Anda di halaman 1dari 174

Modul Trainning 3

Dasar Pemrograman
Programmable Logic Controller S7-300
Siemens CPU 314c-2DP Ver1.2
JUDUL MODUL : TRANSPORT PARTS

The figures show the following

CPU elements:

(1) Status and error displays

(2) Slot for the Micro Memory Card


(MMC), incl. the ejector

(3) Connections of the integrated I/O.

(4) Power supply connection


st
(5) 1 interface X2 (PtP or DP)
st
(6) 1 interface X1 (MPI)

(7) Mode selector switch

The figure shows the following

integrated I/Os:

(1) Analog I/Os

(2) each with 8 digital inputs

(3) each with 8 digital outputs

(4) Front connectors (front doors are open)

1
2
Pengantar

Materi trainning ini menguraikan langkah-langkah percobaan menggunakan


modul Transport parts. Modul ini menguraikan proses kerja suatu mesin
conveyor dalam hal ini proses Box Packing di plant Conveyor machine,
khususnya Finishing area. Adapun fungsi utama dari mesin ini yakni untuk
mendistribusikan Box yang berisi material product susu melalui media conveyor,
kemudian Box di distribusikan, dan dipastikan jumlahnya dan ditentukan status reject
Good dan No Good dengan media alat ukur load cell secara otomatis. Proses ini
berlangsung secara continue sesuai setpoint banyaknya box berisi susu yang akan di
check nilai quantitynya dengan standard 100 kG, nilai setpoint banyaknya box yang
akan dicheck di setting di HMI oleh user/Operator. Plant ini juga dilengkapi system
control Mode manual yang fungsinya untuk aplikasi Shutdown Machine dan
troubleshooting terkait devices mesin. Peserta trainning pemula disarankan untuk
mengikuti penjenjangan tersebut, sedangkan Peserta pada tingkat mahir
diharapkan bisa merancang skenario lain yang dapat diimplementasikan pada
modul Transport Parts.

Karawang, 19 Maret 2012

Ical12

3
Modul Transport Parts

Umum
Modul Transport parts terdiri dari PLC (Programmable Logic Controller
Siemens S7-300 CPU 314) yang berfungsi sebagai pengontrol, dan rangkaian
elektronik pendukung yang berfungsi sebagai pemberi sinyal masukan untuk
digital input PLC dan elemen visualisasi untuk digital output PLC.
Gambaran umum dari Transport parts section di Conveyor machine adalah sebuah
medium plant penunjang akhir dalam proses pengecheckan standard quantity
product (Dalam takaran Box) yang akan di distribusikan ke pasar/Konsumen,
secara proses dapat digambarkan sebagai berikut :
Transport parts merupakan medium plant di akhir proses Packing product
di Section Finishing area dalam hal ini product susu, banyaknya susu kaleng ini di
muat dalam takaran Box, kemudian department quality product menetapkan
standard berat dalam takaran box, dalam hal ini ditetapkan 50 kaleng susu/Box =
100kG. Berikut tahapan proses kerja dari medium Plant Transport Parts :
1. Sebelum proses berjalan, operator/user pertama kali harus mengisi
Setpoint 1 (SP1)/Setpoint 2 (SP2) sebagai target Banyaknya product yang
akan dicheck yang terdapat di menu Display training kit, berikut tampilan
menu Display training kit:

4
Berikut uraian display settings setpoint yang perlu diperhatikan :
- Untuk setpoint1, programmer membuat option switch SP1 dan SP2, jadi
operator/User bisa memilih rujukan/acuan banyaknya box yang akan
dicheck, adapun besaran maksimum dan minimum box yang bisa dicheck
mengikuti Limit -32767 s/d +32767 dalam simulasi program ini
programmer membatasi limit value (Min 0 Pcs - Max 30000 Pcs), jadi
operator hanya bisa mengisi di range nilai yang ditentukan oleh
programmer. Adapun untuk merubah nilai range yang di batasi tersebut.
User maupun programmer harus Re-engineering di HMI graphic back
upnya. Dengan cara seperti gambar dibawah ini.

