Anda di halaman 1dari 11

KASUS 7.

2 :
a) Masalah :
Prinsip pemisahan tugas telah dilanggar disini karena situasi
dimana kasir penggajian dibolehkan mencatat minggu kerja dan
menyiapkan slip pembayaran untuk seorang pegawai. Keadaan ini
membolehkan kasir penggajian tersebut untuk melakukan dan
menutupi penipuan. Dia tidak memperdulikan proses otorisasi
atau bahkan diberikan otorisasi untuk melakukan pembayaran.
Saran dan solusi :
Ketiga fungsi tugas-tugas ini harus dipisahkan. Harus ada satu
orang yang mengotorisasi pembayaran, satu orang mencatat
pembayaran tersebut dan satu orang lainnya menyiapkan cek dan
menandatanganinya.

b) Masalah :

Kasir yang membuka surat tersebut melakukan penahanan


terhadap kas yang dicairkannya. Dia boleh saja mengambil dan
mencairkan cek-cek tersebut, memalsukan tandatangan, tanpa
melibatkan pemberi kuasa yang sebenarnya. Untuk alasan ini,
banyak perusahaan memilih dua orang untuk membuka sebuah
surat atau merekam video pembukaan surat tersebut.
Saran dan Solusi :
Walaupun kasir tersebut bisa bebas dan tidak diketahui
melakukan penipuan untuk beberapa minggu atau bulan,
permasalahan cek yang hilang pasti akan timbul, terutama ketika
klien atau pelanggan mengadu. Disinilah fungsi pencatatan
berguna yang menyebabkan kasir tidak akan bisa menutup
selamanya penipuan yang dilakukan. Perusahaan akan melakukan
investigasi, mencari dan menguji cek-cek yang hilang dan dicuri,
dan ini dapat menyebabkan kasir ditunjuk bersalah karena dia
mampu mencairkan cek-cek yang diterima.

c) Masalah :

Pemisahan tugas telah dilanggar prinsipnya disini dikarenakan


kasir memiliki kebolehan untuk menulis cek, menyimpan dan
memberi otorisasi atas faktur pembayaran.
Saran dan Solusi :
Fungsi-fungsi yang mengotorisasikan faktur/bukti pembayaran
dan menyiapkan cek-cek untuk penandatanganan harusnya
organisasi independen.

d) Masalah :

Pegawai dapat melakukan dan menutupi penipuan yang dilakukan


ketika mereka memiliki akses ke gudang dan catatan barang-
barang tersebut.
Saran dan solusi :
Hal ini dapat dicegah dengan membatasi akses keluar masuk
ruang penyimpanan/ gudang untuk karyawan-karyawan yang
diotorisasikan. Begitu juga akses ke penyimpanan inventaris
dibataskan. Jika memungkinkan, perusahaan harus memisahkan
karyawan yang diotorisasikan ke ruang penyimpanan tidak
memiliki kedua akses untuk masuk ke ruang barang inventaris
dan catatan inventaris.

e) Masalah :

Kasir melakukan pemegangan atas cek-cek yang ada dan


bertanggung jawab untuk mencatat dan memposting tanda
terima ke akun pelanggan dalam buku besar piutang.
Saran dan solusi :
Penahanan cek dan melakukan postingan ke buku besar piutang
seharusnya dilakukan oleh organisasi independen lainnya. Dengan
tambahan, harus ada rekonsiliasi independen dari ketiga item
dibawah :
1. jumlah bilangan cek yang diterima
2. jumlah bilangan cek yang didepositkan ke bank
3. jumlah bilangan yang diposting ke akun pelanggan.

f) Masalah :

Kasir telah diotorisasikan untuk menerima barang yang diretur,


melakukan barang semaunya dan mengambil hak atas barang
yang diretur tersebut. Kasir tersebut bahkan mungkin mempunyai
tanggung jawab untuk mencatat barang yang sudah diretur tapi
tidak melakukannya untuk menutupi pencurian yang dilakukan.
Saran dan solusi :
Semua pembelian yang diretur harus didata dengan menyiapkan
riset untuk pelanggan dan mencatat barang yang diretur dijurnal
Retur Pembelian. Tidak ada pengembalian tunai atau kredit
diberikan tanpa pengembalian yang diotorisasi oleh supervisor
dan dicatat di file oleh seorang kasir. Area penyimpanan barang
yang dikembalikan harus selalu bersih dan teratur agar tidak ada
yang dapat disembunyikan antara barang retur lainnya.

g) Masalah :

