Anda di halaman 1dari 12

Daftar isi

Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab 1 pendahuluan

1.1Latar belakang
1.1.1 Pengertian isolasi

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Apa itu isolasi?

1.2.2 Apa saja jenis isolasi listrik?

1.2.3 Apa itu isolasi padat, cair, dan gas?

1.2.4 Apa saja contoh-contoh isolasi padat, cair, dan gas?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui apa itu isolasi

1.3.2 Untuk mengetahui jenis-jenis isolasi listrik

1.3.3 Untuk mengetahui manfaat isolasi listrik

1.3.4 Untuk mengetahui penerapan isolasi listrik dalam


kehidupan sehari-hari

1.4 Manfaat

1.4.1 Dapat menambah wawasan tentang isolasi listrik

bab 2 Dasar Teori

bab 3 Penutup

4.1 simpulan
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa,


karena atas berkat rahmat dan petunjuk-Nyalah Paper Bahan
Isolasi pada, cair, dan gas ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Ucapan terima kasih saya berikan kepada semua pihak
yang telah banyak membantu saya dalam penyusunan paper ini.

paper ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah


material teknik elektro dan memberikan pengetahuan mengenai
bahan isolasi pada, cair, dan gas. saya menyadari sepenuhnya
makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga saya sebagai
penyusun mengharapkan berbagai saran dan kritik yang bersifat
membangun, agar nantinya dapat dijadikan pedoman bagi saya
dalam penyusunan makalah berikutnya.

Denpasar, 10 desember 2016


Daftar Isi

JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 latar
belakang
1.2 rumusa
n masalah
1.3 tujuan
1.4 manfaa
t

BAB 2 DASAR TEORI

2.1 isolasi cair

2.2 isolasi gas

2.3 isolasi padat

BAB 3 PENUTUP

3.1 simpulan

3.2 saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang.


Bahan penyekat atau sering disebut dengan istilah
isolasi adalah suatu bahan yang digunakan dengan tujuan
agar dapat memisahkan bagian bagian yang bertegangan
atau bagian bagian yang teraliri listrik.
Elektron-elektron pada isolator sulit untuk bergerak
atau bahkan sangat sulit berpindah, walaupun telah terkena
dorongan dari luar. Bahan isolasi berfungsi untuk
memisahkan bagian-bagian yang mempunyai beda tegangan
atau dua buah penghantar atau lebih yang saling berdekatan
supaya diantara bagian bagian tersebut tidak terjadi
lompatan listrik (flsh-over) atau percikan (spark- over). Bahan
isolator sering digunakan untuk bahan penyekat (dielektrik).
Penyekat listrik terutama dimaksudkan agar listrik tidak
dapat mengalir jika pada bahan penyekat tersebut diberi
tegangan listrik.
Bahan Isolasi mempunyai jenis-jenis, seperti siolasi
padat, cair dan gas, setiap jenis memiliki Kemampuan
menahan kebocoran arus (ketahanan isolasi) berbeda-beda,
tergantung pada jenis bahan isolator, struktur bahan, proses
pengolahan/pembuatan, serta perlakuan terhadap isolator
pada waktu penyimpanan maupun pada saat instalasi.
Kegagalan isolasi pada peralatan tegangan tinggi yang
terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa
menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinyuitas sistem
menjadi terganggu. Dengan Mengenal jenis bahan isolasi
maka akan mengetahui penempatan bahan isolasi sesuai
kegunaan dan tempatnya.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan
beberapa permasalahan yaitu;
1. Apa saja jenis isolasi listrik?
2. Apa itu isolasi padat, cair, dan gas?
3. Apa saja contoh-contoh isolasi padat, cair, dan gas?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah ;

1. Untuk mengetahui jenis-jenis isolasi listrik

2. Untuk mengetahui manfaat isolasi listrik

3. Untuk mengetahui penerapan isolasi listrik dalam


kehidupan sehari-hari

1.4 Manfaat

1. dapat mengetahui jenis isolasi

2. mengetahui apa saja contoh dari isolasi

2. dapat menambah wawasan tentang isolasi listrik


BAB 2 Pembahasan

Isolasi adalah suatu bahan yang digunakan sebagai


pembatas dan pengaman pada peralatan listrik yang
mempunyai kekuatan listrik yang cukup untuk menjamin faktor
keselamatan yang di perlukan pada saat peralatan listrik
tersebut beroperasi maupun tidak beroperas. Bahan isolasi yang
digunakan dalam teknik tegangan tinggi dibedakan menjadi
bahan isolasi padat, cair, dan gas

A. Isolasi cair

Isolasi cair memiliki dua fungsi yaitu sebagai pemisah antara


bagian yang bertegangan dan juga sebagai pendingin
Sehingga banyak digunakan pada peralatan seperti
transformator, Pemutus Tenaga, switch gear.

