Anda di halaman 1dari 39

KEJADIAN

Segalanya Bermula Dari Sini

PENTINGNYA KITAB KEJADIAN


Isi Alkitab tidak akan berarti banyak tanpa Kitab Kejadian. Kitab ini menjawab pertanyaan-
pertanyaan "penting" seperti mengapa kita berada di sini dari mana kita datang. Kejaian
berbicara tentang awal mula dunia, manusia, masyarakat, keluarga, bangsa-bangsa, dosa
dan keselamatan. Khususnya, Kejadian bercerita tentang lahirnya bangsa Yahudi.

GAYA PENULISAN KITAB KEJADIAN


1. Kitab Kejadian mengajarkan kebenaran dengan menceritakan kisah-kisah, bukan
dengan memberikan pelajaran dalam bentuk yang lebih formal.
2. Kisah-kisah yang diceritakan bersifat sangat manusiawi. Tidak ada upaya untuk
menutup-nutupi fakta, bahkan pahlawan-pahlawan besar sekalipun digambarkan apa
adanya.
3. Semua kisah diceritakan dengan penuh keagungan dan dengan gaya yang
mengharukan. Dinilai dari standar apa pun, disimpulkan bahwa Kitab Kejadian ditulis
dengan cemerlang.

PENULIS KITAB KEJADIAN


Penulisnya tidak dikenal, tetapi Perjanjian Baru secara tidak langsung menunjukkan bahwa
Kitab Kejadian ditulis oleh Musa dan pendapat ini tidak pernah dipertanyakan oleh gereja
sampai saat ini. Kita tidak tahu bagaimana kitab ini ditulis, tetapi cukup beralasan untuk
menerima Musa sebagai editor yang mengumpulkan sejumlah kisah dan fakta, yang
beberapa di antaranya mungkin sudah lama beredar luas sebelum masa Musa.

NILAI KITAB KEJADIAN


Banyak orang mungkin menilai bahwa ilmu modern dan sejarah telah meremehkan nilai
Kitab Kejadian. Kendatipun demikian, kita tetap dapat membaca Kitab Kejadian dengan
penuh kepercayaan akan nilai kebenarannya berdasarkan dua alasan, yaitu:
1. Karena di antara semua argumentasi ilmiah atau sejarah yang mempertanyakan
ketepatan Kitab Kejadian selalu terdapat lebih dari satu yang mendukung Kitab
Kejadian.
2. Sebagian besar dari yang diperdebatkan bukan terutama mengenai kebenaran itu
sendiri, melainkan tentang cara-cara pendekatan modern terhadap kebenaran.
Apapun anggapan kita tentang kebenaran, Kitab Kejadian tetap merupakan
kebenaran. Di atas segalanya, Kitab Kejadian merupakan kebenaran yang
diungkapkan oleh Allah sendiri mengenai diri-Nya, kita dan dunia tempat kita hidup.
KELUARAN
Lahirnya Satu Bangsa

MENGAPA KELUARAN?
"Keluaran" adalah judul kitab Musa yang kedua dalam Perjanjian Lama. Sebenarnya
penggambaran mengenai keluarnya bangsa Israel dari Mesir hanya sebagian dari isi kitab
itu.

MENGENAI APA?
Kitab Keluaran terdiri dari tiga bagian penting.
1. Riwayat Musa: bagaimana ia diselamatkan waktu masih bayi; bagaimana ia
dibesarkan di istana Firaun; bagaimana ia dipanggil oleh Allah dari semak belukar
yang menyala; bagaimana ia menantang Firaun untuk membebaskan bangsanya dari
perbudakan; dan bagaimana akhirnya ia memimpin bangsanya dengan penuh
kemenangan menyeberangi Laut Merah menuju ke padang belantara Gunung Sinai.
2. Bagian kedua dari Kitab Keluaran berisi komunikasi Allah dengan Musa di Gunung
Sinai, pemberian Sepuluh Perintah Allah dan perintah-perintah lainnya.
3. Bagian terakhir terutama menceritakan tiga hal, yaitu: pembuatan Tabut Perjanjian
tempat menyimpan loh batu yang berisi Sepuluh Perintah Allah; pembuatan Kemah
Suci untuk tempat menyimpan kotak Tabut Perjanjian; dan aturan-aturan terinci
tentang peribadatan.

APA ARTI KITAB KELUARAN BAGI KITA DEWASA INI?


Catatan utama dalam Kitab itu ialah tentang penebusan, yaitu pembebasan dari
perbudakan. Kitab Keluaran memberikan banyak ilustrasi yang membantu kita untuk
mengerti penebusan kita sendiri melalui Tuhan kita Yesus Kristus. Domba Paskah (Kel 12:1-
11) jelaslah melambangkan Anak Domba Allah yang menanggung dosa dunia (Yoh 1:29).
Kristus disebut sebagai Anak Domba Paskah oleh Paulus (1Ko 5:7), sementara itu Petrus
menamakan-Nya sebagai Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1Pe 1:19). Pada
bagian terakhir Kitab Keluaran kita diingatkan bahwa sebagai umat yang sudah ditebus, kita
dipanggil untuk menjadi umat penyembah Allah. Allah mengajar umat-Nya dengan
memakai alat-alat bantu visual. Kemah Suci melambangkan kehadiran Allah di antara umat-
Nya. Perlu kita ingat bahwa Kristus dikatakan berdiam (berkemah) di antara kita ( Yoh 1:14).
Jadi, Kitab Keluaran merupakan contoh bagaimana Perjanjian Lama menerangi Perjanjian
Baru. Bilamana kita mempelajari Kitab Keluaran kita melihat cara Allah melepaskan umat-
Nya dari perbudakan serta rencana-rencana selanjutnya bagi mereka, dan kisah ini berlaku
bagi setiap orang yang menyadari kebutuhannya untuk ditebus.
IMAMAT
Peraturan mengenai kehidupan dan penyembahan

MENGAPA IMAMAT?
Sebagian besar isinya menyangkut imam-imam bangsa Lewi, tetapi pengulangan kata-kata,
"Berbicaralah kepada orang Israel..." menunjukkan bahwa kitab itu juga diperuntukkan bagi
semua orang. Kitab itu harus dianggap sebagai bagian dari Pentateukh, lima kitab pertama
dari Alkitab. Keluaran menceritakan bagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari
Mesir dan membuat perjanjian dengan mereka. Imamat menerangkan bagaimana
kehidupan dan penyembahan bangsa perjanjian itu diatur.

SIAPA PENULISNYA?
Tak ada nama penulis disebut dalam Imamat. Sebagian besar bahan tulisan diberikan oleh
Allah kepada Musa di Sinai, tetapi kita tidak dapat mengatakan kapan atau oleh siapa
semua bahan tulisan itu pada akhirnya disatukan dan disusun.

MENGENAI APA?
Imamat terutama terdiri dari hukum-hukum dan peraturan-peraturan, tetapi terdapat
kerangka cerita dan ilustrasi yang menunjukkan bahwa semua peraturan ini cocok dengan
sejarah yang sebenarnya. Secara umum kitab itu terbagi atas dua bagian, pasal-pasal
mengenai Hari Penebusan Dosa terdapat di bagian tengah. Bagian pertama adalah
mengenai pemulihan hubungan dengan Allah -- peraturan mengenai korban dan penyucian.
Bagian akhir adalah tentang hidup sebagai umat Allah.

HUKUM
Sebagian besar hukum dalam Imamat adalah mengenai upacara keagamaan, tetapi
terdapat juga hukum mengenai kebersihan dan sikap moral yang serupa dengan Sepuluh
Perintah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara hukum-hukum yang berbeda-beda
itu; semuanya mencerminkan maksud Allah terhadap bangsa Israel dan semuanya harus
dipatuhi. Dalam Perjanjian Baru pengorbanan Kristus membawa penyucian yang
menyeluruh, oleh karena itu hukum-hukum mengenai korban dan upacara penyucian tidak
lagi berlaku. Kendati demikian, semua hukum itu sangat berguna untuk menjelaskan apa
arti kematian Kristus bagi kita.

KORBAN
Ada enam korban yang digambarkan dalam Imamat, yang digolongkan ke dalam tiga jenis.
1. KORBAN PERSEMBAHAN. Bertujuan untuk memuliakan Allah dan mempersembahkan
diri kepada-Nya.
korban bakaran: binatang utuh dibakar
korban sajian: termasuk di dalamnya persembahan bukan binatang
2. KORBAN KESELAMATAN. Tujuannya ialah untuk menjaga hubungan dengan Allah.
korban perdamaian: sebagian korban dibakar, sisanya dimakan dalam o suatu
acara makan bersama
3. KORBAN PENYUCIAN. Tujuannya untuk menghapus dosa dan memperbarui hubungan
dengan Allah.
korban penghapus dosa: untuk dosa-dosa terhadap Allah
korban penebus salah: di mana ada ganti rugi yang harus dibayar
korban pentahbisan: bagi para imam
BILANGAN
Bangsa Israel di padang gurun

MENGENAI APA?
Nama kitab ini dalam Alkitab Ibrani berarti "di padang gurun" dan judul itu mencakup
semua peristiwa yang dilukiskan dalam kitab itu. Judul "Bilangan" dipakai oleh karena kitab
itu mencatat "penjumlahan" bangsa itu pada tahun kedua (pasal Bil 1) setelah mereka
meninggalkan Mesir dan tahun keempat puluh (pasal Bil 26). Sebagian isi kitab
menceritakan pengalaman bangsa Israel selama empat puluh tahun sebelum mereka
memasuki Tanah Perjanjian. Dalam banyak hal Bilangan menjadi bacaan yang
menyedihkan, oleh karena banyak dari penderitaan bangsa Israel adalah akibat langsung
dari ketidaksetiaan dan ketidaktaatan. Orang boleh mengatakan bahwa Bilangan
merupakan catatan mengenai kegagalan manusia terhadap kesetiaan ilahi.

APA KESAN KESELURUHAN?


Salah satu cirinya ialah bahwa kitab ini tidak mencoba untuk menyajikan kepada kita suatu
narasi penuh atau kisah bersambung yang ketat. Sebagai perbandingan, hanya sedikit yang
diceritakan mengenai masa-masa yang dilewati di padang gurun, tetapi peristiwa-peristiwa
tertentu ditonjolkan dan digambarkan secara panjang lebar. Kesan keseluruhan ialah bahwa
Allah tetap berkuasa melawan pemberhalaan dan imoralitas bangsa Israel. Sebagian Kitab
Bilangan bersifat sejarah dan sebagian lagi bersifat undang-undang.

SIAPAKAH TOKOH-TOKOH UTAMA YANG DISEBUT DALAM KITAB BILANGAN?


Sudah jelas bahwa Musa banyak sekali disebut dalam kitab ini -- perhatian Musa terhadap
Hobab (Bil 10:29-32); doanya di Tabera (Bil 11:10-15); reaksinya terhadap kecaman (Bil 12);
imannya yang kurang (Bil 13); keprihatinannya terhadap kehormatan Allah (Bil 14:13-19);
ketidakikutsertaannya masuk ke dalam Tanah Perjanjian (Bil 20:2-13). Harun juga disebut,
terutama dalam hubungannya dengan pemberontakan Korah (Bil 16). Miryam, saudara
perempuan Musa, juga merupakan salah seorang tokoh dalam kitab ini. Pasal Bil
12 menceritakan bagaimana ia dihukum oleh karena iri hati. Nama-nama lain yang disebut
termasuk Yosua dan Kaleb, dua orang mata-mata yang berani percaya kepada Allah dan
hanya mereka berdua dari generasi itu yang diizinkan masuk ke Kanaan. Kisah mengenai
Bileam dan Balak juga dicatat dalam kitab itu (pasal Bil 22-24).

APA KESUKARAN-KESUKARAN YANG DIHADAPI?


Para kritikus Alkitab mengajukan sejumlah pertanyaan tentang ketepatan sejarah dan
statistik dari kitab ini. Sebagian besar, walaupun tidak semua, dari kitab ini dapat diterima
jika kita menyadari bahwa para penulis bangsa Ibrani tidak selalu mengikuti urutan
kronologis peristiwa-peristiwa secara ketat. Mereka lebih mementingkan arti dan pentingnya
peristiwa.
ULANGAN
Suatu tantangan bagi umat Allah

NAMA
Nama Ibrani untuk Kitab Ulangan dirangkum dalam baris pembukaan yang berbunyi "inilah
perkataan-perkataan itu". Nama Ulangan diambil dari kata Yunani yang berarti "hukum
kedua" yang merupakan terjemahan yang sedikit kurang tepat dari "salinan dari hukum ini"
(Ula 17:18).

STRUKTUR KITAB ULANGAN


Dalam Ulangan kita membaca pengulangan dan penekanan kembali dari perjanjian yang
dibuat antara Allah dan bangsa Israel di Sinai. Bentuk perjanjian dibuat sesuai dengan pola
umum naskah perjanjian di daerah Asia Timur Dekat kuno yang terdiri dari latar belakang
historis, daftar kewajiban, uraian mengenai berkat dan kutuk, serta pengaturan untuk
menyimpan dan membaca dokumen perjanjian. Dalam Ulangan pola ini ditampilkan dalam
bentuk tiga pidato Musa di depan bangsa Israel sebelum ia wafat untuk mengingatkan
mereka apa artinya menjadi umat Allah.

PENULIS DAN WAKTU PENULISAN


Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa sebagian besar bahan didapat langsung dari
Musa sendiri. Pendapat bahwa seluruh kitab ini dibuat selama masa reformasi Hizkia atau
Yosia, atau bahkan setelah masa pengasingan tidak dapat didukung, karena tidak ada isi
kitab yang berhubungan dengan tradisi Raja Daud atau Bait Allah; kedua fakta ini amat
penting di kemudian hari. Pada kenyataannya pola hidup yang digambarkan cocok dengan
latar belakang kehidupan bangsa Israel sebelum adanya kerajaan. Namun demikian,
rupanya telah terjadi beberapa penyuntingan dan penyusunan kembali sehingga sangat
sukar untuk menentukan kapan akhirnya kitab itu diterbitkan. Contoh-contoh perjanjian dan
prinsip-prinsip yang terdapat dalam Keluaran seringkali dikemukakan secara berbeda di
dalam Ulangan. Mungkin hal ini dilakukan untuk memenuhi situasi yang berbeda, tetapi
andaikata uraian itu disesuaikan untuk kebutuhan zaman yang kemudian, itu tidak berarti
bahwa tidak seluruh isi kitab didasarkan pada bahan-bahan dari Musa.

MENGAPA ULANGAN DITULIS?


