Anda di halaman 1dari 9

TUGAS V

ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

Tentang

Administrasi PTK

Disusun oleh

Nama : Annisa Maulidya

Nim : 14029042

Prodi : Pendidikan Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2017
A. Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Kependidikan

Pembinaan atau pengembangan tenaga kependidikan merupakan usaha mendayagunakan,


memajukan dan meningkatkan produktivitas kerja setiap tenaga kependidikan yang ada di
seluruh tingkatan manajemen organisasi dan jenjang pendidikan. Tujuan dari kegiatan
pembianaan ini adalah tumbuhnya kemampuan setiap tenaga kependidikan yang meliputi
pertumbuhan keilmuan, wawasan berpikir, sikap terhadap pekerjaan dan keterampilan dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga produktivitas kerja dapat ditingkatkan.

Pembinaan karier tenaga kependidikan meliputi kenaikan pangkat dan jabatan


berdasarkan prestasi kerja dan peningkatan disiplin.Yang pembinaan disini adalah segala
usaha untuk memanajukan dan meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan, dan keterampilan,
demi kelancaran pelaksanaan tugas pendidikan. Adapun alasan diadakannya pengembangan
tehnologi diantaranya yaitu:

1. perkembanagan ilmu dan tehnologi.

2. menutup kelemahan dari seleksi.

3. menumbuhkan ikatan batin.

Prinsip yang patut diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan tenaga kependidikan,


yaitu:

a. Dilakukan untuk semua jenis tenaga kependidikan baik untuk tenaga stuktural, tenaga
fungsional maupun tenaga teknis penyelengara pendidikan.

b. Berorientasi pada perubahan tingkah laku dalam rangka peningkatan kemampuan


profesional dan atau teknis untuk pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan posisinya
masing-masing.

c. Mendorong peningkatan kontribusi setiap individu terhadap organisasi pendidikan tau


sistem sekolah; dan menyediakan bentuk-bentuk penghargaan, kesejateraan dan insentif
sebagai imbalan guna menjamin terpenuhinya secara optimal kebutuhan sosial ekonomis
maupun kebutuhan sosial-psikologi.

d. Mendidik dan melatih seseorang sebelum maupun sesudah menduduki jabatan/posisi.


e. Dirancang untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dalam jabatan, pengembangan
profesi, pemecahan masalah, kegiatan remidial, pemeliharaan motivasi kerja dan ketahanan
organisasi pendidikan.

f. Pembinaan dan jenjang karir tenaga kependidikan disesuaikan dengan kategori masing-
masing jenis kependidikan itu sendiri.

Menurut Hartati Sukirman (2000: 63) ditinjau dari sudut manajemen secara umum, proses
pembinaan dan pengembangan meliputi beberapa langkah yaitu:

1. Menganalisis kebutuhan

Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara mengidentifikasi ketrampilan kinerja,


menyusun program-program yang sesuai, melaksanakan riset, dan meningkatkan kinerja.

2. Menyusun rancangan intruksional

Rancangan intruksional meliputi sasaran, metode intruksional, media, urutan dan


gambaran mengenai materi pelatihan, yang merupakan kurikulum bagi program pelatihan
tersebut.

3. Mengesahkan program latihan

Suatu program pelatihan harus memperoleh pertimbangan dan persetujuan dari unsur
instansi yang berwenang.

4. Tahap implementasi

Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan program pelatihan yang menggunakan


berbagai teknik pelatihan misalnya diskusi, loka karya, dan seminar, dalam rangka
penyampaian pengetahuan kepada para peserta program pelatihan.

5. Tahap evaluasi dan tindak lanjut

Pada tahap ini program pelatihan dinilai sejauhmana keberhasilannya atau


kegagalannya. Aspek yang perlu dievaluasi misalnya kemampuan dan hasil belajar, reaksi
peserta terhadap program pelatihan, dan perilaku kinerja setelah mengikuti program
pelatihan.

Dalam hal pengembangan pegawai, banyak cara yang sudah dikembangkan. pengembangan
ini dilaksanakan dengan:

1. Bimbingan berupa petunjuk yang diberikan kepada pegawai, pada waktu


melaksanakan tugasnya.

2. Latihan-latihan berupa intern dan ekstern.

3. Pendidikan formal

4. Promosi berupa pengangkatan jabatan ke yang lebih tinggi.

5. Penataran

6. Lokakarya atau workshop

7. dan sebagainya.

