Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

Paracetamol (Asetaminofen) merupakan metabolit fenasetin dengan efek antipiretik yang


sama. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus aminobenzen. Paracetamol mengandung tidak
C8 H 9 NO2
kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% , dihitung terhadap zat anhidrat.
Paracetamol merupakan serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa sedikit pahit. Kelarutannya larut
dalam air mendidih dan dalam natrium hidroksida 1N, mudah larut dalam etanol. BM
Paracetamol 151,16 (FI III, 1979).

Karakteristik Bahan Obat (Martindale Ed.36)

Nama Bahan Obat : Paracetamol

Sinonim : N-Acetyl-p-aminofenol, Acetaminophen

C8 H 9 NO2
Struktur Kimia :

Efek Terapeutik : Analgesik, antipiretik

Farmakodinamik

Efek analgesik paracetamol dan fenisetin serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan /
mengurangi nyeri ringan sampai sedang. Keduanya menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme
yang diduga juga berdasar efek sentral seperti salisilat.

Efek anti inflamasi sangat lemah, oleh karena itu paracetamol dan fenisetin tidak
digunakan sebagai anti rematik. Paracetamol merupakan penghambat biosentasis PG yang
lemah. Efek iritasi erosi dan pendarahan lambung tidak terlihat pada kedua ini, demikian juga
gangguan pernafasan dan keseimbangan asam basa (Ganiswara, 1995).

Farmakokinetik

Paracetamol diabsorpsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna. Konsentrasi tertinggi
1
dalam plasma dicapai dalam waktu 2 jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam. Obat ini

dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. Sebagian asetaminofen (80%) dikonjugasi dengan
asam glukuronat dan sebagian kecil lainnya dengan asam sulfat. Selain itu obat ini juga dapat
mengalami hidroksilasi. Obat ini diekskresi melalui ginjal, sebagian kecil sebagai Paracetamol
(3%) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi (Ganiswara, 1995).

Efek Samping
Efek samping dari Paracetamol adalah jarang dan biasanya ringan, meskipun reaksi
hematologis termasuk trombositopenia, leucopenia, pansitopenia, neutropenia, dan
agranulositosis telah dilaporkan. Kulit ruam dan reaksi hipersensitivitas lainnya terjadi sesekali.
Hipotensi telah dilaporkan jarang dengan penggunaan parenteral. Overdosis dengan parasetamol
dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan kadang-kadang nekrosis tubular ginjal akut
(Martindale Ed. 36).

Organoleptis

Warna : Putih

Bau : Tidak berbau

Rasa : Sedikit pahit

Karakteristik Fisika Kimia

a. Kelarutan
1 bagian paracetamol larut dalam 70 bagian air, 20 bagian air mendidih, dalam 7 sampai 10
bagian etanol (95%), dalam 13 bagian aseton, 40 bagian gliserol, dan dalam 9 bagian
propilen glikol, larut dalam alkali hidroksida membentuk larutan jenuh dalam air dengan pH
5,1 sampai 6,5 (FI III, 1979).
Larut dalam air mendidih dan dalam Natrium Hidroksida 1N, mudah larut dalam etanol (FI
IV hal 649)
b. Mikroskopis
Bentuk kristal yakni hablur atau serbuk hablur (FI III, 1979).
c. Titik Lebur
Antara 168 - 172 (FI IV hal 649).
d. Higroskopisitas
Paracetamol menyerap kelembapan dengan jumlah yang tidak signifikan pada suhu 25
pada kelembapan relative sampai 90% (Pharmaceutical Grade). pKa = 9,5 pada suhu 25
(Codex).

e. Stabilitas
Paracetamol sangat stabil dalam aquadest. Waktu paruhnya yang didapar pada pH 6
diperkirakan 21,8 tahun, degradasi dikatalis oleh asam dan basa dan waktu paruhnya 0,73
tahun. Pada pH 2 dan 2,28 tahun pada pH 9. Hasil degradasinya adalah p-aminofenol dan
asam asetat (Martindale Ed. 36).

