Anda di halaman 1dari 600

No. Publikasi / Publication Number : 11560.

1502
Ukuran Buku / Book Size : 21 x 15 cm
Jumlah Halaman / Number of Page : lxxviii + 500 halaman/pages

Naskah / Manuscript :

- Bidang Statistik Sosial/


Social Statistic Division
- Bidang Statistik Produksi/
Production Statistic Division
- Bidang Statistik Distribusi/
Distribution Statistic Division
- Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik/
Regional Account and Statistic Analysis Division
- Bidang Integrasi, Pengolahan, dan Diseminasi Statistik/
Integration, Data Processing, and Dissemination Statistic Division

Desain dan Gambar Kulit / Design and Cover :

- Bidang Integrasi, Pengolahan, dan Diseminasi Statistik/


Integration, Data Processing, and Dissemination Statistic Division

Diterbitkan oleh /Published by :

- BPS Provinsi Aceh bekerja sama dengan BAPPEDA Aceh/ BPS-Statistics of Aceh
Province colloboration with BAPPEDA Aceh

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya


May Be Cited with Mentioning Source
PERTAMA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN SEPENUH DAYA UPAYA
UNTUK MENCIPTAKAN KEADILAN YANG BERSENDIKAN
KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM MASYARAKAT

KEDUA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA UPAYA


UNTUK MEMADU BAKAT DAN SIFAT KEPAHLAWANAN SEJATI DI
DALAM DADA SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT

KETIGA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA UPAYA KE


ARAH TERCIPTANYA KEMAKMURAN MERATA BAGI SEGENAP
LAPISAN MASYARAKAT

KEEMPAT : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA UPAYA


UNTUK MEMUPUK SUASANA KERUKUNAN DI DALAM
PERGAULAN HIDUP SEGENAP LAPISAN RAKYAT

KELIMA : PEMERINTAH ACEH BERUSAHA DENGAN PENUH DAYA UPAYA


UNTUK MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN ROHANI DAN
JASMANIAH YANG MELIPUTI SEGENAP LAPISAN MASYARAKAT
dr. H. Zaini Abdullah
GUBERNUR ACEH
GOVERNOR OF ACEH
Publikasi Profil Pembangunan Aceh 2015 merupakan hasil kerja sama Bappeda Aceh
dengan BPS Propinsi Aceh dalam penyediaan data yang dibutuhkan untuk proses
perencanaan dan evaluasi pembangunan yang telah dicapai.

Diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu referensi berbagai program pembangunan,
sehingga pembangunan yang direncanakan dapat benar-benar menyentuh kebutuhan
masyarakat banyak.

Kepada semua pihak terkait dalam penyusunan buku ini, sangat diharapkan
kerjasamanya sehingga segala yang telah disajikan dalam penerbitan publikasi Profil
Pembangunan Aceh 2015 ini dapat lebih sempurna dengan sajian data yang lebih lengkap
dan bervariasi.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan publikasi ini
kami ucapkan terima kasih, semoga Allah SWT memberkati usaha kita. Amin.

Banda Aceh, Desember 2015


Kepala BAPPEDA ACEH

Drs. Zulkifli Hs, MM


Publication of Profile of Aceh Development 2015 is the result of cooperation Bappeda
Aceh and BPS of Aceh Province in providing data needed for planning and evaluation
processes of development that has been achieve.

It is hoped that this book can be one of the reference of various development programs,
so that the planned development can be truly touched many peoples needs.

To all parties involved in the preparation of this book, it is expected that all cooperation
that has been presented in the publication of Profile of Aceh Development 2015 can be
more perfect with the presentation of data more complete and more varied.

Finally to all those who have assisted in the preparation of this publication we thank you,
may Allah bless our efforts. Amen.

Banda Aceh, December 2015


Chief Regional Development
Planning Board of Aceh

Drs. Zulkifli Hs, MM


Penerbitan Profil Pembangunan Aceh 2015 ini merupakan hasil kerja sama antara Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Aceh dengan BPS Provinsi Aceh.

Tabel-tabel yang disajikan dalam buku ini merupakan kumpulan data statistik yang
diperoleh dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta di Provinsi Aceh serta
beberapa data dari hasil survei yang dilaksanakan oleh BPS Provinsi Aceh.

Kritik dan saran dari berbagai pihak guna peningkatan mutu publikasi ini di masa
mendatang sangat kami hargai.

Akhirnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Instansi-instansi


Pemerintah maupun Non Pemerintah yang telah memberikan bantuannya dalam
penerbitan buku ini.

Harapan kami semoga bermanfaat bagi pemakainya.

Banda Aceh, Desember 2015


Kepala Badan Pusat Statistik
Provinsi Aceh

Hermanto, S.Si, MM
The publication of Profile of Aceh Development for the year 2015 is a joint effort between
the The Regional Development Planning Board of Aceh and BPS of Aceh Province.

Many of the statistical tables presented in this book are based on secondary data from
government and private institutions in Aceh Province. Meanwhile, some of the data
represent the result of surveys conducted by the BPS of Aceh Province.

Critics as well as suggestions from various parties for the improvement of this publication
are greatly appreciated.

Acknowledgements are due to all governmental as well as non governmental agencies


who have contributed to this publication.

It is our hope that this book will be of much help to the users.

Banda Aceh, December 2015


Chief BPS-Statistics of Aceh
Province

Hermanto, S.Si, MM
Halaman/Pages

LAMBANG DAN PIAGAM PANCACITA v


SYMBOL AND PANCACITA CHARTER OF ACEH PROVINCE
PETA PROVINSI ACEH vii
MAP OF ACEH PROVINCE
FOTO GUBERNUR PROVINSI ACEH ix
PHOTOGRAPH OF THE GOVERNOR OF ACEH PROVINCE
KATA PENGANTAR KEPALA BAPPEDA ACEH xi
PREFACE BY CHIEF REGIONAL DEVELOPMENT PLANNING BOARD OF ACEH PROVINCE
KATA PENGANTAR KEPALA BPS xiii
PREFACE BY CHIEF BPS- STATISTICS OF ACEH PROVINCE
DAFTAR ISI xv
LIST OF CONTENTS
DAFTAR TABEL xvii
LIST OF TABLES
DAFTAR GAMBAR xlv
LIST OF FIGURE
PENDAHULUAN xlvii
INTRODUCTION
SEJARAH SINGKAT li
BRIEF HISTORY OF ACEH PROVINCE
NOTASI DALAM TABEL & SATUAN lix
SYMBOL IN TABLE & UNITS
SINGKATAN lxi
GLOSSARY
PENJELASAN TEKNIS lxv
EXPLANATORY NOTES

Aceh in Figures 2014 xv


Halaman/Pages

ULASAN RINGKAS 1

BAB I GEOGRAFIS 57
GEOGRAPHY

BAB II PEMERINTAHAN 67
GOVERNMENT

BAB III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA 83


POPULATION AND MANPOWER

BAB IV SOSIAL 107


SOCIAL

BAB V PERTANIAN 233


AGRICULTURE

BAB VI INDUSTRI 315


INDUSTRY

BAB VII PERDAGANGAN 337


AGRICULTURE

BAB VIII PERHUBUNGAN & PARIWISATA 361


TRANSPORT & TOURISM

BAB IX KEUANGAN DAN HARGA-HARGA 387


FINANCE AND PRICES

BAB X PENDAPATAN REGIONAL 467


REGIONAL INCOME

BAB XI PENGELUARAN & KONSUMSI 499


EXPENDITURE & CONSUMPTION
BAB XII KEMISKINAN 507
POVERTY

BAB XIII PERBANDINGAN REGIONAL 511


REGIONAL COMPARISON
BAB XIV STATISTIK TERKINI 519
CURRENT STATISTIC

xvi Profil Pembangunan Aceh 2015


BAB I G E O G R A F I S / GEOGRAPHY

1.1 KEADAAN GEOGRAFI / Geography Feature


1.1.1 Letak Geografis, 2014
Geographical situation, 2014 59

1.1.2 Luas Provinsi Aceh Menurut Penggunaan Lahan, 2014


Area of Aceh Province by utilization of land in, 2014 60

1.1.3 Lokasi dan Luas Suaka Alam/Objek Wisata Alam, 2014


Location and area of wild life preserve/natural tourist objects, 2014 61

1.1.4 Banyaknya Gempa Bumi Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun Geofisika Mata Ie
Banda Aceh, 2014
Number of earthquake recorded by month at Geophysical Station Mata Ie
Banda Aceh, 2014 62

1.1.5 Banyaknya Sambaran Petir Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun Geofisika Mata Ie
Banda Aceh, 2014
Number of clap recorded by month at Geophysical Station Mata Ie Banda Aceh, 2014 63

1.2 KEADAAN ALAM / Nature Feature


1.2.1 Kondisi Suhu Udara Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun Meteorologi Blang Bintang
0
Banda Aceh ( C), 2014
Atmosphere temperature condition recorded by month at Meteorology Station Blang
0
Bintang Banda Aceh ( C), 2014 64

1.2.2 Jumlah Curah Hujan, Hari Hujan dan Penyinaran Matahari Setiap Bulan yang Tercatat
di Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh, 2014
Number of rainfall, rain day and sun irradiating recorded by month at Meteorology
Station Blang Bintang Banda Aceh, 2014 65

1.2.3 Jumlah Kecepatan Angin dan Tekanan Udara Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun
Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh, 2014
Number of speed of wind and air pressure recorded by month at Meteorology Station
Blang Bintang Banda Aceh, 2014 66

BAB II PEMERINTAHAN / GOVERNMENT

2.1 Nama-Nama Ibukota Kabupaten/Kota, Banyaknya Kecamatan, Mukim dan Gampong/Desa,


2014 69
Capital of Regencies/Cities, and numbers of subdistricts, mukim and gampong/villages, 2014
2.2 Jumlah Pegawai Negeri Sipil per Unit Kerja Menurut Golongan Ruang dan Jenis Kelamin di
Lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
Number of public servant job per units and sex by rank in government of Aceh Province, 2014 70
2.3 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Dinas dan Tingkat Pendidikan Formal di Lingkungan
Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
Number of public servant job by service and formal education in government of Aceh Province,
2014 73

Profile of Aceh Development 2015 xvii


2.4 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Dinas, Golongan Ruang dan Jenis Kelamin di Lingkungan
Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
Number of public servant job by service, group job and sex in government of Aceh Province, 2014 76
2.5 Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan, 1990-2014
The law product of environmental management area, 1990-2014 79

BAB III PENDUDUK DAN TENAGA KERJA / POPULATION AND MANPOWER

3.1 PENDUDUK / Population


3.1.1 Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin (Ribuan), 1985-2014
Number of population by sex (thousand), 1985-2014 85

3.1.2 Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2014


Number of population by Regency/City, 2010-2014 86
2
3.1.3 Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota (Jiwa/Km ), 2010-2014
Population density by Regency/City (People/km2), 2010-2014 87

3.1.4 Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of household and population by Regency/City, 2014 88

3.1.5 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur (Ribuan), 2010-2014


Number of population by age group (thousand), 20102014 89

3.1.6 Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah Perkotaan dan Perdesaan di Provinsi
Aceh, Maret 2000 Maret 2014
Percentage of poor population by urban and rural in Aceh Province, March 2000-2014 90

3.2 TENAGA KERJA / Manpower


3.2.1 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin,
2014
Number of registered job seekers by age group and sex, 2014 91

3.2.2 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2014
Number of registered job seekers by education and sex, 2014 92

3.2.3 Jumlah Angkatan Kerja dan Pencari Kerja yang Belum Ditempatkan Menurut
Kabupaten/Kota, 2014 93
Labor force and undeployed job seekers by Regency/City, 2014

3.2.4 Jumlah Organisasi Serikat Pekerja (SP) dan Anggotanya Menurut Lapangan Usaha,
2014 94
Number of Labor Union and Members by Industry, 2014

3.2.5 Jumlah Perusahaan dan Buruh yang Terdaftar Menurut Lapangan Usaha, 2014
Number of establishments and registered labor to be based on act of manpower must
report by field of work, 2014 95

3.2.6 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Golongan Umur dan Jenis Kegiatan
Selama Seminggu yang Lalu, Agustus 2014
Population 15 years of age and over by age group and type of activity during the
previous week, August 2014 96

xviii Profil Pembangunan Aceh 2015


3.2.7 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Menurut Golongan Umur, Agustus 2014
Labor force participation rate (LFPR) and open unemployment rate (OUR) by age group,
August 2014 98

3.2.8 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, Agustus 2014
Population 15 years of age and over by educational attainment and type of activity
during the previous week, August 2014 99

3.2.9 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka Menurut
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2014
Labor force participation rate (LFPR) and open unemployment rate (OUR) by education,
August 2014 101

3.2.10 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Status Pekerjaan Utama dan Lapangan Pekerjaan Utama, 2014
Population 15 years of age and over who worked during the previous week by main
employment status and main industry, 2014 102

3.2.11 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Jumlah Jam Kerja pada Pekerjan Utama dan Lapangan Pekerjaan Utama,
Agustus 2014
Population 15 years of age and over who worked during the previous week by total of
working hours on main job and main industry, August 2014 103

3.2.12 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Golongan Umur dan Jumlah Jam Kerja pada Pekerjaan Utama, Agstus 2014
Population 15 years of age and over by age group and number of economically active
during the previous week, August 2014 104

3.2.13 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Status Pekerjaan Utama dan Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus
2014
Population 15 years of age and over who worked during the previous week by main 105
employment status and educational attainment, August 2014

3.2.14 Jumlah Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin (Ribuan), 2002-2014


Number of labour force by sex (thousand), 2002-2014 106

BAB IV SOSIAL/ SOCIAL

4.1 PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN / Education and Culture


4.1.1 Persentase Penduduk yang Berumur 10 Tahun Keatas yang Buta Huruf Menurut
Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal, 2013-2014
Percentage of illeterate aged 10 years and over by age group and urban-rural
classification, 2013-2014 109
4.1.2 Persentase Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur, Daerah
Tempat Tinggal dan Status Sekolah, 2014
Percentage population aged 5 years and over by age group, urban-rural classification
and school attendance, 2014 110
4.1.3 Persentase Penduduk Berumur 7-24 Tahun Menurut Kelompok Umur Sekolah, Jenis
Kelamin dan Status Sekolah, 2012-2014
Percentage population aged 7-24 years and by school age group, sex and school
attendance, 2012-2014 111

Profile of Aceh Development 2015 xix


4.1.4 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state kindergarten (TK) by Regency/City,
2014/2015 112
4.1.5 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Taman Kanak-Kanak (TK) Swasta
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher, and student of private kindergarten (TK) by
Regency/City, 2014/2015 113
4.1.6 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Dasar (SD) Negeri, Menurut
Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state elementary school by
Regency/City, 2014/2015 114
4.1.7 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Dasar (SD) Swasta, Menurut
Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private elementary school by
Regency/City, 2014/2015 115

4.1.8 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class , teacher and student of state junior high schools (SMP) by
Regency/City, 2014/2015 116

4.1.9 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private junior high schools (SMP) by
Regency/City, 2014/2015 117

4.1.10 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Atas (SMA)
Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class , teacher and student of state senior high schools (SMA) by
Regency/City, 2014/2015 118

4.1.11 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Atas (SMA)
Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private senior high schools (SMA) by
Regency/City, 2014/2015 119

4.1.12 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri, Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state vocatinal high schools by
Regency/City, 2014/2015 120

4.1.13 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Swasta, Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private vocatinal high schools by
Regency/City, 2014/2015 121

4.1.14 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri,
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state madrasah ibtidaiyah by
Regency/City, 2014/2015 122

4.1.15 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta,
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private madrasah ibtidaiyah by
Regency/City, 2014/2015 123

xx Profil Pembangunan Aceh 2015


4.1.16 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri,
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state madrasah tsanawiyah by
Regency/City, 2014/2015 124
4.1.17 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta,
Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private madrasah tsanawiyah by
Regency/City, 2014/2015 125
4.1.18 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Aliyah (MA) Negeri,
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of state madrasah aliyah Regency/City,
2014/2015 126

4.1.19 Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Aliyah (MA) Swasta,
Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Number of school, class, teacher and student of private madrasah aliyah by
Regency/City, 2014/2015 127

4.1.20 Jumlah Program Studi Menurut Fakultas dan Strata di Universitas Syiah Kuala, 2014
Number of majors by faculty and degree in Syiah Kuala University, 2014 128

4.1.21 Jumlah Mahasiswa yang Terdaftar Menurut Fakultas dan Strata di Universitas Syiah
Kuala, 2014
Number of students registered in Syiah Kuala University by faculty and degree, 2014 129

4.1.22 Jumlah Mahasiswa yang Terdaftar pada Program Pascasarjana di Universitas Syiah
Kuala Keadaan 31 Desember 2014
Number of students registered at post graduate degree in Syiah Kuala University,
31st December 2014 130

4.1.23 Jumlah Perpustakaan Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of library by Regency/City, 2014 133
4.1.24 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Berdasarkan Status Pendidikan Menurut
Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of population 10 years and over by education status by Regency/City, 2014 136

4.1.25 Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Berdasarkan Pendidikan Tertinggi yang


Ditamatkan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of population 10 years and over by educational attainment by Regency/City,
2014 137
4.1.26 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Melek Huruf Menurut
Kabupaten/Kota, 2012-2014
Percentage of literate people aged 15 years and over by Regency/City, 2012-2014 139
4.1.27 Persentase Partisipasi Sekolah Menurut Kelompok Umur Sekolah dan Kabupaten/
Kota, 2014
Percentage of school participation by school age group and Regency/City, 2014 140
4.1.28 Persentase Partisipasi Murni Menurut Jenjang Pendidikan dan Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of pure partisipation by education and Regency/City, 2014 141

4.2 AGAMA / Religion


4.2.1 Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2012-2014
Number of moslem pilgrims by Regency/City and sex, 20122014 142

Profile of Aceh Development 2015 xxi


4.2.2 Jumlah Calon Haji yang Terdaftar Menurut Kabupaten/Kota, 2012-2014
Number of candidate hajj listed by Regency/City, 20122014 143

4.2.3 Ongkos Naik Haji dan Ongkos Pendaftaran Haji, 2007-2014


Moslem pilgrim fee and registration fee, 2007-2014 144

4.2.4 Jumlah Tempat Ibadah Menurut Jenis Agama dalam Kabupaten/Kota, 2014
Number of worship place by religion and Regency/City, 2014 145

4.2.5 Persentase Penduduk Menurut Pemeluk Agama dalam Kabupaten/Kota, 2014


Percentage of population by religion and Regency/City, 2014 146

4.2.6 Jumlah Pondok Pesantren, Santri dan Tenaga Pengajar Menurut Kabupaten/Kota,
2014
Numbers of Islamic Training Center, student and teacher by Regency/City, 2014 147

4.2.7 Realisasi Penerimaan ZIS Baitul Mal Menurut Kabupaten/Kota, 2014 (Rupiah)
Realization of zakat, infaq, and others on Treasury by Regency/City (rupiahs), 2014 148

4.2.8 Jumlah Dayah Menurut Tipe dan Kabupaten/Kota, 2014


Number of dayah by type and regency/city, 2014 149

4.2.9 Jumlah Tenaga Imuem Meunasah Menurut Kabupaten/Kota, 2011-2014


Number of mosque leader by regency/city, 2011-2014 150

4.3 KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA / Health and Family Planning


4.3.1 Target dan Realisasi Akseptor Baru dan Pemakai Sekarang dari Jumlah PUS Per
Kabupaten/Kota, 2014
Target and realization of new acceptors and current users (CU) of eligible couples by
Regency/City, 2014 151

4.3.2 Perkembangan Target dan Realisasi Akseptor Baru dan Pemakai Sekarang, 2004-2014
Trend of target and realization of new acceptors and current users (CU) of eligible
couples, 2004-2014 153

4.3.3 Jumlah PKBRS Dan KKB Menurut Kabupaten/Kota, 2012-2014


Number of PKBRS and KKB by Regency/City, 2012-2014 155

4.3.4 Perkembangan POS KBG dan Jumlah Kelompok Akseptor Menurut Kabupaten/Kota,
2014
Number of KBG Post and number of groups of acceptors by Regency/City, 2014 156

4.3.5 Realisasi Akseptor Menurut Metode Kontrasepsi dan Kabupaten/Kota, 2014


Realization of acceptors by contracepcy method and Regency/City, 2014 157

4.3.6 Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Selama Sebulan yang Lalu
Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2014
Percentage of population who had health complaint during the previous month by
Regency/City, 2010-2014 159

4.3.7 Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan Terakhir,


2013-2014
Percentage of children under five by Regency/City and last birth attendant, 2013-2014 160

4.3.8 Persentase Balita yang Pernah Mendapat Imunisasi Campak Menurut


Kabupaten/Kota, 2010-2014
Percentage of children under five who ever been immunized of measles by
Regency/City, 2010-2014 162

xxii Profil Pembangunan Aceh 2015


4.3.9 Proporsi Wanita Berumur 15-49 Tahun dan Berstatus Pernah Kawin yang Sedang
Menggunakan/Memakai Alat KB Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2014
Proportion of married woman aged 15-49 and ever married who currently used
contraceptive by Regency/City, 2010-2014 163

4.3.10 Klasifikasi dan Karakteristik Rumah Sakit Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Clasification and characteristic Hospital by Regency/City, 2014 164

4.3.11 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/ Kota, 2014


Number of medical labor by Regency/City, 2014 167

4.3.12 Jumlah Puskesmas dan Sarana Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of public health centers by Regency/City, 2014 172

4.3.13 Data Rawat Inap Menurut Cakupan Kegiatan di Rumah Sakit Zainal Abidin dan Rumah
Sakit Ibu dan Anak, 2014
Data of inpatient zainal abidin hospital and mother and child hospital, 2014 173

4.3.14 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Jenis Pelayanan di Rumah
Sakit Zainal Abidin dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, 2014
Number of outpatient and inpatient by type service in zainal abidin hospital and mother
and child hospital, 2014 174

4.3.15 Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Tingkat Pendidikan di Rumah
Sakit Jiwa Aceh, 2014
Number of outpatient and inpatient by type education in Aceh mental hospital, 2014 175

4.3.16 Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Jenis Pekerjaan di Rumah Sakit
Jiwa Aceh, 2014
Number of outpatient and inpatient by type of work in Aceh mental hospital, 2014 176

4.3.17 Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Kabupaten/Kota di Rumah Sakit
Jiwa Aceh, 2014
Number of outpatient and inpatient by regency/city in Aceh mental hospital, 2014 177

4.3.18 Indikator Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014


Health indicator by Regency/City, 2013-2014 178

4.3.19 Persentase Penduduk yang Berobat Sendiri Berdasarkan Jenis Pengobatan yang
Digunakan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014
Percentage of population who self treatment by type of medicine and Regency/City,
2013-2014 179

4.3.20 Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Berdasarkan Tempat/Cara Berobat


Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of population who place outpatient/how to remedy by Regency/City,
2012-2014 180

4.3.21 Persentase Penduduk Perempuan Berumur 10 Tahun Keatas yang Pernah Kawin
Berdasarkan Jumlah Anak Lahir Hidup Menurut Kabupaten/ Kota, 2014
Percentage of female population aged 10 years and over ever married based on the
number of children born by Regency/City, 2014 181

4.3.22 Persentase Penduduk Perempuan Berumur 10 Tahun Keatas yang Pernah Kawin
Berdasarkan Jumlah Anak yang Sudah Meninggal Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of female population aged 10 years and over ever married based on the
number of children who have died by Regency/City, 2014 183

Profile of Aceh Development 2015 xxiii


4.3.23 Persentase Penduduk Perempuan Berumur 15 - 49 Tahun Berstatus Kawin
Berdasarkan Alat/Cara KB yang Sedang Digunakan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Population percentage of woman aged 15-49 years married based tools/KB how are
used by Regency/City, 2014 185

4.3.24 Persentase Wanita Berdasarkan Umur Perkawinan Pertama Menurut


Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of woman under the age of first marriage by Regency/City, 2014 187

4.4 PERADILAN / Judiciary


4.4.1 Jumlah Perkara Banding yang Diterima Menurut Jenis Perkara pada Mahkamah
Syariyah Aceh, 2014
Number of cases reported by type of case at Mahkamah Syariyah Aceh, 2014 188

4.4.2 Jumlah Perkara Banding yang Diterima dan Jenis Penyelesaian pada Mahkamah
Syariyah Aceh, 2014
Number of cases reported and types of settlement at Mahkamah Syariyah Aceh, 2014 191

4.4.3 Jumlah Perkara yang Diterima dan Jenis Penyelesaian pada Mahkamah Syariyah Se
Aceh, 2014
Number of cases reported and types of settlement at Mahkamah Syariyah, 2014 192

4.4.4 Jumlah Kasus Penyebab Terjadinya Perceraian pada Mahkamah Syariyah Se Aceh,
2014
Number of cases that causing divorces at Mahkamah Syariah, 2014 193

4.4.5 Jumlah Perkara Jinayat yang Diputus pada Mahkamah Syariyah Se Aceh, 2014
Number of cases of jinayat solved at Mahkamah Syariyah, 2014 195

4.4.6 Jumlah Perkara Jinayat yang Diputus Menurut Jenis Perkara pada Mahkamah
Syariyah Se Aceh , 2014
Number of cases solved by type of case at Mahkamah Syariyah, 2014 196

4.4.7 Jumlah Perkara Pidana Umum Sisa Tahun Lalu, Masuk dan Diselesaikan Menurut Jenis
Perkara pada Kejaksaan Tinggi, 2013-2014
Number of general criminal cases remaining years ago, entered, and completed by type
of case the prosecutors, 2013-2014 197

4.4.8 Jumlah Tahanan dan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan, 2014


Number of prisoners and convict in prisons, 2014 198

4.4.9 Data Kuantitatif Pelayanan Kantor Imigrasi, 2014


Activities situation of immigration office service , 2014 200

4.4.10 Jumlah Perkara Pidana yang Dilakukan Banding, Kasasi, dan Grasi dalam Lingkungan
Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, 2014
Number of criminal cases requested for consideration, appealed and given clemency by
Court of Justice, 2014 201

4.4.11 Jumlah Perkara Perdata yang Melakukan Banding, Kasasi, dan Grasi dalam
Lingkungan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, 2014
Number of civil cases requested for consideration, appealed and given clemency by
Court of Justice, 2014 202

4.4.12 Jumlah Hakim dan Panitera/Panitera Pengganti Menurut Pengadilan, 2014


Number of judges and clerks by court, 2014 203

xxiv Profil Pembangunan Aceh 2015


4.4.13 Jumlah Perkara Pidana Biasa yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan, 2014
Number of common criminal cases received and solved by court, 2014 204

4.4.14 Jumlah Perkara Pidana Singkat yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan, 2014
Number of brief criminal cases received and solved by court, 2014 205

4.4.15 Jumlah Perkara Pidana Lalu Lintas dan Pidana Ringan yang Diterima dan Putus
Menurut Pengadilan, 2014
Number of traffic violation cases and misdemeanor received and solved by court, 2014 206

4.4.16 Jumlah Perkara Pidana Korupsi yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan, 2014
Number of corruption received and solved by court, 2014 207

4.4.17 Jumlah Perkara Perdata Gugatan yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan, 2014
Number of lawsuit of civil cases received and solved by court, 2014
208
4.4.18 Jumlah Perkara Perdata Permohonan yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan,
2014 209
Number of plea of civil cases received and solved by court, 2014

4.4.19 Jumlah Perkara Perdata PHI yang Diterima dan Putus Menurut Pengadilan, 2014
Number of of PHI of civil cases received and solved by court, 2014 210

4.4.20 Jumlah Tindak Pidana Menonjol di Provinsi Aceh, 2010-2014


Number of dominant criminal cases in Aceh Province, 2010-2014 211

4.4.21 Jumlah Tindak Kejahatan yang Menonjol di Provinsi Aceh, 2010- 2014
Number of dominant crime act in Aceh Province, 2010-2014 212

4.4.22 Situasi Kamtibcar Lantas di Provinsi Aceh, 2010-2014


Traffic Situation in Aceh Province, 2010-2014 213

4.4.23 Jumlah Penyelesaian Perkara yang Ditangani Satuan Polisi Pamong Praja dan
Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh Menurut Jenis Kasus, 2010-2014
Number of cases handled by Civil Service Police Force and Wilayatul Hisbah Province of
Aceh by type of cases, 2010-2014 214

4.4.24 Jumlah Penyelesaian Perkara yang Ditangani Satuan Polisi Pamong Praja dan
Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh Menurut Jenis Pembinaan, 2010-2014
Number of cases handled by Civil Service Police Force and Wilayatul Hisbah by type of
coaching , 2010-2014 215

4.4.25 Jumlah Kekerasan terhadap Perempuan di Aceh Berdasarkan Jenis, 2012-2014


Number of women violence in Aceh by type, 2012-2014 216

4.4.26 Jumlah Kekerasan terhadap Anak di Aceh Berdasarkan Jenis, 2012-2014


Number of children violence in Aceh by type, 2012-2014 217

4.5 PERUMAHAN / Housing


4.5.1 Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Penerangan Menurut
Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of households by source of lighting, by Regency/City, 2014 218
4.5.2 Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Fasilitas Tempat Buang Air Besar, Menurut
Kabupaten/ Kota, 2014
Percentage of households by toilet facility, by Regency/City, 2014 219

Profile of Aceh Development 2015 xxv


2
4.5.3 Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Luas Lantai (M ) Menurut Kabupaten/Kota,
2014
Percentage of households by floor area (m2), by Regency/City, 2014 220

4.5.4 Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Air Minum Menurut Kabupaten/Kota,
2014
Percentage of households by source of drinking water by Regency/City, 2014 221

4.6 PERUMAHAN / Housing


4.6.1 Jumlah Panti Asuhan dan Anak Asuh Menurut Kabupaten/ Kota, 2014
Number of orphanages and number of orphans by Regency/City, 2014
224
4.6.2 Jumlah Penderita Cacat Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of handicapped persons by type of handicap and Regency/City, 2014 225

4.6.3 Jumlah Penderita Cacat yang Telah Mendapat Pelayanan/Santunan Sistem di Luar
Panti Asuhan Menurut Kabupaten/Kota, 2011-2013
Number of supported handicapped persons outside orphanage by Regency/City,
20112013 226

4.6.4 Jumlah Masyarakat Terasing Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014


Number of isolated society by Regency/City, 2013-2014 227

4.6.5 Rekapitulasi Kejadian Bencana Menurut Jenis Bencana dan Kabupaten/Kota, 2014
Number of natural disaster by Regency/City, 2014 228

4.6.6 Data Kepemudaan dan Olah Raga, 2014


Information about youth and sport, 2014 229

4.6.7 Jumlah Organisasi Kemasyarakatan yang Terdaftar Per 31 Desember 2014


Number of community organizations that as listed as of 31st December 2014 230
3
4.6.8 Jumlah Timbulan Sampah (M /Hari), 2011-2014
3
Number of waste (M /day), 2011-2014 231

BAB V P E R T A N I A N / AGRICULTURE

5.1 TANAMAN PANGAN / Food Crops


5.1.1 Penggunaan Lahan Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Land utilization by Regency/City (Ha), 2014 235

5.1.2 Luas dan Produksi Tanaman Padi (Sawah dan Ladang) Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of paddy plants (wetland and dryland paddy) by Regency/City,
2014 237

5.1.3 Luas dan Produksi Tanaman Padi Sawah Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of wetland paddy plants by Regency/City, 2014 238

5.1.4 Luas dan Produksi Tanaman Padi Bukan Sawah Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of dryland paddy plants by Regency/City, 2014 239

5.1.5 Luas dan Produksi Tanaman Jagung Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Area and production of maize plants by Regency/City, 2014 240

5.1.6 Luas dan Produksi Tanaman Kedelai Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Area and production of Soybeans plants by Regency/City, 2014 241

xxvi Profil Pembangunan Aceh 2015


5.1.7 Luas dan Produksi Tanaman Kacang Tanah Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of peanuts plants by Regency/City, 2014 242

5.1.8 Luas dan Produksi Tanaman Ubi Kayu Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of cassava plants by Regency/City, 2014 243

5.1.9 Luas dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Area and production of sweet potatoes plants by Regency/City, 2014 244

5.1.10 Luas Tanam Padi Sawah Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Wetland paddy planted area pursuant to seed by Regency/City (Ha), 2014 245

5.1.11 Luas Tanam Padi Ladang Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Dryland paddy planted area pursuant to seed by Regency/ City (Ha), 2014 246

5.1.12 Luas Tanam Padi Sawah Berdasarkan Irigasi Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Wetland paddy planted area pursuant to irrigation by Regency/City (Ha), 2014 247

5.1.13 Luas Tanam Jagung Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Maize planted area pursuant to seed by Regency/City (Ha), 2014 248

5.1.14 Luas Panen Padi Sawah Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Wetland paddy harvested area pursuant to seed by Regency/City (Ha), 2014 249

5.1.15 Luas Panen Padi Ladang Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Dryland paddy harvested area pursuant to seed by Regency/ City (Ha), 2014 250

5.1.16 Luas Panen Padi Sawah Berdasarkan Irigasi Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Wetland paddy harvested area pursuant to irrigation by Regency/City (Ha), 2014 251
5.1.17 Luas Panen Jagung Berdasarkan Benih Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014
Maize harvested area pursuant to seed by Regency/City (Ha), 2014 252

5.2 HORTIKULTURA / Horticulture


5.2.1 Produksi Tanaman Sayur-Sayuran Menurut Jenis dan Kabupaten/Kota (Kwintal), 2014
Production of vegetables by kinds and Regency/City (Quintal), 2014 253
5.2.2 Produksi Tanaman Buah-Buahan Menurut Jenis dan Kabupaten/ Kota (Kwintal), 2014
Production of fruits by kinds and Regency/City (Quintal), 2014
257

5.3 PERKEBUNAN / Estate


5.3.1 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Sawit Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Palm oil planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 261

5.3.2 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Sawit Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2013
Palm oil planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 262

5.3.3 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Sawit Perkebunan Besar Menurut Kabupaten/Kota,
2013
Palm oil planted area and production of estate enterprise by Regency/City, 2013 263

5.3.4 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Sawit Perkebunan Besar Menurut Kabupaten/Kota,
2013
Palm oil planted area and production of estate enterprise by Regency/City, 2013 264

Profile of Aceh Development 2015 xxvii


5.3.5 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Sawit Perkebunan Besar Berdasarkan Kepemilikan,
2013
Palm oil planted area and production of estate enterprise by ownership, 2013 265

5.3.6 Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Rubber planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 266

5.3.7 Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Rubber planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 267

5.3.8 Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Besar Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Rubber planted area and production of estate enterprise by Regency/City, 2013 268

5.3.9 Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Besar Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Rubber planted area and production of estate enterprise by Regency/City, 2013 269

5.3.10 Luas Tanam dan Produksi Karet Perkebunan Besar Berdasarkan Kepemilikan, 2013
Rubber planted area and production of estate enterprise by ownership, 2013 270

5.3.11 Luas Tanam dan Produksi Kakao Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Cacao planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 271

5.3.12 Luas Tanam dan Produksi Kakao Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Cacao planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 272

5.3.13 Luas Tanam dan Produksi Kakao Perkebunan Besar Menurut Kabupaten/Kota Di
Provinsi Aceh, 2013
Cacao planted area and production of estate enterprise by Regency/City in Aceh
273
Province, 2013

5.3.14 Luas Tanam dan Produksi Kakao Perkebunan Besar Berdasarkan Letaknya Menurut
Kabupaten/Kota, 2013
Cacao planted area and production of estate enterprise by Regency/City, 2013 274

5.3.15 Luas Tanam dan Produksi Kakao Perkebunan Besar Berdasarkan Kepemilikan, 2013
Cacao planted area and production of estate enterprise by ownership, 2013 275

5.3.16 Luas Tanam Dan Produksi Kelapa Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Coconut planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 276

5.3.17 Luas Tanam dan Produksi Kelapa Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Coconut planted prea and production of small holder by Regency/City, 2013 277

5.3.18 Luas Tanam dan Produksi Kopi Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2012-
2013
Coffee planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 278

5.3.19 Luas Tanam dan Produksi Kopi Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Coffee planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 279

xxviii Profil Pembangunan Aceh 2015


5.3.20 Luas Tanam dan Produksi Cengkeh Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012 2013
Clove planted area and production of small holder by Regency/City, 2012 2013 280

5.3.21 Luas Tanam dan Produksi Cengkeh Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2013
Clove planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 281

5.3.22 Luas Tanam dan Produksi Pala Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
20122013
Nutmeg planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 282

5.3.23 Luas Tanam dan Produksi Pala Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Nutmeg planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 283

5.3.24 Luas Tanam dan Produksi Jambu Mete Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Cashew planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 284

5.3.25 Luas Tanam dan Produksi Jambu Mete Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2013
Cashew planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 285

5.3.26 Luas Tanam dan Produksi Nilam Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Aromatic oil planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 286

5.3.27 Luas Tanam dan Produksi Kemiri Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Kemiri planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 287

5.3.28 Luas Tanam dan Produksi Kemiri Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Kemiri planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 288

5.3.29 Luas Tanam dan Produksi Tembakau Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Tobacco planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 289

5.3.30 Luas Tanam dan Produksi Lada Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Pepper planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 290

5.3.31 Luas Tanam dan Produksi Lada Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Pepper planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 291

5.3.32 Luas Tanam dan Produksi Tebu Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Sugar cane planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 292

5.3.33 Luas Tanam dan Produksi Pinang Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota,
2012-2013
Areca planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 293

Profile of Aceh Development 2015 xxix


5.3.34 Luas Tanam dan Produksi Pinang Perkebunan Rakyat Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Areca planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 294

5.3.35 Luas Tanam dan Produksi Kapok Randu Perkebunan Rakyat Menurut
Kabupaten/Kota, 2012-2013
Kapok planted area and production of small holder by Regency/City, 2012-2013 295

5.3.36 Luas Tanam dan Produksi Kapok Randu Perkebunan Rakyat Menurut
Kabupaten/Kota, 2013
Randu planted area and production of small holder by Regency/City, 2013 296

5.3.37 Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Komoditi (Ton), 2012-2013


Production of estate enterprise by type of plants (ton), 2012-2013 297

5.3.38 Perincian Luas Hutan Menurut Fungsi dan Peruntukannya, 2014


Specification of forest area by function and allotment, 2014 298

5.3.39 Produksi Hasil Hutan dan Ikutannya, 2014


Forest products and its followed products, 2014 299

5.3.40 Produksi Kayu Bulat Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Production of Round Wood by Regency/City, 2014 300

5.4 PETERNAKAN / Livestock


5.4.1 Populasi Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kabupaten/Kota (Ekor), 2014
Number of livestock by kinds of livestock and Regency/City (head), 2014 301

5.4.2 Jumlah Pemotongan Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kabupaten/Kota, 2014
Number of livestock slaughtered by kind of livestock and Regency/City, 2014 303

5.4.3 Jumlah Pemotongan Unggas Menurut Jenis Unggas dan Kabupaten/Kota, 2014
Number of poultry slaughtered by kind of poultry and Regency/City, 2014 304

5.4.4 Produksi Daging Menurut Jenis Ternak dan Kabupaten/Kota (Kilogram), 2014
Meat production by kind of livestock and Regency/City (Kilogram), 2014 305

5.4.5 Produksi Daging Menurut Jenis Unggas dan Kabupaten/Kota (Kilogram), 2014
Meat production by kind of poultry and Regency/City (Kilogram), 2014 306

5.4.6 Produksi Susu Dan Telur Menurut Jenis Ternak dan Kabupaten/Kota (Kilogram), 2014
Milk and egg production by kind of livestock and Regency/City (Kilogram), 2014 307

5.5 PERIKANAN / Fishery


5.5.1 Jumlah Rumah Tangga Petani Ikan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of fishermen households by Regency/City, 2014 308

5.5.2 Jumlah Rumah Tangga Petani Ikan Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of sea fishing boats by Regency/City (unit), 2014 309

5.5.3 Luas Areal Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014

xxx Profil Pembangunan Aceh 2015


Area of aquaculture by Regency/City (Ha), 2014 310

5.5.4 Produksi Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota (Ton), 2014


Production of aquaculture by Regency/City (ton), 2014 311

5.5.5 Produksi Perikanan Tangkap dan Budidaya Perikanan Menurut Kabupaten/Kota (Ton),
2014
Production of capture fishery and aquaculture by Regency/City (ton), 2014 312

5.5.6 Jumlah Petani/Nelayan dan Produksi Perikanan Laut Menurut Kabupaten/Kota


(Orang), 2014
Number of fisherman and production of sea fishing by Regency/City (Person), 2014 313

5.5.7 Luas Mangrove Menurut Kondisi dan Kabupaten/Kota (Ha), 2014


Number of Mangrove by condition and Regional/City (Ha), 2014 314

5.5.8 Produksi Perikanan Laut Menurut Kwartal dan Kabupaten/Kota (Ribu Rupiah), 2014
Production of Marine Culture by Quarter and Regional/City (Thousand Rupiahs), 2014 315

5.5.9 Nilai Produksi Perikanan Laut Menurut Kwartal dan Kabupaten/Kota (Ribu Rupiah),
2014
Production value of Marine Culture by Quarter and Regional/City (Thousand Rupiahs),
316
2014

BAB VI INDUSTRI/INDUSTRY

6.1 INDUSTRI PENGOLAHAN / Manufacturing


6.1.1 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar/Sedang, 2014
Number of establishments and workers in large and medium by type of industry, 2014 319

6.1.2 Jumlah Perusahaan dan Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut
Kabupaten/Kota, 2014
Number of establishment and number of labour in large and medium industry by
320
Regency/City, 2014

6.1.3 Realisasi Produksi dan Pemasaran Pupuk Urea per Bulan Dari PT. Pupuk Iskandar
Muda, 2014
Monthly production and marketing of urea from PT. Pupuk Iskandar Muda, 2014 321

6.1.4 Realisasi Produksi dan Pemasaran Pupuk Ammonia per Bulan dari PT. Pupuk Iskandar
Muda, 2014
Monthly production and marketing of ammonia from PT. Pupuk Iskandar Muda, 2014 322

6.1.5 Realisasi Produksi dan Pemasaran Semen per Bulan padai PT. Lafarge Cement
Indonesia, 2014
Realization of Monthly production and marketing of cement by PT. Lafarge Cement 323
Indonesian, 2014

Profile of Aceh Development 2015 xxxi


6.2 LISTRIK, AIR MINUM DAN PERTAMBANGAN / Electricity, Water Supply, and Mining
6.2.1 Perkembangan Bidang Pembangkit dan Distribusi PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh,
2013-2014
Trend of power generated and distribution of state electric company Region Aceh,
324
2013-2014

6.2.2 Jumlah kWh yang Dibangkitkan dan Banyaknya Pelanggan PT. PLN (Persero) Wilayah
Aceh, 1998 2014
Number of KWh generated and consumers at state electrical company Region Aceh,
325
1998-2014

6.2.3 Jumlah Desa dan Desa yang Berlistrik, Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Number of subdistricts and subdistricts with electricity, by Regency/City village, 2014

326
6.2.4 Jumlah Mesin Pembangkit Listrik pada PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh Menurut
Cabang, Ranting, Sub Ranting Wilayah Aceh, Keadaan 31 Desember 2014
Number of electrical machines and power generator of state electrical company Region
327
Aceh, Desember 31 th 2014

6.2.5 Jumlah VA Tersambung dan Kwh Terjual pada PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh,
1998-2014 330
Number of VA connected, sales for KWh at state electrical company Region Aceh,
1998-2014

6.2.6 Informasi Perkembangan Sistem Kelistrikan PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh,
2012-2014
The information of electrical system development at state electrical company Region
331
Aceh, 2012-2014

6.2.7 Jumlah Pemakaian Listrik Menurut Jenis Penggunanya, 2014


Total comsumption of electricity by type of usages, 2014 333

6.2.8 Banyaknya Pelanggan Perusahaan Air Minum Menurut Jenis Pelanggan dan
Kabupaten/Kota, 2014
Number of water supply customers by groups of customerand Regency/City, 2014 334

6.2.9 Banyaknya Air Minum yang Disalurkan Menurut Jenis Pelanggan dan
3
Kabupaten/Kota (M ), 2014
Number of clean water run by groups customer and Regency/City (m3), 2014
335
6.2.10 Produksi Gas Alam Cair dan Kondensat per Bulan dari PT. Arun NGL Co., 2013-2014
Monthly production of liquid natural gas and condensate from PT. Arun NGL CO., 336
2013-2014

BAB VII PERDAGANGAN / TRADE

7.1 PERDAGANGAN LUAR NEGERI / Foreign Trade


7.1.1 Volume Ekspor dan Impor (Kg), 1999-2014
Volume of export and import (Kg), 1999-2014 339

xxxii Profil Pembangunan Aceh 2015


7.1.2 Nilai Ekspor dan Impor (US$), 1999-2014
Value of export and import (US$), 1999-2014 340

7.1.3 Volume dan Nilai Ekspor dan Impor Per Bulan, 2014
Volume and value of export and import per month, 2014 341

7.1.4 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Komoditi, 2014


Volume and value of export by commodities, 2014 342

7.1.5 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan, 2014


Volume and value of export by destination country, 2014 343

7.1.6 Volume dan Nilai Ekspor Menurut Pelabuhan Muat, 2014


Volume and value of export by upload port, 2014 344

7.1.7 Volume dan Nilai Impor Menurut Komoditi, 2014


Volume and value of import by commodities, 2014 345

7.1.8 Volume dan Nilai Impor Menurut Negara Asal, 2014


Volume and value of import by original country, 2014 349

7.1.9 Volume dan Nilai Impor Menurut Pelabuhan Bongkar, 2014


Volume and value of import by unload port, 2014 350

7.2 PERDAGANGAN DALAM NEGERI / Domestic Trade


7.2.1 Penanaman Modal Asing yang Disetujui Pemerintah Menurut Bidang Usaha
(Ribu US$), 2013-2014
Foreign capital investment plan has approved by government spesified by sectors
(Thousand US $), 2013-2014 351

7.2.2 Penanaman Modal Dalam Negeri yang Disetujui Pemerintah Menurut Bidang Usaha
(Juta Rupiah), 2013-2014
Domestic capital investment plan has approved by government specified by sectors
(Million Rupiahs), 2013-2014 352

7.2.3 Penanaman Modal Dalam Negeri yang Disetujui Pemerintah Menurut


Kabupaten/Kota (Rupiah), 2014
Domestic capital investment plan has approved by government specified by regency/city
(Rupiahs), 2014 353

7.2.4 Penanaman Modal Asing yang Disetujui Pemerintah Menurut Kabupaten/Kota


(Rupiah), 2014
Foreign direct investment plan has approved by government specified by regency/city
(Rupiahs), 2014 354

7.2.5 Perincian Pengadaan Beras dalam Negeri Menurut Sub Divre Bulog (Ton), 2014
Buffer stock of rice collected by regional division sub-unit of BULOG public company
(ton), 2014 355

7.2.6 Banyaknya Penyaluran/Penjualan Beras Per Instansi oleh Perum Bulog Divisi Regional
Aceh (Ton), 2013-2014
Distribution/sale of rice per institution by Aceh Regional division of BULOG public
company (ton), 2013-2014 356

7.2.7 Penyaluran Per Bulan Beras, 2014


Distribution per month of rice, 2014 357

Profile of Aceh Development 2015 xxxiii


7.2.8 Banyaknya Pemasukan Beras Bulog Menurut Jenis Beras (Ton), 2014
Number of Influx rice BULOG by kind of rice (ton), 2014 358

7.2.9 Jumlah Penyaluran Bahan Bakar Jenis Pertamax dan Minyak Bersubsidi Menurut Jenis
Bahan Bakar (Liter), 2014
Number of the subsidized fuel and fuel types pertamax by fuel type (liter), 2014 359

7.2.10 Jumlah Kebutuhan Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Kabupaten/Kota


(Ton), 2013
Number of subsidized fertilizer needs of agriculture sector (ton), 2013 360

BAB VIII PERHUBUNGAN DAN PARIWISATA / TRANSPORT AND TOURISM

8.1 PERHUBUNGAN DARAT / Land Transportation


8.1.1 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Menurut Kondisi Jalan (Km), 2014
The length of Regency/City roads by conditions (Km), 2014 363

8.1.2 Panjang Jalan Kabupaten/Kota Menurut Jenis Permukaan Jalan (Km), 2014
The length of Regency/City roads by surface (Km), 2014 364

8.1.3 Panjang Jalan Provinsi Menurut Kondisi Jalan (Km), 2014


The length of Regency/City roads by conditions (Km), 2014 365

8.1.4 Panjang Jalan Provinsi Menurut Jenis Permukaan Jalan (Km), 2014
The length of Regency/City roads by surface (Km), 2014 366

8.1.5 Panjang Jalan Nasional Menurut Kondisi Jalan (Km), 2014


The length of Regency/City roads by conditions (Km), 2014 367

8.1.6 Panjang Jalan Nasional Menurut Jenis Permukaan Jalan (Km), 2014
The length of Regency/City by type of roads surface (Km), 2014 368

8.1.7 Kondisi Jalan/Jembatan Nasional Menurut Jenis Unit Pelaksana Teknis Daerah (Uptd),
2014
Roads/bridges condition by type of Area Technical Implementing Unit (UPTD) , 2014 369

8.2 PERHUBUNGAN UDARA / Air Transportation


8.2.1 Pelaksanaan Penerbangan Angkutan Udara Menurut Bandar Udara Tujuan,
Perusahaan Penerbangan dan Tipe Pesawat Melalui Bandar Udara Sultan Iskandar
Muda, 2014
Number of aircraft flight by port destination and flight company and type of aircraft at
Sultan Iskandar Muda Airport, 2014 371

8.2.2 Kapasitas Angkut dan Jumlah yang Diangkut Melalui Bandar Udara Sultan Iskandar
Muda, 2002-2014
Capacity to carry and to carry away at Sultan Iskandar Muda Airport, 2002-2014 372

8.2.3 Jumlah Pesawat dan Penumpang yang Datang dan Berangkat Per Bulan Melalui
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, 2014
Number of aircraft and passengers arrived and departured at Sultan Iskandar Muda
Airport, 2014 373

xxxiv Profil Pembangunan Aceh 2015


8.2.4 Jumlah Barang yang Dibongkar dan Dimuat Per Bulan Melalui Terminal Domestik di
Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (Kg), 2014
Number of freight unload and load per month at Domestic Terminal of Sultan Iskandar
Muda Airport (Kg), 2014 375