Bahan isolai cair merupakan bahan pengisi pada beberapa


peralatan listrik. Bahan isolasi cair ini biasanya digunakan pada
peralatan seperti transformator, pemutus beban, rheostat.
Bahan isolasi cair memiliki dua fungsi yaitu sebagai pemisah
antara bagian yang bertegangan atau pengisolasi dan juga
sebagai pendingin. Persyaratan agar bahan cair dapat
digunakan sebagai bahan isolasi adalah mempunyai tegangan
tembus dan daya hantar panas yang tinggi (Muhaimin, 1991).

Keunggulan isolasi cair sebagai berikut;

1. Isolasi cair memiliki kerapatan 1000 kali atau lebih


dibandingkan dengan isolasi gas, sehingga memiliki kekuatan
dielektrik yang lebih tinggi menurut hukum Paschen.
2. . Isolasi cair akan mengisi celah atau ruang yang akan
diisolasi dan secara serentak melalui proses konversi
menghilangkan panas yang timbul akibat rugi energi.
3. Isolasi cair cenderung dapat memperbaiki diri sendiri (self
healing) jika terjadi pelepasan muatan (discharge). Namun
kekurangan utama isolasi cair adalah mudah terkontaminasi.

Contoh dari isolasi cair adalah sebagai berikut ;

1. minyak trasnformator

Minyak transformator adalah minyak mineral yang diperoleh


dengan pemurnian minyak mentah. Dalam pemakaiannya,
minyak ini karena pengaruh panas dari rugi-rugi didalam
transformator akan timbul hidrokarbon. Selain berasal dari
minyak mineral, minyak transformator dapat pula yang dapat
dibuat dari bahan organik, misalnya minyak trafo piranol,
silicon . Sebagai bahan isolasi, minyak transformator harus
mempunyai tegangan tembus yang tinggi.

Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya


direndam dalam minyak-trafo, terutama trafo-trafo tenaga
yang berkapasitas besar, karena minyak trafo mempunyai sifat
sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan bersifat pula
sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga
berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Untuk itu
minyak trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a) Kekuatan isolasi tinggi


b) Penyalur panas yang baik memiliki berat jenis yang kecil,
sehingga partikel- partikel dalam minyak dapat
mengendap dengan cepat
c) Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan
kemampuan pendinginan menjadi lebih baik
d) Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang dapat
membahayakan
e) Tidak merusak bahan isolasi padat
f) Sifat kimia yang stabil

2. Sovol

Sovol adalah cairan yang agak kental, tidak berwarna. Massa


jenisnya jauh lebih besar dari minyak transformator yaitu 1,5
g/cm3. Tegangan tembus sovol kurang lebih sama dengan minyak
transformator yaitu 20 kV/cm, sedangkan permitivitasnya lebih
tinggi. Bahan sovol ditambah sedikit dengan Trichlorobenzena
(C8H3L3) untuk mengurangi kekentalannya diperoleh bahan baru
dengan nama Sovtol.

Salah satu manfaat penggunaan sovol dan sovtol adalah


karena pencampuran uapnya dengan udara tidak terbakar dan
tidak menyebabkan ledakan. Karena itu transformator yang diisi
dengan sovtol tidak mempunyai resiko kebakaran dan dapat
dipasang di dalam ruangan jika transformator minyak biasa tidak
memungkinkan dipasang.

Sovol dan sovtol tidak dapat digunakanuntuk bahan isolasi


pemutus, karena akibat adanya busur api pada waktu terjadinya
pemutusan akan menghasilkan karbon. Kekurangannya yang lian,
bahan ini adalah beracun, karena itu jika mengunakan bahan ini
harus diimbangi dengan ventilasi yang baik.
B. ISOLASI GAS

Bahan isolasi gas digunakan sebagai pengisolasi dan


sekaligus sebagai media penyalur panas. Bahan isolasi gas dapat
berupa udara, sulphur hexa fluorida (SF6) dan gas-gas lainnya
yang lazim digunakan di dalam teknik listrik.
Hubungan antara tegangan tembus dan jarak untuk udara
tidak linier sepertiditunjukkan pada gambar sebagai berikut

Kalau dua buah elektroda yang dipisahkan dengan udara


mempunyai beda tegangan yang cukup tinggi yaitu tegangan yang
melebihi tegangan tembus, makaakan timbul loncatan bunga api.
Bila tegangan tersebut dinaikkan lagi, maka akanterjadi busur api.