BAHAN AKTIF TERPILIH : Paracetamol

Alasan : Karena bahan aktif Paracetamol memiliki sedikit efek samping dibandingkan analgetik
lainnya.
BENTUK SEDIAAN TERPILIH : Sirup

Alasan : a. Absorbsi lebih cepat.


b. Mudah penggunaanya untuk bayi, anak-anak dan orang yang sulit menelan.
c. Merupakan campuran homogen (satu fase).
d. Dapat menutupi rasa dan bau tidak enak dari bahan aktif.
e. Rasanya manis.
PERSYARATAN MUTU SEDIAAN
1. Aman
a. Sediaan aman dipakai dan tidak memberikan efek samping yang merugikan, serta tidak
toksis.
b. Sediaan mengandung bahan aktif tidak kurang dari 55,0% dan tidak lebih dari 105,0%
dari jumlah yang tertera pada etiket. Catatan : hal ini tergantung dari bentuk sediaan
berbeda dengan kandungan bahan aktif yang sama dapat memiliki persyaratan yang
berbeda (FI III hal 38).
2. Efektif
a. Pemakaian sediaan dengan dosis yang benar akan memberikan efek terapetik optimal
dengan efek samping seminimal mungkin.
3. Akseptabel
Sediaan hendaknya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Penampilan yang baik dan benar.
b. Organoleptis yang dapat diterima oleh konsumen.
c. Mudah dipakai (instan).
4. Stabilitas Kimia (FI III hal 38)
Setiap zat adiktif dalam sediaan tetap menunjukkan sifat kimia seperti semula dan kadarnya
sesuai dengan yang tertera pada etiket. Kadar bahan aktif 95% - 105% dari jumlah yang
tertera pada etiket.
5. Stabilitas Fisika
Sediaan mempertahankan sifat fisika seperti keadaan awal termasuk penampilan kesesuaian
keseragaman, disolusi dan kemampuan untuk disuspensikan.
a. Organoleptis : tetap sama seperti semula.
b. Homogenitas : tetap sama seperti semula.
c. Mudah dituang : tetap sama seperti semula.
d. Densitas sediaan > densitas air.
e. Viskositas sediaan < viskositas gliserin p.a.
f. Sifat aliran : mudah mengalir (FI III hal 38).
6. Stabilitas Mikrobiologi
a. Sediaan tidak ditumbuhi oleh mikroba, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan untuk
sediaan non steril.
b. Sediaan yang mengandung zat anti mikroba harus tetap efektif dalam batas yang
ditentukan.
c. Sediaan harus bebas mikroba (Salmonella Sp, Eschrichia colli, Pseudomonas Sp,
Clostridium Sp, Candida albikan).
7. Stabilitas Farmakologi
Efek farmakologi tidak berubah.
8. Stabilitas Toksikologi
Tidak boleh terjadi peningkatan toksisitas.

PERHITUNGAN DOSIS

Dosis literature (Martindale, hal 110) :

3 bulan 1 tahun (60 120 mg); 1 tahun 5 tahun (120 250 mg); 6 tahun 12 tahun (250
500 mg).

(Farmakologi dan Terapi Ed. 5 hal 239) :

< 1 tahun : 60 mg/kali (max 6 kali sehari); 1 6 tahun : 60 120 mg/kali (max 1,2 g/hari);
6 12 tahun : 150 300 mg/kali (max 4 g per hari).

Konsumen yang dituju : 1 10 tahun keatas

Anak anak pada rentang 1 10 tahun keatas lebih mudah untuk meminum obat dalam bentuk
cairan/larutan daripada bentuk tablet.

Dipilih dosis 120 mg/5 ml karena lebih efisien dalam pembuatan sediaan dan pemakaiannya
bisa untuk semua konsumen.

