Anda di halaman 1dari 4

RESUSITASI BAYI BARU LAHIR

Suatu intervensi yang dilakukan saat lahir untuk menyokong penetapan pernafasan dan sirkulasi
bayi baru lahir. Resusitasi neonatus dibutuhkan saat kehamilan tidak cukup bulan, air ketuban
bercampur mekonium, dan persalinan secara Sectio Cesarea.

Persiapan Alat Resusitasi:

1. Sarung tangan DTT dan pelindung lain


2. Kain hangat minimal 3 buah (untuk mengeringkan bayi, menyelimuti tubuh dan kepala
bayi serta untuk mengganjal bahu bayi)
3. Alat pengisap lendir (bola karet bersih dan kering dan pengisap DeLee DTT/steril)
4. Alat penghantar udara/oksigen dan nasal canule
5. Lampu 60 watt dengan jarak dari lampu ke bayi sekitar 60 cm
6. Jam
7. Stetoskop
8. Spuit 1, 3, dan 5 cc untuk pemberian obat

Persiapan Bahan Resusitasi:

1. Vitamin K1
2. Epinefrin 1:10.000
3. Obat pengembang volume/ Plasma expander, satu/lebih dari:
a. Salin normal
b. Larutan Ringer Laktat
4. Natrium Bikarbonat 4,2%
5. Dekstrosa 10%
6. Aqua Steril
7. Kateter umbilical/pengganti kateter umbilikal
ASUHAN BAYI BARU LAHIR NORMAL

1. Jaga bayi tetap hangat


2. Isap lendir dari mulut dan hidung (bila perlu)
3. Keringkan
4. Pemantauan tanda bahaya
5. Klem, potong dan ikat tali pusat tanpa membubuhi apapun, kira-kira 2 menit setelah lahir
untuk memberi waktu tali pusat mengalirkan darah (demikian juga zat besi) kepada bayi
6. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini
7. Beri suntikan vitamin K1 (Phytomenadione) 1 mg intramuscular, di paha kiri
anterolateral setelah Inisiasi Menyusui Dini
8. Beri salep mata antibiotic pada kedua mata. Pencegahan infeksi mata dianjurkan
mengunakan salep mata antibiotic tetrasiklin 1%
9. Pemeriksaan Fisis
10. Beri imunisasi Hepatitis B 0,5 mL intramuscular, di paha kanan anterolateral, kira-kira 1-
2 jam setelah pemberian vitamin K1. Imunisasi Hepatitis B bermanfaat untuk mencegah
infeksi Hepatitis B terhadap bayi, terutama jalur penularan ibu-bayi.

Cara pemberian salep mata antibiotic:

1. Cuci tangan (gunakan sabun & air bersih mengalir) kemudian keringkan
2. Tarik kelopak mata bagian bawah ke arah bawah
3. Berikan salep mata dalam satu garis lurus mulai dari bagian mata yang paling dekat
dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata atau tetes mata
4. Ujung tabung salep mata atau pipet tetes tidak boleh menyentuh mata bayi