5
Setpoint1 value bisa diinputkan nilainya dengan cara meng-klik display
value di setpoint1(0), sehingga muncul keybord nilai 0 9, jika kita setting
10, maka selanjutnya klik enter, maka valuenya secara otomatis akan ke
set 10 di tampilan SP1.
- Untuk setpoint2, programmer membuat option switch SP1 dan SP2, jadi
operator/User bisa memilih rujukan/acuan banyaknya box yang akan
dicheck, adapun besaran maksimum dan minimum box yang bisa dicheck
mengikuti Limit BCD Thumb wheel switch yakni 0 - 999 dalam simulasi
program ini programmer membatasi limit value (Min 0 Pcs - Max 999
Pcs), jadi operator hanya bisa mengisi di range nilai yang ditentukan oleh
programmer. Adapun untuk merubah nilai range yang di batasi tersebut.
User maupun programmer harus Re-engineering di HMI graphic back
upnya. Dengan cara seperti gambar dibawah ini.

Setpoint2 value diinputkan nilainya dengan cara menekan button + sebagai


fungsi Increment/Penambahan +1 dan jika kita menghendaki
menguranginya maka gunakan button _ sebagai fungsi

6
Decrement/Pengurangan -1, Limit valuenya sama dengan 0 999 Pcs.
Jadi operator hanya mengisi besaran value setpoint banyaknya box yang
akan di check dalam suatu proses packing susu kaleng. Pada aplikasinya
option ini di ambil untuk fungsi-fugsi tertentu, misalnya Trial New
product Susu Box, dan setiap kali trial minimal nilainya 1 dan maksimal
10 kali sampel Box susu.
2. Berikut step-step bekerjanya system Transport parts :
Step 1 System ON
Berikut tampilan Ladder program untuk System ON

7
Perhatikan FC15 Mode Selection, Network 1
System ON (Q8.1) akan bekerja jika :
- Toggle switch T_System_OFF (I0.1) status ON/Berlogic 1 (Gunakan
Toggle switch di HMI Trainning Switch Board Simulation).
- Operator harus mengisi salah satu di antara dua setpoint 1/2 yang terdapat
di layar sentuh HMI.(Nilainya harus > dari 0).
- Toggle switch T_System_ON status ON/Berlogic 1, kemudian offkan
toggle switch/Karena out Q8.1 fungsi set/retentive Output (Gunakan
Toggle switch di HMI Trainning Switch Board Simulation).
Berikut tampilan Status System ON Q8.1/ System ON Light
Berikut prosedur simulasinya :
Langkah awal mengisi Setpoint 1 (Pastikan Switch di HMI ke SP1).

8
Mengaktifkan Button System OFF (I0.1) dan Button System ON (I0.0)
(Setelah itu di OFFkan).

Step 2 Manual Mode of Operation Light


Berikut tampilan Ladder program untuk Manual mode of Operation Light

9
10
Perhatikan FC15 Mode Selection, Network 2
Manual Mode of Operation Light(Q8.2) akan bekerja jika :
- Toggle switch Operation Mode Man=0/Auto=1(I0.4) Berstatus
Off/Berlogic 0 (Indikasi Toggle switch di HMI Trainning Switch Board
Simulation I0.4(Hijau berlogic 1 sedangkan Merah berlogic 0).
- Output System ON Light (L_System (Q8.1)) status ON/Berlogic 1
- Toggle switch T_M/A_Accept (I0.5) status ON/Berlogic 1, kemudian
offkan toggle switch,Karena Q8.2 fungsi set/retentive Output (Gunakan
Toggle switch di HMI Trainning Switch Board Simulation I0.5).
Yang perlu diperhatikan pada mode operasi manual ini yakni :
1. Operator/User seperti juga pada mode auto yakni harus mengisi setting
display counter banyaknya Box susu yang akan di check (Option SP1 dan
SP2).

Option SP1 dan SP2 terlihat pada addressing berikut ini :

11
Go to for Address I1.7

12
Simulated PLC Online (SP1 On)

Simulated PLC Online (SP2 On)

13
Adapun Addressing Setpoint 1 sebagai berikut :

14
Go to for Search MW440 (Offline Status)

PLC Online Status (Not Value = 0)

15
PLC Online Status (With Value = 100)

Dalam aplikasinya di mesin SP1 dijalankan oleh operator di layar


sentuh/Touch screen (HMI), adapun fungsi SP2 dijalankan menggunakan
Thumb Switch (Sifatnya sebagai Setpoint Trial Box Susu dalam Kapasitas
kecil/sedikit).
Berikut addressing untuk SP2 :

16
17
Adapun addressing toggle (+) dan Toggle (-) sebagai berikut :
toggle (+)

18
PLC Simulation Status Online

toggle (-)

19
20
2. Pada operasi manual button yang bisa digunakan untuk menjalankan Plant
conveyor machine yaitu Button Jog, T_Jog_RT dan T_Jog_LT.