Tujuan utama dari pidato-pidato Musa ialah untuk meyakinkan bangsa Israel sebagai umat
Allah sebelum ia menyerahkan tampuk pimpinan kepada Yosua dan bangsa itu berjuang
melawan orang Kanaan. Secara keseluruhan Ulangan mengajarkan isi dan arti agama Israel,
menantang mereka untuk melaksanakan peraturan-peraturannya dan mendorong bangsa
itu untuk menyerahkan diri sekali lagi pada pelayanan kepada Allah. Kitab itu
menggambarkan "kehidupan berbahagia" dalam persekutuan dengan Allah sambil
menikmati segala berkat-Nya, dan membandingkannya dengan akibat yang akan terjadi jika
mereka melalaikan perjanjian. Kitab itu hampir dapat digambarkan sebagai suatu kitab
"undang-undang" bagi bangsa Israel dan bukan hanya sebagai buku pegangan bagi para
pemimpin mereka.
YOSUA
Merebut Tanah Kanaan

BAGAIMANA KITAB ITU DITULIS


Yosua lebih dikenal sebagai pahlawan daripada sebagai penulis kitab itu. Baik tradisi
maupun kitab itu sendiri (Yos 24:26) mengakui bahwa banyak bahan tulisan berasal dari
Yosua. Sebagian berasal dari hasil kesaksian pandangan mata, tetapi kemudian seorang
penyunting rupanya telah menyatukan semua bahan ke dalam bentuk yang kita kenal
sekarang (Yos 4:8, 9; 7:26; 8:28; 24:29, 30).

YOSUA
Pada waktu keluar dari Mesir Yosua masih seorang pemuda dan kemudian ia menjadi
asisten pribadi Musa. Ia ternyata seorang tangan-kanan yang dapat dipercaya dan setia.
Laporan golongan kecilnya, bersama Kaleb, mengenai pengintaian di Kanaan menunjukkan
bahwa ia seorang yang beriman dan berani. Ia adalah pengganti alamiah bagi Musa dan
mengambil alih pimpinan pada usia tujuh puluh tahun. Yosua menempatkan suku-suku
bangsa Israel di Kanaan dan ia meninggal pada usia 110 tahun.

TUJUAN KITAB YOSUA


Kitab Yosua merupakan kitab yang pertama dan terkemuka yang berisi penuturan sejarah
mengenai bagaimana Allah memenuhi janji-Nya untuk membawa umat-Nya ke tanah
perjanjian. Tema itu dapat ditemukan dalam Yos 1:11: "Menduduki negeri yang diberikan
Tuhan Allahmu kepadamu..."

PENAKLUKAN KANAAN
Merebut negeri itu bukan suatu tugas yang mudah. Yosua memimpin bangsa yang masih
terdiri dari suku-suku melawan bangsa-bangsa yang sudah mapan. Setelah merebut kota-
kota kunci seperti Yerikho dan Ai, Yosua terlibat dalam pertempuran-pertempuran di bagian
tengah, selatan dan utara Kanaan. Meskipun ia berhasil dengan gemilang, tugasnya belum
selesai pada saat ia mulai menempatkan suku-suku bangsa Israel di pemukiman mereka
masing-masing (Yos 13:1).

BAGAIMANA MENAFSIRKAN YOSUA


Walaupun Yosua merupakan sebuah kitab sejarah, isinya banyak berbicara kepada orang
Kristen masa kini. Ibrani 4:1-11 menunjukkan bahwa kitab itu dimaksudkan sebagai sarana
untuk memberi semangat kepada orang Kristen, sehingga mereka tidak kehilangan apa
yang sebetulnya ingin Allah berikan kepada mereka. Meskipun Yosua berbicara mengenai
peperangan dan daerah geografis, kita dapat menerapkan prinsip-prinsip yang dipakai oleh
Allah pada masa itu dalam peperangan rohani yang kita hadapi dan wilayah rohani yang
dapat kita miliki.
HAKIM-HAKIM
Lingkaran Dosa

HAKIM-HAKIM
Hakim-hakim merupakan kitab yang penting karena memberikan gambaran mengenai
hubungan antara Yosua, yang memimpin bangsa Israel masuk ke Kanaan, dengan Saul,
Daud dan raja-raja Israel lainnya. Selama masa hakim-hakim, Israel lambat laun belajar
untuk menjadi suatu bangsa dan bukan lagi sebagai dua belas suku yang berdiri sendiri-
sendiri.

PENULISNYA
Kita tidak tahu siapa penulis kitab itu. Mungkin juga dikumpulkan dari catatan-catatan pada
masa itu dan lama sesudahnya baru diterbitkan. Tiga kali dinyatakan dalam kitab itu bahwa
"pada masa itu Israel tidak mempunya raja" (Hak 17:6; 18:1; 21:25), hal ini mengisyaratkan
bahwa kitab itu diterbitkan beberapa waktu sesudah kerajaan dibentuk.

SIAPA HAKIM-HAKIM ITU?


Judul kitab itu agak membingungkan, karena kedua belas "hakim-hakim" itu tidak semata-
mata mengurusi masalah hukum; mereka adalah para pangeran yang diilhami oleh Roh
Kudus untuk memberikan semacam kepemimpinan karismatis pada saat-saat diperlukan.
Ada dua belas hakim, dan yang menarik ialah bahwa Yefta menyebut Allah sebagai "Tuhan,
Hakim" (Hak 11:27), memakai panggilan yang sama seperti yang diberikan kepada para
hakim. Mereka menyadari bahwa mereka dipimpin oleh kuasa ilahi dan bukan semata-mata
pilihan manusia.

LINGKARAN DOSA
Kitab ini terdiri dari pendahuluan (Hak 1:1-2:5) dan lampiran (Hak 17:1-21:25), dan sisanya
berisi kisah dari kedua belas hakim dan enam masa penindasan. Lingkaran peristiwa yang
terjadi:
1. Rakyat hidup sejahtera. Tidak ada keperluan khusus dengan Allah. Oleh karena itu,
Allah ditinggalkan dan ilah-ilah dari negara tetangga yang kafir mengambil alih
kedudukan Allah.
2. Penindasan. Allah meninggalkan mereka menurut kemauan mereka sendiri. Allah
membiarkan mereka mengurus diri mereka sendiri! Moab dan Amon, bangsa Filistin
dan orang Midian semuanya berbalik menyerang Israel.
3. Pertobatan. Israel mengakui kesalahan mereka dan berbalik kepada Allah, memohon
pengampunan. Setiap kali Allah selalu bersedia mengampuni dan memulihkan
mereka.
4. Pembebasan. Seorang hakim muncul untuk membebaskan umat Allah. Setiap kali
jelas bahwa Allahlah yang menyelamatkan melalui hakim itu.
5. Rakyat kembali hidup sejahtera... lingkaran dosa berulang kembali.
RUT
Imbalan Kesetiaan

LATAR BELAKANG
Rut digambarkan sebagai kitab tentang kesetiaan manusia. Penulisnya tidak diketahui. Kitab
itu menunjuk pada masa Hakim-hakim dan memberikan gambaran mengenai kehidupan
sehari-hari bangsa Israel pada waktu itu. Cerita itu sendiri hanya meliputi jangka waktu kira-
kira sepuluh tahun.

TUJUAN
Pada dasarnya Rut merupakan kisah persahabatan Rut dengan ibu mertuanya, Naomi. Kitab
ini mempunyai daya tarik tersendiri, sebab mengingatkan kita bahwa Raja Daud adalah
seorang keturunan Rut dan suaminya, Boas. Lebih dari itu, dilihat dari sudut kemanusiaan,
Yesus dapat menelusuri nenek moyangnya melalui Rut (Mat 1:5). Dengan demikian kitab ini
menceritakan kepada kita bahwa keluarga penebus, yang darinya seribu tahun kemudian
dilahirkan Sang Penebus, mempunyai seorang anggota keluarga yang bukan Yahudi.

KISAH-KISAH UTAMA
Rut memberikan gambaran sekilas tentang adat istiadat perkawinan pada masa itu.
Merupakan kewajiban dari famili terdekat janda yang mempunyai anak untuk menggantikan
kedudukan suaminya yang sudah meninggal itu. Tanggung jawab ini biasanya jatuh pada
saudara laki-laki orang yang sudah meninggal itu (Ula 25:5-10). Suami Rut, Mahlon,
meninggal tanpa meninggalkan anak. Boas bukanlah iparnya, tetapi ia diceritakan sebagai
seorang sanak dari Naomi (Rut 2:1). Rut harus menunjukkan kepada Boas bahwa ia tertarik
pada kemungkinan untuk menikah lagi, dan hal ini dilakukannya (Rut 3:1-18). Boas tahu
bahwa ia masih mempunyai hubungan keluarga dengan Rut, tetapi ia mengatakan bahwa
masih ada sanak yang hubungannya lebih dekat daripada dia. Hanya jika sanak terdekat itu
menolak, maka baru ada kemungkinan bagi Boas untuk menggantikannya. Dalam pasal
empat kita membaca tentang proses bagaimana akhirnya Rut menjadi istri Boas. Ada
masalah lebih lanjut, yaitu siapa saja yang mengawini Rut diminta untuk menyelamatkan
sebidang tanah yang dijual oleh Naomi atas namanya. Keluarga terdekat itu tidak bersedia
melakukannya (Rut 4:6), dan oleh karenanya ia kehilangan haknya (Rut 4:7, 8). Dengan
demikian terbuka jalan bagi Boas untuk menikahi Rut.
1 SAMUEL
Bagaimana bangsa Israel mendapat seorang raja

KISAH TENTANG TIGA ORANG


Pada mulanya 1 dan 2 Samuel merupakan satu kitab. Namun demikian, karena kitab kedua
melulu bercerita mengenai raja Daud, maka yang pertama mengisahkan ketiga orang tokoh
yang hidupnya saling berkaitan satu sama lain yaitu Samuel, Saul dan Daud. Riwayat yang
diceritakan tidak utuh; siapapun yang mengumpulkan seluruh kisah itu tentu mengambilnya
dari beberapa sumber. Hal itu tidak menjadi masalah asal kita ingat bahwa bagi para
penulis kuno arti suatu kejadian lebih penting daripada ketepatan waktu. Kitab Samuel
bukan hanya semata-mata sebagai sejarah, tetapi merupakan cerita tentang bagaimana
Allah menangani umat-Nya. Dalam pada itu riwayat yang diceritakan sungguh-sungguh
terjadi. Bahkan, pahlawan bangsa seperti Daud digambarkan sebagai orang yang
bermasalah dan seorang manusia biasa.

"KAMI MENGINGINKAN SEORANG RAJA"


Kitab Hakim-hakim menyimpulkan bahwa anarki merajalela di Israel pada masa itu, karena
"Israel tidak mempunyai raja" (Hak 21:25). Samuel, hakim terakhir, walauoun terkenal
tetapi pengaruhnya hanya setempat dan terbatas. Umat Israel memerlukan seorang
pemimpin bangsa. Oleh karena itu, permohonan mereka untuk mendapat seorang raja
bukanlah semata-mata sebagai suatu kecaman terhadap kepemimpinan Samuel, tetapi
menunjukkan betapa manusiawinya pengharapan mereka. Pada kenyataannya hanya Allah
yang dapat memimpin mereka untuk memperoleh kemenangan; kekalahan-kekalahan
mereka tidak disebabkan karena mereka tidak mempunyai seorang raja, tetapi oleh karena
mereka telah melupakan perjanjian dengan Allah (1Sa 10:18,19; 12:6-15). Mereka telah
mengikuti cara-cara penyembahan orang kafir. Gagasan mengenai pembentukan kerajaan
itu sendiri tidak salah, tetapi mereka menginginkan seorang raja seperti bangsa-bangsa
kafir yang ada di sekitar mereka. Samuel memperingatkan mereka bahwa raja-raja
mempunyai potensi untuk kebaikan dan kejahatan, seperti yang akan mereka lihat sendiri di
kemudian hari.

BANGSA FILISTIN
Oleh karena bangsa Israel tidak membinasakan orang Filistin ketika mereka menduduki
Kanaan, maka negara tetangga Israel ini terus menerus menjadi ancaman bagi keamanan
mereka. Kita membaca mengenai bangsa Amori, Amalek dan Amon, tetapi kebanyakan
mengenai bangsa Filistin. Bangsa-bangsa ini tinggal di lima kota pantai yaitu Asdod, Gat,
Ekron, Gaza dan Askelon, dan mereka mengurung Israel (1Sa 13:19-21). Saul dan Yonatan
memulai suatu revolusi, tetapi raja Daudlah yang akhirnya menumpas bangsa Filistin dan
yang lainnya secara tuntas.
2 SAMUEL
Keluarga Daud

GARIS KETURUNAN DAUD


II Samuel seringkali dianggap sebagai Sejarah Kehidupan Daud. Di dalamnya kita baca
tentang keberhasilan, kegagalan dan dosa-dosa Daud, khususnya mengenai liku-liku dan
perjuangan hidup yang harus dialaminya. Namun, terselip dalam kisah ini suatu janji yang
kemudian digenapi di dalam Kristus. Daud bukan saja pilihan Allah pada waktu itu; dia
menjadi awal garis keluarga yang akan membawa kepada Sang Penebus sendiri.

MUSUH-MUSUH DAUD
Daud mempunyai karunia besar untuk menjadi pemimpin pasukan militer. Dia menarik
"orang-orang perkasa" yang kegagahannya menjadi legenda di zaman mereka. Pada saat ia
sudah menguasai seluruh bangsa Israel, ia mengkonsolidasikan kerajaannya dengan
mengalahkan negara-negara tetangga yang susah dikendalikan dengan melancarkan
serangkaian serangan (2Sa 8:1-14; 10:1-9; 11:1; 12:26-31). Tindakan ini melindungi daerah
kekuasaannya dari serangan musuh dan memberinya kekuasaan atas daerah yang lebih
luas daripada yang pernah ada sebelumnya.

PEMERINTAHAN DAUD
Sekali-sekali kita membaca siapa yang berkuasa dalam pemerintahan Raja Daud (2Sa 8:15-
18; 20:23-26). Kemampuan Absalom untuk menimbulkan ketidakpuasan rakyat (2Sa 15:1-6)
menunjukkan bahwa Daud bukanlah orang yang dapat memerintah dengan baik. Walaupun
Daud dapat mendorong timbulnya kesetiaan yang sungguh-sungguh, tetapi kenyataan
bahwa Absalom dapat menimbulkan perang saudara berarti ada kemungkinan bahwa pada
waktu raja mulai tua, ia kehilangan kontrol dalam banyak hal. Sensus yang diadakannya
dianggap sebagai suatu kekeliruan sebab hal itu boleh jadi dihubungkan dengan rencana
kerja paksa (2Sa 24:1-10), sesuatu yang kemudian dieksploitasi secara kejam oleh anaknya,
Salomo.

