Anda di halaman 1dari 6

KLASIFIKASI KELAS PERALATAN ELEKTROMEDIS

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah


PERALATAN BEDAH & ANASTESI DASAR

Disusun Oleh :
M. IKHSAN FAISAL
NIM : ETE10150019

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTROMEDIK


POLITEKNIK UNGGULAN KALIMANTAN
TAHUN AKADEMIK 2015 / 2016
A. Pengertian Vaporizer
Vaporizer adalah salah satu komponen dari mesin anestesi yang berfungsi untuk
menguapkan zat anestesi cair yang mudah menguap. Alat ini dilengkapi dengan angka
penunjuk (dial) yang berfungsi untuk mengatur besar kecil konsentrasi zat anestesi
yang keluar. Anestetik volatil (spt halothan, isoflurane, desflurane atau sevoflurane)
harus diuapkan sebelum diberikan ke pasien. Vaporizer mempunyai knob yang
dikalibrasikan untuk konsentrasi yang secara tepat menambahkan anestetik volatil ke
campuran aliran gas dari seluruh flowmeter. Terletak antara flowmeter dan common
gas outlet. Lebih lanjut, kecuali mesin hanya bisa menampung satu vaporizer, semua
mesin anestesi harus mempunyai alat interlocking atau ekslusi untuk mencegah
penggunaan lebih dari satu vaporizer secara bersamaan.

Gambar 1. Vaporizer

B. Cara kerja penguapan vaporizer


Pada temperatur tertentu, melekul dari zat volatil dalam tempat tertutup akan
berdistribusi dalam fase cair dan gas. Molekul gas menghantam dinding kontainer,
menciptakan tekanan uap dari zat itu. Makin tinggi temperaturnya, makin tinggi
kecendrungan molekul berubah dari cair ke gas, dan makin tinggi tekanan uapnya.
Penguapan memerlukan energi, yang didapat dari kehilangan panas dari fase cair.
Ketika penguapan berlangsung, temperatur zat cair turun dan tekanan uap menurun
hingga terdapat kalor yang dapat masuk ke sistem. Vaporizer memiliki ruangan dimana
gas pembawa akan larut bersama zat volatil.

C. Macam-macam vaporizer
1. Fluotec vaporizer
Ini termasuk vaporizer yang akurat, tetapi keakuratannya dipengaruhi oleh
suhu, lamanya penggunaan, jumlah obat halothane yang berefek didalamnya, dan
aliran gas yang diberikan. Semakin besar faktor-faktor yang mempengaruhi
semakin besar konsentrasi uap yang dikeluarkan. Selain dari pada itu ada sedikit
perbedaan pada pengeluaran uap halothane jika gas yang dipakai pendorong uap itu
berbeda, yaitu jika yang dipakai oksigen saja, pada angka konsentrasi 0,5 1,0 %,
konsentrasi uap halothane yang keluar lebih tinggi sedikit dari angka itu dari pada
kalau gas yang dipakai itu nitrouse oxide 70 %, sedangkan pada angka 2, 3, dan 4
% pengeluaran uap halothane lebih tinggi gas nitrous oxide 70 % dari pada
oksigen. Ini adalah pengaruh dari kekentalan gas.

Gambar 2. Floutec vaporizer

2. Goldman vaporizer
Ini adalah vaporizer sederhana yang tidak menggunakan kendali suhu,
biasanya dipakai secara selang seling dengan nitrous oxide-oksigen pada mesin
Boyle atau mesin Walton dan Mc Kesson. Selanjutnya vaporizer ini berkembang
menjadi vaporizer Mark II.
Gambar 3 Goldman vaporizer

3. Vaporizer copper kettle


Ini sebuah vaporizer yang sangat efesien yang dibuat pada tahun 1952.
Pada vaporizer ini digunakan alat pengukur atas berbagai aliran gas oksigen yang
diberikan yang melewati cairan halotan dan hasil campuran uap anestesi yang
dikeluarkan dapat diketahui sesuai dengan hasil pengukuran oleh vaporizer. Copper
Kettle dapat digunakan untuk menguapkan eter, halothane, trilene atau metoksifl