8.2.5 Jumlah Barang yang Dibongkar dan Dimuat Per Bulan Melalui Terminal Internasional
di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (Kg), 2014
Number of freight unload and load per month at International Terminal of Sultan
Iskandar Muda Airport (Kg), 2014 376

8.3 PERHUBUNGAN LAUT / Water Transportation


8.3.1 Arus Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan yang Dicatat pada Pelabuhan Balohan-
Ulee Lheue, 2014
Vessels traffic and gross freight recorded at port of Balohan-Ulee Lheue, 2014 377

8.3.2 Arus Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan yang Dicatat pada Pelabuhan Singkil-
Sinabang, 2014
Vessels traffic and gross freight recorded at port of Singkil-Sinabang, 2014 378

8.3.3 Arus Lalu Lintas dan Angkutan Penyeberangan yang Dicatat pada Pelabuhan Labuhan
Haji-Sinabang, 2014
Vessels traffic and gross freight recorded at port of Labuhan Haji-Sinabang, 2014 379

8.4 PARIWISATA / Tourism


8.4.1 Jumlah Tamu Mancanegara yang Datang ke Provinsi Aceh (Orang), 2010 2014
Total of foreign guest in Aceh Province (persons), 2010 -2014 380

8.4.2 Jumlah Tamu Nusantara yang Datang ke Provinsi Aceh (Orang), 2010-2014
Total of domestic guest in Aceh Province (persons), 2010 -2014 381

8.4.3 Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya (Persen), 2014
Room occupancy rate of hotel and other accomodation by classification (percent), 2014 382

8.4.4 Tingkat Penghunian Kamar Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar (Persen),
2014 383
Room occupancy rate of other accomodation by classification (percent), 2014

8.4.5 Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya (Persen),
2014
Use of bed hotel accommodation and other accomodation (percent), 2014 384

8.4.6 Tingkat Pemakaian Tempat Tidur Akomodasi Lainnya Menurut Kelompok Kamar
(Persen), 2014
Use of other accommodation bed by room group (percent), 2014 385

BAB IX KEUANGAN DAN HARGA-HARGA / FINANCE AND PRICES

9.1 KEUANGAN / Finance


9.1.1 Realisasi Pendapatan Provinsi Aceh Menurut Jenis Pendapatan (Rupiah), 2013-2014
Realization of receipts of Aceh Province by kind of receipt (rupiahs), 2013-2014 389

9.1.2 Realisasi Pengeluaran Provinsi Aceh Menurut Jenis Pengeluaran (Rupiah), 2014
Realization of expenditure of Aceh Province by kind of expenditure (rupiahs), 2014 390

Profile of Aceh Development 2015 xxxv


9.1.3 Realisasi Anggaran Provinsi Aceh (Rupiah), 2014
Realization of budgeting of Aceh Province (rupiahs), 2014 391

9.1.4 Rencana dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Provinsi Aceh (Juta Rupiah), 2014
Target and realization of regional receipts of Aceh Province (million rupiahs), 2014 392

9.1.5 Rencana dan Realisasi Anggaran Provinsi Aceh Menurut Fungsi (Rupiah), 2013-2014
Target and realization of budgeting of Aceh Province by function (rupiahs), 2013-2014
393
9.1.6 Rencana dan Realisasi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut
Kabupaten/Kota (Ribu Rupiah), 2014
Target and realization revenue of taxes on land and building Regency/City (thousand
rupiahs), 2014 394

9.1.7 Rencana Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Sektor (Ribu Rupiah), 2014
Target revenue of taxes on land and building by sectors (thousand rupiahs), 2014
395
9.1.8 Perkembangan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Menurut Kabupaten/Kota
(Ribu Rupiah), 2011-2014
Trend of land and building taxes by Regency/City (thousand rupiahs), 2011-2014 396

9.1.9 Pagu Anggaran Pembangunan Provinsi Aceh Menurut Sumber Dana (Rupiah),
2008-2014
Total development budget of Aceh Province by sources of budget (rupiahs), 2008
2014 397

9.1.10 Realisasi Anggaran Pembangunan Menurut Sumber Dana di Provinsi Aceh (Rupiah),
2008-2014
Realization of development expenditure of Aceh Province by sources of budget (rupiahs),
2008-2014 398

9.1.11 Jumlah Pemberian Kredit dan Pelunasan Hutang per Bulan pada Perum Pegadaian
(Rupiah), 2014
Monthly credit delivery and loan repayment of pawn office (rupiahs), 2014 400

9.1.12 Kegiatan Pemberian Kredit, Pelunasan Hutang, Lelang dan Tunggakan Menurut Lokasi
Perum Pegadaian, 2014
Credit delivery, loan repayment, auction, and overdue by locationof pawn office, 2014 401

9.1.13 Keadaan Pelelangan, Harga Pokok dan Bea Lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang (KPKNL) di Lingkup Kanwil DJKN Aceh (Rupiah), 2014
State of the auction fee, the base price and a few auctions in the National Treasure
Service and Auction of Aceh (rupiahs), 2014 402

9.1.14 Keadaan Pelelangan, Harga Pokok dan Bea Lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang Banda Aceh (Rupiah), 2014
State of the auction fee, the base price and a few auctions in the National Treasure
Service and Auction of Banda Aceh (rupiahs), 2014 403

9.1.15 Keadaan Pelelangan, Harga Pokok dan Bea Lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang Lhokseumawe (Rupiah), 2014
State of the auction fee, the base price and a few auctions in the National Treasure
Service and Auction of Lhokseumawe (rupiahs), 2014 404

9.1.16 Perkembangan Dana Rupiah Valas Menurut Kabupaten/Kota (Juta Rupiah),


1994-2014
Trend of rupiah foreign exchange funds by Regency/City (million rupiahs), 1994-2014 405

xxxvi Profil Pembangunan Aceh 2015


9.1.17 Perkembangan Dana Rupiah dan Valas Perbankan Menurut Jenis Simpanan
(Juta Rupiah), 19942014
Trend of banking funds by kind of fund (million rupiahs), 19942014 407

9.1.18 Perkembangan Tabungan (Juta Rupiah), 2014


Trend of national development saving scheme (million rupiahs), 2014 408

9.1.19 Jumlah Kredit Usaha Kecil Menurut Sektor Ekonomi (Juta Rupiah), 2014
Credit deliveries under the credit for small scale economic sector (million rupiahs), 2014 409

9.1.20 Perkembangan Kredit Perbankan Menurut Sektor Ekonomi (Juta Rupiah), 2010-2014
Trend of banking credit by economic sector (million rupiahs), 2010 2014 410

9.1.21 Perkembangan Posisi Kredit Perbankan Menurut Kabupaten/Kota (Juta Rupiah),


1994-2014
Trend of banking credit position by Regency/City (million rupiahs), 1994-2014 411

9.1.22 Rata-Rata Kurs Mata Uang Asing Terhadap Rupiah di Kota Banda Aceh, 2014
Rate of money changer with rupiah in Banda Aceh, 2014 414

9.1.23 Keadaan Koperasi, 2013-2014


Condition of cooperative, 2013-2014 417

9.1.24 Jumlah Koperasi Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Number of cooperative by Regency/City, 2014 419

9.1.25 Jumlah Penerbitan TDP (Tanda Daftar Perusahaan), 2014


Number of certificate of TDP (List sign company), 2014 420

9.1.26 Jumlah Penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi Eksportir, Surat Persetujuan
Ekspor Kopi (SPEK) dan Angka Pengenal Impor (API) bagi Importir, 2014
Number of certificate of origin for exporters (SKA), coffee export approval letter, and
numeric identifier for the importer imports, 2014 421

9.1.27 Jumlah Bantuan Keuangan Peumakmue Gampong (BKPG) Menurut Kabupaten/Kota


(Ribu Rupiah), 2012-2014
Number of financial aid pemakmue gampong (BKPG) by Regency/City (thousand
rupiahs), 2012-2014 422

9.2 HARGA-HARGA / Prices


9.2.1 Rata-Rata Harga Kebutuhan Rumah Tangga di Kota Banda Aceh (Rupiah), 2014
Average retail price of household needs Banda Aceh (rupiahs), 2014 423

9.2.2 Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Banda Aceh Menurut Bulan dan Kelompok
Pengeluaran (2012=100), 2014
Consumer price index (CPI) of Banda Aceh by month and expenditure groups
(2012=100), 2014 425

9.2.3 Laju Inflasi Kota Banda Aceh Menurut Bulan dan Kelompok Pengeluaran (2012=100),
2014
Inflation rate of Banda Aceh by month and expenditure groups (2012=100), 2014 427

9.2.4 Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Lhokseumawe Menurut Bulan dan Kelompok
Pengeluaran (2012=100), 2014
Consumer price index (CPI) of Lhokseumawe by month and expenditure groups 429
(2012=100), 2014

Profile of Aceh Development 2015 xxxvii


9.2.5 Laju Inflasi Kota Lhokseumawe Menurut Bulan dan Kelompok Pengeluaran
(2012=100), 2014
Inflation rate of Lhokseumawe by month and expenditure groups (2012=100), 2014 431

9.2.6 Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Meulaboh Menurut Bulan dan Kelompok
Pengeluaran (2012=100), 2014
Consumer price index (CPI) of Meulaboh by month and expenditure groups (2012=100), 433
2014

9.2.7 Laju Inflasi Kota Meulaboh Menurut Bulan dan Kelompok Pengeluaran (2012=100),
2014
Inflation rate of Meulaboh by month and expenditure groups (2012=100), 2014 435

9.2.8 Laju Inflasi Kota Banda Aceh Menurut Kelompok Pengeluaran, 1994 2014
Inflation rate of Banda Aceh by expenditure group, 1994 2014 437

9.2.9 Laju Inflasi Kota Lhokseumawe Menurut Kelompok Pengeluaran, 1994 2014
Inflation rate of Lhokseumawe by expenditure group, 1994 2014 439

9.2.10 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Subsektor Tanaman Pangan (2012=100), 2013
2014 441
Index of Prices Received by Farmers (IT) Subsector Food Crops (2012=100), 2013
2014

9.2.11 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Subsektor Tanaman Pangan Menurut Kelompok
Konsumsi Rumahtangga (2012=100), 2014 442
Index of prices paid by farmers (IB) subsector food crops by household consumption
group (2012=100), 2014

9.2.12 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Tanaman Pangan (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers
terms of trade (NTP) subsector food crops (2012=100), 2013 2014 444

9.2.13 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Subsektor Holtikultura (2012=100), 2013
2014
Index of prices received by farmers (IT) subsector horticulture (2012=100), 2013 - 2014 445

9.2.14 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Subsektor Holtikultura Menurut Kelompok
Konsumsi Rumahtangga (2012=100), 2014
Index of prices paid by farmers (IB) subsector horticulture by household consumption
group (2012=100), 2014 446

9.2.15 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Holtikultura (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers
terms of trade (NTP) subsector horticulture (2012=100), 2013 - 2014 448

9.2.16 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Subsektor Perkebunan Rakyat (2012=100),
2013-2014
Index of prices received by farmers (IT) subsector smallholder plantation estate crops
(2012=100), 2013 - 2014 449

9.2.17 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Subsektor Perkebunan Rakyat Menurut
Kelompok Konsumsi Rumahtangga (2012=100), 2014
Index of prices paid by farmers (IB) subsector smallholder plantation estate crops by
household consumption group (2012=100), 2014 450

xxxviii Profil Pembangunan Aceh 2015


9.2.18 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perkebunan Rakyat (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers'
terms of trade (NTP) subsector smallholder plantation estate crops (2012=100), 2013 - 452
2014

9.2.19 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Subsektor Peternakan (2012=100), 2014
Index of prices received by farmers (IT) subsector animal husbandry (2012=100), 2014 453

9.2.20 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Subsektor Peternakan Menurut Kelompok
Konsumsi Rumahtangga (2012=100), 2014
Index of prices paid by farmers (IB) subsector animal husbandry by household
consumption group (2012=100), 2014 454

9.2.21 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Peternakan (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and
farmers' terms of trade (NTP) subsector animal husbandry (2012=100), 2013 2014 456

9.2.22 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Subsektor Perikanan (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT) subsector fishermen (2012=100),2013 - 2014
457
9.2.23 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Subsektor Perikanan Menurut Kelompok
Konsumsi Rumahtangga (2012=100),
Index of prices paid by farmers (IB) subsector fishermen by household consumption
group (2012=100), 2014 458

9.2.24 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor Perikanan (2012=100), 2013 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers'
terms of trade (NTP) subsector fishermen (2012=100), 2013 - 2014 460

9.2.25 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Gabungan (2012=100), 2014
Index of prices received by farmers (IT) aggegrate (2012=100), 2014 461

9.2.26 Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Gabungan (2012=100), 2014
Index of prices paid by farmers (IB) aggreate (2012=100), 2014 462

9.2.27 Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan
Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan (2012=100), 2013- 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers
terms of trade (NTP) aggregate (2012=100), 2013 - 2014 464

9.3.1 Pagu dan Realisasi Kementerian/Lembaga di Propinsi Aceh (Ribu Rupiah), Tahun
Anggaran 2014
Ceiling and Realization of Ministry/institution in Aceh Province (Thousand Rupiahs),
Finance Year of 2014 465

BAB X PENDAPATAN REGIONAL / Regional Income

10.1 PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA / GRDP by Sector


10.1.1 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku
(Miliar Rupiah), 2010-2014
Gross Regional Domestic Product at current market prices by industrial origin (billion
rupiahs), 2010-2014 469

Profile of Aceh Development 2015 xxxix


10.1.2 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan
2010 (Miliar Rupiah), 2010-2014
Gross Regional Domestic Product at 2010 constant market prices by industrial origin
(billion rupiahs), 2010-2014
472
10.1.3 Peranan Sektor Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Dengan Migas Menurut
Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Persen), 2010-2014
Share of sector to Gross Regional Domestic Product with oil & gas at current market
prices by industrial origin (percent), 2010-2014 475

10.1.4 Peranan Sektor Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Tanpa Migas Menurut
Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Persen), 2010-2014
Share of sector to Gross Regional Domestic Product non-oil & gas at current market
prices by industrial origin (percent), 2010-2014 477

10.1.5 Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha
(Persen), 2010-2014
The GRDP growth rate at 2010 constant market prices by industrial origin (percent),
2010-2014 479

10.1.6 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit PDRB Menurut Lapangan Usaha (Persen),
2010-2014
Growth rate of implicit price indices of GDRP by industrial origin (percent), 2010-2014 481

10.2 PDRB MENURUT PENGELUARAN / GRDP by Expenditure


10.2.1 Produk Domestik Regional Bruto dengan Migas Menurut Pengeluaran Atas Dasar
Harga Berlaku (Miliar Rupiah), 2012-2014
Gross Regional Domestic Product with oil & gas at current market prices by
expenditure (billion rupiahs), 2012-2014 483

10.2.2 Produk Domestik Regional Bruto Dengan Migas Menurut Pengeluaran Atas Dasar
Harga Konstan 2010 (Miliar Rupiah), 2012-2014
Gross Regional Domestic Product with oil & gas at 2010 constant market prices by
expenditure (billion rupiahs), 2012-2014 485

10.2.3 Peranan Pengeluaran Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Dengan Migas Atas
Dasar Harga Berlaku (Persen), 2012-2014
Share of Expenditure to Gross Regional Domestic Product with oil & gas at current
market prices (percent), 2012-2014 487

10.2.4 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Dengan Migas Menurut
Pengeluaran (Persen), 2012-2014
The Gross Regional Domestic Product with oil & gas growth rate by expenditure
(percent), 2012-2014 489

10.2.5 Laju Pertumbuhan Indeks Harga Implisit PDRB Dengan Migas Menurut Pengeluaran
(Persen), 2010-2014
Growth rate of implicit price indices GRDP with oil & gas by expenditure (percent),
2010-2014 491

10.3 PDRB PER KAPITA / GRDP per Capita


10.3.1 Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Dan Pendapatan Regional Per Kapita
Atas Dasar Harga Berlaku (Ribu Rupiah), 2010-2014

xl Profil Pembangunan Aceh 2015


Gross Regional Domestic Product per capita and regional income per capita at current
market prices (thousand rupiahs), 2010-2014 493

10.3.2 Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita Dan Pendapatan Regional Per Kapita
Atas Dasar Harga Konstan 2010 (Ribu Rupiah), 2010-2014
Gross Regional Domestic Product per capita and regional income per capita at 2010
constant market prices (thousand rupiahs), 2010-2014 494

BAB XI PENGELUARAN & KONSUMSI / EXPENDITURE & CONSUMPTION

11.1 Persentase Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan dan Daerah Tempat 501
Tinggal, September 2014
Percentage of Population by Monthly Expenditure Per Capita and Urban Rural Classification,
September 2014

11.2 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang dan Daerah Tempat
Tinggal (Rupiah), September 2014
Monthly Average Expenditure Per Capita by Commodity Group and Urban Rural Classification
(Rupiahs), September 2014 502

11.3 Rata-rata Konsumsi kalori Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan dan Daerah Tempat
Tinggal (kkal), September 2014 504
Daily Average Consumption of Calorie Per Capita by Food Group and Urban Rural Classification
(kcal), September 2014

11.4 Rata-rata Konsumsi Protein Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan dan Daerah
Tempat Tinggal (gram), September 2014 505
Daily Average Consumption of Protein Per Capita by Food Group and Urban Rural Classification
(kcal), September 2014

BAB XII KEMISKINAN / POVERTY

12.1 Indikator Kemiskinan, 2012 2014 (September) 509


Poverty Indicator, 2012 2014 (September)

12.2 Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota, 2013
(September) 510
Poverty Line, Number and Percentage of Poor People by Regency/City, 2013 (September)

BAB XIII PERBANDINGAN REGIONAL / REGIONAL COMPARISON

13.1 Jumlah Penduduk Provinsi se-Sumatera (Jiwa), 2011 - 2013 513


Number of Population by Provinces in Sumatera (person), 2011 2013

13.2 Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi se-Sumatera (ribu jiwa), 2011 2014 (Maret)
Number of Poor People by Province in Sumatera (thousands people), 2011 2014 (Maret) 514

13.3 Persentase Penduduk Miskin Menurut Provinsi se-Sumatera (ribu jiwa), 2011 2014 (Maret)
Percentage of Poor People by Province in Sumatera (thousands people), 2011 2014 (Maret) 515

13.4 Indeks Pembangunan Manusia Menurut Provinsi se-Sumatera (Metode Baru), 2011 2014
Human Development Index by Province in Sumatera (New Methodology), 2011 2014 516

Profile of Aceh Development 2015 xli


13.5 Laju Inflasi Kota-kota di Sumatera, 2011 - 2014
Inflation rate by cities in Sumatera, 2011 - 2014 517

13.6 Rata-rata Nilai Tukar Petani di Sumatera, 2011 2014


Average of Farmers terms of trade (NTP) in Sumatera, 2011 2014 518

BAB XIV STATISTIK TERKINI / CURRENT STATISTIC

14.1 Laju Pertumbuhan Ekonomi, Triwulan I dan II 2015


Economic growth, Quartal 1st and 2nd 2015 521

14.2 Perkembangan Inflasi, Januari-September 2015


Inflation rate, January- September, 2015 523

14.3 Perkembangan Laju Inflasi, Januari-September 2015


Growth of inflation rate, January- September, 2015 524

14.4 Indeks Yang Diterima Petani (It), Indeks Yang Dibayar Petani (Ib) dan Nilai Tukar Petani (NTP),
Januari-September 2014
Index of prices received by farmers (IT), index of prices paid by farmers (IB), and farmers term of
trade (NTP), January- September 2014 525

14.5 Indeks Pembangunan Manusia Dan Reduksi Shortfall Menurut Kabupaten/Kota, 2012-2014
Human development index and shortfall reduction by Regency/City, 2012-2014 526

14.6 Indikator Ketenagakerjaan, 2014-2015


Labour Indicator, 2014-2015 527

14.7 Perkembangan Ekspor Dan Impor, Januari-Juli 2014


Export and import rate, Januari-July 2014 528

xlii Profil Pembangunan Aceh 2015


3.1 Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2014
Population 15 years of age and over who worked during the previous week by
37
educational attainment, 2014

3.2 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Lapangan
Pekerjaan, 2014
Percentage of population 15 years of age and over who worked by main industry,
37
2014

3.3 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status
Pekerjaan Utama, 2014
Percentage of population 15 years of age and over who worked by main employment
38
status, 2014

3.4 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Kabupaten/Kota, 2013


Labor force participation rate (LFPRs) by Regency/City, 2014 39

4.1 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Melek Huruf Menurut
Kabupaten/Kota, 2014
Percentage of literate people 15 years of age and over by Regency/City, 2014 73

4.2 Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran, 2014


Percentage of children under five by last birth attendant, 2014 74

5.1 Luas Panen Padi Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014


Harvested area of paddy by Regency/City (Ha), 2014 203

6.1 Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang Menurut Jenis Industri, 2014


Number of establishment by industrial in large and medium by type of industry, 2014 293

7.1 Nilai Ekspor Dan Impor (Juta US$), 1998-2014


Value of export and import (Million US$), 1998-2014 317

8.1 Persentase Panjang Jalan Menurut Jenis Jalan di Provinsi Aceh, 2014
Percent of Province Roads by Condition in Aceh, 2014 345

9.1 Inflasi/Deflasi Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh dan Nasional (Persen), 2013-2014
Inflation/Deflation in Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh and Indonesia (percent),
2013-2014 374

10.1 Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan
2010 Dengan Migas dan Tanpa Migas, 2011-2014
Growth of GRDP at 2010 constant market prices with oil and gas and without oil and
457
gas, 2011-2014

Profil Pembangunan Aceh 2015 xlv


12.1 Persentase Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan, 499
September 2014
Percentage of Population by Monthly Expenditure Per Capita, September 2014
12.2 Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Rupiah), September 2014 499
Monthly Average Expenditure Per Capita (Rupiahs), September 2014
13.1 Jumlah Penduduk Miskin (Ribu)
Number of Poor People (Thousand) 511

13.2 Peta Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota, 2013


Map of Percentage of Poor People by Regency/City, 2013 511

13.3 Peta Garis Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota, 2013


Map of Poverty Line by Regency/City, 2013 512

xlvi Profil Pembangunan Aceh 2015


Buku Aceh Dalam Angka 2015 merupakan Aceh in Figures 2015 Book is a
publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi publication of the Central Bureau of
Aceh yang terbit setiap tahunnya, sejak Statistics published Aceh province every
1970. Data Statistik dalam publikasi ini year, since 1970. Statistics presented in
disajikan sebagian besar diperoleh dari this publication is largely obtained from
Dinas/Instansi Pemerintah maupun the Service/Agency government as well
Swasta di Provinsi Aceh. Publikasi ini as private agencies in the of Aceh
terdiri dari 14 bab yaitu: Province. In this publication number
consists of 11 chapters, namely:

Bab I : Geografis Chapter I : Geography


Pada bab ini disajikan data tentang luas In this chapter presented data on the
Provinsi Aceh menurut kondisi tanah, area of Aceh Province by condition of the
suaka alam, keadaan curah hujan, land, nature reserves, the state of
rata-rata tekanan udara, suhu udara dan precipitation, average air pressure, air
lain-lain di Provinsi Aceh. temperature, and others in Aceh
Province.

Bab II : Pemerintahan Chapter II : Government


Di bab ini mencantumkan nama-nama In this chapter includes the name of the
ibukota daerah tingkat II, banyaknya capital of the region II, the number of
kecamatan, mukim dan gampong, luas districts, mukim and village, area of
daerah, jumlah PNS dan jenis produk region, number of civil servants and the
hukum mengenai lingkungan di Provinsi types of products on environmental law
Aceh. in Aceh Province.

Bab III : Penduduk dan Tenaga Kerja Chapter III : Population and Labor Force
Bab ini menggambarkan banyaknya This chapter provides number of
penduduk, pertumbuhan penduduk, population by citizenships, population
persentase penduduk miskin, jumlah growths, population projection, number
pencari kerja dan angkatan kerja, tingkat of civil servants, the amount of pensions,
partisipasi angkatan kerja dan lain-lain di number of labor force by fulfillment of
Provinsi Aceh. foreign labors, etc. in Aceh Province.

Profile of Aceh Development 2015 xlvii


Bab IV : S o s i a l Chapter IV : Social
Data yang dimuat dalam bab ini yang Data in this chapter contains social
menyangkut bidang kesejahteraan sosial welfare which involves educational,
pada umumnya yang meliputi antara lain : religious, housing, court, environment,
data Statistik pendidikan, kesehatan, etc. in Aceh Province.
peradilan, perumahan, lingkungan, dan
lain-lain di Provinsi Aceh.

Bab V : Pertanian Chapter V : Agriculture


Data yang disajikan dalam bab ini adalah Data that has been provided in this
mengenai sektor pertanian yang chapter is about agriculture sector which
dikelompokkan dalam sub sektor sebagai is grouped into food crops, horticulture,
berikut: pertanian tanaman pangan, farm, forestry, livestock and fisheries in
hortikultura, perkebunan, kehutanan, Aceh Province.
peternakan, dan perikanan di Provinsi
Aceh.

Bab VI : Industri Chapter VI : Industry


Pada Bab ini disajikan, data tentang listrik, In this chapter presents industrial
air minum, P.T. Arun di Provinsi Aceh. manufacturing statistics, electricity,
water suplies, PT Arun, etc. in Aceh
Province.

Bab VII : Perdagangan Chapter VII : Trade


Bab ini menyajikan data perdagangan, This chapter provides data of trades, data
Pertamina, Logistik di Provinsi Aceh. of oil company (PERTAMINA), data of
logistics in Aceh Province.

Bab VIII : Perhubungan dan Komunikasi Chapter VIII : Transportation and


Pada bab ini dimuat data P.U. bagian Bina Communication
Marga, Polda, Perhubungan udara, In this chapter contains data of public
Perhubungan Laut, Pos dan work services, regional police, land
Telekomunikasi, Penerangan, Pariwisata transportation, air transportation, post
dan lain-lain di Provinsi Aceh. and telecommunication, information and
tourism in Aceh Province.

xlviii Profil Pembangunan Aceh 2015


Bab IX : Keuangan dan Harga-Harga Chapter IX : Finance and Prices
Di dalam bab ini terlihat antara lain: Harga In this chapter can be found data of nine
sembilan bahan pokok dan indek harga items basic need prices and price
konsumen, data dari Bank Indonesia, consumer indexes, data of Bank of
pajak, Bappeda dan data dari instansi Indonesia, taxes, the Planning
lainnya di Provinsi Aceh. Coordination Board and other institution
in Aceh Province.

Bab X : Pendapatan Regional Chapter X : Regional Income


Bab ini menyajikan data mengenai PDRB This chapter presents data of gross
menurut lapangan usaha atas dasar harga domestic regional product by industrial
berlaku dan harga konstan dan lain-lain di origins at current and constant prices in
Provinsi Aceh. Aceh Province.

Bab XI : Statistik Terkini Chapter XI : Regional Income


Bab ini menyajikan data yang terbaru This chapter presents update data of,
seperti, Indeks Pembangunan Manusia Human Development Index (HDI) 2013,
(IPM) tahun 2013, inflasi Januari sampai inflation at January until Juli 2014 and
dengan Juli 2014 dan PDRB triwulan I dan GRDP Quartal I and II 2014 in Aceh
II tahun 2014 di Provinsi Aceh. Province.

Bab XII : Pengeluaran & Konsumsi Chapter XII : Expenditures&Consumption


Bab ini menyajikan data mengenai rata- This chapter presents data of monthly
rata pengeluaran per kapita sebulan, rata- average expenditure per capita, daily
rata konsumsi kalori dan rata-rata average consumption of calorie and daily
konsumsi protein per kapita sehari average consumption of protein for Aceh
penduduk Aceh. residents.

Bab XIII : Kemiskinan Chapter XIII : Poverty


Bab ini menyajikan data mengenai garis This chapter presents data of poverty
kemiskinan, jumlah penduduk miskin dan line, number and percentage of poor
persentase penduduk miskin menurut people by regency/city.
kabupaten/kota.

Profile of Aceh Development 2015 xlix


Bab XIV : Perbandingan Regional Chapter XIV : Regional Comparison
Bab ini menyajikan perbandingan antara This chapter presents comparison
Propinsi Aceh dan propinsi lain di Pulau between Aceh Province and other
Sumatera untuk beberapa indikator province in Sumatera for several selected
terpilih.. indicator.

l Profil Pembangunan Aceh 2015


Daerah Aceh yang terletak di bagian paling Aceh region located in the western part
Barat gugusan kepulauan Nusantara, of Nusantara archipelago, occupying a
menduduki posisi strategis sebagai pintu strategic position as a gateway traffic
gerbang lalu lintas perniagaan dan commerce and culture that connects East
kebudayaan yang menghubungkan Timur and West since centuries ago. Aceh is
dan Barat sejak berabad-abad lampau. often touted as a haven of the Chinese
Aceh sering disebut-sebut sebagai tempat merchants, European, Indian and Arabic,
persinggahan para pedagang Cina, Eropa, making the first entry of the Aceh culture
India dan Arab, sehingga menjadikan and religion in the archipelago.
daerah Aceh pertama masuknya budaya
dan agama di Nusantara.

Pada abad ke-7 para pedagang India In the 7th century Indian traders
memperkenalkan agama Hindu dan introduced the religion of Hinduism and
Budha. Namun peran Aceh menonjol Buddhism. But Aceh prominent role in
sejalan dengan masuk dan line with the entrance and religious
berkembangnya agama islam di daerah ini, development of Islam in this region,
yang diperkenalkan oleh pedagang Gujarat which was introduced by Gujarat traders
dari jajaran Arab menjelang abad ke-9. from the ranks of Arab ahead of the 9th
century.

Menurut catatan sejarah, Aceh adalah According to historical records, Aceh was
tempat pertama masuknya agama Islam di the first place entry of Islam in Indonesia
Indonesia dan sebagai tempat timbulnya and as a place of emergence of the first
kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Islamic kingdom in Indonesia, namely
Peureulak dan Pasai. Kerajaan yang Peureulak and Pasai. Empire that was
dibangun oleh Sultan Ali Mughayatsyah built by Sultan Ali Mughayatsyah with its
dengan ibukotanya di Bandar Aceh capital in Bandar Aceh (Banda Aceh now)
Darussalam (Banda Aceh sekarang) lambat is slowly expanding its territory covering
laun bertambah luas wilayahnya yang most of East and West coast of Sumatra
meliputi sebagaian besar pantai Barat dan to the Malay Peninsula.
Timur Sumatra hingga ke Semenanjung
Malaka. .

Profile of Aceh Development 2015


Kehadiran daerah ini semakin bertambah The presence of this area is growing
kokoh dengan terbentuknya Kesultanan strong with the formation of The
Aceh yang mempersatukan seluruh Sultanate of Aceh, which unite all the
kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di small kingdoms located in the area. Thus,
daerah itu. Dengan demikian kesultanan The Sultanate of Aceh reached its peak at
Aceh mencapai puncak kejayaannya pada the beginning of the 17th century, during
permulaan abad ke-17, pada masa the reign of Sultan Iskandar Muda.
pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Pada masa itu pengaruh agama dan At that time the influence of religion and
kebudayaan Islam begitu besar dalam Islamic culture is so large in the daily life
kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, of the Acehnese people, so this area got
sehingga daerah ini mendapat julukan the nickname "Seuramo Mecca"
Seuramo Mekkah (Serambi Mekkah). (Veranda of Mecca). This situation did
Keadaan ini tidak berlangsung lama, not last long, because after the death of
karena sepeninggal Sultan Iskandar Muda Sultan Iskandar Muda his successors
para penggantinya tidak mampu could not maintain the greatness of the
mempertahankan kebesaran kerajaan kingdom. So that the position of this
tersebut. Sehingga kedudukan daerah ini region as one of the great kingdoms in
sebagai salah satu kerajaan besar di Asia Southeast Asia weakened. This led to the
Tenggara melemah. Hal ini menyebabkan royal dignity of the slump and to have
wibawa kerajaan semakin merosot dan entered from outside influences.
mulai dimasuki pengaruh dari luar. Sultanate of Aceh became the target of
Kesultanan Aceh menjadi incaran bangsa Western nations marked by the signing of
Barat yang ditandai dengan the Treaty of Sumatera and the Treaty of
penandatanganan Traktat London dan London between the British and Dutch on
Traktat Sumatera antara Inggris dan setting up their interest in Sumatera.
Belanda mengenai pengaturan Manner of Western nations for control of
kepentingan mereka di Sumatera. Sikap the territory of Aceh became a reality on
bangsa Barat untuk menguasai wilayah March 26, 1873, when the Dutch
Aceh menjadi kenyataan pada tanggal 26 declared war on the Sultan of Aceh.
Maret 1873, ketika Belanda menyatakan
perang kepada Sultan Aceh.

Tantangan yang disebut Perang Sabi ini The challenge called 'Perang Sabi' lasted
berlangsung selama 30 tahun dengan for 30 years with a big enough soul to
menelan jiwa yang cukup besar tersebut swallow the last forced the Sultan of

lii Profil Pembangunan Aceh 2015


memaksa Sultan Aceh terakhir, Twk. Aceh, Twk. Muhd. Daud to recognize the
Muhd. Daud untuk mengakui kedaulatan sovereignty of the Netherlands in the
Belanda di tanah Aceh. land of Aceh.

Dengan pengakuan kedaulatan tersebut, With the recognition of sovereignty, the


daerah Aceh secara resmi dimasukkan region of Aceh was formally incorporated
secara administratif ke dalam Hindia administratively into HindiaTimur
Timur Belanda (Nederlansch Oost-Indie) Netherlands (Oost-Indie Nederlansch) in
dalam bentuk propinsi yang sejak tahun the form of provinces since 1937 turned
1937 berubah menjadi karesidenan hingga up residency in Indonesia the Dutch
kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia colonial rule ended. Revolt against Dutch
berakhir. Pemberontakan melawan colonialism still lasts up to the outposts
penjajahan Belanda masih saja of Aceh. Then the war turned against
berlangsung sampai ke pelosok-pelosok Japan came in 1942. This war ended with
Aceh. Kemudian peperangan beralih Japan's surrender to the Allies in 1945.
melawan Jepang yang datang pada tahun
1942. Peperangan ini berakhir dengan
menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada
tahun 1945.

Dalam jaman perang kemerdekaan, In a time of war of independence, the


sumbangan dan keikutsertaan rakyat Aceh contribution and participation of the
dalam perjuangan sangatlah besar, Acehnese people in the struggle are
sehingga Presiden Pertama Republik enormous, so the First President of the
Indonesia, Ir. Sukarno memberikan julukan Republic of Indonesia, Ir. Soekarno gave a
sebagai Daerah Modal pada daerah nickname as "the Capital Region" in the
Aceh. region of Aceh.

Sejak bangsa Indonesia memproklamirkan Since the nation Indonesia proclaimed


kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus independence on August 17, 1945 as a
1945 sebagai bangsa dan negara yang nation and an independent and sovereign
merdeka dan berdaulat, Aceh merupakan country, Aceh is one of the area or part of
salah satu daerah atau bagian dari negara the Republic of Indonesia as a residency
Republik Indonesia sebagai sebuah of Sumatra Province. Along with the
karesidenan dari Propinsi Sumatera. establishment of Aceh residency, based
Bersamaan dengan pembentukan on an assessment of North Sumatra
keresidenan Aceh, berdasarkan Surat Governor No. 1 / X dated October 3, 1945

Profile of Aceh Development 2015


Ketetapan Gubernur Sumatera Utara was appointed Teuku Nyak Arief as
Nomor 1/X tanggal 3 Oktober 1945 Resident.
diangkat Teuku Nyak Arief sebagai
Residen.

Kedudukan daerah Aceh sebagai bagian The position of Aceh region as part of the
dari wilayah Negara Republik Indonesia territory of the Republic of Indonesia has
telah beberapa kali mengalami perubahan several times changed. At the revolution
status. Pada masa revolusi kemerdekaan, time, the residency of Aceh in early 1947
Keresidenan Aceh pada awal tahun 1947 under the administrative area of
berada di bawah daerah administratif Sumatra Utara. Due to the Dutch military
Sumatera Utara. Sehubungan dengan aggression against the Republic of
adanya agresi militer Belanda terhadap Indonesia, Aceh Residency, Langkat and
Republik Indonesia, Keresidenan Aceh, Karo is set to be domiciled in the military
Langkat dan Tanah Karo ditetapkan area Kutaradja (Banda Aceh now) with
menjadi Daerah militer yang the Military Governor, Tengku
berkedudukan di Kutaradja (Banda Aceh Muhammad Daud. Although at that time
sekarang) dengan Gubernur Militer had formed regional military but
Teungku Muhammad Daud Beureueh. residency is still maintained.
Walaupun pada saat itu telah dibentuk Furthermore, on 5 April 1948 to enact a
Daerah Militer namun keresidenan masih Law No. 10 of 1948 which divided the
tetap dipertahankan. Selanjutnya pada Autonomous Province of Sumatra into
tanggal 5 April 1948 ditetapkan Undang- three, namely: Sumatra Utara, Sumatra
undang Nomor 10 Tahun 1948 yang Tengah and Sumatra Selatan. Sumatera
membagi Sumatera menjadi 3 Propinsi Utara Province include residency Aceh,
Otonom, yaitu : Sumatera Utara, Sumatra, Tapanuli Timur and Tapanuli
Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan. Selatan, with the leadership of Mr. S.M.
Propinsi Sumatera Utara meliputi Amen as Governor.
keresidenan Aceh, Sumatera Timur dan
Tapanuli Selatan, dengan pimpinan
Gubernur Mr. S.M. Amin.

Dalam menghadapi agresi militer kedua In the face of second military aggression
yang dilancarkan Belanda untuk waged by the Dutch for control of the
menguasai Negara Republik Indonesia, Republic of Indonesia, the Government
Pemerintah bermaksud untuk intends to strengthen defense and
memperkuat pertahanan dan keamanan security by issuing the Emergency Decree

liv Profil Pembangunan Aceh 2015


dengan mengeluarkan Ketetapan of the Government of the Republic of
Pemerintah Darurat Republik Indonesia Indonesia Number 21/Pem/PDRI dated
Nomor 21/Pem/PDRI tanggal 16 Mei 1949 May 16, 1949 which concentrates the
yang memusatkan kekuatan Sipil dan power of the Civil and Military to Military
Militer kepada Gubernur Militer. Governor.

Pada akhir tahun 1949 Keresidenan Aceh At the end of 1949 the residency of Aceh
dikeluarkan dari Propinsi Sumatera Utara excluded from Sumatra Utara Province
dan selanjutnya ditingkatkan statusnya and further enhanced the status of a
menjadi Propinsi Aceh. Teungku province of Aceh. Tengku Muhammad
Muhammad Daud Beureueh yang Daud previously as Military Governor of
sebelumnya sebagai Gubernur Militer Aceh, Langkat and Karo was appointed
Aceh, Langkat dan Tanah Karo diangkat Governor of the Province. Some time
menjadi Gubernur Propinsi Aceh. later, according to government
beberapa waktu kemudian, berdasarkan regulations successor Act No. 5 of 1950
Peraturan pemerintah pengganti Undang- the province back into the residency as
undang Nomor 5 Tahun 1950 propinsi well as at the beginning of independence.
Aceh kembali menjadi Keresidenan The change raises the status of political
sebagaimana halnya pada awal upheavals that led to the disruption of
kemerdekaan. Perubahan status ini stability, order and public tranquility. The
menimbulkan gejolak politik yang desire of leaders and people of Aceh so
menyebabkan terganggunya stabilitas taken by the Government issued Law
keamanan, ketertiban dan ketentraman Number 24 Year 1956 concerning the
masyarakat. Keinginan pemimpin dan establishment of the province which
rakyat Aceh ditanggapi oleh Pemerintah covers the entire territory of the former
sehingga dikeluarkan Undang-undang residency of Aceh.
Nomor 24 Tahun 1956 tentang
pembentukan kembali propinsi Aceh yang
meliputi seluruh wilayah bekas
keresidenan Aceh.

Dengan dikeluarkan Undang-undang With the issued Law No. 1 of 1957, the
Nomor 1 Tahun 1957, status Propinsi status of Aceh Province became the First
Aceh menjadi Daerah Swatantra Tingkat I Level Autonomous Region and on January
dan pada tanggal 27 Januari 1957 A. 27, 1957 A. Hasjmy sworn in as Governor
Hasjmy dilantik sebagai Gubernur Propinsi of Aceh Province. But the political turmoil
Aceh. Namun gejolak politik di Aceh belum in Aceh is not yet entirely over. To

Profile of Aceh Development 2015


seluruhnya berakhir. Untuk menjaga maintain national stability and unity for
stabilitas Nasional demi persatuan dan the sake of national unity, through the
kesatuan bangsa, melalui misi Perdana Prime Minister's mission known as MISSI
Menteri Hardi yang dikenal dengan nama HARDI 1959, conducted discussions
MISSI HARDI tahun 1959 dilakukan related to the political turmoil,
pembicaraan yang berhubungan dengan governments and regional development
gejolak politik, pemerintahan dan in Aceh. The results of the mission
pembangunan daerah Aceh. Hasil misi followed up with a decision of the Prime
tersebut ditindak lanjuti dengan Minister of the Republic of Indonesia
keputusan Perdana Menteri Republik Number 1/MISSI/1959. So since the date
Indonesia Nomor 1/MISSI/1959. Maka of May 26, 1959 First Level Autonomous
sejak tanggal 26 Mei 1959 Daerah Region or the Province of Aceh was given
Swatantra Tingkat I atau Propinsi Aceh the status of "Special Region" as a full
diberi status Daerah Istimewa dengan named province of Aceh Special Region.
sebutan lengkap Propinsi Daerah With these predicates, Aceh has the right
Istimewa Aceh. Dengan predikat tersebut, of broad autonomy in religion, customs
Aceh memiliki hak-hak otonomi yang luas and education. This status was confirmed
dalam bidang agama, adat dan by Law No. 18 of 1965.
pendidikan. status ini dikukuhkan dengan
Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965.

Berbagai kebijakan dalam Various policies in the administration of


penyelenggaraan pemerintah pada masa government in the past that focuses on a
lalu yang menitik beratkan pada sistem centralized system is seen as a source of
yang terpusat dipandang sebagai sumber injustice in the life of nation and state,
bagi munculnya ketidakadilan dalam this leads to conditions such upheaval.
kehidupan berbangsa dan bernegara,
kondisi yang demikian ini memunculkan
pergolakan.

Hal ini ditanggapi oleh pemerintah pusat This is addressed by the central
dengan pemberian Otonomi Khusus government by granting special
dengan disahkannya Undang-Undang no. autonomy to the enactment of Law no.
18 tahun 2002 dan Propinsi Daerah 18 in 2002 and the Province of Aceh
Istimewa Aceh berubah menjadi Provinsi Special Region turned into a Province of
Nanggroe Aceh Darussalam. Nanggroe Aceh Darussalam.

lvi Profil Pembangunan Aceh 2015


Kemudian berdasarkan Peraturan Then based on the Governor of Aceh
Gubernur Aceh Nomor 46 Tahun 2009 Regulation Number 46 Year 2009 on the
tentang Penggunaan Sebutan Nama Aceh Use of Name The name of Aceh and the
dan Gelar Pejabat Pemerintahan dalam degree Government Officials in the
Tata Naskah Dinas di Lingkungan Manuscript Department of the
Pemerintah Aceh tertanggal 7 April 2009, Environment Administration Aceh
ditegaskan bahwa sebutan Daerah Government dated 7 April 2009, asserted
Otonom, Pemerintahan Daerah, Kepala that the designation of the Autonomous
Daerah/Wakil Kepala Daerah, Dewan Region, the Regional Administration,
Perwakilan Rakyat Daerah, Nomenklatur Regional Head / Deputy Head, House of
dan Papan Nama Satuan Kerja Pemerintah Representatives area, Nomenclature and
Aceh (SKPA), Titelatur Penandatangan, Name Board Task Force on Governing
Stempel Jabatan dan Stempel Instansi Aceh (SKPA), Titelatur signatories, Seals
dalam Tata Naskah Dinas di lingkungan and Stamp Agency Position in
Pemerintah Aceh, diubah dan Governance in the Manuscript
diseragamkan dari sebutan/nomenklatur Department of the Government of Aceh,
"Nanggroe Aceh Darussalam" ("NAD") altered and made uniform from the
menjadi sebutan/nomenklatur "Aceh". Ini designation / nomenclature "Nanggroe
dilakukan sambil menunggu ketentuan Aceh Darussalam" ("NAD") to the title /
dalam Pasal 251 UU Pemerintahan Aceh nomenclature of "Aceh". This is done
yang menyatakan bahwa nama Aceh while waiting for the provisions in Article
sebagai provinsi dalam sistem NKRI, akan 251 Law on Governing Aceh which states
ditentukan oleh DPRA hasil Pemilu 2009. that the name of Aceh as a province in
the Homeland system, will be determined
by the DPRA 2009 election results.

Profile of Aceh Development 2015


lviii Profil Pembangunan Aceh 2015
Notasi dalam Tabel & Satuan

Data tidak tersedia /Data not available


- Tidak ada atau nol/Null or zero
0 Data dapat diabaikan/Data negligible
, Tanda Desimal/Decimal Point
r Revisi/Revised
* Angka Sementara/ Preliminary Figure
** Angka Sangat Sementara/ Very Preliminary Figure
L/M Laki-Laki/ Male
P/F Perempuan/ Female

SATUAN
Units

atm (Atmosphere) : 760 mmHg


hektar (ha) / hectare (ha) : 10 000 m
kilometer (km) / kilometres (km) : 1 000 meter / metres
kuintal / quintal : 100 kg
liter (untuk beras) / litre (for rice) : 0,80 kg
ons : 28,31 gram
ton : 1 000 kg
Satuan lain : buah, butir, dus, lembar, kotak, batang, unit,
persen (%)
Other units : unit, pieces, pack, sheet,stick, unit, percent (%)

Perbedaan angka di belakang koma disebabkan oleh pembulatan angka

Profile of Aceh Development 2015 lix


SEJARAH SINGKAT

Decimal point differences due to rounding

lx Aceh Dalam Angka 2013


GLOSSARY

ADHB : Atas Dasar Harga Berlaku/Current Market Prices


ADHK : Atas Dasar Harga Konstan/Cosntant Market Prices
AKDR : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/Contraception Device in Womb
APBD : Anggaran Pendapatan Belanja Daerah/Local Government Budget
APBN : Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Central Government Budget
API : Angka Pengenal Importir/Number of Importer Identification
ASKES : Asuransi Kesehatan/Health insurance
ASKIN : Asuransi Kesehatan Miskin/Poor health insurance
BAP H/R : Berita Acara Pemeriksaan Hilang/Rusak/Inspection Report of
Missing/Broken
Bappeda : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah/Development Planning Agency
Bapedalda : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah/Control Environmental
Impact Agency
BKB : Bina Keluarga Balita/Building of Children Under Five Years
BMKG : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika/ Meteorological,
Climatology and Geophysical Agency
BOR : Persentase Pemakaian tempat tidur/ Bed Occupancy Rate
BPM : Badan Pemberdayaan Masyarakat/Empowerment Community Agency
BULOG : Badan Urusan Logistik/Logistic Agency
BUMD : Badan Usaha Milik Daerah/Local Owned Enterprise
BUMN : Badan Usaha Milik Negara/State Owned Enterprise
BVKS : Bebas Visa Kunjungan Singkat/Free Visa of Brief Visit
CV : Commanditer Vennootschap
Divre : Divisi Regional/Regional Division
DPRA : Dewan Perwakilan Rakyat Aceh/ Aceh Parliament
DSKM : Dahsuskim/Kemudahan Khusus Keimigrasian/Special Amenity of
Immigration
EPO : Exit Permit Only
FA : Firma
HAM : Hak Asasi Manusia/Human Rights
IB : Indeks harga yang dibayar petani/Index of prices paid by farmers
IHK : Indeks Harga Konsumen/Consumer Price Index
IPK HPH : Izin Pemanfaatan Kayu Hak Pengusahaan Hutan/ Licensed Timber Forest
Concession
IT : Indeks harga yang diterima petani/ Index of prices received by farmers
ITAP : Izin Tinggal Tetap/Permanent Stay Permit
ITAS : Izin Tinggal Terbatas/Limited Stay Permit
ITK : Izin Tinggal Kunjungan/Stay Permit Visits

Profile of Aceh Development 2015 lxi


SINGKATAN

IUD : Intra Uterine Device


JKM : Jaminan Kesehatan Masyarakat/Health Asurance
JKA : Jaminan Kesehatan Aceh/Aceh Health Asurance
JPS : Jaminan Pengamanan Sosial/Social Security Asurance
KAMTIBCAR : Keamanan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu-Lintas/ Security, order and
smooth traffic
KB : Keluarga Berencana/Family Planning
KKB : Klinik Keluarga Berencana/Family Planning Clinic
KORPRI : Korps Pegawai Republik Indonesia/ Corps of Republic Of Indonesia Officer
KSDL : Konservasi dan Sumber Daya Lahan/ Conservation and Farm Resource
KVA : Kilo Volt Ampere/Kilo Volt Ampere
KWh : Kilowatt hour
LNG : Liquified Natural Gas
LPG : Liquified Petroleum Gas
MAN : Madrasah Aliyah Negeri/Public Islamic Senior High School
MIN : Madrasah Ibtidaiyah Negeri/Public Islamic Primary School
MOP : Metoda Operasi Pria/Man Operation Method
MOW : Metoda Operasi Wanita/Woman Operation Method
MTsN : Madrasah Tsanawiyah Negeri/Public Islamic Junior High School
MWh : Megawatt hour
NTP : Nilai Tukar Petani/Farmer Terms of Trade
P3BS : Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera/Channeling and Center
Regulator of Sumatra Burden
PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum/Local Water Supply Company
PDRB : Produk Domestik Regional Bruto/Gross Regional Domestic Product
Pertamina : Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Negara/State Oil and Natural
Gas Company
PKBRS : Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit/Hospital of Family Planning
Service
PLTD : Pembangkit Listrik Tenaga Diesel/Diesel Electricity Corporation
PLN : Perusahaan Listrik Negara/ State Electricity Corporation
PO : Perusahaan Perseorangan/ State Electricity Corporation
Pos KBG : Pos Keluarga Berencana Gampong/ Village family Planning Pos
PUS : Pasangan Usia Subur/ Couple of Fertile Age
Puskesmas : Pusat Kesehatan Masyarakat/Center Health Socialize
REP : ReEntry Permit
RKT HPH : Rapat Kerja Tahunan Hak Pengusahaan Hutan/Annual Meeting of Forest
Concession
Rombel : Rombongan Belajar/Class
Rutan : Rumah Tahanan/Prison
RSUZA : Rumah Sakit Umum Zainal Abidin/Zainal Abidin Public Hospital
Sakernas : Survei Angkatan Kerja Nasional/National Labor Force Survey
Satpol PP : Satuan Polisi Pamong Praja/The Civil Police Unit

lxii Profil Pembangunan Aceh 2015


GLOSSARY

SD : Sekolah Dasar/Elementary School


SK : Surat Keputusan/Decree
SKA : Surat Keterangan Asal/Certificate of Origin
SLTP : Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/Junior High School
SLTA : Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/Senior High School
SMP : Sekolah Menengah Pertama/Junior High School
SPEK : Surat Persetujuan Ekspor Kopi/Coffee Export Approval
SPRI : Surat Perjalanan Republik Indonesia/Travel Letters of the Republic of
Indonesia
SUPAS : Survei Penduduk Antar Sensus/Inter Censal Population Survey
Susenas : Survei Sosial Ekonomi Nasional/National Socio Economic Survey
TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Not Yet Produce Crops
TM : Tanaman Menghasilkan/Produce Crops
TPAK : Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja/Labor Force Participation Rate
TPT : Tingkat Pengangguran Terbuka/Open Employment Rate
TR : Tanaman Rusak/Damage Crops
UKM : Usaha Kecil dan Menengah/Small and Medium Industry
UPTD : Unit Pelaksana Teknis Daerah/ Unit of Local Technical

Profile of Aceh Development 2015 lxiii


SINGKATAN

lxiv Profil Pembangunan Aceh 2015


Air minum dikumpulkan oleh BPS melalui Drinking water collected by the BPS via a
survei pada Perusahaan Air Minum. Sistem survey on the Water Company. Survey
pencacahannya adalah dengan wawancara system is a direct interview to all water
langsung kepada seluruh perusahaan air companies (complete enumeration).
minum (pencacahan lengkap).