MASALAH RUMAH TANGGA DAUD


Poligami tidak dilarang dalam Perjanjian Lama, tetapi kisah kehidupan rumah tangga Daud
menunjukkan kejelekan-kejelekannya. Pada masa itu mempunyai banyak istri dan gundik
serta keluarga besar merupakan simbol status. Namun, keluarga semacam itu dapat
menimbulkan bahaya. Setiap anak merupakan calon pewaris takhta, dan jika anak itu keras
kepala, ia menjadi ancaman bagi sang ayah. Di samping itu, Daud bukanlah orang-tua yang
terbaik. Dia gagal mendisiplin anak-anaknya dan sebagai akibatnya ia harus menanggung
derita.
1 RAJA-RAJA
Kerajaan Israel bersatu dan terpecah

ISI KITAB
I Raja-raja merupakan bagian pertama dari kisah yang pada mulanya merupakan satu kitab
yang menceritakan mengenai kehidupan bangsa Israel selama empat abad sesudah
kematian Daud dan pembuangan bangsa Israel ke Babel. Kitab itu menceritakan bagaimana
suatu negara yang kuat dan bersatu terpecah menjadi dua; bagaimana kerajaan utara yang
lebih besar yang terus menerus berpaling dari Allah akhirnya dimusnahkan; bagaimana
Yehuda juga gagal untuk memelihara perjanjian dengan Allah dan bagaimana negeri itu
juga dilanda bencana, yang mencapai puncaknya pada penghancuran Yerusalem dan
pembuangan besar-besaran ke Babel. I Raja-raja merangkum 120 tahun pertama dari kisah
yang lengkap.

SIAPA PENULISNYA?
Kitab ini mungkin ditulis oleh seorang nabi atau sejumlah nabi yang menulis di Babel
selama masa pembuangan, sekitar tahun 550 SM. Bahan tulisan diambil dari berbagai
sumber, seperti catatan resmi pemerintah atau kumpulan kisah-kisah tentang para nabi
yang kemudian disatukan sedemikian rupa untuk memberikan tekanan pada pokok-pokok
yang ingin diungkapkan oleh si penulis.

TUJUAN PENULISAN
Dalam I dan II Raja-raja penulis tidak ingin mencoba untuk memberikan suatu kisah yang
lengkap dari seluruh peristiwa yang terjadi pada masa itu. Ia menceritakan dengan panjang
lebar mengenai peristiwa dan tokoh-tokoh yang dianggapnya penting seperti Salomo atau
Elia, tetapi tokoh lainnya hanya diceritakan secara sepintas. Raja-raja hanya menulis
mengenai pentingnya peristiwa yang terjadi dalam hubungannya dengan perkembangan
kehidupan rohani manusia.

PANDANGAN PENULIS
Masalah yang ditunjukkan oleh penulis ialah betapa pentingnya bagi umat Allah untuk
menjaga perjanjian mereka dengan-Nya. Manusia dan bangsa-bangsa keduanya dinilai
sampai seberapa jauh mereka mencari dan mengikuti kehendak Allah. Jika mereka
mengasihi Allah dan patuh pada perintah-perintah-Nya, maka Allah akan memberkati
mereka; jika mereka berpaling dari-Nya, maka bencara akan menimpa mereka. Dalam
banyak hal sikap seorang raja dianggap sebagai gambaran dari sikap bangsa itu secara
keseluruhan; dalam satu segi seorang raja merupakan wakil dari rakyatnya.

METODE PENULISAN
Kisah mengenai kedua bangsa Israel dan Yehuda mudah diikuti jika kita tahu metode
penulisan yang dipakai. Kita selalu diberi kisah baru mengenai setiap negeri secara
berurutan. Sebagai contoh, gambaran peristiwa yang terjadi dalam kehidupan seorang raja
Israel diikuti oleh kisah raja-raja Yehuda yang naik takhta selama pemerintahannya dan
seterusnya.
2 RAJA-RAJA
Pembaruan dan pemberontakan

MENGENAI KITAB ITU


II Raja-raja melanjutkan kisah tentang kerajaan Israel dan Yehuda beberapa saat sebelum
kematian Elia, dan diteruskan sampai Israel dihancurkan dan Yehuda dibuang ke Babel.
Diceritakannya kembali kisah Elia dalam II Raja-raja mengingatkan kita bahwa kitab ini
merupakan bagian kedua dari satu kitab Raja-raja yang utuh. Tidak ada alasan yang jelas
mengenai pembagian kitab menjadi I dan II Raja-raja, tetapi oleh karena panjang kedua
kitab hampir sama, kemungkinannya ialah hal itu dilakukan untuk mempermudah penulisan
dalam dua gulungan. Beberapa kisah yang kita temukan dalam Raja-raja juga terdapat
dalam Tawarikh, walaupun penulis Tawarikh menulis dari sudut yang agak berbeda dan
hanya menulis tentang kerajaan selatan, yaitu Yehuda.

MENGAPA KITAB ITU DITULIS?


II Raja-raja meliputi kurun waktu kurang lebih 270 tahun, dua kali lebih panjang daripada
periode yang meliputi I Raja-raja. Namun, sebagian besar kisah menceritakan kehidupan
Elisa. Seperti juga dalam I Raja-raja, tokoh-tokoh yang memegang peranan penting dalam
kerohanian bangsa, seperti Hizkia dan Yosia diceritakan dengan panjang lebar. Sedangkan
yang lain, walaupun mereka memerintah dalam jangka waktu yang lama dan membawa
kemakmuran, hanya diceritakan secara sepintas saja. Orang Yahudi mengakui bahwa semua
kitab sejarah sungguh-sungguh mempunyai maksud rohani, dan mereka mengelompokkan
kitab-kitab tersebut dalam "nabi-nabi terdahulu".

PARA NABI
Banyak dari nabi-nabi penulis (yang dikenal dalam Kitab Suci bangsa Ibrani sebagai "nabi-
nabi yang belakangan") melayani dalam periode yang terangkum dalam II Raja-raja, dan
kitab-kitab yang mereka tulis memberikan kepada kita banyak informasi mengenai
seberapa jauh korupsi yang terjadi dalam kedua negeri itu. Namun demikian, hanya sedikit
sekali yang kita pelajari mengenai karya Raja-raja dan pengaruh mereka. Diceritakan bahwa
Hizkia pergi menemui Yesaya, tetapi Amos, Hosea, Mikha dan Yeremia tidak disebut-sebut
sama sekali. Penulis kitab Raja-raja lebih menekankan mengenai bagaimana para raja dan
rakyatnya menanggapi pesan-pesan Allah daripada menulis tentang bagaimana dan dari
mana mereka menerima pesan itu.

RAJA-RAJA
Sukar untuk membuat suatu daftar tentang semua raja dan masa pemerintahan mereka,
karena waktu kurang setahun selalu dihitung sebagai setahun. Yang sering terjadi ialah
seorang putra menjabat sebagai pejabat sementara bersama-sama sang ayah, kemudian
waktu pemerintahan itu dihitung sebagai masa pemerintahan mereka berdua. Hal yang
sering membingungkan ialah mengenai nama-nama raja. Ada seorang Raja Yehoram dan
Raja Yoahas, baik di Israel maupun di Yehuda, dan karena kedua nama ini sering disingkat
sebagai Yoram dan Yoas, maka kita harus berhati-hati dalam membedakan mereka.
1 TAWARIKH
Sejarah kerohanian bangsa Israel

TENTANG APA I TAWARIKH?


I Tawarikh merupakan buku sejarah yang khususnya menceritakan pemerintahan Raja Daud
(1000-961 SM). Pasal-pasal pembukaan (1Ta 1-9) merupakan ringkasan tentang sejarah
mula-mula bangsa Israel dengan menuliskan silsilah keturunan yang dimulai dari Adam dan
seterusnya. Kitab ini secara singkat juga menyebutkan kejatuhan Saul dan kenaikan
Salomo. Tetapi, sisanya melulu bercerita mengenai Daud.

BAGAIMANA CARA PENULISAN I TAWARIKH?


I Tawarikh tidak ditulis oleh seorang penulis, tetapi oleh seorang penyusun tulisan yang
dengan pandainya menggabungkan sejumlah tulisan yang terdahulu (lihat 1Ta 9:1;
29:29,30) untuk dijadikan suatu kesatuan sejarah. Tradisi Yahudi menegaskan bahwa si
penyusun itu ialah Ezra. Kitab ini merupakan bagian dari suatu karya yang terdiri dari empat
jilid, yang termasuk didalamnya 2 Tawarikh, Ezra dan Nehemia. Ada beberapa usul
mengenai masa penyusunan kitab itu. Jika Ezra dianggap sebagai penyunting, maka kitab
itu boleh jadi disusun dalam abad keempat sebelum Masehi.

MENGAPA I TAWARIKH DITULIS?


Kisah sejarah yang terdapat dalam I Tawarikh ditulis dengan suatu tujuan tertentu; tidak
hanya mencatat fakta-fakta sejarah, tetapi juga mengemukakan arti dari apa yang terjadi. 1
Tawarikh merupakan kitab sejarah yang ditulis menurut pandangan Tuhan. Kitab ini ditulis
pada waktu umat Allah hidup dalam lingkungan yang bersiifat sangat duniawi. Negeri
mereka telah hancur karena perang, akibatnya banyak dari mereka yang runtuh imannya.
Mereka tidak lagi dapat melihat campur tangan Allah dalam masalah-masalah mereka atau
percaya bahwa Dia adalah Allah yang menepati apa yang telah dijanjikannya. I Tawarikh
menjelaskan mengapa peristiwa sejarah berjalan sedemikian rupa dan mengapa masih
mungkin menekuni iman.

APAKAH 1 TAWARIKH DAPAT DIPERCAYA?


Si penyusun seakan-akan memilih peristiwa sejarah untuk membuktikan argumentasinya,
dan sebagai akibatnya banyak fakta sejarah bangsa Israel yang terlewatkan dan gambaran
sejarah yang disusunnya agak berbeda dengan yang ditemukan dalam Samuel atau Raja-
raja. Dari kisah-kisah yang dihilangkan terdapat kisah Elia dan peristiwa-peristiwa yang
kurang berkenan dalam kehidupan Daud. Walaupun demikian, tidak dapat dikatakan bahwa
I Tawarikh tidak akurat. Si penyusun tidak mengada-ada, ia semata-mata memakai apa
yang ada untuk menarik pelajaran tertentu untuk masa itu. Sejarah masih ditulis dengan
cara seperti itu. Sebenarnya, sukar untuk menulis sejarah tanpa memilih fakta yang dapat
dibuktikan. dan itulah yang dilakukan oleh si Penyusun.
2 TAWARIKH
Pelajaran mengenai Kesetiaan

ISI II TAWARIKH
II Tawarikh menceritakan kisah umat Allah dengan pemeritahan Raja Salomo. Kitab itu
menelusuri berbagai kejadian yang menimpa Yehuda selama hampir empat ratus tahun
sampai akhirnya negeri itu hancur, rakyatnya dibuang dan ibukotanya dihancurkan (587
SM). Kisah kehancuran ini bukan merupakan kata akhir Tawarikh. Kalimat-kalimat terakhir
dari kitab ini menunjuk kepada masa depan yang penuh harapan ketika bangsa ini
dipulihkan melalui maklumat raja Kores (2Ta 36:23).

MENGAPA KITAB INI DITULIS


Si penyusun mempunyai tiga alasan untuk menyusun kitab ini:
1. Untuk menafsirkan jalannya sejarah. Ia menerangkan mengapa beberapa raja
memerintah dengan damai dan sejahtera sedangkan yang lain memerintah dalam
pergolakan. Rahasia keberhasilan itu terletak pada kesetiaan kepada Allah.
2. Untuk mengajar. Si penyusun tidak puas hanya dengan menguraikan masa lalu dalam
tulisannya. Ia ingin menghimbau umat Allah untuk belajar dari kesalahan-kesalahan
yang terjadi sepanjang sejarah, dan setia kepada-Nya sekarang.
3. Untuk menggugah iman. Banyak orang Yahudi merasa Allah telah meninggalkan
mereka. Dengan menjelaskan sebab-sebab dari penderitaan mereka, si penyusun
mendorong mereka untuk kembali percaya kepada Allah yang besar dan berkuasa.
Untuk komentar terinci mengenai mengapa 2 Tawarikh ditulis bacalah komentar
mengenai 1 Tawarikh.

CIRI KHUSUS
1. Si penyusun setia kepada keluarga Daud dan memperlihatkan bagaimana Allah tetap
setia memenuhi janji-Nya bahwa takta Daud akan tetap aman (2Ta 21:7) kendati Ia
mempunyai alasan untuk tidak melakukannya.
2. Kerajaan Israel Utara dianggap melakukan kesalahan, karena memisahkan diri dari
takta Daud (2Ta 13:1-12). Dalam seluruh kitab tindakan bangsa israel dianggap jahat
(misalnya 2Ta 21:6,13). Sejarah bangsa Israel diabaikan kecuali kisah yang dapat
dipakai sebagai peringatan untuk tidak melakukan kesalahan.
3. Peristiwa dalam sejarah dipakai sedemikian rupa sehingga arti kerohaniannya dapat
ditonjolkan. Si penyusun tidak mengada-ada maupun memutarbalikkan sejarah; ia
juga bukannya tidak teliti. 1 dan 2 Raja-raja memberikan gambaran sejarah yang
lebih lengkap tentang kisah bangsa Israel dan Yehuda, tetapi kedua kitab itu tidak
menunjukkan motivasi yang sama untuk menggunakan sejarah guna mengajar
masalah rohani.
EZRA
Bangsa yang bangkit dari debu

LATAR BELAKANG
Yerusalem dihancurkan oleh tentara Babel pada tahun 587 S.M. dan bangsa Yehuda dibuang
ke pengasingan. Peristiwa itu terjadi hampir lima puluh tahun sebelum Kerajaaan Babel
ditumbangkan oleh bangsa Persia. Penguasa mereka, Koresy, mengambil suatu
kebijaksanaan baru dengan mengizinkan orang-orang buangan kembali ke tanah air
mereka, memberikan segala bantuan yang diperlukan untuk membangun kembali rumah-
rumah ibadah dan menyelenggarakan ibadah mereka kembali. Banyak orang Yahudi yang
sudah betah tinggal di pengasingan dan mereka tidak ingin kembali ke tanah air mereka.
Kitab Ezra dimulai dengan kembalinya orang-orang Yahudi kurang lebih tahun 538 S.M..
Pasal Ezr 1-6 menceritakan apa yang terjadi dua puluh dua tahun kemudian ketika di bawah
pimpinan Zerubabel mereka menghadapi banyak kekecewaan, tetapi akhirnya mereka
dapat menyelesaikan pembangunan kembali Rumah Tuhan. Ezra sendiri tidak diperkenalkan
sampai pasal Ezr 7:1. Ia memimpin serombongan orang buangan kembali ke tanah air
mereka pada tahun 458 S.M.. Pasal Ezr 7-10 menceritakan cara Ezra membangun kembali
bangsa itu menjadi bangsa yang hidupnya berkenan kepada Allah. Perlu dicatat bahwa ada
masa tenang selama hampir enam puluh tahun di antara pasal Ezr 6:22 dan Ezr 7:1.