PLC Simulasi Status Online

21
3. Umumnya fungsi manual mode operation ini sebagai preventif
maintenance device, ataupun Option Troubleshootings terkait masalah
seperti Sensoring, Motor, dll.
4. Pada operasi manualpun, fungsi-fungsi display seperti Actual number of
Parts; Setpoint 1 dan 2; Status Product Susu Qty Good; Qty NG/No Good;
begitu pula display Load cell dan Part Status. Semuanya itu berfungsi
sebagaimana pada Operasi Auto.

22
Step 3 Automatic Mode of Operation Light
Berikut tampilan Ladder program untuk Automatic Mode of Operation
Light.

23
24
25
Perhatikan FC15 Mode Selection, Network 3
Automatic Mode of Operation Light (Q8.3) akan bekerja jika :
- Toggle switch Operation Mode Man=0/Auto=1(I0.4) Berstatus
On/Berlogic 1 (Indikasi Toggle switch di HMI Trainning Switch Board
Simulation I0.4 (Hijau berlogic 1 sedangkan Merah berlogic 0).

- Proximity sensor BAY0 Conveyor auto Ready Status ON (Box susu


terdeteksi ada).

26
- Output System ON Light (L_System (Q8.1)) status ON/Berlogic 1

- Toggle switch T_M/A_Accept/Button Auto_Start di HMI (I0.5) status


ON/Berlogic 1, yang perlu diperhatikan yakni, Automatic mode of
Operation Light (Q8.3) akan set jika Push button I0.5 ditekan selama
setting timer ON-Delay T15 yakni 2 second, kemudian offkan toggle
switch, Karena Q8.3 fungsi set/retentive Output (Gunakan Toggle switch
di HMI Trainning Switch Board Simulation I0.5).

27
- Adapun fungsi Automatic mode of Operation Light (Q8.3) akan reset jika
operator mengoperasikan button :
I0.4; I1.0; I1.6 dan Q8.1- L_System dimatikan.

Yang perlu diperhatikan pada mode operasi Auto ini yakni :


1. Operator/User harus mengisi setting display counter banyaknya Box
susu yang akan di check (Option SP1 dan SP2).

2. Pada operasi Auto, button Auto_Start (I0.5) di HMI harus di tekan


selama 2 Second, Pada saat yang sama Operator tidak bisa
memfungsikan yaitu Button Jog, T_Jog_RT dan T_Jog_LT.
3. Adapun pada suatu kondisi dimana operator ingin memberhentikan
conveyor disebabkan suatu hal, operator hanya menekan tombol
Auto_Stop (I1.6). Selanjutnya jika operator menghendaki menjalankan
kembali conveyor tekan button Auto_Start selam 2 Second.
4. Pada operasi auto, Conveyor mesin akan berhenti secara automatic
sesuai dengan banyaknya setting display counter Box susu yang akan
di check (Option SP1 dan SP2). Pada saat tercapai setpoint yang

28
dikehendaki, secara otomatis display SETPOINT REACH akan
muncul pada layar HMI.

5. Jika operator menghendaki memulai kembali menjalankan mesin


dengan setpoint yang berbeda dari yang sebelumnya, maka operator
hanya menekan Button Reset di layar HMI. Maka secara otomatis
system kerja mesin kembali ke sequence awal.

29
Fitur
Load cell, adalah instrument pengukur besaran berat, secara technical bekerja
berdasarkan prinsif Whetstone bridge, signal baca berupa nilai resistance (Dalam
Ohm), kemudian diberikan tegangan Eksitasi 24Vdc dikomponen yang bernama
Amplifier/Penguat signal/Tranducer sehingga didapat besaran nilai dalam mV,
nilai milli volt tersebut tidak bisa diterima dalam signal Analog input module
(PLC). Kemudian besaran ini (0 20mV) dikonversi ke 0 10V menggunakan
Modul Konverter. Signal inilah yang menjadi masukkan di Analog input module
PLC (Siemens). Dalam plant Transport parts berfungsi mengukur berat dalam
Box yang berisi susu dalam besaran (0 100Kg/0 20mV/0 10Vdc/0 27648
(PLC)).

