Anda di halaman 1dari 4

Pengantar

Konsep energi merupakan salah satu topik penting dalam fisika. Dalam kehidupan
sehari-hari manusia tidak dapat lepas dari penggunaan energi. Energi menurut sebagian besar
pandangan orang seperti bahan bakar untuk kendaraan dan pemanasan, listrik untuk
penerangan, serta makan untuk dikonsumsi. Namun, contoh-contoh tersebut belum dapat
menjelaskan definisi dari energi.

Energi yang ada di dunia ini muncul dalam berbagai bentuk. Setiap proses fisika yang
terjadi di alam, selalu melibatkan energi dan transfer energi atau perubahan. Konsep energi
penting digunakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dijelaskan oleh
hukum II Newton. Seperti pada saat seorang atlet panah melepaskan anak panahnya. Laju
anak panah tersebut sulit untuk diketahui jika menggunakan pendekatan hukum II Newton
karena berubah-ubah bergantung pada posisi. Akan tetapi, peristiwa tersebut dan beberapa
peristiwa lain dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan energi melalui konsep
Energi Konservasi.

Perhatikan gambar orang yang sedag mendaki gunung. Orang tersebut berjalan
menanjak. Kalian juga pasti pernah berjalan di jalanan yang menjak. Bagaimana rasanya?
Kalian pasti merasa berat untuk mencapai puncak. Peristiwa tersebut menandakan seseorang
telah melakukan usaha. Namun, setelah melakukan pendakian hingga puncak, kalian pu akan
merasa lelah karena energi yang berkurang. Pada bab ini kalian akan mempelajari mengenai
Usaha, hubungan usaha dengan energi, serta aplikasi usaha-energi dalam kehidupan sehari-
hari.
A. Usaha
Pernahkah kamu memperhatikan seseorang mendorong meja? Meja yang didorong
berpindah sejauh s meter. Meja bergerak karena gaya yang diberikan oleh seseorang. Pada
peristiwa ini, seseorang dikatakan melakukan usaha. Namun, bagaimana dengan seseorang
yang mendorong tembok? Seseorang yang mendorong tembok tidak dikatakan melakukan
usaha karen benda tersebut tidak bergerak.
Fenomena gerak semacam ini, dapat dianalisis dengan menggunakan Hukum II Newton
dan konsep usaha-energi. Seperti halnya Hukum II Newton, konsep usaha-energi juga
menghubungkan pengaruh dari luar (gaya). Beda dari kedua konsep ini adalah jenis
besarannya, usaha merupakan besaran skalar. Oleh karena itu, beberapa kasus lebih mudah
diselesaikan dengan menggunakan konsep usaha-energi.
1. Usaha oleh Gaya Konstan

1a 1b 1c Gambar
1 adalah gambar
sebuah penghapu yang didorong sepanjang papan tulis

Gambar 1a adalah gambar dimana penghapus yang bergerak sepanjang papan. Dibandingkan
dengan gambar 1a, gambar 1b menunjukkan bahwa penghapus lebih mudah bergerak. Sedangkan
pada gambar 1c, sekuat apapun penghapus didorong, tidak akan erjadi pergerakan/perpindahan. Dari
analisis gaya untuk menentukan usaha yang dikerjakan, kita harus memperhatikn arah gaya yang
diberikan dan juga besarnya perpindahan. Memindahkan penghapus sejauh 3 m lebih besar usahaya
dibandingkan dengan memindahkan penghapus sejauh 2 cm.
Dalam fisika, usaha oleh gaya konstan didefinisikan sebagai perkalian skalar antara
vektor gaya dengan perpindahan benda, atau hasil kali gaya yang searah dengan perpindahan
benda dengan perpindahan benda dengan besar perpindahan benda. Usaha dilambangkan
dengan W (work) dan untuk gaya yang konstan dirumuskan sebagai berikut.
W =F . s

W = ( F cos ) s
(1)
W =F s cos

Keterangan:
F = gaya (N)
s = perpindahan benda (m)

= sudut yang dibentuk oleh vektor gaya dan vektor perpindahan

W = usaha (Nm / J )

Gambar Diagram gaya yang bekerja pada benda


Satuan usaha adalah Nm dalam SI adalah J (joule).
7
1 joule=10 erg

1 ft .ld =1,356 joule ( sistem Inggris )

1 kWh=3,6 106 joule ( elektrik )

1 eV =1,60 1019 joule (fisika atom)

Berdasarkan persamaan 1, besarnya usaha yang dilakukan oleh gaya ditentukan oleh besarnya
sudut yang dibentuk oleh gaya serta perpindahan. Brikut ini adalah beberapa keadaaan
istimewa yang berhubungan dengan arah gaya serta arah perpindahan benda.
o
a. Jika =0 , berarti gaya F searah dengan

arah perpindahan. Karena nilai cos 0 o=1 ,

maka usaha yang dilakukan sebanding dengan,

W =F s .

b. Jika =9 0o , berarti gaya F tegak lurus

o
dengan perpindahan. Karena nilai cos 9 0 =0
, maka usaha yang dilakukan adalah W =0 .

(Sebahgai contoh pada gambar 1c)


o
c. Jika =18 0 , berarti gaya F berlawanan

dengan arah perpindahan. Karena

cos 180o =1 , maka usaha yang dilakukan

adalah W =F s . (Contoh gaya gesek yang

selalu berlawanan arah dengan perpindahannya)


d. Jika s=0 , berarti gaya tidak menyebabkan

benda berpindah, maka W =0 .