Anda di halaman 1dari 2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .............................................................................. i


ABSTRAK .............................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................... 1
1.1. Latar Belakang ..................................................................
1
1.2. Batasan Penulisan .................................................................. 2
1.3. Tujuan Penulisan .................................................................. 2
BAB II LAPORAN KASUS ...................................................... 3
BAB III DISKUSI .................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA .................................................................. 11

1
ABSTRAK

Selulitis merupakan infeksi bakterial akut pada kulit. Infeksi yang terjadi
menyebar ke dalam hingga ke lapisan dermis dan sub kutis. Infeksi ini biasanya
didahului luka atau trauma dengan penyebab tersering Streptococcus beta
hemolitikus dan Staphylococcus aureus. Gambaran klinis tergantung akut atau
tidaknya infeksi. Umumnya semua bentuk ditandai dengan kemerahan dengan
batas jelas, nyeri tekan dan bengkak. Selulitis biasanya didahului oleh gejala
sistemik seperti demam, menggigil, dan malaise. Daerah yang terkena terdapat 4
kardinal peradangan yaitu rubor (eritema), color (hangat), dolor (nyeri) dan tumor
(pembengkakan). Sebagian besar kasus selulitis dapat sembuh dengan pengobatan
antibiotik. Infeksi dapat menjadi berat dan menyebabkan infeksi seluruh tubuh
jika terlambat dalam memberikan pengobatan.
Di Puskesmas Seberang Padang, ditemukan pasien yang datang dengan
keluhan pusing satu bulan terakhir, mudah lelah, dan nyeri pinggang. Pada
pemeriksaan kita temukan TD 170/90. Pemeriksaan laboratorium yang didapatkan
kolesterol 323 mg. Pemeriksaan anjuran berupa profil lipid dan LFG untuk
mengetahui jenis obat yang dapat diberikan dan komplikasi yang mungkin
diderita pasien.
Pada kasus ini, disimpulkan bahwa pasien hipertensi stage II dan
dislipidemia, sehingga perlu diedukasi memperbaiki gaya hidup, pola makan, dan
meminum obat secara teratur. Pasien diberikan obat anti-hipertensi golongan CCB
dan ARB serta Derivat Asam Fibrat untuk kondisi dislipidemia.

Kata Kunci : selulitis, dislipidemia, profil lipid, anti-hipertensi