MOT1, adalah motor induksi 3 Phasa 7,5kW 1500Rpm. Motor induksi ini
menggunakan Penghubung berupa Gearbox dengan rasio 3.09 dan V-belt yang
terhubung ke Impeller Drum di penggerak utama Conveyor. Rasio 3.09 artinya
ada penurunan speed 1/3 dari speed sebenarnya, dan speednya tidak diatur.
Adapun gearbox digunakan untuk aplikasi beban-beban tinggi (Heavy duty) di
industry-industri, system pengasutan/starting motornya DOL(Direct On Line).

Asesori lainnya berupa Animasi Box berisi susu berjalan di atas conveyor,
kemudian animasi bekerjanya roda-roda gear di conveyor mesin serta indikasi-
indikasi berupa Sensoring, Animasi nilai yang regulasi, tampilan display counter
serta tampilan text yang blinking di buat semenarik mungkin dan tujuannya untuk
mempermudah dalam memahami PLC Siemen S7-300 ini.

30
Catu Daya
Modul Transport parts menggunakan catu daya AC 220 Volt u/ Source Power
PLC, 5 watt menggunakan pengaman (MCB 2P 6A), sedangkan Source Power
u/ Modul DI/DO Menggunakan Tegangan 24Vdc. Supply energi ini digunakan
untuk PLC dan rangkaian elektronika pada modul Transport parts. Karena
kebutuhan daya yang relatif kecil dan untuk tujuan kemudahan maka simulasi
modul Transport Parts menggunakan Simulator PlcSim Ver.5.4.
Tabel Alamat
Modul Transport Parts ini menggunakan PLC Siemens CPU 314 yang memiliki
3x16 input dan 3x16 output serta 2 Ch Analog input. Berikut Hardware
configurasi dari 1 Unit PLC S7-300 CPU 314 :

31
Secara fisis dapat diamati pada PLC bahwa input ditandai dengan I dan untuk
output ditandai dengan Q, adapun masing-masing I (input) khusus untuk Digital
input format dan Q (output) khusus untuk Digital Output format, Adapun format
untuk Analog input berupa PIW (Peripheral input word), sedangkan untuk Analog
Output berupa PQW (Peripheral output word) ini telah dihubungkan (hardwired)
ke fitur-fitur yang ada di modul Transport parts oleh programmer Transport parts
sedemikian rupa sehingga untuk keperluan pemrograman PLC
user/pengguna/praktikan tidak perlu untuk mengamati lebih lanjut, namun cukup
menggunakan/merujuk pada tabel alamat dibawah ini.

32
Tabel Alamat

33
34
Structure program block sebagai berikut :

Software
SIMATIC Manager Ver5.4+SP4+HF6 merupakan software yang digunakan
untuk membuat program dan melakukan download program yang telah dibuat ke
PLC. Software ini khusus digunakan untuk memprogram PLC Siemens S7-300
dan S7-400 dengan seri CPU 314IFM,315-2DP, 414, 416-2DP dan series S7-300
& 400 lainnya. Adapun untuk Simulasi PLC S7 300 CPU 314, menggunakan
Software PLCSim V5.4, Untuk Simulasi HMI TP270 10 Touch menggunakan
Software Simatic Protool/Pro CS V6.0 SP3, Raw Graphicnya setelah Di Migrasi
ke WinCC menggunakan Software WinCC Flexible 2008 SP2.

Bahasa Pemrograman
Menurut standar yang ditetapkan oleh International Electrotechnical Community
(IEC 61131-3) ada 6 jenis bahasa PLC, yaitu ; sequential function charts (SFCs),
instruction lists (ILs), ladder diagrams (LD), function block diagrams (FBDs)
CFCs, dan structured texts (STs). Software SIMATIC Manager V5.4 ini memiliki
kemudahan untuk dikonfigurasi dalam tiga format bahasa standar, yaitu FBD, IL

35
dan LD, namun modul praktikum ini membatasi penggunaan bahasa
pemrograman pada diagram ladder saja.

Kelengkapan
Modul praktikum pemrograman dasar PLC ini terdiri dari :
- Transport Parts (PLC S7-300 Cpu 314 dan rangkaian Control DI/DO; AI/AO)
- Kabel PC Adapter USB dengan driver softwarenya menggunakan PC Adapter
V1.2 (For Laptop Device)

- Kabel Profibus/MPI (For Interface communication HMI (TP270 10) to PLC).