Jika terdapat dua buah elektroda berbentuk bulat dipisahkan


dengan udarayang jaraknya cukup besar untuk harga tegangan
dan memungkinkan terjadinyaionisasi pada udara sekitarnya maka
terbentuklah ozon. Pada sekitar elektrodatersebut akan timbul
sinar terang kebiru-biruan yang disebut korona.

Besarnya tegangan tembus pada udara dipengaruhi oleh


besarnya tekananudara. Secara umum, makin besar tekanannya,
makin besar juga tegangantembusnya. Tetapi untuk keadaan
pakem justru tegangan tembus akan menjadilebih besar. Keadaan
yang demikian inilah yang digunakan atau diterapkan pada
beberapa peralatan listrik.

Sulphur Hexa Fluorida (SF6)

Sulphur hexa Fluorida (SF6) merupakan suatu gas bentukan


antara unsur sulphur dengan fluor dengan reaksi eksotermis:

S + 3 F2 SF2+ 262 kilo kalori.

Molekul SF6 seperti ditunjukkan pada gambar sebagai berikut:

Gambar : Molekul sulphur hexa fluorida

Terlihat pada gambar diatas bahwa molekul SF 6 mempunyai


6 atom fluor yang mengelilingi sebuah atom sulphur, di sini
masing-masing atom fluor mengikat 1 buah elektron terluar atom
sulphur. Dengan demikian maka SF6 menjadi gas yanginert atau
stabil seperti halnya gas mulia.

Sampai saat ini SF6 merupakan gas terberat yang


mempunyai massa jenis6,139 kg / m3 yaitu sekitar 5 kali berat
udara pada suhu nol derajat celsius dantekanan 1 atmosfir.

ifat lainnya adalah : tidak terbakar, tidak larut dalam air,


tidak beracun, tidak berwarna dan tidak berbau. SF6 juga
merupakan bahan isolasi yang baik yaitu 2,5 kali kemampuan
isolasi udara. Perbandingan SF6 dengan beberapa gas lainseperti
tercantum pada tabel sebagai berikut:

tabel : sifat dari beberapa gas

Seperti telah disebutkan di atas, bahwa untuk pembentukan


SF6 menjadiSulphur dan Fluor memerlukan panas dari sekelilingnya
sebesar 262k . kalori/molekul.Hal ini tepat sekali digunakan untuk
bahan pendinginan pada peralatan listrik yang menimbulkan panas
atau bunga api pada waktu bekerja , misalnya: sakelar pemutus
beban.

Sifat dari SF6 sebagai media pemadam busur api dan relevansinya
padasakelar pemutus beban adalah :
a. Hanya memerlukan energi yang rendah untuk
mengoperasikanmekanismenya. Pada prinsipnya, SF 6
sebagai pemadam busur apiadalah tampa memerlukan
energi untuk mengkompresikannya,namun semata-mata
karena pengaruh panas busur api yang terjadi
b. Tekanan SF6 sebagai pemadam busur api maupun sebagai
pengisolasi dapat dengan mudah dideteksi.
c. Penguraian pada waktu pemadaman busur api maupun
pembentukannya kembali setelah pemadaman adalah
menyeluruh(tidak ada sisa unsur pembentuknya).
d. Relatif mudah terionisasi sehingga plasmanya pada
CBkonduktivitasnya tetap rendah dibandingkan pada
keadaan dingin.Hal ini mengurangi kemungkinan busur api
tidak stabil dengandemikian ada pemotongan arus dan
menimbulkan tegangan antar kontak.
e. Karakteristik gas SF6 adalah elektro negatif sehingga
penguraiannya menjadikan dielektriknya naik secara
bertahap.f.Transien frekuensi yang tinggi akan naik selama
operasi pemutusan dan dengan adanya hal ini busur api akan
dipadamkan pada saat nilai arusnya rendah.

C. ISOLASI PADAT

Kesimpulan

Penutup

Beri Nilai