Akseptor adalah Pasangan Usia Subur Acceptor is a Couple Fertile Age (PUS)
(PUS) yang menggunakan salah satu using one of the contraceptive
alat/obat kontrasepsi. drugs/tools.

Anak Lahir hidup adalah banyaknya Son Born to live is the number of live
kelahiran hidup dari sekelompok atau births of a group or several groups of
beberapa kelompok wanita selama masa women during their reproductive period.
reproduksinya.
Literacy rate (AMH) is the proportion of
Angka Melek Huruf (AMH) adalah people aged 15 or over who has the
proporsi penduduk usia 15 tahun keatas ability to read and write Latin letters and
yang mempunyai kemampuan membaca other letters without having to
dan menulis huruf latin dan huruf lainnya understand what is read / written to the
tanpa harus mengerti apa yang population aged 15 years and above.
dibaca/ditulisnya terhadap penduduk usia
15 tahun keatas.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah School Participation Rate (APS) is the
proporsi dari semua anak yang masih proportion of all children who are in
sekolah pada satu kelompok umur school at a particular age group of the
tertentu terhadap penduduk dengan population with the appropriate age
kelompok umur yang sesuai. group.

Angka Partisipasi Murni adalah proporsi .Net enrollment is the proportion of


anak sekolah pada satu kelompok usia school children at a certain age group
tertentu yang bersekolah pada jenjang who go on a level corresponding to the
yang sesuai dengan kelompok usianya age group of all children in that age

Profile of Aceh Development 2015 lxv


terhadap seluruh anak pada kelompok group.
usia tersebut.

Angkatan Kerja adalah penduduk usia Labour Force is the population of working
kerja (15 tahun keatas) yang bekerja atau age (15 years and above) who worked or
mempunyai pekerjaan tetapi sementara had a job but temporarily not working
tidak bekerja dan atau penduduk yang and seeking employment or population.
mencari pekerjaan.

Atas Dasar Harga Berlaku adalah Penilaian Current Prices is the assessment carried
yang dilakukan terhadap produk barang out on goods and services produced or
dan jasa yang dihasilkan ataupun yang consumed, the price of the year is
dikonsumsi, pada harga tahun sedang running.
berjalan.

Atas Dasar Harga Konstan adalah Constant Prices is assessments carried


Penilaian yang dilakukan terhadap produk out on goods and services produced or
barang dan jasa yang dihasilkan atau yang consumed, at a fixed price in the base
dikonsumsi, pada harga tetap di satu year.
tahun dasar.

Bekerja adalah melakukan suatu Work is done with a view to obtaining a


pekerjaan dengan maksud memperoleh job or help earn an income / gain and
atau membantu memperoleh duration of work at least one hour
pendapatan/ keuntungan dan lamanya continuously in the week prior to
bekerja paling sedikit satu jam secara enumeration. This includes unpaid family
terus-menerus dalam seminggu sebelum workers who help a business and those
pencacahan. Termasuk dalam hal ini who have a job but temporarily not
pekerja keluarga tanpa upah yang working.
membantu suatu usaha dan mereka yang
punya pekerjaan tetapi sementara tidak
bekerja.

BOR adalah persentase pemakaian BOR is the percentage of use of a bed,


tempat tidur, angka ini diperoleh dari this figure is obtained by counting the
penghitungan jumlah hari rawatan dibagi number of days of care divided by the
dengan jumlah tempat tidur dikali dengan number of beds multiplied by 100
100 persen. percent.

lxvi Profil Pembangunan Aceh 2015


DaI adalah orang yang melaksanakan Da'i are people who carry out both oral
dakwah baik lisan dan tulisan ataupun and written propaganda or good deeds
perbuatan dan baik secara individu, and individual, group or form of
kelompok atau berbentuk organisasi atau organization or institution.
lembaga.

Dayah adalah sebuah lembaga pendidikan Dayah is an Islamic religious institution.


agama islam.

Ekspor barang adalah seluruh barang yang Exports of goods are all goods taken out
dibawa ke luar dari wilayah suatu negara, of the territory of a country, whether
baik bersifat komersial maupun bukan commercial or non-commercial nature
komersial (seperti barang hibah, (such as goods grants, donations, gifts),
sumbangan, hadiah), serta barang yang as well as items to be processed abroad
akan diolah di luar negeri yang hasilnya that the results are fed back into the
dimasukkan kembali ke negara tersebut. country. Not included in export statistics
Tidak termasuk dalam statistik ekspor are (1). Clothing, personal items and
adalah (1). Pakaian, barang pribadi dan jewelry owned by the passengers who
perhiasan milik penumpang yang travel abroad, (2). The goods are shipped
bepergian ke luar negeri; (2). Barang- to a country's representation abroad, (3).
barang yang dikirim untuk perwakilan Goods for exhibitions / fairs, (4).
suatu negara di luar negeri; (3). Barang Container to be refilled, (5). Cash and
untuk eksibisi/pameran; (4). Peti kemas marketable securities, (6). Goods for the
untuk diisi kembali; (5). Uang dan surat- sample (sample).
surat berharga; (6). Barang-Barang untuk
contoh (sampel).

Gampong adalah pembagian wilayah Gampong is the division of administrative


administratif di Provinsi Aceh yang regions in Aceh Province which is the
merupakan kesatuan masyarakat hukum unity of the legal community has
yang memiliki batas-batas wilayah yang boundaries that are authorized to
berwenang untuk mengatur dan regulate and manage the interests of
mengurus kepentingan masyarakat local communities based on the origin
setempat berdasarkan asal-usul dan adat and local customs that are recognized
istiadat setempat yang diakui dan and respected in the system of
dihormati dalam sistem Pemerintahan Government of the Republic of Indonesia.
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gampong under Mukim.
Gampong berada di bawah Mukim.

Profile of Aceh Development 2015 lxvii


Harga Konsumen (HK) adalah harga Consumer prices (HK) is the price of a
transaksi yang terjadi antara penjual transaction that occurs between the
(pedagang eceran) dan pembeli seller (retailer) and buyers (consumers) in
(konsumen) secara eceran dengan retail with cash payments. Retail in
pembayaran tunai. Eceran yang dimaksud question is the purchase of goods or
adalah membeli suatu barang atau jasa services by using the smallest unit to be
dengan mengunakan satuan terkecil untuk used / consumed.
dipakai/dikonsumsi.

Indeks harga yang diterima petani (It) Index of prices received by farmers (It) is
adalah indeks harga yang menunjukkan a price index which shows the
perkembangan harga produsen atas hasil development of producer prices for
produksi petani. peasant production.

Indeks harga yang dibayar petani (Ib) Index of prices paid by farmers (Ib) is a
adalah indeks harga yang menunjukkan price index that shows the price
perkembangan harga kebutuhan rumah development of the peasant household,
tangga petani, baik itu kebutuhan untuk whether it needs for domestic
konsumsi rumah tangga maupun consumption and demand for agricultural
kebutuhan untuk proses produksi production process.
pertanian.

Indeks Implisit adalah suatu indeks yang Implicit index is an index that shows the
menunjukkan tingkat perkembangan level of growth in producer prices
harga di tingkat produsen (producer price (producer price index).
index).

Industri Besar adalah perusahaan industri Large industry is an industrial company


yang mempunyai pekerja 100 orang atau that has 100 or more workers.
lebih.

Industri Sedang adalah perusahaan While the industry is an industrial


industri yang mempunyai pekerja 20-99 company that has employees 20-99
orang. people.

Inflasi/deflasi menunjukkan naik/ Inflation / deflation shows rise / fall in


turunnya harga-harga secara umum secara general prices are continually in a certain
terus menerus dalam suatu kurun waktu period of time.
tertentu.

lxviii Profil Pembangunan Aceh 2015


Impor barang adalah seluruh barang yang Imports of goods are all goods that enter
masuk ke wilayah suatu negara baik the territory of a country both
bersifat komersial maupun bukan bersifat commercial and non commercial nature,
komersial, serta barang yang akan diolah as well as items to be processed in the
di dalam negeri yang hasilnya dikeluarkan country which issued the results of the
lagi dari negara tersebut. Tidak termasuk country again. Not included in import
dalam statistik impor adalah: (1). Pakaian statistics are: (1). Clothing and jewelry
dan barang-barang perhiasan penumpang; items passenger passenger goods for his
Barang-barang penumpang untuk dipakai own use, except refrigerators, television
sendiri, kecuali lemari es, pesawat televisi sets and so on, (2). The goods are shipped
dan sebagainya; (2). Barang-barang yang for purposes of representation (embassy)
dikirim untuk keperluan perwakilan of a country, (3). Goods to expedition /
(kedutaan) suatu negara; (3). Barang- scientific research and exhibitions / fairs,
barang untuk ekspedisi/penelitian ilmiah (4). Wrappers / containers, (5). Cash and
dan eksibisi/pameran; (4). marketable securities, (6). Goods as an
Pembungkus/peti kemas; (5). Uang dan example (sample).
surat-surat berharga; (6). Barang-barang
sebagai contoh (sampel).

Jalan Aspal adalah jalan yang Asphalt roads are asphalted road
permukaannya dilapisi aspal. surface.

Jalan Baik adalah jalan yang dapat dilalui Both roads are roads that can be
oleh kendaraan dengan kecepatan (60) traversed by a vehicle speeds (60) Km per
Km perjam dan selama dua tahun hour and for two years without any
mendatang tanpa pemeliharaan/ maintenance/ rehabilitation for street
rehabilitasi pada pengerasan jalan. paving.

Jalan Kabupaten/Kota adalah jaringan Roads Regency/City is a public road


jalan umum yang pembinaannya network is built it done by local
dilakukan oleh Pemerintah Daerah governments (district / city).
Tingkat II (Kabupaten/Kota).

Jalan Kerikil adalah jalan yang Gravel road is a road whose surface has
permukaannya telah diperkeras dan been hardened and coated gravel
dilapisi kerikil

Profile of Aceh Development 2015 lxix


Jalan Nasional disebut juga Jalan National Road also called State Road, is
Negara, merupakan jaringan jalan a network of public roads that built it
umum yang pembinaannya dilakukan done by the Public Works Department
oleh Departemen Pekerjaan Umum (Central).
(Pusat).

Jalan Propinsi adalah jaringan jalan Provincial roads are public roads that
umum yang pembinaannya dilakukan built it done by the provincial
oleh Pemerintah Daerah Tingkat government / province.
I/Provinsi.

Jalan tanah adalah jalan yang belum Dirt road is a road that has not hardened
diperkeras dan masih terdiri atas and still consists of a layer of ordinary soil
lapisan tanah biasa

Jalan Rusak adalah jalan yang dapat Damaged roads are roads that can be
dilalui oleh kendaraan dengan traversed by a vehicle speeds (20-40) km
kecepatan (20-40) Km perjam dan perlu per hour and the need to improve the
perbaiki pondasi jalan foundation of the road

Jalan Rusak Berat adalah jalan yang Heavy Damage roads is roads that can
dapat dilalui oleh kendaraan dengan be traversed by a vehicle speeds (0-20)
kecepatan (0 - 20) Km perjam Km per hour

Jalan Sedang adalah jalan yang dapat While the road is a road that can be
dilalui oleh kendaraan dengan traversed by a vehicle speeds (40-60) km
kecepatan (40-60) Km perjam selama satu per hour over the next year without
tahun mendatang tanpa maintenance / rehabilitation for street
pemeliharaan/rehabilitasi pada paving.
pengerasan jalan.
Kepadatan Penduduk adalah Jumlah Population density is the number of
penduduk di suatu daerah dibagi dengan residents in an area divided by the total
luas daratan daerah tersebut, biasanya land area, usually expressed as
dinyatakan sebagai penduduk per km2. inhabitants per km2.

Kolam/tebak/empang adalah Lahan yang Swimming/guess/pond is located land


terletak yang dipergunakan untuk that is used for maintenance/ hatchery

lxx Profil Pembangunan Aceh 2015


pemeliharaan/pembenihan ikan dan biota fish and other aquatic biota.
air lainnya.

Lahan yang sementara tidak diusahakan While the land is not cultivated land is
adalah Lahan yang biasanya diusahakan usually cultivated but for a while (more
tetapi untuk sementara (lebih dari satu than one year and less than two years) is
tahun dan kurang dari dua tahun) tidak not cultivated.
diusahakan.

Lahan untuk tanaman kayu-kayuan Land for woody plants is kayu-


adalah Lahan yang ditumbuhi kayu- kayuan/bambu wooded land, either with
kayuan/bambu, baik yang tumbuh sendiri his own growth as well as the deliberate
maupun yang disengaja ditanami, cultivation, such as bushes and trees that
misalnya semak-semak dan pohon-pohon are the result primarily of wood.
yang hasil utamanya kayu.

Lahan sawah mencakup sawah pengairan Include wetland rainfed rice irrigation,
tadah hujan, sawah pasang surut, tidal fields, seepage, swampy and so on.
rembesan, lebak dan sebagainya.

Lahan untuk bangunan dan halaman Land for the building and surrounding
sekitarnya: Lahan yang terdapat disekitar pages: Land and buildings are normally
bangunan dan biasanya diberi pagar atau given around the fence or boundary,
batas, tanpa memperhatikan ditanami regardless of planted or not. If the land
atau tidak. Bila lahan sekitar rumah around the house is not clearly
tersebut tidak jelas batas-batasnya demarcated by the moor / garden, put in
dengan tegalan/kebun, masukkan ke the garden / field.
dalam kebun/tegalan.

Laju pertumbuhan ekonomi dihitung Economic growth rate was calculated


dengan menggunakan data PDRB atas using the data of GRDP at constant
dasar harga konstan. Untuk menghitung prices. To calculate the real growth rate
laju pertumbuhan riil dalam satu kurun in one period is typically used as a base
waktu lazimnya digunakan tahun dasar year and counting without using oil.
yang sama dan menggunakan
penghitungan tanpa migas.

Profile of Aceh Development 2015 lxxi


Laju Pertumbuhan Penduduk adalah rata- Population Growth Rate is the average
rata tahunan laju perubahan jumlah annual rate of change of the population
penduduk di suatu daerah selama periode in an area during a certain period.
tertentu.

Mukim adalah salah satu tingkatan Mukim is administrative levels in the


administrative di Provinsi Aceh, yang province of Aceh, which consists of
terdiri dari beberapa gampong. several gampong.

Mencari Pekerjaan/Pengganggur adalah Looking for work / unemployed are


mereka yang belum pernah bekerja dan those who have never worked and was
sedang mencari pekerjaan atau mereka looking for work or those who have been
yang sudah pernah bekerja dan sedang unemployed and seeking work, those
mencari pekerjaan, mereka yang sedang who are preparing a business, those who
mempersiapkan suatu usaha, mereka yang have accepted to work but have not
sudah diterima bekerja tetapi belum mulai started work, as well as those who find it
bekerja, serta mereka yang merasa tidak impossible to get job.
mungkin mendapatkan pekerjaan.

Negara Tujuan adalah negara dimana Country of destination is a country where


barang tersebut akan the goods will be consumed / traded.
dikonsumsi/diperdagangkan. Sedangkan While the definition of country of origin is
yang dimaksud dengan negara asal adalah the country where the goods are
negara dimana barang-barang tersebut produced after being questioned by
dihasilkan setelah diperiksa oleh pejabat Customs officials in accordance with
Bea dan Cukai sesuai dengan peraturan applicable regulations.
yang berlaku.

Nilai Barang yang Diekspor adalah nilai The value of exported goods are FOB
FOB (US.$) dan untuk statistik impor value (US. $) and to import statistics are
dinyatakan dalam nilai CIF (US.$) dan expressed in CIF value (US. $) and
dicatat oleh Bea dan Cukai sebagai dasar recorded by the Customs and Excise as a
perhitungan bea masuk. Sejak tahun 1975 basis for calculating import duty. Since
ekspor/impor disajikan dalam berat bersih 1975 the export / import is presented in
dinyatakan dalam Kg. the net weight expressed in kilograms.

lxxii Profil Pembangunan Aceh 2015


Pelabuhan ekspor adalah pelabuhan Export port is the port where the license
dimana surat izin muat tersebut was issued while the unloading port is the
dikeluarkan sedangkan pelabuhan impor port where the import license was issued
adalah pelabuhan dimana surat izin unloading.
bongkar tersebut dikeluarkan

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio Farmers Exchange (NTP) is the ratio
antara indeks harga yang diterima petani between the index of prices received by
(It) dengan indeks harga yang dibayar farmers (It) with the index of prices paid
petani (Ib) dalam persentase. by farmers (Ib) as a percentage.

Nilai Konsumsi adalah jumlah nilai yang Consumption value is the amount of
dikeluarkan oleh rumahtangga untuk value incurred by households to obtain a
memperoleh suatu komoditi untuk commodity to be consumed.
dikonsumsi. Nilai konsumsi suatu komoditi Consumption value of a commodity is the
merupakan perkalian harga komoditi product of commodity prices to the
dengan kuantitas (banyaknya) komoditi quantity (amount) of commodities
yang dikonsumsi rumah tangga pada consumed by households in the base
periode dasar. period.

Neraca Regional merupakan suatu sistem Regional balance sheet is a statistical


penyajian statistik yang menggambarkan presentation system that describes a
berbagai transaksi ekonomi antara sektor variety of economic transactions between
produksi, faktor produksi, institusi dan sectors of production, factors of
antar negara/antar daerah. Transaksi ini production, institutions and inter-
mencakup transaksi barang dan jasa, stat/inter-regional. These transactions
transaksi finansial, arus modal, arus dana, include transactions of goods and
arus pendapatan dan arus transfer. services, financial transactions, capital
flow, the flow of funds, current income
and current transfers.

q to q adalah laju pertumbuhan triwulan q to q is the rate of growth in the quarter


dibandingkan dengan triwulan compared with the previous quarter
sebelumnya

Padi dan palawija adalah wujud produksi Rice and pulses are a form of production
gabah kering giling (padi), pipilan (jagung), of dry milled grain (rice), pipilan (maize),

Profile of Aceh Development 2015 lxxiii


ubi basah (ubi kayu dan ubi jalar) dan biji sweet wet (cassava and yams) and dry
kering (kacang tanah dan kacang kedele). beans (peanuts and soybeans).

Penduduk adalah mereka yang berdomisili Population are those who live in
di wilayah geografis Republik Indonesia geographic areas of the Republic of
selama 6 bulan atau lebih dan atau Indonesia for 6 months or more and
mereka yang berdomilisi kurang dari 6 those who berdomilisi or less than 6
bulan tetapi bertujuan untuk menetap. months but intended to settle.

Penginapan Remaja adalah usaha Youth Accommodation is a business


penyediaan jasa pelayanan penginapan providing services for youth ministry as
bagi remaja sebagai akomodasi dalam lodging accommodations in the context
rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan of tourism activities with the aim of
rekreasi, memperluas pengetahuan exploring, expanding the knowledge /
/pengalaman dan perjalanan. experience and journey.

Penggolongan barang menggunakan Tariff Classification uses classification of


Klasifikasi Tarif Indonesia 1989 yang goods using Indonesia 1989 is based on
didasarkan atas HS (Harmonized System) the HS (Harmonized System) which was
yang sudah diperbaharui tahun 1991, renewed in 1991, 1994, 1995, 1996, and
1994, 1995, 1996, dan terakhir 1997. finally 1997.

Peranan PDRB adalah sumbangan dari The share of GRDP is the contribution of
setiap satuan unit pengamatan each unit of observation units (in the
(lapangan usaha dalam PDRB sektoral business field or the use of sectoral GDP
atau penggunaan dalam PDRB in expenditure GDP) of the total
pengeluaran) terhadap total agregat PDRB aggregate GDP is expressed in
yang dinyatakan dalam persentase. percentage.

Perdata adalah hukum privat atau hukum Civil law is a private or civil law as
sipil sebagai lawan dari hukum publik. opposed to public law. Civil law regulates
Hukum perdata mengatur hubungan the relationship between resident or
antara penduduk atau warga negara citizen of everyday life, such as maturity,
sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan marriage, divorce, death, inheritance,
seseorang, perkawinan, perceraian, property, business activities and actions
kematian, pewarisan, harta benda, that are more civil.
kegiatan usaha dan tindakan-tindakan
yang bersifat perdata lainnya.

lxxiv Profil Pembangunan Aceh 2015


Pidana adalah Hukum yang mengatur Criminal cases are prohibited by law and
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh result in the application of penalties for
undang-undang dan berakibat any who do so and meet the elements of
diterapkannya hukuman bagi barang siapa the act mentioned in the criminal law
yang melakukannya dan memenuhi unsur- such as criminal acts and violations.
unsur perbuatan yang disebutkan dalam
undang-undang pidana seperti perbuatan
kejahatan dan pelanggaran.

Pondok Wisata adalah usaha penyediaan Tourism house is a cottage business


jasa pelayanan penginapan bagi umum providing specialty services to the public
dengan pembayaran harian yang with daily payments made individually by
dilakukan perseorangan dengan using a portion of his residence.
menggunakan sebagian dari tempat
tinggalnya.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gross Regional Domestic Product


adalah hasil penjumlahan nilai tambah (GRDP) is the sum of gross value added
bruto yang dihasilkan oleh unit-unit generated by all economic units of
ekonomi seluruh kegiatan ekonomi dalam economic activity within the boundary of
batas wilayah suatu daerah pada suatu a region in a given period (usually one
periode tertentu (biasanya satu tahun). year). GDP can be calculated by
PDRB dapat dihitung melalui pendekatan production approach, expenditure and
produksi, pengeluaran dan pendapatan. income. GDP commonly presented by the
PDRB lazim disajikan menurut lapangan field of business (sector) and by the use of
usaha (sektoral) dan menurut komponen components, each based on current
penggunaan, masing-masing atas dasar prices and constant prices of 2000.
harga berlaku dan atas dasar harga
konstan 2000.

Produksi per hektar padi, jagung, ubi Production per hectare of rice, maize,
kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang cassava, sweet potato, peanut, soy bean
kedele diperkirakan melalui sampel survei is estimated through a sample survey of
ubinan dengan plot 2,5 x 2,5 m. Setiap tile with a 2.5 x 2.5 m plot. Each tile
ubinan mewakili 100 hektar panen. represents 100 hectares of crops. Tile
Pelaksanaan ubinan disesuaikan dengan implementation tailored to the time of
saat panen. harvest.

Profile of Aceh Development 2015 lxxv


PDRB per kapita diperoleh dengan GRDP per capita is obtained by dividing
membagi PDRB dengan jumlah penduduk GDP by mid-year population and
pertengahan tahun dan biasanya commonly used calculation results based
digunakan hasil penghitungan atas dasar on current prices.
harga berlaku.

Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) adalah Sex Ratio is the ratio between the
perbandingan antara banyaknya number of male population with a large
penduduk laki-laki dengan banyaknya population of women in an area and
penduduk perempuan pada suatu daerah time. Usually expressed as the number of
dan waktu tertentu. Biasanya dinyatakan male population to 100 female
dengan banyaknya penduduk laki-laki population.
untuk 100 penduduk perempuan.

Rombel adalah rombongan belajar atau Rombel is study groups or generally


secara umum disebut kelas belajar. referred to classroom learning.

Rumah Tangga (RT) adalah seseorang atau


sekelompok orang yang biasanya tinggal Household (HH) is a person or group of
bersama dalam suatu bangunan serta people who usually live together in a
pengelolaan makan dari satu dapur. building and management of eating from
the same kitchen.

Tambak adalah Lahan yang biasanya Farm ponds are usually used to keep the
dipergunakan memelihara ikan, udang fish, shrimp or other aquatic animals. The
atau binatang air lainnya. Letak tambak ini location of this pond is not far from the
tidak jauh dari laut dan airnya asin atau sea and the water is salty or brackish.
payau.

Tegalan/kebun/ladang/huma adalah Moor/farm/farm/field for dry rice


Lahan kering yang ditanami tanaman cultivation are dry land planted with
musiman atau tahunan seperti padi seasonal or annual crops such as paddy
ladang, palawija/hortikultura dan letaknya fields, crops / horticulture and located
terpisah dengan halaman sekitar rumah. separately to the page around the house.

lxxvi Profil Pembangunan Aceh 2015


Tenaga listrik di Provinsi Aceh sebagian Electric power in the province of Aceh
besar disuplai oleh PT. Perusahaan Listrik mostly supplied by PT. State Electricity
Negara (PLN) dan sebagian oleh PT. Company (PLN) and partly by the PT.
Perusahaan Listrik Negara Sumbagut. Sumbagut National Electricity Company.

Tengku adalah guru pengajian atau orang Tengku is the teacher lectures or people
yang lebih mengetahui atau mendalami who know more or explore the religion of
agama islam Islam

Timbulan adalah jumlah seluruh sampah Generation is the sum of all the waste in
di wilayah tersebut dibagi per orang the region is divided per person

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Labor Force Participation Rate (LFPR) is
adalah persentase angkatan kerja the percentage of labor force to working
terhadap penduduk usia kerja (15 tahun age population (15 years and above).
keatas).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Unemployment rate (TPT) is the


adalah persentase penduduk pencari percentage of job seekers (who are
pekerjaan (yang mencari pekerjaan, yang looking for a job, preparing a business,
mempersiapkan usaha, yang tidak mencari which no looking for job because it was
pekerjaan karena merasa tidak mungkin not possible to get a job, that does not
mendapatkan pekerjaan, yang tidak work but willing to work if there is supply,
bekerja tetapi bersedia bekerja apabila which already had a job but have not
ada yang menyediakan, yang sudah started working) of the workforce.
mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai
bekerja) terhadap angkatan kerja.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel adalah Hotel Room Occupancy Rate is the
banyaknya malam kamar yang dihuni number of room nights occupied divided
dibagi dengan banyaknya malam kamar by the number of available room nights
yang tersedia dikalikan 100%. multiplied by 100%.

Tingkat Penghunian Tempat Tidur adalah Bed Occupancy Rate is the number of
banyaknya malam tempat tidur yang bed nights used (bed nights used) divided
dipakai (bed nights used) dibagi dengan by the number of bed nights provided
banyaknya malam tempat tidur yang (bed nights available) multiplied by 100%.

Profile of Aceh Development 2015 lxxvii


tersedia (bed nights available) dikalikan
100%.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Room Occupancy Rate (TPK) is the ratio
adalah perbandingan antara banyaknya between the number of hotel room nights
malam kamar yang terpakai dengan used by the number of room nights
banyaknya malam kamar yang tersedia available (in percent).
(dalam persen).

y on y adalah laju pertumbuhan triwulan y on y The rate of growth in the quarter


dibandingkan dengan triwulan yang sama compared with same quarter in previous
pada tahun sebelumnya/ year

lxxviii Profil Pembangunan Aceh 2015


GEOGRAFI
Geography I
Provinsi Aceh terletak antara 01o 58 37,2 Aceh Province is located between 01o 58
06o 04 33,6 Lintang Utara dan 940 57 37,2 06o 04 33,6 north latitude and 940
57,6 98o 17 13,2 Bujur Timur dengan 57 57,6 98o 17 13,2 east longitude with
ketinggian rata-rata 125 meter di atas an average altitude of 125 meters above sea
permukaan laut. Pada tahun 2013 Provinsi level. In 2013 the province of Aceh is divided
Aceh terdiri atas 18 Kabupaten dan 5 kota, into 18 districts and 5 cities, consisting of 289
289 kecamatan, 779 mukim dan 6.474 districts, 779 mukims and 6,474 villages.
gampong atau desa.

Tabel Letak Geografis, 2014


1.1
Table Geographical Situation, 2014

Status/Status Otonomi Khusus/Special Region


Letak/Location 01O 58 37,2 - 06 O 04 33,6 LU/NL
94 O 57 57,6 98 O 17 13,2 BT/EL
Luas Daerah/Land area 56 770,81 km2
Tinggi Rata-Rata 125 M di Atas Permukaan Laut
Average of altitude 125 M Above Sea Level
Batas-Batas Daerah/Borders of region:
Selat Malaka/Malacca Strait &
Sebelah Utara/To the north
Laut Andaman/Andaman Sea
Sebelah Selatan/To the south Provinsi Sumatera Utara
Sumatera Utara Province
SebelahTimur/To the east Selat Malaka/Malacca Strait
Sebelah Barat/To the west Samudera Indonesia
Indonesian Ocean
Daerah Melingkupi 119 Pulau/Islands
Include of area 35 Gunung/Mountains
73 Sungai Penting/Rivers
Banyaknya Daerah Tk.II 18 Kabupaten/Regency
Number of Regency/City 5 Kota/City
Banyaknya Kecamatan/Sub-District 289
Mukim/Mukim 779
Gampong/Village 6 474
Sumber : Kantor Gubernur Provinsi Aceh
Source : Governors office of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 1


Batas-batas wilayah Provinsi Aceh, sebelah The boundaries of the territory of Aceh
Utara dan Timur berbatasan dengan Selat Province, northern and eastern borders with
Malaka, sebelah Selatan dengan Provinsi the Malacca Straits, south of the Province of
Sumatera Utara dan sebelah Barat dengan Sumatra Utara and west of the Indonesian
Samudera Indonesia. Satu-satunya Ocean. The only land connection is to the
hubungan darat hanyalah dengan Provinsi Sumatra Utara province, so it has a fairly high
Sumatera Utara, sehingga memiliki depend-ence by the Province of Sumatra
ketergantungan yang cukup tinggi dengan Utara.
Provinsi Sumatera Utara.

Gambar 1.1 Luas Provinsi Aceh Menurut Penggunaan Lahan, 2014


Figure Area of Aceh Province by utilization of land in, 2014

Sumber : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh


Source : National Land Board Regional Office of Aceh Province

2 Profil Pembangunan Aceh 2015


Luas Provinsi Aceh 5.677.081 ha, dengan Area of Aceh Province is 5,677,081 ha, with
hutan sebagai lahan terluas yang mencapai forest land has the widest reach 2,270,080
2.270.080 ha, diikuti lahan perkebunan ha, followed by plantation land area of
rakyat seluas 700.350 ha. Sedangkan lahan 700,350 ha. While the industrial land has the
industri mempunyai luas terkecil yaitu 2.096 smallest area that is 2,096 ha.
ha.
Location of nature reserves / natural tourist
Lokasi suaka alam/objek wisata alam di attraction in the province of Aceh in twelve
Provinsi Aceh ada di dua belas lokasi, yaitu locations, namely Taman Buru Lingga Isaq,
Taman Buru Lingga Isaq, Cagar Alam Serbajadi Nature Reserve, Park and Marine
Serbajadi, Taman Wisata dan Taman Laut Park Pulau Weh Sabang, Jantho Nature
Pulau Weh Sabang, Cagar Alam Jantho, Reserve, Gunung Leuser National Park,
Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nature Park Banyak Islands, Rawa Singkil
Wisata Alam Kepulauan Banyak, Suaka Wildlife Reserve, Jantho Nature Tourism Park,
Margasatwa Rawa Singkil, Taman Wisata Aceh Besar Nature Tourism Park, Pocut
Alam Jantho, Taman Wisata Alam Aceh Meurah Intan Grand Forest Park, and
Besar, Taman Hutan Raya Pocut Meurah Subulussalam and Simeulue Grand Forest
Intan, Taman Hutan Raya Subulussalam dan Park.
Taman Hutan Raya Simeulue.

Jumlah Curah Hujan, Hari Hujan dan Penyinaran Matahari Setiap Bulan
Gambar yang Tercatat di Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh, 2014
1.2
Figure Number of rainfall, rain day and sun irradiating recorded by month at
Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2014

Januari/January Curah Hujan


Pebruari/February Rainfall (mm)
Maret/March
April/April Hari Hujan
Rain day
Mei/May (Hari/Day)
Juni/June Rata-rata
Juli/July Penyinaran Matahari
Sun irradiating (%)
Agustus/August
September/September
Oktober/October
Nopember/November
Desember/December
Rata-rata/Average
0 100 200 300 400 500 600 700
Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh
Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

Profil Pembangunan Aceh 2015 3


Kondisi Suhu Udara Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun Meteorologi Blang
Gambar Bintang Banda Aceh (0C), 2014
1.3
Figure Atmosphere temperature condition recorded by month at Meteorology Station
Blang Bintang Banda Aceh (0C), 2014

Rata-rata/Average

Desember/December

Nopember/November

Oktober/October

September/September

Agustus/August

Juli/July

Juni/June

Mei/May

April/April

Maret/March

Februari/February

Januari/January

0 20 40 60 80 100

Min Rata-rata Max

Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh


Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

4 Profil Pembangunan Aceh 2015


PEMERINTAHAN
Government
ii
Provinsi Aceh dalam perkembangannya telah Aceh Province in its development has
mengalami beberapa kali pemekaran wilayah undergone several administrative regional
administratif dan saat ini terdiri dari 18 divisions and to date consists of 18 regencies
kabupaten dan 5 kota. and 5 cities.

Untuk pemerintahan di bawah kabupaten/kota, For the government under the regency/city, in
selain memiliki kecamatan dan gampong addition to having district and gampong (the
(wilayah setingkat desa) berdasarkan Qanun village level) by Aceh Qanun No. 4 of 2003
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 4 established Mukim located directly under the
Tahun 2003 dibentuk Mukim yang district head and the area consists of several
berkedudukan langsung dibawah camat dan gampong. Aceh Province now has 289 sub
wilayahnya terdiri atas beberapa gampong. districts, 779 mukim and 6,474 gampong.
Hingga saat ini Provinsi Aceh memiliki 289
kecamatan, 779 mukim dan 6.474 gampong.

Gambar Banyaknya Kecamatan dan Gampong/Desa, 2014


Figure 2.1. Number of subdistricts and gampong/villages, 2014
27
23
17
23
24
16

852
12

727

Kecamatan
14
18

609
604

10
10

Desa
12
513

8
9
385

11
0
11

322

9
295
260

9
232
222

222

5
213

4
5
172
138

136
132
116

18 2
90

82
68
66

Sumber : Sekretariat Daerah Aceh


Source : Aceh Regional Secretariat

Profil Pembangunan Aceh 2015 5


Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Provinsi Aceh mencapai 9.283 jiwa. Persentase PNS
dengan jenis kelamin perempuan mencapai 39 persen. Dari sisi pendidikan/ijazah terakhir sebesar
61 persen adalah Sarjana

Number of Civil Servants in Aceh Province Environmental reaches 9.283. The percentage of female
of civil servants reached 39 percent. In terms of education, 61 percent is Bachelor.

Perem-
Jumlah Pegawai Negeri Sipil Provinsi
puan,
Gambar Aceh, 2014
2.2. 3,609,
Figure Number of public servant of Aceh
39%
Province, 2014
Laki-
Laki
5.674
Jenis Kelamin 61%

I GOLONGAN
130
1% SLTP
132
1%
IV Pendidikan
1.088
12% II
2.059
22% SLTA
2.363
26%
Sarjana
5597
61%
III Diploma
6.006 1.123
65% 12%

Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh


Source : Regional Employment Board of Aceh

6 Profil Pembangunan Aceh 2015


Penduduk dan Tenaga Kerja
Population and Employment III
Jumlah penduduk di Provinsi Aceh The population in the province of Aceh
berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2014 based on the projected population in
sebanyak 4.906,8 ribu jiwa, terdiri atas 2014 as many as 4,906.8 thousand
2.449,4 ribu jiwa laki-laki dan 2.457,4 ribu people, consisting of 2,449.4 thousand
jiwa perempuan. of male and 2,457.4 thousand of female.

Gambar Jumlah Penduduk (Ribuan), 1985-2014


3.1
Figure Number of population (thousand), 1985-2014

4.907
4.811
4.715
4.619
4.494
4.364
4.294
4.224
4.219
4.166

4.154
4.142
4.110
4.075

4.076
4.073

4.032
4.005
3.934
3.863
3.775
3.605
3.520
3.470
3.416
3.318
3.245
3.158
3.088
2.992
1985x

1995x
1990xx

2000xx

2005xx

2010xx
2011r
2012r
2013r
1986
1987
1988
1989

1991
1992
1993
1994

1996
1997
1998
1999

2001
2002
2003
2004

2006
2007
2008
2009

2014

Catatan/Notes: x Hasil Survei Penduduk Antarsensus/Results of inter census population survey


xx
Hasil Sensus Penduduk/Results of population census
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 7


Kepadatan penduduk di Provinsi Aceh tahun Population density of Aceh Province in 2014 to
2014 mencapai 86 orang/km2. Namun, penduduk 86 people/km2. However, the population is
yang menyebar di dua puluh tiga kabupaten/kota spread out on twenty-three regency/city
berbeda ke-padatannya antar daerah. Daerah different from all the solid region. Densest
terpadat adalah Kota Banda Aceh yang rata-rata region of Banda Aceh is that the average per
per kilometer wilayahnya dihuni oleh sekitar kilometer area inhabited by about 4,455 people.
4.455 jiwa. Lalu Kota Lhokseumawe dan Kota Then Lhokseumawe and Langsa respectively 1
Langsa masing-masing 1 225 jiwa/km2 dan 802 225 peolple/km2 and 802 people/km2. In
jiwa/km2. Sebaliknya, daerah yang paling jarang contrast, the most sparsely populated area that
penduduknya yaitu hanya 16 jiwa/km2 adalah is only 16 peolple/km2 is Gayo Lues.
Kabupaten Gayo Lues.

Persebaran Penduduk merupakan masalah Distribution of Population is the population


kependudukan yang rumit, karena persebaran problem is complicated, because the dispersion
penduduk akan berimbas kepada permasalahan of the population will affect the economic and
ekonomi dan sosial. social problems.

Gambar 3.2 Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2014


Figure Number of population by Regency/City, 2014
572.961
423.397
410.580
394.933

384.618

272.228

249.499
220.971

196.249

192.204

190.244

187.455
162.814
152.352

145.584
138.140

134.015
112.161
87.598

86.262

86.123

73.708
32.739

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

8 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tahun 2014 terdapat sebanyak 1.931.823 orang In 2014 there were as many as 1,931,823
penduduk Aceh yang berusia 15 tahun keatas people of Aceh's population aged 15 years and
yang bekerja, dengan jumlah angkatan kerja over who worked, with a total labor force as
sebanyak 2.123.312 orang dan pengangguran many as 2,123,312 people and the unemployed
sebanyak 191.489 orang, sedangkan yang as many as 191,489 people, while the
mengurus rumah tangga berjumlah 632.852 household amounted to 632,852 people and the
orang dan yang sekolah 460.830 orang. Jika school 460,830 people. If viewed from
dilihat dari lapangan pekerjaan, maka sektor employment, the agricultural sector is still a
pertanian masih merupakan sektor yang sector that provides the greatest share of
memberikan porsi paling besar dalam employment in which 44.09 percent, followed
penyerapan tenaga kerja yakni 44,09 persen, by the services sector (21.19 percent) and trade
diikuti oleh sektor jasa (21,19 persen), dan (17.30 percent), the rest of the industry sector
perdagangan (17,30 persen), sisanya sektor processing (4.71 percent) and others (12.70
industri pengolahan (4,71 persen) dan lainnya percent). From the above description can drag
(12,70 persen). Dari uraian di atas dapat di tarik the conclusion that the agricultural sector
kesimpulan bahwa sektor pertanian masih remains the backbone of the economy.
menjadi tulang punggung perekonomian
masyarakat.

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut


Gambar Lapangan Pekerjaan, 2014
3.3
Figure Percentage of population 15 years of age and over who worked by main industry,
2014

12,70%

Pertanian

Industri Pengolahan
17,30% 44,09% Jasa

Perdagangan

Lainnya

21,19%
4,72%

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 9


Jika dilihat dari persentase penduduk berumur 15 If seen from the percentage of population aged
Tahun ke atas yang bekerja menurut Jenis 15 years and over who worked according to job
Pekerjaan, maka dapat diketahui 35,35 persen type, it can be seen trying to 35.35 percent of
penduduk berusaha sebagai buruh/ the population as a worker/employee/
karyawan/pegawai, 21,86 persen bekerja sendiri. employees, 21.86 percent of the work itself.
Sebanyak 15,73 persen berusaha dengan 15.73 percent of workers trying to help paid /
dibantu buruh dibayar/buruh tidak dibayar unpaid labor, while unpaid family workers as
sedangkan pekerja keluarga sebanyak 15,67 much as 15.67 percent.
persen.

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Status


Gambar Pekerjaan Utama, 2014
3.4
Figure Percentage of population 15 years of age and over who worked by main
employment status, 2014

302.683
16% 422.393
22%
67.193
3%

65.827
3%

303.880
16%

682.857
86.990
35%
5%

Berusaha sendiri
Berusaha dibantu buruh tidak tetap/tidak dibayar
Berusaha dengan buruh tetap
Buruh/Karyawan/Pegawai
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh Pekerja Bebas Pertanian
Source : BPS-Statistics of Aceh Province
Pekerja Bebas di non Pertanian
Pekerja tak dibayar

10 Profil Pembangunan Aceh 2015


Menurut tingkat pendidikan dapat dilihat bahwa By educational level can be seen that the largest
persentase terbesar penduduk yang bekerja percentage of the working population
tamatan SMA/sederajat ke atas adalah sebesar graduated high school/equivalent to the above
43,37 persen dengan rincian tamat is equal to 43.37 percent, with details
SMA/sederajat sebesar 29,40 persen dan completed high school/equivalent of 29.40
Diploma/Perguruan Tinggi sebesar 13,97 persen, percent and the Diploma/ Higher Education by
sedangkan persentase penduduk yang bekerja 13.97 percent, while the percentage of working
dengan pendidikan SMP/sederajat ke bawah population with junior high school/ equivalent
sebesar 56,63 persen dengan komposisi terbesar down by 56.63 percent with the largest
pada tamat SD/sederajat sebesar 24,31 persen composition of the primary school/equivalent of
dan tamat SMP/sederajat sebesar 20,79 persen. 24.31 percent and junior high school/
equivalent of 20.79 percent.

Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu
Gambar Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2014
3.5
Figure Population 15 years of age and over who worked during the previous week by
educational attainment, 2014

48.064
3%

269.916 174.471
14% 9%
Tidak/Belum pernah sekolah

Tidak/Belum tamat SD

469.697 SD/Sederajat
24%
SMP/Sederajat
567.984
29% SMA/Sederajat

Diploma/Perguruan Tinggi

401.691
21%

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 11


Dari sisi gender dapat di amati, jumlah angkatan In terms of gender can be observed, the total
kerja Provinsi Aceh 2014 adalah 2.123,3 ribu labor force in Aceh province in 2014 was 2,123.3
orang, dengan komposisi 1.334,1 ribu orang thousand people, with the composition of the
adalah laki-laki dan 779,2 ribu orang perempuan. 1,334.1 thousand people were male and 779.2
Untuk jumlah angkatan kerja perempuan thousand women. For the number of women
mengalami kenaikan 39,3 ribu orang atau 5,31 labor force has increased 39.3 people or 5.31
persen jika dibandingkan dengan tahun percent compared with the previous year.
sebelumnya.
Jumlah angkatan kerja pun mengalami kenaikan The labor force also increased from the previous
dari tahun sebelumnya, tercatat terjadi kenaikan year, recorded an increase in the total labor
jumlah angkatan kerja sebanyak 89,2 ribu orang force as many as 89.2 people, up 4.39 percent
atau naik 4,39 persen dari 2013. from 2013.

Gambar Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Menurut Kabupaten/Kota, 2014


3.6
Figure Labor Force Participation Rate (LFPR) by Regency/City, 2014

Simeulue 53,41
Aceh Barat Daya 55,30
Aceh Utara 55,88
Langsa 57,94
Aceh Besar 59,09
Lhokseumawe 59,10
Banda Aceh 59,58
Aceh Barat 61,42
Aceh Tamiang 62,16
Pidie Jaya 62,66
Aceh Selatan 63,66
Nagan Raya 63,74
Bireuen 63,95
Sabang 64,88
Aceh Singkil 65,17
Aceh Jaya 65,47
Pi d i e 65,60
Subulussalam 66,71
Aceh Timur 67,87
Aceh Tenggara 71,37
Aceh Tengah 72,23
Gayo Lues 77,30
Bener Meriah 78,57
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

12 Profil Pembangunan Aceh 2015


SOSIAL
Social IV
PENDIDIKAN Education

Salah satu indikator yang dapat digunakan Indicator that can be used to see success in
untuk melihat keberhasilan bidang pendidikan education is the level of illiteracy. The lower
adalah tingkat buta huruf. Makin rendah the percentage of illiterate population that
persentase penduduk yang buta huruf shows the success of educational programs
menunjukkan keberhasilan program
pendidikan

Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Melek Huruf Menurut


Gambar 4.1 Kabupaten/Kota, 2014
Figure Percentage of literate people 15 years of age and over by Regency/City,
2014

Subulussalam 94,42 Tahun 2014 persentase penduduk berusia


Aceh Barat Daya 96,39 sepuluh tahun keatas yang buta huruf di daerah
Pidie Jaya 96,49 perdesaan (2,01 persen) lebih dari empat kali
Aceh Singkil 96,51 lipat dibandingkan daerah perkotaan (0,45
Aceh Selatan 96,91 persen). Di daerah perkotaan mulai kelompok
Pi d i e 96,93 umur 10-14 tahun hingga 55-59 tahun
Nagan Raya 97,2 persentase penduduk yang buta huruf sudah
Aceh Jaya 97,4 dibawah satu persen. Sedangkan di daerah
Aceh Tamiang 97,83 perdesaan penduduk yang buta huruf dibawah
Aceh 98,25 satu persen ada pada kelompok umur 10-14
Aceh Barat 98,41 hingga 30-34 tahun (Tabel 4.1.1).
Aceh Timur 98,68
Aceh Utara 98,7
In 2014, percentage of population
Sabang 98,75
aged 10 and above are illiterate in
Aceh Besar 98,76
rural areas (2,01 percent) more
Bener Meriah 98,81
than fourfold compared to urban
Bireuen 99,09
areas (0,45 percent). In urban
Aceh Tenggara 99,26
areas began to age group 10-14
Aceh Tengah 99,37
years to 55-59 years the
Lhokseumawe 99,84
Langsa
percentage of illiterate population
99,91
Banda Aceh
is below one percent. While in rural
99,99
Simeulue 99,96
areas are illiterate population
below 1 percent is in the age group
91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101
10-14 up to 30-34 years (Table
Sumber : BPS Provinsi Aceh 4.1.1).
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 13


Penduduk berusia lima tahun ke atas pada 2014 Population aged 5 years and over in 2014 with
yang berstatus masih sekolah 32,54 persen dan the status of the school was 32.54 percent and
yang tidak sekolah lagi sebesar 61,79 persen, the school no longer at 61.79 percent, while
sedangkan yang tidak/belum pernah sekolah those not/have never been to school at 5.66
sebesar 5,66 persen. Hasil Susenas 2014 juga percent. SUSENAS 2014 results also showed that
menunjukkan bahwa penduduk yang masih residents are still in school at the age group 10-
bersekolah pada kelompok umur 10-14 tahun 14 years had the highest
mempunyai persentase paling tinggi. Sementara percentage. Meanwhile, for people who do not /
itu untuk penduduk yang tidak/belum pernah never the highest percentage of schools in the
sekolah paling tinggi persentasenya pada age group 5-9 years (Table 4.1.2).
kelompok umur 5-9 tahun (Tabel 4.1.2).

Persentase Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Kelompok Umur dan


Gambar Status Sekolah, 2014
4.2
Figure Percentage population aged 5 years and over by age group and school attendance,
2014

100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

0
5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45+ Rata-rata

3. Tidak Sekolah lagi / Not attending school anymore

2. Masih Sekolah / Attending school

1. Tidak/Belum Pernah Sekolah / No schooling

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

14 Profil Pembangunan Aceh 2015


Merujuk pada jenjang pendidikan, maka Referring to education, the school-age children
penduduk usia sekolah biasanya dikelompokkan are usually grouped into four (4) age group of 7-
ke dalam empat (4) kelompok umur yaitu 7-12 12 years (elementary school), 13-15 years old
tahun (SD), 13-15 tahun (SMP), 16-18 (SMA), (junior), 16-18 (high school), and 19-24 years
dan 19-24 tahun (Perguruan Tinggi). Secara (Higher Education ). In total, the number of
total, jumlah penduduk usia sekolah yang school-age population with the status of the
berstatus masih sekolah mengalami kenaikan school is still an increase of 73.92 percent to
yaitu 73,92 persen menjadi 76,76 persen. Jika 76.76 percent. When viewed by gender, the male
dilihat menurut jenis kelamin, penduduk laki-laki population of school age who are in school a
usia sekolah yang masih sekolah lebih kecil little smaller than with women is 75.15 percent
dibanding dengan perempuan yaitu 75,15 and 78.48 percent.
persen dan 78,48 persen.