- Cable Serial RS232 untuk Interface Cable for Download Raw Graphic HMI.
- Cable Power u/220Vac; Power Supply 220Vac/24Vdc; Tools Electric; Cable
Control secukupnya.
- CD berisi installer Software Simatic Field PG, Manual penggunaan Software
Simatic Manager V5.4; PLCSim V5.4; Protool/Pro CS V6.0 SP3; WinCC
Flexible 2008 SP2.
- Hardcopy modul praktikum.

Asumsi
- Praktikan telah memahami cara penggunaan software Simatic Manager V5.4;
PLCSim V5.4; Protool/Pro CS V6.0 SP3; WinCC Flexible 2008 SP2.
(lihat manual pemrograman)
- Praktikan telah mengerti tentang sistem logika dasar dan aljabar boolean.
- Modul praktikum ini merupakan tuntunan praktis untuk memahami dan
mencoba fenomena fenomena yang terjadi pada pemakaian instruksi-
instruksi pada PLC Siemens S7.

36
DESCRIPTION SEQUENSE PROCESS
Tujuan latihan :
- Memahami format penulisan dan mampu menganalisa address yang terdapat
pada Modul Transport Parts. Mengerti mengenai Absolute address, Symbol
address yang terdapat di dalam program baik global data block maupun
Instance data block.
- Mampu membuat program sendiri, mulai dari menentukan Tipe PLC,
Kapasitas memori yang digunakan, Membuat Hardware Configurasi,
Membuat OBs; Membuat Function Block; Membuat Function Call; Membuat
Data Block Type Instance Data Block maupun Global Data Block, Membuat
Variable Table serta mengerti fungsi Monitoring Data Valuenya, sampai
mengerti maksud logic program yang di buat.
- Mengerti Scaling Analog input dan Unscaling Analog Output.
- Mampu membuat graphic display di HMI beserta fungsi toolsnya.
- Melatih logika berfikir, dan mengasah hingga tercipta programmer-
programmer baru yang handal dan dapat dibanggakan.
- Mengerti konfigurasi interface komunikasi antara HMI to PLC dan PLC to
PC/Laptop. Serta mengerti Sistem Interfacing baik secara praktek (Real
dengan Hardware) maupun secara Simulasi (Menggunakan PLCSim V5.4 dan
Protool/ Pro Runtime/WinCC Runtime.
- Memahami perbedaan kontak biasa dan kontak tipe immediate
- Memahami fungsi umum internal memory bit pada modul Transport Parts
- Mempraktekkan cara pengaksesan kontak Set/Reset berurutan
- Memahami cara kerja Instruction set timer, counter, move, Fungsi
comparator,Positive edge,Integer function,Floating point function,Converter
function.
- Mampu merubah signal processing analog Active/Non Active secara teori
maupun praktek, Setting Switch Analog Input Signal dan downloading
hardware configurasi.
- Mampu menganalisa suatu proses squense control dalam aplikasi plant-plant
Industry dan menterjemahkan dalam logic program.
- Mampu troubleshooting Terkait Devices DI/DO ataupun AI/AO secara detail

37
Sequense main program OB1 Transport Parts

38
Adapun isi program sequence di OB1 sebagai berikut :

39
40
Berikut Uraian Network Di OB1 :

Penjelasan program Network 1 di OB1 sebagai berikut :


FC19 merupakan block function, dengan judul I/O Input Mapping. Adapun
program FC19 ini terdapat di OB1 yakni fungsinya Saat program ini di Scan,
memanggil isi sequence program di dalam FC19 yang berisi instruksi-instruksi
address, bisa berupa address data block absolute, Absolute address, Local address
memory dan fungsi-fungsi instruction set lainnya. FC19 sebagai Input Mapping
maksudnya yakni mapping address memori yang digunakan di HMI berupa
address global/Instance data block, Absolute/Symbol address. Bisa sebagai
button, sensoring, status output signal dll (Formatnya DBx.DBx.x(Bit);
DBx.DBBx(Byte); DBx.DBWx(Word); DBx.DBDx(Double word)), di

