 10.00-11.30 WIB.

Bertempat di SD N 03 Walangsanga. Sasaran

kegitan ini adalah siswa-siswi kelas 4-5, dengan

total peserta 47 siswa. Dengan rincian

penyuluhan dilakukan di dalam kelas dengan

memberikan penjelasan mengenai pentingnya

menabung untuk masa depan. Dana yang

dikeluarkan untuk acara ini adalah Rp. 50.000.

Dana tersebut digunakan untuk pembelian snack

sebanyak 8 dengan harga masing-masing snack

yaitu Rp. 5.000 dan juga digunakan untuk

celengan sebanyak 1 buah yang diberikan pada

siswa/siswi yang memenngkan games, dengan

biaya Rp. 10.000.

g. Dana yang dikeluarkan : Rp. 50.000,-

h. Sumber : Mahasiswa

i. Koordinator : Hemaslani Pertiwi

j. Faktor Pendorong : Antusiasme siswa-siswi SD N 03

Walangsangan beserta dukungan dari bapak ibu

guru dalam pelaksanaan program kerja.

k. Faktor Penghambat : Siswa-siswi susah untuk ditertibkan sehingga

mengganggu jalannya penyuluhan.

l. Rekomendasi : Sebelum melakukan kegiatan, alangkah

baiknya mahasiswa melakukan pendekatan

dengan siswa-siswi SD agar mereka dapat lebih

menghormati yang memberi penyuluhan.

32
33

m. Dokumentasi Kegiatan : Terlampir

2. Pendataan UMKM

a. Tujuan : Mendata Usaha Mikro Kecil Menengah

(UMKM) yang ada di desa Walangsanga.

b. Lokasi : Rumah Warga Desa Walangsanga

c. Waktu Pelaksanaan : Hari ke-22 (Rabu, 8 Februari 2017)

Pukul: DesaWalangsanga (13.00 s/d selesai)

WIB

d. Sasaran : Ibu-ibu PKK

e. Volume : 1 kali

f. Teknis Pelaksanaan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 6

Februari 2017, pukul 13.00 s/d selesai WIB.

Bertempat di salah satu rumah warga Desa

Walangsanga. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-

ibu PKK, dengan total peserta 20 orang. Dengan

rincian kegiatan yaitu dengan membagikan

formulir pendataan UMKM kepada masing-

masing ibu-ibu PKK. Dana yang dikeluarkan

untuk kegiatan ini adalah Rp. 5.000. dana

tersebut digunakan untuk mencetak formulir

pendataan.

g. Dana yang dikeluarkan : Rp. 5.000,-

h. Sumber : Mahasiswa

i. Koordinator : Cristin C. T. Kaope

j. Faktor Pendorong : Banyaknya usaha masyarakat desa yang

belum terdata oleh Perangkat Desa, maka

dilakukannya kegiatan ini agar setiap usaha

33
34

yang dimiliki oleh masyarakat desa dapat

terdata.

k. Faktor Penghambat : Kurangnya informasi mengenai masyarakat

yang memiliki usaha, sihingga sulit

dilakukannya pendataan.

l. Rekomendasi : Dilakukannya kerjasama antar Perangkat

Desa

Walangsanga dan Pemerintah Kecamatan Moga

mengenai usaha yang dimiliki oleh masyarakat

desa, sehingga usaha tersebut dapat diekslore ke

luar desa (seluruh desa di Kecamatan Moga).

m. Dokumentasi Kegiatan : Terlampir

2.2.5. Bidang Pemberdayaan Lingkungan


1. Kerja Bakti
a. Tujuan : Menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat,
dan nyaman untuk di tinggal, mempererat hubungan

persaudaraan antar warga, meningkatkan jiwa semangat

gotong royong antar warga desa


b. Lokasi : 1. Rumah Ibu Ruti, Dusun Kerajan Desa
Walangsanga

2. Blok Kembang Dusun Kerajan Desa

Walangsanga
c. Waktu pelaksanaan : 1. Hari Rabu, 25 Januari 2017 Pukul : 08.00
12.30
2. Hari Kamis, 02 Februari 2017 Pukul :

06.30 16.00

d. Sasaran : Warga Desa Walangsanga

e. Volume : 2 kali

f. Teknis Pelaksanaan : Kegiatan kerja Bakti pertama ini

dilaksanakan

pada hari Rabu, 25 Januari 2017 pukul 08.00

12.30 WIB. Bertempat di Rumah Ibu Ruti.

Sasaran kegiatan ini adalah warga dusun kerajan

34
35

desa walangsanga. Dengan rincian 5 orang

warga. Kerja Bakti ini melakukan renovasi

rumah Ibu Ruti dengan membongkar rumah

bagian dinding dan atap nya. Tidak ada dana

yang dikeluarkan untuk kegiatan kerja bakti kali

ini.

Kegiatan kerja bakti kedua dilaksanakan pada

hari kamis 02 februari 2017 pukul 06.30 16.00

WIB. Bertempat di Blok Kembang Desa

Walangsanga. Sasaran kegiatan ini adalah warga

blok kembang dusun kerajan desa walangsanga.