KITAB ITU
Kitab Ezra merupakan bagian dari suatu kisah bersambung yang dimulai dari permulaan I
Tawarikh sampai pada akhir Nehemia.
Perhatikan:
1. Ezra mungkin tidak menulis kitab itu sendiri, walaupun bagian kedua kisah itu diambil
dari catatan hariannya.
2. Seringkali sukar untuk menentukan berbagai tahun kejadian. Kisah mengenai
perlawanan di bawah Artahsasta (Ezr 4:7-24) menunjuk pada masa yang kemudian
dibandingkan dengan apa yang terjadi pada bagian permulaan kitab ini.
3. Ezra bukanlah semata-mata catatan sejarah. Si Penulis menggunakan sejarah untuk
mengajar kita bagaimana Allah menangani umat-Nya. Pengajaran-pengajaran itu
masih berlaku sampai saat ini.

EZRA
Ezra adalah seorang terpelajar yang menjadi Menteri Negara urusan orang Yahudi dalam
pemerintahan Artahsasta. Kehidupannya yang boleh jadi sangat mengesankan di hadapan
raja ditandai dengan tiga sifat, yaitu: ia berdedikasi tinggi mempelajari kitab suci (Ezr 7:10);
ia memperagakan keberanian untuk percaya kepada Allah (Ezr 8:21-23) dan ia dengan
rendah hati menunjukkan solidaritas terhadap bangsanya (Ezr 9:6-15).
NEHEMIA
Pembangunan kembali tembok Yerusalem

LATAR BELAKANG SEJARAH


Setelah kematian Salomo, kerajaan Israel terpecah menjadi dua -- kerajaan utara dan
selatan. Ibukota kerajaan utara ialah Samaria, dan dalam tahun 722 SM kota itu direbut oleh
bangsa Asyur dan banyak rakyatnya dijadikan tawanan. Hal yang hampir sama terjadi juga
terhadap kerajaan selatan, Yehuda, ketika Yerusalem direbut oleh bangsa Babel pada tahun
586 SM. Dalam tahun 539 SM bangsa Babel sendiri dikalahkan oleh bangsa Persia -- dan
raja Persia mendorong sebagian orang Yahudi untuk kembali ke tanah air mereka. Kira-kira
50.000 orang kembali dan memulai tugas untuk membangun kembali Rumah Tuhan, tetapi
kemudian mereka menjadi kecil hati dan hanya mampu membangun fondasinya saja.
Sejarah selanjutnya agak ruwet, tetapi rupanya kira-kira enam belas tahun kemudian Allah
mengirimkan dua orang nabi, Hagai dan Zakharia, untuk menggugah semangat rakyat.
Mereka sudah menempati rumah mereka masing-masing, tetapi mengabaikan
pembangunan kembali Rumah Tuhan. Sebagai akibatnya, pekerjaan pembangunan dimulai
lagi dan kali ini Rumah Tuhan dapat diselesaikan. Dalam tahun 486 SM serombongan lagi
orang Yahudi kembali ke Yerusalem di bawah pimpinan Ezra. Ezra berusaha sebaik mungkin
untuk membangun semangat bangsanya dan mengangkat moral serta kehidupan rohani
mereka, tetapi ia banyak menemui kekecewaan. Beberapa tahun kemudian, sekitar tahun
445 SM Allah berbicara kepada seorang lain, yaitu Nehemia dan menugaskannya untuk
secara khusus menekuni pembangunan kembali tembok kota yang sudah hancur itu.
Beberapa orang menempatkan kisah kembalinya Ezra sesudah Nehemia, tetapi keterangan
tersebut tidak meyakinkan.

SIAPAKAH NEHEMIA?
Sebagai pengurus minuman raja, Nehemia mencicipi lebih dahulu anggur yang akan
disajikan kepada raja untuk membuktikan bahwa minuman itu tidak mengandung racun.
Hanya orang yang paling dipercaya dapat menduduki posisi tertinggi ini dalam istana raja
Persia. Namun demikian, hati Nehemia lebih cenderung untuk melakukan tugas yang Allah
bebankan kepadanya. Ia digambarkan sebagai seorang pengusaha yang hidupnya penuh
diwarnai doa. Nehemia tidak melupakan bangsanya sendiri. Ia bersedia meninggalkan
kehidupan mewah dalam istana dan pergi ke Yerusalem untuk membangun kembali kota itu.
Ketika pada akhirnya ia pergi ke Yerusalem, ia bertugas sebagai gubernur sipil dengan
kuasa dari raja Persia.
ESTER
Allah mengatur di belakang layar

RINGKASAN CERITA
Ester, anak angkat pamannya, Mordekhai dijadikan ratu oleh Raja Persia Xerxes, yang juga
dikenal dengan nama raja Ahasyweros. Perdana menterinya, Haman, membenci orang
Yahudi dan bersekongkol untuk melenyapkan mereka. Sasaran utamanya ialah Mordekhai.
Ester dengan kepintarannya membuat raja mengalihkan keputusannya terhadap bangsa
Yahudi, dan Haman akhirnya digantung. Mordekhai kemudian diberi kekuasaan dan bangsa
Yahudi memperingati peristiwa itu dengan perayaan.

TEMPAT KEJADIAN
Kisah ini terjadi di ibu kota Persia, Susan, pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros yang
memerintah pada tahun 486-465 S.M.

TUJUAN KITAB ESTER


Ada tiga alasan mengapa kitab ini ditulis:
1. Alasan yang paling utama ialah untuk menerangkan kepada bangsa Yahudi mengenai
asal mula Perayaan Purim yang mereka rayakan antara tanggal 13 dan 15 bulan Adar
(Februari-Maret). Lihat Ester 9:20-32 dan Est 3:7.
2. Alasan lain yang jelas mengapa kitab itu ditulis ialah untuk memperingatkan umat
terhadap anti-Semitisme. Bangsa Yahudi adalah umat Allah yang istimewa, yang
menduduki tempat yang unik dalam sejarah dan mempunyai kuasa untuk bertahan
melawan segala yang jahat. Ester merupakan salah satu episoda sejarah yang
menarik.
3. Kitab ini juga memperlihatkan kuasa Allah untuk mengendalikan peristiwa dan
memelihara umat-Nya, bahkan pada saat segala sesuatu tampaknya tak bersahabat
dengan mereka.

CIRI-CIRI ISTIMEWA
1. Kitab ini tidak pernah sekali pun menyebut-nyebut Allah, namun kehadiran-Nya
terasa di mana-mana.
2. Kitab ini menggambarkan istana Persia dan adat-istiadatnya secara mendetail.
3. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitab dalam Alkitab yang judulnya diambil
dari nama wanita.
4. Banyak orang meragukan nilai kitab ini, karena nasionalisme Yahudinya yang sangat
kuat dan kurangnya acuan kepada Allah. Namun kisah dan pesan yang disampaikan
tidak boleh diabaikan.
AYUB
Mengapa orang tak berdosa harus menderita

ORANG-ORANG ISRAEL YANG BIJAKSANA


Selain oleh para nabi dan imam, umat Allah juga dilayani oleh sekelompok orang yang
dinamakan "Orang-orang berhikmat". Mereka ini adalah para pembimbing dan penasihat
yang menghabiskan waktu mereka untuk memutuskan cara-cara yang paling bijaksana dan
paling benar untuk menjalani kehidupan dan menjalankan pemerintahan. Hasil penelitian
mereka selalu diterapkan dalam kehidupan nyata. Kita mengetahui hal ini dari kitab-kitab
mereka yang biasanya disebut "Kitab Hikmat" (Ayub, Amsal, Pengkhotbah, ditambah
beberapa Mazmur). Kadangkala mereka memberikan nasihat mereka dalam bentuk pepatah
yang singkat dan jelas atau "amsal". Selain itu mereka juga berbicara mengenai masalah-
masalah besar dalam kehidupan, terutama masalah penderitaan.

SIAPAKAH AYUB?
Apa yang kita ketahui mengenai Ayub tidak lebih daripada apa yang digambarkan pada
permulaan kitab itu. Rupanya ia orang yang terkenal (Yeh 14:14,20), namun oleh karena
tidak ada acuan terhadap sejarah orang Israel, Ayub mungkin hidup jauh sebelum umat
Allah bermukim di Kanaan. Beberapa orang berpendapat bahwa kisah mengenai
penderitaannya dipakai oleh beberapa penulis yang tak dikenal sebagai latar belakang
untuk membicarakan masalah penderitaan. Kita pun tidak tahu kapan kitab itu ditulis. Minat
terhadap hikmat Allah sudah ada sejak zaman Salomo, dan kitab ini mungkin ditulis pada
zaman pemerintahannya.

POKOK PERMASALAHAN
Kitab ini menyangkut suatu pertanyaan abadi yaitu "Mengapa orang yang tak berdosa harus
menderita?" Ayub adalah seorang yang baik yang tiba-tiba kehilangan segalanya. Seperti
banyak dari penderitaan kita, rasanya hal ini tidak adil. Jawaban baku teman-temannya --
bahwa Allah menghakimi orang yang jahat, dan oleh karenanya pasti Ayub telah melakukan
kejahatan -- sama sekali tidak cocok. Mereka mengatakannya dengan berbagai cara. Elifas
sopan dan sedikit berbau mistik. Bildad, seorang tradisionalis, mengutarakannya
berdasarkan pendapat yang sudah lama dikenal, sementara Zofar adalah pembantah Allah
yang kurang ajar dan kasar. Ketiga mereka pada akhirnya kehilangan kesabaran terhadap
Ayub. Sesungguhnya, pada percakapan ketiga, Bildad hanya berbicara sedikit sekali,
sementara Zofar menolak untuk berbicara lagi. Ayub berdebat dengan kedua orang itu dan
dengan Allah; dan dengan demikian ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya
dapat dijawab dalam Perjanjian Baru. Oleh karena Elihu masih muda, ia tidak dihargai oleh
yang lain. Argumentasinya penuh dengan keyakinan orang muda, tetapi juga agak kacau
dan tidak matang. Percakapan dengan Elihu mungkin baru belakangan ditambahkan pada
kitab itu.
MAZMUR
Pujian dan ucapan syukur

BAGAIMANA MAZMUR DIKUMPULKAN


Mazmur merupakan kumpulan puji-pujian dan doa yang dikumpulkan selama kurun waktu
yang panjang dalam sejarah umat Israel, paling tidak sejak zaman Daud sampai sesudah
pembuangan ke Babel. Kita boleh juga menamakannya sebagai 'kumpulan dari kumpulan-
kumpulan', sebab seratus lima puluh mazmur itu dibagi dalam lima buku: Maz 1:1-
41:13; Maz 42:1-72:20; Maz 73:1-89:52; Maz 90:1-106:48; Maz 107:1-150:6. Walaupun para
ahli Alkitab melihat adanya beberapa perbedaan dalam kelompok-kelompok Mazmur ini,
tetapi itu jelas bukan mengenai isi pokoknya. Lain dengan buku nyanyian kita, Mazmur
berisi doa dan ucapan syukur, permohonan dan puji-pujian yang tidak beraturan urutannya.
Beberapa Mazmur ditulis lebih dari satu kali, Sebagai contoh, Mazmur 14 = Mazmur 53;
Mazmur 60:5-12 = Mazmur 108:6-13; Mazmur 14 = Mazmur 40:13-17. Kita menemukan
beberapa Mazmur yang diulang dalam kitab- kitab lain dalam Perjanjian Lama, dan kita juga
menemukan Mazmur yang tidak berada dalam kumpulan utama. Dalam penelitian ini kita
akan mengelompokkan mazmur-mazmur berdasarkan pokok yang berbeda, dan melihat apa
saja yang dapat kita pelajari darinya dewasa ini.

PUISI IBRANI
Sebagian besar puisi masa kini bersanjak, tetapi tidak demikian halnya dengan puisi Israel
kuno. Para penyair cenderung untuk membandingkan suatu ungkapan dengan ungkapan
yang lain, kadang-kadang hal yang sama diulang dengan cara yang berbeda, kadangkala
dengan kebalikannya. Sebagai contoh, lihatlah Mazmur 146:3: "Janganlah percaya kepada
para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan."
atau Mazmur 11:5: "Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang
yang mencintai kekerasan." Kadang pemikiran itu dilanjutkan dalam ayat berikutnya. Puisi
semacam ini tidak terlalu banyak kehilangan arti pada waktu diterjemahkan ke dalam
bahasa lain dan ini berarti bahwa kita tetap dapat menikmatinya pada masa kini. Beberapa
pemazmur mulai menulis setiap baris atau sejumlah baris dengan huruf yang
sama. Mazmur 119 memakai hampir seluruh alfabet Ibrani dengan cara ini.

MAZMUR DAN PENYEMBAHAN


Sejumlah besar mazmur pada mulanya merupakan doa-doa atau puji-pujian pribadi, tetapi
banyak yang kemudian ditulis untuk penyembahan umum. Ada yang ditujukan untuk
pemimpin biduan atau untuk para penyanyi Rumah Tuhan seperti 'bani korah'. Mazmur-
mazmur itu dipakai untuk upacara penyembahan di Rumah Tuhan, terutama pada waktu
diadakan upacara-upacara besar. Seperti halnya buku nyanyian kita yang berisi beraneka
macam pujian yang ditulis oleh penggubah yang berbeda-beda, pada tempat dan situasi
yang berbeda pula, Mazmur berisi penyembahan bangsa Israel sepanjang zaman.
AMSAL
Jadilah bijaksana!