41
mapping/di petakan ke Absolute symbol/Data Block dengan tujuan memudahkan
programmer/user dalam proses Wiring/Commisioning/troubleshootings.
Isi program logic di FC19 sebagai berikut :
Network 1 :

Sebelum disimulasikan :

42
Setelah disimulasikan :

Network 2 :

43
Sebelum simulasi :

44
Setelah simulasi :

Network 3 s/d Network 6 :

45
46
Pada intinya secara simulasi sama dengan sampel Network 1 dan 2.
Network 7 :

47
Network 8 s/d Network 13 :

48
49
50
Pada intinya secara simulasi sama dengan sampel Network 1 dan 2.
Network 14 :

Sebelum simulasi :

51
Setelah simulasi :

52
53
Network 15 & 16 :

54
55
Secara simulasi sama dengan sampel Network 14 tersebut di atas.

Network 17 s/d 21 :

56
Penjelasan Program network 17 sebagai berikut :

57
58
59
Status ON/OFF Sensor BAY0 :
For Manual/Auto Mode System :
Status OFF:

Status ON :

60
Penjelasan Program network 18 sebagai berikut :
For manual Mode System :

For Auto Mode System :

61
Reset/Sensor Off pada saat :

Penjelasan Program network 19 sebagai berikut :


For manual Mode System :

62
For Auto Mode System :

Reset/Sensor Off pada saat :

63
Penjelasan Program network 20 sebagai berikut :

64
Simulation For Manual/Auto Mode System :
Untuk simulasi mengikuti prosedur sebelumnya yakni sensor BAY2; hanya saja
pada sensor BAY3 hanya ada perbedaan posisi saat ON/OFF sensor bekerja. Saat
ON Box Run Antara Posisi 260 s/d 300, dan saat OFF pada posisi > 300.

Penjelasan Program network 21 sebagai berikut :

65
Simulation For Manual/Auto Mode System :
Untuk simulasi mengikuti prosedur sebelumnya yakni sensor BAY2; hanya saja
pada sensor BAY3 hanya ada perbedaan posisi saat ON/OFF sensor bekerja. Saat
ON Box Run Antara Posisi 325 s/d 355, dan saat OFF pada posisi > 355.

Penjelasan Program network 22 sebagai berikut :

66
Program Simulasi :

67
Penjelasan Program network 23 sebagai berikut :

68
69
PLC simulasi :

70
Penjelasan Program network 24 sebagai berikut :

71
72
PLC simulasi :

Penjelasan Program network 25 sebagai berikut :

73
74
PLC Simulasi :
SP1

SP2

75
Penjelasan Program network 26 & 27 sebagai berikut :

PLC Simulasi :
Conveyor Run Forward.

76
Conveyor Run Reverse.

Berikutnya Uraian Network 2 Di OB1 :

77
Penjelasan program Network 2 di OB1 sebagai berikut :
FC22 merupakan block function, dengan judul Output Mapping. Adapun program
FC22 ini terdapat di OB1 yakni fungsinya Saat program ini di Scan, memanggil
isi sequence program di dalam FC22 yang berisi instruksi-instruksi address, bisa
berupa address data block absolute, Absolute address, Local address memory dan
fungsi-fungsi instruction set lainnya. FC22 sebagai Output Mapping maksudnya
yakni mapping address memori yang digunakan di HMI berupa address
global/Instance data block, Absolute/Symbol address. Bisa sebagai button,
sensoring, status output signal dll (Formatnya DBx.DBx.x(Bit);
DBx.DBBx(Byte); DBx.DBWx(Word); DBx.DBDx(Double word)), di
mapping/di petakan ke Absolute symbol/Data Block dengan tujuan memudahkan
programmer/user dalam proses Wiring/Commisioning/troubleshootings.
Isi program logic di FC22 sebagai berikut :
Network 1

Address destination at HMI :

78
Logic program untuk aktifkan Q8.0 :

79
Step simulasi System ON.
Step 1 = mengisi Setpoint SP2 (Misalkan = 10Pcs)

80
Step 2 =aktifkan I0.1 (Berlogika 1)

Step 3 =Aktifkan I0.0 (Berlogika 1)

81
Step 4 = aktifkan Manual Operation

Step 5 = aktifkan Signal Conveyor Fault (I21.0 Berlogika 1)

82
Step 6 = Tekan Button K_LT, Status run Reverse hingga muncul Fault

Logic program Network 2.

