Anda di halaman 1dari 6

Nama : Ramadika Praburaharja

NIM : 500803673
UPBJJ : Bogor

PT Bumi Resources Tbk

PT Bumi Resources Tbk (BR) akan melakukan serangkaian ekspansi untuk


memperbesar kapasitas perusahaan dan luas lahannya. Luas lahan yang
ditanami oleh BR hingga tahun 2010 terus meningkat hampir dua kali
lipat.Pada awal tahun 2007 luas lahan yang ditanami sebesar 2.500 Ha
menjadi 5.200 Ha pada awal tahun 2011.Langkah ekspansi ini akan berimbas
pada revenue perusahaan dan struktur modalnya.

Berikut adalah Struktur Modal PT Bumi Resources Tbk.

Jenis Modal Jumlah Proporsi

Utang Jangka Panjang Rp


(25%) 5.500.000.000 35%

Rp
Saham preferen (14%) 1.000.000.000 15%

Rp
Saham biasa 2.250.000.000 33%

Rp
Laba ditahan 1.110.000.000 17%

Rp
Total modal 9.860.000.000

Saham preferen terdiri dari 50.000 lembar dan Saham biasa terdiri dari
225.000 lembar dengan nilai nominal Rp12.500,00 per lembar, harga kurs
95% dan dividen diharapkan sebesar Rp2.500,00 dengan tingkat
pertumbuhan dividen 4% dan pajak 40%.

PT Bumi Resources Tbk telah melakukan berbagai cara untuk ekspansi salah
satunya dengan menambah modal, menjual saham dan memanfaatkan laba
ditahan.

Pertanyaan :
1. Jelaskanlah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan faktor-
faktor yang tidak mempengaruhi penentuan besarnya biaya modal
rata-rata tertimbang (Weight Average Cost of Capital / WACC)
2. Hitunglah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) PT Bumi Resources
Tbk!
3. PT Bumi Resources Tbk ingin menambah modal sebesar
Rp1.500.000.000,00 dan komposisi struktur modal akan
dipertahankan. Berapa besarnya modal masing-masing sumber yang
harus dilakukan apabila biaya modal rata-rata akan dipertahankan?
JAWABAN :

1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Modal dan Fungsi


Biaya Modal: Faktor Biaya Modal
Kondisi perekonomian
Ketika permintaan akan uang dalam ekonomi berubah secara relatif
terhadap penawaran. Kondisi pasar
Ketika resiko meningkat maka investor akan mensyaratkan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi.
Keputusan operasi dan keuangan
Ketika resiko usaha dan resiko keuangan meningkat, tingkat
pengembalian yang disyaratkan investor akan meningkat pula.
Jumlah pembiayaan
Permintaan untuk jumlah modal yang besar dan meningkatkan
pula biaya modal perusahaan.
Fungsi biaya modal
Perhitungan biaya modal sangat erat kaitannya dengan pajak yang
dikenakan kepada perusahaan. Konsep perhitungan biaya modal
dapat didasarkan kepada perhitungan sebelum pajak (before tax
basis) atau perhitungan setelah pajak (after tax basis). Biaya modal
biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan diterima atau
ditolaknya suatu usulan investasi (sebagai discount rate), yaitu
dengan membandingkan
tingkat keuntungan (rate of return) dari usulan investasi tersebut
dengan biaya modalnya.

2. Biaya modal rata-rata dihitung dengan rumus sebagai


berikut :

WACC = Wd.Kd.(1-T)+ WPS.KPS + Wc.Kc + We.Ke

Dimana :

Wd (Faktor penimbang untuk utang) = 0.35


Kd (Biaya modal untuk utang) =
Tingkat Bunga = 25%(sesuai dengan data di tabel)
T (Tingkat pajak yang harus dibayar perusahaan)
= 0.4 . sehingga, 1 - T = 1-0.4

WPS (Faktor penimbang untuk saham preferen) = 0.15

KPS (biaya modal untuk saham preferen) = 14% (sesuai


dengan data di tabel)

Wc (Faktor penimbang untuk saham biasa) = 0.33


Kc (biaya modal untuk saham biasa ) . dihitung dengan
discounted cash flow :
= / +

Keterangan :

Dt = Dividen akhir periode

Po = Harga Saham pada awal periode

g = tingkat pertumbuhan dividen

Sehingga :
= (2.500.(1.04)/12.500.(0.95) )+4% = 25.89%

We (Faktor penimbang untuk Laba ditahan) = 0.17


Ke(biaya modal untuk laba ditahan ) . dihitung dengan
discounted cash flow :
= / +
Keterangan :

Dt = Dividen akhir periode

Po = Harga Saham pada awal periode

g = tingkat pertumbuhan dividen

Sehingga :
=(2.500.(1.04) / 12.500.(0.95) )+ 4% = 25.89%

Dengan demikian biaya modal rata-rata adalah :

WACC = Wd.Kd.(1-T)+ WPS.KPS + Wc.Kc + We.Ke

WACC = (0.35)(25%)(1-0.4)+ (0.15)(14%) + (0.33)


(25.89%)+ (0.17)(25.89%)

WACC = (0.35)(25%)(1-0.4)+ (0.15)(14%) + (0.33)


(25.89%)+ (0.17)(25.89%)
WACC = 5.25% + 2,1% + 8,54% + 4,40 %

WACC = 20,30 %

3.

Penambaha
Jenis Modal Desc. Proporsi n Modal Awal Total Modal
Modal

Utang Rp
Jangka 35% Rp 5.500.000.000 Rp
Panjang 525.000.00 6.250.000.0
(25%) 0 00

Saham Rp
preferen 15% Rp 1.000.000.000 Rp
225.000.00 1.225.000.0
(14%) Penambahan 0 00
biaya modal

Rp
Saham biasa sebesar Rp 33% Rp 2.250.000.000 Rp
1.500.000.00 495.000.00 2.745.000.0
0 0 00

Rp
Laba ditahan 17% Rp 1.110.000.000 Rp
255.000.00 1.365.000.0
0 00

Rp
Total modal Rp 100% Rp 9.860.000.000 Rp
1.500.000.00 1.500.000.0 11.360.000.
0 00 000

Biaya
Jenis Modal Total Modal Modal Jumlah

Utang Jangka Panjang Rp Rp


(25%) 6.250.000.000 15% 903.750.000
Rp Rp
Saham preferen (14%) 1.225.000.000 14% 171.500.000

Saham Rp Rp
biasa 2.745.000.000 25.89% 710.680.500

Laba Rp Rp
ditahan 1.365.000.000 25.89% 353.398.500

Rp Rp
Total modal 11.360.000.000 2.139.329.500

Dengan demikian maka WACC =

2.139.329.000 / 11.360.000.000 = 18.83%