Persentase Penduduk Berumur 7-24 Tahun Menurut Kelompok Umur Sekolah,


Gambar 2012-2014
4.3
Figure Percentage population aged 7-24 years and by school age group, 2012-2014

120
99,84
99,66
99,35

97,38
94,41

95,2

100
80,89

76,76
74,44

73,92
73,33

74,6

80
7-12

13-15
60
16-18

19-24
32,93
29,45
28,67

40
7-24

20

0
2012 2013 2014

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 15


Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan The availability of educational facilities and
akan sangat menunjang dalam meningkatkan infrastructure will be very supportive in
kualitas pendidikan. Table 4.1.4 sampai 4.1.19 improving the quality of education. Table 4.1.4
memuat data tentang jumlah murid sekolah, dan until Table 4.1.19 presents the data on the
guru dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga number of school pupils, and teachers from the
sekolah menengah baik yang bersumber dari elementary school level (elementary) to
Departemen Agama maupun Dinas Pendidikan. secondary schools both from the Ministry of
Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan pada Religious Affairs and Education Department.
tahun ajaran 2014/2015 terjadi penurunan According to Education Department records in
jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (Tabel 4.1.6) the academic year 2014/2015 there was an
dari tahun ajaran 2013/2014. Penurunan juga decline elementary school students (Table 4.1.6)
terjadi pada murid Sekolah Menengah Pertama of the academic year 2013/2014. Students in
(SMP) Negeri dan pada jenjang pendidikan secondary school (SMP) and high school (SMA)
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri (Tabel also decline. (Table 4.1.6 - 4.1.11).
4.1.6 4.1.11).

Tabel Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1
Table Number of school, class, teacher and student by Regency/City, 2014/2015

Jenjang Sekolah Tahun jaran Sekolah Rombel Guru Murid


(1) (2) (3) (4) (5) (6)
TK 2014/2015 1 489 3 924 5 803 68 923
2013/2014 1 772 4 721 8 690 82 530
SD 2014/2015 3 393 23 629 49 090 485 068
2013/2014 3 402 24 071 47 137 496 736
SMP 2014/2015 1 024 8 010 24 273 201 392
2013/2014 1 001 9 513 22 102 203 903
SMA 2014/2015 486 5 130 14 623 133 924
2013/2014 463 3 217 14 136 140 193
MI 2014/2015 591 5 040 11 692 112 333
2013/2014 591 5 040 11 699 122 167
MTs 2014/2015 391 2 686 8 982 84 310
2013/2014 390 2 686 8 631 82 977
MA 2014/2015 223 1 535 5 428 42 846
2013/2014 223 1 546 5 348 42 654
SMK 2014/2015 186 1 927 5 885 41 269
2013/2014 166 1 763 5 417 40 858

Sumber : Dinas Pendidikan Aceh


Source : Education Services of Aceh

16 Profil Pembangunan Aceh 2015


Kesehatan Health

Pembangunan bidang kesehatan meliputi Development of the health sector include the
seluruh siklus atau tahapan kehidupan manusia. entire cycle or stages of human life. When the
Bila pembangunan kehidupan berjalan baik, development of life going well, then directly or
maka secara langsung maupun tidak langsung indirectly will improve people's welfare. Consider
akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. that development in health is a very important
Mempertimbangkan bahwa pembangunan part of the arena of human resource
bidang kesehatan merupakan bagian yang development of Indonesia's population, the
sangat penting dari ajang peningkatan SDM health programs have been initiated or even
penduduk Indonesia, maka program-program more priority to the next generation, special
kesehatan telah dimulai atau bahkan lebih baby and children under five years old (toddlers),
diprioritaskan pada generasi penerus, khusus The importance of health sector
calon bayi dan anak dibawah lima tahun (balita), development This reflected from the declaration
Pentingnya pembangunan bidang kesehatan ini of the Millennium Development Goals (MDGs) of
tecermin dari deklarasi Millenium Development which one-third of the indicators related to
Goals (MDGs) yang mana lebih sepertiga health.
indikator menyangkut bidang kesehatan.

Tabel 4.3.6 s/d 4.3.9 dan 4.3.18 s/d 4.3.24 Table 4.3.6 until Table 4.3.9 and 4.3.18 until
menyajikan beberapa indikator tentang 4.3.24 presents some indicators about the health
kesehatan yang dihasilkan dari Susenas yaitu resulting from the SUSENAS health complaints
keluhan kesehatan sebulan terakhir, penduduk last month, the people who treat themselves by
yang mengobati sendiri menurut jenis obat yang type of drug used, the last birth attendants,
digunakan, penolong kelahiran terakhir, immunization, family planning prevalence.
imunisasi, prevalensi KB.

Persalinan oleh tenaga dokter, bidan atau tenaga Deliveries by skilled doctors, midwives or other
medis lain relatif lebih aman dibandingkan oleh medical person-nel are relatively safer than by
dukun atau tenaga non medis lainnya. Pada the shaman or other non-medical personnel. In
tahun 2014, sekitar 93,62 persen persalinan 2014, approximately 93.62 percent of births are
balita ditolong oleh tenaga medis, dengan assisted by medical personnel toddlers, with a
komposisi 15,21 persen oleh dokter, 77,74 composition of 15.21 per cent by the clinicians,
persen oleh bidan, dan 0,67 persen oleh tenaga 77.74 percent by midwives, and 0.67 percent by
medis lainnya. Dibandingkan tahun 2013, other medical personnel. Compared to the year
penolong persalinan oleh tenaga medis 2013, relief deliveries by medical personnel
meningkat 1,62 persen (Tabel 4.3.7) increased 1.62 percent. (Table 4.3.7).

Profil Pembangunan Aceh 2015 17


Gambar Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran, 2014
4.4
Figure Percentage of children under five by last birth attendant, 2014

15,21
0,01
0,3

6,07
0,67

77,74

Bidan/Midwife Tenaga Medis Lain/Other Paramedics


Dukun Bersalin/Traditional Attendant Famili/Family
Lainnya/Others Dokter/Docter

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Pemberian kekebalan tubuh melalui Granting complete immunity through


imunisasi lengkap sebelum 1 tahun immunization before a year is an effective
merupakan cara yang efektif untuk way to prevent morbidity and infant
mencegah kesakitan dan kematian balita. mortality. In general, measles immunization
Pada umumnya imunisasi campak diberikan given after the baby is immunized against
setelah bayi mendapatkan imunisasi BCG, BCG, DPT, and Polio. Susenas 2014 shows a
DPT, dan Polio. Hasil Susenas 2014 toddler who had received measles
menunjukkan balita yang pernah mendapat immunization at 74.44 percent, relatively
imunisasi campak sebesar 74,47 persen, same compared to 2013 to reach 74.43
relative sama dibanding 2013 yang sebanyak percent (Table 4.3.8).
74,43 persen (Tabel 4.3.8).

18 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Balita yang Pernah Mendapat Imunisasi Campak Menurut
Gambar Kabupaten/Kota, 2010-2014
4.5
Figure Percentage of children under five who ever been immunized of measles by
Regency/City, 2010-2014

88,4
85,84
83,15
82,07
81,46
79,48
78,14
78,08
78,09
78,05
75,05
77,3
74,47
74,39
73,64
73,61
73,52
72,54
71,94
70,97
70,44
69,03
66,56
64,55

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Tenaga kesehatan yang tersedia di Provinsi Available health personnel in Aceh Province
Aceh tahun 2014 tercatat ada 1.175 dokter in 2014, there were 1,175 physicians, 629
umum, 629 dokter spesialis, 223 dokter gigi, specialists, 223 dentists, 146 health workers
146 tenaga kesehatan berpendidikan S2 educated S2 (Table 4.3.11).
(tabel 4.3.11).

Profil Pembangunan Aceh 2015 19


Gambar Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/ Kota, 2014
4.6
Figure Number of medical labor by Regency/City, 2014

448 586 275


629 223 146
1.175
791
1.343

1.260

10.371

8.922

Dokter Umum Dokter Spesialist


Dokter gigi S2 Kesehatan M.Kes/M.Ph
Tenaga Kesehatan Masyarakat Tenaga Kefarmasian
Perawat Bidan
S2 Kesehatan M.Kes/M.Ph Tenaga Kesehatan Gigi
Tenaga Kesehatan Gizi Nutritionist Tenaga Teknis Medis

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Informasi mengenai keluhan kesehatan Information about health complaints as an


digunakan sebagai pen-dekatan untuk approach to measure the level of prisoner
mengukur tingkat pesakitan (morbidity rate). (morbility rate). Percentage of population
Persentase penduduk yang mengalami who have health complaints during the past
keluhan kesehatan selama sebulan yang lalu month in the year 2014 amounted to 16.28
pada tahun 2014 sebesar 16,28 persen, percent, down from 2013 which amounted
menurun dibandingkan 2013 yang sebesar to 28.66 per cent (table 4.3.18).
28,66 persen (tabel 4.3.18).

20 Profil Pembangunan Aceh 2015


Gambar Indikator Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014
4.7
Figure Health indicator by Regency/City, 2013-2014

Aceh 16,28 4,94


Subulussalam 18,69 5,67
Lhokseumawe 15,27 3,75
Langsa 10,03 4,92
Sabang 11,4 4,34
Banda Aceh 13,53 4,48
Pidie Jaya 30 5,22
Bener Meriah 30,35 6,78
Aceh Jaya 20,67 4,06
Nagan Raya 20,8 4,27
Aceh Tamiang 15,29 4,66
Gayo Lues 15,49 3,94
Aceh Barat Daya 16,93 7,24
Aceh Utara 20,78 4,91
Bireuen 16,47 5,51
Pi d i e 9,99 3,72
Aceh Besar 11,28 3,9
Aceh Barat 14,68 4,66
Aceh Tengah 10,91 5,41
Aceh Timur 21,34 4,43
Aceh Tenggara 9,35 5,54
Aceh Selatan 17,14 6,08
Aceh Singkil 18,18 5,38
Simeulue 8,79 4,78

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Angka Pesakitan Rata-Rata Lama Sakit

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Selama tahun 2013-2014, proporsi During 2013-2014, the proportion of people


penduduk yang mengobati sendiri dengan who treat themselves with the modern way
cara modern turun dari 89,74 persen increased from 89.74 percent to 88.63
menjadi 88,63 persen, sedangkan orang percent, who treat is traditionally an
yang mengobati secara tradisonal increased from 29.52 percent to 30.07
mengalami kenaikan dari 29,52 persen percent, while in other ways relatively same
menjadi 30,07 persen, sedangkan dengan compared from 2013, which is 2.72 percent
cara lain relative sama dibanding tahun (Table.4.3 19).
sebelumnya yakni 2,72 persen (tabel 4.3.19).

Profil Pembangunan Aceh 2015 21


Persentase Penduduk yang Berobat Sendiri Berdasarkan Jenis Pengobatan
Gambar yang Digunakan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014
4.8
Figure Percentage of population who self treatment by type of medicine and
Regency/City, 2013-2014

89,74 88,63

29,52 30,07

2,7 2,72

2013 2014
Modern Tradisional Lainnya

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Perumahan dan Lingkungan Housing and Environment

Dalam hidupnya, manusia membutuhkan rumah In life, people need a house as a place to live and
sebagai tempat tinggal dan berinteraksi dengan interact with other human beings as well as a
manusia lainnya serta tempat berlindung dari refuge from all kinds of disturbances. As the
segala macam gangguan. Sebagai tempat shelter of a house must meet health
berlindung sebuah rumah harus memenuhi requirements to support human life. One
syarat kesehatan, untuk menunjang kehidupan indicator of a healthy home according to the
manusia. Salah satu indikator rumah sehat World Health Organization (WHO) is a house
menurut World Health Organization (WHO) with a floor area of at least 10 square meters per
adalah rumah yang memiliki luas lantai minimal capita. If a household has four to five members
10 meter persegi perkapita. Jika satu rumah of the household, then the house is said to have
tangga memiliki empat sampai lima anggota a broad sense if at least 40-50 square
rumah tangga, maka rumahnya dikatakan sehat meters. SUSENAS 2013 results showed that only
apabila memiliki luas minimal 40-50 meter 49.58 percent of households in Aceh province
persegi. Hasil Susenas 2014 menunjukkan bahwa occupies the house with a floor area of 50 square
baru 49,58 persen rumah tangga di Provinsi meters or more (Table 4.5.3).
Aceh menempati rumah dengan luas lantai 50
meter persegi atau lebih (Tabel 4.5.3)

22 Profil Pembangunan Aceh 2015


2
Gambar 4.9 Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Luas Lantai (M ), 2014
2
Figure Percentage of households by floor area (m ), 2014

2,89

4,13
7,93

<20 20-49

50-99 100-149
47,53
37,52
150+

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Selain Luas lantai minimal, rumah juga In addition to a minimum floor area, the
harus memiliki fasilitas yang sangat house must also have facilities that are
dibutuhkan manusia untuk hidup. Dari hasil needed humans to live. From data Susenas
Susenas 2014 dapat dilihat bahwa sebagian 2014 can be seen that most households in
besar rumah tangga di Provinsi Aceh sudah the province of Aceh has been consuming
mengkonsumsi air bersih yaitu sekitar 84,62 clean water that is around 84.62
persen. Sumber air minum berasal dari percent. Clean water source comes from the
ledeng, pompa, air dalam kemasan, sumur plumbing, pump, bottled water, protected
terlindung dan mata air terlindung (Table wells and springs protected (Table 4.5.4).
4.5.4).

Profil Pembangunan Aceh 2015 23


Gambar Persentase Rumah Tangga Berdasarkan Sumber Air Minum, 2014
4.10
Figure Percentage of households by source of drinking water, 2014

2,66 0,4 0,15 1,61


2,44

7,52

9,74 32,41

30,81 5,74

5,42
1,11

Air Kemasan Bermerek Air Isi Ulang


Leding Meteran Leding Eceran
Sumur Bor/Pompa Sumur Terlindung
Sumur Tak Terlindung Mata Air Terlindung
Mata Air Tak Terlindung Air Sungai
Air Hujan Lainnya

Sumber : BPS Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

24 Profil Pembangunan Aceh 2015


Penjelasan Teknis Technical Explanation

Tidak/belum pernah sekolah adalah mereka No / never school are those who never or
yang tidak pernah atau belum pernah have never registered and never or never
terdaftar dan tidak pernah atau belum actively enrolled in a formal education.
pernah aktif mengikuti pendidikan di suatu
jenjang pendidikan formal.

Masih bersekolah adalah mereka yang Still in school are those who enrolled and
terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di actively enrolled in a level of formal
suatu jenjang pendidikan formal, baik education, both elementary education to
pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. higher education. For students who are on
Bagi mahasiswa yang sedang cuti dianggap leave are considered still in school.
masih bersekolah.

Tidak bersekolah lagi adalah mereka yang Not attending school anymore are those
pernah terdaftar dan aktif mengikuti who never enrolled and actively enrolled in a
pendidikan di suatu jenjang pendidikan formal education, but at the time of
formal, tetapi pada saat pencacahan tidak enumeration is no longer listed and is not
lagi terdaftar dan tidak aktif mengikuti actively pursuing.
pendidikan.

Tamat sekolah adalah menyelesaikan Graduate school is a complete lesson that is


pelajaran yang ditandai dengan lulus ujian characterized by passing the final exam on
akhir pada kelas atau tingkat terakhir suatu the last grade or level of education in a
jenjang pendidikan di sekolah dengan school with a sign of graduation /
mendapatkan tanda tamat belajar/Ijazah. Diploma. Someone who has not followed the
Seseorang yang belum mengikuti pelajaran lessons on the highest class but have been
pada kelas tertinggi tetapi telah mengikuti following the exam considered final and
ujian akhir dan lulus dianggap tamat finished graduate school. Can read and write
sekolah. Dapat membaca dan menulis means can read and write words with a
artinya dapat membaca dan menulis kata- simple sentence a particular script.
kata kalimat seder-hana dengan suatu
aksara tertentu.

Imunisasi adalah memasukkan kuman atau Immunization is the inclusion of a specific


racum penyakit tertentu yang sudah disease germs or racum already attenuated
dilemahkan (vaksin) kedalam tubuh dengan (vaccine) into the body by injection or by
cara disuntik atau diminum (diteteskan mouth (dropped in the mouth) with the
dalam mulut) dengan maksud agar terjadi intention that occurred immunity against
kekebalan tubuh terhadap penyakit certain diseases.
tertentu.

Profil Pembangunan Aceh 2015 25


Keluhan kesehatan adalah keadaan Health complaints is the state of someone
seseorang yang mengalami gangguan who is experiencing health problems or
kesehatan atau kejiwaan, baik karena psychological harm, either because of acute
penyakit akut, penyakit kronis, kecelakaan, illness, chronic illness, accidents, criminals or
kriminal atau lain-lain. others.

Mengobati sendiri adalah upaya oleh Treating yourself is an effort by the


masyarakat/keluarga dengan melaku-kan community/family by doing self-medication
pengobatan sendiri tanpa datang ke tempat without coming to a health facility or a
fasilitas kesehatan atau memanggil dokter
doctor/health care workers eg home in
/petugas kesehatan kerumahnya misal
minum obat modern, jamu, kerokan, modern medicine, herbs, scrapings,
kompres, kop dan pijat) agar sembuh atau compress, cupping and massage) in order to
menjadi lebih ringan keluhan kesehatannya. recover or become more mild health
complaints.

26 Profil Pembangunan Aceh 2015


PERTANIAN
Agriculture
v
Salah satu subsektor pertanian adalah One of the agricultural sub-sectors are
tanaman pangan. Subsektor ini food crops. This subsector includes paddy
mencakup tanaman padi (padi sawah (rice and paddy fields), corn, soybeans,
dan padi ladang), jagung, kedelai, kacang peanuts, cassava and sweet potato.
tanah, ubi kayu dan ubi jalar.

Gambar Luas Panen Padi Menurut Kabupaten/Kota (Ha), 2014


5.1
Figure Harvested area of paddy by Regency/City (Ha), 2014

Sabang 0
Banda Aceh 16
Aceh Singkil 1,079
Subulussalam 1,126 Luas panen padi tahun 2014 adalah 376.137
Lhokseumawe 1,338 hektar (Tabel 5.1.2). Luas panen padi terdiri
Langsa 2,287 dari padi sawah sebesar 366.590 hektar dan
Bener Meriah 2,501
padi ladang sebesar 9.547 hektar.
Simeulue 5,490
Harvested area of paddy in 2014 is 376.137
Aceh Tengah 6,561
hectares (Table 5.1.2). The harvested area of
Gayo Lues 8,836
wetland paddy plants by 366.590 hectares
Aceh Jaya 9,498
and 9.547 hectares of dryland paddy plants.
Aceh Barat Daya 9,809
Pidie Jaya 11,662
Aceh Selatan 14,558
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh dan
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh
Aceh Barat 17,520 Source : BPS-Statistics of Aceh Province;
Aceh Tamiang 20,355 Food and Agriculture Services of Aceh
Nagan Raya 20,594
Aceh Tenggara 21,495
Bireuen 34,764
Aceh Besar 36,497
Aceh Timur 37,788
Pi d i e 42,623
Aceh Utara 69,740

0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000

Profil Pembangunan Aceh 2015 27


Luas panen jagung dan kedelai pada tahun 2014 Harvested area of corn and soybeans in 2014
mengalami peningkatan sebesar masing-masing increased by 7.39 percent and 39.91 percent if
7,39 persen dan 39,91 persen apabila compared by the harvested area in 2013. Area
harvested peanuts, cassava and sweet potatoes
dibandingkan dengan luas panen tahun 2013.
in 2014 is decreased respectively by 19.76
Sedangkan luas panen kacang tanah, ubi kayu percent, 10.75 percent and 17.46 percent
dan ubi jalar pada tahun 2014 mengalami compared to 2012
penurunan masing-masing sebesar 19,76
persen, 10,75 persen, dan 17,46 persen
dibandingkan 2013.

Gambar Luas dan Produksi Tanaman Jagung Menurut Kabupaten/Kota, 2014


5.2
Figure Area and production of maize plants by Regency/City, 2014

Lhokseumawe 1
Langsa 1
Sabang 2
Aceh Tengah 42
Aceh Singkil 81
Aceh Barat 107
Pidie Jaya 134
Subulussalam 140
Nagan Raya 146
Pi d i e 337
Aceh Jaya 342
Bener Meriah 393
Aceh Utara 426
Aceh Barat Daya 535
Aceh Besar 662
Bireuen 839
Aceh Timur 946
Gayo Lues 1,119
Aceh Tamiang 1,898
Aceh Selatan 10,572
Aceh Tenggara 28,634

0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh dan


Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province;
Food and Agriculture Services of Aceh

28 Profil Pembangunan Aceh 2015


Gambar Luas dan Produksi Tanaman Kedelai Menurut Kabupaten/Kota, 2014
5.3
Figure Area and production of Soybeans plants by Regency/City, 2014

Lhokseumawe 2

Gayo Lues 4

Subulussalam 19

Aceh Barat Daya 44

Aceh Selatan 64

Aceh Barat 69

Nagan Raya 105

Aceh Tengah 114

Aceh Jaya 282

Bener Meriah 338

Aceh Besar 698

Pi d i e 2,228

Pidie Jaya 3,852

Aceh Tamiang 4,914

Aceh Utara 5,251

Aceh Timur 7,675

Bireuen 17,125

0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh dan


Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province;
Food and Agriculture Services of Aceh

Produksi tanaman sayuran pada tahun 2014 mencapai 3.037.200 kuintal. Produksi kentang
memberikan kontribusi paling tinggi yaitu sebesar 27,63 persen dari total produksi tanaman
sayuran, kemudian disusul cabe rawit dan cabe besar masing-masing sebesar 17,41 persen dan
16,52 persen. Sedangkan komoditi sayuran yang relatif rendah memberikan kontribusi adalah lobak
dan kacang merah (Tabel 5.2.1).

Vegetable production in 2014 reached 3.037.200 quintal. Potato production of the highest
contribution that is equal to 27.63 percent of the total production of vegetables, followed by cayenne
pepper and chili respectively by 17.41 percent and 16.52 percent. While the vegetables are relatively
low commodity contributes is radish and kidneybean (Table 5.2.1).

Profil Pembangunan Aceh 2015 29


Sementara itu produksi tanaman buah-buahan, Meanwhile, the production of fruits, bananas
komoditi pisang memberikan kontribusi tertinggi commodity contributed the highest reaching
mencapai 23,87 persen atau sebesar 552.448 23.87 percent or 552.448 quintals, rambotan
followed by 14.24 percent or 329.546 quintals,
kuintal, kemudian disusul rambutan sebesar
and manggo with a percentage of 11.33 percent
14,24 persen atau 329.546 kuintal serta mangga or 262.212 quintals (Table 5.2.2)
dengan persentase sebesar 11,33 persen atau
262.212 kuintal (Tabel 5.2.2).

Produksi Tanaman Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan Menurut Jenis


Tabel (Kwintal), 2014
5.1
Table Production of vegetables and fruits by kinds (Quintal), 2014

Jumlah Jumlah
Sayur-Sayuran Buah-Buahan
Produksi Produksi
(1) (2) (1) (2)
Kentang/Potato 839 178 Pisang/Banana 552 448
Cabe Rawit/ 528 704 Rambutan/Rambotan 329 546
Cabe/Chili 501 893 Mangga/Manggo 262 212
Tomat/Tomato 300348 Durian/Durian 226 126
Ketimun/Cucumber 149 521 Jeruk Besar 182 376
Kac.Panjang 125 764 Melinjo/Melinjo 141 279
Terung/Egg plant 108 275 Semangka/Watermelon 125 187
Kubis/Cabbage 89 888 Pepaya/Papaya 103 644
Kangkung/ 82 783 Nangka/Cempedak/Jack fruit 69 830
Bawang merah 67 065 Duku/Langsat/Langsium 65 786
Labu siam/squash 62 655 Jeruk Siam/Orange 60 786
Bayam/Spinach 41 790 Alpokat/Avocado 56 174
Buncis/Green bean 36 443 Sawo/Sapodilla 41 885
Petsai/Sawi 35 677 Jambu Air 18 585
Wortel/Carrot 31 501 Jambu Biji/Guava 15 069
Bawang Daun 23 190 Sukon/Breadfruit 12 850
Kembang Kol 12 123 Manggis/Mangosteen 12 625
Kac.Merah 374 Jengkol 7 633
Lobak/Radish 28 Nenas/Pineapple 7 028
Belimbing/Star fruit 6 128
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh dan Markisa 4 752
Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh Sirsak/Soursop 4 509
Source : BPS-Statistics of Aceh Province;
Food and Agriculture Services of Aceh Petai 3 800
Salak/Salak 2 318
Melon 2 094

30 Profil Pembangunan Aceh 2015


INDUSTRI
Industry
vi
Perindustrian Industry

Industri pengolahan besar dan sedang Large and medium processing industries are
dikelompokkan berdasarkan pada banyaknya classified based on the number of workers
pekerja yang terlibat didalamnya, tanpa involved therein, without regard to the use of
memperhatikan penggunaan mesin produksi production machinery or capital invested. Large
ataupun modal yang ditanamkan. Industri industries is an industrial company which has
besar adalah perusahaan industri yang more than 100 workers. While the medium
mempunyai pekerja 100 orang lebih. industries is an industrial company that has as
Sedangkan industri sedang adalah perusahaan many as 20-99 people working.
industri yang mempunyai pekerja 20-99 orang.

Pengumpulan data direktori perusahaan Data collection of large/medium industrial


industri besar/sedang dilakukan dengan cara company directories done by a complete
sensus lengkap. Pelaksanaan survei industri census. Implementation of survey of
besar/sedang berdasarkan direktori hasil large/medium industries is based on by
pemutakhiran yang dilakukan setiap tahun. directory that the results of the updates that
are performed each year.
Bila dibandingkan dengan tahun 2013, jumlah When compared with the year 2013, the
perusahaan industri besar/sedang adalah tetap number of firms of large/medium enterprise is
dan penyerapan tenaga kerja pada tahun 2014 same and employment in 2014 has increased or
mengalami kenaikan atau terjadi pertumbuhan positive growth occurs.
positif.
Jumlah perusahaan tahun 2013 dan tahun The number of companies in 2013 and 2014
2014 tetap berjumlah 44. Sedangkan amounted to 44 companies. At the same time
penyerapan tenaga kerja mengalami sedikit employment increased to 1.83 percent. In 2013
kenaikan sebesar 1,83 persen. Pada tahun the workforce of 9,109 people to 9,276 people
2013 jumlah tenaga kerja sebesar 9.109 orang in 2014.
meningkat menjadi 9.276 orang pada tahun
2014.

Profil Pembangunan Aceh 2015 31


Gambar Jumlah Perusahaan Industri Besar/Sedang Menurut Jenis Industri, 2014
Figure 6.1 Number of establishment by industrial in large and medium by type of industry,
2014

10 Makanan/food
11 Minuman/beverages
33 1
13 Tekstil/Textile
14 Pakaian jadi/Ready-to-wear clothes
23 4 16 Kayu, Barang dari kayu dan gabus
Wood and products of wood and cork
Kode Industri / Industruak Code

20 2 18 Pencetakan dan reproduksi media rekaman


Printing and reproduction recording media

16 1 20 Bahan kimia dan barang dari bahan


kimia/Chemical and chemical products

14 3 23 Barang galian bukan logam


Non-metal mineral goods
13 2 31 Furniture/Furniture
33 Reparasi dan pemasangan mesin dan
peralatan/Repair and installation machinery and
11 2 equipment

10 29

0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00


Jumlah Perusahaan / Number of Establishment

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Pertambangan Mining

Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi Aceh Province is a province that rich in oil and
yang kaya akan minyak dan gas bumi serta gas and other mining excavation.Revenues of
galian pertambangan lainnya. Pendapatan the largest areas of Aceh province obtained from
daerah Provinsi Aceh yang terbesar diperoleh oil and gas. In 2014 the production capacity of
dari minyak dan gas bumi. Tahun 2014 kapasitas LNG (Liquefied & Natural Gas) amounting to
produksi LNG (Liquified Natural Gas) sebesar 871,130 M3 and this number decreased when
871.130 M3, jumlah ini menurun jika compare with the year before as 1,536,894 M3.
dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu And for condensate production amounting to
1.536.894 M3. Sedangkan produksi untuk 989,415 barrels.
Condensate sebesar 989.415 barels.

32 Profil Pembangunan Aceh 2015


Listrik Electricity

Pemerataan pembangunan di Provinsi Aceh Equitable development in the province of Aceh


telah terlihat sampai ke tingkat pedesaan. Hal ini has been seen up to the village level. This is
tercermin dengan meningkatnya jumlah reflected by the increasing number of electric
customers in a decade. Almost all electricity
pelanggan listrik dalam satu dasawarsa. Hampir
needs met by PT. PLN (Persero) and some still
semua kebutuhan listrik dipenuhi oleh PT. PLN are supplied by PT. PLN Sumbagut (Northern
(Persero) dan sebagian masih di suplai oleh PT. Sumatra).
PLN Sumbagut (Sumatera Bagian Utara).

Pada tahun 2014 jumlah pelanggan listrik In 2014 the number of electricity customers
sebanyak 1.186.899 pelanggan yang as much as 1.186.899 subscribers increased
meningkat dari sebanyak 1.127.469 from about 1.127.469 subscribers in 2013
pelanggan pada tahun 2013 atau terjadi or an increase of 5.27 percent. Number of
peningkatan sebesar 5,27 persen. Jumlah engine power in 2014 as many as 143
mesin pembangkit pada tahun 2014 units, decline 7 units from 150 units in
sebanyak 143 unit, berkurang 7 unit dari 2013.
sebanyak 150 unit pada tahun 2013.

Jumlah Kwh yang dibangkitkan pada tahun The number of kilowatt-hour generated in
2014 sebesar 86.643.402 Kwh, sedangkan 2014 amounting to 86.643.402 kilowatt-
pada tahun 2013 jumlah Kwh yang hour, whereas in 2013 the number of
dibangkitkan 74.113.439 Kwh atau kilowatt-hour generated 74.113.439
meningkat sebesar 16,91 persen. kilowatt-hour or fell by minus 16,91
percent.

Untuk jumlah desa yang berlistrik di The number of electrified villages in Aceh
Provinsi Aceh pada tahun 2014 berjumlah province in 2014 amounted to 6,244.
6.244 desa.

Jumlah Kwh yang terjual juga mengalami tersambung yang naik sebesar 7,67 persen
kenaikan sebesar 8,29 persen yaitu dari yaitu pada tahun 2013 adalah
1.815.029.745 Kwh tahun 2013 naik 1.094.918.872 VA, pada tahun 2014
menjadi 1.965.554.594 Kwh pada tahun menjadi 1.178.899.566 VA.
2014. Begitupun untuk volt ampere

Profil Pembangunan Aceh 2015 33


The number of kilowatt-hour sold also connected to volt ampere which rose by
increased by 8,29 percent, from 7.67 percent which in 2013 was
1.815.029.745 kwh in 2013 rose to 1.094.918.872 VA, in 2014 to
1.965.554.594 kwh in 2014. Likewise 1.178.899.566 VA.

Gambar Jumlah Pendapatan Listrik PLN Menurut Jenis Penggunanya (Rp), 2014
6.2
Figure Total Revenue of electricity by type of usages (Rp), 2014

83,809,937,677 Rumahtangga
292,973,557,716
Household
Bisnis
Bussines
Industri
798,173,188,183 Industries
Publik
396,861,127,552 Public

Sumber :PT. PLN (Persero) Wilayah Aceh


Source : PT. PLN (Persero) Region Aceh

34 Profil Pembangunan Aceh 2015


PERDAGANGAN
Trade
7
Pada tahun 2014, total nilai ekspor Provinsi In 2014, total export value of Aceh Province
Aceh mencapai US$ 507,41 juta, mengalami reached U.S. $ 507.41 million, experienced an
penurunan sebesar 47,31 persen bila decrease of 47.31 percent when compared to
dibandingkan dengan keadaan tahun 2013 the situation in 2013 with a total export value
dengan total nilai ekspor mencapai US$ 962,97 reached U.S. $ 962.97 million.
juta.
Namun penurunan ekspor diikuti dengan But decrease in exports followed by increase in
kenaikan impor. Nilai impor Provinsi Aceh tahun imports. Import value in Aceh province in 2014
2014 mengalami kenaikan dibandingkan tahun has increased compared to the year 2013. Aceh
2013. Nilai impor Aceh tahun 2013 sebesar US$ in 2013 the import value of U.S. $ 11.13 million
11,13 juta naik menjadi US$ 40,52 juta pada up to U.S. $ 40.52 million in the year 2014 or an
tahun 2014 atau mengalami kenaikan sebesar increase of 264.06 percent
264,06 persen.

Gambar Nilai Ekspor dan Impor (Juta US$), 1998-2014


Figure 7.1 Value of export and import (Million US$), 1998-2014

2,500

2,000

1,500

1,000

500

0
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014

Eskpor Impor

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 35


Apabila dilihat perkembangan ekspor per bulan When viewed the development of exports per
tahun 2014 nilai ekspor setiap bulannya month in 2014 the export value of her monthly
berfluktuasi. Nilai ekspor tertinggi terjadi pada fluctuations. The highest export value in
bulan Februari 2014 sebesar US$ 99,47 juta February 2014 amounted to U.S. $ 99.47
Sedangkan nilai ekspor terendah terjadi pada million, while the lowest export value occurred
bulan Maret 2014 yaitu sebesar US$ 0,068 juta. in March 2014 amounting to U.S. $ 0.068
million.

Dari total nilai ekspor Provinsi Aceh sebesar US$ The total export value of U.S. Aceh Province $
507,41 juta yang dilakukan melalui pelabuhan 507.41 million which is done through ports and
laut dan udara yang ada di Provinsi Aceh, airports in Aceh Province, Blang Lancang Port
Pelabuhan Blang Lancang (Arun) mempunyai (Arun) has a major role in this activity with a
peranan utama dalam aktifitas ini dengan contribution of 99.20 percent of the total value
kontribusi sebesar 99,20 persen terhadap total of exports or U.S. $ 503.36 million.
nilai ekspor atau sebesar US$ 503,36 juta.

Gambar Nilai Ekspor Menurut Negara Tujuan, 2014


Figure 7.2 Value of export by destination country, 2014

1,702,439 1,032,968
61,644,408 670,434

Korea Selatan

Singapura

Vietnam

Tiongkok

lainnya
442,364,229

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

36 Profil Pembangunan Aceh 2015


Selanjutnya aktifitas ekspor terbesar lainnya The next largest export other activities at the
berada di Pelabuhan Krueng Geukeuh sebesar Port of Krueng Geukeuh for U.S. $ 1.94 million
US$ 1,94 juta atau 2,80 persen dari total nilai or 2.80 percent of total export value. The
ekspor. Sisanya 0,38 persen ekspor Provinsi remaining 0.38 per cent of exports of the
Aceh dilakukan melalui pelabuhan lainnya. Province of Aceh is done through other ports.

Negara tujuan ekspor utama Provinsi Aceh The main export destinations Province of Aceh
dominan adalah ke Korea Selatan dan is to South Korea and Singapore. Total exports
Singapura. Total eskpor ke Korea Selatan to South Korea was U.S. $ 442.36 million and to
adalah US$ 442,36 juta dan ke Singapura US$ Singapore was U.S.$ 61.64 million. While the
61,64 juta. Sedangkan impor tertinggi berasal highest imports from Singapore amounted to
dari Singapura sebesar US$ 11,32 juta. Peranan U.S. $ 11.32 million. Another is the biggest role
terbesar lainnya adalah dari Malaysia sebesar of Malaysia at U.S.$ 8.93 million, Vietnam at
US$ 8,93 million, Vietnam sebesar US$ 7,79 U.S.$ 7.79 million and Thailand at U.S.$ 7.54
million, dan Thailand sebesar US$ 7,54 million. million.

Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh Balance of foreign trade in the Aceh province
dalam tahun 2014 mengalami surplus sebesar in 2014 saw a surplus of U.S. $ 466.89 million.
US$ 466,89 juta. Keadaan ini lebih rendah bila This situation is lower when compared with
dibandingkan dengan tahun sebelumnya the previous year surplus of U.S. $ 951.84
surplus sebesar US$ 951,84 juta. Surplus million. Trade surplus in 2014 decreased 50.94
neraca perdagangan 2014 turun 50,94 persen percent against the previous year.
terhadap tahun sebelumnya.

Profil Pembangunan Aceh 2015 37


38 Profil Pembangunan Aceh 2015
PERHUBUNGAN DAN PARIWISATA XIII
Transport and Tourism

Perhubungan Transport

Perhubungan memiliki peranan dan dampak Transportation has a role and a huge impact
yang sangat besar terhadap kelancaran on the smooth development of an area. Easy
pembangunan suatu daerah. Akses yang of acces, fast, and cheap will facilitate the
mudah, cepat, dan murah akan memperlancar rotation of the wheels of the economy.
perputaran roda perekonomian.

Jalan sebagai sarana penunjang transportasi Road has an important role especially for road
memiliki peran penting khususnya untuk transportation. To support road
transportasi darat. Untuk mendukung transportation, the government has built
transportasi darat, pemerintah telah roads throughout 1,580.42 km of national
membangun jalan sepanjang 1.580,42 km jalan roads and 1,803.35 km of provincial roads.
provinsi dan 1.803,35 km jalan nasional.

Gambar Persentase Panjang Jalan Menurut Jenis Jalan di Provinsi Aceh, 2014
8.1
Figure Percent of Province Roads by Condition in Aceh, 2014

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 39


Selain transportasi darat, transportasi udara In addition to road transport, air transport has
juga memiliki peran yang penting dalam also contributed to the smooth economic
kehidupan masyarakat, baik secara sosial activities.
maupun ekonomi.

Pada tahun 2014 jumlah perusahaan komersial In 2014 the number of companies that serve
yang melayani penerbangan di Bandara Sultan commercial flights at Sultan Iskandar Muda
Iskandar Muda (SIM) ada 5 (tujuh) perusahaan (SIM) Airport there are 5 (five) companies
yaitu Garuda Indonesia Airlines, Lion Airlines, namely Garuda Indonesia Airlines, Lion
Wings Airlines, Fire Fly Airlines, dan Air Asia Airlines, Wings Airlines, Fire Fly Airlines, and
Airlines Air Asia Airlines.

Kapasitas Angkut dan Jumlah yang Diangkut Melalui Bandar Udara Sultan
Tabel Iskandar Muda, 2002-2014
8.2
Table Capacity to carry and to carry away at Sultan Iskandar Muda Airport, 2002-2014

Sumber : Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi dan Telematika Aceh


Source : Transportation, Communication, Information and Telematic service of Aceh

40 Profil Pembangunan Aceh 2015


Pariwisata Tourism

Aceh yang mulai bangkit setelah adanya Aceh began to rise after the disaster that
musibah yang melanda beberapa tahun silam struck several years ago back to show the
kembali memperlihatkan daya tarik kepada attraction to tourists from home and abroad
para wisatawan dari dalam dan luar negeri yang who make a lot of tourists began coming to
membuat banyak wisatawan mulai berdatangan the province and of course re-boost the
ke Aceh dan tentunya kembali meningkatkan economy in Aceh.
perekonomian di Aceh.

Hotel atau penginapan merupakan sarana Hotel or inn is an important tool in terms of
penting dalam hal peningkatan pariwisata. increased tourism. Recorded in 2014 as many
Tercatat pada tahun 2014 tingkat penghunian as bed occupation rates in star hotels is about
kamar pada hotel berbintang sebesar 47,74 47.74 percent and for another accomodation is
persen dan tingkat penghunian kamar pada 30.59 percent.
akomodasi lainnya sebesar 30,59 persen.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang dan Akomodasi Lainnya (Persen),


Tabel 2014
8.3
Table Room occupancy rate of hotel and other accomodation by classification
(percent), 2014

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 41


42 Profil Pembangunan Aceh 2015
KEUANGAN DAN HARGA-HARGA IX
Finances and Prices

Inflasi/Deflasi Tahun 2013-2014 Inflation / Deflation In 2013-2014

Infrastruktur yang membaik serta distribusi Improved infrastructure and distribution of


barang dan jasa yang semakin lancar goods and services make the prices
menjadikan perkembangan harga berbagai development of various commodities in Aceh
komoditas di Aceh secara umum membaik. in general improved.

Seiring dengan perkembangan inflasi di tingkat Along with the development of inflation at the
nasional, inflasi Aceh secara umum pada tahun national level, Aceh inflations in general in
2014 naik menjadi 8,09 persen dari sebesar 2014 rise to 8.09 percent from 7.13 percent in
7,13 persen pada tahun 2013. Peningkatan ini 2013. This increase is supported by the incline
disebabkan oleh meningkatnya inflasi di Kota in inflation in Lhokseumawe City from 8.27
Lhokseumawe dari sebesar 8,27 persen menjadi percent to 8.53 percent and inflation in Banda
sebesar 8,53 persen dan inflasi di Kota Banda Aceh City are moving from 6.39 percent in
Aceh yang bergerak dari sebesar 6,39 persen 2013 amounted to 7.83 percent in 2014. Also
pada tahun 2013 menjadi sebesar 7,83 persen by share from inflation in Meulaboh City by
pada tahun 2014. Juga merupakan andil dari 8.20 percent.
inflasi di Kota Meulaboh sebesar 8,20 persen.

Inflasi/Deflasi Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Provinsi Aceh, dan


Tabel Indonesia (Persen), 2013-2014
9.1
Table Inflation/Deflation in Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Provinsi Aceh,
dan Indonesia (Persen), 2013-2014

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 43


Secara lebih rinci, kelompok bahan makanan In detail, food, and transport and
dan transpor & komunikasi merupakan communication commodity group is a
penyumbang inflasi tertinggi di Kota Banda contributor to the highest inflation in
Aceh, masing-masing yaitu sebesar 12,93 persen
Banda Aceh City, each amounting to 12.93
dan 13,62 persen. Sedangkan di Kota
Lhokseumawe, inflasi tertinggi terjadi pada percent and 13.62 percent. While in
kelompok bahan makanan sebesar 11,32 persen Lhokseumawe City, inflation peaked at
dan kelompok transpor dan komunikasi sebesar 11.32 percent for food and transport and
10,24 persen. Untuk Kota Meulaboh inflasi communication at 10.24 percent. And in
tertinggi terjadi pada kelompok pendidikan, Meulaboh City, inflation peaked at 11.22
rekreasi dan olahraga sebesar 11,22 persen dan percent for education, recreation and sport
kelompok transpor dan komunikasi sebesar and transport and communication at 16.79
16,79 persen.
percent.

44 Profil Pembangunan Aceh 2015


PENDAPATAN REGIONaL X
Regional Income

Nilai PDRB Aceh ADHB dengan migas pada The value of Aceh GRDP with oil and gas in
tahun 2014 mencapai Rp 130,45 triliun, 2014 reached Rp 130.45 trillion, an increase of
meningkat sebesar Rp 8,48 triliun dibanding Rp 8.48 trillion compared to value in year
tahun 2013. Sedangkan tanpa migas, nilai PDRB 2013. While without oil and gas, the value of
Aceh pada tahun 2014 mencapai nilai sebesar Aceh GRDP in 2014 reached Rp 117.51 trillion,
Rp 117,51 triliun, meningkat sebesar Rp 10,41 an increase of Rp 10.41 trillion than the value
triliun dibanding tahun 2013. in year 2013.

Sementara itu, nilai PDRB Aceh AHDK-2010 At the same time, the value of Aceh GRDP at
dengan migas pada tahun 2014 mencapai Rp 2010 constant market price with the oil and
113,84 triliun, meningkat sebesar Rp 1,85 triliun gas in 2014 reached Rp 113.84 trillion, an
dibanding tahun 2013. Sedangkan nilai PDRB increase of Rp 1.85 trillion, compared to the
Aceh ADHK-2010 tanpa migas mencapai Rp value of GDRP in 2013. While the value of
102,51 triliun, bertambah sebesar Rp 4,07 GRDP Aceh at 2010 constant market price
triliun dari nilai tahun 2013. without oil and gas Aceh reached Rp 102.51
trillion, an increase of Rp 4.07 from value in
year 2013.

Kinerja perekonomian Aceh mencerminkan Aceh's economic performance reflects the


kondisi yang semakin membaik. Selama tiga condition is getting better. Over the last three
tahun terakhir, kondisi ekonomi Aceh tanpa years, the condition of the economy with oil
memperhitungkan migas mencapai and gas to achieve positive growth. Although
pertumbuhan positif. Meski masih di bawah performance was still below the national
capaian nasional, ekonomi Aceh tanpa migas growth rate. In 2014 the economy of Aceh
pada tahun 2014 tumbuh sebesar 1,65 persen. without oil and gas has grown 1.65 percent.
Secara bersamaan, kinerja ekonomi Aceh Simultaneously, the performance of the
dengan migas juga menunjukkan pertumbuhan economy with oil and gas also shows
yang optimis selama tahun 2011-2014 yaitu dari optimistic growth during the years 2011-2014,
4,38 persen pada tahun 2011, lalu naik menjadi from 4.38 percent in 2011, then increase be
4,95 persen pada tahun 2012 dan berlanjut 4.95 percent in 2012, then in 2014 with the
sampai dengan tahun 2014 mencapai sebesar growth rate of 4.13 percent.
4,13 persen.

Profil Pembangunan Aceh 2015 45


Struktur PDRB Aceh ADHB pada tahun 2014 Aceh GRDP at current market prices structure
(dengan migas) menunjukkan bahwa dua in 2014 (with oil and gas) shows that the two
sektor yang merupakan leading sektor bagi sectors that leading sector for Aceh's economy
perekonomian Aceh ialah sektor pertanian yang was agriculture sector which has reached
mencapai 26,92 persen dan sektor 26.92 percent and the trade, hotel and
perdagangan, hotel dan restoran yaitu sebesar restaurant sector that reached 14.75 percent.
14,75 persen. Sektor dengan kontribusi The third largest sector contribution in the
terbesar ketiga dalam struktur perekonomian structure of Aceh's economy was the mining
Aceh ialah sektor pertambangan dan sector which reached 10.71 percent.
penggalian yang mencapai 10,71 persen.

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan-
Gambar 2010 Dengan Migas dan Tanpa Migas, 2011-2014
10.1
Figure Growth of GRDP at 2010 constant market prices with oil and gas and without oil
and gas, 2011-2014

5,50
4,95
5,00
4,38 4,40
4,50 4,13
Laju Pertumbuhan (%)

4,00

3,50 3,85
3,00
3,28
2,50 2,83
2,00

1,50
1,65
1,00
2011 2012 2013 2014
Tahun
Dengan Migas Tanpa Migas
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

46 Profil Pembangunan Aceh 2015


PENGELUARAN & KONSUMSI XI
Expenditure & Consumption

Nilai pendapatan suatu rumahtangga dapat Household income indicates level of prosperity
menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah from economy perspective. So far, in
tangga tersebut dilihat dari sudut pandang collecting income data, BPS-Statistics does
ekonomi. Sejauh ini, dalam mengumpulkan expenditure approach. It is caused by high risk
data pendapatan, BPS melakukan pendekatan if we ask how much incomes respondent. One
melalui data pengeluaran. Hal ini disebabkan of all the household expenditure data are
tingginya resiko bias jawaban responden jika collected by National Sosio Economic Survey.
ditanya pendapatannya. Salah satu data
pengeluaran rumahtangga yang dikumpulkan
bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas).

Menurut golongan pengeluaran, pada tahun By class of expenditure, in 2014 amount 59,75
2014 sebanyak 59,75 persen penduduk di percent of population in Aceh Province
Provinsi Aceh mempunyai pengeluaran di atas expenditure was at class more 500,000 rupiahs
Rp. 500.000 per kapita per bulan. Sementara per capita per month. Meanwhile, amount
itu, sebanyak 0,03 persen penduduk 0,03 percent of population have expenditure
mempunyai pengeluaran kurang dari Rp. less than 150,000 rupiahs per capita per
150.000, per kapita per bulan, 0,76 persen month, 0,76 percent have expenditure 150,000
penduduk mempunyai pengeluaran sebesar Rp. rupiahs 199,999 rupiahs per capita per
150.000 Rp.199.999 per kapita per bulan, 6,13 month, 6,13 percent have expenditure 200,000
persen penduduk mempunyai pengeluaran rupiahs 299,999 rupiahs per capita per
sebesar Rp. 200.000 Rp. 299.999 per kapita month, and amount 33,33 percent have
per bulan dan sebanyak 33,33 persen penduduk expenditure 300,000 rupiahs 499,999
mempunyai pengeluaran sebesar Rp.300.000 - rupiahs per capita per month.
Rp.499.999 per kapita per bulan

Pada tahun 2014, rata-rata pengeluaran per In 2014, the monthly average expenditure per
kapita sebulan penduduk Aceh sebesar 400.512 capita of population in Aceh was 400,512
rupiah untuk makanan dan 347.302 rupiah rupiah for food and 347,302 rupiah for non
untuk pengeluaran bukan makanan. Secara food. Overall, the monthly average
keseluruhan pengeluaran penduduk Aceh per expenditure per capita in Aceh province was
bulan per kapita adalah sebesar 747.814 rupiah. 747,814 rupiah.

