Anda di halaman 1dari 3

PELAPORAN INSIDEN

KESELAMATAN PASIEN

No. Kode : Ditetapkan Oleh


Terbitan : 01 Ka.Puskesmas
No. Revisi : 00 Sambungmacan II
SPO
Tgl. Mulai Berlaku :
Puskesmas Halaman : 1-2.
Sambungmacan II dr.Udayanti Proborini,M.Kes
Kab. Sragen NIP. 19740409 200312 2 002

1. Pengertian Pelaporan insiden keselamatan pasien adalah suatu cara/langkah-langkah


pelaporan insiden keselamatan pasien.
Insiden keselamatan pasien ( IKP ) adalah setiap kejadian yang tidak
disengaja dan tidak diharapkan yang mengakibatkan cedera pada pasien.
Kesalahan yang mengakibatkan IKP dapat terjadi pada :
1. Diagnostik : kesalahan atau keterlambatan diagnosis
2. Treatment : keslahan pada operasi, prosedur/ tes, pelaksanaan
terapi
3. Preventive : tidak memberikan terapi profilaktif, monitoring atau
follow up yang tidak sesuai pada suatu pengobatan
4. Others : gagal melakukan komunikasi, gagal alat atau sistem lain

2. Tujuan Sebagai pedoman pelaporan insiden keselamatan pasien di UPTD


Puskesmas Sambungmacan II agar :
1. Terlaksananya sistem pencatatan dan pelaporan insiden
keselamatan pasien.
2. Diketahui penyebab insiden keselamatan pasien sampai pada akar
masalah.
3. Memperoleh data/ angka insiden keselamatn pasien.
4. Terciptanya upaya pencegahan terhadap kejadian / insiden
keselamatan pasien berikutnya.
5. Mendapatkan pembelajaran untuk perbaikan asuhan kepada
pasien.

3. Kebijakan SK kepala Puskesmas Sambungmacan II nomor tentang keharusan


melakukan identifikasi, dokumentasi, dan pelaporan kasus KTD, KPC
dan KNC

4. Referensi Panduan nasional Keselamatan Rumah Sakit. Depatemen kesehatan RI,


2006.

5. Prosedur Tetap 1. Setiap unit kerja di Puskesmas melaporkan semua kejadian terkait
dengan keselamatan pasien puskesmas pada formulir yang sudah
disediakan paling lambat 2x24 jam.
2. Siapapun yang mengetahui atau melihat kejadian IKP terutama dapat
melaporkan pada sekertariat Tim Keselamatan Pasien.
3. Pelapor segera memberitahu dokter penanggungjawab layanan untuk
pencegahan cedera atau pertolongan pertama.
4. Setiap unit kerja di puskesmas mencatat semua kejadian terkait
dengan keselamatan pasien pada formulir yang sudah disediakan
puskesmas meliputi :
a. Kejadiat Tidak Diharapkan ( KTD )
b. Kejadian Nyaris Cedera ( KNC )
c. Kejadian potensi Cedera ( KPC )
PELAPORAN INSIDEN
KESELAMATAN PASIEN
No. Kode :
Terbitan : 01
SPO No. Revisi : 00
Tgl. Mulai Berlaku :
Halaman : 2-2.
Puskesmas
Sambungmacan II
Kab. Sragen

5. Tim keselamatan pasien juga menjaga kerahasiaan dokumen,


dengan:
a. Laporan tidak boleh di foto kopi hanya disimpan dikantor
sekertariat Tim Keselamatan Pasien.
b. Laporan tidak boleh disimpan di file ruangan perawatan atau
distatus pasien
c. Contoh hal yang perlu dilaporkan : salah diagnosa yang berakibat
buruk bagi pasien, kejadian yang terkait pengobatan atau
prosedur, kejadian yang terkait dengan darah, pasien jatuh,
kejadian yang berakibat pasien/ pengunjung cedera.
6. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas menganalisis akar penyebab
masalah semua kejadian yang dilaporkan unit kerja.
7. Berdasarkan hasil analisis akar masalah ,aka tim keselamatan pasien
mendokumantasikan solusi pemecahan masalah.
8. Tim Keselamatan Pasien Puskesmas mengirimkan hasil solusi
masalah kepada kepala Puskesmas.
9. Kepala Puskesmas melaporkan insiden dan hasil solusi maslah ke
komite keselamatan pasien puskesmas setiap terjadinya insiden dan
setelah melakukan analisis akar maslah yang bersifat rahasia, maka
dilakukan rencana tindak lanjut.

6. Dokumen terkait - Formulir KTD. KNC, KPC

7. Unit terkait Semua unit kerja puskesmas


Komite keselamatan pasien
Kepala Puskesmas

8. Rekaman historis perubahan

N Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl mulai


O berlakukan

PELAPORAN INSIDEN
KESELAMATAN PASIEN
No. Kode : Ditetapkan Oleh
Terbitan : 01 Ka.Puskesmas
No. Revisi : 00 Sambungmacan II
DAFTAR
TILIK Tgl. Mulai Berlaku :
Puskesmas Halaman :
Sambungmacan II dr.Udayanti Proborini,M.Kes
Kab. Sragen NIP. 19740409 200312 2 002

No Uraian Kegiatan Dilaksanakan


ya Tidak TB
1. Apakah setiap unit di Puskesmas melaporkan kejadian terkait dengan
keselamatan pasien Puskesmas pada formulir yang sudah disediakan
paling lambat 2x 24 jam ?
2. Apakah siapapun yang melihat/ mengetahui kejadian IKP melaporkan
pada sekertariat Tim Keselamatan Pasien?
3. Apakah pelapor segera memberitahu kepada dokter penanggung jawab
layanan untuk pencegahan cedera atau pertolongan pertama?
4. Apakah setiap unit kerja di Puskesmas mencatat semua kejadian terkait
dengan keselamatan pasien pada formulir yang sudah disediakan di
Puskesmas ?
5. Apakah Tim Keselamatan pasien menjaga kerahasiaan dokumen dengan
a. Laporan tidak boleh difoto kopi, hanya boleh disimpan di kantor
sekertarian TIM Keselamatan Pasien
b. Laporan tidak boleh disimpan di file ruang perawatan atau di
status pasien
6. Apakah tim Keselamatan Pasien Puskesmas menganalisis akar penyebab
masalah semua kejadian yang dilaporkan oleh unit kerja?
7. Apakah berdasarkan hasil analisis akar maslaha maka Tim Kseslamatan
Pasien Puskesmas mendokumantasikan solusi pemecahan masalah?
8. Apakah tim Keselamatan Pasien Puskesmas melaporkan hasil solusi
masalah kepada kepala Puskesmas?
9. Apakah Kepala Puskesmas melaporkan inseden dan hasil solusi masalah
ke Komite Keselamatan Pasien Puskesmas setiap terjadinya insiden dan
setelah melakukan analisis akar maslah yang bersifat rahasia maka
dilakukan rencana tindak lanjut ?

CR :

Anda mungkin juga menyukai