Anda di halaman 1dari 16

SEJARAH FISIKA

PERKEMBANGAN ASTRONOMI MODERN

KELOMPOK 9

NAMA :DRAJAT NANJAK ANGKOSO (06111381520039)

LIA NOVITA SARI (06111381520043)

MEILY PUTRI AGUSTINI (06111381520044)

DOSEN PEMBIMBING:Drs.ABIDIN PASARIBU,.M.M

PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2016
BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sebagai salah satu ilmu pengetahuan tertua dalam peradaban manusia,


Astronomi kerap dijuluki sebagai 'ratu sains'.Astronomi memang menempati
posisi yang terbilang istimewa dalam kehidupan manusia.Sejak dulu, manusia
begitu terkagum-kagum ketika memandang kerlip bintang dan pesona benda-
benda langit yang begitu luar biasa.Fenomena langit sangatlah menarik rasa ingin
tahu manusia. Sebuah bukti adalah adanya sejarah para ilmuan yang mencoba
untuk mengamati dan mempelajari fenomena alam tersebut

Awalnya, manusia menganggap fenomena langit sebagai sesuatu yang magis.


Seiring berputarnya waktu dan zaman, manusia pun memanfaatkan keteraturan
benda-benda yang mereka amati di angkasa untuk memenuhi kebutuhan hidup
seperti penanggalan. Dengan mengamati langit, manusia pun bisa menentukan
waktu utuk pesta, upacara keagamaan, waktu untuk mulai menabur benih dan
panen.

Berbeda dengan zaman sekarang, perkembangan astronomi pada zaman


sekarang begitu pesat seiring dengan temuan temuan terbaru seperti penemuan
akan adanya sebuah kehidupan di planet mars karena didalamnya terdapat air,
pnemuan planet-planet baru dan pengobservasian fenomena-fenomena alam
dengan alat-alat canggih.

Mengkaji ilmu astronomi adalah hal yang sangat menarik, sehingga


menjadikan perkembangan ilmu astronomi tetap berjalan dan selalu berkembang.
Oleh karena itu kami mencoba mengkaji bagaimana perjalanan atau sejarah
perkembangan ilmu astronomi modern
Tujuan Penulisan Makalah

1. Mahasiswa dapat memahami hakikat dari astronomi mulai dari pengertian


dasar astronomi dan cabang-cabang ilmu astronomi
2. Mahasiswa dapat mengkaji dan memahami sejarah perkembangan
astronomi modern
3. Mahasiswa dapat mengetahui kontribusi ilmuwan muslim dalam bidang
astronomi
4. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perkembangan astronomi
pada zaman modern dan perkembangan astronomi di Indonesia

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka permasalahan pokok yang


menjadi fokus dalam makalah ini antara lain :

1. Jelaskan pengertian dasar dari astronomi ?


2. Sebutkan dan jelaskan cabang-cabang ilmu astronomi ?
3. Jelaskan bagaimana sejarah perkembangan astronomi modern ?
4. Sebutkan dan jelaskan beberapa ahli astronomi Islam dan kontribusi yang
telah disumbangkan bagi perkembangan ilmu astronomi ?
5. Jelaskan bagaimana perkembangan astronomi pada zaman modern?
6. Jelaskan bagaimana perkembangan astronomi di Indonesia ?