Profil Pembangunan Aceh 2015 47


Persentase Penduduk Menurut Golongan Pengeluaran Per Kapita
Gambar Sebulan, September 2014
Figure 11.1 Percentage of Population by Monthly Expenditure Per Capita, September
2014

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Bila dilihat rata-rata pengeluaran per kapita When seen the monthly average expenditure
sebulan menurut kelompok barang, pada per capita by commodity group, highest
kelompok bukan makanan, pengeluaran expenditure of non food group in Aceh
penduduk provinsi Aceh paling banyak untuk Province as much as 121,784 rupiah is for
barang dan jasa yaitu sebesar 121.784 rupiah. goods and services. While the highest
Sedangkan pada kelompok makanan, expenditure on food group is for prepared food
pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi and beverage as much as 84,650 rupiah,
menempati urutan tertinggi yang sebesar followed by expenditure for cereals as much as
84.650 rupiah diikuti oleh pengeluaran untuk 70,820 rupiah.
padi-padian sebesar 70.820 rupiah.

Kesejahteraan dapat dikatakan makin baik The social welfare can be better if the
apabila kalori dan protein yang dikonsumsi calories/proteins consumption of population
penduduk semakin meningkat sampai akhirnya have reached or above the standard of per
melewati standar kecukupan konsumsi capita per day calories/proteins consumtion.
kalori/protein per kapita per hari. Menurut The 8th National Conference on Food and
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII Nutritions (2004) determined the minimum

48 Profil Pembangunan Aceh 2015


(2004) patokan angka kecukupan konsumsi requirement for adequacy of daily per capita
kalori dan protein penduduk Indonesia per calorie and protein in take was 2.000 kcals and
kapita per hari sebesar 2000 kalori dan 52 gram 52 grams, respectively.
protein.

Pada tahun 2014, rata-rata konsumsi kalori per In 2014 the average per capita calorie
kapita sehari untuk Provinsi Aceh adalah 1 consumption per day in Aceh Province was 1
778,18 kkal dan rata-rata konsumsi protein per 778,18 kcals and the average per capita
kapita sehari sebesar 50,01 gram. protein consumption per day was 50,01 grams.

Gambar Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Rupiah), September 2014


Figure 11.2 Monthly Average Expenditure Per Capita (Rupiahs), September 2014

600000

500000

400000

300000

200000

100000

0
Makanan Bukan Makanan
Perkotaan Perdesaan

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 49


50 Profil Pembangunan Aceh 2015
KEMISKINAN XII
Proverty

Untuk mengukur kemiskinan BPS menggunakan To measure the poverty Statistics of Indonesia
pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan used the concept of ability to meet the basic
dasar (basic need approach). Dengan needs (basic need approach). By this approach
pendekatan ini kemiskinan dipandang sebagai the poverty is viewed as an economic inability
ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk to meet food and non-food basic needs
memenuhi kebutuhan dasar makanan dan measured by consumption/expenditure side.
bukan makanan yang diukur dari sisi
pengeluaran.

Penduduk Miskin adalah penduduk yang The poor is defined as person who has average
memiliki rata-rata pengeluaran perkapita monthly per capita expenditure that below the
perbulan dibawah garis kemiskinan. poverty line.

Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan The food poverty line refers to the minimum
nilai pengeluaran kebutuhan minimum daily food intake requirement of 2,100 kilo
makanan yang disetarakan dengan 2.100 calorie per capita per day. The non-food
kilokalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan poverty line refers to the minimum
Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan requirement for housing, clothes, education
minimum untuk perumahan, sandang, and health.
pendidikan dan kesehatan.

Selama tahun 2012 hingga 2014 penduduk From 2012 to 2014 the number of poor people
miskin Provinsi Aceh mengalami penurunan dari in Aceh Province decreased from 876.56
876,56 ribu jiwa menjadi 837,42 ribu jiwa. thousand people to 837.42 thousand people.
Kondisi tersebut diikuti dengan menurunnya That situation followed by reduction of poverty
persentase tingkat kemiskinan dari 18,58 percentage from 18.58 percent to 16.98
persen menjadi 16,98 persen. percent.

Profil Pembangunan Aceh 2015 51


Gambar Jumlah Penduduk Miskin (Ribu)
Figure 13.1 Number of Poor People (Thousand)

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Pada tahun 2013, Kabupaten Aceh Barat In 2013, Aceh Barat Regency has the highest
memiliki persentase penduduk miskin terbesar percentage of poverty among
diantara kabupaten/kota di Propinsi Aceh yang regency/minicipality in Aceh Province that
mencapai 23,70 persen. Sedangkan persentase reach 23.70 percent. The lowest is Banda Aceh
terkecil adalah Kota Banda Aceh yang hanya Municipality that only reach 8.03 percent.
mencapai 8,03 persen.

52 Profil Pembangunan Aceh 2015


Peta Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota,
Gambar 2013
13.2
Figure Map of Percentage of Poor People by Regency/City, 2013

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profil Pembangunan Aceh 2015 53


Gambar Peta Garis Kemiskinan Menurut Kabupaten/Kota, 2013
Figure 13.3 Map of Poverty Line by Regency/City, 2013

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source : BPS-Statistics of Aceh Province

54 Profil Pembangunan Aceh 2015


PERBANDINGAN REGIONAL XIII
Regional Comparison

Secara perbandingan regional antarprovinsi se- As a regional comparison among provinces in


Pulau Sumatera, Provinsi Sumatera Utara Sumatera Island, Sumatera Utara Province has
merupakan provinsi dengan jumlah penduduk the largest population which reached 13.77
paling banyak, yaitu mencapai 13,77 juta jiwa. million people. Meanwhile, Bangka Belitung
Sedangkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Province has the smallest population which
masih menjadi daerah dengan jumlah only 1.34 million people.
penduduk paling sedikit yaitu 1,34 juta jiwa.

Pada tingkat regional, Propinsi Aceh merupakan At Sumatera region, Aceh Province has the
provinsi dengan persentase penduduk miskin highest percentage of poor people which is
tertinggi di Sumatera, yang mencapai 18,05 18.05 percent. On the other hand, Bangka
persen. Sedangkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Province is the region which has the
Belitung merupakan provinsi dengan lowest percentage of poor people at Sumatera
persentase penduduk miskin terendah di that only 5.36 percent.
Sumatera yang hanya mencapai 5,36 persen.

Kemajuan pembangunan manusia di suatu The progress of human development is


wilayah dapat diukur berdasarkan Indeks measured by The Human Development Index
Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun (HDI). In 2014, Riau Islands Province has the
2014, provinsi dengan capaian tertinggi dalam highest HDI in Sumatera (HDI 73.40).
dalam hal pembangunan manusia di Sumatera Meanwhile, Aceh Province rank at number five
adalah Provinsi Kepulauan Riau (IPM 73,40). among ten provinces in Sumatera with HDI
Sedangkan Provinsi Aceh menempati urutan 68.81.
kelima dari sepuluh provinsi yang ada di
Sumatera dengan IPM 68,81.

Laju pertumbuhan ekonomi, pendapatan Economic conditions of a region could be seen


perkapita dan inflasi adalah beberapa indikator from several indicators such as growth rate,
yang dapat menggambarkan kondisi income per capita and inflation rate. Jambi
perekonomian suatu daerah. Provinsi dengan Province has the most prominent growth
laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di which reach 7.76 percen. Whereas the highest
Sumatera pada tahun 2014 adalah Provinsi income per capita at Province. The highest
Jambi yang mencapai 7,76 persen. Laju inflasi inflation rate among 23 cities were monitored
tertinggi diantara 23 kota di Sumatera yang in Sumatera along 2014 was at Tanjung
dipantau sepanjang tahun 2014 adalah di Kota Pandan Minicipality (Bangka Belitung

Profil Pembangunan Aceh 2015 55


Tanjung Pandan (Provinsi Kep. Bangka Belitung) Province) which has reached 13.14 percent.
dengan inflasi mencapai 13,14 persen. Otherwise the lowest inflation rate is at Metro
Sedangkan laju inflasi terendah adalah di Kota Municipality (Lampung Province) which just
Metro (Provinsi Lampung) yang sebesar 6,50 reached 6.50 percent.
persen.

56 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Letak Geografis, 2014
1.1.1
Table Geographical Situation, 2014

Nama Daerah Provinsi Aceh


Name of Region Aceh Province

Status/Status Otonomi Khusus/Special Region


O O
Letak/Location 01 58 37,2 - 06 04 33,6 LU/NL
O O
94 57 57,6 98 17 13,2 BT/EL
2
Luas Daerah/Land area 56 770,81 km

Tinggi Rata-Rata 125 M di Atas Permukaan Laut


Average of altitude 125 M Above Sea Level

Batas-Batas Daerah/Borders of region:


Selat Malaka/Malacca Strait &
Sebelah Utara/To the north
Laut Andaman/Andaman Sea
Sebelah Selatan/To the south Provinsi Sumatera Utara
Sumatera Utara Province
SebelahTimur/To the east Selat Malaka/Malacca Strait
Sebelah Barat/To the west Samudera Indonesia
Indonesian Ocean

Daerah Melingkupi 119 Pulau/Islands


Include of area 35 Gunung/Mountains
73 Sungai Penting/Rivers
Banyaknya Daerah Tk.II 18 Kabupaten/Regency
Number of Regency/City 5 Kota/City

Banyaknya Kecamatan/Sub-District 289

Mukim/Mukim 779

Gampong/Village 6 474

Sumber : Kantor Gubernur Provinsi Aceh


Source : Governors office of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 59


Tabel Luas Provinsi Aceh Menurut Penggunaan Lahan, 2014
1.1.2
Table Area of Aceh Province by utilization of land in, 2014

Luas Persentase
Penggunaan Lahan
Area Percentage
Utilization of land
(Ha) (%)
(1) (2) (3)

1. Perkampungan/Settlement 152 725 2,69

2. Industri/Industry 2 096 0,04

3. Pertambangan/Mining 180 000 3,17

4. Persawahan/Rice 324 118 5,71

5. Pertanian tanah kering semusim


598 286 10,54
Dry land farming season

6. Kebun/Garden 250 752 4,42


7. Perkebunan/Plantation
- Perkebunan besar/Large plantations 365 000 6,43
- Perkebunan rakyat/Plantation 700 350 12,34
8. Padang/field
130 000 2,29
(padang rumput, alang-alang, semak)

9. Hutan (lebat, belukar, sejenis)


2 270 080 39,99
Forest

10. Perairan Darat/Inland waters


(kolam air tawar, tambak, penggaraman, 206 741 3,64
waduk, danau,rawa)

11. Tanah Terbuka/Clearing


5 004 0,09
(Tandus, Rusak, land clearing)

12. Lainnya/Others 491 930 8,67


Jumlah/Total 5 677 081 100,00
Sumber : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh
Source : National Land Board Regional Office of Aceh Province

60 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Lokasi dan Luas Suaka Alam/Objek Wisata Alam, 2014
1.1.3
Table Location and area of wild life preserve/natural tourist objects, 2014

Luas
Suaka Alam/Objek Wisata Alam Lokasi
Area
Wild life preserve/Natural tourist objects Location
(Ha)
(1) (2) (3)
1 Cagar Alam Jantho Aceh Besar 15 374
Jantho Forest Reserve

2 Cagar Alam Serbojadi Aceh Timur 314


Serbojadi Forest Reserve
3 Suaka Margasatwa Rawa Singkil Aceh Selatan, Aceh Singkil, 82 374
Rawa Singkil Wildlife Preeserve Subulussalam

4 Taman Wisata Alam Pulau Weh Sabang 1 207


Weh Island Nature Tourism Park

5 Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang 5 303


Weh Island Nature Tourism Sea Park

6 Taman Wisata Alam Pulau Banyak Aceh Singkil 24 706


Pulau Banyak Nature Tourism Park

7 Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak Aceh Singkil 205 720
Pulau Banyak Nature Tourism Sea Park

8 Taman Wisata Alam Jantho Aceh Besar 2 613


Jantho Nature Tourism Park

9 Taman Wisata Alam Aceh Besar Aceh Besar 1 550


Aceh Besar Nature Tourism Park

10 Taman Buru Lingga Isaq Aceh Tengah 86 320


Linggga Isaq Hunting Park

Jumlah / Total 425 481

Sumber : Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh


Source : Conservation office of Natural resources of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 61


Banyaknya Gempa Bumi Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun
Tabel Geofisika Mata Ie Banda Aceh, 2014
1.1.4
Table Number of earthquake recorded by month at Geophysical Station Mata
Ie Banda Aceh, 2014

Gempa Gempa di Luar


Bulan Gempa Lokal Dirasakan Aceh
Month Local earthquake The quake Earthquake outside
was felt of Aceh
(1) (2) (3) (4)

Januari/January 162 2 1

Februari/February 169 2 0

Maret/March 221 2 3

April/April 176 5 0

Mei/May 175 4 0

Juni/June 157 2 1

Juli/July 164 2 1

Agustus/August 159 2 0

September/September 244 1 0

Oktober/October 274 0 1

Nopember/November 291 2 0

Desember/December 167 0 1

Jumlah/Total 2 359 24 8
Sumber : BMKG, Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh
Source : BMKG, Geophysical Station in Mata Ie Banda Aceh

62 Profil Pembangunan Aceh 2015


Banyaknya Sambaran Petir Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun
Tabel Geofisika Mata Ie Banda Aceh, 2014
1.1.5
Table Number of clap recorded by month at Geophysical Station Mata Ie
Banda Aceh, 2014

Bulan Jumlah Sambaran Petir


Month Number of clap recorded
CG+ CG-
(1) (2) (3)

Januari/January 4 481 12 732

Februari/February 3 368 4 277

Maret/March 3 720 108 119

April/April 37 169 77 148

Mei/May 34 850 121 236

Juni/June 6 269 7 130

Juli/July 11 479 28 387

Agustus/August 21 236 32 310

September/September 4 717 13 357

Oktober/October 9 786 36 983

Nopember/November 18 126 55 516

Desember/December 25 023 47 899

Jumlah/Total 180 224 545 094


Sumber : BMKG, Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh
Source : BMKG, Geophysical Station in Mata Ie Banda Aceh

Profile of Aceh Development 2015 63


Kondisi Suhu Udara Setiap Bulan yang Tercatat di Stasiun Meteorologi
0
Tabel Blang Bintang Banda Aceh ( C), 2014
1.2.1
Table Atmosphere temperature condition recorded by month at Meteorology
0
Station Blang Bintang Banda Aceh ( C), 2014

Bulan Terendah Tertinggi Rata-rata


Month Min Max Average
(1) (2) (3) (4)

Januari/January 22,1 31,5 25,7

Februari/February 22,0 32,3 26,0

Maret/March 22,9 33,3 27,0

April/April 22,9 33,2 27,3

Mei/May 24,1 33,1 27,8

Juni/June 24,5 34,2 29,0

Juli/July 24,3 34,2 29,0

Agustus/August 23,5 32,6 27,3

September/September 23,2 31,9 26,8

Oktober/October 22,7 31,5 26,2

Nopember/November 23,0 31,4 26,6

Desember/December 23,1 31,0 26,4

Rata-rata/Average 23,2 32,5 27,1


Sumber : BMKG, Stasiun Geofisika Blang Bintang Banda Aceh
Source : BMKG, Geophysical Station in Blang Bintang Banda Aceh

64 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Curah Hujan, Hari Hujan dan Penyinaran Matahari Setiap
Bulan yang Tercatat di Stasiun Meteorologi Blang Bintang
Tabel 1.2.2 Banda Aceh, 2014
Table Number of rainfall, rain day and sun irradiating recorded by month at
Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2014

Hari Hujan Rata-rata


Bulan Curah Hujan
Rain day Penyinaran Matahari
Month Rainfall (mm)
(Hari/Day) Sun irradiating (%)
(1) (2) (3) (4)

Januari/January 142,5 8 61,0

Pebruari/February 87,6 5 75,8

Maret/March 7,0 4 69,4

April/April 112,0 11 66,3

Mei/May 78,0 11 49,1

Juni/June 69,3 10 68,8

Juli/July 33,1 10 61,2

Agustus/August 133,5 10 55,4

September/September 141,1 15 44,6

Oktober/October 466,5 21 44,8

Nopember/November 510,7 17 48,1

Desember/December 483,1 20 4,08

Rata-rata/Average 188,7 12 54,05


Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh
Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

Profile of Aceh Development 2015 65


Jumlah Kecepatan Angin dan Tekanan Udara Setiap Bulan yang
Tabel Tercatat di Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh, 2014
1.2.3
Table Number of speed of wind and air pressure recorded by month at
Meteorology Station Blang Bintang Banda Aceh, 2014

Kecepatan Angin Tekanan Udara


Bulan
Speed of wind Air pressure
Month
(m/s) (milibar)
(1) (2) (3)

Januari/January 6 1 011,8

Februari/February 5 1 010,4

Maret/March 6 1 010,4

April/April 4 1 010,4

Mei/May 5 1 009,5

Juni/June 6 1 008,3

Juli/July 7 1 009,4

Agustus/August 5 1 010,3

September/September 5 1 010,8

Oktober/October 4 1 010,7

Nopember/November 5 1 010

Desember/December 5 1 010

Rata-rata/Average 5,25 1 010,167


Sumber : BMKG, Stasiun Meteorologi Blang Bintang Banda Aceh
Source : BMKG, Meteorology Station in Blang Bintang Banda Aceh

66 Profil Pembangunan Aceh 2015


Nama-Nama Ibukota Kabupaten/Kota, Banyaknya Kecamatan, Mukim
Tabel dan Gampong/Desa, 2014
2.1.
Table Capital of Regencies/Cities, and numbers of subdistricts, mukim and
gampong/villages, 2014

Banyaknya/Number of
Kabupaten/Kota Ibukota
Regency/City Capital Kecamatan Gampong
Mukim
Subdistric Village
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue Sinabang 10 29 138
2. Aceh Singkil Singkil 11 16 116
3. Aceh Selatan Tapaktuan 18 43 260
4. Aceh Tenggara Kutacane 16 51 385
5. Aceh Timur Idi 24 53 513
6. Aceh Tengah Takengon 14 20 295
7. Aceh Barat Meulaboh 12 32 322
8. Aceh Besar Kota Jantho 23 68 604
9. Pi d i e Sigli 23 94 727
10. Bireuen Bireuen 17 75 609
11. Aceh Utara Lhoksukon 27 67 852
12. Aceh Barat Daya Blangpidie 9 20 132
13. Gayo Lues Blangkejeren 11 25 136
14. Aceh Tamiang Karang Baru 12 27 213
15. Nagan Raya Suka Makmue 10 30 222
16. Aceh Jaya Calang 9 21 172
17. Bener Meriah Simpang Tiga Redelong 10 27 232
18. Pidie Jaya Meureudu 8 34 222
19. Banda Aceh Banda Aceh 9 17 90
20. Sabang Sabang 2 7 18
21. Langsa Langsa 5 6 66
22. Lhokseumawe Lhokseumawe 4 9 68
23. Subulussalam Subulussalam 5 8 82
Jumlah/Total 289 779 6 474
Sumber : Sekretariat Daerah Aceh
Source : Aceh Regional Secretariat

Profile of Aceh Development 2015 69


Jumlah Pegawai Negeri Sipil per Unit Kerja Menurut Golongan Ruang
Tabel dan Jenis Kelamin di Lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
2.2
Table Number of public servant job per units and sex by rank in government of
Aceh Province, 2014

Golongan/Unit
Unit Organisasi Jumlah
I II III IV
Sub Organization Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Sekretariat Daerah 29 5 167 56 212 126 76 12 683
2. Sekretariat DPRA 0 0 37 6 75 50 9 1 178
3. Bappeda 2 0 18 6 63 62 12 2 165
4. Bapedalda 2 0 9 3 40 34 7 7 102
5. Badan Investasi dan Promosi 1 0 10 2 26 9 4 3 55
6. Badan Pemberdayaan 0 0 3 5 5 21 3 6 43
Perempuan dan Perlindungan
Anak
7. Badan Ketahanan Pangan dan 1 0 15 2 55 24 20 5 122
Penyuluhan
8. Badan Pemberdayaan 0 0 15 4 28 33 14 3 97
Masyarakat
9. Inspektorat Aceh 0 0 11 0 44 36 14 5 110
10. Badan Kepegawaian, Pendidikan 0 0 27 13 68 53 41 4 206
dan Pelatihan
11. Badan Kesbang, Politik dan 1 0 7 2 39 18 5 2 74
Linmas
12. Badan Pelayanan Perizinan 0 0 4 3 20 13 4 0 44
Terpadu
13. Badan Arsip dan Perpustakaan 0 0 18 6 50 44 14 3 135
14. Badan Pembinaan Pendidikan 0 0 5 2 23 17 9 2 58
Dayah
15. Badan layanan Umum Daerah 3 0 87 105 175 415 57 113 955
RSUD dr. Zainal Abidin
16. Badan Layanan Umum Rumah 1 1 31 31 107 118 10 16 315
Sakit Jiwa
17. Dinas Kehutanan 2 0 26 8 99 36 14 0 185

70 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.2

Golongan/Unit
Unit Organisasi Jumlah
I II III IV
Sub Organization Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
18. Dinas Kelautan dan Perikanan 5 - 54 11 91 60 15 2 238
19. Dinas Kesehatan 4 3 40 31 140 181 39 27 465
20. Dinas Perindustrian dan 1 - 21 6 58 46 15 6 153
Perdagangan, Kop dan UKM
21. Dinas Pertanian Tanaman 5 1 78 27 225 160 40 15 551
Pangan
22. Dinas Kesehatan Hewan dan 1 - 23 9 66 60 24 11 194
Peternakan
23. Dinas Pertambangan dan Energi - - 7 1 66 46 10 1 131
24. Dinas Keuangan Aceh - - 24 6 42 47 8 1 128
25. Dinas Kebudayaan dan 5 1 46 11 81 70 11 4 229
Pariwisata
26. Dinas Sosial 4 - 34 18 71 63 10 2 202
27. Dinas Pendidikan 2 - 29 20 151 113 52 33 400
28. Dinas Perhubungan, Komunikasi, 5 - 36 10 129 73 13 1 267
Informasi dan Telematika
29. Dinas Pengairan 4 - 107 33 175 43 21 4 387

30. Dinas Bina Marga 19 - 180 34 217 55 38 3 546


31. Dinas Pemuda dan Olah Raga 6 1 41 9 39 19 8 - 123
32. Dinas Syariat Islam 1 - 15 4 44 26 6 1 97
33. Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas 5 - 41 19 112 61 14 4 256
Penduduk

34. Dinas Pendapatan dan Kekayaan 4 - 60 18 112 57 13 3 267


Aceh
35. Dinas Cipta Karya 2 - 36 10 120 43 12 1 224

Profile of Aceh Development 2015 71


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.2

Golongan/Unit
Unit Organisasi Jumlah
I II III IV
Sub Organization Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
36. Dinas Perkebunan 1 - 19 7 74 58 13 9 181
37. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil - - 11 5 28 38 13 3 98
Menengah
38. Kantor Penghubung Pemerintah - - 12 3 10 13 3 2 43
Aceh
39. Badan Layanan Umum RS. Ibu - - 18 44 39 132 4 14 251
dan Anak
40. Satpol PP dan WH 1 - 5 - 39 20 4 1 70
41. Majelis Adat Aceh - - 2 2 9 10 7 1 31

42. Majelis Permusyawaratan Ulama 1 - 7 3 16 8 6 1 42


43. Sekretariat Baitul Mal - - 5 4 9 9 6 4 37
44. Sekretariat Kopri - - 3 1 6 5 5 - 20
45. Majelis Pendidikan Daerah - - 5 1 6 4 5 2 23
46. Badan Penanggulangan Bencana - - 5 - 23 10 5 2 45
47. Dinas Registrasi Kependudukan - - 3 - 17 8 6 1 35
Aceh
48. Keurukon Katibul Wali - - 1 - 10 5 5 1 22
Jumlah / Total 118 12 1.458 601 3.354 2.652 744 344 9.283
Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh
Source : Regional Employment Board of Aceh

72 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Dinas dan Tingkat Pendidikan
Tabel Formal di Lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
2.3
Table Number of public servant job by service and formal education in
government of Aceh Province, 2014

Pendidikan/Education
Kabupaten/Kota Jumlah
Regency/City Sar- Diplo- Total
SLTA SLTP SD
jana ma
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Sekretariat Daerah 369 51 222 30 11 683

2. Sekretariat DPRA 119 19 40 - - 178

3. Bappeda 126 11 26 1 1 165

4. Bapedalda 81 6 12 2 1 102

5. Badan Investasi dan Promosi 32 7 15 1 - 55


Badan Pemberdayaan Perempuan dan
6. 32 3 8 - - 43
Perlindungan Anak
7. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan 96 5 17 2 2 122

8. Badan Pemberdayaan Masyarakat 63 10 21 3 - 97

9. Inspektorat Aceh 89 6 13 1 1 110


Badan Kepegawaian, Pendidikan dan
10. 143 27 34 2 - 206
Pelatihan
11. Badan Kesbang, Politik dan Linmas 53 3 17 1 - 74

12. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu 32 8 4 - - 44

13. Badan Arsip dan Perpustakaan 79 14 39 2 1 135

14. Badan Pembinaan Pendidikan Dayah 45 3 10 - - 58


Badan layanan Umum Daerah RSUD dr.
15. 433 385 130 3 4 955
Zainal Abidin
16. Badan Layanan Umum Rumah Sakit Jiwa 160 101 48 6 - 315

17. Dinas Kehutanan 127 3 51 3 1 185

Profile of Aceh Development 2015 73


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.3

Pendidikan/Education
Kabupaten/Kota Jumlah
Regency/City Sar- Diplo- Total
SLTA SLTP SD
jana ma
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

18. Dinas Kelautan dan Perikanan 156 5 71 3 3 238

19. Dinas Kesehatan 279 55 124 6 1 465


Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kop
20. 94 11 47 - 1 153
dan UKM
21. Dinas Pertanian Tanaman Pangan 387 33 123 6 2 551

22. Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan 138 13 41 1 1 194

23. Dinas Pertambangan dan Energi 106 4 20 1 - 131

24. Dinas Keuangan Aceh 83 12 32 1 - 128

25. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 123 20 76 5 5 229

26. Dinas Sosial 105 14 75 3 5 202

27. Dinas Pendidikan 283 10 103 2 2 400


Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi
28. 127 40 93 6 1 267
dan Telematika
29. Dinas Pengairan 203 14 168 2 - 387

30. Dinas Bina Marga 260 32 227 16 11 546

31. Dinas Pemuda dan Olah Raga 60 11 45 6 1 123

32. Dinas Syariat Islam 73 1 21 2 - 97

33. Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk 145 16 84 4 7 256

34. Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh 158 19 82 7 1 267

35. Dinas Cipta Karya 156 11 54 1 2 224

74 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.3

Pendidikan/Education
Kabupaten/Kota Jumlah
Regency/City Sar- Diplo-
SLTA SLTP SD Total
jana ma
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

36. Dinas Perkebunan 140 5 35 1 - 181

37. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 61 4 32 - 1 98

38. Kantor Penghubung Pemerintah Aceh 23 3 15 1 1 43

39. Badan Layanan Umum RS. Ibu dan Anak 104 104 43 - - 251

40. Satpol PP dan WH 60 1 8 1 - 70

41. Majelis Adat Aceh 27 - 4 - - 31

42. Majelis Permusyawaratan Ulama 27 5 9 - 1 42

43. Sekretariat Baitul Ma 25 7 5 - - 37

44. Sekretariat Kopri 15 1 4 - - 20

45. Majelis Pendidikan Daerah 16 - 7 - - 23

46. Badan Penanggulangan Bencana 36 3 6 - - 45

47. Dinas Registrasi Kependudukan Aceh 28 7 - - - 35

48. Keurukon Katibul Wali 20 - 2 - - 22

Jumlah / Total 5.597 1.123 2.363 132 68 9.283


Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh
Source : Regional Employment Board of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 75


Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Dinas, Golongan Ruang dan Jenis
Tabel Kelamin di Lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh, 2014
2.4
Table Number of public servant job by service, group job and sex in government
of Aceh Province, 2014

Eselon Non
Fung-
Dinas Struk- Jumlah
I & II III & IV sional
Service tural Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Sekretariat Daerah 17 - 89 25 2 - 376 174 683

2. Sekretariat DPRA 1 - 12 4 3 - 105 53 178

3. Bappeda 1 - 13 7 1 1 80 62 165

4. Bapedalda 1 - 8 10 - - 49 34 102

5. Badan Investasi dan Promosi 1 - 12 3 - - 28 11 55


Badan Pemberdayaan Perempuan
6. - 1 4 12 - - 7 19 43
dan Perlindungan Anak
Badan Ketahanan Pangan dan
7. 1 - 17 3 11 5 62 23 122
Penyuluhan
8. Badan Pemberdayaan Masyarakat 1 - 15 5 - - 41 35 97

9. Inspektorat Aceh 1 - 7 1 20 12 41 28 110


Badan Kepegawaian, Pendidikan dan
10. 1 - 17 7 25 7 93 56 206
Pelatihan
11. Badan Kesbang, Politik dan Linmas 1 - 11 4 - - 40 18 74

12. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu 1 - 6 - - - 21 16 44

13. Badan Arsip dan Perpustakaan 1 - 16 6 9 19 56 28 135

14. Badan Pembinaan Pendidikan Dayah 1 - 15 5 - - 21 16 58


Badan layanan Umum Daerah RSUD
15. 5 - 16 17 73 259 228 357 955
dr. Zainal Abidin
Badan Layanan Umum Rumah Sakit
16. 1 - 12 5 71 107 65 54 315
Jiwa
17. Dinas Kehutanan 1 - 40 4 22 3 78 37 185

76 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.4

Eselon Non
Fung-
Dinas Struk- Jumlah
I & II III & IV sional
Service tural Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

18. Dinas Kelautan dan Perikanan 1 - 25 6 1 - 138 67 238

19. Dinas Kesehatan 1 - 19 11 32 53 171 178 465

Dinas Perindustrian dan


20. 1 - 18 6 12 1 64 51 153
Perdagangan, Kop dan UKM

21. Dinas Pertanian Tanaman Pangan 1 - 26 10 150 80 171 113 551


Dinas Kesehatan Hewan dan
22. 1 - 21 6 7 11 85 63 194
Peternakan
23. Dinas Pertambangan dan Energi 1 - 19 1 - 2 63 45 131

24. Dinas Keuangan Aceh 1 - 12 8 - - 61 46 128

25. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 1 - 23 17 - - 119 69 229

26. Dinas Sosial 1 - 26 10 1 - 91 73 202

27. Dinas Pendidikan 1 - 32 8 43 46 158 112 400


Dinas Perhubungan, Komunikasi,
28. 1 - 28 12 2 - 152 72 267
Informasi dan Telematika
29. Dinas Pengairan 1 - 33 5 - - 273 75 387

30. Dinas Bina Marga 1 - 38 1 - 1 415 90 546

31. Dinas Pemuda dan Olah Raga 1 - 21 3 - - 72 26 123

32. Dinas Syariat Islam 1 - 20 4 1 2 44 25 97


Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas
33. 1 - 31 11 7 3 133 70 256
Penduduk
Dinas Pendapatan dan Kekayaan
34. 1 - 36 7 - - 152 71 267
Aceh

35. Dinas Cipta Karya 1 - 25 3 - - 144 51 224

Profile of Aceh Development 2015 77


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.4

Eselon Fung- Non Struk-


Dinas Jumlah
I & II III & IV sional tural
Service Total
L P L P L P L P
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
36. Dinas Perkebunan 1 - 17 11 1 2 88 61 181
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil
37. 1 - 14 8 2 5 35 33 98
Menengah
Kantor Penghubung
38. - - 3 2 - - 22 16 43
Pemerintah Aceh
Badan Layanan Umum RS. Ibu
39. - 1 9 7 23 149 29 33 251
dan Anak
40. Satpol PP dan WH 1 - 9 1 - - 39 20 70
41. Majelis Adat Aceh 1 - 6 3 - - 11 10 31
Majelis Permusyawaratan
42. 1 - 9 2 - - 20 10 42
Ulama
43. Sekretariat Baitul Ma 1 - 5 5 - - 14 12 37
44. Sekretariat Kopri 1 - 7 2 - - 6 4 20
45. Majelis Pendidikan Daerah 1 - 8 2 - - 7 5 23
Badan Penanggulangan
46. 1 - 7 1 - - 25 11 45
Bencana
Dinas Registrasi Kependudukan
47. - 1 11 2 - - 15 6 35
Aceh
48. Keurukon Katibul Wali 1 - 13 6 - - 2 - 22

Jumlah / Total 64 3 881 299 519 1.287 4.210 6.749 9.283


Sumber : Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aceh
Source : Regional Employment Board of Aceh

78 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Produk Hukum Bidang Pengelolaan Lingkungan, 1990-2014
2.5
Table The law product of environmental management area, 1990-2014

Provinsi/Kabupaten/Kota Jenis Produk Hukum Nomor Produk Hukum Tahun


No
Province/Regency/City Type of law product Number of law product Year

(1) (2) (3) (4) (5)


1 Provinsi Aceh Qanun 20 2002

Qanun 21 2002
Pergub NAD 24 2009
Qanun 2 2011
2 Simeulue Qanun 5 2008
Qanun 4 2008
3 Aceh Singkil - - -
4 Aceh Selatan Qanun 5 2006
Qanun 7 2007
Perda 6 2008
Qanun 6 2011
Qanun 4 2012
Qanun 8 2012
5 Aceh Tenggara - - -
6 Aceh Timur - - -
7 Aceh Tengah - - -
8 Aceh Barat SK Bupati 200 2012
SK Bupati 431 2012
SK Bupati 76 2013
SK Bupati 498 2013
Qanun 7 2012
9 Aceh Besar Qanun/Perda 13 2011
Qanun/Perda 20 2011
Qanun/Perda 23 2012
10 Pidie Qanun 16 2011
Qanun 19 2011
Qanun 32 2011
Qanun 6 2012
Qanun 9 2012
11 Bireuen - - -
12 Aceh Utara Qanun 20 1999
Qanun 38 2005
Qanun 42 2005
13 Aceh Barat Daya Qanun 2 2008

Profile of Aceh Development 2015 79


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.5

Provinsi/Kabupaten/Kota Jenis Produk Hukum Nomor Produk Hukum Tahun


No
Province/Regency/City Type of law product Number of law product Year
(1) (2) (3) (4) (5)
Qanun 8 2005
Qanun 13 2013
Qanun 17 2013
SK Bupati 204 2014
SK Bupati 169 2014
14 Gayo Lues - - -
15 Aceh Tamiang Qanun 3 2006
Qanun 12 2008
Qanun 13 2008
Qanun 2 2010
Qanun 6 2010
Qanun 26 2011
Qanun 28 2011
Qanun 29 2011
Qanun 11 2011
Qanun 12 2011
Qanun 16 2011
Peraturan Bupati 14 2012
16 Nagan Raya Qanun 25 2004
Qanun 10 2009
17 Aceh Jaya - - -
18 Bener Meriah Qanun 18 2005
Qanun 4 2008
Qanun 3 2011
19 Pidie Jaya - - -
20 Banda Aceh Qanun 5 2003
Qanun 13 2007
Keputusan Walikota 261 2007
Naskah Akademik - 2009
Naskah Akademik - 2009
Naskah Akademik - 2009
Keputusan Kepala Kantor Lingkungan Hidup 272 2014
Keputusan Kepala Kantor Lingkungan Hidup 157 2014
21 Sabang Perda 5 1997
Peraturan 5 2006
Sumber : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh
Source : Environmental Impact Control Agency of Aceh

80 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 2.5

Provinsi/Kabupaten/Kota Jenis Produk Hukum Nomor Produk Hukum Tahun


No
Province/Regency/City Type of law product Number of law product Year
(1) (2) (3) (4) (5)
Instruksi Walikota 21 2009
Qanun 11 2011
Qanun 13 2011
Qanun 2 2012
22 Langsa Qanun 16 2003
Qanun 17 2003
Peraturan 7 2007
Peraturan 30 2007
Peraturan 31 2007
Qanun 15 2010
Qanun 1 2012
Qanun 4 2012
Peraturan Walikota 620/660 2012
Qanun 3 2014
23 Lhokseumawe - - -
24 Subulussalam - - -

Sumber : Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Aceh


Source : Environmental Impact Control Agency of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 81


82 Profil Pembangunan Aceh 2015
Tabel Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin (Ribuan), 1985-2014
3.1.1
Table Number of population by sex (thousand), 1985-2014

Tahun Laki-Laki Perempuan Jumlah


Year Male Female Total
(1) (2) (3) (4)
1985 x 1 492,6 1 499,6 2 992,2
1986 1 537,4 1 550,6 3 088,0
1987 1 569,8 1 588,2 3 158,0
1988 1 616,3 1 629,1 3 245,4
1989 1 648,2 1 669,9 3 318,1
1990 xx 1 717,0 1 698,8 3 415,8
1991 1 735,9 1 733,9 3 469,8
1992 1 757,7 1 761,8 3 519,5
1993 1 799,0 1 805,8 3 604,8
1994 1 895,1 1 879,6 3 774,7
1995 x 1 931,2 1 931,6 3 862,8
1996 1 966,9 1 967,1 3 934,0
1997 2 002,2 2 002,4 4 004,6
1998 2 037,3 2 037,6 4 074,9
1999 2 072,5 2 037,6 4 110,1
2000 xx 2 042,3 2 030,7 4 073,0
2001 2 074,5 2 067,6 4 142,1
2002 2 090,3 2 075,9 4 166,2
2003 2 119,6 2 098,9 4 218,5
2004 2 031,8 2 043,7 4 075,5
2005 xx 2 005,8 2 025,8 4 031,6
2006 2 066,2 2 087,4 4 153,6
2007 2 101,4 2 122,4 4 223,8
2008 2 136,1 2 157,9 4 293,9
2009 2 171,4 2 192,1 4 363,5
2010 xx 2 249,0 2 245,5 4 494,4
2011 r 2 303,7 2 315,4 4 619,0
2012 r 2 352,4 2 362,8 4 715,1
2013 r 2 401,0 2 410,2 4 811,1
2014 2 449,4 2 457,4 4 906,8
x
Catatan/Notes: Hasil Survei Penduduk Antarsensus/Results of inter census population survey
xx
Hasil Sensus Penduduk/Results of population census
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 85


Tabel Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2014
3.1.2
Table Number of population by Regency/City, 2010-2014

Kabupaten/Kota Tahun/Year
x r r r
Regency/City 2010 2011 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 80 674 83 006 84 722 86 206 87 598
2. Aceh Singkil 102 509 105 174 107 697 110 108 112 161
3. Aceh Selatan 202 251 207 971 212 612 216 994 220 971
4. Aceh Tenggara 179 010 184 173 187 276 192 013 196 249
5. Aceh Timur 360 475 370 276 378 424 386 212 394 933
6. Aceh Tengah 175 527 180 230 183 792 188 214 192 204
7. Aceh Barat 173 558 178 173 181 886 185 903 190 244
8. Aceh Besar 351 418 361 290 369 134 376 491 384 618
9. Pi d i e 379 108 389 529 397 590 404 817 410 580
10. Bireuen 389 288 400 027 408 608 417 289 423 397
11. Aceh Utara 529 751 544 789 555 746 565 370 572 961
12. Aceh Barat Daya 126 036 129 708 132 612 135 385 138 140
13. Gayo Lues 79 560 81 604 83 189 84 717 86 262
14. Aceh Tamiang 251 914 258 896 264 167 269 007 272 228
15. Nagan Raya 139 663 143 718 146 386 149 397 152 352
16. Aceh Jaya 76 782 78 984 80 575 82 385 86 123
17. Bener Meriah 122 277 125 732 128 070 131 023 134 015
18. Pidie Jaya 132 956 136 792 139 399 142 887 145 584
19. Banda Aceh 223 446 229 532 234 517 239 404 249 499
20. Sabang 30 653 31 314 31 822 32 215 32 739
21. Langsa 148 945 153 097 156 505 159 761 162 814
22. Lhokseumawe 171 163 175 908 179 376 183 232 187 455
23. Subulussalam 67 446 69 110 71 003 72 103 73 708
Jumlah/Total 4 494 410 4 619 033 4 715 108 4 811 133 4 906 835

x
Catatan/Notes: Hasil Sensus Penduduk 2010/Results of population census 2010
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

86 Profil Pembangunan Aceh 2015


2
Tabel Kepadatan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota (Jiwa/km ), 2010-2014
3.1.3 2
Table Population density by Regency/City (People/km ), 2010-2014

Kabupaten/Kota Tahun/Year
Regency/ City r r r
2010 2011 2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 44 45 46 47 48
2. Aceh Singkil 55 57 58 59 60
3. Aceh Selatan 48 50 51 52 53
4. Aceh Tenggara 42 44 45 46 47
5. Aceh Timur 66 68 70 71 73
6. Aceh Tengah 39 40 41 42 43
7. Aceh Barat 62 65 66 67 69
8. Aceh Besar 121 124 127 130 132
9. Pi d i e 119 123 125 128 130
10 Bireuen 216 223 228 232 236
11. Aceh Utara 196 202 206 210 213
12. Aceh Barat Daya 67 69 70 72 73
13. Gayo Lues 14 15 15 15 16
14. Aceh Tamiang 118 122 125 127 128
15. Nagan Raya 39 41 41 42 43
16. Aceh Jaya 19 20 21 21 22
17. Bener Meriah 64 66 67 69 70
18. Pidie Jaya 140 144 147 151 154
19. Banda Aceh 3 978 4 099 4 188 4 275 4 455
20. Sabang 251 257 261 264 268
21. Langsa 732 754 771 787 802
22. Lhokseumawe 1 115 1 150 1 172 1 198 1 225
23. Subulussalam 57 59 60 61 63
.. Provinsi Aceh 79 81 83 85 86
Sumber : Badan Pusat Statistik Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 87


Tabel Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, 2014
3.1.4
Table Number of household and population by Regency/City, 2014

Kabupaten/Kota
Jumlah/Number
Regency/ City
Rumah Tangga Penduduk
Household Population
(1) (3) (4)
1. Simeulue 20 884 87 598
2. Aceh Singkil 25 381 112 161
3. Aceh Selatan 50 956 220 971
4. Aceh Tenggara 45 666 196 249
5. Aceh Timur 89 372 394 933
6. Aceh Tengah 48 333 192 204
7. Aceh Barat 47 225 190 244
8. Aceh Besar 89 054 384 618
9. Pidie 101 924 410 580
10. Bireuen 97 818 423 397
11. Aceh Utara 132 843 572 961
12. Aceh Barat Daya 31 313 138 140
13. Gayo Lues 21 209 86 262
14. Aceh Tamiang 64 262 272 228
15. Nagan Raya 38 958 152 352
16. Aceh Jaya 23 262 86 123
17. Bener Meriah 34 654 134 015
18. Pidie Jaya 37 288 145 584
19. Banda Aceh 61 443 249 499
20. Sabang 8 393 32 739
21. Langsa 36 102 162 814
22. Lhokseumawe 42 354 187 455
23. Subulussalam 15 795 73 708
Jumlah/Total 1 164 489 4 906 835
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

88 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur (Ribuan), 2010- 2014
3.1.5
Table Number of population by age group (thousand), 2010 2014

Kelompok
r r r
Umur 2010 2011 2012 2013 2014
Age Group
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

04 493,4 544,6 553,0 560,8 565,8

59 474,2 482,1 492,2 502,8 515,5

10 14 470,4 456,5 459,3 463,7 469,4

15 19 442,5 463,2 461,8 460,0 458,3

20 24 438,4 459,0 464,1 466,7 467,3

25 29 417,8 418,9 427,3 435,8 444,4

30 34 364,9 374,2 384,6 395,2 403,6

35 39 326,9 327,7 335,5 343,4 353,3

40 44 269,6 278,3 288,7 298,8 308,2

45 49 225,2 228,6 236,9 245,7 254,9

50 54 178,9 183,6 191,5 198,9 206,6

55 59 128,1 135,2 143,4 151,9 159,9

60 64 93,0 95,3 99,9 105,3 111,5

65 + 171,1 171,8 176,9 182,2 188,1


Jumlah
4 494,4 4 619,0 4 715,1 4 811,1 4 906,8
Total
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 89


Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah Perkotaan dan Perdesaan
Tabel di Provinsi Aceh, Maret 2000 Maret 2014
3.1.6
Table Percentage of poor population by urban and rural in Aceh Province, March
2000-2014

Tahun Perkotaan Perdesaan Jumlah


Years Urban Rural Total
(1) (2) (3) (4)

2000 10,45 16,78 15,20

2001 13,03 20,92 19,20

2002 20,09 33,06 29,83

2003 19,47 33,63 29,76

2004 17,49 32,57 28,37

2005 19,04 32,60 28,69

2006 19,22 31,98 28,28

2007 18,68 29,87 26,65

2008 16,67 26,30 23,53

2009 15,44 24,37 21,80

2010 14,65 23,54 20,98

2011 13,69 21,87 19,57

2012 13,07 21,97 19,46

2013 11,59 19,96 17,60

2014 11,76 20,52 18,05


Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

90 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Kelompok Umur dan Jenis
Tabel Kelamin, 2014
3.2.1
Table Number of registered job seekers by age group and sex, 2014

Belum
Kelompok Terdaftar Ditempatkan Dihapus Ditempatkan
Umur Registered Placed Omitted Has not been
Age Group deployed
L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

0-14 563 20 1 - 8 7 554 13

15-19 3 292 310 32 2 24 - 3 236 308

20-29 6 348 2 594 48 8 281 72 6 019 2 514

30-44 52 076 39 812 620 1 066 4 504 2 830 46 952 35 916

45-54 11 214 14 767 104 295 341 760 10 769 13 712

55 + 8 259 12 460 207 355 1 443 1 054 6 609 11 051

2014 81 752 69 963 1 012 1 726 6 601 4 723 74 139 63 514


Jumlah
Total
2013 76 520 64 547 403 235 1 649 2 025 74 468 62 287
Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
Source: Manpower and Population Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 91


Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar Menurut Pendidikan dan Jenis
Tabel Kelamin, 2014
3.2.2
Table Number of registered job seekers by education and sex, 2014

Ditempat
Terdaftar Dihapus Belum Ditempatkan
Pendidikan kan
Registered Omitted Has not been deployed
Education Placed

L/M P/F L/M P/F L/M P/F L/M P/F


(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1. Tidak Tamat SD/ Tidak 563 20 1 - 8 7 554 13


Sekolah
Not finished primary
school/no school

2. SD/Sederajat 3 292 310 32 2 24 - 3 236 308


Primary school

3. SLTP 6 348 2 594 48 8 281 72 6 019 2 514


Junior High School

4. SLTA 52 076 39 812 620 1 066 4 504 2 830 46 952 35 916


Senior High School

5. Sarjana Muda 11 214 14 767 104 295 341 760 10 769 13 712
(D1/D2/D3)
Bachelor (D1/D2/D3)

6. Sarjana (S1/S2/S3) 8 259 12 460 207 355 1 443 1 054 6 609 11 051
Bachelor (S1/S2/S3)

Jumlah 2014 81 752 69 963 1 012 1 726 6 601 4 723 74 139 63 514
Total 2013 76 520 64 547 403 235 1 649 2 025 74 468 62 287
Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
Source: Manpower and Population Services of Aceh

92 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Angkatan Kerja dan Pencari Kerja yang Belum Ditempatkan
Tabel Menurut Kabupaten/Kota, 2014
3.2.3
Table Labor force and undeployed job seekers by Regency/City, 2014

Pencari Kerja yang Belum


Kabupaten/Kota Angkatan Kerja
Ditempatkan
Regency/City Labor force
Undeployed Job seekers
(1) (2) (3)
1. Simeulue 30 655 2 566
2. Aceh Singkil 45 208 5 258
3. Aceh Selatan 98 112 1 936
4. Aceh Tenggara 90 549 1 562
5. Aceh Timur 175 182 15 059
6. Aceh Tengah 93 547 3 880
7. Aceh Barat 83 349 8 770
8. Aceh Besar 159 789 10 952
9. Pi d i e 187 924 10 909
10. Bireuen 191 091 2 684
11. Aceh Utara 217 174 38 011
12. Aceh Barat Daya 53 620 6 744
13. Gayo Lues 43 662 5 229
14. Aceh Tamiang 113 924 4 377
15. Nagan Raya 68 505 3 660
16. Aceh Jaya 39 492 1 570
17. Bener Meriah 70 958 1 087
18. Pidie Jaya 63 592 710
19. Banda Aceh 112 067 10 639
20. Sabang 14 753 54
21. Langsa 64 983 1 319
22. Lhokseumawe 75 914 85
23. Subulussalam 29 262 592
2014 2 123 312 137 653
Jumlah/Total
2013 1 926 173 141 067
Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
Source: Manpower and Population Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 93


Jumlah Organisasi Serikat Pekerja (SP) dan Anggotanya Menurut
Tabel Lapangan Usaha, 2014
3.2.4
Table Number of Labor Union and Members by Industry, 2014

Jumlah
Jumlah Serikat
Lapangan Usaha Anggota
Pekerja/ Number
Field of work Number of
of labor union
members
(1) (2) (3)
1. Pekerjaan Umum 7 300
Public Works
2. Perkayuan dan Perhutanan 40 675
Logging and Forrestry
3. Niaga, Bank dan Asuransi 15 1 489
Trade, Bank and Insurance
4. Percetakan dan Penerbitan 9 400
5. Pariwisata/Tourism 4 285
6. Rokok, Makanan dan Minuman/Cigarrets, 2 97
Food andBeverage
7. Kimia, Energi dan Pertambangan 4 630
Chemical, Energy and Mining
8. Logam, Elektronik dan Mesin 4 50
Metals, Electronics and Machines
9. Tekstil, Sandang dan Kulit - -
Textiles, Clothingsand Leathers
10. Transportasi/Transportation 14 5 936
11. Pelaut Indonesia/Indonesian Fishery - -
12. Pertanian dan Perkebunan 56 55 036
Agriculture and Estate
13. Farmasi dan Kesehatan 2 81
Pharmacy and Health Services.
2014 157 64 979
Jumlah/Total
2013 154 63 498
Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
Source: Manpower and Population Services of Aceh

94 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Perusahaan dan Buruh yang Terdaftar Menurut Lapangan Usaha,
Tabel 2014
3.2.5
Table Number of establishments and registered labor to be based on act of
manpower must report by field of work, 2014

Jumlah
Jumlah Perusahaan
Lapangan Usaha Buruh
Number of
Field of work Number of
establishment
labor
(1) (2) (3)

