Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Diare adalah buang air besar konsistensi lembek dan dapat berupa cair

yang lebih sering dari biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari yang ditandai

dengan gejala dehidrasi, demam, mual dan muntah, anorexia, lemah, pucat, nyeri

perut, mata cekung, membran mukosa kering, pengeluaran urin menurun, dan

lain sebagainya. Diare merupakan salah satu penyakit menular yang angka

kesakitan dan kematiannya relatif tinggi. (Mafazah, 2013)

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara

berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang

masih tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan oleh Subdit Diare, Departemen

Kesehatan dari tahun 2000 s/d 2010 terlihat kecenderungan insidens naik. Pada

tahun 2000 IR penyakit Diare 301/ 1000 penduduk, tahun 2003 naik menjadi 374

/1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423 /1000 penduduk dan tahun 2010

menjadi 411/1000 penduduk. ( Depkes RI, 2011)

Pada wilayah kerja Puskesmas Poned Balowerti, diare masuk dalam 10

penyakit terbanyak setiap tahunnya. Diare memiliki kasus sebanyak 936 kasus

pada tahun 2014. Angka kejadian penyakit Diare dapat dicegah dengan

pemahaman masyarakat yang baik mengenai pengertian, tanda dan gejala, cara

penularan, bahaya , tatalaksana awal serta cara pencegahan terjadinya diare. Oleh

1
karena itu pentingnya promosi kesehataan dengan salah satunya penyampaian

materi penyuluhan diare (Data Dasar Puskesmas Poned Balowerti,2015)

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Memberikan pengetahuan tentang Diare dan penanggulangannya

pada masyarakat, tanda dan gejala diare, cara penanganan, dan menjelaskan

cara pencegahan yang bisa dilakukan.


1.2.2 Tujuan Khusus
1. Menjelaskan pengertian Diare
2. Menjelaskkan tanda dan gejala Diare
3. Menjelaskan media penularan Diare
4. Mengidentifikasi cara mencegah terjadinya Diare
5. Menjelaskan tentang penanganan awal diare
6. Menjelaskan pencegahan diare