KITAB KEBIJAKSANAAN
Amsal merupakan hasil karya beberapa penulis, tiga di antaranya dikenal dengan nama --
Salomo, Agur dan Lemuel. Paling sedikit satu bagian dari kitab ini ditulis oleh orang yang
tidak dikenal. Kitab ini kebanyakan berisi petuah-petuah Salomo (Ams 10:1-22:16; 25:1-
29:27). Dia dikenal sebagai penulis 3.000 Amsal dan 1.005 lagu-lagu (1Ra 4:31-32). Kitab ini
berisi hasil penelitian lengkap yang telah dikumpulkan oleh Salomo dan para penulis lainnya
dari berbagai sumber, ditambah dengan pengalaman hidup mereka sendiri. Tujuan dari
kitab ini jelas terangkum dalam pembukaannya (Ams 1:2-6). Penekanan yang sering
diulang-ulang dalam kitab ini adalah takut akan Tuhan.

APAKAH AMSAL ITU?


Pengajaran dengan memakai Amsal merupakan salah satu cara mengajar yang paling kuno
di dunia ini. Dalam pengajaran seperti itu dipakai kalimat-kalimat sederhana, yang mudah
diingat dan diturunkan dari generasi ke generasi. Salomo adalah seorang yang mepunyai
keahlian dalam berbagai bidang. Dia bukan hanya seorang raja, tetapi juga seorang filsuf
yang mempunyai kemampuan intuisi dan pengertian yang luar biasa, dan ia juga seorang
ilmuwan murni. Tetapi sayang, dalam kehidupan pribadinya, ia tidak selalu hidup sesuai
dengan hikmat yang diketahuinya.

HIKMAT DARI ALLAH


Dalam Amsal, hikmat dikatakan sudah ada bersama Allah sepanjang zaman. Hikmat
dipersonifikasikan sehingga seringkali dianggap pelambang Kristus (Ams 8:23-31; lihat Yoh
1:2; Ibr 1:2; Kol 2:3). Dijelaskan bahwa hikmat tersedia bagi semua orang. Orang yang
bijaksana adalah mereka yang tanggap pada perintah Allah, sedangkan orang yang bodoh
mengabaikannya. Hikmat sangat penting di dalam dunia kehidupan (Ams 4:7).

BENTUK
Banyak usaha dilakukan untuk menganalisis Kitab Amsal. Beberapa komentator
mengemukakan tiga bagian yang ditandai dengan judul 'amsal salomo' (Ams 1:1; 10:1;
25:1). Selanjutnya ada pendapat bahwa amsal dengan kata ganti orang kedua adalah amsal
yang diperuntukkan bagi Salomo yang diajarkan oleh guru-gurunya, sedangkan amsal
dengan kata ganti orang ketiga adalah amsal yang dibuat oleh Salomo sendiri. Namun
demikian, hal ini sukar dipastikan.
PENGKHOTBAH
Apa sebenarnya hidup ini?

APA ISI PENGKHOTBAH?


Seseorang yang membaca Pengkhotbah untuk pertama kalinya akan kaget dengan adanya
perpaduan yang aneh antara iman dan fatalisme yang terdapat dalam kitab itu. Kadang-
kadang penulis seakan-akan pasrah pada semua kegagalan dan kesia-siaan hidup; pada
kesempatan lain ia seakan-akan menasihatkan kita untuk menikmati hidup selagi masih
bisa dilakukan; dan sementara itu terdapat banyak petunjuk bahwa Allah mengetahui apa
yang sedang terjadi dan bahwa kita harus bergantung pada-Nya serta melayani Dia, dan
bahwa pada suatu ketika kita harus bertanggung jawab kepada-Nya. Beberapa orang
berpendapat bahwa perbedaan pandangan ini merupakan hasil pemikiran dari beberapa
penulis, yang masing-masing mencoba untuk saling memperbaiki, dan bukan hanya hasil
seorang penulis. Mereka melihat bahwa kitab ini bertentangan dengan isinya sendiri dan
dengan banyak ajaran alkitabiah lainnya. Tetapi, kita tidak perlu mengambil kesimpulan
seperti itu jika kita mengerti bahwa Pengkhotbah merupakan semacam traktat Perjanjian
Lama yang diperuntukkan bagi orang-orang dunia. Para penulis seakan-akan berkata:
"Kalau begitu marilah kita melihat bagaimana rasanya hidup tanpa Allah. Apa yang akan
Anda peroleh jika hanya hidup untuk hal-hal duniawi? Hidup menjadi sia-sia dan tanpa arti,
menjengkelkan dan penuh dengan penderitaan. Tetapi, Allah bisa mengubah semua itu!

SIAPA PENULIS PENGKHOTBAH DAN KAPAN DITULIS?


Penulis mengatakan bahwa ia adalah anak Daud (Pengk 1:1) dan raja Yerusalem. Sementara
orang berpendapat bahwa ia tentu Salomo, walaupun namanya tidak ditulis dalam kitab itu.
Jelas bahwa cara hidup dan perhatiannya terhadap kebijaksanaan tercermin di sini, dan hal
ini merupakan kesimpulan yang kita harapkan dari padanya setelah ia menjalani kehidupan
panjang yang seringkali bersifat duniawi. Kesulitan dengan pandangan ini ialah bahwa ia
berbicara mengenai para penerusnya di Yerusalem (Pengk 2:9), dan yang jelas hanya ada
seorang penerus. Hal lain ialah bahwa bahasa yang dipakai untuk menulis kitab ini
digunakan jauh sesudah zaman Salomo. Oleh karenanya jika Pengkhotbah merupakan hasil
karyanya, maka kemungkinan bahasanya diperbarui. Atau mungkin juga, seperti
diperkirakan oleh sementara orang, kitab ini merupakan suatu studi berdasarkan nasihat-
nasihat Salomo. Oleh karena hal-hal di atas, maka penentuan tahun penulisan secara tepat
menjadi sangat sukar. Jika betul kitab itu tulisan Salomo pada masa-masa akhir hidupnya,
maka kemungkinannya ialah bahwa kitab itu ditulis paling awal sekitar tahun 940 SM.
Apabila kitab itu hasil karya orang lain, maka kemungkinannya ditulis paling lambat sekitar
tahun 200 SM.

SI PENGKHOTBAH
Penulis biasa memanggil dirinya Kohelet, kata yang boleh jadi berarti pengkhotbah, guru,
juru debat atau bahkan berarti pemimpin suatu parlemen (Pengk 1:1). Pada waktu
membicarakan masalah hidup dan mati, yang ada dalam pikirannya adalah kepentingan
orang lain (Pengk 12:9-12). Oleh sebab itu, kita juga dapat mengambil pelajaran dari
pengalaman dan nasihatnya pada saat kita membaca kitab ini.
KIDUNG AGUNG
Sebuah kisah cinta

JUDUL
Nama Kidung Agung merupakan terjemahan harafiah dari judul dalam bahasa Ibrani yang
artinya cara untuk menyatakan lagu yang terbaik atau terindah.

PENULIS
Ada delapan acuan kepada Salomo dalam Kidung Agung, dan secara tradisional ia danggap
sebagai penulisnya. Bait pertama dapat berarti nyanyian itu ditulis oleh Salomo, tetapi
dapat juga berati "untuk" atau "tentang" Salomo. Selain nama Salomo, tidak diberikan latar
belakang sejarah lainnya. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk menentukan penulis atau
waktu penulisan kitab itu dengan pasti. Namun demikian, tidak ada hal dalam kitab ini yang
menolak bahwa waktu penulisan terjadi pada masa Salomo.

ISI
Kidung Agung pada dasarnya merupakan puisi cinta. Isinya merupakan puji-pujian dan
penyataan sukacita dalam kisah cinta antara seorang pria dan wanita. Bahasanya berbobot
dan ekspresif; di dalamnya terkandung suatu apresiasi terhadap daya tarik fisik yang ditulis
dengan gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Nama Allah tidak disebut-sebut dalam
Kidung Agung dan banyak orang menganggap bahwa kitab ini dimasukkan dalam Alkitab
oleh karena kitab ini merupakan gambaran nyata dari kasih Allah kepada umat-Nya. Namun,
Kidung Agung sendiri tidak mengandung maksud agar pembaca mencari arti tersembunyi di
dalamnya.

BENTUK
Para ahli Alkitab akan melihat suatu kesatuan dalam kitab ini; dan jelas bahwa pengulangan
kata-kata, ungkapan dan buah pikiran menunjukkan karya penulisan yang biasa. Tidak
selalu mudah untuk mengidentifikasikan tokoh-tokoh yang berbeda, atau mengetahui siapa
yang sedang berbicara dan kapan berbicaranya. Di samping dua orang kekasih itu, rupanya
terdapat sekelompok teman yang berada bersama mereka pada saat-saat tertentu, di
antaranya adalah putri-putri Yerusalem, demikian juga dengan warga Yerusalem.

LATAR BELAKANG
Latar belakang syair kebanyakan di daerah pedesaan, boleh jadi pada musim semi,
walaupun hal ini boleh jadi ditulis semata-mata sebagai bagian dari puisi. Si penulis pasti
sangat akrab dengan cerita-cerita rakyat; ia menyebutkan dua puluh satu jenis tanaman
dan lima belas kelompok binatang.
YESAYA
Keselamatan dan penghakiman

PESANNYA
"Yesaya" berarti "Tuhan adalah keselamatan" dan dia adalah nabi keselamatan. Namun,
keselamatan dan penghakiman selalu bersama-sama dalam Alkitab; jika Anda tidak mau
diselamatkan, maka Anda akan dihakimi. Oleh karena itu, Yesaya menggabungkan kedua
tema ini: penghakiman (Yes 1:1-35:10) dan keselamatan (Yes 40:1-66:24). Kedua tema
utama ini dipadukan dengan adanya bagian bersejarah tentang Raja Hizkia (Yes 36:1-39:8).

WAKTU
Yesaya menerima visinya pada masa pemerintahan empat orang raja yaitu Uzia, Yotam,
Ahas dan Hizkia (Yes 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 sebelum Masehi (lihat Yes 6:1),
dan Hizkia pada tahun 687 sebelum Masehi, dengan demikian visi-visi Yesaya mencakup
kurun waktu setengah abad.

NUBUATAN
Yesaya adalah seorang nabi, bukan semata-mata seorang pengkhotbah dan Kitab Yesaya
merupakan buku nubuatan, bukan hanya buku sejarah. Yesaya tidak hanya mampu
menganalisis keadaan, tetapi juga mempunyai banyak visi. Nubuatan mengatakan bahwa
ada Allah yang mengetahui hari depan dan yang mengungkapkan sebagian rencana-Nya
kepada para nabi.

LATAR BELAKANG
Waktu Yesaya mulai bekerja, Israel sedang berada di ambang kehancuran. Dalam tahun 722
sebelum Masehi kerajaan utara dengan kesepuluh sukunya dikalahkan oleh bangsa Asyur
(2Ra 17). Tetapi kerajaan selatan, Yehuda, sedang menuju nasib yang sama. Secara sosial,
politis mereka sudah rusak, demikian juga iman percaya mereka. Kerajaan utama telah
dihukum dan musnah. Tetapi, Yehuda berbeda. Negeri itu harus dihakimi, tetapi oleh karena
adanya perjanjian abadi dengan Allah, maka Yehuda juga akan diselamatkan. Pada suatu
saat, dari Yehuda akan datang seorang Hamba Tuhan, Sang Juruselamat yang akan
menyelamatkan bukan hanya Yehuda, tetapi seluruh dunia.

CARA PENULISAN DAN KESATUAN


Menurut pasal Yes 1:1, penulisnya ialah Yesaya. Namun demikian, seringkali orang
beranggapan bahwa ketiga bagian kitab Yesaya (Yes 1:1-35:10; Yes 36:1-39:8; Yes 40:1-
46:13) ditulis oleh penulis yang berbeda-beda. Alasan ini didasarkan pada bentuk penulisan
yang jelas berbeda antara pasal Yes 1:1-35:10 dengan bagian lain, juga munculnya nama-
nama Bel dan Nebo, dewa-dewa Babel dan bahkan nama Koresy, penakluk dari kerajaan
Babel dan nubuatan Yesaya mengenai kembalinya bangsa Yehuda dari pembuangan jauh
sebelum pembuangan itu sendiri terjadi. Tetapi kitab itu sendiri menekankan mengenai
kemampuan Allah untuk mengungkapkan hari depan (misalnya Yes 41:21-27; 42:8,9; 44:6-
8; 48:3). Tidak ada bukti tertulis bahwa terdapat dua atau lebih kitab Yesaya dan tidak ada
bukti tentang penulis-penulis lainnya. Perjanjian Baru mengutip dari berbagai bagian dari
kitab ini dan mengacunya ke Yesaya.
YEREMIA
Kesia-siaan formalitas

MASALAH NUBUATAN
Kitab Yeremia sulit dibaca secara berurutan karena panjang dan tidak mempunyai pola
kronologis yang teratur.

PENJELASAN
Pertama, tidak ada alasan mengapa suatu buku harus dibuat dalam urutan kronologis yang
teratur. Kitab ini tidak dimaksudkan sebagai buku sejarah, walaupun berisi fakta-fakta
sejarah. Yeremia merupakan kitab nubuatan, bukan semata-mata buku sejarah. Kedua,
dalam pasal Yer 36 diterangkan bahwa telah terjadi penulisan kembali dari kitab aslinya.
Raja Yoyakim membaca naskah aslinya, tetapi kemudian dibakarnya. Secara umum dapat
dikatakan bahwa pasal Yer 1:1-20:18 kebanyakan ditulis pada masa pemerintahan Yosia dan
sisanya dari masa pemerintahan Yoyakim, yaitu Yoyakim dan Zedekia. Selain itu, bagian
pertama terutama berisi nubuatan ditambah dengan sedikit biografi dan sejarah, tetapi
bagian kedua merupakan biografi dan sejarah ditambah sedikit nubuatan.

KEHIDUPAN DAN ZAMAN YEREMIA


Yeremia menjadi nabi selama lebih dari empat puluh tahun: dari tahun ketiga belas Raja
Yosia, yaitu tahun 627 SM sampai penghancuran kota Yerusalem dan permulaan masa
pengasingan dalam tahun 587/6 SM. Yeremia dibesarkan pada masa pemerintahan Raja
Manasye yang membelot dari Tuhan, dan melihat sedikit perbaikan pada zaman reformasi
Yosia, tetapi tidak terjadi pertobatan secara nasional. Pada permulaan masa ini Asyur dan
Mesir merupakan dua kekuatan besar. Bangsa Asyur dikalahkan oleh Babel pada tahun 612
SM dan demikian halnya dengan Mesir yang dihancurkan di Karkemis pada tahun 605 SM.
Sejak saat itu Yeremia terus menerus mendorong Yehuda untuk menyerah kepada Babel,
untuk menerima segala konsekuensi dari dosa-dosa mereka yaitu Pembuangan. Dia tahu
bahwa masa Pembuangan akan berakhir dengan pengampunan dan pemulihan Allah secara
dramatis.