UMUR BB/Kg DOSIS 1XPAKAI (......X Mg)


1 8,1 972
2 9,6 1.152
3 11,4 1.368
4 13,0 1.560
5 14,0 1.680
6 15,8 1.896
7 18,9 2.268
8 20,9 2.508
9 22,0 2.640
10 23,9 2.868
11 26,9 3.228
12 29,0 3.480
13 33,0 3.960
14 40,0 4.800
15 42,3 5.076
DOSIS BAYI ANAK TERHADAP
UMUR BOBOT BADAN (Kg) DOSIS
DOSIS DEWASA
12 bulan 9,98 25% 125 mg
3 tahun 14,97 33% 165 mg
7 tahun 22,68 50% 250 mg
10 tahun 29,94 60% 300 mg
12 tahun 35,52 75% 375 mg
14 tahun 45,36 80% 400 mg
16 tahun 54,43 90% 450 mg

PERTIMBANGAN KEMASAN

Dosis Pemakaian (Aturan Pakai)

a. Dosis maksimum untuk anak anak = 1,2 g/hari.


b. Sendok takar (5ml) mengandung 120 mg
1 3 tahun = 1 sendok takar (5ml) pemakaian sekali
Pemakaian sehari = 4 x 5 ml
= 20 ml
1
4 7 tahun = 1 2 sendok takar (7,5 ml) pemakaian sekali

Pemakaian sehari = 4 x 7,5 ml


= 30 ml
8 10 tahun = 2 sendok takar (10 ml) pemakaian sekali
Pemakaian sehari = 4 x 10 ml
= 40 ml
10 tahun keatas = 2,5 sendok takar (12,5 ml)
c. Umur
1 3 tahun = 125 mg 165 mg
= 145 mg/120 mg = 1 sendok takar (5 ml)
4 7 tahun = 165 mg 250 mg
= 207 mg/120 mg = 1,5 sendok takar
8 10 tahun = 250 mg 300 mg
= 275 mg/120 mg = 2 sendok takar
SPESIFIKASI SEDIAAN YANG DIINGINKAN
Bentuk sediaan : Sirup
Kadar bahan aktif : 2,4%
Dosis : 120 mg per 5 ml
pH sediaan : 6,0
Wadah penyimpanan : Botol
Warna : Ungu jernih
Bau : Bau anggur
Rasa : Rasa anggur
Kestabilan : Stabil, konsisten dalam bentuk sirup pada umumnya
Homogenitas : Homogen
Volume : 60 ml

RANCANGAN FORMULA

SENYAWA AKTIF EFEK / KHASIAT EFEK SAMPING


Gangguan Pencernaan
Paracetamol Hipersensitivitas
Analgesik
Kelainan Darah
(Asetaminofen) Antipiretik
Hepatoksisitas
Mual, Muntah, Anorexia

KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA KET. KHUSUS


1. Karakteristik Fisika
Kelarutan dalam air : Digunakan untuk peroral
Larut dalam air mendidih dan dalam NaOH 1 N dan
mudah larut dalam etanol
a. Bentuk : Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa
seperti pahit.
b. Tahan pemanasan
c. Mudah terbasahi
d. TL : 168 - 172
3
e. BJ : 1,21 1,23 g/ cm
2. Karakteristik Kimia
a. Stabil pada pH 3,8 6,1
b. pKa 9,5
c. Tidak mudah teroksidasi