1. Pertanian /Agriculture 173 32 258

2. Pertambangan/Mining 53 1 275

3. Industri/Manufacturing 313 7 972

4. Listrik/Electricity 80 3 565

5. Bangunan/Construction 1 070 11 062

6. Perdagangan/Trade 1 494 15 342

7. Pengangkutan dan Komunikasi


105 1 449
Transportation and Communication

8. Keuangan/Finances 608 10 099

9. Jasa-Jasa/Services 559 14 302


2014 4 455 97 324
2013 4 498 95 972
Jumlah/
2012 4 479 93 635
Total
2011 4 415 92 008
2010 4 214 97 764
Sumber: Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh
Source: Manpower and Population Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 95


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Golongan Umur dan Jenis
Tabel Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, Agustus 2014
3.2.6
Table Population 15 years of age and over by age group and type of activity
during the previous week, August 2014

Angkatan Kerja/Labor Force % Bekerja


Terhadap
Golongan Jumlah Angkatan
Angkatan Kerja
Umur Kerja
Pengangguran % of Working To
Age Group Bekerja Working Total of
Unemployment Economically
Economically
Active
Active
(1) (2) (3) (4) (5)

15-19 72 612 42 296 114 908 63,19

20-24 168 863 79 836 248 699 67,90

25-29 268 161 37 367 305 528 87,77

30-34 308 332 17 509 325 841 94,63

35-39 250 280 5 981 256 261 97,67

40-44 258 008 2 919 260 927 98,88

45-49 191 895 1 829 193 724 99,06

50-54 168 751 2 145 170 896 98,74

55+ 244 921 1 607 246 528 99,35

Jumlah
1 931 823 191 489 2 123 312 90,98
Total

96 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 3.2.6

% Angkatan
Bukan Angkatan Kerja/Not Labor Force Kerja
Terhadap
Penduduk Usia
Golongan Jumlah Bukan
Mengurus Jumlah Kerja
Umur Angkatan
Sekolah Rumah Total % of
Age Group Lainnya Kerja
Attending Tangga Economically
Others Total of Not
School House Active to
Economically
keeping Working Age
Active Population
(1) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

15-19 352 269 24 346 19 980 396 595 511 503 22,46

20-24 98 596 55 883 14 019 168 498 417 197 59,61

25-29 9 965 89 358 9 177 108 500 414 028 73,79

30-34 0 104 920 5 955 110 875 436 716 74,61

35-39 0 76 049 3 906 79 955 336 216 76,22

40-44 0 63 566 2 846 66 412 327 339 79,71

45-49 0 43 509 3 956 47 465 241 189 80,32

50-54 0 43 277 7 726 51 003 221 899 77,02

55+ 0 131 944 82 448 214 392 460 920 53,49

Jumlah
460 830 632 852 150 013 1 243 695 3 367 007 63,06
Total
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 97


Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran
Tabel Terbuka (TPT) Menurut Golongan Umur, Agustus 2014
3.2.7
Table Labor force participation rate (LFPR) and open unemployment rate (OUR)
by age group, August 2014

Golongan Umur TPAK TPT


Age Group LFPR OUR

(1) (2) (3)

15-19 22,46 36,81

20-24 59,61 32,10

25-29 73,79 12,23

30-34 74,61 5,37

35-39 76,22 2,33

40-44 79,71 1,12

45-49 80,32 0,94

50-54 77,02 1,26

55+ 53,49 0,65

Jumlah/Total 63,06 9,02

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source: BPS-Statistics of Aceh Province

98 Profil Pembangunan Aceh 2015


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Menurut Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan dan Jenis Kegiatan Selama Seminggu yang Lalu, Agustus
Tabel 3.2.8 2014
Table Population 15 years of age and over by educational attainment and type
of activity during the previous week, August 2014

Angkatan Kerja
Economically Active % Bekerja
Pendidikan Tertinggi
Jumlah Terhadap
yang Ditamatkan
Pengang-guran Angkatan Kerja Angkatan Kerja
Educational Bekerja
x Unemploy- Total of % of Working To
Attainment Working
ment Economically Economically Active
Active
(1) (2) (3) (4) (5)

0 48 064 911 48 975 98,14

1 174 471 6 388 180 859 96,47

2 469 697 24 610 494 307 95,02

3 401 691 36 765 438 456 91,61

4 567 984 92 979 660 963 85,93

5 269 916 29 836 299 752 90,05

Jumlah
1 931 823 191 489 2 123 312 90,98
Total

Profile of Aceh Development 2015 99


Lanjutan Tabel/Continued Table 3.2.8

Bukan Angkatan Kerja % Angkatan


Not Economically Active Kerja
Pendidikan Terhadap
Tertinggi Jumlah Penduduk
yang Jumlah Bukan Total Usia Kerja
Ditamatkan Sekolah Mengurus Rumah Angkatan Kerja % of
Educational Attending tangga House Total of Not Economically
Attainment x School Keeping Economically Active to
Active Working Age
Population
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0 0 34 792 22 749 57 541 106 516

1 2 779 76 381 32 351 111 511 292 370

2 56 891 178 993 40 687 276 571 770 878

3 242 474 154 407 17 307 414 188 852 644

4 154 539 168 050 32 220 354 809 1 015 772

5 4 147 20 229 4 699 29 075 328 827

Jumlah
460 830 632 852 150 013 1 243 695 3 367 007
Total
Catatan/ Note :
x
0. Tidak/Belum pernah sekolah/ No School
1. Tidak/ Belum Tamat SD/ Did not complete/ Have not yet completed primary school
2. Sekolah Dasar/ Primary School
3. SLTP Umum/ Junior High School (General)
4. SLTA Umum/ High School (General)
5. Diploma I/II/III/Akademi/Universitas/ Diploma I/II/III/Academy/University
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

100 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka
Tabel Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, Agustus 2014
3.2.9
Table Labor force participation rate (LFPR) and open unemployment rate (OUR)
by education, Agustus 2014

Pendidikan TPAK TPT


Education LFPR OUR

(1) (2) (3)

1. Tidak/Belum Pernah
Sekolah 45,98 1,86
No school

2. Tidak/Belum Tamat SD
Did not complete/not yet 61,86 3,53
completed primary

3. Sekolah Dasar
64,12 4,98
Primary School

4. SLTP Umum
Junior High School 51,42 8,39
(general)

5. SLTA Umum
Senior High School 65,07 14,07
(general)

6. Diploma I/II/III/
Akademi/Universitas
91,16 9,95
Diploma I/II/III/
Academy/University

Jumlah/Total 63,06 9,02


Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 101


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu
yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Lapangan Pekerjaan
Tabel 3.2.10 Utama, Agustus 2014
Table Population 15 years of age and over who worked during the previous week
by main employment status and main industry, August 2014

Lapangan Kerja Utama/Main Industry

Status Pekerjaan Utama Industri Jumlah


Main Employment Status Pertanian Pengolahan Perdagangan Jasa Lainnya Total
Agriculture Manufacturi Trade Services Others x
ng industry
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Berusaha sendiri tanpa
dibantu orang lain 189 917 27 474 126 173 32 580 46 249 422 393
Own account Worker
2. Berusaha dibantu buruh
tidak tetap/tidak dibayar
Self employed assisted by 227 738 8 831 59 849 4 144 3 318 303 880
temporary employee/
unpaid employee
3. Berusaha dengan buruh
33 524 7 954 21 275 6 007 18 230 86 990
tetap/Employer
4. Buruh/Karyawan/
Pegawai Regular 109 069 30 052 63 114 352 432 128 190 682 857
Employee
5. Pekerja bebas di
pertanian Casual 65 827 0 0 0 0 65 827
employee in agriculture
6. Pekerja bebas di non
pertanian/Casual
0 6 612 3 544 11 061 45 976 67 193
employee in non
agriculture
7. Pekerja tak
225 710 10 209 60 170 3 153 3 441 302 683
dibayar/Unpaid worker
Jumlah/Total 851 785 91 132 334 125 409 377 245 404 1 931 823
Catatan/Note:
x
1. Pertanian, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan/Agriculture, Forestry, Hunting And Fishery
2. Industri Pengolahan/ Manufacturing Industry
3. Perdagangan Besar, Eceran, RumahMakanDanHotel/ Wholesale Trade, Retail Trade, Restaurants and Hotels
4. Jasa Kemasyarakatan/ Community, Sosial And Personal Sevices
5. Lainnya (Pertambangan Dan Penggalian, Listrik, Gas dan Air, bangunan, Angkutan, Pergudangan dan
Komunikasi, Keuangan, Asuransi, Usaha Persewaan Bangunan,Tanah, Dan Jasa Perusahaaan/ Mining and
Quarrying, Electicity, Gas and Water, Construction, Transportation, storage And Communication, Fiancing,
Insurance, Real Estate And Business Services)
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

102 Profil Pembangunan Aceh 2015


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu
yang Lalu Menurut Jumlah Jam Kerja pada Pekerjan Utama dan
Tabel 3.2.11 Lapangan Pekerjaan Utama, Agustus 2014
Table Population 15 years of age and over who worked during the previous week
by total of working hours on main job and main industry, August 2014

Jumlah Jam
Lapangan Kerja/Main Industry
Kerja pada
Pekerjaan
Industri Jumlah
Utama
Pengola- Total
Total of Pertanian Perdagangan Jasa Lainnya
han
Working Agriculture Trade Services Others
Manufacturi
Hours on
ng industry
Main Job
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

x
0 53 600 2 611 4 196 5 470 7 758 73 635

1-14 122 358 6 388 13 563 27 517 7 434 177 260

15-34 430 714 33 873 78 520 147 334 56 593 747 034

1-34 553 072 40 261 92 083 174 851 64 027 924 294

35+ 245 113 48 260 237 846 229 056 173 619 933 894

Jumlah
851 785 91 132 334 125 409 377 245 404 1 931 823
Total
x
Catatan/ Notes : Sementara tidak bekerja/Temporary not working
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 103


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu
yang Lalu Menurut Golongan Umur dan Jumlah Jam Kerja pada
Tabel 3.2.12 Pekerjaan Utama, Agustus 2014
Table Population 15 years of age and over by age group and number of
economically active during the previous week, August 2014

Golongan Jumlah Jam Kerja pada Pekerjaan Utama


Umur Number of Economically Active Jumlah
Age x Total
Group 0 1 14 15 34 1 34 35+
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-19 836 18 640 27 432 46 072 464 595 511 503

20-24 2 328 16 898 69 176 86 074 328 795 417 197

25-29 6 939 23 016 105 553 128 569 278 520 414 028

30-34 12 875 18 853 112 236 131 089 292 752 436 716

35-39 8 650 16 126 97 244 113 370 214 196 336 216

40-44 8 215 18 889 90 791 109 680 209 444 327 339

45-49 6 171 16 272 71 703 87 975 147 043 241 189

50-54 9 388 16 503 64 904 81 407 131 104 221 899

55+ 18 233 32 063 107 995 140 058 302 629 460 920

Jumlah
73 635 177 260 747 034 924 294 2 369 078 3 367 007
Total
x
Catatan/ Notes : Sementara tidak bekerja/ temporary not working
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

104 Profil Pembangunan Aceh 2015


Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Selama Seminggu
yang Lalu Menurut Status Pekerjaan Utama dan Pendidikan Tertinggi
Tabel 3.2.13 yang Ditamatkan, Agustus 2014
Table Population 15 years of age and over who worked during the previous week
by main employment status and educational attainment, August 2014

Status dalam Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan/


Pekerjaan Utama Educational Attainment x) Jumlah
Main Employment Total
0 1 2 3 4 5
Status
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Berusaha sendiri tanpa
dibantu orang lain 12 431 56 514 126 174 109 352 107 328 10 594 422.393
Own account Worker
2. Berusaha dibantu buruh
tidak tetap/tidak
dibayar
14 974 41 776 106 683 68 568 64 535 7 344 303.880
Self employed assisted
by temporary employee/
unpaid employee
3. Berusaha dengan buruh
933 8 258 17 866 20 724 32 021 7 188 86.990
tetap/Employer
4. Buruh/ Karyawan/
Pegawai 5 672 25 679 91 756 83 086 243 293 233 371 682.857
Regular Employee
5. Pekerja bebas di
pertanian/Casual 2 527 10 495 25 003 14 052 13 750 0 65.827
employee in agriculture
6. Pekerja bebas di non
pertanian/Casual
1 021 5 643 16 377 21 824 20 603 1 725 67.193
employee in non
agriculture
7. Pekerja tak dibayar
10 506 26 106 85 838 84 085 86 454 9 694 302.683
Unpaid worker
Jumlah/Total 48 064 174 471 469 697 401 691 567 984 269 916 1 931 823
Catatan/ Note :
x
0. Tidak/Belum pernah sekolah/ No School
1. Tidak/ Belum Tamat SD/ Did not complete/ Have not yet completed primary school
2. Sekolah Dasar/ Primary School
3. SLTP Umum/ Junior High School (General)
4. SLTA Umum/ High School (General)
5. Diploma I/II/III/Akademi/Universitas/ Diploma I/II/III/Academy/University
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source: BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 105


Tabel Jumlah Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin (Ribuan), 2003-2014
3.2.14
Table Number of labour force by sex (thousand), 2003-2014

Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah


Year Male Female Total
(1) (2) (3) (4)

2003 1 101,0 727,0 1 828,0

2004 1 335,0 866,9 2 201,9

2005 1 074,1 544,9 1 619,0

2006 1 081,7 680,5 1 762,2

2007 1 125,6 687,9 1 813,5

2008 1 121,0 621,2 1 742,2

2009 1 153,5 639,9 1 793,4

2010 1 207,3 731,2 1 938,5

2011 1 251,5 749,7 2 001,2

2012 1 166,8 631,8 1 798,5

2013 1 294,2 739,9 2 034,1

2014 1 344,1 779,2 2 123,3

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh


Source: BPS-Statistics of Aceh Province

106 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk yang Berumur 10 Tahun Keatas yang Buta Huruf
Tabel Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal, 2013-2014
4.1.1
Table Percentage of illiterate aged 10 years and over by age group and urban-
rural classification, 2013-2014

Perkotaan Perdesaan Jumlah


Kelompok Umur Urban Rural Total
Age group
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

10-14 0,50 0,05 0,75 0,49 0,68 0,37

15-19 0,00 0,00 0,09 0,00 0,07 0,00

20-24 0,11 0,00 0,16 0,08 0,14 0,05

25-29 0,15 0,00 0,69 0,31 0,54 0,22

30-34 0,13 0,16 0,85 0,59 0,64 0,47

35-39 0,32 0,07 1,29 1,24 1,01 0,92

40-44 0,77 0,12 2,68 1,62 2,11 1,20

45-49 0,64 0,69 4,85 3,75 3,68 2,83

50-54 1,99 0,87 7,85 6,51 6,16 4,94

55-59 2,53 0,78 9,24 5,94 7,43 4,51

60-64 5,27 1,88 14,98 7,15 12,40 5,74

65+ 17,27 5,68 27,05 10,93 24,56 9,59

Rata-rata
1,33 0,45 3,51 2,01 2,89 1,57
Average
Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 109


Persentase Penduduk Berumur 5 Tahun Keatas Menurut Kelompok
Tabel Umur, Daerah Tempat Tinggal dan Status Sekolah, 2014
Table 4.1.2 Percentage population aged 5 years and over by age group, urban-rural
classification and school attendance, 2014

Kelompok Perkotaan Perdesaan Jumlah


Umur Urban Rural Total
Age group 1 2 3 1 2 3 1 2 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

5-9 27,59 72,41 0,00 26,84 73,12 0,04 27,05 72,92 0,03

10-14 0,05 98,96 1,00 0,12 99,14 0,74 0,10 99,09 0,81

15-19 0,17 86,20 13,63 0,47 75,55 23,97 0,39 78,62 20,99

20-24 0,65 44,51 54,84 0,53 23,25 76,22 0,57 30,17 69,25

25-29 0,05 7,32 92,64 0,84 3,75 95,42 0,61 4,79 94,61

30-34 0,58 1,53 97,89 1,28 0,64 98,08 1,08 0,90 98,02

35-39 0,26 1,25 98,49 1,31 0,55 98,14 1,03 0,74 98,24

40-44 0,64 0,29 99,07 2,53 0,11 97,36 2,00 0,16 97,84

45+ 3,23 0,34 96,44 10,05 0,07 89,88 8,16 0,14 91,70

Rata-
rata 4,35 34,78 60,87 6,18 31,66 62,16 5,66 32,54 61,79
Average
Catatan/Notes:
1. Tidak/Belum Pernah Sekolah / No schooling
2. Masih Sekolah / Attending school
3. Tidak Sekolah lagi / Not attending school anymore
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

110 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk Berumur 7-24 Tahun Menurut Kelompok Umur
Tabel Sekolah, Jenis Kelamin dan Status Sekolah, 2012-2014
Table 4.1.3 Percentage population aged 7-24 years and by school age group, sex and
school attendance, 2012-2014

Jenis Kelamin dan


Kelompok Umur 2012 2013 2014
Sekolah
Sex & school age 1 2 3 1 2 3 1 2 3
group
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
Laki-Laki
Male
7-12 0,44 99,36 0,20 0,30 99,63 0,07 0,11 99,81 0,08
13-15 0,35 93,61 6,04 0,51 94,04 5,45 0,29 96,67 3,05
16-18 0,35 69,88 29,77 0,29 71,98 27,74 0,70 79,25 20,05
19-24 0,55 24,84 74,62 0,55 26,95 72,50 0,60 30,14 69,26
7-24 0,44 71,54 28,02 0,41 72,67 26,92 0,38 75,15 24,47
Perempuan
Female
7-12 0,40 99,34 0,27 0,08 99,70 0,22 0,11 99,89 0,00
13-15 0,30 95,18 4,52 0,18 96,30 3,52 0,22 98,13 1,65
16-18 1,20 79,26 19,54 0,79 77,29 21,92 0,15 82,57 17,28
19-24 0,65 32,56 66,79 0,47 32,08 67,45 0,45 36,06 63,49
7-24 0,59 75,18 24,23 0,33 75,24 24,43 0,24 78,48 21,28
Laki-Laki +
Perempuan
Male + Female
7-12 0,42 99,35 0,23 0,20 99,66 0,14 0,11 99,84 0,04
13-15 0,32 94,41 5,26 0,34 95,20 4,46 0,25 97,38 2,37
16-18 0,76 74,44 24,80 0,54 74,60 24,87 0,43 80,89 18,68
19-24 0,60 28,67 70,73 0,51 29,45 70,04 0,53 32,93 66,54
7-24 0,51 73,33 26,16 0,37 73,92 25,71 0,31 76,76 22,94
Catatan/Notes:
1. Tidak/Belum Pernah Sekolah / No schooling
2. Masih Sekolah / Attending school
3. Tidak Sekolah lagi / Not attending school anymore
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 111


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Taman Kanak-Kanak (TK)
Tabel Negeri Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Table 4.1.4 Number of school, class, teacher and student of state kindergarten (TK) by
Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 1 0 6 35
2. Aceh Singkil 2 2 12 39
3. Aceh Selatan 13 37 84 1 140
4. Aceh Tenggara 8 16 29 325
5. Aceh Timur 23 26 109 1 051
6. Aceh Tengah 8 12 36 214
7. Aceh Barat 2 10 18 118
8. Aceh Besar 3 1 10 69
9. Pi d i e 17 43 102 996
10. Bireuen 3 3 16 135
11. Aceh Utara 40 123 267 2 207
12. Aceh Barat Daya 1 0 11 95
13. Gayo Lues 6 7 22 196
14. Aceh Tamiang 11 46 60 563
15. Nagan Raya ... ... ... ...
16. Aceh Jaya 10 25 41 546
17. Bener Meriah 2 6 8 121
18. Pidie Jaya 3 7 16 136
19. Banda Aceh 5 21 39 291
20. Sabang 8 13 38 302
21. Langsa 6 19 40 442
22. Lhokseumawe 5 17 32 384
23. Subulussalam 4 10 19 181
2014/2015 181 444 1 015 9 586

2013/2014 177 431 982 9 674


Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

112 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Taman Kanak-Kanak (TK)
Tabel Swasta Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
Table 4.1.5 Number of school, class, teacher, and student of private kindergarten (TK)
by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 55 159 214 1 937
2. Aceh Singkil 62 360 422 3 191
3. Aceh Selatan 81 160 241 3 834
4. Aceh Tenggara 32 66 98 1 536
5. Aceh Timur 41 225 266 1 916
6. Aceh Tengah 96 155 251 3 033
7. Aceh Barat 137 268 405 4 472
8. Aceh Besar 4 101 105 217
9. Pi d i e 61 154 215 3 530
10. Bireuen 110 339 449 6 104
11. Aceh Utara 122 204 326 4 437
12. Aceh Barat Daya 35 80 115 2 174
13. Gayo Lues 10 11 21 533
14. Aceh Tamiang 121 297 418 4 304
15. Nagan Raya ... ... ... ...
16. Aceh Jaya 34 71 105 1 505
17. Bener Meriah 91 122 213 2 635
18. Pidie Jaya 48 100 148 1 831
19. Banda Aceh 75 340 415 6 769
20. Sabang 6 5 11 537
21. Langsa 17 72 89 1 061
22. Lhokseumawe 43 113 156 2 624
23. Subulussalam 27 78 105 1 157
2014/2015 1 308 3 480 4 788 59 337
2013/2014 1 595 4 290 7 708 72 856
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 113


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Dasar (SD)
Tabel Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.6
Table Number of school, class, teacher and student of state elementary school
by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 114 713 1 559 11 180
2. Aceh Singkil 101 675 1 149 15 713
3. Aceh Selatan 200 1 221 2 900 20 726
4. Aceh Tenggara 141 934 1 582 20 646
5. Aceh Timur 276 2 024 3 838 44 595
6. Aceh Tengah 183 1 149 2 161 18 905
7. Aceh Barat 150 965 2 154 16 590
8. Aceh Besar 201 1 383 2 651 26 833
9. Pi d i e 273 1 823 4 334 35 379
10. Bireuen 227 1 588 4 064 31 901
11. Aceh Utara 355 2 640 6 169 59 944
12. Aceh Barat Daya 107 643 1 477 12 711
13. Gayo Lues 82 538 842 9 720
14. Aceh Tamiang 152 1 207 2 020 29 551
15. Nagan Raya 132 821 1 590 14 931
16. Aceh Jaya 98 598 961 8 067
17. Bener Meriah 124 786 1 485 13 930
18. Pidie Jaya 89 589 1 865 11 818
19. Banda Aceh 71 647 1 088 17 791
20. Sabang 24 172 407 3 527
21. Langsa 57 542 1 079 14 295
22. Lhokseumawe 58 640 1 254 16 901
23. Subulussalam 114 713 1 559 11 180
2014/2015 3 290 22 842 47 637 467 281
2013/2014 3 272 23 225 45 672 478 078
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

114 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Dasar (SD)
Tabel Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.7
Table Number of school, class, teacher and student of private elementary school
by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 1 3 8 7
2. Aceh Singkil 4 36 51 1 091
3. Aceh Selatan 2 8 16 157
4. Aceh Tenggara 21 138 193 2 767
5. Aceh Timur 2 18 29 476
6. Aceh Tengah 4 38 88 862
7. Aceh Barat 4 20 43 314
8. Aceh Besar 7 77 139 1 821
9. Pi d i e 4 43 86 972
10. Bireuen 4 19 49 502
11. Aceh Utara 8 62 115 1 209
12. Aceh Barat Daya - - - -
13. Gayo Lues 4 29 68 758
14. Aceh Tamiang 9 69 115 1 542
15. Nagan Raya 2 9 23 121
16. Aceh Jaya - - - -
17. Bener Meriah - - - -
18. Pidie Jaya 1 12 32 258
19. Banda Aceh 12 123 231 3 257
20. Sabang 1 6 13 168
21. Langsa 4 29 53 561
22. Lhokseumawe 7 42 85 867
23. Subulussalam 2 6 16 77
2014/2015 103 787 1 453 17 787
2013/2014 130 846 1 465 18 658
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 115


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah
Tabel Pertama (SMP) Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.8
Table Number of school, class , teacher and student of state junior high schools
(SMP) by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 38 189 498 4 414
2. Aceh Singkil 29 192 483 5 212
3. Aceh Selatan 46 377 972 9 486
4. Aceh Tenggara 36 299 689 8 185
5. Aceh Timur 67 533 1 459 13 812
6. Aceh Tengah 43 299 1 022 6 745
7. Aceh Barat 38 241 784 5 645
8. Aceh Besar 47 353 1 231 8 357
9. Pi d i e 52 581 1 835 13 578
10. Bireuen 62 615 2 130 15 265
11. Aceh Utara 95 868 2 783 23 255
12. Aceh Barat Daya 24 225 553 5 722
13. Gayo Lues 26 151 350 3 809
14. Aceh Tamiang 48 412 1 024 11 017
15. Nagan Raya 33 265 680 6 583
16. Aceh Jaya 30 129 413 2 569
17. Bener Meriah 41 205 808 4 205
18. Pidie Jaya 23 197 895 4 604
19. Banda Aceh 19 309 718 8 174
20. Sabang 8 59 256 1 168
21. Langsa 14 255 620 6 831
22. Lhokseumawe 17 279 666 7 828
23. Subulussalam 15 120 280 3 302
2014/2015 851 7 153 21 149 179 766
2013/2014 822 8 612 19 228 182 054
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

116 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah
Tabel Pertama (SMP) Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.9
Table Number of school, class, teacher and student of private junior high schools
(SMP) by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 1 3 7 18
2. Aceh Singkil 5 37 85 1 140
3. Aceh Selatan 6 20 96 436
4. Aceh Tenggara 24 96 309 2 246
5. Aceh Timur 5 20 76 495
6. Aceh Tengah 3 7 53 129
7. Aceh Barat 7 26 127 568
8. Aceh Besar 20 90 320 2 046
9. Pi d i e 6 40 147 988
10. Bireuen 12 104 321 3 103
11. Aceh Utara 24 117 552 3 015
12. Aceh Barat Daya 4 16 84 410
13. Gayo Lues 3 15 40 384
14. Aceh Tamiang 9 50 146 1 408
15. Nagan Raya 3 10 29 241
16. Aceh Jaya 4 19 63 449
17. Bener Meriah 9 51 174 1 243
18. Pidie Jaya 5 16 85 364
19. Banda Aceh 12 58 216 1 353
20. Sabang 1 8 18 155
21. Langsa 2 6 22 98
22. Lhokseumawe 4 15 81 368
23. Subulussalam 4 33 73 969
2014/2015 173 857 3 124 21 626
2013/2014 179 901 2 874 21 849
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 117


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Atas
Tabel (SMA) Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.10
Table Number of school, class , teacher and student of state senior high schools
(SMA) by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 22 140 356 3 502
2. Aceh Singkil 11 114 246 3 521
3. Aceh Selatan 27 275 713 6 914
4. Aceh Tenggara 19 197 526 6 074
5. Aceh Timur 23 274 799 7 454
6. Aceh Tengah 18 195 528 4 646
7. Aceh Barat 17 177 431 4 671
8. Aceh Besar 28 271 827 6 150
9. Pi d i e 23 381 1 100 9 961
10. Bireuen 24 353 1 195 9 450
11. Aceh Utara 36 473 1 373 12 611
12. Aceh Barat Daya 13 173 435 4 798
13. Gayo Lues 12 109 248 2 926
14. Aceh Tamiang 15 255 599 7 403
15. Nagan Raya 17 179 437 4 861
16. Aceh Jaya 11 79 213 1 621
17. Bener Meriah 15 148 470 3 280
18. Pidie Jaya 10 143 529 3 459
19. Banda Aceh 16 285 740 7 784
20. Sabang 2 35 131 909
21. Langsa 5 131 299 3 911
22. Lhokseumawe 8 158 429 4 296
23. Subulussalam 7 70 152 2 160
2014/2015 379 4 615 12 779 122 362
2013/2014 344 2 902 12 091 127 198
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

118 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah Atas
Tabel (SMA) Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.11
Table Number of school, class, teacher and student of private senior high schools
(SMA) by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 1 3 10 28
2. Aceh Singkil 2 8 28 220
3. Aceh Selatan 4 16 74 357
4. Aceh Tenggara 9 40 98 1116
5. Aceh Timur 5 19 87 457
6. Aceh Tengah 2 5 22 95
7. Aceh Barat 4 20 69 440
8. Aceh Besar 12 53 214 1146
9. Pi d i e 4 25 68 473
10. Bireuen 6 61 137 1684
11. Aceh Utara 15 54 281 1334
12. Aceh Barat Daya 2 6 30 229
13. Gayo Lues 1 3 13 70
14. Aceh Tamiang 5 17 76 327
15. Nagan Raya 2 3 11 28
16. Aceh Jaya 3 17 52 273
17. Bener Meriah 5 22 85 425
18. Pidie Jaya - - - -
19. Banda Aceh 14 83 278 1439
20. Sabang 1 4 21 67
21. Langsa 3 22 76 508
22. Lhokseumawe 2 11 40 213
23. Subulussalam 5 23 74 633
2014/2015 107 515 1 844 11 562
2013/2014 119 315 2 045 12 995
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 119


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah
Tabel Kejuruan (SMK) Negeri, Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
4.1.12
Table Number of school, class, teacher and student of state vocatinal high
schools by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 6 51 132 802
2. Aceh Singkil 4 25 56 668
3. Aceh Selatan 9 80 255 1 462
4. Aceh Tenggara 6 57 167 1 437
5. Aceh Timur 11 114 320 2 393
6. Aceh Tengah 4 74 166 1 854
7. Aceh Barat 10 107 313 2 095
8. Aceh Besar 7 92 245 1 684
9. Pi d i e 6 80 229 2 285
10. Bireuen 8 119 414 2 395
11. Aceh Utara 12 135 457 3 106
12. Aceh Barat Daya 5 50 142 1 021
13. Gayo Lues 2 22 53 384
14. Aceh Tamiang 5 97 249 2 140
15. Nagan Raya 2 18 50 362
16. Aceh Jaya 6 35 94 523
17. Bener Meriah 3 32 100 643
18. Pidie Jaya 4 49 149 784
19. Banda Aceh 5 110 277 2 462
20. Sabang 1 18 43 189
21. Langsa 6 136 351 2 906
22. Lhokseumawe 8 148 475 3 956
23. Subulussalam 4 43 99 1 410
2014/2015 134 1 692 4 836 36 961
2013/2014 113 1 530 4 384 35 605
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

120 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Sekolah Menengah
Tabel Kejuruan (SMK) Swasta, Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
4.1.13
Table Number of school, class, teacher and student of private vocatinal high
schools by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue - - - -
2. Aceh Singkil 2 3 24 71
3. Aceh Selatan 2 9 37 225
4. Aceh Tenggara 9 27 107 507
5. Aceh Timur 1 4 19 45
6. Aceh Tengah 1 2 23 23
7. Aceh Barat 1 3 25 42
8. Aceh Besar 2 8 30 142
9. Pi d i e 5 33 148 643
10. Bireuen 3 17 69 330
11. Aceh Utara 7 33 127 757
12. Aceh Barat Daya - - - -
13. Gayo Lues - - - -
14. Aceh Tamiang 3 14 42 254
15. Nagan Raya 2 12 28 247
16. Aceh Jaya 1 6 15 71
17. Bener Meriah 1 7 24 75
18. Pidie Jaya 1 3 22 11
19. Banda Aceh 3 18 142 352
20. Sabang - - - -
21. Langsa 3 9 43 160
22. Lhokseumawe 5 27 124 353
23. Subulussalam - - - -
2014/2015 52 235 1 049 4 308
2013/2014 53 233 1 033 5 253
Sumber : Dinas Pendidikan Aceh
Source : Education Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 121


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Ibtidaiyah
Tabel (MI) Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.14
Table Number of school, class, teacher and student of state madrasah ibtidaiyah
by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 5 32 73 786
2. Aceh Singkil 1 6 18 346
3. Aceh Selatan 27 190 486 3 414
4. Aceh Tenggara 11 97 258 2 794
5. Aceh Timur 33 313 565 9 179
6. Aceh Tengah 19 153 448 4 352
7. Aceh Barat 24 193 468 4 524
8. Aceh Besar 47 497 1 117 12 234
9. Pi d i e 53 463 1 293 1 167
10. Bireuen 55 571 1 315 16 008
11. Aceh Utara 36 379 900 10 491
12. Aceh Barat Daya 15 112 276 2 482
13. Gayo Lues 4 27 65 676
14. Aceh Tamiang 10 88 172 2 929
15. Nagan Raya 14 105 285 2 423
16. Aceh Jaya 14 93 189 1 853
17. Bener Meriah 16 119 329 2 986
18. Pidie Jaya 23 189 483 495
19. Banda Aceh 11 221 389 8 251
20. Sabang 3 28 52 577
21. Langsa 5 99 163 3 366
22. Lhokseumawe 5 98 172 3 403
23. Subulussalam 2 17 25 500
2014/2015 433 4 090 9 541 95 236

2013/2014 433 4 090 9 783 105 425


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

122 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Ibtidaiyah
Tabel (MI) Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.15
Table Number of school, class, teacher and student of private madrasah
ibtidaiyah by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 8 48 66 558
2. Aceh Singkil 6 24 52 351
3. Aceh Selatan 9 54 100 627
4. Aceh Tenggara 16 102 262 1 964
5. Aceh Timur 15 85 179 1 906
6. Aceh Tengah 11 67 157 719
7. Aceh Barat 11 64 159 942
8. Aceh Besar 4 25 69 479
9. Pi d i e 8 53 164 1 248
10. Bireuen 3 25 45 574
11. Aceh Utara 10 54 154 1 071
12. Aceh Barat Daya 5 17 52 409
13. Gayo Lues 6 36 65 450
14. Aceh Tamiang 12 60 125 1 155
15. Nagan Raya 5 29 75 391
16. Aceh Jaya 6 31 53 400
17. Bener Meriah 6 30 103 575
18. Pidie Jaya 1 6 19 92
19. Banda Aceh 3 19 45 555
20. Sabang 2 12 28 159
21. Langsa 4 44 77 1 297
22. Lhokseumawe 4 34 71 871
23. Subulussalam 3 31 31 304
2014/2015 158 950 2 151 17 097

2013/2014 158 950 1 916 16 742


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 123


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Tsanawiyah
Tabel (MTs) Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.16
Table Number of school, class, teacher and student of private madrasah
ibtidaiyah by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 2 13 33 306
2. Aceh Singkil 1 12 27 329
3. Aceh Selatan 4 40 114 1 321
4. Aceh Tenggara 4 46 145 1 635
5. Aceh Timur 9 145 316 5 085
6. Aceh Tengah 7 75 195 2 359
7. Aceh Barat 7 68 164 2 191
8. Aceh Besar 8 96 296 2 993
9. Pi d i e 13 179 498 6 391
10. Bireuen 11 166 402 5 448
11. Aceh Utara 10 124 337 4 106
12. Aceh Barat Daya 4 48 98 1 682
13. Gayo Lues 1 10 27 305
14. Aceh Tamiang 3 40 77 1 244
15. Nagan Raya 2 21 55 608
16. Aceh Jaya 5 35 92 875
17. Bener Meriah 4 38 131 1 174
18. Pidie Jaya 5 90 227 2 459
19. Banda Aceh 4 74 173 2 768
20. Sabang 1 12 26 256
21. Langsa 1 21 40 742
22. Lhokseumawe 2 34 79 1 155
23. Subulussalam 1 13 22 482
2014/2015 109 1 400 3 574 45 914

2013/2014 110 1 400 4 205 44 918


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

124 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Tsanawiyah
Tabel (MTs) Swasta, Menurut Kabupaten/ Kota, 2014/2015
4.1.17
Table Number of school, class, teacher and student of private madrasah
tsanawiyah by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 9 28 96 629
2. Aceh Singkil 5 23 58 637
3. Aceh Selatan 19 85 358 2 178
4. Aceh Tenggara 16 56 236 1 478
5. Aceh Timur 18 90 301 3 017
6. Aceh Tengah 11 49 232 1 183
7. Aceh Barat 10 53 196 1 759
8. Aceh Besar 19 135 487 3 806
9. Pi d i e 19 73 430 2 084
10. Bireuen 14 74 323 2 554
11. Aceh Utara 45 171 837 4 770
12. Aceh Barat Daya 3 12 37 340
13. Gayo Lues 7 14 93 498
14. Aceh Tamiang 15 36 275 1 832
15. Nagan Raya 7 29 116 617
16. Aceh Jaya 3 9 30 147
17. Bener Meriah 13 41 196 1 431
18. Pidie Jaya 6 39 153 1 080
19. Banda Aceh 6 42 111 1 213
20. Sabang 1 3 17 52
21. Langsa 8 86 265 2 704
22. Lhokseumawe 17 105 429 3 390
23. Subulussalam 11 33 132 997
2014/2015 282 1 286 5 408 38 396

2013/2014 280 1 286 4 426 38 059


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 125


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Aliyah (MA)
Tabel Negeri, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.18
Table Number of school, class, teacher and student of state madrasah aliyah
Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 1 2 21 97
2. Aceh Singkil 1 10 23 264
3. Aceh Selatan 4 40 134 1 167
4. Aceh Tenggara 3 33 92 1 070
5. Aceh Timur 4 56 145 1 729
6. Aceh Tengah 3 47 139 1 386
7. Aceh Barat 3 36 101 1 095
8. Aceh Besar 6 72 207 1 752
9. Pi d i e 8 100 330 3 329
10. Bireuen 7 105 275 3 095
11. Aceh Utara 6 77 228 2 040
12. Aceh Barat Daya 1 14 26 477
13. Gayo Lues 1 9 26 239
14. Aceh Tamiang 2 21 59 587
15. Nagan Raya 1 12 33 341
16. Aceh Jaya 1 9 27 235
17. Bener Meriah 3 19 81 644
18. Pidie Jaya 4 52 150 1 525
19. Banda Aceh 3 54 146 1 719
20. Sabang 1 11 39 129
21. Langsa 2 40 95 1 051
22. Lhokseumawe 1 21 51 554
23. Subulussalam 2 15 48 474
2014/2015 68 855 2 476 24 999

2013/2014 68 855 2 984 23 837


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

126 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Sekolah, Rombel, Guru dan Murid pada Madrasah Aliyah (MA)
Tabel Swasta, Menurut Kabupaten/Kota, 2014/2015
4.1.19
Table Number of school, class, teacher and student of private madrasah
aliyah by Regency/City, 2014/2015

Kabupaten/Kota Sekolah Rombel Guru Murid


Regency/City School Class Teacher Student
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 5 14 55 217
2. Aceh Singkil 5 26 72 714
3. Aceh Selatan 8 37 155 776
4. Aceh Tenggara 10 34 150 830
5. Aceh Timur 10 36 157 1 009
6. Aceh Tengah 10 36 200 903
7. Aceh Barat 5 19 81 496
8. Aceh Besar 13 65 257 1 582
9. Pi d i e 6 28 126 656
10. Bireuen 9 44 177 1 467
11. Aceh Utara 19 88 432 2 519
12. Aceh Barat Daya 3 13 41 249
13. Gayo Lues 1 3 21 98
14. Aceh Tamiang 11 39 185 1 104
15. Nagan Raya 2 7 35 134
16. Aceh Jaya 5 23 80 355
17. Bener Meriah 7 18 112 663
18. Pidie Jaya 3 18 75 649
19. Banda Aceh 5 33 131 932
20. Sabang - - - -
21. Langsa 5 37 147 780
22. Lhokseumawe 8 50 207 1 457
23. Subulussalam 5 12 56 257
2014/2015 155 680 2 952 17 847

2013/2014 155 691 2 364 18 817


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 127


Jumlah Program Studi Menurut Fakultas dan Strata di Universitas
Tabel Syiah Kuala, 2014
4.1.20
Table Number of majors by faculty and degree in Syiah Kuala University, 2014

Jumlah Program Studi Jumlah


Fakultas Number of degree Profesi Spesialis
No
Faculty Number Specialist
D3 S1 S2 S3 of Profession
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Ekonomi/Economic 6 4 3 2 1 -
2. Kedokteran Hewan 1 1 1 - 1 -
Veterinary medicine
3. Hukum/Law - 1 1 1 - -
4. Teknik/Technique 4 8 5 1 - -
5. Pertanian/Agriculture 2 6 4 1 - -
6. Keguruan dan Ilmu - 18 7 1 - -
Pendidikan
Teacher training and
education
7. Kedokteran/Medical - 2 - - 1 3
8. Matematika dan Ilmu 2 7 4 1 - -
Pengetahuan Alam
Mathematics and natural
sciences
9. Ilmu Sosial dan Politik - 4 - - - -
Social and political sciences
10. Kelautan dan Perikanan - 3 - - - -
Maritime affairs and fisheries

11. Keperawatan - 1 1 - 1 -
12. Kedokteran Gigi - 1 - - 1 -
13. Magister Kebencanaan - - 1 - - -
Master of disaster
2014/2015 15 56 27 7 5 3
2013/2014 15 54 25 6 5 2
Sumber : Universitas Syiah Kuala
Source : Syiah Kuala University

128 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Mahasiswa yang Terdaftar Menurut Fakultas dan Strata di
Tabel Universitas Syiah Kuala, 2014
4.1.21
Table Number of students registered in Syiah Kuala University by faculty and
degree, 2014

D III S1
Fakultas
No Jumlah/ Jumlah/
Faculty L/M P/F L/M P/F
Total Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Ekonomi/Economic 649 739 1 093 1 093 1 073 2 166

2. Kedokteran Hewan 52 28 80 283 461 744


Veterinary medicine
3. Hukum/Law - - - 1 033 705 1 738
4. Teknik/Technique 501 153 654 2 063 1 033 3 096

5. Pertanian/Agriculture 134 74 208 1 179 941 2 120


6. Keguruan dan Ilmu Pendidikan - - - 1 899 4 649 6 548
Teacher training and education
7. Kedokteran/Medical - - - 378 859 1 237
8. Matematika dan Ilmu 204 99 303 447 901 1 348
Pengetahuan Alam
Mathematics and natural sciences

9. Ilmu Sosial dan Politik - - - 1 041 721 1 762


Social and political sciences
10. Kelautan dan Perikanan - - - 420 281 701
Maritime affairs and fisheries

11. Kedokteran Gigi - - - 102 311 413

12. Keperawatan - - - 112 515 627

Jumlah/Total 1 540 1 093 2 633 10 049 12 451 22 500


Sumber : Universitas Syiah Kuala
Source : Syiah Kuala University

Profile of Aceh Development 2015 129


Jumlah Mahasiswa yang Terdaftar pada Program Pascasarjana di
Tabel Universitas Syiah Kuala Keadaan 31 Desember 2014
4.1.22
Table Number of students registered at post graduate degree in Syiah Kuala
st
University, 31 December 2014

Program Studi Program L P Jumlah


No
Degree Program M F Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Ilmu Ekonomi S3 53 15 68
Doctorate of Economics
2. Ilmu Hukum S3 12 1 13
Doctorate of Jurisprudence
3. Ilmu Manajemen S3 8 6 14
Management Studies
4. Ilmu Pertanian S3 3 5 8
Doctorate of Agricultural Sciences
5. Pendidikan IPS S3 6 3 9
Doctorate of Social Sciences Education
6. Ilmu Teknik S3 3 - 3
Doctorate of Engineering
7. Matematika dan Aplikasi Sains S3 14 19 33
Doctorate of Mathematics and Science
Application
8. Magister Teknik Industri S2 6 2 8
Master in Industry Engineering
9. Magister Ilmu Ekonomi S2 192 84 276
Master in Economic Sciences
10. Magister Manajemen S2 517 216 733
Master of Management
11. Magister Akuntansi S2 130 145 275
Master of Accounting
12. Magister KSDL S2 92 54 146
Master KSDL

130 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.1.22

Program Studi Program L P Jumlah


No
Degree Programed M F Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
13. Magister Ilmu Hukum S2 185 73 258
Master of Legal Studies
14. Magister Administrasi S2 215 148 363
Pendidikan/Masters in Education
Administration
15. Magister Pend. Bahasa dan Sastra S2 31 68 99
Indonesia/Master of Indonesian
Language and Literature education
16. Magister Pend. Bahasa Inggris S2 93 177 270
Master of English Language Education
17. Magister Pendidikan Olahraga/ S2 97 12 109
Masters of Sports Education
18. Magister Teknik Sipil S2 238 88 326
Masters in Civil Engineering
19. Magister Teknik Kimia S2 51 39 90
Masters in Chemical Engineering
20. Magister Teknik Mesin S2 32 1 33
Masters in Mechanical Engineering
21. Magister Kesehatan Masyarakat S2 48 34 82
Masters of Veterinary Public Health
22. Magister Pendidikan Biologi S2 31 116 147
Masters of Biology Education
23. Magister Pend. Ilmu Pengetahuan S2 56 84 140
Alam/Master of Natural Sciences
Education
24. Magister Pendidikan Matematika S2 20 54 74
Masters of Mathematics Education
25. Magister Matematika S2 12 18 30
Masters of Mathematics

Profile of Aceh Development 2015 131


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.1.22

Program Studi Program L P Jumlah


No
Degree Programed M F Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
26. Magister Teknik Elektro S2 77 16 93
Master of Electrical Engineering
27. Magister Agroteknologi S2 32 22 54
Master of Agro tech
28. Magister Ilmu Keperawatan S2 12 52 64
Master of Nursing
29. Magister Kebencanaan S2 93 50 143
Masters of Disaster
30. Magister Peng. Sumberdaya Pesisir S2 26 11 37
Terpadu/Master of Integrated Coastal
Resource Development
31. Magister Agribisnis S2 16 17 33
Masters of Agribussiness
32. Magister Kimia/Master of Chemical S2 2 6 8

33. Magister Fisika/Master of Physics S2 6 3 9

Jumlah/Total 2 409 1 639 4 048


Sumber : Universitas Syiah Kuala
Source : Syiah Kuala University

132 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Jumlah Perpustakaan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
4.1.23
Table Number of library by Regency/City, 2014

Perpustakaan
Kabupaten/Kota Perpustakaan Umum
Perguruan Tinggi
Regency/City Public Library
College Library
(1) (2) (3)
1. Simeulue - 1
2. Aceh Singkil 1 3
3. Aceh Selatan 1 3
4. Aceh Tenggara 1 6
5. Aceh Timur 1 3
6. Aceh Tengah 1 6
7. Aceh Barat 1 6
8. Aceh Besar 1 3
9. Pi d i e 1 9
10. Bireuen 1 3
11. Aceh Utara 1 1
12. Aceh Barat Daya 1 3
13. Gayo Lues 1 1
14. Aceh Tamiang 1 1
15. Nagan Raya 1 1
16. Aceh Jaya 1 1
17. Bener Meriah 1 1
18. Pidie Jaya - 1
19. Banda Aceh 1 40
20. Sabang 1 1
21. Langsa 1 7
22. Lhokseumawe 1 12
23. Subulussalam 1 2
2014 21 115
2013 20 63

Profile of Aceh Development 2015 133


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.1.23

Perpustakaan Sekolah
Kabupaten/Kota Schools Library
Regency/City
SD SMP SMA MIN MTsN MAN Pesantren
(1) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Simeulue 113 41 26 13 11 1 1
2. Aceh Singkil 98 34 16 3 6 1 2
3. Aceh Selatan 167 51 33 36 25 4 12
4. Aceh Tenggara 154 59 34 27 21 3 0
5. Aceh Timur 269 71 43 46 27 4 3
6. Aceh Tengah 178 45 25 26 21 3 3
7. Aceh Barat 155 44 27 33 17 3 6
8. Aceh Besar 207 69 52 51 33 6 23
9. Pi d i e 276 58 56 61 32 8 25
10. Bireuen 228 74 38 58 26 7 34
11. Aceh Utara 352 118 64 43 55 6 3
12. Aceh Barat Daya 108 28 19 16 8 1 14
13. Gayo Lues 91 29 14 10 9 1 6
14. Aceh Tamiang 158 57 32 21 21 2 3
15. Nagan Raya 128 36 17 19 11 1 7
16. Aceh Jaya 91 33 13 20 7 1 1
17. Bener Meriah 116 51 27 21 16 3 1
18. Pidie Jaya 90 27 2 24 11 4 2
19. Banda Aceh 80 31 39 12 10 3 6
20. Sabang 28 9 4 5 2 1 2
21. Langsa 61 16 15 9 10 2 1
22. Lhokseumawe 61 21 18 8 19 1 25
23. Subulussalam 67 19 13 5 12 2 1
2014 3276 1021 627 567 410 68 181
2013 106 110 70 36 27 34 48

134 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.1.23

Perpustakaan Lainnya/Others Library


Kabupaten/Kota Rumah Jumlah
Instansi Ibadah Gampong Kecamatan Lapas Puskesmas
Regency/City Total
Agency Place Village Town Jail Clinic
Worship
(1) (11) (12) (13) (14) (15)
1. Simeulue 0 0 38 0 1 0 247
2. Aceh Singkil 1 1 50 1 1 0 221
3. Aceh Selatan 3 5 62 1 1 0 409
4. Aceh Tenggara 1 0 71 1 1 0 388
5. Aceh Timur 2 2 79 4 1 1 557
6. Aceh Tengah 2 2 56 1 1 1 374
7. Aceh Barat 2 5 67 2 1 1 374
8. Aceh Besar 3 6 96 1 2 1 556
9. Pi d i e 3 33 91 4 2 1 667
10. Bireuen 1 18 88 0 1 1 584
11. Aceh Utara 3 3 85 1 1 1 748
12. Aceh Barat Daya 2 10 60 1 0 0 280
13. Gayo Lues 0 9 42 1 1 5 221
14. Aceh Tamiang 1 5 60 1 1 1 371
15. Nagan Raya 0 3 56 1 0 0 283
16. Aceh Jaya 0 0 39 0 1 0 215
17. Bener Meriah 1 2 52 1 0 0 296
18. Pidie Jaya 1 0 48 1 0 0 211
19. Banda Aceh 25 7 49 1 2 1 315
20. Sabang 1 2 18 1 1 1 78
21. Langsa 2 1 44 1 1 0 179
22. Lhokseumawe 3 2 40 1 1 4 227
23. Subulussalam 0 1 38 1 0 0 164
2014 57 117 1 329 27 21 19 7 965
2013 55 32 1 148 ... ... 10 1 727
Sumber : Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh
Source : Archive and Library Board of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 135


Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Berdasarkan Status
Tabel Pendidikan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
4.1.24
Table Percentage of population 10 years and over by education status by
Regency/City, 2014