PESIMIS ATAU OPTIMIS?


Yeremia sering disebut "Nabi Kehancuran". Tetapi dia juga "Nabi yang Pengharapannya tak
pernah goyah". Hukuman atas dosa tidak dapat dihindari, tetapi di atas semua itu Yeremia
melihat bahwa Allah selalu menunggu untuk mengampuni. Yeremia membeberkan tiga dosa
yang utama:
penyembahan berhala. Yer 7:30-8:3; 19:1-15
amoralitas. Yer 5:1-9
nubuatan palsu: Yer 7:3-11; 14:11-16; 23:9-40
Ajaran Yeremia yang utama ialah bahwa tidaklah cukup hanya mengetahui dosa-dosa kita
atau bahkan menyesalinya saja. Pertobatanlah yang dituntut oleh Allah.
RATAPAN
Kota yang sedang berduka

JUDUL
Kitab ini tidak mempunyai judul dalam kitab Perjanjian Lama Ibrani, tetapi dikenal dengan
kata pertamanya, yaitu "How". Judul "Nyanyian pemakaman" atau "Ratapan" diberikan oleh
rabi-rabi bangsa Yahudi yang mula-mula.

PENULIS
Penulisnya tidak dikenal. Kitab ini ditempatkan sesudah Yeremia dalam Septuaginta,
kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh hubungan sejarah kedua kitab tersebut.
Pandangan penulis terhadap raja yang bertakhta pada masa itu (Rat 4:20) dan mengenai
ketergantungan kepada bangsa-bangsa lain berbeda dari pandangan Yeremia. Tetapi,
penulis dan Yeremia (yang dijuluki "nabi cengeng") mempunyai temperamen yang serupa,
dan keduanya melihat penghakiman Tuhan di balik tragedi yang mereka tulis (lihat Rat 2:1-
8). Jika kitab ini merupakan suatu kesatuan, sudah hampir pasti bahwa penulisnya hidup
pada zaman yang sama dengan Yeremia.

WAKTU
Penentuan waktu penulisan secara tepat tergantung kepada apakah karangan ini ditulis
oleh seorang atau beberapa penulis. Pendapat yang masuk akal ialah bahwa pasal Rat 1-
4 ditulis oleh seorang saksi mata pada waktu jatuhnya Yerusalem dan pemulaan masa
Pembuangan (yaitu tahun 587 SM), dan bahwa pasal Rat 5 ditambahkan pada tahun 550 SM
waktu mereka sudah menjalani masa Pembuangan untuk beberapa waktu.

BENTUK
Kitab ini merupakan suatu koleksi puisi yang tersusun rapi, sebagian besar ditulis dalam
bentuk "nyanyian pemakaman" -- kecuali pasal Rat 5. Pasal Rat 1-4 merupakan puisi
"akrostik", setiap baik berikutnya dimulai dengan sebuah huruf dari alfabet Ibrani secara
beraturan. (Terdapat sedikit pengecualian terhadap aturan ini dan pasal Rat 3 merupakan
puisi akrostik yang lebih lengkap). Boleh jadi pola ini sebagian dimaksudkan untuk
memudahkan penghafalan dalam tata ibadah.

LATAR BELAKANG DAN TUJUAN


2Ra 25:8-12 harus dibaca sebagai latar belakang kisah Kitab Ratapan. Pembuangan
merupakan suatu kejadian yang luar biasa dalam sejarah kaum Yehuda, dan merupakan
salah satu pengaruh terbesar dalam mengembangkan pengertian mereka tentang Allah.
Kejatuhan Yerusalem yang menghancurkan dalam tahun 587 SM menuntut penjelasan dan
inilah yang diberikan oleh si penulis. Sebagian besar dari tanda-tanda yang kelihatan
mengenai pilihan Tuhan atas Yehuda sudah dihancurkan (kota, Bait Allah, kebaktian-
kebaktian dll.). Dengan berani penulis menghadapi kenyataan pahit dari dosa orang Yeuda,
dan maksud Allah yang terssembunyi daalam pemurnian melalui penghakiman. Jawaban
atas pertanyaan (yang sering diajukan oleh mereka yang berada dalam pencobaan) "Di
manakah Tuhan?", dijawab oleh penulis dengan tantangan yang berarti dalam, yaitu:
"Cobalah untuk mengerti apa yang sedang dikerjakan oleh Tuhan".
YEHEZKIEL
Laporan seorang penjaga

LATAR BELAKANG
Dalam tahun 597 SM raja Babel, Nebukadnezar mengangkut raja Yoyakim ke Babel bersama
dengan sepuluh ribu penduduk utama bangsa Israel. Pemerintahan boneka yang
ditinggalkannya di Yerusalem memberontak, dan dalam tahun 587 SM Nebukadnezar
menghancurkan seluruh kota dan mengangkut lebih banyak penduduk ke pembuangan.

PENULIS
Diperkirakan bahwa kitab Yehezkiel disusun oleh beberapa pengarang atau ditulis lama
sesudah pengarangnya meninggal, tetapi pemakaian kata ganti orang pertama, waktu yang
tepat, data pribadi yang diberikan secara rinci, dan gaya penulisan yang sama dalam
keseluruhan kitab merupakan indikasi kuat bahwa Yehezkiel sendiri yang memastikan
bahwa semua nubuatannya ditulis dan menjelang akhir hidupnya ia menyusunnya dengan
cermaat ke dalam bentuk buku. Yehezkiel dibesarkan di Yehuda dan boleh jadi pada masa
remajanya ia dipengaruhi oleh pembaruan raja Yosia dan nubuatan Yeremia. Dia seorang
imam yang dibuang ke Babel pada tahun 597 SM, kemungkinan bersama-sama dengan raja
Yoyakim, dan tulisannya sangat dipengaruhi oleh latar belakang keimamannya. Dalam
pembuangan ia bermukim di Tel-Abib di tepi sungai Kedar. Lima tahun kemudian, pada
waktu ia berumur tiga puluh tahun, ia mendapat penglihatan dari Tuhan dan dipanggil
menjadi nabi. Dia mungkin saja mempunyai kedudukan penting (Yeh 8:1; 14:1), walaupun
kebanyakan orang menolak peringatannya (Yeh 3:25), atau tidak menganggapnya
denganserius (Yeh 33:30-32).

ISI KITAB
Dalam kitab Yehezkiel, kita dapat membaca kisah kehidupan nabi itu dan nubuat-nubuatnya
yang mencakup kurun waktu mulai dari tahun 597 sampai 570 SM. Kitab Yehezkiel terbagi
dalam empat bagian penting. Pasal Yeh 1-24 khususnya berisi nubuatan yang diberikan
sebelum tahun 587 SM pada waktu Yehezkiel memperhadapkan umat dengan dosa mereka,
serta menunjukkan bahwa kejatuhan Yerusalem tidak dapat dihindari dan merupakan dosa
yang sepatutnya mereka terima. Pasal Yeh 25:1-32:32 merupakan nubuatan tentang
penghakiman terhadap bangsa- bangsa yang ada di sekeliling Yerusalem. Pasal Yeh 33:1-
39:29 ditulis setelah kejatuhan Yerusalem dan Yehezkiel mendorong orang-orang buangan
untuk bertobat dari dosa-dosa lama mereka, dan menjadi anggota masyarakat baru yang
menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Bagian akhir berisi harapan tentang kembalinya
bangsa Israel dari pembuatan sampai padda akhir zaman, dan berisi penglihatan Yehezkiel
tentang Yerusalem baru. Kita akan lebih banyak belajar dari kitab Yehezkiel jika kita
melihatnya sebagai pesan kepada suatu bangsa yang istimewa, yang sungguh-sungguh
memerlukan pertolongan dalam suatu keadaan yang nyata.
DANIEL
Orang yang diberi karunia penglihatan

SIAPAKAH DANIEL
Daniel adalah seorang tawanan perang yang ditangkap oleh Nebukadnezar, raja Babel,
pada waktu Yerusalem jatuh. Bersama-sama dengan orang Yahudi dari golongan atas
lainnya, Daniel diangkut ke Babel, dididik, dan dipekerjakan pada pemerintah. Dia bekerja di
bawah Nebukadnezar, Belsyazar dan Darius dari tahun 605 SM sampai 536. Namanya
berarti "Allah adalah hakimku", tetapi di Babel ia diberi nama baru. Seperti nama aslinya
yang mengandung nama Allah Israel, yaitu El, maka nama barunya pun mengandung nama
dewa Babel, Bel. Beltsazar mungkin berarti "Semoga dewa Bel melindungi raja". Perhatikan
tiga hal mengenai Daniel, yaitu dia adalah seorang yang sangat bijaksana, sangat mudah
bergaul dan rajin berdoa.

JAWABAN ATAS PERTANYAAN YANG MENGIBAKAN


Mazmur 137, sama seperti halnya nubuatan ini, ditulis di Babel: "Di tepi sungai-sungai Babel
di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion." Hidup dalam
pengasingan sangat menghancurkan moral bangsa Yahudi. Mereka merasa bahwa Allah
telah meninggalkan mereka. Oleh karena itu, mereka menggantungkan harpa mereka dan
menolak untuk bernyanyi: "Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri
asing?" Itulah pertanyaan mereka yang mengibakan. Daniel menjawab pertanyaan mereka.
Ia menunjukkan bahwa Allah tetap Allah, walaupun mereka berada di Babel.

DANIEL DAN ANTIOKUS EFIFANUS


Bagian kedua kitab Daniel berisi gambaran yang mengandung nubuatan yang dapat kita
lihat sudah digenapi secara detail dalam pemerintahan Antiokus Efifanus, yang memerintah
sebagian besar Asia Kecil, Siria dan Palestina dari tahun 175 sampai 164 SM. Banyak penulis
tentang Daniel menolak adanya nubuatan di kitab kedua ini dan berpendapat bahwa kitab
ini, sebenarnya, ditulis sekitar tahun 165 SM, bukan oleh Daniel tetapi oleh seorang penulis
tak dikenal. Keberatan mereka yang utama rupanya menyangkut konsep nubuatan sebagai
ramalan mengenai apa yang akan terjadi di masa depan, khususnya nubuatan yang sangat
rinci. Tetapi nubuatan-nubuatan ini mendapat perhatian sungguh-sungguh dari Tuhan Yesus
(Matius 24:15) dan harus diakui bahwa paling tidak dua, mungkin tiga nubuatan digenapi: di
zaman dan pada Akhir Zaman. Keempat binatang buas yang dilukiskan dalam Daniel
7 boleh jadi ditafsirkan dalam tiga cara, yaitu sebagai kerajaan-kerajaan besar dunia, masa
lalui, sekarang dan masa yang akan datang.
HOSEA
Umat yang tidak setia; Allah yang setia

WAKTU PENULISAN
Raja-raja yang disebutkan dalam Hos 1:1 merupakan petunjuk tentang kurun waktu
terpanjang bagi berlakunya nubuatan Hosea, yaitu dari 780-692 SM, tetapi rupanya
sebagian besar karyanya ditulis dalam periode antara tahun-tahun terakhir pemerintahan
Yerobeam dan jatuhnya Samarian -- yaitu dari kira-kira tahun 755-722 SM. Hosea
merupakan penulis kedua dari empat penulis yang dikenal sebagai nabi abad kedelapan
(Amos, Hosea, Yesaya dan Mikha).

PENULISNYA
Hosea adalah satu-satunya nabi dari kerajaan Israel utara yang tulisannya dapat
diselamatkan. Ayahnya bernama Beeri, tetapi tidak diceritakan mengenai kota kelahirannya
atau latar belakang masa mudanya. Beberapa orang berpendapat bahwa Hosea adalah
seorang tukang roti, sebab ia menunjukkan pengetahuan yang terinci mengenai usaha ini
(Hos 7:4-8). Tetapi ia juga mempunyai banyak pengetahuan mengenai perladangan (Hos
10:11-13; 13:3), oleh karenanya kita tidak dapat menentukan secara pasti. Mungkin yang
paling ialah bahwa Hosea bekerja sebagai seorang nabi profesional.

UNTUK SITUASI BAGAIMANA TULISANNYA DITUJUKAN


Hampir semua nubuatan dalam Hosea ditujukan bagi bangsa Israel (biasanya disebut Efraim
-- nama suku terbesar), walaupun ada beberapa yang ditujukan kepada Yehuda. Agama
orang Israel sudah sedemikian bobrok; secara resmi mereka menyembah Allah, tetapi di
mana-mana ibadah mereka bercampur dengan penyembahan berhala dan paham Baalisme.
Negeri itu cukup stabil dan makmur di bawah pemerintahan Yerobeam, tetapi beberapa
tahun sesudah kematiannya terjadi kemunduran yang sangat cepat, baik dalam bidang
ekonomi maupun politik. Mereka terombang-ambing di antara kekuasaan Asyur dan Mesir,
tetapi mereka mengabaikan Allah. Akhirnya mereka dikalahkan oleh Asyur dalam tahun 721
SM.

KELUARGANYA
Hidup kekeluargaan Hosea agar tragis. Allah memerintahkannya untuk menikahi seorang
wanita yang tidak setia kepadanya. Hosea mencintai istrinya, Gomer, dan mereka
memperoleh tiga orang anak yang nama-namanya sungguh-sungguh merupakan pesan
bagi Israel. Namun, tak lama kemudian Gomer melarikan diri dan menjadi seorang pelacur.
Hosea masih mencintainya, dan pada akhirnya, waktu Gomer menjadi budak, ia
membelinya kembali. Status Gomer sebagai istrinya kemudian dipulihkan, walaupun
sebelumnya ia harus menjalani masa penyucian terlebih dahulu.