Cara yang lebih populer adalah melalui penataran (inservice training) baik dalam rangka
penyegaran maupun dalam rangka peningkatan kemampuan tenaga kependidikan. Cara-cara
lainnya dapat dilakukan sendiri-sendiri (self propelling growth) atau bersama-sama
(collaborative effort), misalnya mengikuti kegiatan atau kesempatan; ore-service training, on
the job training, seminar, workshop, diskusi panel, rapat-rapat, simposium, konferensi dan
sebagainya.

https://ganieindraviantoro.wordpress.com/kuliah/semester-4/education-
management/makalah-manajemen-tenaga-pendidikan/

B. Kenaikan Pangkat
Kenaikan Pangkat PTK
1. Sesuai dengan prosedur kenaikan pangkat dengan melampirkan penetapan
angka kredit.
2. Telah 2 tahun dan 3 tahun dalam pangkat yang dimilikinya.
3. DP3 ( daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan) setiap unsur bernilai baik dalam 2
tahun terakhir.
4. Telah memenuhi jumlah angka kredit minimal yang disyaratkan untuk kenaikan
pangkat setingkat lebih tinggi.
5. Tidak dapat diberikan kenaikan pangkat regular.
6. Dapat naik pangkat setiap 2 tahun sekali sepanjang angka kredit terpenuhi dan
tidak melampaui 2 tingkat kenaikan pangkat.
7. SK jabatan terakhir dan SK pangkat terakhir
8. Pangkat tertinggi Pembina utama, golongan ruang IV/ e dan dapat melebihi
pangkat atasannya.

C. Pemberhentian dan pensiunan PTK

Pemberhentian tenaga kependidikan merupakan proses yang membuat seseorang


tenaga kependidikan tidak dapat lagi melaksanakan tugas pekerjaan atau fungsi jabatannya
baik untuk sementara waktu maupun untuk selama-lamanya.

Banyak alasan yang menyebabkan seorang tenaga kependidikan berhenti dari


pekerjaannya, yaitu:

1) Permintaan sendiri untuk berhenti


2) Mencapai batas usia pensiun menurut ketentuan yang berlaku
3) Penyederhanaan organisasi yang menyebabkan adanya penyederhanaan tugas di satu
pihak sedang di pihak lain diperoleh kelebihan tenaga kerja
4) Melakukan penyelewengan atau tindakan pidana
5) Tidak cukup jasmani atau rohani
6) Meninggalkan tugas dalam jangka waktu tertentu sebagai pelanggaran atas ketentuan
yang berlaku
7) Meninggal dunia atau karena hilang sebagaimana dinyatakan oleh pejabat yang
berwenang

D. EVALUASI DAN PENILAIAN KINERJA TENAGA PENDIDIK/KEPENDIDIKAN

Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas tenaga
pendidik di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tentang keprofesionalan
seorang guru. Salah satunya dengan diadakan nya program SERTIFIKASI GURU.
Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, sertifikat
pendidik diberikan kepada guru/dosen yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi
akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran.

Sertifikat pendidik diberikan kepada seseorang yang telah menyelesaikan program


pendidikan profesi pendidik dan lulus ujian sertifikasi guru. Dalam hal ini, uji sertifikasi guru
dimaksudkan sebagai pengendalian mutu hasil pendidikan, sehingga seseorang yang
dinyatakan lulus dalam uji sertifikasi guru diyakini akan mampu melaksanakan tugas
mendidik, mengajar, melatih, membimbing, dan menilai hasil belajar peserta didik.

Dalam Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007, tentang Sertifikasi Guru

Dalam Jabatan, tersirat bahwa empat kompetensi guru profesional ini dapat diukur melalui 10
komponen, yaitu:

1. kualifikasi akademik,

2. pendidikan danpelatihan,

3. pengelaman mengajar,

4. peencanaan dan pelaksanaanpembelajaran,

5. penilaian dari atasan dan pengawas,

6. prestasi akademik,

7. karya pengembangan profesi,

8. keikutsertaan dalam forum-forum ilmiah,

9. pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial

10. penghargaanyang relevan dengan bidang pendidikan.

Sepuluh komponen portofolio tersebut merupakan refleksi dari empat kompetensi guru.
Setiap komponen portofolio dapat memberikan gambaran satu atau lebih kompetensi guru
peserta sertifikasi, dan secara akumulatif dari sebagian atau keseluruhan komponen
merefleksikan keempat kompetensi guru yang bersangkutan.