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Astronomi
Astronomi adalah ilmu alam mempelajari objek dan fenomena di luar
atmosfer bumi. Bintang, planet, komet, asteroid, meteor, nebula serta galaksi lain
yang dipelajari oleh para astronom, baik profesional dan amatir , yang
menggunakan berbagai instrumen dan teknologi untuk membuat keputusan
mengenai komposisi kepadatan kimia dari benda-benda langit, seperti serta jarak
relatif mereka dari Bumi. Astronomi adalah salah satu ilmu tertua yang dikenal
manusia. Leluhur kita terpesona dengan benda-benda langit yang terlihat di langit
malam, begitu banyak sehingga mereka mengembangkan keterampilan navigasi
yang menggunakan lokasi bintang sebagai alat untuk membimbing mereka dari
satu tempat ke tempat lain.
Peradaban awal kuno yang mulai mempelajari Astronomi hanya mampu
mengamati dan memprediksi gerakan benda-benda langit yang mana mereka
hanya bisa melihat dengan mata telanjang manusia. Proses ini biasanya dilakukan
dari posisiyang dianggap menguntungkan, seperti puncak gunung atau gedung
tertinggi. Karena teleskop belum diciptakan, beberapa peradaban sebenarnya telah
membangun observatorium besar yang mereka gunakan tidak hanya untuk tujuan
astronomi tetapi untuk upacara juga. Monumen yang didirikan mereka juga
digunakan untuk menentukan perubahan yang akan datang dalam musim,
menunjukkan jenis tanaman tertentu pada masa tertentu yang harus ditanam dan
sebagainya.Untuk Para astronom yang paling awal dalam penelitian mereka hanya
berkaitan dengan pemetaan bintang dan planet. Tidak sampai pembangunan
observatorium astronomi serta ide-ide tentang evolusi alam semesta saat pertama
kali dipostulatkan dan dieksplorasi. Beberapa keyakinan awal berkisar pada teori
bahwa Bumi adalah pusat galaksi dan bahwa semua bintang dan planet
ditempatkan di orbit di sekitarnya. Teori ini disebut sebagai sistem Ptolemaic,
yang menggambarkan model geosentris alam semesta menggunakan bumi sebagai
titik pusat.
Astronomi di era modern melibatkan studi tentang benda-benda unik
seperti quasar, pulsar, bintang-bintang neutron dan lubang hitam yang terkenal.
Kemajuan dalam teknologi yang kita miliki di ujung jari kita hari ini
memungkinkan kita untuk memiliki kesempatan menjelajahi alam semesta tidak
seperti sebelumnya, dan dengan setiap langkah berturut-turut kita lebih dekat dan
lebih dekat untuk mewujudkan bagaimana sebenarnya kehidupan yang kita kenal
saat ini mulai abad-abad yang lalu. Astronomi terus memainkan peran penting
dalam mencari jawaban lebih lanjut mengenai siapa kita dan dari mana kita
berasal. Para astronom sering menghubungkan bahwa studi tentang benda - benda
langit ini mirip dengan perjalanan ke masa lalu.

Cabang-Cabang Ilmu Astronomi

Berdasarkan pada subjek atau masalah, ada beberapa pengklasifikasian


dalam ilmu astronomi, diantaranya:

1. Astrometri adalah penelitian posisi benda langit dan perubahan posisi


mereka. Astrometri juga mendefinisikan sistem koordinat yang dipakai
dan kinematika dari benda-benda di galaksi kita.
2. Kosmologi adalah penelitian alam semesta sebagai seluruh dan evolusinya.
3. Fisika Galaksi adalah penelitian struktur dan bagian galaksi kita dan
galaksi lain.
4. Astronomi Ekstra Galaksi adalah penelitian benda; sebagian besar galaksi,
di luar galaksi kita.
5. Ilmu Planet adalah penelitian planet dan Tata Surya
6. Fisika Bintang adalah penelitian struktur bintang
7. Evolusi Bintang adalah penelitian evolusi bintang dari pembentukan
mereka sampai akhir mereka sebagai bintang sisa.
8. Pembentukan Bintang adalah penelitian kondisi dan proses yang
menyebabkan pembentukan bintang di dalam awan gas dan proses
pembentukan itu sendiri.
Proses Perkembangan Astronomi Pada Zaman Modern
Awal perkembangan ilmu astronomi modern dimulai oleh Purbach (1423-
1461) di universitas Wina serta lebih khusus lagi oleh muridnya Yohanes muller
(1436-1476).Johanes Muller pergi ke Italia khusus untuk belajar karya asli
Ptolemeus tentang astronomi bersama temannya Walther (1430-1504).Muller
bersama Walther membuat penanggalan berdasarkan benda-benda langit yang
banyak dipakai oleh para pelaut Spanyol dan Portugis. Muller meninggal sebelum
ia dapat melaksanakan niatnya. Pengamatan muller dilanjutkan oleh temannya,
Walther dan Albrecht Durer. Maka, ketika Nicolas Copernicus (1473-1543)
memulai karyanya, telah terdapat cukup banyak karya hasil pengamatan
astronomi. Sistem Copernicus yang baru tentang alam semesta menempatkan
matahari sebagai pusat alam semesta, serta terdapat tiga jenis gerakan bumi. Tiga
jenis gerakan bumi itu adalah gerak rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya),
gerak revolusi (gerak bumi mengelilingi matahari) dan suatu girasi perputaran
sumbu bumi yang mempertahankan waktu siang dan malam sama panjangnya.
Dalam sistem copernicus, bumi dan semua planet bergerak mengitari matahari
dengan arah yang sama dan laju yang berkurang semakin jauh dari matahari.
Sementara itu, matahari yang berada di pusat dan bintang-bintang yang berada di
luar tata surya berada pada tempatnya yang tetap. Dengan sistem Copernicus,
perhitungan astronomi dibuat menjadi lebih mudah, karena melibatkan jumlah
lingkaran yang lebih sedikit. Selanjutnya terdapat keberatan-keberatan terhadap
sistem Copernicus. Keberatan pertama adalah kenyataan bahwa pusat tata surya
tidak tepat berada pada matahari. Keberatan kedua, yang lebih serius, menyatakan
bahwa bila bumi berputar, maka udara cenderung tertinggal di belakang, hal ini
akan menimbulkan angin yang arahnya ke timur. Keberatan lebih jauh terhadap
sistem copernicus adalah bila bumi berputar, maka bumi akan hancur berkeping-
keping oleh gaya sentrifugal. Copernicus berpendapat bahwa spin dan gerakan
dalam suatu lingkaran adalah gerakan-gerakan yang spontan, merupakan sifat
alami dari suatu bentuk bola dimana bumi dan benda-benda langit ada. Maka
bersama copernicus muncul suatu sistem cosmos yang betul-betul baru.
Penggerak alam semesta tidak lagi penting. Matahari sebagai pusat tatasurya
menjadi pengatur alam semesta. Sistem Copernicus tetap mempertahankan nilai-
nilai lama dalam sistem cosmos yaitu bumi sebagai pusat alam semesta. Itulah
mungkin sebabnya copernicus mengajukan suatu sistem baru, heliosentris.
Pengamatan paling penting dalam bidang astronomi modern adalah yang
dilakukan oleh Ticho Brahe. Ia menganut pendangan geosentris. Kepler adalah
anak seorang tentara wurtemburg. Ia mempelajari sistem copernicus di Tubingen.
Karya pertama Kepler dalam bidang astronomi berjudul The Mysteri of the
Universe yang diterbitkan pada tahun 1596. Pada tahun 1609, Kepler menemukan
ternyata elips sangat cocok dengan hasil pengamatan Ticho Brahe. Kepler tidak
lagi menggunakan lingkaran sebagai lintasan benda-benda langit melainkan elips.
Pada abad ke-19, dengan ilmu spektroskopi dasar - yaitu ilmu yang
mempelajari garis spektra (daerah yang mendapatkan lebih sedikit ketika
menguraikan cahaya matahari) - para ilmuwan membuktikan bahwa unsur kimia
di Matahari, terutama hidrogen dan helium, ditemukan juga di Bumi.Pada abad ini
pula, para ilmuwan menemukan bentuk-bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat
dengan mata telanjang, sehingga dibentuklah ilmu astronomi inframerah,
astronomi radio, astronomi sinar X, dan astronomi sinar gamma. Dengan ilmu
spektroskopi, diketahui bahwa bintang-bintang lain serupa dengan Matahari,
namun dengan berbagai massa, suhu, dan ukurang yang berbeda. Dengan
diketahuinya eksitensi galaksi Bima Sakti dan beberapa galaksi lainnya, wawasan
astronomi mulai terbuka luas atas kesadaran ilmuwan bahwa terdapat banyak
galaksi yang belum semuanya diketahui manusia.
Spektroskopi dipelajari lebih lanjut pada abad ke-20. Observasi tersebut
perlu dimengerti, terlebih lagi karena diciptakannya fisika kuantum. Abad tersebut
juga merupakan masa ketika kebanyakan pengetahuan yang sekarang digunakan
dalam astronomi ditemukan. Dengan bantuan fotografi, benda-benda langit yang
tadinya tak terlihat jelas dapat diobservasi. Pada abad ini, diketahui bahwa
Matahari merupakan satu dari lebih dari 10 miliar bintang yang terdapat pada
suatu galaksi. Eksistensi galaksi-galaksi lain ditetapkan oleh Edwin Hubble, yang
memastikan bahwa Andromeda merupakan galaksi lain, dan masih banyak galaksi
lain yang jauh dari galaksi kita.