PESANNYA
Hubungan perkawinan Hosea sendiri memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan
antara Allah dan Israel. Allah mengasihi Israel dan bahkan pada waktu mereka
meninggalkan Dia dan menyembah dewa-dewa lain, Allah masih mengasihi mereka dan
rindu untuk memulihkan mereka menjadi umat-Nya kembali. Oleh karena penderitaan yang
dialaminya, Hosea dapat menjelaskan betapa Allah menderita karena kasih-Nya kepada
umat yang tidak setia. Oleh karena itu, Hosea menyerang penyembahan berhala yang
dilakukan oleh orang Israel dan memanggil mereka untuk bertobat serta kembali
menyembah Allah yang mengasihi mereka dan yang dengan penuh sukacita akan
mengampuni mereka serta memulihkan mereka.
YOEL
Penghakiman dan belas kasihan

SIAPAKAH YOEL?
Nama Yoel berarti "Yehova adalah Allah". Itulah nama anak tertua Samuel (1Sa 8:2), tetapi
tidak banyak yang kita ketahui tentang nabi Yoel selain gambaran singkat mengenai dirinya
sendiri dalam Yoe 1:1. Umum berpendapat bahwa ia adalah salah satu dari sekian banyak
nabi Perjanjian Lama yang terdahulu. Boleh jadi ia telah mengenal baik nabi Elia maupun
Elisa di masa mudanya. Ia bernubuat di kerajaan selatan, yaitu Yehuda, mungkin dalam
zaman pemerintahan Yoas (2Ra 11 dan 2Ra 12).

APA LATAR BELAKANGNYA?


Ungkapan kuncinya adalah "Hari Tuhan". Negeri ini baru saja dihancurkan oleh hama
belalang, dan bagi Yoel peristiwa ini mengandung makna spiritual. Ia percaya bahwa
belalang-belalang itu merupakan hukuman ilahi, yaitu reaksi Allah terhadap dosa manusia.
Tetapi hukuman yang lebih besar akan segera tiba: Yehuda dikelilingi oleh bangsa-bangsa
yang jahat bagaikan sekumpulan belalang. Harapan mereka satu-satunya hanya
pertobatan. Kitab ini memfokuskan penghakiman yang sudah lampau (belalang),
penghakiman yang sedang dihadapi (bangsa-bangsa), tersedianya belas kasihan Allah dan
panggilan Allah untuk bertobat (Yoe 1:13-20; 2:12-17).

APA PESANNYA?
Walaupun demikian, Yoel adalah seorang nabi harapan. Sebenarnya ia dinamakan "nabi
kebangunan rohani" (Yoe 2:18-32). Kita dapat melihat hal ini terutama dalam peristiwa Hari
Pentakosta pada waktu nubuatan Yoel digenapi. Tentu saja beberapa nubuatan masih
menunggu penggenapannya (Yoe 2:28,29; Kis 2:16-21). Tetapi kita juga dapat melihat
dalam kitab Yoel suatu ramalan mengenai berkumpulnya kembali orang Israel di tanah
leluhur mereka dan mengenai penghakiman atas bangsa-bangsa (Yoe 3:2-7; Mat 25:32).

KITAB NUBUATAN YANG SANGAT INDAH


Sebagai literatur, Yoel merupakan kitab yang indah. Tidak pernah ditemukan dalam kitab-
kitab lain gambaran yang begitu terperinci mengenai kehancuran yang disebabkan oleh
awan belalang yang bergulung-gulung. Dan berkat kepandaiannya, Yoel melihat kumpulan
belalang ini sebagai suatu ilustrasi yang luar biasa mengenai rombongan musuh yang
mengelilingi Yehuda yang akan membawa penghukuman dari Allah.
AMOS
Nabi bagi masyarakat yang makmur

SANG NABI
Amos bukan seorang nabi profesional. Ia seorang penggembala (Amo 1:1) dan boleh jadi
seorang peternak domba yang senantiasa pergi ke pasar untuk menjual domba-dombanya.
Mungkin dalam rangka perjalanan niaganya itulah ia mulai berkhotbah. Tempat tinggalnya
di Tekoa, dua belas mil di sebelah selatan Yerusalem. Karena ia berkhotbah di kerajaan
Israel bagian utara, maka tentu saja ia tidak diterima dengan baik -- orang selatan
berkhotbah di utara (Amo 7:12)! Walaupun ia bukan seorang nabi profesional (Amo 7:14), ia
telah mendengar suara Allah dan ia merasa tidak mempunyai pilihan lain selain berkhotbah
(Amo 1:12).

WAKTU PENULISAN
Amos menandai waktu khotbahnya dengan "dua tahun sebelum gempa bumi". Gempa bumi
itu merupakan suatu peristiwa bersejarah yang penting (lihat Amo 8:8; 9:5; Zak 14:5),
tetapi waktunya yang tepat tidak lagi dapat dilacak. Waktunya mungkin sekitar tahun 760
SM. Dua orang Raja disebutkan di sini, yaitu Uzia yang memerintah dari tahun 783-742 SM
dan Yerobeam II dari tahun 786-746 SM.

KEADAAN SAAT ITU


Amos berkhotbah kepada suatu masyarakat yang belum pernah mengalami keadaan sebaik
itu.
1. Masa damai. Kerajaan Asyur yang penuh kuasa dipimpin oleh penguasa-penguasa
yang lemah, sehingga Israel dibiarkan begitu saja.
2. Masa kemakmuran. Perdagangan maju dan untuk beberapa waktu Israel cukup
makmur.
3. Masa penuh masalah. Kekayaan tidak dibagi rata dalam masyarakat. Si kaya
bertambah kaya, sedangkan si miskin bukan hanya bertambah miskin, tetapi dengan
sengaja ditindas oleh si kaya. Pada waktu yang bersamaan mereka mulai melupakan
Allah dalam kehidupan mereka. Mereka tetap menampilkan sikap beragama mereka,
tetapi semua itu tidak berarti apa-apa bagi mereka.

GAYANYA
Amos tentunya seorang pemberani. Khotbahnya langsung pada sasaran. Ia tidak pernah
berpura-pura dengan kata-katanya, bahkan waktu berdebat dengan seorang imam (Amo
7:17). Nubuatannya penuh dengan penghakiman dan kebinasaan. Ia menggambarkan Allah
sebagai seekor singa yang mengaum-aum, dan kita dapat membayangkan bagaimana ia
menyampaikan khotbahnya bak singa sedang mengaum kepada para pendengar yang
enggan mendengar dan malu, yang ketenteramannya sudah diganggunya dengan kasar.
Secara keseluruhan, ada saat-saat kelembutan di dalam nubuatnya dan kitab ini diakhiri
dengan suatu pesan pengharapan.
OBAJA
Si Penuntut balas sudah datang

PENULIS
OBAJA. Namanya berarti "hamba Tuhan", tetapi jati dirinya yang sebenarnya tidak
jelas. Beberapa orang dalam Perjanjian Baru memakai nama ini.
NAHUM. Namanya berarti "penghibur". Tidak ada yang diketahui tentang dia, kecuali
bahwa ia adalah penduduk asli Elkosy, mungkin sebuah kota yang letaknya duapuluh
mil di sebelah barat daya Yerusalem. Sebenarnya, kedua "nama" tersebut lebih
menunjukkan fungsi kedua nabi tersebut daripada tentang jati diri mereka.

WAKTU PENULISAN
OBAJA. Penentuan waktu penulisan banyak bergantung pada waktu penaklukkan
Yerusalem yang dimaksud dalam ayat Oba 1:10-14. Penaklukkan ini mungkin yang
dilakukan oleh bangsa Babel dalam tahun 587 SM (jika demikian halnya, maka Obaja
ditulis pada pertengahan abad keenam), atau penaklukkan oleh bangsa Arab dan
Filistin di abad kesembilan. Kebanyakan ahli berpegang pada abad keenam.
NAHUM. Waktu penulisan ialah antara tahun 663 SM, ketika Tebe ditaklukkan oleh
bangsa Asyur (lihat Nah 3:8-10) dan kekalahan Niniwe, ibukota Asyur, oleh tentara
gabungan antara Medes dan orang Babilonia di tahun 612 SM seperti digambarkan
dengan jelas dalam Nah 2:6-8.

LATAR BELAKANG
Kesamaan yang terdapat dalam kedua kitab itu ialah suasana kebencian dari musuh-musuh
umat Allah. Obaja menyerang Edom dan Nahum, Asyur. Kedua bangsa yang sedang berada
di puncak kekuasaan itu bersikap congkak dan menindas. Bangsa Edom adalah "sepupu
dekat" bangsa Israel -- Esau, nenek moyang bangsa Edom adalah saudara Yakub -- dan
permusuhan antara kedua bersaudara itu tercermin dalam peperangan yang sering terjadi
antara Israel dan Edom. Asyur yang berada di puncak kejayaannya merupakan sumber
ketakutan bagi seluruh Asia barat, dan bertanggung jawab atas kekejaman yang luar biasa
dalam peperangan, terutama terhadap Mesir.

CIRI-CIRI
Kedua kitab nubuatan ini ditulis dalam bentuk puisi, dan berisi gambaran yang paling
realistis mengenai pengepungan dan penyerangan terhadap sebuah kota dalam seluruh
Perjanjian Lama. Kedua nabi mengungkapkan keinginan untuk membalas dendam,
membayangkan dengan penuh sukacita setiap detail dari keruntuhan musuh-musuh bangsa
Israel. Hal yang tidak biasa dari kedua kitab ini ialah tidak adanya tulisan mengenai
hukuman terhadap bangsa Israel dan panggilan untuk bertobat yang merupakan hal yang
umum dalam tulisan-tulisan Amos dan Mikha di abad kedelapan. Dalam Perjanjian Baru
tidak terdapat acuan langsung terhadap kedua kitab ini.
YUNUS
Bagaimana mungkin Allah memberkati orang jahat?

NABI YANG LAIN DARIPADA YANG LAIN


Walaupun kitab Yunus dimasukkan dalam kumpulan kitab nabi-nabi dalam Perjanjian Lama,
kitab ini lain daripada yang lain. Pertama, kitab ini merupakan kisah tentang insiden yang
terjadi dalam kehidupan sang nabi. Pesan yang sebenarnya pendek sekali (Yun 3:4). Juga,
rupa-rupanya kitab ini ditulis oleh orang lain yang berbicara tentang Yunus sebagai orang
ketiga, tidak seperti kitab-kitab lainnya dalam Alkitab. Selain dari kitab ini, yang kita ketahui
tentang Yunus ialah bahwa ia berkhotbah di kerajaan utara pada waktu pemerintahan
Yerobeam II (2Raj 14:25), yaitu sekitar tahun 780 SM. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa kitab
ini disusun seawal itu. Boleh jadi kitab ini ditulis lama sesudah itu, yaitu ketika bangsa Israel
memerlukan pelajaran yang oleh Yunus harus dipelajari dengan susah payah.

BAGAIMANA HALNYA DENGAN IKAN PAUS ITU?


Orang-orang modern sukar untuk menerima kisah Yunus, karena tidak mudah bagi mereka
mempercayai bahwa ia dapat selamat setelah beberapa lama berada dalam "perut ikan
paus (Yun 1:17). Sebenarnya Alkitab menyebutnya "seekor ikan besar", oleh karena kita
tidak tahu makhuk apa itu sebenarnya. Ada argumentasi yang mengatakan bahwa kejadian
ini tidak pernah terjadi, oleh karenanya lebih baik jika kita menganggap kitab ini sebagai
semacam perumpamaan daripada sebagai suatu fakta nyata. Pesan yang terkandung di
dalamnyalah yang lebih penting, bukan itu. Walaupun hal ini tentunya benar, perumpamaan
ini tidak seperti perumpamaan lainnya, karena Yunus digambarkan sebagai tokoh sejarah
yang nyata. Terlebih lagi, Yesus rupanya menganggap serius ketika Ia membandingkan
kebangkitan-Nya dengan peristiwa itu (Mat 12:39-41). Jika Allah adalah Tuhan atas segala
ciptaan, yang merupakan bagian dari pesan dalam kitab ini, maka tidak ada alasan
mengapa Ia tidak dapat mengatur kejadian seperti itu.

NINIWE
Dari sekian banyak bangsa dari zaman dahulu, tidak ada yang begitu menikmati kejahatan
seperti orang Asyur. Di kemudian hari mereka akan melenyapkan kerajaan utara dan
menghancurkan Yehuda. Dalam zaman Yunus, kekuasaan mereka sedang naik, dan mereka
merupakan ancaman yang dahsyat bagi umat Allah. Jika ada orang yang tidak layak
menerima kebaikan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang tinggal di ibukota Asyur.
Oleh karenanya, kita dapat mengerti mengapa Yunus merasa jijik ketika ia diperintahkan
untuk pergi dan berkhotbah di sana, terutama ketika ia merasa bahwa Allah akan
mengampuni mereka (Yun 4:2).
MIKHA
Berita tentang penghakiman dan harapan

WAKTU PENULISAN
Pasal 1 ayat Mik 1:1 memberi batasan masa kerja Mikha sebagai seorang nabi.
Pemerintahan Raja Yotam dimulai pada tahun 742 SM dan pemerintahan Hizkia berakhir
dalam tahun 687 SM. Yeremia berbicara tentang nubuatan Mikha pada zaman pemerintahan
Hizkia (Yer 26:18) dan mungkin pekerjaan kenabiannya dilaksanakan dalam tahun-tahun
antara 725 SM dan 701 SM.

SITUASI
Mikha hidup di zaman krisis. Dua negeri adi kuasa, Mesir dan Asyur, sedang bertempur
untuk memperebutkan supremasi dan negeri Mikha sendiri masih berada dalam keadaan
cukup makmur -- sebagai peninggalan dari pemerintahan Raja Uzia yang cukup lama dan
stabil (739 SM) Tetapi, tidak selamanya demikian. Dilihat dari sudut pandang keagamaan,
Hizkia adalah seorang raja yang baik (2Raj 18:1-20:21), tetapi secara politis ia lemah. Di
bawah pengaruh Mikha, ia memimpin gerakan pambaruan keagamaan, tetapi gerakannya
tidak mengubah bangsanya. Negeri itu sudah rusak -- si kaya bertambah kaya dengan
mempedayakan si miskin, para hakim akan memenangkan perkara mereka yang dapat
membayar paling tinggi, dan bahkan para nabi dan imam menempatkan uang di atas Allah.
Rakyatnya mengabaikan perintah-perintah Allah dan ilah-ilah ada di mana-mana, tetapi
mereka masih berpendapat bahwa Allah akan melindungi mereka. Dalam tahun 722 SM
kerajaan Israel bagian Utara dihancurkan. Hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi
Yehuda, tetapi sebaliknya mereka tetap mengikuti jalan yang salah itu.

