Anda di halaman 1dari 18

ECHINODERMATA

Oleh :
Nama : Novi Wahyu Prihandini
NIM : B1J013031
Rombongan : II
Kelompok :2
Asisten : Ichsan Dwi Putra Sofiadin

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA HEWAN II

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2015
BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kingdom Animalia merupakan salah satu kingdom yang memiliki anggota


cukup banyak. Kingdom Animalia dibagi menjadi beberapa filum. Pembagian filum
kingdom animalia dilakukan berdasarkan beberapa karakter. Karakter yang
digunakan untuk membagi filum pada kingdom Animalia di antaranya adalah
konstruksi tubuh, simetri tubuh, tipe pembentukan larva, ada tidaknya metamerisme,
jumlah lapisan lembaga, dan rongga tubuh (Campbell et al., 2004).

Echinodermata merupakan hewan dengan tubuh triploblastik selomata.


Hewan ini tubuhnya berduri, terdapat 6750 spesies hidup. Tubuhnya mempunyai
bentuk simetri radial yang dibagi menjadi lima bagian. Rangka berupa keping-keping
kapur terdapat di dalam kulit dan pada umumnya mempunyai duri. Semua
Echinodermata hidup di laut. Gerakan Echinodermata lambat dan gerakannya
menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral) (Valeria, 2005).

Hewan-hewan yang termasuk filum Echinodermata dibagi ke dalam lima


kelas utama antara lain bintang laut (Astreroidea), landak laut (Echinoidea), bintang
ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), bulu babi (Echinoidea) dan teripang
(Holothuroidea). Hewan-hewan ini sangat umum dijumpai di daerah pantai terutama
di daerah terumbu karang. Beberapa jenis Echinodermata mempunyai manfaat untuk
makanan, misalnya teripang dan bulu babi. Banyak hewan ini yang bertindak sebagai
pembersih karena memakan bangkai atau sisa-sisa hewan lain yang terdapat di
pantai. Ada jenis-jenis tertentu dari bintang laut yang dapat merusak binatang karang
sehingga banyak yang mati karena dimakan (Nontji, 2005).

B. Tujuan

Tujuan dari acara praktikum kali ini adalah:

1. Mengenal beberapa anggota phylum Echinodermata.


2. Mengetahui beberapa karakter penting untuk identifikasi dan klasifikasi anggota
phylum Echinodermata.

.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani echinos artinya duri, derma artinya
kulit. Secara umum, Echinodermata berarti hewan yang berkulit duri. Hewan ini
memiliki kemampuan autotomi serta regenerasi bagian tubuh yang hilang, putus atau
rusak. Semua hewan yang termasuk dalam kelas ini bentuk tubuhnya radial simetris
dan kebanyakan mempunyai endoskeleton dari zat kapur dengan memiliki tonjolan
berupa duri. Echinodermata merupakan hewan yang memiliki kulit berduri yang
dilapisi oleh zat kapur. Bentuk tubuhnya simetri bilateral saat masih menjadi larva
dan berubah menjadi simetri radial setelah dewasa. Tubuh memiliki banyak kaki
tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan. Hewan ini memiliki
ciri yaitu hidup bebas, soliter, gerakan lamban dan tidak ada yang bersifat parasit.
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang sangat penting dalam ekosistem
laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan
sampah organik dan hewan kecil lainnya. Jenis-jenis Echinodermata dapat bersifat
pemakan seston atau pemakan destritus, sehingga peranannya dalam suatu ekosistem
untuk merombak sisa-sisa bahan organik yang tidak terpakai oleh spesies lain namun
dapat dimanfaatkan oleh beberapa jenis Echinodermata. Echinodermata mengandung
unsur-unsur kimia yang memiliki nilai tinggi di bidang pangan, obat-obatan dan
sering dijadikan barang koleksi hiasan yang indah. Kelompok utama Echinodermata
terdiri dari lima kelas, yaitu kelas Asteroidea (bintang laut) contoh: Archaster
typicus, kelas Ophiuroidea (Bintang Ular) contoh: Amphiodiaurtica, kelas
Echinoidea (Landak Laut) contoh: Diademasetosium, kelas Crinoidea (lilia laut)
contoh: Antedon-rosacea, dan kelas Holothuroidea (Tripang Laut) contoh:
Holothuriascabra (Katili, 2011).
Biota laut yang termasuk ke dalam filum Echinodermata salah satunya adalah
bintang laut. Bintang laut termasuk ke dalam kelas Asteroidea. Hewan ini
mempunyai kulit yang ditutupi oleh duri-duri halus sehingga tergolong ke dalam
filum Echinodermata. Bintang laut seringkali ditemukan mempunyai lima lengan,
kadang juga terlihat hanya empat bahkan enam lengan. Salah satu lengan terputus
maka lengan baru akan terbentuk dengan segera karena adanya daya regenerasi
hewan ini. Secara umum, hewan ini mempunyai badan relatif tipis. Bagian dorsal
ditemukan madreporit dan anus maka pada ventral ditemukan mulut serta kaki
tabung (kaki ambulakral) pada setiap lengannya. Madreporit adalah sejenis lubang
yang mempunyai saringan dalam menghubungkan air laut dengan sistem pembuluh
air dan lubang kelamin. Kondisi lengan yang kaku serta menyukai habitat dengan
substrat yang berpasir membuatnya mudah dibedakan dengan bintang ular laut.
Hewan ini sering ditemukan hidup dalam kelompok kecil dengan membenamkan diri
di dalam pasir. Biota ini terjebak di genangan air yang dangka, jika air laut surut
(Gaffar et al., 2014).
Teripang adalah salah satu anggota hewan berkulit duri (Echinodermata).
Duri pada teripang sebenarnya merupakan rangka atau skelet yang tersusun dari zat
kapur dan terdapat di dalam kulitnya. Rangka dari zat kapur itu tidak dapat terlihat
dengan mata telanjang karena sangat kecil sehingga perlu menggunakan mikroskop.
Tidak semua jenis teripang mempunyai duri, beberapa jenis teripang tidak memiliki
duri. Terdapat sekitar 1.250 jenis teripang yang telah didiskripsikan oleh para
taksonom. Teripang teripang tersebut dibedakan dalam enam bangsa (ordo) yaitu
Dendrochirotida, Aspidochirotida, Dactylochirotida, Apodida, Molpadida, dan
Elasipoda (Elfidasari et al., 2012). Tubuh teripang umumnya berbentuk bulat panjang
atau silindris sekitar 10-30 cm, dengan mulut pada salah satu ujungnya dan anus
pada ujung lainnya. Mulut teripang dikelilingi oleh tentakel atau lengan peraba yang
kadang bercabang-cabang. Tubuhnya berotot, sedangkan kulitnya dapat halus atau
berbintil. Habitat teripang tersebar luas di lingkungan perairan di seluruh dunia,
mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan
Samudra Pasifik Barat. Beberapa diantaranya lebih menyukai perairan dengan dasar
berbatu karang, yang lainnya menyukai rumput laut atau dalam liang pasir dan
lumpur. Jenis teripang yang termasuk dalam Holothuria, Scitopus dan Muelleria
memiliki habitat berada di dasar berpasir halus, terletak di antara terumbu karang,
dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Bordbar et al., 2011).
Bintang ular merupakan salah satu hewan yang termasuk ke dalam kelas
Ophiuroidea. Bintang ular dapat menempati ekosistem terumbu karang, atau hidup
bebas di dasar perairan lepas pantai. Daerah ekosistem terumbu karang biota ini
menempati berbagai habitat seperti karang hidup, karang mati, pecahan karang, dan
daerah lamun. Biota ini mempunyai sifat fototaksis negatif dan cenderung hidup
bersembunyi di daerah penyebarannya. Bintang mengular pada umumnya bersifat
kriptik atau hidup bersembunyi. Biota ini bersifat fototaksis negatif, jadi hidup