Pegawai penerimaan barang menahan barang yang dikirim,


menghitung barang tersebut dan membandingkan dengan yang
ada disurat pemesanan. Masalahnya adalah, walaupun pegawai
penerimaan barang tidak mencatat surat pemesanan pembelian,
tapi dia mempunyai akses pada dokumen yang menyatakan
jumlah barang yang di order. Ini memberikan kesempatan untuk
pegawai tersebut mencuri kelebihan barang yang dikirim tanpa
harus menutupi apa yang dilakukannya.
Saran dan solusi :
Pembelian barang yang dikirimkan ke bagian penerimaan tidak
harus memberitahu berapa banyak barang yang diorder, demi
untuk menolong meyakinkan bahwa semua barang akan di hitung
dan dicatat ketika sampai. Departemen pembelian yang harus
mencocokkan barang yang diterima dengan yang dipesan.

h) Masalah :

Adjuster tersebut memiliki otorisasi untuk file-file penjaja


(penjual), mengotorisasi dan menulis cek sehingga $6,000 dan
menahan cek yang sudah ditandatangani. Ternyata adjuster
tersebut juga mempunyai wewenang untuk mencatat segala
kejadian di file besar penjaja.
Saran dan solusi :
Fungsi-fungsi tugas yang menandatangani bukti pembayaran,
menerima penjaja luar, dan mendokumentasi file besar untuk para
penjaja seharusnya dilakukan oleh organisasi independen.
Pembayaran tidak dapat dilakukan untuk siapa saja yang tidak
termasuk dalam nama-nama vendor. Pengaturan harus dibuat
untuk mengatur bahwa pegawai tidak dapat menambahkan
vendor atau penjaja yang tidak diotorisasi perusahaan dalam file
besar vendor.

i) Masalah :

Petugas bagian utang memiliki wewenang untuk mencatat dan


mengotorisasi pembayaran.
Saran dan solusi :
Fungsi pencatatan pembayaran dan otorisasinya harus
dipisahkan dan dari organisasi independen lainnya.

j) Masalah :

Kasir memiliki wewenang atas pencatatan (membuat kupon retur


pembelian), penyimpanan kas (kas dalam mesin kas) dan tugas
mengotorisasi (otorisasi barang yang dikembalikan).
Saran dan solusi :
Ketiga fungsi tugas ini seharusnya dilakukan oleh tiga orang
berbeda. Kasir hanya mempunyai tugas menyimpan dan
memegang kas. Kasir-kasir dan petugas lainnya yang mempunyai
akses pada kas tidak diperbolehkan untuk memiliki wewenang
mencatat atau mengotorisasi. Kasir tiak dapat membayarkan kas
atas kupon retur pembelian sehingga mereka mendapat otorisasi
dari supervisor.

k) Masalah :

Agen pembelian memiliki kedua fungsi tugas yaitu mencatat


(menyediakan surat order pembelian) dan otorisasi (memilih
vendor dari nama-nama vendor yang diotorisasi). Agen pembelian
ini juga menahan dan menyimpan kas apabila vendor
memberikannya persenan sebesar 10%.
Saran dan solusi :
Seorang agen pembelian hanya diperbolehkan untuk membeli
barang dan jasa dari vendor-vendor yang diberi kuasa. Pengaturan
harus dibuat untuk meyakinkan bahwa pegawai tidak dapat
menambah vendor yang tidak diberikan wewenang dalam file
besarnya.
KASUS 7.6 :