Pemetaan Komponen Portofolio dalam Konteks Kompetensi Guru

No Komponen Portofolio Kompetensi Guru


Peda Kepri Sos Prof
(Sesuai Permendiknas No. 18 Tahun 2007)

1 Kualifikasi Akademik V V
2 Pendidikan dan Pelatihan V V
3 Pengalaman Mengajar V V V
4 Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran V V
5 Penilaian dari Atasan dan Pengawas V V
6 Prestasi Akademik V V V
7 Karya Pengembangan Profesi V V
8 Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah V V
9 Pengalaman Menjadi Pengurus Organisasi di V V

Bidang Kependidikan dan Sosial

10 Penghargaan yang Relevan dengan Bidang V V V V

Pendidikan

Tabel di atas menunjukkan bahwa empat kompetensi guru telah dapat diakomodasi
pada komponen portofolio. Bahkan, semua kompetensi diwakili oleh beberapa komponen
portofolio. Hal ini menunjukkan bahwa apabila portofolio betul-betul milik guru dan
penilaian portofolio dilakukan secara sungguh-sungguh maka penilaian portofolio dapat
merepresentasikan penilaian kompetensi guru.

Di Indonesia, dalam era sertifikasi guru, standar untuk mengukur kinerja guru
profesional ada 4-kompetensi guru (atau standar keprofesionalan guru), yang menunjukkan
sosok utuh guru profesional (T. Raka Joni, 2008). Dalam perkembangannya ada penjelasan
bahwa sebenarnya ke empat kompetensi (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial)
tersebut dalam praktiknya merupakan satu kesatuan yang utuh (Ditnaga-DIKTI, 2009).
Penjelasaan tidak resmi pemerintah ini mengarah pada pandangan beberapa ahli pendidikan,
sebagai penyempurnaan (koreksi) atas pemaknaan 4 kompetensi guru yang telah dibakukan
dalam PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tersebut.

Pandangan (mengenai sosok utuh Kompetensi Profesional Guru) ini menyebutkan bahwa
sebagai guru yang berkompeten, seharusnya memiliki:

1. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik

2. penguasaanbidang studi, baik dari sisi keilmuan maupun kependidikan,

3. kemampuanpenyelenggaraan pembelajaran yang mendidik

4. kemauan dan kemampuan mengembangkan profesionalitas dan kepribadian secara


berkelanjutan (Ditnaga-DIKTI, 2009).

https://afidburhanuddin.wordpress.com/2014/02/05/evaluasi-dan-penilaian-kinerja-tenaga-
pendidikkependidikan/

E. Peran guru dalam administrasi PTK

Peran Guru dalam Administrasi PTK


Guru merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan yang memiliki peran
yang sangat besar dalam pencapaian tujuan pendidikan. Peran guru bukanlah hanya sekedar
menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Namun jika dilihat secara luas guru
juga berperan sebagai administrator pendidikan. Menurut Oteng Sutrisna (1986), (dalam
Abin Syamsudin DAN Nandang Budiman, 2005 : 2.5), administrasi adalah suatu kegiatan atau
usaha untuk membantu melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan dalam
mencapai suatu tujuan. Administrasi pendidikan adalah segenap proses pengerahan segala
sesuatu baik personal, spiritual, maupun material yang bersangkutan dengan pencapaian
tujuan pendidikan.
Jika seorang guru mampu melaksanakan segala tugasnya dalam pendidikan serta
mampu berperan di dalam tata administrasi sekolah, dapat dikatakan guru tersebut mampu
memenuhi tuntutan profesionalisme seorang guru.
Adapun peranan guru dalam Administrasi pendidik dan tenaga kependidikan yaitu :
1. Membuat buku induk pegawai
2. Mempersiapkan usul kenaikan pangkat pegawai negeri, prajabatan, kerpeg, cuti dengan
pegawai, dll.
3. Membuat inventarisasi semua file kepegawaian, baik kepada sekolah, guru maupun tata
administrasi.
4. Membuat laporan rutin kepegawaian harian, mingguan, bulanan dan tahunan.
5. Membuat laporan data sekolah dan pegawai
6. Mencatat tenaga pendidik yang akan mengikuti penataran.
7. Mempersiapkan surat keputusan kepada sekolah tentang proses KBM, surat tugas, surat
kuasa, dll.