kriptik merupakan upaya untuk menghindari intensitas cahaya yang kuat. Hidup
kriptik berarti juga merupakan upaya perlindungan dari serangan biota predator.
Ophiuroidea memiliki rangka dari kalsium karbonat. Bentuk tubuhnya mirip dengan
Asteroidea. Kelima lengan Ophiuroidea menempel pada cakram pusat. Ophiuroidea
memiliki lima rahang. Bagian belakang rahang terdapat kerongkongan pendek dan
perut besar, serta buntu yang menempati setengah cakram. Ophiuroidea tidak
memiliki usus maupun anus. Pencernaan terjadi di perut. Pertukaran udara dan
ekskresi terjadi pada kantong yang disebut bursae. Kelamin terpisah pada
kebanyakan spesies. Gamet disebar oleh bursal sacs. Sistem saraf terdiri atas cincin
saraf utama yang bekerja di sekitar cakram utama. Ophiuroidea tidak memiliki mata,
atau sejenisnya, tetapi merereka memiliki kemampuan untuk merasakan cahaya
melalui reseptor pada epidermis. Mereka dibantu dengan rangka internal yang terbuat
dari kalsium karbonat. Pembuluh dari sistem vaskular air berakhir di kaki tabung.
Sistem vaskular air umumnya memiliki satu madreporit (Hegner et al., 1968).
Bulu babi merupakan salah satu hewan dari kelas Echinoidea. Bulu babi
memiliki bentuk dasar tubuh segilima. Mempunyai lima pasang garis kaki tabung
dan duri panjang yang dapat digerakkan. Kaki tabung dan duri memungkinkan
binatang ini merangkak di permukaan karang dan juga dapat digunakan untuk
berjalan di pasir. Cangkang luarnya tipis dan tersusun dari lempengan-lempengan
yang berhubungan satu sama lain. Hewan ini tidak mempunyai lengan
(Brotowidjojo, 1989). Umumnya memiliki tubuh berbentuk seperti bola dengan
cangkang yang keras berkapur dan dipenuhi dengan duri-duri. Durinya amat panjang,
lancip seperti jarum dan sangat rapuh. Duri-durinya terletak berderet dalam garis-
garis membujur dan dapat digerak-gerakkan, panjangnya dapat mencapai ukuran 10
cm dan lebih serta mengandung racun untuk proteksi diri. Berdasarkan bentuk
tubuhnya, kelas Echinodoidea dibagi dalam dua subkelas utama, yaitu bulu babi
beraturan (regular sea urchin) dan bulu babi tidak beraturan (irregular sea urchin).
Tubuh bulu babi sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral, aboral, dan bagian
diantara oral dan aboral. Bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan pada
bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial. Lempeng-lempeng ambulakral
dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem peristomial
(Brotowidjojo, 1989).
Contoh hewan lain dari kelas Echinoidea adalah dolar pasir atau Sand dollar.
Ciri-ciri khusus dolar pasir yaitu tidak memiliki lengan, akan tetapi mereka memiliki
lima baris kaki tabung yang berfungsi dalam pergerakkan lambat dan dolar pasir
memiliki bentuk tubuh pipih dan berbentuk cakram. Habitat hewan ini biasanya
dipantai, batu karang, dasar laut, lumpur. Letak diantara duri berfungsi untuk
menangkap makanan atau untuk membersihkan tubuh. Dolar pasir berwarna abu-abu,
coklat, hitam atau warna ungu. Ukurannya bermacam-macam dengan bentuk tubuh
melingkar. Tubuh mereka ditutupi dengan halus, kaki dengan silia, dan seperti
echinodermata lainnya mereka memiliki lima kali lipat simetri radial. Mulut, anus,
dan makanan lekukan berada di permukaan (oral) lebih rendah dan permukaan aboral
memiliki petalidium, atau struktur berbentuk kelopak, dengan kaki tabung. Individu
mati akan berwarna abu-abu atau putih, yang sering ditemukan terdampar di pantai.
Dolar Pasir memiliki sistem air vaskular dari rongga internal atau coelom yang
terhubung dengan kaki tabung. Kaki tabung tersebut diatur dalam lima baris
berpasangan dan ditemukan pada ambulakral lima bidang radial pada permukaan
bawah hewan, serta digunakan untuk bergerak, makan, dan respirasi. Kelima
ambulakral baris bergantian dengan lima bidang interambulakral, di mana lempeng
berkapur mengalami perluasan (Hegner et al., 1968).
Lili laut atau Crinoidea adalah salah satu anggota filum
Echinodermata. Bentuk tubuh dan penampilannya menyerupai
tanaman lili atau pakis. Bagi orang awam lili laut mungkin dianggap
sebagai flora laut, apalagi bagian tangannya mempunyai corak
warna yang beraneka ragam, hijau, kuning, merah, hitam atau
kombinasi dari dua atau lebih warna. Secara umum Crinoidea dapat
digolongkan dalam dua kelompok besar yaitu Comatulida atau lili
laut yang hidup bebas dan bisa berpindah tempat, dan "stalked
crinoid" atau lili laut bertangkai. Kelompok lili laut yang disebutkan
belakangan ini, hidupnya di dasar laut dan tidak bisa berpindah
tempat (Jasin, 1992). Lili laut ditemukan di semua laut dengan
kedalaman antara 0 - 6000 m. Jenis Comatulida hidup di perairan
dangkal sedangkan lili laut bertangkai (stalked crinoids) hidup di
laut dalam. Lili laut pada umumnya mempunyai cara dan kebiasaan
makan yang sama dengan kelompok hewan Echinodermata lainnya
yaitu termasuk kedalam kelompok biota pemakan penyaring (filter
feeders) (Brotowidjojo, 1989).
BAB III. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat-alat yang digunakan pada saat acara praktikum Echinodermata adalah