B. Rekomendasi dan
A. Penyebab Kemungkinan
Pengendalian Internal
1. - Waktu yang berlainan - Buat dua setoran untuk
antara kas diterima dan penerimaan-penerima tiap
ketika kas disetorkan ke harinya.
bank. - Pegawai yang tidak memegang
- Kas diterima setelah kas harian mencocokkan
penyiapan setoran ke penerimaan kas per hari dengan
bank dan dikirimkan. setoran ke bank per hari.
- Kredit setoran bank - Daftar penerimaan kas tiap hari
diterima setelah jam di bandingkan dengan setoran
tertentu pada besok hari. kas ke bank tiap harinya.
- Penerimaan kas telah - Miliki dua orang yang terlibat
dicuri. dalam penerimaan kas jika
praktikal. Jika hanya ada satu
orang, maka proses harus di
rekam video.
- Ada satu pegawai yang tidak
terlibat dalam semua
perbandingan penerimaan
kas/setoran bank.
2. Persekongkolan antara - Dibutuhkan acc dan otorisasi
klien/pelanggan dan semua penghapusan piutang
pegawai yang memiliki oleh pegawai lainnya.
wewenang menghapus
piutang.
3. Akses yang tidak diotorisasi - Batas akses memasuki ruang
untuk memasuki gudang penyimpanan inventaris dan
barang inventaris dan/atau pencatatannya pada pegawai
pencatatan inventaris. yang hanya diotorisasi.
- Pencurian inventaris oleh - Hitung semua inventaris apabila
pegawai perusahaan diterima di gudang dan tempat
penyimpanan; lalu bandingkan.
- Hitung inventaris yang akan
dikirimkan sebelum dipindahkan
dari ruang penyimpanan,
apabila diterima kiriman dan
telah dikirimkan, bandingkan
semua perhitungan.
- Kode bar dan RFID barang untuk
memfasilitasi perhitungan
inventaris.
- Buat aturan bahwa pegawai
ruang penyimpanan
bertanggungjawab atas
kehilangan barang inventaris.
4. Akses yang tidak diotorisasi - Batas akses memasuki ruang
pada pencatatan inventaris. penyimpanan inventaris dan
- Kecurangan atau pencatatannya pada pegawai
penipuan. yang hanya diotorisasi.
- Pencatatan penyesuaian
inventaris membutuhkan
pesetujuan dari atasan yang
bertanggungjawab.
- Periksa barang inventaris yang
dihitungan dan pencatatan
inventaris secara perpetual
untuk bukti kecurangan.
- Memberhentikan pegawai-
pegawai yang melakukan
penipuan.
5. Kerjasama antara - Pisahkan tugas sehingga
pelanggan, penjual, kurir, pengembalian dan kredit
dan departemen diotorisasi oleh pegawai yang
pengiriman serta akuntansi bertanggungjawab dan tidak
di perusahaan Covington. terlibat dalam penjualan,
- Kualitas produk yang pengiriman atau pencatatan
buruk. piutang.
- Perbaiki masalah-masalah
produksi.
6. Kegagalan dalam - Gunakan dokumen yang sudah
memberikan nomor-nomor diberikan nomor untuk
untuk dokumen tertentu membantuk pengaturan dan
- Kecurangan telah identifikasi dokumen.
dilakukan, dokumen asli - Periksa dengan segera semua
telah dihancurkan dan pegawai yang terkait dimana
ditukarkan dengan dokumen asli hilang dan
dokumen fotokopi. menggunakan yang fotokopi.
7. Mengizinkan diskon atau - Dibutuhkan persetujuan dari
kredit kepada pelanggan seorang yang
tanpa otorisasi. bertanggungjawab sebelum
- Pencurian barang mengizinkan diskon untuk
inventaris. pelanngan.
- Harga penjualan yang - Hitung inventaris yang akan
rendah diberikan kepada dikirimkan sebelum dikeluarkan
pelanggan pilihan. dari ruang penyimpanan, ketika
- Penjualan yang tidak diterima kiriman, dan ketika
dicatat. dikirimkan, cocokkan
perhitungannya.
- Berikan kode bar dan RFID
untuk membantu perhitungan.
- Buat aturan bahwa pegawai
ruang penyimpanan
bertanggungjawab atas
kehilangan barang inventaris.
- Persetujuan dibutuhkan dari
pihak bertanggungjawab
sebelum memberikan harga jual
tertentu.
- Gunakan dokumentasi penjualan
yang sudah diberikan nomor
dan jangan perbolehkan barang
inventaris untuk keluar dari
gudang tanpa dokumen
penjualan yang bersangkutan.
8. Kurang atau tidak ada - Siapkan atau perbarui prosedur
pemahaman dan kegagalan penulisan dan latih pegawai
untuk prosedur pencatatan. untuk menggunakan prosedur
- Kecurangan dilakukan tersebut.
dengan tidak - Buat aturan bahwa pegawai
memperdulikan proses bertanggungjawab karena tidak
otorisasi. meminta persetujuan atas suatu
dokumen.
- periksa dokumen tanpa otorisasi
untuk bukti kecurangan.

Kasus 7.7. :
Situasi 1 : Berikut rekomendasi yang dapat dibuat oleh para auditor
internal :
a. Implementasi dan komunikasi dengan cara pemberian latihan
pegawai tentang peraturan serta hukum pencurian barang
atau jasa inventaris perusahaan dan akibat yang akan
diterima oleh yang melakukannya.
b. Memperbolehkan pegawai-pegawai untuk membeli alat-alat
dengan biaya ditanggung perusahaan.
c. Lanjutkan perbandingan tarif laba kotor alat industri dengan
laba kotor alat peribadi hingga masalah diselesaikan.
d. Tertibkan atau memberhentikan semua pegawai yang tidak
mematuhi undang-undang.
e. Institusikan suatu pengaturan akses fisikal alat perusahaan
yang lebih baik untuk mencegah pencurian.

Situasi 2 : Berikut rekomendasi yang dapat dibuat oleh para auditor


internal :
a. Implementasikan pemisahan tugas yang lebih baik, dimana
kontroler perusahaan tidak diperbolehkan untuk memesan
barang, menentukan tempat barang yang diterima, dan
mengotorisasikan pembayaran untuk barang tersebut.
b. Semua pembelian barang harus dimulai dari departemen
pembelian.
c. Semua pembayaran barang harus didukung dengan dokumen
yang berkaitan seperti laporan penerimaan yang
ditandatangani oleh pihak berkewajiban.
d. Dibutuhkan otorisasi tertentu untuk pengiriman barang ke
suatu tempat yang jarang digunakan perusahaan.