Tidak/Belum Masih Tidak Bersekolah


Kabupaten/Kota Pernah Sekolah Sekolah Lagi
Regency/City No/never Attending No attending
attended school School school anymore
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 0,18 26,57 73,24
2. Aceh Singkil 6,12 29,81 64,07
3. Aceh Selatan 5,06 23,73 71,22
4. Aceh Tenggara 3,00 31,33 65,67
5. Aceh Timur 2,53 25,08 72,39
6. Aceh Tengah 1,13 26,95 71,91
7. Aceh Barat 2,21 26,03 71,76
8. Aceh Besar 1,27 26,55 72,18
9. Pidie 3,91 24,34 71,76
10. Bireuen 0,67 25,46 73,87
11. Aceh Utara 2,22 27,81 69,97
12. Aceh Barat Daya 2,16 24,01 73,83
13. Gayo Lues 11,02 24,28 64,70
14. Aceh Tamiang 2,05 25,43 72,52
15. Nagan Raya 4,66 26,20 69,14
16. Aceh Jaya 3,96 19,80 76,24
17. Bener Meriah 1,78 23,31 74,92
18. Pidie Jaya 4,17 24,70 71,13
19. Banda Aceh 0,48 33,35 66,17
20. Sabang 1,39 19,69 78,92
21. Langsa 1,15 28,90 69,95
22. Lhokseumawe 0,70 29,16 70,14
23. Subulussalam 5,56 32,72 61,72
2014 2,49 26,56 70,94
2013 6,10 32,01 61,90
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

136 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk 10 Tahun Keatas Berdasarkan Pendidikan
Tabel Tertinggi yang Ditamatkan Menurut Kabupaten/Kota, 2014
4.1.25
Table Percentage of population 10 years and over by educational attainment
by Regency/City, 2014

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan


Educational Attainment
Kabupaten/Kota Belum/
Regency/City SD SLTP SLTA
Tdk Tamat SD
Elementary Junior high General senior high
Did not complete/no
School school school
yet elementary School
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 15,05 31,83 20,65 23,35
2. Aceh Singkil 30,53 22,57 18,67 21,06
3. Aceh Selatan 23,49 30,52 20,07 20,92
4. Aceh Tenggara 18,60 22,09 24,88 28,99
5. Aceh Timur 23,00 35,79 19,83 18,45
6. Aceh Tengah 12,24 25,58 21,69 31,97
7. Aceh Barat 16,96 27,32 21,28 26,25
8. Aceh Besar 14,19 20,13 21,17 34,43
9. Pi d i e 19,34 24,79 21,82 25,13
10. Bireuen 16,28 29,15 21,91 24,77
11. Aceh Utara 21,91 30,75 20,52 20,13
12. Aceh Barat Daya 2025 33,97 17,09 20,64
13. Gayo Lues 30,65 25,73 17,68 18,34
14. Aceh Tamiang 21,68 30,28 17,96 24,97
15. Nagan Raya 19,19 28,77 25,21 20,02
16. Aceh Jaya 17,40 33,15 22,33 20,33
17. Bener Meriah 14,59 27,43 24,63 25,90
18. Pidie Jaya 21,65 24,72 22,05 23,63
19. Banda Aceh 7,45 10,34 12,84 44,73
20. Sabang 11,92 20,44 20,87 31,90
21. Langsa 14,15 17,27 20,24 36,12
22. Lhokseumawe 12,88 21,80 17,59 36,70
23. Subulussalam 30,85 25,66 17,88 19,10
2014 18,52 26,50 20,43 26,15
2013 19,55 27,73 20,10 25,34

Profile of Aceh Development 2015 137


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.1.25

Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan


Educational Attainment
Kabupaten/Kota Diploma
Regency/City I/II/III/Akademi
D4/S1 S2/S3
DiplomaI/II/III/
Academy
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 4,52 4,60 0,00
2. Aceh Singkil 2,16 4,56 0,46
3. Aceh Selatan 2,51 2,44 0,05
4. Aceh Tenggara 2,08 3,37 0,00
5. Aceh Timur 1,34 1,51 0,07
6. Aceh Tengah 3,33 5,14 0,05
7. Aceh Barat 2,79 4,71 0,70
8. Aceh Besar 3,29 6,59 0,21
9. Pi d i e 2,89 5,87 0,16
10. Bireuen 3,32 4,46 0,11
11. Aceh Utara 2,91 3,70 0,09
12. Aceh Barat Daya 3,18 4,76 0,12
13. Gayo Lues 2,16 5,05 0,40
14. Aceh Tamiang 1,99 3,07 0,05
15. Nagan Raya 3,69 2,96 0,15
16. Aceh Jaya 2,85 3,93 0,00
17. Bener Meriah 2,73 4,72 0,00
18. Pidie Jaya 3,06 4,72 0,17
19. Banda Aceh 7,63 14,71 2,30
20. Sabang 5,33 9,54 0,00
21. Langsa 2,65 8,84 0,73
22. Lhokseumawe 3,20 7,34 0,48
23. Subulussalam 1,45 4,92 0,14
2014 3,04 5,07 0,29
2013 2,90 4,14 0,24
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

138 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Melek Huruf
Tabel Menurut Kabupaten/Kota, 2012-2014
4.1.26
Table Percentage of literate people aged 15 years and over by Regency/City,
2012-2014

Melek Huruf
Literate
Kabupaten/Kota
Regency/City
2012 2013 2014
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 99,29 99,79 99,96
2. Aceh Singkil 92,64 94,74 96,51
3. Aceh Selatan 93,27 94,90 96,91
4. Aceh Tenggara 96,77 98,08 99,26
5. Aceh Timur 97,54 97,85 98,68
6. Aceh Tengah 98,33 98,98 99,37
7. Aceh Barat 94,96 96,63 98,41
8. Aceh Besar 95,59 96,68 98,76
9. Pi d i e 95,24 94,16 96,93
10. Bireuen 97,65 98,25 99,09
11. Aceh Utara 96,43 97,09 98,70
12. Aceh Barat Daya 93,83 94,65 96,39
13. Gayo Lues 87,89 90,37 91,42
14. Aceh Tamiang 95,97 96,75 97,83
15. Nagan Raya 93,57 93,93 97,20
16. Aceh Jaya 95,30 95,67 97,40
17. Bener Meriah 97,78 98,73 98,81
18. Pidie Jaya 92,75 92,81 96,49
19. Banda Aceh 99,25 99,39 99,99
20. Sabang 98,25 98,71 98,75
21. Langsa 99,01 99,01 99,91
22. Lhokseumawe 98,17 99,41 99,84
23. Subulussalam 90,32 91,12 94,42
Jumlah
96,11 96,75 98,25
Total
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 139


Persentase Partisipasi Sekolah Menurut Kelompok Umur Sekolah dan
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
4.1.27
Table Percentage of school participation by school age group and
Regency/City, 2014

Kelompok Umur Sekolah


Kabupaten/Kota School Age Group
Regency/City
7-12 13-15 16-18
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 100,00 100,00 98,53
2. Aceh Singkil 99,63 100,00 88,67
3. Aceh Selatan 100,00 96,58 78,61
4. Aceh Tenggara 99,75 99,31 86,04
5. Aceh Timur 100,00 96,47 69,61
6. Aceh Tengah 100,00 99,30 85,27
7. Aceh Barat 100,00 99,21 87,19
8. Aceh Besar 100,00 96,66 86,52
9. Pi d i e 100,00 96,73 74,44
10. Bireuen 100,00 98,11 78,55
11. Aceh Utara 100,00 95,99 75,50
12. Aceh Barat Daya 99,52 96,29 81,71
13. Gayo Lues 99,18 97,95 85,55
14. Aceh Tamiang 99,52 96,80 77,60
15. Nagan Raya 100,00 98,93 87,02
16. Aceh Jaya 100,00 95,59 82,44
17. Bener Meriah 99,11 93,32 85,08
18. Pidie Jaya 99,57 96,25 80,65
19. Banda Aceh 100,00 97,82 80,95
20. Sabang 100,00 100,00 98,17
21. Langsa 99,56 97,54 82,48
22. Lhokseumawe 99,49 99,25 85,99
23. Subulussalam 99,56 99,36 91,93
2014 99,84 97,38 80,89
2013 99,66 95,20 74,60
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

140 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Partisipasi Murni Menurut Jenjang Pendidikan dan
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
4.1.28
Table Percentage of pure partisipation by education and Regency/City, 2014

Jenjang pendidikan
Kabupaten/Kota Education
Regency/City SD SLTA
SLTP
Elementary General senior
Junior high school
School high school
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 97,47 87,20 88,21
2. Aceh Singkil 98,41 86,40 69,86
3. Aceh Selatan 99,66 80,02 69,45
4. Aceh Tenggara 99,14 90,30 77,87
5. Aceh Timur 98,72 85,06 60,39
6. Aceh Tengah 96,39 87,37 73,18
7. Aceh Barat 99,75 82,33 73,09
8. Aceh Besar 98,70 84,78 74,96
9. Pi d i e 99,26 89,82 62,08
10. Bireuen 99,18 89,51 70,20
11. Aceh Utara 99,80 82,39 63,44
12. Aceh Barat Daya 97,02 87,02 72,68
13. Gayo Lues 98,56 88,66 76,35
14. Aceh Tamiang 96,00 77,61 61,67
15. Nagan Raya 94,64 86,50 75,21
16. Aceh Jaya 97,36 77,71 72,58
17. Bener Meriah 95,42 84,86 77,40
18. Pidie Jaya 93,12 83,42 70,47
19. Banda Aceh 96,33 86,19 58,41
20. Sabang 99,48 83,66 77,75
21. Langsa 92,85 78,28 68,10
22. Lhokseumawe 93,04 89,40 79,61
23. Subulussalam 97,63 84,71 80,60
2014 97,80 85,20 69,20
2013 96,99 82,58 63,31
Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 141


Jumlah Jamaah Haji Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin,
Tabel 2012-2014
4.2.1
Table Number of moslem pilgrims by Regency/City and sex, 20122014

Jumlah Jamaah/Number of Pilgrim


Kabupaten/Kota
Regency/City 2012 2013 2014
L/M P/F L/M P/F L/M P/F
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 9 10 13 16 10 12
2. Aceh Singkil 8 9 2 2 4 3
3. Aceh Selatan 51 77 45 69 42 75
4. Aceh Tenggara 33 62 31 42 19 30
5. Aceh Timur 92 127 52 93 59 89
6. Aceh Tengah 50 86 49 65 27 45
7. Aceh Barat 84 123 63 101 77 99
8. Aceh Besar 182 282 110 165 80 147
9. Pi d i e 156 275 103 191 82 149
10. Bireuen 96 145 100 155 106 170
11. Aceh Utara 170 233 149 212 153 211
12. Aceh Barat Daya 25 43 25 50 26 51
13. Gayo Lues 48 63 20 26 11 14
14. Aceh Tamiang 37 44 32 46 27 45
15. Nagan Raya 37 65 32 54 32 50
16. Aceh Jaya 26 29 17 17 16 31
17. Bener Meriah 36 61 19 30 23 33
18. Pidie Jaya 57 85 39 68
19. Banda Aceh 242 336 166 247 199 303
20. Sabang 20 35 8 13 38 46
21. Langsa 59 96 50 82 66 87
22. Lhokseumawe 97 138 82 123 89 135
23. Subulussalam - - 5 6 3 4
Jumlah / Total 1 558 2 339 1 230 1 890 1 228 1 897
Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

142 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Calon Haji yang Terdaftar Menurut Kabupaten/Kota, 2012-
Tabel 2014
4.2.2
Table Number of candidate hajj listed by Regency/City, 20122014

Kabupaten/Kota
2012 2013 2014
Regency/City
(1) (2) (3) (4)
1. Simeulue 365 408 481
2. Aceh Singkil 795 927 1 055
3. Aceh Selatan 1 705 1 950 2 296
4. Aceh Tenggara 1 156 1 311 1 606
5. Aceh Timur 2 713 3 142 3 778
6. Aceh Tengah 1 980 2 148 2 628
7. Aceh Barat 2 662 2 964 3 418
8. Aceh Besar 5 141 5 697 6 595
9. Pi d i e 6 193 6 827 7 869
10. Bireuen 4 175 4 820 5 693
11. Aceh Utara 5 786 6 437 7 758
12. Aceh Barat Daya 1 071 1 197 1 444
13. Gayo Lues 680 771 988
14. Aceh Tamiang 1 559 1 820 2 184
15. Nagan Raya 1 402 1 646 1 923
16. Aceh Jaya 502 633 823
17. Bener Meriah 1 495 1 637 2 043
18. Pidie Jaya 897 1 259 1 783
19. Banda Aceh 6 958 7 594 8 741
20. Sabang 534 629 740
21. Langsa 2 198 2 479 2 870
22. Lhokseumawe 2 932 3 263 3 859
23. Subulussalam - 80 194
Jumlah / Total 52 899 59 639 70 769
Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 143


Tabel Ongkos Naik Haji dan Ongkos Pendaftaran Haji, 2007-2014
4.2.3
Table Moslem pilgrim fee and registration fee, 2007-2014

Ongkos
Tahun Ongkos Naik Haji Pendaftaran Haji
Year Moslem Pilgrims Fee Registration Fee
(Rp)
(1) (2) (3)

2007 Biaya Operasional Arab Saudi =$ 2 822,80 20 000 000


Biaya Operasional Dalam Negeri = Rp 400 100,00

2008 Biaya Operasional Arab Saudi =$ 3 258,00 20 000 000


Biaya Operasional Dalam Negeri = Rp 501 000,00

2009 Biaya Operasional Arab Saudi =$ 3 243,00 20 000 000


Biaya Operasional Dalam Negeri = Rp 100 000,00

2010 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) = $ 3 147,00 25 000 000

2011 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) = $ 3 285,00 25 000 000

2012 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) = $ 3 328,00 25 000 000

2013 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) = $ 3 253,00 25 000 000

2014 Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) = 25 000 000

Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh


Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

144 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Tempat Ibadah Menurut Jenis Agama dalam Kabupaten/Kota,
Tabel 2014
4.2.4
Table Number of worship place by religion and Regency/City, 2014

Meunasah Gereja Vihara


Kabupaten/Kota Mesjid Pura
Small Church Monas-
Regency/City Mosque
mosque Katolik Kristen tery
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 163 239 - - - -
2. Aceh Singkil 142 153 - 3 - -
3. Aceh Selatan 261 412 - - - -
4. Aceh Tenggara 197 101 2 22 - -
5. Aceh Timur 355 559 - - - -
6. Aceh Tengah 240 425 1 1 - -
7. Aceh Barat 279 60 - - - 1
8. Aceh Besar 161 592 - - - 1
9. Pi d i e 181 994 - - - -
10. Bireuen 174 605 - 1 - -
11. Aceh Utara 337 358 - 1 - 1
12. Aceh Barat Daya 135 142 - 1 - -
13. Gayo Lues 148 115 - - - -
14. Aceh Tamiang 273 272 - - - -
15. Nagan Raya 233 292 - - - 5
16. Aceh Jaya 119 172 - - - -
17. Bener Meriah 140 201 - - - -
18. Pidie Jaya 73 267 - - - -
19. Banda Aceh 95 76 1 3 - 6
20. Sabang 20 69 1 1 - 1
21. Langsa 58 143 - 1 - 1
22. Lhokseumawe 49 69 1 2 - 1
23. Subulussalam 106 13 - - - -
Jumlah / Total 3 939 6 363 6 36 - 17
Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 145


Persentase Penduduk Menurut Pemeluk Agama dalam
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
4.2.5
Table Percentage of population by religion and Regency/City, 2014

Konghu
Protestan
Kabupaten/Kota Islam Katolik Hindu Budha Chu Jumlah
Protes-
Regency/City Moslem Catholic Hindu Buddha Konghu Total
tant
Chu
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Simeulue 99,731 0,224 0,011 0,003 0,030 0 100
2. Aceh Singkil 89,833 8,282 1,885 0 0 0 100

3. Aceh Selatan 99,944 0,015 0 0 0,041 0 100

4. Aceh Tenggara 87,612 10,537 1,851 0 0 0 100

5. Aceh Timur 99,989 0,004 0,001 0,001 0,006 0 100

6. Aceh Tengah 99,650 0,116 0,108 0,002 0,125 0 100

7. Aceh Barat 99,634 0,029 0,018 0,148 0,160 0 100

8. Aceh Besar 99,669 0,263 0 0,054 0,014 0 100

9. Pi d i e 99,971 0,015 0,006 0 0,008 0 100

10. Bireuen 99,959 0,016 0 0 0,025 0 100

11. Aceh Utara 99,967 0,005 0,011 0,002 0,015 0 100

12. Aceh Barat Daya 99,942 0,025 0,003 0,018 0,013 0 100

13. Gayo Lues 99,696 0,292 0,012 0 0 0 100

14. Aceh Tamiang 99,500 0,082 0,086 0,001 0,244 0,087 100

15. Nagan Raya 99,947 0,040 0 0,013 0 0 100

16. Aceh Jaya 99,957 0,035 0,001 0 0,007 0 100

17. Bener Meriah 99,868 0,083 0,010 0,005 0,033 0 100

18. Pidie Jaya 100,00 0,069 0 0 0 0 100

19. Banda Aceh 99,153 0,161 0,128 0,015 0,543 0 100

20. Sabang 98,049 0,517 0,426 0,061 0,948 0 100

21. Langsa 99,098 0,227 0,032 0,018 0,625 0 100

22. Lhokseumawe 99,173 0,379 0,090 0,006 0,352 0 100

23. Subulussalam 97,231 0,358 0,409 0 0,002 0 100

Provinsi Aceh 98,923 0,795 0,162 0,014 0,103 0,005 100


Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

146 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Pondok Pesantren, Santri dan Tenaga Pengajar Menurut
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
Table 4.2.6 Numbers of Islamic Training Center, student and teacher by
Regency/City, 2014

Santri
Kabupaten/Kota Pesantren Student Tengku
Regency/City Islamic T.C Teacher
L/M P/F Jlh/Tot
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 9 135 114 249 38
2. Aceh Singkil 9 1 070 1 158 2 228 155
3. Aceh Selatan 52 4 133 3 395 7 528 675
4. Aceh Tenggara 34 1 970 1 607 3 577 415
5. Aceh Timur 100 5 474 5 921 11 395 1 198
6. Aceh Tengah 20 1 236 920 2 156 33
7. Aceh Barat 76 4 722 3 659 8 381 832
8. Aceh Besar 146 12 262 9 229 21 491 2 510
9. Pi d i e 70 6 445 5 593 12 038 838
10. Bireuen 139 15 853 11 979 27 832 4 305
11. Aceh Utara 246 24 063 24 592 48 655 738
12. Aceh Barat Daya 28 1 251 1 311 2 562 287
13. Gayo Lues 22 1 353 1 116 2 469 244
14. Aceh Tamiang 33 1 641 1 588 3 229 319
15. Nagan Raya 23 1 390 1 488 2 878 239
16. Aceh Jaya 34 1 934 1 934 3 868 472
17. Bener Meriah 3 128 81 209 30
18. Pidie Jaya 63 5 815 5 122 10 937 931
19. Banda Aceh 26 2 401 1 789 4 190 418
20. Sabang 5 282 282 564 81
21. Langsa 14 2 121 1 873 3 994 175
22. Lhokseumawe 37 3 301 2 593 5 894 759
23. Subulussalam 13 1 382 1 468 2 850 214
2014 1 202 100 362 88 812 189 174 15 906
2013 1 210 53 765 50 164 103 929 9 101
Sumber : Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh
Source : Ministry of Religious Affair of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 147


Realisasi Penerimaan ZIS Baitul Mal Menurut Kabupaten/Kota
Tabel (Rupiah), 2014
Table 4.2.7 Realization of zakat, infaq, and others on Treasury by Regency/City
(rupiahs), 2014

Zakat Infak Lain-Lain Jumlah


Baitul Mal
Zakat Infaq Others Total
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 3 455 000 000,00 - - 3 455 000 000,00
2. Aceh Singkil 936 358 725,00 909 784 994,00 - 1 846 143 719,00
3. Aceh Selatan 2 689 957 259,00 1 518 791 441,00 9 155 311,00 4 217 904 011,00
4. Aceh Tenggara 4 347 873 000,00 - - 4 347 873 000,00
5. Aceh Timur 2 403 144 315,00 4 038 407 149,00 42 902 864,00 6 484 454 328,00
6. Aceh Tengah 13 212 300 069,00 601 238 826,00 1 100 000,00 13 814 638 895,00
7. Aceh Barat 8 700 264 765,95 1 439 797 933,93 - 10 140 062 699,88
8. Aceh Besar 14 180 290 862,67 634 688 822,00 - 14 814 979 684,67
9. Pi d i e 601 256 183,00 2 139 191 996,00 - 2 740 448 179,00
10. Bireuen 2 259 329 448,00 4 088 936 713,00 - 6 348 266 161,00
11. Aceh Utara 8 782 785 785,00 - - 8 782 785 785,00
12. Aceh Barat Daya 1 818 270 776,00 - - 1 818 270 776,00
13. Gayo Lues 842 495 800,00 893 215 972,00 343 831 719,00 2 079 543 491,00
14. Aceh Tamiang 1 440 396 270,00 2 229 627 811,00 - 3 670 024 081,00
15. Nagan Raya 4 006 400 000,00 - - 4 006 400 000,00
16. Aceh Jaya 1 266 014 121,00 2 145 297 078,00 - 3 411 311 199,00
17. Bener Meriah 6 932 944 653,00 - - 6 932 944 653,00
18. Pidie Jaya 1 601 738 800,00 899 228 554,00 - 2 500 967 054,00
19. Banda Aceh 15 264 336 141,00 471 706 871,00 179 535,00 15 736 222 547,00
20. Sabang 2 502 445 001,00 1 716 213 681,00 - 4 218 658 682,00
21. Langsa 3 108 044 639,00 1 434 729 378,00 - 4 542 774 017,00
22. Lhokseumawe 4 967 445 818,00 1 173 269 726,00 - 6 140 715 538,00
23. Subulussalam 1 579 223 510,00 397 628 290,00 - 1 976 851 800,00
Provinsi Aceh 25 265 866 981,25 21 600 956 235,00 661 811 673,05 47 528 634 889,30
Jumlah/Total 132 164 182 616,87 48 332 711 470,93 1 058 981 102,05 181 555 875 189,85
Sumber : Baitul Mal Aceh
Source : Treasury Aceh

148 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Jumlah Dayah Menurut Tipe dan Kabupaten/Kota, 2014
4.2.8
Table Number of dayah by type and regency/city, 2014

Kabupaten/Kota SALAFIYAH TERPADU Jumlah


Regency/City A B C Jumlah A B C Jumlah Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1. Simeulue - - 1 1 - - 1 1 2
2. Aceh Singkil 2 1 1 4 1 - - 1 5
3. Aceh Selatan 2 9 18 29 2 1 - 3 32
4. Aceh Tenggara 3 4 1 8 1 6 4 11 19
5. Aceh Timur 3 6 18 27 2 2 2 6 33
6. Aceh Tengah - - 7 7 - 5 1 6 13
7. Aceh Barat - 3 9 12 - 4 1 5 17
8. Aceh Besar 5 10 33 48 7 9 3 19 67
9. Pi d i e - 11 25 36 1 1 1 3 39
10. Bireuen 6 13 34 53 - 1 2 3 56
11. Aceh Utara 1 11 37 49 2 5 6 13 62
12. Aceh Barat Daya - 2 5 7 1 - 2 3 10
13. Gayo Lues - 3 6 9 1 - - 1 10
14. Aceh Tamiang 1 - - 1 - 2 1 3 4
15. Nagan Raya - - 2 2 - - - - 2
16. Aceh Jaya - 3 6 9 - - 2 2 11
17. Bener Meriah - - 2 2 4 3 5 12 14
18. Pidie Jaya 2 1 20 23 1 - - 1 24
19. Banda Aceh - 1 3 4 4 - - 4 8
20. Sabang - - 1 1 - 1 - 1 2
21. Langsa 1 2 3 6 1 - - 1 7
22. Lhokseumawe - 1 11 12 3 2 - 5 17
23. Subulussalam - 4 2 6 - 3 - 3 9
Jumlah / Total 26 85 245 356 31 45 31 107 463
Sumber : Badan Pembinaan Pendidikan Dayah
Source : Agency for Development of Education Dayah

Profile of Aceh Development 2015 149


Jumlah Tenaga Imuem Meunasah Menurut Kabupaten/Kota,
Tabel 2011-2014
4.2.9
Table Number of mosque leader by regency/city, 2011-2014

Kabupaten/Kota
2011 2012 2013 2014
Regency/City
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 139 139 139 32
2. Aceh Singkil 122 122 122 32
3. Aceh Selatan 248 248 248 59
4. Aceh Tenggara 385 385 385 64
5. Aceh Timur 512 512 512 87
6. Aceh Tengah 268 268 268 40
7. Aceh Barat 321 321 321 55
8. Aceh Besar 604 604 604 96
9. Pi d i e 730 730 730 98
10. Bireuen 609 609 609 93
11. Aceh Utara 853 853 853 110
12. Aceh Barat Daya 134 150 150 32
13. Gayo Lues 138 144 144 25
14. Aceh Tamiang 213 213 213 48
15. Nagan Raya 254 254 254 57
16. Aceh Jaya 172 172 172 34
17. Bener Meriah 232 232 232 40
18. Pidie Jaya 224 224 224 40
19. Banda Aceh 90 90 90 0
20. Sabang 18 18 18 8
21. Langsa 63 69 69 25
22. Lhokseumawe 68 69 69 20
23. Subulussalam 74 74 74 30
Jumlah / Total 6 471 6 500 6 500 1 125
Sumber : Dinas Syariat Islam
Source : Department of Islamic Law

150 Profil Pembangunan Aceh 2015


Target dan Realisasi Akseptor Baru dan Pemakai Sekarang dari Jumlah
Tabel PUS Per Kabupaten/Kota, 2014
4.3.1
Table Target and realization of new acceptors and current users (CU) of
eligible couples by Regency/City, 2014

Target/Target Realisasi/Realization
Kabupaten/Kota Akseptor Pemakai Akseptor
Jumlah PUS
Regency/City Baru Sekarang Baru
Total Eligible
New Current Users New
Couples
Acceptors (CU) Acceptors
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 2 621 1 386 14 494 1 332
2. Aceh Singkil 1 115 6 712 23 577 2 742
3. Aceh Selatan 6 974 22 503 38 844 6 578
4. Aceh Tenggara 6 441 11 681 31 206 9 848
5. Aceh Timur 10 481 28 806 78 377 12 541
6. Aceh Tengah 6 977 22 416 30 713 8 144
7. Aceh Barat 5 393 20 546 14 342 4 136
8. Aceh Besar 11 182 35 646 66 625 7 094
9. Pi d i e 12 224 33 825 70 869 16 936
10. Bireuen 10 632 29 538 67 780 15 210
11. Aceh Utara 15 297 36 351 84 918 12 833
12. Aceh Barat Daya 2 387 15 870 28 890 3 809
13. Gayo Lues 2 879 8 290 10 821 1 808
14. Aceh Tamiang 8 208 29 436 53 247 9 711
15. Nagan Raya 4 617 29 479 54 901 5 638
16. Aceh Jaya 2 615 8 886 15 455 3 106
17. Bener Meriah 4 707 16 197 28 092 2 499
18. Pidie Jaya 4 151 12 001 23 936 8 745
19. Banda Aceh 5 684 15 063 32 745 10 236
20. Sabang 1 229 3 196 6 623 1 058
21. Langsa 4 241 11 761 23 721 6 237
22. Lhokseumawe 4 778 15 318 26 709 3 977
23. Subulussalam 2 154 5 790 12 163 1 643
2014 136 987 420 697 839 048 155 861
2013 150 941 476 927 853 035 177 679

Profile of Aceh Development 2015 151


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.1

Realisasi/Realization
Kabupaten/Kota % Aks. Baru Thd
Pemakai % CU Thd Target
Target
Regency/City Sekarang/Current %Current users to CU/PUS
% New acceptors
Users (CU) the target
to the target
(1) (6) (7) (8) (9)
1. Simeulue 50,82 7 853 566,59 54,18
2. Aceh Singkil 245,92 15 130 225,42 64,17
3. Aceh Selatan 94,32 26 856 119,34 69,14
4. Aceh Tenggara 152,90 22 638 193,80 72,54
5. Aceh Timur 119,65 56 302 195,45 71,83
6. Aceh Tengah 116,73 27 467 122,53 89,43
7. Aceh Barat 76,69 13 231 64,40 92,25
8. Aceh Besar 63,44 53 006 148,70 79,56
9. Pi d i e 138,55 48 990 144,83 69,13
10. Bireuen 143,06 55 652 188,41 82,11
11. Aceh Utara 83,89 58 389 160,63 68,76
12. Aceh Barat Daya 159,57 23 426 147,61 81,09
13. Gayo Lues 62,80 8 874 107,04 82,01
14. Aceh Tamiang 118,31 43 918 149,20 82,48
15. Nagan Raya 122,11 47 979 162,76 87,39
16. Aceh Jaya 118,78 11 175 125,76 72,31
17. Bener Meriah 53,09 23 899 147,55 85,07
18. Pidie Jaya 210,67 18 495 154,11 77,27
19. Banda Aceh 180,08 24 803 164,66 75,75
20. Sabang 86,09 4 974 155,63 75,10
21. Langsa 147,06 17 272 146,86 72,81
22. Lhokseumawe 83,24 20 080 131,09 75,18
23. Subulussalam 76,28 9 000 155,44 73,99
2014 113,78 639 409 151,99 76,21
2013 117,72 671 861 140,87 78,76
Catatan/Notes : PUS = Pasangan Usia Subur/Eligible couples
Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh
Source : Population and Family Planning Board of Aceh Province

152 Profil Pembangunan Aceh 2015


Perkembangan Target dan Realisasi Akseptor Baru dan Pemakai
Tabel Sekarang, 2004-2014
4.3.2
Table Trend of target and realization of new acceptors and current users (CU)
of eligible couples, 2004-2014

Target/Target Realisasi/Realization

Tahun Akseptor Pemakai Akseptor


Year Baru Sekarang Baru Persentase
New Current New Percentage
Acceptors Users (CU) Acceptors
(1) (2) (3) (4) (5)

2004 113 260 336 820 43 683 38,57

2005 106 150 445 749 118 375 111,52

2006 81 400 296 250 127 978 157,22

2007 114 800 304 250 108 898 94,86

2008 132 350 315 900 132 475 100.09

2009 145 148 452 755 179 350 123,56

2010 158 744 615 250 197 786 124,59

2011 149 527 652 340 182 619 122,13

2012 162 010 460 180 186 758 115,28

2013 150 941 476 927 177 679 117,71

2014 136 987 420 697 155 861 113,78

Profile of Aceh Development 2015 153


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.2

Target/Target

Tahun
Year Pemakai Sekarang PUS Jumlah PUS
Current Users (CU) Elcos (%) Total Elcos

(1) (6) (7) (8)

2004 305 323 45,48 671 354

2005 377 995 42,32 893 100

2006 392 501 57,27 685 400

2007 422 286 60,98 692 500

2008 496 366 71,02 698 900

2009 558 237 80,65 692 200

2010 593 025 73,45 807 400

2011 606 081 74,99 808 235

2012 652 598 78,76 828 600

2013 671 861 78,76 853 035

2014 639 409 76,21 839 048


Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh
Source : Population and Family Planning Board of Aceh Province

154 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Jumlah PKBRS Dan KKB Menurut Kabupaten/Kota, 2012-2014
4.3.3
Table Number of PKBRS and KKB by Regency/City, 2012-2014

Kabupaten/Kota 2012 2013 2014


Regency/City PKBRS KKB PKBRS KKB PKBRS KKB
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 1 14 1 25 1 28
2. Aceh Singkil 1 55 1 39 1 40
3. Aceh Selatan 0 39 3 28 3 28
4. Aceh Tenggara 1 43 4 67 4 74
5. Aceh Timur 2 30 3 54 3 55
6. Aceh Tengah 3 40 2 32 2 32
7. Aceh Barat 1 61 3 50 3 50
8. Aceh Besar 1 26 4 65 4 60
9. Pi d i e 2 53 4 41 4 41
10. Bireuen 1 11 2 55 2 57
11. Aceh Utara 1 53 1 42 1 42
12. Aceh Barat Daya - 41 1 14 0 13
13. Gayo Lues - 18 0 11 0 11
14. Aceh Tamiang 2 22 2 41 2 41
15. Nagan Raya 1 64 1 29 1 29
16. Aceh Jaya 1 21 1 39 1 41
17. Bener Meriah 2 33 2 20 2 20
18. Pidie Jaya - 24 1 21 1 21
219. Banda Aceh 9 19 38 72 38 76
20. Sabang 3 39 3 22 3 23
21. Langsa 3 29 5 23 5 23
22. Lhokseumawe 4 38 5 37 5 38
23. Subulussalam - 5 0 5 0 5
Jumlah/Total 39 778 87 832 86 848
Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh
Source : Population and Family Planning Board of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 155


Perkembangan POS KBG dan Jumlah Kelompok Akseptor Menurut
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
Table 4.3.4 Number of KBG Post and number of groups of acceptors by
Regency/City, 2014

Sub POS Kelompok


Kabupaten/Kota POS KBG KBG Akseptor
BKB
Regency/City KBG post KBG sub Group of
post acceptor
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 138 410 0 0
2. Aceh Singkil 120 91 11 20
3. Aceh Selatan 260 520 156 4
4. Aceh Tenggara 385 315 28 22
5. Aceh Timur 260 520 301 6
6. Aceh Tengah 287 875 82 22
7. Aceh Barat 322 175 19 26
8. Aceh Besar 604 412 206 91
9. Pi d i e 730 786 9 86
10. Bireuen 609 356 13 18
11. Aceh Utara 852 635 0 68
12. Aceh Barat Daya 132 132 103 86
13. Gayo Lues 144 476 193 42
14. Aceh Tamiang 213 185 0 19
15. Nagan Raya 253 165 0 56
16. Aceh Jaya 172 172 4 36
17. Bener Meriah 232 173 258 112
18. Pidie Jaya 222 315 259 38
19. Banda Aceh 81 359 124 45
20. Sabang 18 42 30 21
21. Langsa 66 66 64 38
22. Lhokseumawe 68 92 0 80
23. Subulussalam 82 19 60 22
2014 6 250 7 291 1 920 958
Jumlah
2013 6 643 6 554 2 417 1 238
Total
2012 6 591 6 113 2 953 2 736
2011 6 470 5 241 2 064 2 635
Sumber : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh
Source : Population and Family Planning Board of Aceh Province

156 Profil Pembangunan Aceh 2015


Realisasi Akseptor Menurut Metode Kontrasepsi dan
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
4.3.5
Table Realization of acceptors by contracepcy method and Regency/City,
2014

Jumlah Akseptor Baru Menurut Metode


Number of new acceptor by method
Kabupaten/Kota
Regency/City Pil Kondom Suntikan Lainnya Jumlah
IUD Implant
Tablet Condom Injection Others Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)


1. Simeulue 161 12 51 154 954 0 1 332
2. Aceh Singkil 1 206 69 308 88 1 020 51 2 742
3. Aceh Selatan 1 968 165 528 200 3 598 119 6 578
4. Aceh Tenggara 3 703 538 1 136 785 3 528 104 9 848
5. Aceh Timur 5 904 128 877 246 5 351 35 12 541
6. Aceh Tengah 3 142 263 599 440 3 586 114 8 144
7. Aceh Barat 1 024 248 357 233 2 151 123 4 136
8. Aceh Besar 2 263 244 799 407 3 352 29 7 094
9. Pi d i e 6 904 125 1 945 116 7 782 64 16 936
10. Bireuen 5 860 380 1 693 315 6 887 75 15 210
11. Aceh Utara 5 699 229 1 109 132 5 623 41 12 833
12. Aceh Barat Daya 1 045 102 548 176 1 932 6 3 809
13. Gayo Lues 669 45 33 97 961 3 1 808
14. Aceh Tamiang 4 049 498 728 393 3 874 169 9 711
15. Nagan Raya 1 968 204 926 285 2 156 99 5 638
16. Aceh Jaya 1 260 63 354 28 1 397 4 3 106
17. Bener Meriah 643 147 106 254 1 189 160 2 499
18. Pidie Jaya 3 265 130 956 132 4 255 7 8 745
19. Banda Aceh 2 658 945 770 268 5 448 147 10 236
20. Sabang 411 9 175 56 401 6 1 058
21. Langsa 2 623 206 536 211 2 535 126 6 237
22. Lhokseumawe 1 878 87 309 44 1 538 121 3 977
23. Subulussalam 508 98 109 214 706 8 1 643
2014 58 811 4 935 14 952 5 274 70 278 1 611 155 861
Jumlah 2013 70 640 5 007 18 143 4 578 77 786 1 540 177 694
Total 2012 68 036 6 629 23 357 6 325 80 874 ... 185 221
2011 68 175 5 547 20 875 6 169 80 578 ... 182 619

Profile of Aceh Development 2015 157


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.5

Jumlah Peserta Aktif Menurut Metode


Kabupaten/Kota Number of Current Users (CU) by method
Regency/City Pil Kondom Suntikan Lainnya Jumlah
IUD Implant
Tablet Condom Injection Others Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Simeulue 3 782 127 187 672 3 069 16 7 853
2. Aceh Singkil 4 534 2 288 875 939 6 215 279 15 130
3. Aceh Selatan 8 729 597 2 750 1 124 13 341 315 26 856
4. Aceh Tenggara 7 426 991 3 414 1 776 8 051 980 22 638
5. Aceh Timur 26 702 991 4 556 1 470 22 266 317 56 302
6. Aceh Tengah 11 907 1 322 2 005 1 614 10 399 220 27 467
7. Aceh Barat 4 936 391 2 432 1 236 4 218 18 13 231
8. Aceh Besar 19 783 1 875 3 465 1 740 25 751 392 53 006
9. Pi d i e 18 580 760 4 813 611 23 963 263 48 990
10. Bireuen 22 730 1 315 4 456 898 25 960 293 55 652
11. Aceh Utara 28 434 813 4 831 822 23 121 368 58 389
12. Aceh Barat Daya 8 404 310 2 292 454 11 869 97 23 426
13. Gayo Lues 2 340 290 335 264 5 606 39 8 874
14. Aceh Tamiang 21 584 1 962 3 173 947 15 320 932 43 918
15. Nagan Raya 15 863 1 339 5 432 3 409 21 277 659 47 979
16. Aceh Jaya 3 028 320 1 807 277 5 714 29 11 175
17. Bener Meriah 9 212 647 1 475 1 728 10 644 193 23 899
18. Pidie Jaya 5 291 305 1 807 430 10 555 107 18 495
19. Banda Aceh 8 265 3 127 1 675 427 10 976 333 24 803
20. Sabang 2 007 117 484 263 1 972 131 4 974
21. Langsa 8 437 615 1 631 386 5 911 292 17 272
22. Lhokseumawe 7 153 745 1 936 376 9 564 306 20 080
23. Subulussalam 2 502 201 924 382 4 823 168 9 000
2014 251 629 21 448 56 755 22 245 280 585 6 747 639 409
Jumlah 2013 263 343 22 275 61 150 21 198 297 239 6 656 665 756
Total 2012 249 616 19 386 59 691 19 148 298 625 ... 639 666
2011 244 585 15 572 54 955 15 273 270 644 ... 606 081
Sumber : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi Aceh
Source : Population and Family Planning Board of Aceh Province

158 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Selama
Tabel Sebulan yang Lalu Menurut Kabupaten/Kota, 2010-2014
4.3.6
Table Percentage of population who had health complaint during the
previous month by Regency/City, 2010-2014

Kabupaten/Kota
2010 2011 2012 2013 2014
Regency/City
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 17,60 14,35 9,17 12,48 16,84
2. Aceh Singkil 34,07 26,78 27,04 23,64 28,75
3. Aceh Selatan 39,04 21,28 28,56 18,31 26,62
4. Aceh Tenggara 26,90 29,24 20,92 22,71 16,84
5. Aceh Timur 40,84 39,45 37,29 35,87 37,31
6. Aceh Tengah 34,22 35,60 38,04 37,29 31,84
7. Aceh Barat 29,99 35,01 23,54 24,87 27,53
8. Aceh Besar 33,50 32,88 29,08 30,51 30,73
9. Pi d i e 30,32 17,67 26,24 22,31 22,64
10. Bireuen 24,07 25,14 25,86 26,57 29,91
11. Aceh Utara 42,50 36,20 37,37 36,20 37,85
12. Aceh Barat Daya 30,03 33,93 30,57 29,91 34,78
13. Gayo Lues 42,48 29,31 30,18 20,04 28,06
14. Aceh Tamiang 37,06 26,79 30,57 23,86 25,56
15. Nagan Raya 32,96 30,65 37,93 39,60 38,35
16. Aceh Jaya 43,26 33,13 34,30 30,94 33,90
17. Bener Meriah 52,33 40,66 34,01 36,84 36,29
18. Pidie Jaya 53,61 47,55 46,40 42,30 46,94
19. Banda Aceh 27,34 29,38 29,17 24,69 25,98
20. Sabang 23,05 17,63 19,04 19,13 17,45
21. Langsa 41,88 30,25 23,79 30,68 30,25
22. Lhokseumawe 31,05 34,31 37,76 21,59 31,70
23. Susbulussalam 39,69 21,27 21,39 19,87 26,08

Jumlah/Total 35,09 30,62 30,71 28,66 30,55


Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 159


Persentase Balita Menurut Kabupaten/Kota dan Penolong Persalinan
Tabel Terakhir, 2013-2014
Table 4.3.7 Percentage of children under five by Regency/City and last birth
attendant, 2013-2014

Dokter Bidan Tenaga Medis Lain


Kabupaten/Kota Doctor Midwife Other Paramedics
Regency/City
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 2,90 3,81 84,01 72,12 0,00 0,00
2. Aceh Singkil 8,81 7,01 73,80 79,23 0,00 0,00
3. Aceh Selatan 11,03 16,14 67,62 66,69 1,40 4,60
4. Aceh Tenggara 6,41 7,17 87,56 79,31 0,00 1,15
5. Aceh Timur 2,66 8,00 84,62 82,13 0,00 0,00
6. Aceh Tengah 13,32 16,26 83,31 80,59 0,00 0,00
7. Aceh Barat 14,67 7,73 63,29 82,47 0,00 1,39
8. Aceh Besar 13,42 23,96 81,67 70,70 0,00 2,40
9. Pi d i e 8,72 10,78 89,59 85,71 0,00 0,00
10. Bireuen 16,79 18,31 81,42 78,61 0,00 0,00
11. Aceh Utara 10,70 10,33 80,32 83,66 0,00 0,53
12. Aceh Barat Daya 33,02 29,17 59,36 66,93 0,00 0,00
13. Gayo Lues 2,09 6,50 60,61 64,61 2,39 2,51
14. Aceh Tamiang 3,43 8,84 94,42 84,96 0,00 0,00
15. Nagan Raya 6,00 6,74 67,57 82,99 0,00 0,00
16. Aceh Jaya 9,34 15,49 72,85 67,72 0,00 0,92
17. Bener Meriah 7,89 4,56 90,88 92,66 0,00 0,00
18. Pidie Jaya 21,99 17,86 75,59 78,21 0,61 2,46
19. Banda Aceh 42,43 45,08 57,57 54,92 0,00 0,00
20. Sabang 28,21 23,02 71,05 76,98 0,00 0,00
21. Langsa 20,18 22,71 78,29 76,82 0,00 0,00
22. Lhokseumawe 19,74 29,41 79,85 68,55 0,00 0,00
23. Subulussalam 11,22 8,23 72,69 87,61 0,99 0,00

Jumlah/Total 12,86 15,21 78,96 77,74 0,15 0,67

160 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.7

Dukun Bersalin
Famili Lainnya
Kabupaten/Kota Traditional
Family Others
Regency/City Attendant
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 13,08 24,07 0,00 0,00 0,00 0,00
2. Aceh Singkil 17,39 13,76 0,00 0,00 0,00 0,00
3. Aceh Selatan 19,95 12,56 0,00 0,00 0,00 0,00
4. Aceh Tenggara 6,03 12,37 0,00 0,00 0,00 0,00
5. Aceh Timur 12,72 9,48 0,00 0,40 0,00 0,00
6. Aceh Tengah 2,41 2,76 0,00 0,38 0,95 0,00
7. Aceh Barat 22,04 8,41 0,00 0,00 0,00 0,00
8. Aceh Besar 4,90 2,94 0,00 0,00 0,00 0,00
9. Pi d i e 1,69 3,52 0,00 0,00 0,00 0,00
10. Bireuen 1,49 3,08 0,30 0,00 0,00 0,00
11. Aceh Utara 8,98 5,49 0,00 0,00 0,00 0,00
12. Aceh Barat Daya 6,70 3,89 0,92 0,00 0,00 0,00
13. Gayo Lues 27,01 14,77 5,05 10,93 2,84 0,69
14. Aceh Tamiang 2,15 6,20 0,00 0,00 0,00 0,00
15. Nagan Raya 26,43 10,27 0,00 0,00 0,00 0,00
16. Aceh Jaya 17,80 15,87 0,00 0,00 0,00 0,00
17. Bener Meriah 1,23 2,77 0,00 0,00 0,00 0,00
18. Pidie Jaya 1,44 0,81 0,37 0,66 0,00 0,00
19. Banda Aceh 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
20. Sabang 0,00 0,00 0,74 0,00 0,00 0,00
21. Langsa 1,53 0,47 0,00 0,00 0,00 0,00
22. Lhokseumawe 0,41 2,05 0,00 0,00 0,00 0,00
23. Subulussalam 15,10 4,16 0,00 0,00 0,00 0,00

Jumlah/Total 7,76 6,07 0,17 0,30 0,10 0,01


Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 161


Persentase Balita yang Pernah Mendapat Imunisasi Campak Menurut
Tabel Kabupaten/Kota, 2010-2014
Table 4.3.8 Percentage of children under five who ever been immunized of measles
by Regency/City, 2010-2014

Kabupaten/Kota
2010 2011 2012 2013 2014
Regency/City
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 84,47 85,29 79,50 91,99 81,46
2. Aceh Singkil 71,23 69,28 73,22 70,85 74,39
3. Aceh Selatan 76,70 70,02 76,66 71,22 70,44
4. Aceh Tenggara 69,27 77,14 70,66 75,92 83,15
5. Aceh Timur 53,14 53,78 67,50 65,15 64,55
6. Aceh Tengah 84,23 82,22 81,81 76,21 78,08
7. Aceh Barat 72,23 68,77 76,07 76,18 78,09
8. Aceh Besar 78,58 76,84 78,80 73,53 75,05
9. Pi d i e 77,79 85,48 77,66 80,18 79,48
10. Bireuen 80,19 74,10 72,41 66,17 72,54
11. Aceh Utara 66,90 69,48 81,73 72,04 66,56
12. Aceh Barat Daya 79,28 84,08 80,39 76,79 73,64
13. Gayo Lues 44,83 56,58 73,77 73,54 71,94
14. Aceh Tamiang 82,31 82,70 82,12 85,59 85,84
15. Nagan Raya 83,98 65,37 65,10 81,15 82,07
16. Aceh Jaya 68,74 83,09 78,71 81,89 77,30
17. Bener Meriah 83,86 80,47 84,38 81,76 78,05
18. Pidie Jaya 78,94 85,19 72,38 89,67 88,40
19. Banda Aceh 85,52 74,26 74,28 75,52 73,52
20. Sabang 75,27 84,84 89,89 73,69 78,14
21. Langsa 73,13 76,44 71,45 69,94 73,61
22. Lhokseumawe 79,07 78,07 55,36 67,30 69,03
23. Subulussalam 61,19 61,77 63,96 64,55 70,97

Jumlah/Total 74,25 74,15 75,43 74,43 74,47


Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

162 Profil Pembangunan Aceh 2015


Proporsi Wanita Berumur 15-49 Tahun dan Berstatus Pernah Kawin
yang Sedang Menggunakan/Memakai Alat KB Menurut
Tabel 4.3.9 Kabupaten/Kota, 2010-2014
Table Proportion of married woman aged 15-49 and ever married who
currently used contraceptive by Regency/City, 2010-2014

Kabupaten/Kota
2010 2011 2012 2013 2014
Regency/City
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 28,04 40,13 44,43 57,29 52,14
2. Aceh Singkil 34,44 42,18 47,71 47,35 54,00
3. Aceh Selatan 33,10 45,64 48,61 50,85 53,94
4. Aceh Tenggara 30,27 57,88 56,32 72,39 66,38
5. Aceh Timur 27,98 45,40 48,15 50,02 45,36
6. Aceh Tengah 51,79 73,36 73,47 65,62 71,92
7. Aceh Barat 34,25 43,36 44,25 46,90 52,49
8. Aceh Besar 32,25 49,99 50,81 56,83 51,60
9. Pi d i e 22,28 38,15 39,43 36,01 37,61
10. Bireuen 26,05 28,17 32,96 39,26 39,31
11. Aceh Utara 28,97 43,83 45,24 48,74 51,36
12. Aceh Barat Daya 42,63 49,27 50,36 44,72 45,82
13. Gayo Lues 52,49 73,73 70,96 77,59 74,15
14. Aceh Tamiang 45,96 56,41 56,39 59,13 58,30
15. Nagan Raya 34,45 48,59 47,00 56,17 53,23
16. Aceh Jaya 36,42 33,59 40,57 56,89 46,36
17. Bener Meriah 57,95 72,71 68,66 75,10 76,37
18. Pidie Jaya 19,11 34,55 38,63 46,74 45,15
19. Banda Aceh 31,16 39,69 45,70 44,23 44,11
20. Sabang 38,05 47,41 52,44 67,93 59,51
21. Langsa 35,44 47,58 50,40 59,25 58,03
22. Lhokseumawe 38,24 37,89 49,99 59,02 53,67
23. Subulussalam 41,36 52,95 57,40 58,47 53,43

Jumlah/Total 33,23 46,46 48,70 48,17 52,08


Sumber : BPS Provinsi Aceh
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 163


Klasifikasi dan Karakteristik Rumah Sakit Menurut Kabupaten/Kota,
Tabel 2014
4.3.10
Table Clasification and characteristic Hospital by Regency/City, 2014

a) Jumlah
Kabupaten/Kota Kelas BOR Pemilik
(%) Tempat Tidur
Regency/City Class Proprietor
Number of Bed
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Sabang