bak preparat, pinset, kaca pembesar, gloves, laptop dengan jaringan internet dan alat
tulis.
Bahan yang digunakan dalam acara praktikum Echinodermata adalah
spesimen hewan Phylum Echinodermata diantaranya yaitu Sea star (bintang laut),
Serpent star/brittle star (bintang ular laut), sea urchin (bulu babi), sea cucumber
(timun laut) dan Sand dollar (dolar pasir).

B. Metode
Metode yang dilakukan dalam praktikum antara lain:
1. Karakter pada spesimen diamati, digambar, dan dideskripsikan berdasarkan ciri-
ciri morfologi.
2. Spesimen diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi dan dicari
klasifikasinya di dalam web: spesies-identification.org.
3. Laporan sementara dibuat dari hasil praktikum.
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Keterangan:
1. Mulut
2. Lekuk ambulakral
3. Kaki tabung
4. Pedicellaria
5. Madreporit
6. Anus
7. Lengan

Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Asteroidea
Luidia foliolata Ordo : Paxillosida
(Tampak Oral) Family : Luidiidae
Genus : Luidia
Spesies : Luidia foliolata

Luidia foliolata
(Tampak Aboral)
Keterangan:
1. Lengan
2. Mulut
3. Stomach
4. Radial canal
5. Duri
6. Vertebrae

Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Ophiuroidea
Family : Ophiocomidea
Ordo : Ophiuroidea
Ophiocoma erinaceus Genus : Ophiocoma
(Tampak Oral) Spesies : Ophiocoma erinaceus

Ophiocoma erinaceus
(Tampak Aboral)

Keterangan:
1. Lunulla
2. Bursa genital
3. Lengan
4. Mulut
5. Anus
6. Food groove

Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Sub Phylum : Echinozoa
Class : Echinoidea
Sub Class : Euechinoidea
Ordo : Clypaesteroida
Family : Astriclypeidae
Genus : Sculpsitechinus
Spesies :Sculpsitechinus tenalssimus

Echinodiscus truncatus
(Tampak Oral)