Kontribusi Ilmuwan Muslim Dalam Bidang Astronomi

Astronomi berkembang begitu pesat pada masa keemasan Islam (8 - 15


M). Salah satu bukti dan pengaruh astronomi Islam yang cukup signifikan adalah
penamaan sejumlah bintang yang menggunakan bahasa Arab. Ahli sejarah sains,
Donald Routledge Hill, membagi sejarah astronomi Islam ke dalam empat
periode. Periode pertama (700-825 M) adalah masa asimilasi dan penyatuan awal
dari astronomi Yunani, India dan Sassanid. Periode kedua (825-1025) adalah masa
investigasi besar-besaran dan penerimaan serta modifikasi sistem Ptolomeus.
Periode ketiga (1025-1450 M), masa kemajuan sistem astronomi Islam. Periode
keempat (1450-1900 M), masa stagnasi, hanya sedikit kontribusi yang dihasilkan.
Sejumlah, ahli astronomi Islam pun bermunculan : Nasiruddin at-Tusi yang
berhasil memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip
mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langit. Selain itu, ahli
matematika dan astronomi Al-Khawarizmi, banyak membuat tabel-tabel untuk
digunakan menentukan saat terjadinya bulan baru, terbit-terbenam matahari,
bulan, planet, dan untuk prediksi gerhana. Ahli astronomi lainnya, seperti Al-
Batanni yang banyak mengoreksi perhitungan Ptolomeus mengenai orbit bulan
dan planet-planet tertentu.Berikut adalah beberapa ahli astronomi Islam yang telah
memberi kontribusi bagi perkembangan astronomi:

1. Al-Battani (858-929) : Sejumlah karya tentang astronomi terlahir dari


buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-
Sabi. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang
matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan
planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk
menghitung gerakan dan orbit planet-planet.
2. Al-Sufi (903-986 M) : Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang
mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam
menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga
pergerakan matahari, dan ia juga menetapkan ciri-ciri bintang,
memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya, serta Ia
menulis mengenai astrolabe.
3. Al-Biruni (973-1050 M) : Merupakan ahli astronomi pada zaman
Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya dan
jua memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah
secara saintifik dari berbagai arah di dunia.
4. Ibnu Yunus (1009 M) : Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun
dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan
menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu
Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan
matahari sepanjang tahun.
5. Al-Farghani : Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai
teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya
yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-
Nujum tentang kosmologi.
6. Al-Zarqali (1029-1087 M) :. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan
juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih
kompleks bernama Safiha.
7. Jabir Ibn Aflah (1145 M) : Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah
ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan
untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit.

