Anda di halaman 1dari 3

Ameloblastoma

Merupakan tumor odontogenik epitel yang paling sering menyebabkan induksi ringan
pada derivat mesodermal. Malassez (1885) pertama kali mempelajari tumor ini dan menduga
bahwa tumor ini berasal dari sisa epitel selubung akar dan menamakannya adamantin
epitelioma. Derjinsky(1890) pertama kali menamakan tumor ini dengan adamantinoma,
sebutan ini banyak dijumpai dalam literatur Jerman. Ivy dan Churchill keberatan dengan
penamaan tumor ini, karena email tidak terbentuk sama sekali dan menamakan tumor ini
sebagai ameloblastoma. Nama ini banyak digunakan dalam literatur Inggris-Amerika. Akan
tetapi istilah ameloblastoma juga tidak tepat karena asalnya bukan dari sel ameloblas.

Etiologi dan Patogenesis

Pada saat ini sebagian penulis mempertimbangkan bahwa tumor ini tumbuh dari berbagai
asal, walaupun rangsangan awal dari proses pembentukan tumor ini belum diketahui. Tumor
ini dapat berasal dari:

Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa dental lamina. Struktur mikroskopis dari
beberapa spesimen dijumpai pada area epitelial sel yang terlihat pada perifer
berbentuk kolumnar dan berhubungan dengan ameloblast yang pada bagian tengah
mengalami degenerasi serta menyerupai retikulum stelata.
Sisa-sisa dari epitel Malassez. Terlihat sisa-sisa epitel yang biasanya terdapat pada
membran periodontal dan kadang-kadang dapat terlihat pada tulang spongiosa yang
mungkin menyebabkan pergeseran gigi dan menstimulasi terbentuknya kista
odontogenik
Epitelium dari kista odontogenik, terutama kista dentigerous dan odontoma. Pada
kasus yang dilaporkan oleh Cahn (1933), Ivy (1958), Hodson (1957) mengenai
ameloblastoma yang berkembang dari kista periodontal atau kista dentigerous tapi hal
ini sangat jarang terjadi. Setelah perawatan dari kista odontogenik, terjadi
perkembangan dan rekurensi menjadi ameloblastoma.
Basal sel dari epitelium permukaan dari tulang rahang. Siegmund dan Weber (1926)
pada beberapa kasus ameloblastoma menemukan adanya hubungan dengan epiteluim
oral.

Gambaran Histopatologis

Ameloblastoma menunjukan berbagai macam variasi pola histologi bergantung pada arah dan
derajat differensiasi sel tumor. Klasifikasi WHO membagi ameloblastoma secara histologis
terdiri dari follikular, pleksiform, acanthomatous, sel granular dan tipe sel basal.

Tipe Folikular Ameloblastoma

Tipe folikular menunjukan gambaran histologi yang tipikal dengan adanya sarang-sarang
folikular dari sel-sel tumor yang terdiri dari sebuah lapisan periferal dari sel-sel kolumnar
atau kuboidal dan sebuah massa sentral dari sel yang tersusun jarang yang menyerupai
retikulum stellata. Degenerasi dari jaringan yang berbentuk seperti retikulum stellata itu
akan menghasilkan pembentukan kista.

Tipe Pleksiform Ameloblastoma

Tipe pleksiform ditandai dengan kehadiran sel tumor yang berbentuk seperti pita yang
tidak teratur dan berhubungan satu sama lain. Stroma Universitas Sumatera Utara
terbentuk dari jaringan ikat yang longar dan edematous fibrous yang mengalami
degenerasi kistik.

Tipe Acanthomatous Ameloblastoma

Tipe ini ditandai dengan karakteristik adannya squamous metaplasia dari retikulum stelata
yang berada diantara pulau-pulau tumor. Kista kecil terbentuk di tengah sarang sellular.
Stroma terdiri dari jaringan ikat yang fibrous dan padat.

Tipe Sel Granular

Pada ameloblatoma tipe sel granular ditandai dengan adanya transformasi dari sitoplasma
biasanya berbentuk seperti sel retikulum stelata, sehingga memberikan gambaran yang
sangat kasar, granular dan eosinofilik. Tipe ini sering melibatkan periferal sel kolumnar
dan kuboidal. Hartman melaporkan 20 kasus dari ameloblastoma tipe sel granular dan
menekankan bahwa tipe sel granular ini cenderung merupakan lesi agresif ditandai
dengan kecenderungan untuk rekurensi bila tidak dilakukan tindakan bedah yang tepat
pada saat operasi pertama. Sebagai tambahan, beberapa kasus dari tumor ini dilaporkan
pernah terjadi metastasis.

Tipe Sel Basal Ameloblastoma

Tipe sel basal ini mirip karsinoma sel basal pada kulit. Sel epithelial tumor lebih primitif
dan kurang kolumnar dan biasanya tersusun dalam lembaran-lembaran, lebih banyak dari
tumor jenis lainnya. Tumor ini merupakan tipe yang paling jarang dijumpai.

Gambaran Radiologis

Secara radiologis, gambaran ameloblastoma muncul sebagai gambaran radiolusensi yang


multiokular atau uniokular.

Multiokular

Pada tipe ini, tumor menunjukkan gambaran bagian-bagian yang terpisah oleh septa tulang
yang memperluas membentuk masa tumor.7 Gambaran multiokular ditandai dengan lesi yang
besar dan memberikan gambaran seperti soap bubble. Ukuran lesi yang sebenarnya tidak
dapat ditentukan karena lesi tidak menunjukkan garis batasan yang jelas dengan tulang yang
normal. Resopsi akar jarang terjadi tapi kadang-kadang dapat dilihat pada beberapa lesi yang
tumbuh dengan cepat.

Uniokular
Pada tipe lesi uniokular biasanya tidak tampak adanya karakteristik atau gambaran yang
patologis. Bagian periferal dari lesi biasanya licin walaupun keteraturan ini tidak dijumpai
pada waktu operasi. Pada lesi lanjut akan mengakibatkan pembesaran rahang dan penebalan
tulang kortikal dapat dilihat dari gambaran roentgen.

Sumber :

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16776/4/Chapter%20II.pdf

Sudiono, Janti, dkk. 2003. Ilmu Patologi. Buku kedokteran. Jakarta. Hlm 153.