Echinodiscus truncatus
(Tampak Aboral)
Keterangan:
1. Gigi
2. Protostomnotches
3. Tubercle
4. Ambulakral
5. Interambulakral
6. Genital plate
7. Genital pore
8. Anus
Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Phylum : Echinodermata
Class : Echinoidea
Ordo : Diadematoidea
Diadema antillarum Family : Diadematidae
(Tampak Oral) Genus : Diadema
Spesies : Diadema antillarum

Diadema antillarum
(Tampak Aboral)
B. Pembahasan

Acara praktikum Echinodermata menggunakan berbagai macam spesimen


hewan yang mewakili kelima kelas dari phylum Echinodermata, yaitu kelas
Crinoidea, Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, dan Holothuria. Spesimen hewan
yang digunakan diantaranya yaitu Sea star, Serpent star / Brittle star, Sea urchin, sea
cucumber, dan Sand dollar. Hewan yang digunakan dan telah berhasil diidentifikasi
dalam acara praktikum kali ini yaitu Luidia foliolata sebagai hewan dari kelas
Asteroidea, Ophiocoma erinaceus sebagai hewan dari kelas Ophiuroidea,
Sculpsitechinus tenalssiimus sebagai hewan dari kelas Echinoidea, dan Sea
cucumber sebagai hewan dari kelas Holothuria.
Spesies yang telah berhasil diidentifikasi dari kelas Asteroidea adalah Luidia
foliolata, atau lebih dikenal dengan nama lokal yaitu sea star atau bintang laut. Ciri-
ciri dari hewan kelas Asteroidea adalah memiliki lengan yang terhubung dengan
lempeng pusat (central disk), mempunyai kaki ambulakral, memiliki kaki tabung
yang dilengkapi dengan cakram penghisap (suction disk), memiliki bentuk tubuh
yang pipih, serta berhabitat di laut. Bintang laut ketika tubuhnya dilihat dari tampak
bagian oral akan terlihat bagian-bagian tubuh berupa mulut, lekuk ambulakral yang
posisinya terbuka, kaki tabung, dan pedicellaria yang merupakan spina termodifikasi
yang berfungsi untuk membersihkan tubuh. Dilihat dari tampak bagian aboral akan
terlihat bagian-bagian tubuh berupa madreporit yang berguna sebagai tempat keluar
masuknya air, anus, dan lengan.
Spesies yang telah berhasil diidentifikasi dari kelas Ophiuroidea adalah
Ophiocoma erinaceus, atau lebih dikenal dengan nama lokal yaitu Serpent star /
Brittle star atau bintang ular laut. Ciri-ciri dari hewan kelas Ophiuroidea adalah
memiliki lengan yang terhubung dengan lempeng pusat (central disk) tetapi terdapat
perbedaan dengan kelas Asteroidea yaitu terdapat jarak yang jelas antara lengan,
memiliki lekukan ambulakral yang tertutup, memiliki kaki tabung yang tidak
dilengkapi dengan cakram penghisap (suction disk), memiliki bentuk tubuh yang
memipih, serta berhabitat di laut. Bintang ular laut memiliki bagian-bagian tubuh
berupa lengan, mulut dilihat pada bagian oral, lambung, radial canal yang berguna
sebagai tempat keluar masuknya air, duri-duri yang terletak sepasang diseluruh sisi
lengan, dan vertebrae yang memiliki ukuran kecil tetapi tidak kompleks, serta
bintang ular laut tidak memiliki anus.
Spesies yang telah berhasil diidentifikasi dari kelas Echinoidea adalah
Sculpsitechinus tenalssimus yang lebih dikenal dengan nama lokal yaitu sand dollar
atau dolar pasir dan Diadema antillarum atau yang lebih dikenal dengan nama lokal
yaitu bulu babi. Ciri-ciri dari hewan kelas Echinoidea adalah memiliki tubuh yang
bulat atau globular, memiliki duri yang panjang maupun pendek tergantung
spesiesnya serta keras tetapi mudah patah, memiliki spina yang dapat digerakkan,
tidak memiliki lengan, dan berhabitat di laut. Dolar pasir ketika tubuhnya dilihat dari
tampak bagian oral akan terlihat bagian-bagian tubuh berupa mulut, anus dan food
groove yang berguna sebagai alat transportasi nutrisi, sedangkan ketika dilihat dari
tampak bagian aboral akan terlihat bagian-bagian tubuh berupa lunulla yang berguna
sebagai tempat keluar masuknya air jumlah lunulla ini banyaknya tergantung jenis
spesies, dan jenis spesies ini memiliki 2 lunulla selain itu perbedaan antara lunulla
dengan madreporit adalah lunulla berfungsi pula untuk membantu pergerakan keluar
masuknya air karena ia hidup di tempat yang berpasir sedangkan madreporit hanya
berguna sebagai tempat keluar masuknya air, kemudian terdapat bursa genital yang
berfungsi untuk reproduksi, dan terdapat lengan. Bulu babi ketika tubuhnya dilihat
tampak bagian oral akan terlihat bagian-bagian tubuh berupa gigi yang terdapat di