PENULIS
Mikha berasal dari negeri Moresyet, sebuah kota kecil yang berbatasan dengan Filistin. Kota
kecil itu merupakan lembah yang subur, dan berada pada jalur perdagangan. Sebagai
seorang desa, Mikha mencurigai kota besar dan melihat bahwa kebobrokan Yehuda berakar
pada kehidupan orang kota (Mik 1:5; 6:9). Didorong oleh kesadarannya yang amat kuat
akan panggilan kenabiannya dan kuasa Tuhan dalam kehidupannya (Mik 3:8; 7:7), ia berani
mempertahankan pendapatnya terhadap pendapat orang banyak.

KITAB INI
Kitab Mikha bukan merupakan sebuah pidato yang diucapkan sekaligus. Kitab itu
merupakan kumpulan berbagai pesan. Ini berarti isinya dengan cepat melompat dari satu
topik ke topik lainnya. Isi kitab silih berganti antara nubuatan dan hukuman yang dijatuhkan
atas Yehuda karena dosa-dosa mereka, lengkap dengan gambaran yang jelas tentang dosa
dan hukuman, serta nubuatan mengenai hari depan yang cerah setelah penghakiman.
NAHUM
(lihat OBAJA)
HABAKUK
Bagaimana Allah dapat memakai orang jahat?

NABI YANG TIDAK DIKENAL


Selain dari satu petunjuk yang singkat, kita samma sekali tidak tahu tentang Habakuk atau
kapan ia berkhotbah. Beberapa orang berpendapat bahwa karena pasal Hab 3 ditulis seperti
Mazmur lainnya, yaitu untuk penyembahan umum -- lengkap dengan petunjuk-petunjuk
untuk musiknya (Hab 3:1,3,9,13,19) -- ia boleh jadi seorang Lewi yang bekerja di dalam
Rumah Tuhan di Yerusalemm dan juga seorang nabi. Petunjuk yang kita punyai mengacu
kepada orang Kasdim atau orang babel. (Hab 1:6), dan ada yang memperdebatkan apakah
Habakuk meramalkan kebangkitan kekuasaan mereka atau hanya menggambarkan apa
yang terjadi pada masa hidupnya. Kedua asumsi menempatkan Habakuk pada akhir abad
ketujuh S.M. Pada waktu itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M).
Pada waktu itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M). Setelah
mereka mengalahkan Mesir dalam perang Karkemis (605 S.M), mereka terus menggempur
Palestina. Pada tahun 597 S.M mereka merebut Yerusalem, dan sepuluh tahun kemudian
mereka menghancurkannya. Bangsa Babel menutup satu era dalam sejarah orang Yahudi.

APA YANG HARUS DIBERITAKANNYA?


Beberapa orang berpendapat bahwa kitab yang sekarang kita punyai ini terdiri bermacam-
macam tulisan, tetapi rupanya hanya ada satu tema. Kembali tema itu mengenai masalah
penderitaan, dilihat baik dalam masyarakat maupun pada skala yang lebih luas dalam
politik internasional. Sementara nabi Habakuk yakin bahwa Allah itu berdaulat, dan bhwa
segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendaknya, ia juga tahu bahwa Allah itu kudus
dan benar. Bagaimana mungkin Allah memakai tangan-tangan orang jahat tanpa mengerti
mengotori tanganNya sendiri? Bagian pertama dari kitab ini merupakan suatu percakapan
yang didalamnya nabi itu mengeluh kepada Allah dan memaksa diberikannya suatu
jawaban, walaupun jalan keluar yang sebenarnya terhadap masalah itu tidak diberikan.
Menghadapi tidak adanya rasa perikemanusiaan manusia terhadap manusia lain, kita hanya
boleh percaya bahwa Allah akan meluruskan yang salah menurut kehendak dan waktuNya.
ZEFANYA
Tuhan: kuat untuk menghancurkan, kuat untuk menyelamatkan

PENULIS
Nama Zefanya berarti "Tuhan bersembunyi". Ia adalah satu-satunya nabi yang silsilah
keturunannya dapat ditelusuri empat generasi ke belakang, mungkin untuk menentukan
hubungan kebangsawanannya. Hizkia (Zef 1:1) mungkin harus diidentifikasikan dengan
seorang raja dengan nama yang sama yang memerintah Yehuda dari tahun 715-686 SM.
Dengan demikian Zefanya merupakan seppupu jauh dari raja yang sedang memerintah,
raja Yosia. Gambarannya tentang daerah-daerah khusus di Yerusalem -- Pintu Gerbang Ikan,
Perkampungan Baru, daerah pasar (Zef 1:10-11) menunjukkan bahwa ia tinggal di kota itu.

WAKTU PENULISAN
Zefanya mungkin merupakan nabi yang pertama dari nabi-nabi abad ketujuh yang memulai
pelayanannya sedikit lebih awal daripada Yeremia dan Nahum. Beberapa dari cara ibadah
yang tidak benar yang dicela olehnya dihapuskan waktu terjadi reformasi raja Yosia, yang
dimulai kira-kira tahun 629 SM. Ia mungkin adalah salah satu dari para nabi yang dikenal
bersama-sama dengan Yosia mengadakan gerakan pembaruan (lihat 2Ra 23:2).

KEADAAN
Yosia adalah raja yang paling saleh dari semua raja Yehuda. Ketika ia menjadi raja, Yehuda
sedang menderita akibat dari pemerintahan raja Manasye (686-642 SM), raja paling buruk
yang memerintah kerajaan selatan. Agama negeri itu ialah sinkretistik (yaitu gabungan
antara penyembahan kepada Tuhan dan dewa-dewa lain), dan pada umumnya rakyat tidak
lagi menunjukkan rasa hormat kepada Allah. Yosia berusaha dengan sekuat tenaga untuk
memperbaiki situasi ini, tetapi rakyat sudah melangkah terlalu jauh menuju jalan
keruntuhan rohani, dan gerakan pembaruannya berhasil memperbaiki tata ibadah agama,
tetapi bukan perubahan hati. Zefanya melihat bahwa Yehuda pada akhirnya tidak dapat
melepaskan diri dari penghukuman Allah, yang terutama dilihatnya sehubungan dengan
"Hari Tuhan", dan yang juga akan mempengaruhi seluruh dunia.
HAGAI
Pelajaran untuk para penganut atheis

NABI ITU
Hagai hanya sedikit sekali muncul dalam Alkitab. Selain dari kitab yang mencatat pesan-
pesannya, hanya Ezra yang menyebut namanya, yaitu dalam Ezr 5:1; 6:14, yang dengan
sekilas menghargai pengaruh baik dari nubuat nabi itu. Namanya mengandung arti bahwa
ia dilahirkan pada hari perayaan keagamaan. Wajar jika ada dugaan bahwa ia seorang
imam, tetapi kita tidak dapat memastikannya. Yang jelas ialah bahwa hubungannya dengan
Allah dekat sekali. Sukar untuk menentukan pada umur berapa ia mulai berkhotbah.
Pesannya mengenai Rumah Tuhan yang sudah tua (Hag 2:3), yang dihancurkan pada tahun
587 SM, membuat sebagian orang percaya bahwa ia pada waktu itu sudah tua dan ia
teringat tentang Rumah Tuhan itu. Berdasarkan ayat yang sama ada pula yang berpendapat
bahwa mungkin pada waktu itu Hagai adalah seorang pemuda yang pergi ke Yerusalem
untuk pertama kalinya bersama-sama dengan orang-orang lain yang baru kembali dari
pembuangan dalam tahun 538 SM. Ia berkhotbah pada waktu yang hampir bersamaan
dengan Zakharia.

SITUASI
Hagai mencatat tanggal khotbah-khotbah yang dibawakannya antara bulan Agustus dan
November tahun 520 SM. Pada waktu itu Yerusalem merupakan suatu masyarakat kecil
yang miskin dengan penduduk kurang lebih 20.000 jiwa. Mereka telah mengalami masa
panen yang buruk dan sebagian hasil panen mengalami kegagalan. Oleh karena itu,
sesungguhnya waktu dan tenaga mereka terpakai untuk mempertahankan hidup mereka.
Keadaan di Yerusalem tidak banyak dibantu dengan adanya kekacauan di dunia
internasional. Oleh karenanya, ketika Hagai mulai menyampaikan khotbahnya, rakyat
sedang berada dalam keadaan tidak bersemangat.

GAYA
Hagai bukanlah tipe seorang nabi yang menggebu-gebu. Walaupun ia berbicara tentang hal-
hal yang besar, ia melakukannya dengan argumentasi yang biasa dan bukan dengan
tuduhan yang berapi-api. Ia lebih sering dianggap sebagai seorang guru daripada seorang
nabi. Ia memimpin para pendengarnya selangkah demi selangkah ke arah yang diingininya,
kemudian ia berhasil memotivasi mereka untuk memberikan tanggapan yang benar.
ZAKHARIA
Nabi dan imam

PENULISNYA
Zakharia adalah cucu Ido (Zak 1:1) yang mungkin saja adalah imam yang disebut
dalam Nehemia 12:4 sebagai orang telah menemani Zerubabel dan Yesua dari Babilonia ke
Yerusalem. Jika Ido seorang imam, maka Zakharia adalah seorang imam dan nabi. Hal ini
menjelaskan keprihatinan Zakharia untuk segera membangun kembali Rumah Tuhan (Ezra
6:14).

SITUASI SAAT ITU


Bangsa Yahudi dibawa kepembuangan di Babel dalam tahun 587/6 SM, tetapi kerajaan
Babel tiba-tiba dikalahkan oleh Koresy, "Mesias Allah" (Yes 45:1). Ia segera mengumumkan
bahwa orang-orang buangan boleh kembali ke Yerusalem, dan mulai dari tahun 538 SM
daan seterusnya terjadi arus kembalinya bangsa Yahudi ke tanah air mereka. Tetapi
pekerjaan membangun kembali Rumah Tuhan berjalan lambat sekali. Dalam tahun kedua
pemerintahan Darius, Zakharia yang pada waktu itu masih muda mulai memberi semangat
kepada mereka untuk mendorong menyelesaikan pekerjaan itu.

CIRI-CIRI NUBUATAN ZAKHARIA


Nubuatan Zakharia dapat dibagi dalam dua bagian (pasal Zak 1-8 dan Zak 9-14). Bagian
pertama terdiri dari tujuh penglihatan yang luar biasa, ditambah dengan suatu
pemandangan di sidang pengadilan tempat Imam Besar Yosua dituduh oleh Setan. Bagian
kedua terutama membahas dua tema, yaitu penghakiman dan penyelamatan: penghakiman
untuk orang yang tidak percaya, tetapi penyelamatan bagi umat Allah. Nubuatan ini ditutup
dengan pemandangan mengenai hari Tuhan dan seruan nyata untuk hidup dalam kesucian.
Perbedaan gaya penulisan kedua bagian nubuatan ini menurut pengamatan beberapa ahli
disebabkan oleh karena bagian pertama ditulis pada waktu Zakharia berusia dua puluhan
sedangkan bagian keduaa ditulis bertahun- tahun kemudia. Dan ciri yang luar biasa dari
bagian kedua Zakharia adalah bahwa akibat dari suatu kejadian digambarkan sebelum
kejadian itu terjadi. Sebagai contoh, dalam pasal 9, ayat Zak 9:1-8 menggambarkan
penghakiman terhadap musuh- musuh bangsa Israel, tetapi kedatangan raja yang akan
menghakimi mereka muncul dalam ayat Zak 9:9-13. Dalam pasal Zak 14 pembangunan
kembali Yerusalem digambarkan sebelum tulah yang ditimpakan kepada bangsa-bangsa
yang memerangi Yerusalem, tulah yang memaksa mereka untuk menghentikan serangan
mereka. Perlu disebutkan juga mengenai "perumpamaan tentang para gembala" (pasal Zak
10,Zak 11) yang mengandung hal-hal yang sesuai atau yang berlawanan dengan tema
Perjanjian Baru tentang Gembala Yang Baik. Di sini, para domba yang jemu terhadap
Gembala Yang Baik membayarnya dengan tiga puluh keping perak (Zak 11:12,13; lihat Yoh
10; Mat 26:14-16; 27:3-10).
MALEAKHI
Akankah Anda merampok Tuhan?

SIAPAKAH MALEAKHI?
Maleakhi berarti "utusanku". Mungkin ini addalah nama sebenarnya dari nabi itu, tetapi
yang lebih mungkin ialah bahwa nama itu semata-mata hanyalah suatu cara untuk
menggambarkan siapa dia. Nabi itu sama sekali tidak dikenal di mana-mana.

KAPAN IA MENULIS?
Nubuatan Maleakhi dibuat pada masa sesudah pembuangan, ketika banyak orang Yahudi
telah kembali ke tanah air mereka. Dia menunjuk kepada seorang "gubernur" dan hal ini
jelas menunjuk kepada masa setelah pembuangan (Mal 1:8). Zerubabellah yang
dimaksudkan (Hagai 1:1). Tidak ada petunjuk mengenai pembangunan kembali Rumah
Tuhan, jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa pembangunan dilaksanakan beberapa tahun
sebelumnya. Situasi yang digambarkan dalam kitab itu terutama menunjuk kepada masa-
masa Ezra dan Nehemia. Waktu itu terjadi kemerosotan rohani, yaitu ketika agama orang
Yahudi telah menjadi formalitas semata. Maleakhi merupakan nabi terakhir. Empat ratus
tahun akan berlalu sebelum kelahiran Kristus, oleh karenanya maka Maleakhi dapat
dianggap menjembatani Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

MENGAPA IA MENULIS?
Maleakhi merasa jijik melihat kehidupan agama yang dingin dan kesantaian bangsa itu. Ia
datang sebagai seorang pembaharu, berseru kepada rakyat supaya bertobat. Misinya
sangat mirip dengan misi Yohanes Pembaptis. Kitab ini sebagian besar terdiri dari dialog
antara Allah dan umat, yang isinya Allah menyanggah berbagai pernyataan kurang percaya
yang dibuat oleh bangsa Israel. Maleakhi menegaskan hubungan perjanjian yang ada antara
Allah dan bangsa itu dan menyerukan kepada umat Israel untuk memenuhi kewajiban
mereka sesuai dengan perjanjian yang ada. Ia menuduh mereka telah merampok Allah.
Nubuatan Maleakhi menggambarkan akhir dari suatu zaman. 400 tahun sesudah itu disebut
"masa diam". Selama masa itu tidak ada seorang nabi alkitabiah yang berbicara atau
menulis. Bagi banyak orang ciri-ciri yang paling menonjol dari nubuatan Maleakhi ialah
tantangan untuk "menguji Allah". Jika kita melakukannya dan menerima berkat yaang
dijanjikan-Nya, maka harus ada penyerahan total di pihak umat Allah (Mal 3:10).

Anda mungkin juga menyukai