KASUS 7.8. :
SOAL 1 :
A. Kekuatan Pengendalian Internal :
Penggunaan otorisasi yang benar untuk pemesanan bahan
material dan kuantitasnya.
Penggunaan dokumen yang diberikan nomor untuk Surat
Pemesanan Pembelian membolehkan semua pemesanan
tersebut dipertanggungjawabkan.
B. Kelemahan pengendalian internal :
Fotokopi surat pemesanan pembelian seharusnya tidak
digunakan untuk laporan penerimaan kecuali kuantitasnya
tidak terisi di laporan tersebut.
Rekomendasi :
Laporan penerimaan disiapkan setelah perhitungan dan
pengidentifikasian independen.

SOAL 2 :
A. Tidak ada kekuatan pengendalian internal
B. Kelemahan pengendalian internal :
Pegawai departemen pengguna maupun pembelian
mungkin tidak di latih untuk teknik pembelian dan dapat
ditagih secara lebih untuk suatu transaksi.
Tinggi kemungkinan untuk terjadinya persekongkolan.
Rekomendasi :
Kedua departemen pengguna dan agen pembelian harus
ikut serta dalam negosiasi dengan perusahaan tersebut.
Departemen pembelian harus menyetujui pemesanan
sebelum pembelian, bukan sebelum dilakukannya
pembayaran.

SOAL 3 :
A. Tidak ada kekuatan pengendalian internal.
B. Kelemahan pengendalian internal :
Kegagalan dalam menajaga dengan baik daftar pihak yang
berwewenang untuk menandatangani dan mengotorisasi.
Rekomendasi :
Langsung memperbarui daftar nama yang berwenang
ketika terjadi perubahan dalam otorisasi pembelian.
Kasir pembayaran diharuskan untuk menggunakan daftar
tersebut.

SOAL 4 :
A. Kekuatan pengendalian internal :
Pemberian nomor dan proses pencatatan membuat
pengendalian yang baik terhadap bukti pembayaran dan
membantu proses pencatatan untuk pihak akuntansi.
B. Kelemahan pengendalian internal :
Kegagalan mengikuti bukti-bukti pembayaran yang harus
diselesaikan mengindikasikan ketidak efektifan suatu
pengendlaian.
Rekomendasi :
Membuat review secara periodik dan mengikuti semua
item-item yang belum diselesaikan.

SOAL 5 :
A. Kekuatan pengendalian internal :
Audit transaksi tersebut membantu mengecilkan kesalahan
dan memastikan hanya transaksi yang diotorisasikan yang
dicatat.
B. Tidak ada kelemahan pengendalian internal.

SOAL 6 :
A. Tidak ada kekuatan pengendalian internal.
B. Kelemahan pengendalian internal :
Pembayaran bulanan pada tanggal 5 dan 20 menghalangi
pelunasan utang untuk faktur yang dijatuhkan pada
tanggal berbeda.
Mengambil diskon tunai tanpa syaratnya menyebabkan
penambahan pekerjaan mencatat apabila terjadi
perselisihan dari pemasok dan membuat permusuhan.
Politik ini dapat menyebabkan pemberian diskon yang
lebih sedikit.
Rekomendasi :
Faktur yang belum dibayar dan sudah diotorisasi harus di data
menurut tanggal jatuh tempo terlebih dulu, baru menurut
abjad.
Pembayaran hutang pada atau sebelum tanggal jatuh tempo
diskon.
Kehilangan diskon harus dianalisis untuk sebab akibat dan
pencegahan di masa yang akan datang.

SOAL 7 :
A. Kekuatan pengendalian internal :
Pemisahan tugas dan fungsi yang baik.
Kebutuhan dokumen yang asli dan membatalknnya setelah
pembayaran mengurangi duplikasi dokumen.
B. Tidak ada kelemahan pengendalian internal.

SOAL 8 :
A. Kekuatan Pengendalian Internal :
Perlindungan yang baik atas cek kosong (terkunci dalam
kotak dan hanya dapat di akses oleh departemen
pembayaran kas).
B. Kelemahan pengendalian internal :
Akses yang tidak terbatas atas dokumen pembayaran kas
(selain dari cek kosong) memungkinkan terjadinya
perubahan dokumen yang tidak diotorisasi.
Ini dapat menyebabkan pengendalian yang lemah,
kehilangan pertanggungjawaban, atau kehilangan harta
perusahaan, dan juga kesalahan pencatatan akuntansi dan
kehancuran penyimpanan dokumen.
Rekomendasi :
Membuat kebijakan membatasi akses dan perlindungan
atas dokumen pembayaran dan pencatatan serta
membuat pengawasan ketat.