Perkembangan Ilmu Astronomi di Indonesia

Sejarah telah mencatat, geliat penerapan astronomi di kepulauan Nusantara


telah ada sejak beberapa abad silam. Penanggalan kalender jawa, penentuan
musim hujan, kemarau, panen, dan ritual kepercayaan lain yang menggunakan
peredaran gerak benda langit sebagai acuan. Bahkan, mengutip sebuah lagu
nenek moyangku seorang pelaut, mereka pun mahir menggunakan rasi-rasi
bintang sebagai penunjuk arah. Zaman beranjak ke masa kerajaan Hindu-Budha,
dimana candi-candi dibangun berdasarkan letak astronomis. Candi-candi di daerah
Jawa Tengah dibangun dengan menghadap ke arah terbitnya Matahari, timur.
Sedangkan bangunan candi di Jawa Timur, menghadap ke barat, dimana Matahari
terbenam. Meski begitu, ada sedikit perbedaan dengan candi kebesaran rakyat
Indonesia, Candi Borobudur, yang dibangun menghadap ke arah utara-selatan
tepat pada sumbu rotasi Bumi. Gunadharma, yang membangun Candi Borobudur
memakai patokan bintang polaris yang pada masa dinasti Syailendra masih
terlihat dari Pulau Jawa.
Mulai abad ke 18, perjalanan Astronomi Indonesia telah beranjak ke arah
yang lebih empiris. Pada masa itu, masyarakat dunia belum tahu jarak Bumi-
Matahari. Halley, yang telah menemukan cara untuk menentukan paralaks
Matahari, membutuhkan pengamatan di tempat yang berbeda-beda. Dengan
menggunakan hukum Kepler, ia telah menghitung akan terjadinya transit Venus
pada tahun 1761 dan 1769. Dan pengamatan fenomenal itu dilakukan di Batavia
(Jakarta), di sebuah Planetarium pribadi milik John Mauritz Mohr, seorang
pendeta Belanda kelahiran Jerman. Selain Mohr, Astronom Perancis De
Bougainvile juga melakukan pengamatan transit Venus pada tahun 1769. Dari
hasil pengamatan diperoleh gambaran transit Venus yang kemudian
dipublikasikan dalam Philosophical Transaction.
Tahun 1920, berdirilah Nederlandch Indische Sterrenkundige Vereeniging
(Perhimpunan Ilmu Astronomi Hindia Belanda) yang dipelopori oleh Karel Alber
Rudolf Bosscha. Yang mencetuskan didirikannya sebuah observatorium untuk
memajukan ilmu astronomi di Hindia Belanda. Butuh usaha yang tidak mudah
untuk mendirikan observatorium yang sekarang terletak di daerah Lembang, arah
utara Kota Bandung itu. Mulai dari penelitian lokasi yang tepat untuk
pengamatan, hingga perjalanan teleskop Meredian Circle dan Carl Zeiss Jena.
Pembangunan Observatorium dimulai pada tahun 1922 di atas tanah pemberian
kakak beradik Ursone seluas 6 hektar. Hingga akhirnya teleskop besar Zeiss
mulai berfungsi pada tahun 1928. Beberapa bulan setelah instalasi teleskop,
K.A.R. Bosscha meninggal, dan observatorium itu dinamai Observatorium
Bosscha. Kini, observatorium bersejarah itu sudah berusia hampir 80 tahun. Di
usianya yang mulai senja, Observatorium Bosscha telah menorehkan banyak
catatan ke-astronomian. Sebagai contoh, penemuan planetary nebula di daerah
langit selatan, 50% ditemukan di observatorium milik Indonesia ini. Ditambah
dengan pengamatan-pengamatan lain seperti gerhana Matahari total pada tahun
1930, dimana Einstein duduk dalam komitenya untuk membuktikan Teori
Relativitas Umum Einstein. Dan keikutsertaan Observatorium Bosscha dalam
pendidikan ilmu pengetahuan alam, dengan mengadakan jurusan Astonomi di ITB
pada tahun 1959.
Minat masyarakat terhadap ilmu yang menjadi anak tiri di Indonesia ini telah
meningkat selama beberapa tahun terakhir. Melihat antusiasnya masyarakat dan
media ketika terjadi fenomena langit yang jarang terjadi seperti saat melintasnya
komet Halley (1986), oposisi Mars (2003), transit Venus (2004), dan lainnya. Juga
dengan terbentuknya perkumpulan-perkumpulan pecinta Astronomi yang mulai
marak. Dan beberapa media di dunia maya mulai dari millis, website, forum
diskusi dan banyak blog yang berisikan info-info Astronomi.
Secara Internasional, astronomi di Indonesia pun sudah cukup
dipandang. Terbukti dengan dipercayanya Indonesia menjadi tuan rumah APRIM,
ajang berkumpulnya para astronom dunia, pada tahun 2005 silam, juga sebagai
tuan rumah olimpiade Astronomi Internasional tahun 2008 mendatang. Belum lagi
banyaknya siswa yang membawa pulang medali ke tanah air, hasil dari
pertarungan mereka dalam Olimpiade Astronomi Internasional maupun Olimpiade
Astronomi Asia Pasific. Kini, setelah melihat perkembangan ilmu Astronomi yang
cukup pesat, akankah pemerintah lebih memperhatikan perkembangan ilmu alam
ini? Seperti sudah menjadi hal umum jika ilmu alam kurang diperhatikan di
negara tercinta ini. Padahal, sangatlah penting untuk membuka kesadaran sains di
mata masyarakat Indonesia. Agar menjadi masyarakat yang cinta ilmu, yang bisa
banyak membaca dari alam sekitarnya, dari tingginya langit hingga dalamnya
lautan. Kita bisa mencotoh negara-negara maju seperti Badan Antariksa Nasional
Amerika Serikat (NASA) ataupun Badan Antariksa Eropa (ESA), yang
menyiapkan divisi khusus untuk pelayanan informasi Astronomi bagi publik.
Mulai dari informasi informal hingga terprogram seperti pelatihan guru sekolah
dan bantuan implementasi kurikulum ilmu pengetahuan alam. Memasukkan
astronomi dalam kurikulum pelajaran siswa sekolah, mengapa tidak? Indonesia,
yang terbentang dari Sabang sampai Merauke hanya memiliki sedikit sekali
fasilitas astronomi. Hampir semua kegiatan astronomi terpusat di Observatorium
Bosscha dan Planetarium Jakarta. Ide pembuatan observatorium di daerah-daerah
terpencil sudah ada sejak dulu. Yang sudah mulai berjalan seperti Planetarium di
Palembang dan Tenggarong, Kalimantan. Juga adanya rencana menjadikan Pulau
Biak sebagai tempat peluncuran satelit. Para pecinta Astronomi dan masyarakat
Indonesia pada umumnya, memiliki mimpi agar dapat dibangun lagi
observatorium-observatroium di daerah-daerah ataupun pulau-pulau terpencil
lainnya. Selain belum banyak terjamah manusia, hingga tingkat polusinya kecil
dan memungkinkan untuk melihat langit sangat cerah, pembangunan fasilitas
astronomi itu juga menjadi sebuah ajang penyebaran pendidikan sains yang
tentunya dapat mengurangi tingkat kebodohan masyarakat Indonesia. Pemerintah
Indonesia dan para pecinta Astronomi dapat bekerja sama dalam menyebarkan
ilmu astronomi. Dengan tersedianya fasilitas media yang cukup banyak, keinginan
adanya majalah atau tabloid astronomi tentunya mimpi yang harus diwujudkan.
Kesediaan pemerintah untuk menyokong dana riset ataupun kegiatan keilmuan ini
juga sangatlah diharapkan.