Dengan rincian mengerahkan seluruh kepala

keluarga yang berada di Blok Kembang Dusun

kerajan Desa Wakangsanga. Kerja Bakti ini

melakukan pembuatan jembatan darurat akibat

robohnya jembatan utama akibat diterjang

banjir dengan volume air tinggi di aliran sungai,

pembersihan rumah yang terkena timbunan

tanah longsor, dan pembukaan jalan yang

tertutup akibat timbunan tanah longsor. Tidak

ada dana yang di keluarkan untuk kegiatan kerja

bakti ini

g. Dana yang dikeluarkan :-

h. Sumber :-

i. Koordinator : Muhamad Fikri Bariklana

j. Faktor Pendorong : Kepedulian warga dan pemerintah desa

35
36

dalam renovasi rumah warga yang

mengalami kerusakan dan butuh

perbaikan, serta antusiasme dan

kepedulian warga desa dalam

penanganan tanah longsor yang terjadi

di desa walangsanga

k. Faktor Penghambat : Masih kurangnya kesadaran warga

dalam membantu menjaga kondisi

lingkungan dan kebersihan lingkungan

sekitar.

l. Rekomendasi : Meningkatkan koordinasi antar warga

sehingga informasi mengenai kerja bakti

dapat tersampaikan pada seluruh warga

desa, meningkatkan kebersihan

lingkungan sekitar dengan cara memulai

hidup bersih dan sehat, membuat jadwal

tetap kerja bakti sehingga dapat menjadi

kegiatan rutin setiap minggu nya.

m. Dokumentasi kegiatan : Rekomendasi

2. Perencanaan Pembuatan TPS (Tempat Pembuangan Sementara)


a. Tujuan : Memberikan gambaran mengenai

rangcangan pembuatan TPS, sehingga

diharapkan mampu membantu desa untuk

mewujudkan pembuatan TPS dalam beberapa

waktu kedepan.

b. Lokasi : Rumah Bapak H. Munawar dan Posko KKN


c. Waktu pelaksanaan : Hari Minggu, 05 Februari 2017 jam 20.00
22.00 WIB.
d. Sasaran : Masyarakat Desa Walangsanga
e. Volume : 1 kali
f. Teknis pelaksanaan : kegiatan ini diawali dengan melakukan
musyawarah pada Hari Minggu 05 Februari

2017 pukul 20.00 22.00 WIB. Bertempat di

Rumah Bapak H. Munawar. Sasaran kegiatan

36
37

ini adalah warga Desa Walangsanga. Dengan

rincian 10 orang yang menghadiri musyawarah

perencanaan pembuatan TPS. Kegiatan

selanutnya pada Perencanaan Pembuatan TPS

ini dengan menghimpun data yang dibutuhkan

seperti (jumlah rumah, jumlah volume sampah

per rumah, jenis sampah yang dihasilkan, lahan

yang tersedia) kemudian melakukan diskusi

dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat

untuk mewujudkan rencana pembuatan TPS

tersebut, setelah itu membuat desain rancangan

pembuatan TPS, rincian anggaran yang

diperlukan, luas tanah yang dibutuhkan dari

data

yang diperoleh sehingga terbentuk suatu

rancangan pembuatan TPS yang mampu

membantu mengatasi masalah sampah di Desa

Walangsanga.
g. Dana yang dikeluarkan: -
h. Sumber :-
i. Koordinator : Restu Indria Sopyan
j. Faktor Pendorong : Belum adanya tempat pembuangan sampah
sementara, Keinginan pemerintah dan

masyarakat desa yang menginginkan tempat

penampungan sampah agar dapat mengurangi

masalah lingkungan kesehatan yang diakibatkan

oleh sampah,
k. Faktor Penghambat : Masih kurangnya kelengkapan data yang
diperoleh, belum bisa ditentukannya waktu

realisasi pembuatan TPS, belum tercantumnya

anggaran pembuatan TPS dalam Rencana

Pembangunan Desa.

37
38

l. Rekomendasi : diharapkan usulan perencanaan pembuatan

TPS

ini dapat diwujudkan pembangunannya oleh

pemerintah desa

m. Dokumentasi kegiatan: Terlampir

3. Penyuluhan Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik

a. Tujuan : memberikan informasi mengenai sampah,


pemisahan, dan pengelolaannya, serta

memberikan informasi untuk mampu memulai

menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat


b. Lokasi : Rumah Bapak Zainal Dusun Genting
c. Waktu pelaksanaan : Jumat 17 Februari 2017, Pukul 09.00 11.00
WIB
d. Sasaran : Ibu Rumah Tangga Dusun Genting
Desa Walangsanga
e. Volume : 1 kali
f. Teknis pelaksanaan : kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 17 Februari 2017 jam 09.00 11.00

WIB. Bertempat di rumah Bapak Zainal Abidin.

Sasaran kegiatan kali ini yaitu Ibu Rumah

Tangga di Dusun Genting Desa Walangsanga.