Gambar 4 Vaporizer copper kettle


Vaporizer ketel tembaga tidak lagi digunakan secara klinis, bagaimanapun
juga, mengerti cara kerjanya akan memberikan pemahaman terhadap pemberian zat
volatil. Diklasifikasikan sebagai measured-flow vaporizer (atau flowmeter-
controlled vaporizer). Didalam ketel tembaga, sejumlah gas pembawa akan
melewati zat anestetik yang dikontrol oleh flowmeter, Katup ini akan ditutup
ketika sirkuit vaporizer tidak dipakai. Tembaga digunakan sebagai bahan
konstruksi karena sifat spesifik panasnya. (Jumlah panas yang dibutuhkan untuk
menaikkan 1 gr substansi sebesar 1oC) dan konduktifitas termal yang baik
(kecepatan konduktifitas panas melewati zat) membantu kemampuan vaporizer
untuk tetap pada temperatur yang konstan. Seluruh gas yang memasuki vaporizer
melawti cairan anestesi dan akan bercampur dengan uap. 1 ml cairan anestetik
sama dengan 200 ml uap anestesi. Karena tekanan uap dari zat anestesi lebih besar
dari yang tekanan parsial yang dibutuhkan untuk anestesia, gas yang sudah
bercampur akan meninggalkan ketel harus diencerkan terlebih dahulu sebelum
mencapai pasien.
Sebagai contoh , tekanan uap halotan adalah 243 mmHg pada 20oC, jadi
konsentrasi halotan ketika keluar dari ketel tembaga pada 1 atmosfer adalah
243/760, atau 32%. Jika 100ml oksigen memasuki ketel, sekitar 150 ml gas akan
keluar, yang sepertiganya adalah uap halotan. Sebagai kontras, tekanan parsial
yang hanya 7mmHg atau kurang dari 1% konsentrasi (7/760) pada 1 atmosfer yang
dibutuhkan untuk anestesi. Untuk memberikan 1% konsentrasi halotan, 50 ml
uapo halotan dan 100ml gas pembawa yang meninggalkan ketel tembaga harus di
encerkan dengan 4850 gas yang lain (5000-150 =4850). Setiap 100 ml oksigen
yang melewati vaporizer halothan akan memberikan konsentrasi halotan 1 % jika
total aliran gas pada sirkuit pernafasan sebesar 5L/mnt. Jadi, jika total aliran sudah
ditetapkan, aliran melewati vaporizer akan menentukan konsentrasi akhir dari zat
anestesi. Isofluran mempunyai tekanan uap yang hampir sama. Jadi terdapat
hubungan yang sama antara aliran ketel tembaga, aliran gas total, dan konsentrasi
zat anestetik. Bagaimanapun juga, jika aliran gas total turun tanpa disengaja (cth.
Kehabisan suplai nitrous oksida), konsentrasi volatil anestetik akan naik dengan
cepat ke tingkat yang berbahaya.

4. HALOX VAPORIZER
Vaporizer ini bekerja seperti vaporizer Copper Ketlle terbuat dari kaca.
Disini digunakan alat pengukur suhu sehingga dapat diketahui suhu dari halothane.
Disini dibuat gambaran untuk membaca berapa uap halothane yang keluar sesuai
dengan suhu dan aliran gas yang diberikan, baik oksigen maupun nitrous oxide.

5. DRAGER VAPORIZER
Ini adalah vaporizer dengan kompensasi suhu yang dapat mengeluarkan
konsentrasi yang tetap dan akurat pada aliran gas antara 0,3 12 lt/menit. Alat ini
tidak terpengaruh oleh tekanan yang ditimbulkan oleh ventilator, alat ini sangat
akurat.

6. OXFORD MINIATUR VAPORIZER


Vaporizer ini dapat digunakan secara tersendiri atau digabungkan dengan
mesin EMO inhaler dengan konsentrasi 0-3,5 %

7. PENLON DRAWOVER VAPORIZER MARK II


Ini adalah vaporizer kompensasi suhu yang efesien pada aliran gas antara 4-14
lt/menit, dan dapat memberikan konsentrasi 6 %.
8. BLEASE UNIVERSAL VAPORIZER
Ini merupakan perkembangan dari Garned Vaporizer yang dapat dipakai untuk
semua anestesi yang mudah menguap.

9. EMO draw over apparatus


EMO ( Epstein Mac-Intosh Oxford) inhaler khusus untuk obat inhalasi eter.

Daftar Pustaka
Andi.Iswandi.2016.Vaporizer.http://andiiswandi.blogspot.co.id/2014//03/v-
behaviorurldefaultvmlo.html diakses tanggal 28 Februari 2017