BAB 3

PENUTUP

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kami tarik sebuah kesimpulan bahwa ilmu
astronomi sangat menarik perhatian manusia yang didasari atas rasa ingin tahu
akan fenomena alam .Sehingga manusia selalu mengembangkan ilmu
pengetahuanya terutama ilmu pengetahuan teknelogi untuk mengungkap
fenomena alam tersebut.
Dalam sejarah perkembangan astronomi modern,pendapat dan teori yang
berkembang di Eropa sangat dipengaruhi oleh adanya pendapat yang telah
dikemukakan dan penemuan-penemuan yang telah ditemukan oleh para
cendekiawan muslim. Buah pikir dan hasil kerja keras para sarjana Islam di era
tamadun diadopsi serta dikagumi para saintis Barat seperti Copernicus sebagai
penemu ilmu astronomi moderndan tokoh-tokoh astronomi Eropa lainnya seperti
Regiomantanus, Kepler dan Peubach tak mungkin mencapai sukses tanpa jasa Al-
Batani ( salah satu Ilmuwan Astronomi Islam )
Pada mulanya, manusia menganggap fenomena langit sebagai sesuatu
yang magis . Seiring berputarnya waktu dan zaman, manusia pun memanfaatkan
keteraturan benda-benda yang mereka amati di angkasa untuk memenuhi
kebutuhan hidup seperti penanggalan. Bahkan pada zaman sekarang manusia
sudah mulai meneliti akan adanya kehidupan diplanet selain bumi.
Dengan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi manusia mampu
menciptakan alat-alat teknologi canggih yang dipakai untuk mengobservasi
fenomena alam sehingga ilmu astronomi semakin berkembang dengan temuan
temuan terbarunya dari zaman ke zaman.