Dengan rincian jumlah yang hadir yaitu 20

orang.
g. Dana yang dikeluarkan: Terlampir
h. Sumber : Mahasiswa
i. Koordinator : Restu Indria Sopyan
j. Faktor Pendorong : Banyaknya ibu-ibu yang membuang sampah
tanpa pemisahan dahulu sebelumnya, dan agar

ibu-ibu dapat memanfaatkan sampah an-organik

yang dapat digunakan kembali.


k. Faktor Penghambat : Jumlah yang hadir masih belum seperti yang
diharapkan.
l. Rekomendasi : Sebaiknya persiapan sebelum acara dilakukan
jauh-jauh hari dan ibu-ibu yang sudah diundang

diingatkan kembali agar tidak lupa untuk hadir.


m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir

4. Penyuluhan tentang Kompos

a. Tujuan : memberikan informasi mengenai pembuatan


kompos yang memanfaatkan dari sisa tanaman,

serta meningkatkan kreativitas kelompok tani

38
39

dalam membuat pupuk organik


b. Lokasi : Rumah Bapak Zainal Abidin, Dusun Genting
Desa Walangsanga
c. Waktu pelaksanaan : Hari Jumat, 17 Februari 2017 pukul : 09.00
11.00 WIB
d. Sasaran : Kelompok Tani Dusun Genting Desa
Walangsanga
e. Volume : 1 kali
f. Teknis pelaksanaan : kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat
tanggal 17 Februari 2017 jam 09.00 11.00

WIB. Bertempat di rumah Bapak Zainal Abidin.

Sasaran kegiatan kali ini yaitu Kelompok Tani

Dusun Genting Desa Walangsanga. Dengan

rincian jumlah kelompok tani yang hadir yaitu

19 orang. Penyuluhan tersebut disampaikan oleh

Bapak Supono dari PPL BPP Kecamatan Moga

yang membahas tentang pengertian kompos,

tujuan pengomposan, manfaat kompos, bahan

yang digunakan untuk pengomposan, cara

pembuatan kompos, dan kondisi kesuburan

tanah pada saat ini. Diadakan pula sesi Tanya

jawab mengenai materi penyuluhan yang telah

disampaikan, serta diakhiri dengan pemberian

sertifikat kepada PPL BPP Kecamatan Moga.


g. Dana yang dikeluarkan: Terlampir
h. Sumber : Mahasiswa
i. Koordinator : Muhamad Fikri Bariklana
j. Faktor Pendorong : Banyaknya sisa tanaman yang tersedia di

lingkungan pertanian, dibutuhkannya pemberian informasi mengenai

pupuk organik serta untuk memberikan motivasi pada para petani

untuk dapat memanfaatkan bahan organik untuk dikembalikan ke

lahan pertanian, memberikan informasi untuk meningkatkan kualitas

produk hasil tanamannya dengan penggunaan pupuk kompos.


k. Faktor Penghambat : jumlah petani yang hadir masih belum

sebanyak
yang diberikan undangan,
l. Rekomendasi : Sebaiknya melakukan koordinasi yang lebih

39
40

intens dengan ketua Kelompok Tani sehingga

jadwal dan waktu pelaksanaan nya dapat

ditentukan dari jauh hari. Serta waktu untuk

persiapan perlengkapan yang dibutuhkan

sebaiknya dipersiapkan pada H-2 pelaksanaan

kegiatan.
m. Dokumentasi kegiatan : Terlampir

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan program kerja KKN POSDAYA

UNSOED tahun 2017 di Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten

Pemalang yang dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2017 sampai 21 Februari

2017, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Desa Walangsanga merupakan daerah yang sebagian besar warganya bekerja

sebagai petani dengan potensi perekonomian berupa padi.

2. Tingkat pendidikan masyarakat Desa Walangsanga tergolong cukup rendah

dibuktikan dengan sedikitnya masyarakat yang melanjutkan sekolah ke jenjang

yang lebih tinggi.

3. Kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan cukup

positif.

40
41

4. Kegiatan KKN dapat memberikan tambahan pengetahuan yang positif bagi

masyarakat dan mahasiswa.

B. SARAN

Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan program kerja KKN POSDAYA

UNSOED tahun 2013 di Desa Walangsanga, Kecamatan Moga, Kabupaten

Pemalang yang dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2017 sampai 21 Februari

2017 dan dengan memperhatikan fenomena dan persoalan yang timbul di

masyarakat, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan

sebagai berikut :

1. Perlu adanya pemberian motivasi dan pembinaan yang berkesinambungan

untuk meningkatkan kesadaran dan meningkatkan kerjasama antar warga

sehingga pola pikir masyarakat menjadi kritis dalam merespon realita dan

perubahan dalam masyarakat.

2. Program pembangunan fisik dan non fisik perlu dilanjutkan dan ditingkatkan

dalam kegiatan-kegiatannya guna kemajuan pembangunan desa.

3. Pemanfaatan potensi perekonomian perlu ditingkatkan produksinya sehingga

mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sehubungan dengan waktu KKN yang singkat dan jumlah mahasiswa yang

diterjunkan dalam satu desa, maka harus lebih diperhatikan sistem koordinasi yang

lebih intensif antara warga desa, pemerintahan desa dan peserta KKN.

41