PEMILIHAN BAHAN TAMBAHAN

NAMA
KARAKTERISTI
NO BAHAN FUNGSI KADAR ALASAN
K
TAMBAHAN
1. Sukrosa Pemanis/corige 67% Kristal tidak Mudah larut
n saporis (HPE berwarna, massa dalam air, mudah
Ed. 6 hal hablur atau balok, didapat. Sukrosa
703) atau seperti serbuk memiliki rasa
dipakai hablur, tidak berbau manis sehingga
30% (FI) dan rasanya manis. mampu menutupi
Densitas 1,6 g/ rasa pahit dari
cm3 . pKa 12,62. sediaan.
Titik lebur 160 - 168
. Kelarutan
dengan kloroform
praktis tidak larut,
dengan etanol 1:400
dengan propan-2-ol
1:400, dengan air
1:0,5 dan 1:0,2 pada
100 (HPE Ed.
6, hal 703).
2. Propilen glikol Pelarut 10 Cairan jernih, tidak Kelarutan
25% berwarna, kental, parasetamol
(HPE praktis tidak berbau, dalam air agak
Ed. 6 hal agak manis, berasa sulit, sehingga
592) agak tajam seperti dilarutkan dalam
gliserin. Densitas propilen glikol.
1,038 gram/cm3 pada
200C, titik lebur
-590C. Dapat
dicampur dengan
aseton, kloroform,
etanol 95%, gliserin
dan air pada 1:6
bagian eter, tidak
larut dengan minyak
mineral jernih atau
berbagai minyak tapi
dapat melarutkan
minyak
essensial(HPE Ed. 6
hal. 592)
3. Sorbitol 70% Anticaplocking 15-30% Hablur tidak Untuk mencegah
(HPE berwarna, sedikit terbentuknya
Ed. 6 atau hampir tidak kristal-kristal gula
hal. 679) berwarna, serbuk pada sediaan yang
higroskopis. disebabkan karena
Kelarutan dengan jumlah gula yang
kloroform praktis banyak.
tidak larut, dengan
etanol 95% 1:25 ;
dengan etanol 82%
1:8,3 ;dengan etanol
62% 1:2,1 ; dengan
etanol 41% 1:1,4 ;
dengan etanol 20%
1:1 ; dengan etanol
11% 1:1,14 ; dengan
eter praktis tidak
larut ; dengan
methanol sedikit
larut ; dengan air
1:0,5 (HPE Ed. 6
hal. 679)
4. Na. Phospat Pendapar 0,002- Na. Phospat Untuk
0,5% monobasic menstabilkan
(HPE berbentuk kristal sediaan sehingga
Ed. 6 tidak berbau, tidak sesuai dalam
hal. 659) berwarna atau putih, pengaplikasianny
agak delikuense, a atau
untuk yang pemakaiannya.
berbentuk hidrat,
sedangkan yang
anhidrous berbentuk
serbuk hablur
putih/granul. pH 4,1-
4,5 untuk 5% b/v
pada 250C.
Kelarutan: laryt
dalam 1:1 air, agak
sedikit larut dalam
etanol 95% (HPE
Ed. 6 hal. 659)
5. Na. Benzoat Pengawet 0,002- Sodium benzoate Berupa garam(Na.
0,5% berbentu kristal Benzoat) sehingga
(HPE hablur berwarna mudah larut
Ed. 6 putih, serbuknya dalam air,
hal. 549) agak higroskopi, memiliki
tidak berbau atau kemampuan
dengan bau benzoin, sebagai
rasanya tidak manis, bekteriostatik dan
kelarutan 1:75 etanol antifungi.
95% 1:50 etanol
90%, 1:1,8 dalam
air, 1:1,4 pada
0
100 C. pH 8.
Densitas 1,494-1,527
gram/cm3 (HPE Ed.
6 hal. 549)
6. Grape essence Perasa - Larutan berwarna Untuk
ungu dan berbau memberikan baud
anggur. an rasa buah-
buahan yang
disukai anak.
7. Aquadest Pelarut - Cairan jernih, tidak
berwarna, tidak
berbau, tidak
mempunyai rasa (FI
III hal. 96)

FORMULASI SEDIAAN
Pemilihan Bahan Tambahan

N RENTANG
NAMA BAHAN KEGUNAAN % YANG DIPILIH
O PEMAKAIAN
1. Sukrosa Pemanis 67% 30%
2. Sorbitol 70% Anti Caplocking 15 30% 15%
3. Natrium Benzoat Pengawet 0,02 0,5% 0,2%
4. Propilen Glikol Pelarut 10 25% 20%
5. Natrium Phospat Pendapar - 0,3%
6. Grape essence Perasa - 0,2%
7. Aquadest Pelarut Ad 100% 34,2%