PERTANYAAN :

1. Bagaimana dan jelaskan bukti dari ilmu astronomi dari cabang fisika
galaksi di indonesia? (nepri yanti)

2. Bagaimana hasil ekspedisi dari nasa tentang mars? (cherin Virginia)

3. Apa yang menjadi alasan kepler menyetujui hasil pengamatan ticho


brahe ? ( ratih galuh)
4. Mengapa pluto tidak termasuk dalam tata surya? (jopianto)

5. Sebutkan bukti pesat adanya perkembangan astronomi modern?


(harmaliza)

6. Cabang cabang ilmu fisika bintang, bintang itu lahir dari mana, mengapa
bisa bercahaya? (alhu waladan)

Jawaban:

1. Dijawab oleh : Drajat Nanjak Angkoso


Observatorium Bosscha
Observatorium ini bertujuan untuk menjadi garda depan pengamatan
astronomi di langit selatan. Apalagi saat itu langit selatan memang belum
dikenal karena hampir tidak ada pengamatan dilakukan di belahan selatan
selain di Afrika Selatan. Observatorium itulah yang kemudian dikenal
sebagai Bosscha Sterrenwacht atau Observatorium Bosscha yang dibangun
dari tahun 1923 1928. Pendana utama dari Observatorium Bosscha juga
berasal dari kalangan pemerhati astronomi yakni seorang tuan tanah di
Malabar bernama Karel Albert Rudolph Bosscha dan seorang pengusaha
bernama Ursone. Keduanya kemudian menyerahkan hak kepemilikan
tanah mereka kepada NISV.
2. Dijawab oleh : Meily Putri Agustini
Mereka membuat sebuah robot yang mampu menelusuri dataran Mars.
Nasa Phoenix berhasil mendarat di Mars pada bulan Mei lalu.Dari sinilah
diketahui bahwa planet Mars mampu dihidupi oleh manusia karena
terdapat sumber air di dalamnya.
3. Dijawab oleh : Lia Novita Sari
Yang menjadi alasan kepler menyetujui hasil pengamatan tycho karena
Tycho astronom besar terakhir sebelum diketemukan teleskop juga
pengamat yang hati-hati dan teliti yang pernah dikenal dunia, catatan-
catatan itu teramat besar harganya. Kepler percaya bahwa catatan analisa
matematika Tycho yang cermat memungkinkannya menentukan
kesimpulan bahwa teori gerakan planet adalah benar.
4. Dijawab oleh : Lia Novita Sari
Ada beberapa alasan yaitu :
a) Benda angkasa disebut sebagai Planet bila memiliki bagian seperti
Bumi yaitu gas, batu, dan air. Sedangkan Pluto hanya terdiri atas Batu
dan Es.
b) Ukuran Pluto yg hanya berukuran 1.151 km tidak sampai setengah dari
diameter merkurius yang merupakan planet yg sangat kecil dalam Tata
Surya
c) Orbit Pluto yang kadang Timpang Tindih dengan orbit Planet
Neptunus
d) Pluto berukuran hampir sama dengan satelit-satelitnya yang membuat
Pluto hanya dianggap sebagai benda langit dan bukan disebut Planet.
5. Dijawab oleh : Meily Putri Agustini
Bukti pesatnya perkembangan astronomi adalah banyaknya penemuan-
penemuan benda-benda luar angkasa seperti halnya planet-planet baru dan
galaksi-galaksi
contohnya adalah planet mars.

6. Dijawab oleh : Drajat Nanjak Angkoso


Bintang merupakan bola gas yang terbentuk disebabkan tarikan gravitasi
mereka sendiri. Cahaya bintang berasal dari dari reaksi proses nuklear di
bagian permukaan, di mana unsur hidrogen digabungkan untuk
menghasilkan unsur helium, gelombang eletromagnetik, dan tenaga.
Permulaan kelahiran bintang diyakini terdiri dari kepulan gas hidrogen dan
debu angkasa yang membentuk Nebula.
Daftar Pustaka

http://amblas17.blogspot.co.id/2011/04/sejarah-perkembangan-ilmu-
astronomi.html

http://heriyanipendidikanfisika.blogspot.co.id/2013/07/perkembangan-
astronomi-modern.html

https://diaszakharia.wordpress.com/2013/11/05/cabang-cabang-
astronomi/

http://sains-dan-teknologi.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-ilmu-
astronomy.html