dalam mulutnya, protostom yang merupakan selaput mulut, protostomnotches yang
berfungsi untuk membatasi selaput mulut dengan bagian ambulakral dan inter
ambulakral, dan tubercle yang berfungsi sebagai tempat menempelnya duri-duri.
Tampak bagian aboral akan terlihat bagian-bagian tubuh berupa ambulakral,
interambulakral, genital plate, genital pore, dan anus.
Contoh hewan dari kelas Holothuroidea adalah Sea Cucumber atau timun laut
atau teripang. Ciri-ciri hewan dari kelas ini yaitu memiliki tubuh yang memanjang
sepanjang aksis oral-aboral, tidak memiliki lengan tetapi memiliki spikula yang
berfungsi untuk proteksi, ossicle tertanam di dalam lapisan otot tubuh, memiliki
tentakel yang mengelilingi sepanjang bagian oral (circumoral), memiliki tubuh yang
lunak. Sedangkan untuk contoh hewan dari kelas Crinoidea adalah lili laut yang
bentuknya seperti tumbuhan tetapi pada acara praktikum kali ini tidak menggunakan
specimen dari kelas Crinoidea, hanya menggunakan keempat kelas Echinodermata
yang lainnya. Hewan dari kelas Crinoidea merupakan hewan yang paling primitif
diantara hewan-hewan dari keempat kelas yang lain, ciri-ciri hewan dari kelas ini
yaitu memiliki lengan yang berguna untuk menempel pada substrat karena seluruh
hewan dari kelas ini merupakan sessil serta hewan ini juga memiliki pinula yang
bentuknya seperti daun dan merupakan lengan memanjang yang berfungsi sebagai
tempat keluar masuknya air.
Phylum Echinodermata secara umum meliputi hewan yang memiliki kulit
berduri. Karakteristik yang dimiiki oleh anggota phylum Echinodermata diantaranya
yaitu memiliki tubuh triploblastik selomata, memiliki ossicle, memiliki simetri tubuh
bilateral ketika masih berada dalam fase larva dan ketika telah tumbuh menjadi
dewasa simetri tubuh menjadi simetri pentaradial, memiliki sistem pengaturan air
dengan kanal-kanal yang disebut sistem ambulakral, memiliki sistem saraf yang
terdiri atas nerve net, nerve ring, dan saraf radial. Hewan ini dalam pergerakannya
menggunakan kaki tabung atau disebut juga dengan kaki ambulakral. Sistem
reproduksi dilakukan secara fertilisasi eksternal dan merupakan dioecious,
pernapasannya melalui kulit serta telah memiliki sistem pencernaan yang sudah
sempurna terkecuali untuk bintang ular laut belum memiliki sistem pencernaan yang
sempurna sebab ia tidak memiliki anus.
Langkah-langkah yang dilakukan pada saat identifikasi setiap spesimen
dimulai dari pengenalan karakter penting apa saja yang dimiliki oleh Phylum
Echinodermata secara umum, kemudian lebih spesifik kepada pengenalan akan
karakter-karakter yang dimiliki oleh setiap kelas dari Phylum Echinodermata.
Karakter kemudian disesuaiakan dan dicandrakan kepada setiap spesimen yang ada
sehingga praktikan dapat mengetahui secara langsung bagian-bagian tubuh dan
karakter yang dimilikinya secara langsung yang kemudian informasi tersebut ditulis
di dalam laporan sementara, kemudian setelah mengetahui karakternya untuk
identifikasi, kemudian untuk mengetahui spesimen yang digunakan memiliki nama
ilmiah atau jenis spesies tertentu disesuaikan karakter yang ada dengan spesies yang
terdaftar atau berada di situs spesies-indentification.org sehingga didapatkan dan
diketahui nama spesies beserta klasifikasi dari setiap spesimen tersebut.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan serta tujuan dari acara praktikum kali ini
di dapatkan kesimpulan yaitu:
1. Phylum Echinodermata terbagi menjadi lima kelas yaitu kelas Crinoidea dengan
contoh anggota dari kelas ini yaitu lili laut, Kelas Asteroidea dengan contoh
anggotanya yaitu Bintang Laut atau Sea star, Kelas Ophiuroidea dengan contoh
anggotanya yaitu Serpent star / Brittle star atau Bintang ular laut, Kelas
Echinoidea dengan contoh anggotanya yaitu Sea urchin dan Sand dollar, dan
Kelas Holothuria dengan contoh anggotanya yaitu Sea cucumber atau Teripang.
2. Karakter penting yang dimiliki oleh Phylum Echinodermata untuk identifikasi dan
klasifikasi diantaranya yaitu tubuh triploblastik selomata, memiliki ossicle,
memiliki simetri tubuh bilateral ketika masih berada dalam fase larva dan ketika
telah tumbuh menjadi dewasa simetri tubuh menjadi simetri pentaradial, memiliki
sistem pengaturan air dengan kanal-kanal yang disebut sistem ambulakral,
memiliki sistem saraf yang terdiri atas nerve net, nerve ring, dan saraf radial.