N 1 SENDOK
NAMA BAHAN 1 BOTOL (60ml) 3 BOTOL (3X60ml)
O KECIL (5ml)
1. Paracetamol 0,12 0,12 x 12 = 1,44 1,44 x 3 = 4,32
2. Sukrosa 1,5 1,5 x 12 = 18 18 x 3 = 54
3. Sorbitol 70% 0,75 0,75 x 12 = 9 9 x 3 = 27
4. Natrium Benzoat 0,01 0,01 x 12 = 0,12 0,12 x 3 = 0,36
5. Propilen Glikol 1 1 x 12 = 12 12 x 3 = 36
6. Natrium Phospat 0,015 0,015 x 12 = 0,18 0,18 x 3 = 0,54
7. Grape essence 0,01 0,01 x 12 = 0,12 0,12 x 3 = 0,36
8. Aquadest 1,71 1,71 x 12 = 20,52 20,52 x 3 = 61,56
CARA PEMBUATAN
1. Menimbang paracetamol dan bahan tambahan.
2. Mengkalibrasi botol yang akan digunakan.
3. Sukrosa sebanyak 18 gram, dimasukkan ke dalam mortir, digerus ad halus.
4. Dilarutkan kedalam air sebanyak 9 gram, masukkan beaker glass.
5. Ditambahkan sorbitol 70% sebanyak 9 gram, diaduk ad homogen, sisihkan.
6. Melarutkan Na. Benzoat sebanyak 0,18 gram, dalam aquades 0,324 ml.
7. Melarutkan paracetamol sebanyak 1,44 gram, dalam propilen glikol 13 ml.
8. Mencampurkan larutan paracetamol dan larutan nipagin dalam beaker glass.
9. Mencampurkan syrup simplex dengan larutan paracetamol dalam beaker glass, aduk ad
homogen.
10. Ditambahkan larutan dapar Natrium Phospat sebanyak 0,18 gram, diaduk ad homogen.
11. Menambahkan grape essence sebanyak 0,12 ml.
12. Memasukkan semua campuran kedalam botol, ditambahkan aquades ad 60 ml.
13. Beri label dan masukkan ke dalam kemasan.

BAB II

EVALUASI SEDIAAN

1. Organoleptis
Mencakup : a. Konsistensi sediaan
b. Bau sediaan
c. Warna sediaan
Alat : secara visual dengan panca indera
Cara kerja : a) Menggunakan subjek/responden (dengan kriteria tertentu).
b) Menetapkan kriteria pengujian.
c) Menghitung presentasi kriteria.
d) Mengambil keputusan.

Hasil :

2. Penentuan pH Sediaan
Alat : pH sediaan
Cara kerja : a) Menimbang 5 g sediaan (5 ml).
b) Mencuci electrode dengan air sampai bersih kemudian keringkan dan
kalibrasi dengan larutan dapar standart pH tertentu.
c) Bersihkan electrode dan bilas dengan air kemudian keringkan.
d) Ukur pH sediaan.
Hasil :
REPLIKASI PH HASIL
Replikasi I
Replikasi II
Replikasi III

3. Viskositas
Alat : Viskometer
Cara kerja : a) Masukkan alat uji dalam wadah viscometer.
b) Pasang alat pemutar viscometer.
c) Letakkan wadah viscometer di tengah alat.
d) Usahakan alat pemutar mengembang di dalam wadah viscometer sehingga
bagian bawah alat tidak menyentuh permukaan wadah dan bagian atas alat
sudah terendam seluruhnya.
e) Tekan tombol on kemudian membaca skala yang ditunjuk.

Hasil :

4. Berat Jenis
Alat : Piknometer
Cara kerja : a) Gunakan alat piknometer yang telah dibersihkan dan dalam keadaan kering.
b) Timbang piknometer kosong di timbangan analitik.
c) Setelah ditimbang kosong, isi piknometer dengan air hingga terisi penuh,
kemudian timbang botol berisi air.
d) Buang air dalam piknometer, kemudian isi piknometer dengan larutan sirup
dan timbang larutan sebanyak tiga kali pada larutan sirup yang berbeda.
e) Setelah ditimbang semuanya, hitung Bj masing-masing kemudian di cari
rata-rata dan standart deviasi-nya.

Cara perhitungan :

Bobot piknometer + air = a + b gram

Bobot piknometer kosong = a gram

Bobot air = b gram

Hitung volume piknometer =