83
84
85
Step running simulation sda.
Logic program Network 3.

86
87
Steps simulation

88
89
Logic program Network 4.

90
91
92
Steps run simulations

93
94
Untuk aktivasi System on Steps nya sesuai Logic Simulation Nw 1.
Logic program Network 5 dan 6.

95
96
Berikutnya Network 7.

97
Berikut steps simulasinya :

98
99
100
101
102
Penjelasan network 8 & 9, Logic program setipe dengan sda(Network 7)

103
104
Begitu pula simulasi untuk Network 9.

105
106
107
Berikut simulasinya :
Step1

Step2

108
Step3 & Step4

Step5

109
Step6

Step7

110
Berikut penjelasan Network 11 & 12

111
112
Berikut simulasi logic programnya :

113
Simulasi untuk K_LT di aktifkan hanya pada mode Manual

114
Untuk simulasinya
Pastikan box tidak terdeteksi BAY0 Dengan menekan T_Jog_RT , setelah itu
Tekan T_Jog_LT.
Penjelasan program Network 3 di OB1 FC15 Mode selection sebagai berikut :

FC22 merupakan block function, dengan judul System ON/OFF, Selecting


Operation Modes. Adapun program FC15 ini terdapat di OB1 yakni fungsinya
Saat program ini di Scan, memanggil isi sequence program di dalam FC15 yang
berisi instruksi-instruksi address, bisa berupa address data block absolute,
Absolute address, Local address memory dan fungsi-fungsi instruction set
lainnya. FC15 sebagai System ON/OFF, Selecting Operation Modes maksudnya
yakni Logic-logic program yang berisi instruksi Prosedur awal

115
Operasional/menjalankan Mesin di mana Logicnya berupa address memori yang
digunakan di HMI berupa address global/Instance data block, Absolute/Symbol
address. Bisa sebagai button, sensoring, status output signal dll (Formatnya
DBx.DBx.x(Bit); DBx.DBBx(Byte); DBx.DBWx(Word); DBx.DBDx(Double
word)), di mapping/di petakan ke Absolute symbol/Data Block dengan tujuan
memudahkan programmer/user/Operator Mesin produksi dalam proses
Wiring/Commisioning/troubleshootings/Ataupun Operasional mesin .
Isi program logic di FC22 sebagai berikut :
Network 1.

Network 2.

116
Network 3.

117
Penjelasan program Network 4 di OB1 FC15 Mode selection sebagai berikut :

118
Network 1.

119
120
Network 2.

121
Network 3.

122
Network 4.

Penjelasan program Network 5 di OB1 FC17 Mode selection sebagai berikut :

123
Berikut isi program di dalam FC 17 :

124
125
Penjelasan program Network 6 di OB1 FC18 Count Transport Parts sebagai
berikut :

126
Network 1.

127
128
Logic status ada Box di Load cell.

129
Status Tidak ada box susu di Load cell measurement.

Network 3.

130
System auto stop aktif

Reset counter simulation

131
132
133
Network 5.

Network 6.

134
135
136
137
Network 7.

138
Reset

139
Network 8.

140
141
Penjelasan program Network 7 di OB1 FC21 Animasi Box Berjalan sebagai
berikut :

Network 1.

142
Network 2.

143
144
Network 3.

145
146
Logic di atas merupakan Signal logic untuk mereset posisi box pada saat terjadi
fault di 3 kondisi disturbance.

147
Network 4.

Simulated fault 1; 2; 3 mode manual

148
For reset disturbance 1

149
150
Disturbance 2 simulation

151
152
153
Disturbance 3 simulation

154
Network 5

155
Simulated fault 1

156
Secara simulated untuk fault 2 maupun3 sama.
Network 6.

157
Status reset BAY1

158
Network 7.

Reset BAY2.

159
Network 8.

160
Network 9.

161
Reset LB

162
Network 10.

163
Penjelasan program Network 8 di OB1 FC23 Alarm Devices sebagai berikut :

164
Network 1

Berikut simulated :

165
Alarm trigger

166
Berikut fault trace backnya di HMI

167
168
Berikut reset alarm with Acknowledge button
Delete Kontact M2000.7

169
Network 2.

Simulated

170
Trigger Alarm release

171
172
173
Untuk network 3; 4 dan 5 function logicnya sama.

Network 5.

Selesai
By ical2012

174