B. Saran

Saran untuk praktikum kali ini yakni agar preparat yang digunakan bagian-
bagian tubuhnya dapat lebih terjaga keutuhannya agar tidak mudah rapuh dan rusak
sehingga praktikan dapat melihat secara langsung karakter yang dimiliki oleh
preparat tersebut dan proses identifikasi menjadi lebih mudah lagi.
DAFTAR REFERENSI

Bordbar, S., Anwar, F., dan Saari, N. 2011. High-value Components and Bioactives
from Sea Cucumbers for Functional Foods-A Review. Review Marine Drugs.
9: 1765-1805.
Brotowidjojo, Mukayat. Djarubito. 1989. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Campbell, N. A., Reece, J. B., dan Mitchell, L. G. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 2.
Jakarta: Erlangga.
Elfidasari Dewi., Noriko Nita,. Wulandari Ninditasya., dan Perdana Analekta Tiara.
2012. Identifikasi Jenis Teripang Genus Holothuria Asal Perairan Sekitar
Kepulauan Seribu Berdasarkan Perbedaan Morfologi. Jurnal Al-Azhar
Indonesia Seri Sains Dan Teknologi. 1(3): 140-146.

Hegner, Robert, W. dan Joseph, G. Engemann. 1968. Invertebrates Zoologi. London:


The Sea Cucumber Macmillan Company Collier-Macmilllan Limited.
Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.
Katili, Abubakar. Sidik. 2011. Struktur Komunitas Echinodermata Pada Zona
Intertidal Di Gorontalo. Jurnal Penelitian dan Pendidikan, 8(1): 51-61.

Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Jakarta : Djambatan.


Valeria, Matrang. 2005. Echinodermata. Berlin: Springer.