RSU Sabang D 52,79 71 Pemda

RS TNI AL Sabang D 0 33 TNI


2. Banda Aceh

RSU Dr. Zainoel Abidin A 79,88 511 Pemprov Aceh

RS Jiwa Banda Aceh A 143,45 373 Pemprov Aceh

RS Kesdam IM C 26 202 TNI

RS Malahayati D 0 65 Swasta

RS Fakinah C 62 109 Swasta

RSU Meuraxa B 76,82 208 Pemko Banda Aceh

RS Harapan Bunda C 0 146 Swasta

RS Permata Hati Non Kelas 0 50 Swasta

RS Bhayangkara C 0 50 POLRI

RS Bulan Sabit Merah Non Kelas 0 52 Swasta

RS Khusus Ibu dan Anak B 58 147 Pemprov Aceh


3. Aceh Besar

RSU Jantho D 17 87 Pemkab


4. Pidie

RSU Sigli B 96,54 274 Pemkab

RSIA Bereunuen B 43,99 108 Pemkab

5. Aceh Utara

RSU Cut Meutia B 63 270 Pemkab

164 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.10

a) Jumlah
Kabupaten/Kota Kelas BOR Pemilik
(%) Tempat Tidur
Regency/City Class Proprietor
Number of Bed
(1) (2) (3) (4) (5)
6. Lhokseumawe
RSU Sakinah Non Kelas - 64 Swasta
RSU PMI Non Kelas 73 107 Swasta
RSU Bunga Melati D 0 73 Swasta
RSU Kesrem C 67 155 TNI
RSU PT. Arun C 13,48 112 Swasta
RSU Kasih Ibu D 31 141 Swasta
RSU Islam Materna Non Kelas 0 82 Swasta
RSU Bunda C 0 46 Organisasi Sosial
7. Bireuen
RSU Bireuen B 62 278 Pemkab
RSU Malahayati Non Kelas 83 72 Swasta
8. Aceh Tengah
RSU Datu Beru B 82 279 Pemkab
RSU Pandika - - - Swasta
9. Aceh Timur
RSU dr. Zubir Mahmud A. Timur C 76 145 Pemkab
RS Rehab Medik Peureulak C 72 50 Pemkab
10. Langsa
RSUD Langsa B 64,9 303 Pemkab
RS PTP Langsa C 78 88 Swasta
RS Cut Nyak Dien C 53 101 Swasta
RS Ummi C 48 140 Swasta
RSU Cot Girek - - - Swasta
11. Aceh Tenggara
RSU Kuta Cane C 71,36 148 Pemkab

Profile of Aceh Development 2015 165


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.10

a) Jumlah
Kabupaten/Kota Kelas BOR Pemilik
(%) Tempat Tidur
Regency/City Class Proprietor
Number of Bed
(1) (2) (3) (4) (5)
12. Aceh Barat
RSU Cut Nyak Dhin C 68,18 293 Pemkab
13. Aceh Selatan
RSU Yuliddin Away C 60,1 287 Pemkab
14. Aceh Tamiang
RSU Aceh Tamiang C 80,44 223 Pemkab
RS Pertamina Rantau Non Kelas - 12 BUMN
15. Simeulue
RSU Simeulue C 44 131 Pemkab
16. Aceh Singkil
RSU Singkil C 25 128 Pemkab
17. Nagan Raya
RSU Nagan Raya C 37 134 Pemkab
18. Aceh Barat Daya
RSU Aceh Barat Daya C 82 158 Pemkab
19. Gayo Lues
RSU Gayo Lues C 35,55 55 Pemkab
20. Bener Meriah
RSU Bener Meriah C 53 114 Pemkab
21. Pidie Jaya
RSU Pidie Jaya D 29 47 Pemkab
22. Aceh Jaya
RSUD T. Umar Aceh Jaya D 25,68 53 Pemkab
23. Subulussalam
RSUD Kota Subulussalam C 24 120 Pemkab
Sumber : Dinas Kesehatan Aceh
Source : Health Services of Aceh

166 Profil Pembangunan Aceh 2015


Tabel Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/ Kota, 2014
4.3.11
Table Number of medical labor by Regency/City, 2014

Provinsi/ Dokter/Doctors
S2 Kesehatan
Kabupaten/Kota Umum Spesialis Gigi M.Kes/M.Ph
Province/Regency/City General Specialist Dentist
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 19 5 3 2
2. Aceh Singkil 40 5 5 0
3. Aceh Selatan 42 9 9 5
4. Aceh Tenggara 39 4 3 5
5. Aceh Timur 65 12 18 9
6. Aceh tengah 57 23 7 5
7. Aceh Barat 51 22 5 2
8. Aceh Besar 79 10 14 11
9. Pidie 91 31 13 14
10. Bireuen 104 37 20 6
11. Aceh Utara 119 28 15 1
12. Aceh Barat Daya 16 8 2 1
13. Gayo Lues 36 1 8 0
14. Aceh Tamiang 36 23 12 6
15. Nagan Raya 30 0 0 4
16. Aceh Jaya 23 0 5 0
17. Bener meriah 27 8 8 3
18. Pidie Jaya 31 3 8 7
19. Banda Aceh 50 197 15 14
20. Sabang 28 8 13 0
21. Langsa 33 18 12 7
22. Lhokseumawe 17 3 9 0
23. Subulussalam 16 5 5 2
24. Provinsi 126 169 14 42

Jumlah/Total 1 175 629 223 146

Profile of Aceh Development 2015 167


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.11

Tenaga Tenaga
Provinsi/ Tenaga Kefarmasian
Kesehatan Keperawatan
Kabupaten/Kota Pharmacologist
Masyarakat Nurse
Province/Regency/City
Public Health Apoteker Kefarmasian Perawat
(1) (6) (7) (8) (10)
1. Simeulue 35 2 17 224
2. Aceh Singkil 36 3 31 315
3. Aceh Selatan 36 5 6 238
4. Aceh Tenggara 21 214 219 298
5. Aceh Timur 44 1 16 374
6. Aceh Tengah 65 8 23 302
7. Aceh Barat 42 37 20 259
8. Aceh Besar 112 3 44 305
9. Pidie 160 8 49 510
10. Bireuen 128 13 84 595
11. Aceh Utara 123 9 47 649
12. Aceh Barat Daya 31 2 11 166
13. Gayo Lues 11 0 22 201
14. Aceh Tamiang 26 0 23 413
15. Nagan raya 0 0 - 213
16. Aceh Jaya 28 3 21 178
17. Bener meriah 36 2 17 218
18. Pidie Jaya 80 2 49 711
19. Banda Aceh 74 2 40 218
20. Sabang 23 3 21 2 050
21. Langsa 81 5 42 228
22. Lhokseumawe 42 18 3 179
23. Subulussalam 10 1 14 78
24. Provinsi 99 16 84 0
Jumlah/Total 1 343 357 903 8 922

168 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.11

Tenaga
Tenaga Kesehatan Gigi
Provinsi/ Kebidanan Tenaga
Dentist
Kabupaten/Kota Midwives Kesehatan
Province/Regency/City Lingkungan
Bidan Perawat Gigi Teknisi Gigi
(1) (13) (16) (17) (18)
1. Simeulue 210 22 14 0
2. Aceh Singkil 223 10 14 0
3. Aceh Selatan 262 29 14 0
4. Aceh Tenggara 342 40 9 0
5. Aceh Timur 862 23 20 0
6. Aceh tengah 500 42 20 8
7. Aceh Barat 409 19 23 0
8. Aceh Besar 866 66 67 0
9. Pidie 869 165 20 0
10. Bireuen 940 52 37 0
11. Aceh Utara 1 220 37 36 2
12. Aceh Barat Daya 303 16 10 0
13. Gayo Lues 207 11 7 0
14. Aceh Tamiang 437 11 17 0
15. Nagan raya 364 0 2 2
16. Aceh Jaya 223 16 20 8
17. Bener meriah 312 17 13 4
18. Pidie Jaya 894 140 22 0
19. Banda Aceh 232 20 29 0
20. Sabang 215 8 7 0
21. Langsa 164 11 11 0
22. Lhokseumawe 236 16 8 0
23. Subulussalam 81 4 4 0
24. Provinsi 0 16 0 0

Jumlah/Total 10 371 791 424 24

Profile of Aceh Development 2015 169


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.11

Provinsi/ Tenaga Teknis Medis


Tenaga
Kabupaten/Kota Medical Engineer
Kesehatan Gizi
Province/Regency/C
Nutritionist ATRO APIKES ATEM
ity
(1) (19) (21) (22)
1. Simeulue 14 9 3 5
2. Aceh Singkil 9 0 8 1
3. Aceh Selatan 34 0 0 0
4. Aceh Tenggara 143 0 0 0
5. Aceh Timur 28 9 7 8
6. Aceh tengah 25 10 8 10
7. Aceh Barat 13 15 0 3
8. Aceh Besar 51 2 1 2
9. Pidie 23 16 22 6
10. Bireuen 32 15 18 15
11. Aceh Utara 18 9 9 0
12. Aceh Barat Daya 20 0 0 0
13. Gayo Lues 6 0 0 0
14. Aceh Tamiang 10 8 4 2
15. Nagan raya - 4 5 3
16. Aceh Jaya 14 7 4 6
17. Bener meriah 13 0 6 6
18. Pidie Jaya 38 0 0 0
19. Banda Aceh 18 0 0 0
20. Sabang 12 0 0 0
21. Langsa 18 0 1 0
22. Lhokseumawe 12 0 5 3
23. Subulussalam 10 0 0 0
24. Provinsi 25 0 0 0
Jumlah/ Total 586 104 101 70

170 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.11

Provinsi/
Analis Kesehatan Tenaga Terapi Fisik
Kabupaten/Kota
Health Analyst Fisioterapis
Province/Regency/City

(1) (29) (31)


1. Simeulue 33 10
2. Aceh Singkil 31 1
3. Aceh Selatan 13 9
4. Aceh Tenggara 14 2
5. Aceh Timur 35 8
6. Aceh tengah 35 15
7. Aceh Barat 50 28
8. Aceh Besar 11 4
9. Pidie 33 17
10. Bireuen 83 35
11. Aceh Utara 57 16
12. Aceh Barat Daya 25 4
13. Gayo Lues 4 6
14. Aceh Tamiang 39 9
15. Nagan raya 16 10
16. Aceh Jaya 25 4
17. Bener meriah 4 15
18. Pidie Jaya 12 9
19. Banda Aceh 18 5
20. Sabang 14 6
21. Langsa 30 4
22. Lhokseumawe 12 3
23. Subulussalam 6 2
24. Provinsi 0 0
Jumlah/Total 600 222
Catatan/Notes:
x
Data hanya termasuk pegawai tidak tetap (PTT)/ Data only include free employee
Sumber : Dinas Kesehatan Aceh
Source : Health Services of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 171


Jumlah Puskesmas dan Sarana Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota,
Tabel 4.3.12 2014
Table Number of public health centers by Regency/City, 2014

Puskesmas Keliling
Puskesmas Mobile Public
Puskesmas
Kabupaten/Kota Pembantu/Public Health Centers Ambulans
Public Health Polindes
Regency/City Health Sub Perahu Ambulance
Centers Mobil
Centers Bermotor
Car
Boat
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 11 123 12 10 5 21
2. Aceh Singkil 11 30 42 9 2 4
3. Aceh Selatan 23 52 69 0 0 32
4. Aceh Tenggara 18 34 148 15 0 19
5. Aceh Timur 26 85 160 42 2 0
6. Aceh Tengah 14 48 160 0 0 13
7. Aceh Barat 13 46 41 28 0 0
8. Aceh Besar 28 73 308 46 1 21
9. Pi d i e 26 70 84 38 0 0
10. Bireuen 18 45 336 18 0 6
11. Aceh Utara 31 84 58 56 0 48
12. Aceh Barat Daya 13 23 42 14 0 26
13. Gayo Lues 12 41 107 19 0 4
14. Aceh Tamiang 14 32 190 14 0 0
15. Nagan Raya 14 52 83 11 0 24
16. Aceh Jaya 10 23 82 0 0 15
17. Bener Meriah 11 34 114 10 0 0
18. Pidie jaya 11 19 84 0 0 14
19. Banda Aceh 11 27 31 0 0 19
20. Sabang 6 9 29 4 0 8
21. Langsa 5 7 98 5 0 7
22. Lhokseumawe 6 22 50 6 0 6
23. Subulussalam 5 0 74 7 0 0
2014 337 979 2 402 352 10 287
Jumlah 2013 334 964 1 986 348 13 325
Total 2012 330 1 219 2 312 349 13 272
2011 325 957 1 932 336 11 254
Sumber : Dinas Kesehatan Aceh
Source : Health Services of Aceh

172 Profil Pembangunan Aceh 2015


Data Rawat Inap Menurut Cakupan Kegiatan di Rumah Sakit Zainal
Tabel Abidin dan Rumah Sakit Ibu dan Anak, 2014
4.3.13
Table Data of inpatient zainal abidin hospital and mother and child hospital,
2014

Rumah Sakit Rumah Sakit


Rincian Zainal Abidin Ibu dan Anak
Zainal Abidin Hospital Mother and Child Hospital
(1) (2) (3)

1. Jumlah Pasien Rawat Inap 26 394 8 913


Number of Inpatient

2. Jumlah Hari Dirawat 148 994 23 664


Number of days
maintained

3. Jumlah Tempat Tidur 511 110


Number of Beds

4. Persentase Pemakaian 79,88 70


Tempat Tidur
Bed Occupancy Rate
(BOR4)

5 Rata-rata Lama Rawatan 5,05 3


Length of stay (LOS)

6 Rata-rata Hari, Tempat 1,42 1


Tidur Tidak Ditempati
Turn over interval (TOI)

7 Frekuensi Pemakaian 51,65 91


Tempat Tidur
Bed turn over (BTO)

8 Angka Kematian Kasar 5,65 5


Gross Death Rate (GDR)

9. Angka Kematian Bersih 4,29 2,6


Net Death Rate (NDR)
Sumber : Rumah Sakit Umum Zainal Abidin dan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Source : Zainal Abidin General Hospital and Mother and Children Hospital

Profile of Aceh Development 2015 173


Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Jenis
Pelayanan di Rumah Sakit Zainal Abidin dan Rumah Sakit Ibu dan
Tabel 4.3.14 Anak, 2014
Table Number of outpatient and inpatient by type service in zainal abidin
hospital and mother and child hospital, 2014

Rumah Sakit Rumah Sakit


Zainal Abidin Ibu dan Anak
Zainal Abidin Hospital Mother and Child Hospital
Rincian
Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap
Outpatient Inpatient Outpatient Inpatient
(1) (2) (3) (4) (5)

1. ASKES 2 390 1 800 12 857 591

2. Umum 7 851 34 17 345 2 879


General

3. ASKIN/JKM 154 065 8 572 *) *)

4 JKA & JPS 121 225 15 987 14 682 4 426

2014 285 531 26 393 44 948 8 193


Jumlah/Total
2013 179 819 27 399 43 315 8 530
*) Data Askin/JKM Rumah Sakit Ibu dan Anak bergabung dengan Askes
Askin/JKM data has joined with Askes
Sumber : Rumah Sakit Umum Zainal Abidin dan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Source : Zainal Abidin General Hospital and Mother and Children Hospital

174 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Tingkat
Tabel Pendidikan di Rumah Sakit Jiwa Aceh, 2014
4.3.15
Table Number of outpatient and inpatient by type education in Aceh mental
hospital, 2014

Rawat Inap
Tingkat Pendidikan Rawat Jalan Inpatient Jumlah
Type Education Outpatient Masuk Keluar Total
Entered Exit
(1) (2) (3) (4) (5)

1. SD 2 642 334 374 3 350


Primary school

2. SLTP 2 390 365 395 3 150


Junior high school

3. SLTA 5 493 920 1 089 7 502


Senior high school

4. Sarjana 1 337 114 130 1 581


Scholar

5. Tidak Sekolah 1 062 195 230 1 487


No school

Jumlah 2014 12 924 1 928 2 218 17 070


Total 2013 14 632 2 203 2 234 19 069
Sumber : Rumah Sakit Jiwa Aceh
Source : Aceh Mental Hospital

Profile of Aceh Development 2015 175


Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Jenis Pekerjaan
Tabel di Rumah Sakit Jiwa Aceh, 2014
4.3.16
Table Number of outpatient and inpatient by type of work in Aceh mental
hospital, 2014

Rawat Inap
Jenis Pekerjaan Rawat Jalan Inpatient Jumlah
Type of Employment Outpatient Total
Masuk Keluar
Entered Exit
(1) (2) (3) (4) (5)

1. Pegawai 524 39 49 612


Employee

2. Guru 209 28 27 264


Teacher

3. TNI/POLRI 115 5 5 125

4. Petani 324 275 305 904


Farmers

5. Swasta 571 303 336 1 210


Private Employee

6. Lain-Lain 0 131 139 270


Others

7. Tidak Bekerja 11 181 1 147 1 357 13 685


Jobless

Jumlah 2014 12 924 1 928 2 218 17 070


Total 2013 14 632 2 203 2 234 19 069
Sumber : Rumah Sakit Jiwa Aceh
Source : Aceh Mental Hospital

176 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Menurut Kabupaten/Kota
Tabel 4.3.17 di Rumah Sakit Jiwa Aceh, 2014
Table Number of outpatient and inpatient by Regency/City, 2014

Rawat Inap
Kabupaten/Kota Rawat Jalan Inpatient Jumlah
Regency/City Outpatient Masuk Keluar Total
Entered Exit
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 21 9 24 54
2. Aceh Singkil 106 19 22 147
3. Aceh Selatan 553 35 60 648
4. Aceh Tenggara 260 52 59 371
5. Aceh Timur 376 144 164 684
6. Aceh Tengah 65 18 22 105
7. Aceh Barat 26 12 14 52
8. Aceh Besar 4 249 314 333 4 896
9. Pi d i e 1 045 311 338 1 694
10. Bireuen 363 123 140 626
11. Aceh Utara 516 225 283 1 024
12. Aceh Barat Daya 203 34 41 278
13. Gayo Lues 130 48 58 236
14. Aceh Tamiang 28 46 56 130
15. Nagan Raya 111 13 13 137
16. Aceh Jaya 169 15 22 206
17. Bener Meriah 108 28 26 162
18. Pidie Jaya 478 99 93 670
19. Banda Aceh 3 447 194 212 3 853
20. Sabang 252 22 24 298
21. Langsa 152 55 67 274
22. Lhokseumawe 165 54 80 299
23. Subulussalam 96 28 32 156
2014 12 919 1 898 2 183 17 000
Jumlah/Total
2013 14 626 2 143 2 192 18 961
Sumber : Rumah Sakit Jiwa Aceh
Source : Aceh Mental Hospital

Profile of Aceh Development 2015 177


Tabel Indikator Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014
4.3.18
Table Health indicator by Regency/City, 2013-2014

Rata-rata Lama Balita


Rata-Rata Lama Diberi ASI (Bulan)
Angka Pesakitan Sakit Average Duration of
Kabupaten/Kota
Morbidity Rate Average Days of Brestfeeding for
Regency/City
Illness Children Under Five
(Months)
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 12,48 8,79 7,18 4,78 17,68 20,84
2. Aceh Singkil 23,64 18,18 3,81 5,38 17,35 20,04
3. Aceh Selatan 18,31 17,14 5,83 6,08 17,94 20,53
4. Aceh Tenggara 22,71 9,35 3,94 5,54 13,24 15,81
5. Aceh Timur 35,87 21,34 4,24 4,43 16,49 18,35
6. Aceh Tengah 37,29 10,91 5,48 5,41 17,37 20,89
7. Aceh Barat 24,87 14,68 5,33 4,66 18,38 20,99
8. Aceh Besar 30,51 11,28 4,33 3,90 17,26 19,66
9. Pi d i e 22,31 9,99 4,36 3,72 16,47 19,84
10. Bireuen 26,57 16,47 4,79 5,51 15,95 18,87
11. Aceh Utara 36,20 20,78 4,01 4,91 16,72 19,80
12. Aceh Barat Daya 29,91 16,93 8,34 7,24 17,80 21,81
13. Gayo Lues 20,04 15,49 3,94 3,94 18,16 21,21
14. Aceh Tamiang 23,86 15,29 3,92 4,66 15,23 17,14
15. Nagan Raya 39,60 20,80 5,33 4,27 16,65 17,14
16. Aceh Jaya 30,94 20,67 4,24 4,06 17,42 22,46
17. Bener Meriah 36,84 30,35 6,62 6,78 16,08 20,48
18. Pidie Jaya 42,30 30,00 5,57 5,22 17,65 20,68
19. Banda Aceh 24,69 13,53 5,21 4,48 16,19 20,84
20. Sabang 19,13 11,40 6,74 4,34 16,10 19,35
21. Langsa 30,68 10,03 4,92 4,92 16,82 19,58
22. Lhokseumawe 21,59 15,27 4,41 3,75 15,83 19,62
23. Subulussalam 19,87 18,69 4,21 5,67 18,77 19,88
Jumlah/Total 28,66 16,28 4,84 4,94 16,67 19,54
Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

178 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk yang Berobat Sendiri Berdasarkan Jenis
Tabel Pengobatan yang Digunakan Menurut Kabupaten/Kota, 2013-2014
4.3.19
Table Percentage of population who self treatment by type of medicine and
Regency/City, 2013-2014

Modern Tradisional Lainnya


Kabupaten/Kota Modern Traditional Others
Regency/City
2013 2014 2013 2014 2013 2014
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 80,66 90,28 62,68 56,09 3,03 6,85
2. Aceh Singkil 89,11 85,61 41,14 33,59 3,01 2,17
3. Aceh Selatan 73,33 69,80 59,60 55,53 3,44 8,61
4. Aceh Tenggara 86,40 89,25 48,30 40,05 7,56 2,48
5. Aceh Timur 91,98 90,69 29,03 29,75 3,14 2,19
6. Aceh Tengah 96,16 96,19 12,17 11,64 0,55 0,40
7. Aceh Barat 79,92 80,50 48,55 44,99 6,20 1,05
8. Aceh Besar 80,07 85,73 34,53 38,96 2,19 7,35
9. Pi d i e 94,96 93,63 19,08 14,68 0,00 0,00
10. Bireuen 81,27 76,65 27,41 27,58 0,35 1,56
11. Aceh Utara 94,25 90,05 27,66 33,10 2,73 3,08
12. Aceh Barat Daya 84,59 81,53 37,44 37,44 0,75 0,54
13. Gayo Lues 88,65 86,07 64,88 71,68 2,24 2,72
14. Aceh Tamiang 92,50 95,02 25,93 15,01 0,50 0,81
15. Nagan Raya 91,89 93,49 43,46 46,35 8,19 5,44
16. Aceh Jaya 86,69 89,74 36,38 30,14 1,07 1,77
17. Bener Meriah 96,47 97,11 7,21 8,45 1,07 1,75
18. Pidie Jaya 94,29 91,27 7,64 18,49 0,51 0,47
19. Banda Aceh 93,49 94,35 10,72 10,35 1,01 0,19
20. Sabang 55,89 37,58 22,12 19,07 38,19 51,86
21. Langsa 92,06 93,32 15,22 10,16 1,06 0,84
22. Lhokseumawe 83,21 87,18 29,68 17,00 4,73 2,74
23. Subulussalam 88,37 88,01 39,40 28,46 3,49 1,64
Rata-rata
89,74 88,63 29,52 30,07 2,70 2,72
Average
Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 179


Persentase Penduduk yang Berobat Jalan Berdasarkan Tempat/Cara
Tabel Berobat Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Table 4.3.20 Percentage of population who place outpatient/how to remedy by
Regency/City, 2014

Tempat/Cara Berobat
Batra/ % Penduduk
Praktek Petugas
Kabupaten/Kota Rumah Puskesmas Lainnya yang Berobat
Dokter Kesehatan
Regency/City Sakit Health Traditio- Jalan
Private Para
Hospital Centre nal/ People Whose
Dokter Medical
OTHERS Get Outpatient
Treatment
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 17,51 9,03 68,23 5,15 0,09 35,70
2. Aceh Singkil 4,95 31,98 32,35 26,00 4,72 44,84
3. Aceh Selatan 9,26 15,91 40,99 19,74 14,10 51,96
4. Aceh Tenggara 25,71 16,47 32,98 16,98 7,85 34,60
5. Aceh Timur 8,90 7,83 40,13 39,54 3,60 60,12
6. Aceh Tengah 10,46 17,98 26,95 41,68 2,92 36,80
7. Aceh Barat 14,23 8,71 49,26 19,44 8,37 47,26
8. Aceh Besar 13,28 13,58 29,51 30,68 12,95 66,35
9. Pi d i e 16,55 13,42 36,01 31,95 2,07 75,96
10. Bireuen 6,58 6,93 33,50 45,77 7,23 75,05
11. Aceh Utara 8,17 6,16 51,70 32,31 1,66 58,42
12. Aceh Barat Daya 6,20 18,66 54,41 17,96 2,76 72,23
13. Gayo Lues 13,13 6,85 54,11 4,00 21,91 24,21
14. Aceh Tamiang 6,14 16,82 43,33 30,68 3,02 57,50
15. Nagan Raya 18,92 12,99 33,67 25,52 8,89 29,59
16. Aceh Jaya 7,38 7,85 50,82 32,17 1,79 69,09
17. Bener Meriah 11,92 12,16 44,11 29,30 2,51 77,22
18. Pidie Jaya 8,25 19,99 39,70 29,42 2,64 80,02
19. Banda Aceh 18,35 28,96 37,80 10,98 3,91 65,47
20. Sabang 17,79 15,55 47,74 13,79 5,13 81,11
21. Langsa 7,37 13,71 46,15 26,83 5,94 55,01
22. Lhokseumawe 12,47 9,02 51,03 23,21 4,27 66,51
23. Subulussalam 12,00 9,96 50,55 23,87 3,62 37,01
Rata-rata
10,73 12,63 41,10 30,18 5,36 59,99
Average
Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

180 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk Perempuan Berumur 10 Tahun Keatas yang
Pernah Kawin Berdasarkan Jumlah Anak Lahir Hidup Menurut
Tabel 4.3.21 Kabupaten/ Kota, 2014
Table Percentage of female population aged 10 years and over ever married
based on the number of children born by Regency/City, 2014

Banyaknya Anak Lahir Hidup


Kabupaten/Kota Number of Children Born Alive
Regency/City
0 1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Simeulue 4,00 16,31 23,18 22,45 13,99 9,75
2. Aceh Singkil 3,77 19,47 18,37 20,17 12,62 6,47
3. Aceh Selatan 4,60 17,58 17,09 20,19 13,18 11,65
4. Aceh Tenggara 5,44 12,59 18,74 19,72 15,68 11,22
5. Aceh Timur 4,07 14,17 18,43 17,96 14,67 10,36
6. Aceh Tengah 4,84 16,01 24,27 20,14 16,89 7,40
7. Aceh Barat 7,42 15,41 26,39 22,12 14,18 6,82
8. Aceh Besar 5,52 21,26 21,11 19,03 11,65 10,71
9. Pi d i e 4,91 12,27 17,57 14,62 15,25 12,24
10. Bireuen 7,92 9,69 19,55 15,35 13,19 9,86
11. Aceh Utara 4,93 13,37 17,14 20,71 14,17 10,75
12. Aceh Barat Daya 4,70 12,52 19,45 19,86 17,82 10,88
13. Gayo Lues 4,31 21,81 22,91 16,72 11,27 7,97
14. Aceh Tamiang 4,08 17,14 21,41 18,65 15,65 9,11
15. Nagan Raya 4,73 17,06 30,56 20,86 11,16 8,73
16. Aceh Jaya 5,57 18,06 25,36 21,41 11,88 8,69
17. Bener Meriah 2,47 19,84 28,38 17,84 12,24 6,39
18. Pidie Jaya 4,76 9,92 19,74 15,36 17,22 11,60
19. Banda Aceh 8,59 21,87 21,41 21,78 14,35 5,56
20. Sabang 4,13 15,44 25,50 19,81 12,63 7,73
21. Langsa 5,35 15,90 21,82 20,27 12,81 7,88
22. Lhokseumawe 3,23 17,36 21,13 22,84 14,97 8,44
23. Subulussalam 4,22 13,82 15,43 19,49 13,06 11,51

Jumlah/Total 5,19 15,44 20,62 19,02 14,11 9,65

Profile of Aceh Development 2015 181


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.21

Banyaknya Anak Lahir Hidup


Kabupaten/Kota Number of Children Born Alive
Regency/City
6 7 8 9 10+
(1) (8) (9) (10) (11) (12)
1. Simeulue 2,60 2,24 2,77 1,69 1,03
2. Aceh Singkil 5,54 5,27 2,36 1,57 4,39
3. Aceh Selatan 6,18 4,53 3,06 0,84 1,10
4. Aceh Tenggara 6,94 5,17 1,45 1,89 1,16
5. Aceh Timur 7,39 4,18 3,50 1,87 3,40
6. Aceh Tengah 3,76 3,19 1,56 0,80 1,14
7. Aceh Barat 3,26 1,26 1,60 0,51 1,01
8. Aceh Besar 3,89 3,12 2,59 0,35 0,77
9. Pi d i e 8,63 5,73 4,25 1,53 3,00
10. Bireuen 9,48 4,89 4,01 2,51 3,54
11. Aceh Utara 9,25 3,44 1,58 1,66 2,99
12. Aceh Barat Daya 6,14 3,89 1,85 1,45 1,44
13. Gayo Lues 4,87 3,93 2,49 1,89 1,84
14. Aceh Tamiang 5,55 2,61 1,98 1,48 2,34
15. Nagan Raya 3,46 1,56 1,37 0,27 0,25
16. Aceh Jaya 4,09 1,72 2,03 1,18 0,00
17. Bener Meriah 7,41 2,75 0,95 1,11 0,61
18. Pidie Jaya 7,48 5,19 3,37 2,91 2,45
19. Banda Aceh 3,28 0,73 1,09 0,27 1,07
20. Sabang 4,96 6,28 0,81 0,30 2,41
21. Langsa 3,75 3,89 1,73 2,40 4,20
22. Lhokseumawe 4,21 3,75 1,10 1,29 1,67
23. Subulussalam 7,48 8,06 2,80 0,82 3,32

Jumlah/Total 6.28 3,73 2,41 1,41 2,14


Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

182 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk Perempuan Berumur 10 Tahun Keatas yang
Pernah Kawin Berdasarkan Jumlah Anak yang Sudah Meninggal
Tabel 4.3.22 Menurut Kabupaten/Kota, 2014
Table Percentage of female population aged 10 years and over ever married
based on the number of children who have died by Regency/City, 2014

Banyaknya Anak yang Sudah Meninggal


Kabupaten/Kota Number of Children Who Have Died
Regency/City
0 1 2 3
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 82,75 7,62 5,58 1,37
2. Aceh Singkil 79,79 12,83 2,84 1,68
3. Aceh Selatan 75,70 13,94 6,00 2,29
4. Aceh Tenggara 88,06 6,93 3,06 1,19
5. Aceh Timur 79,14 14,34 3,12 1,25
6. Aceh Tengah 85,35 10,17 3,15 0,73
7. Aceh Barat 83,04 11,04 3,96 0,67
8. Aceh Besar 85,67 9,39 4,19 0,60
9. Pi d i e 73,48 16,51 5,36 2,21
10. Bireuen 75,66 15,42 5,27 1,39
11. Aceh Utara 77,90 15,55 3,90 1,60
12. Aceh Barat Daya 73,91 15,04 7,61 2,07
13. Gayo Lues 84,40 9,22 3,69 1,20
14. Aceh Tamiang 82,62 11,94 2,78 1,29
15. Nagan Raya 87,34 8,63 3,34 0,69
16. Aceh Jaya 81,47 11,87 4,03 1,57
17. Bener Meriah 85,40 9,06 3,86 1,26
18. Pidie Jaya 67,19 19,87 7,04 3,51
19. Banda Aceh 89,01 8,23 1,33 0,96
20. Sabang 83,61 13,13 1,44 0,52
21. Langsa 83,47 10,37 3,26 1,20
22. Lhokseumawe 85,96 7,82 3,86 1,56
23. Subulussalam 77,23 11,29 7,32 1,68

Jumlah/Total 80.50 12,48 4,17 1,43

Profile of Aceh Development 2015 183


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.22

Banyaknya Anak yang Sudah Meninggal


Kabupaten/Kota Number of Children Who Have Died
Regency/City
4 5 6 7+
(1) (8) (9) (10) (11)
1. Simeulue 1,43 0,84 0,28 0,00
2. Aceh Singkil 0,54 1,40 0,47 0,00
3. Aceh Selatan 1,06 0,63 0,19 0,00
4. Aceh Tenggara 0,51 0,00 0,00 0,00
5. Aceh Timur 1,43 0,59 0,00 0,00
6. Aceh Tengah 0,48 0,00 0,12 0,00
7. Aceh Barat 1,07 0,23 0,00 0,00
8. Aceh Besar 0,00 0,16 0,00 0,00
9. Pi d i e 1,54 0,76 0,14 0,00
10. Bireuen 1,52 0,30 0,24 0,08
11. Aceh Utara 0,06 0,06 0,65 0,27
12. Aceh Barat Daya 0,93 0,35 0,09 0,00
13. Gayo Lues 0,86 0,64 0,00 0,00
14. Aceh Tamiang 0,76 0,24 0,18 0,19
15. Nagan Raya 0,00 0,00 0,00 0,00
16. Aceh Jaya 0,61 0,45 0,00 0,00
17. Bener Meriah 0,27 0,14 0,00 0,00
18. Pidie Jaya 1,18 1,20 0,00 0,00
19. Banda Aceh 0,26 0,06 0,00 0,15
20. Sabang 0,69 0,55 0,00 0,00
21. Langsa 0,74 0,46 0,31 0,19
22. Lhokseumawe 0,80 0,00 0,00 0,00
23. Subulussalam 1,04 0,64 0,30 0,34

Jumlah/Total 0,78 0,36 0,16 0,07


Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

184 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Penduduk Perempuan Berumur 15 - 49 Tahun Berstatus
Kawin Berdasarkan Alat/Cara KB yang Sedang Digunakan Menurut
Tabel 4.3.23 Kabupaten/Kota, 2014
Table Population percentage of woman aged 15-49 years married based
tools/KB how are used by Regency/City, 2014

Alat/Cara KB yang Sedang Digunakan


Tools/KB How Are Used
Kabupaten/Kota Susuk KB/
Regency/City AKDR/
MOW/ MOP/ Suntikan Norplan/
IUD/
Tubektomi Vasektomi KB Inplanon/
Spiral
Alwalit
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Simeulue 2,00 0,00 3,12 68,99 9,77
2. Aceh Singkil 0,90 0,00 4,50 68,38 2,31
3. Aceh Selatan 0,92 1,27 1,16 77,05 3,72
4. Aceh Tenggara 0,86 0,00 0,52 66,99 0,36
5. Aceh Timur 0,00 0,00 0,88 66,14 0,50
6. Aceh Tengah 1,48 1,53 0,87 50,40 6,49
7. Aceh Barat 1,75 0,00 4,99 78,79 3,95
8. Aceh Besar 0,67 0,76 2,46 62,00 1,75
9. Pi d i e 0,00 0,00 2,42 85,74 0,71
10. Bireuen 1,16 0,00 5,61 78,65 0,00
11. Aceh Utara 0,00 0,27 1,18 77,85 0,63
12. Aceh Barat Daya 0,00 0,00 0,85 90,08 1,61
13. Gayo Lues 0,00 0,00 0,40 72,04 0,90
14. Aceh Tamiang 1,24 0,00 3,56 40,66 1,75
15. Nagan Raya 0,00 0,00 0,48 80,49 0,00
16. Aceh Jaya 1,58 0,00 0,00 89,87 0,00
17. Bener Meriah 0,38 0,44 1,57 60,16 3,60
18. Pidie Jaya 0,65 0,00 2,49 77,76 2,60
19. Banda Aceh 2,45 0,00 15,75 35,91 1,58
20. Sabang 5,59 0,00 3,16 48,44 3,00
21. Langsa 2,59 0,00 6,82 36,34 1,12
22. Lhokseumawe 1,40 0,38 5,69 70,73 0,00
23. Subulussalam 0,79 0,56 4,29 58,78 5,12

Jumlah/Total 0.89 0,28 3,00 66,76 1,90

Profile of Aceh Development 2015 185


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.3.23

Alat/Cara KB yg Sedang Ddigunakan


Kabupaten/Kota Tools/KB How Are Used
Regency/City Intervag/
Kondom/ Cara
Pil KB Tisue/Kondom
Karet KB Tradisional
Wanita
(1) (8) (9) (10) (11)
1. Simeulue 13,55 0,59 0,00 0,00
2. Aceh Singkil 20,97 0,42 0,00 0,00
3. Aceh Selatan 10,59 1,64 0,00 0,00
4. Aceh Tenggara 30,54 0,74 0,00 0,00
5. Aceh Timur 31,13 0,96 0,39 0,00
6. Aceh Tengah 36,80 0,62 0,00 0,00
7. Aceh Barat 9,05 0,00 0,00 0,00
8. Aceh Besar 29,35 1,60 0,00 0,00
9. Pi d i e 9,91 1,22 0,00 0,00
10. Bireuen 14,57 0,00 0,00 0,00
11. Aceh Utara 19,01 0,00 0,00 0,00
12. Aceh Barat Daya 7,15 0,00 0,31 0,00
13. Gayo Lues 26,16 0,49 0,00 0,00
14. Aceh Tamiang 49,80 2,03 0,00 0,58
15. Nagan Raya 17,73 0,89 0,00 0,00
16. Aceh Jaya 4,49 0,00 0,00 0,00
17. Bener Meriah 32,15 1,37 0,00 0,00
18. Pidie Jaya 14,66 0,00 0,00 0,00
19. Banda Aceh 29,71 5,29 0,00 1,09
20. Sabang 33,13 3,55 0,00 0,68
21. Langsa 49,73 0,73 0,00 0,28
22. Lhokseumawe 18,15 0,80 0,00 0,58
23. Subulussalam 28,03 1,36 0,00 0,00
Jumlah/Total 24.62 0,99 0,04 0,12
Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

186 Profil Pembangunan Aceh 2015


Persentase Wanita Berdasarkan Umur Perkawinan Pertama Menurut
Tabel Kabupaten/Kota, 2014
Table 4.3.24 Percentage of woman under the age of first marriage by Regency/City,
2014

Kelompok Umur Perkawinan Pertama


Kabupaten/Kota First Marriage Aged Group
Regency/City
15 16 - 18 19 - 24 25
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Simeulue 6,27 29,61 49,78 14,34
2. Aceh Singkil 5,00 27,55 58,22 9,23
3. Aceh Selatan 11,23 32,26 42,49 14,03
4. Aceh Tenggara 4,03 24,90 58,05 13,02
5. Aceh Timur 12,26 29,99 46,21 11,54
6. Aceh Tengah 5,75 25,70 56,53 12,02
7. Aceh Barat 8,16 30,29 47,94 13,60
8. Aceh Besar 4,18 22,33 55,00 18,49
9. Pi d i e 5,05 39,51 42,50 12,95
10. Bireuen 3,95 33,05 47,07 15,92
11. Aceh Utara 11,05 36,01 40,89 12,04
12. Aceh Barat Daya 18,01 30,96 37,92 13,11
13. Gayo Lues 5,14 25,22 53,69 15,94
14. Aceh Tamiang 7,43 28,90 50,51 13,16
15. Nagan Raya 5,54 31,04 52,18 11,25
16. Aceh Jaya 13,25 26,81 45,74 14,20
17. Bener Meriah 4,21 31,01 52,21 12,57
18. Pidie Jaya 4,12 35,20 48,77 11,91
19. Banda Aceh 3,28 16,51 50,52 29,69
20. Sabang 4,63 25,18 51,91 18,28
21. Langsa 6,85 19,95 54,56 18,64
22. Lhokseumawe 6,37 23,34 53,30 17,00
23. Subulussalam 12,29 36,73 40,83 10,16
Jumlah/Total 7,33 29,78 48,42 14,47
Sumber : BPS Provinsi Aceh (Susenas)
Source : BPS-Statistics of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 187


Jumlah Perkara Banding yang Diterima Menurut Jenis Perkara pada
Tabel Mahkamah Syariyah Aceh, 2014
Table 4.4.1 Number of cases reported by type of case at Mahkamah Syariyah Aceh,
2014

Perkawinan/Married
Kelalaian
Pem-
Pencegahan Suami
Mahkamah Izin batalan Cerai
Perka- Isteri Cerai
Syariyah Poligami Penolakan Kawin Gugat
winan Married Talak
Polygamy Reject-ion Married Charge
Married Couple Divorce
License abroga- divorce
Prevention Careless-
tion
ness
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Banda Aceh - - - - - - 1
2. SIgli - - - - - - -
3. Takengon - - - - - - -
4. Langsa - - - - - - -
5. Lhoksemawe - - - - - - 1
6. Meulaboh - - - - - - 1
7. Kutacane - - - - - - -
8. Tapaktuan - - - - - - -
9. Bireuen - - - - - - 1
10. Jantho - - - - - - -
11. Lhoksukon - - - - - - -
12. Sabang - - - - - - -
13. Meuredu - - - - - - -
14. Idi - - - - - - -
15. Khualasimpang - - - - - - -
16. Blangkejeren - - - - - - -
17. Calang - - - - - - -
18. Singkil - - - - - - -
19. Sinabang - - - - - - -
20. Simpang Tiga - -
- - - - -
Redelong
Jumlah/Total - - - - - - 4

188 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.4.1

Perkawinan/Married
Pencabutan
Nafkah Penge-
Harta Pengua- Hak-hak Kekuasaan
Mahkamah Syariyah Anak sahan
Bersama saan Anak Bekas Isteri Orangtua
oleh Ibu Anak
Common Child Ex-wife Revocationof
Living by Child
Property Control Rights Parents
Mother Adoption
Power
(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
1. Banda Aceh - - - - - -
2. SIgli - - - - - -
3. Takengon - - - - - -
4. Langsa - - - - - -
5. Lhoksemawe - - - - - -
6. Meulaboh - - - - - -
7. Kutacane - - - - - -
8. Tapaktuan - - - - - -
9. Bireuen - - - - - -
10. Jantho - - - - - -
11. Lhoksukon - - - - - -
12. Sabang - - - - - -
13. Meuredu - - - - - -
14. Idi - - - - - -
15. Khualasimpang - - - - - -
16. Blangkejeren - - - - - -
17. Calang - - - - - -
18. Singkil - - - - - -
19. Sinabang - - - - - -
20. Simpang Tiga
- - - - - -
Redelong
Jumlah/Total - - - - - -

Profile of Aceh Development 2015 189


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.4.1

Lainnya/Others
Mahkamah Kewarisan Wakaf
Syariyah Wasiat Hibah Sedekahal Lainnya Jumlah
inherita benefac
will grant ms Others Total
nce tion
(1) (15) (16) (17) (18) (19) (20) (21)
1. Banda Aceh - - - - - - 1
2. SIgli - - - - - - -
3. Takengon - - - - - - -
4. Langsa - - - - - - -
5. Lhoksemawe - - - - - - 1
6. Meulaboh - - - - - - 1
7. Kutacane 1 - - - - - 1
8. Tapaktuan - - - - - - -
9. Bireuen - - - - - - 1
10. Jantho - - - - - -
11. Lhoksukon 1 - - - - - 1
12. Sabang - - - - - - -
13. Meuredu - - - - - - -
14. Idi - - - - - - -
Khualasimpan
15. - - - - - - -
g
16. Blangkejeren - - - - - - -
17. Calang - - - - - - -
18. Singkil - - - - - - -
19. Sinabang - - - - - - -
20. Simpang Tiga
- - - - - - -
Redelong
Jumlah/Total 2 - - - - - 6
Sumber : Mahkamah Syariyah Provinsi Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh Province

190 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Perkara Banding yang Diterima dan Jenis Penyelesaian pada
Tabel Mahkamah Syariyah Aceh, 2014
Table 4.4.2 Number of cases reported and types of settlement at Mahkamah
Syariyah Aceh, 2014

Tdk
Sisa Di
Dica- Dikabul- Dapat Dico-
Tahun Ditolak Gugur-
Mahkamah Masuk but kan Diteri- ret
Lalu Rejec- kan
Syariyah Acce-tance With Appro- ma Erased
Remain-der ted Drop-
drawed Ved Unacepp-
year before ped
table
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Banda Aceh - 1 - 1 - - - -
2. Sigli 1 - - 1 - - - -
3. Takengon 2 - - 1 - 1 - -
4. Langsa 1 - - 1 - - - -
5. Lhoksemawe - 1 - 1 - - - -
6. Meulaboh - 1 - 1 - - - -
7. Kutacane - 1 - - - - - -
8. Tapaktuan 2 - - 2 - - - -
9. Bireuen 2 1 - 3 - - - -
10. Jantho 3 - - 2 - - - -
11. Lhoksukon 4 1 - 5 - - - -
12. Sabang - - - - - - - -
13. Meuredu - - - - - - - -
14. Idi - - - - - - - -
15. Khualasimpang 2 - - - - 1 - -
16. Blangkejeren - - - - - - - -
17. Calang - - - - - - - -
18. Singkil - - - - - - - -
19. Sinabang - - - - - - - -
20. Simpang Tiga
- - - - - - - -
Redelong
Jumlah/Total 17 6 - 18 - 2 - -
Sumber : Mahkamah Syariyah Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 191


Jumlah Perkara yang Diterima dan Jenis Penyelesaian pada
Tabel Mahkamah Syariyah Se Aceh, 2014
4.4.3
Table number of cases reported and types of settlement at mahkamah
syariyah, 2014

Tdk
Sisa
Dapat Di
Tahun Dica- Dikabul- Di- Dico-
Masuk Diteri- Gugur-
Mahkamah Lalu but kan tolak ret
Acce- ma kan
Syariyah Remain- With Appro- Rejec- Erased
tance Un- Drop-
der year drawed Ved Ted
acepp- Ped
before
table
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Banda Aceh 116 39 4 42 - 2 3 3
2. Sigli 79 46 1 28 1 - - -
3. Takengon 160 59 10 67 1 - - 3
4. Langsa 42 20 9 20 1 - 1 -
5. Lhoksemawe 74 37 3 22 - - 3 -
6. Meulaboh 53 19 2 22 - - - -
7. Kutacane 50 12 2 35 1 - - -
8. Tapaktuan 167 73 1 163 6 - 15 -
9. Bireuen 112 23 6 39 1 - 1 -
10. Jantho 69 37 5 37 - - - -
11. Lhoksukon 74 57 1 41 1 - 3 -
12. Sabang 13 5 0 4 - - - -
13. Meuredu 38 16 5 19 2 - - -
14. Idi 59 20 2 21 - - - -
15. Khualasimpang 75 13 0 38 2 - - 1
16. Blangkejeren 35 2 3 26 - - - 1
17. Calang 23 6 0 22 - - 1 -
18. Singkil 20 9 0 15 - - - -
19. Sinabang 9 0 0 5 - - - -
20. Simpang Tiga
44 27 0 20 - - - -
Redelong
Jumlah 2014 1312 523 54 686 16 2 27 8
Total 2013 970 6 385 516 5 476 64 41 213 37
Sumber : Mahkamah Syariyah Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh

192 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Kasus Penyebab Terjadinya Perceraian pada Mahkamah
Tabel Syariyah Se Aceh, 2014
4.4.4
Table Number of cases that causing divorces at Mahkamah Syariah, 2014

Moral Meninggalkan Kewajiban


Morality No Longer Commited
Krisis
Mahkamah Kawin Tidak Ada Kawin di
Poligami Akhlak
Syariyah Cem- Paksa Ekonomi Tanggung Bawah
tdk Sehat Degra-
buru Forced Econo- Jawab Umur
Unfair ded
Jealous mari- My Irrespon- Early
Poligamy Charac-
age sible Mariage
Ter
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Banda Aceh - - - - - - -
2. Sigli - - - - - 4 -
3. Takengon - - - - - 7 -
4. Langsa - 2 - - - 7 -
5. Lhoksemawe - - - - - 7 -
6. Meulaboh - - - - - 10 -
7. Kutacane - 4 2 - 2 1 -
8. Tapaktuan - - - - 1 11 -
9. Bireuen - - - - - 12 -
10. Jantho - - - - 2 9 -
11. Lhoksukon - - - - 4 9 -
12. Sabang - - - - - 2 -
13. Meuredu 3 3 - - - 2 -
14. Idi - 1 - - 2 7 -
15. Khualasimpang - - - - - 6 -
16. Blangkejeren - - - - - - -
17. Calang - - - - - 2 -
18. Singkil - - - - - 7 -
19. Sinabang - - - - 2 1 -
20. Simpang Tiga
2 - 2 - - 4 -
Redelong
Jumlah 2014 5 10 4 - 13 108 -
Total 2013 40 66 48 16 296 733 21

Profile of Aceh Development 2015 193


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.4.4

Berselisih
Cacat Dispute
Bio- Kekeja Tidak
Penga- Dihu
logis man Pihak Ada Jumlah
Mahkamah niayaan -kum
Biologica Mental Politis Ketiga Keharmo Total
Syariyah Physical Convi
c-ted
lly Mental Politi- Due to -nisan
Abuse
Handi- Abuse cally Third Nolonger
caped Party in
Harmony
(1) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
1. Banda Aceh - - - - - 2 26 28
2. Sigli - - - - - - 14 18
3. Takengon - - - - - - 26 33
4. Langsa - - - - - - 11 20
5. Lhoksemawe 1 - - - - - 11 19
6. Meulaboh - - - - - - 6 16
7. Kutacane - - - - - - 6 15
8. Tapaktuan - - - - - 2 8 22
9. Bireuen - - - - - 2 16 30
10. Jantho 2 - - - - 2 12 27
11. Lhoksukon - - - - - 1 19 33
12. Sabang - - - - - - 1 3
13. Meuredu 2 - - - - 3 - 10
14. Idi - - - - - 8 8 21
15. Khualasimpang 2 - 2 - - - 20 38
16. Blangkejeren 4 - - - - - - 4
17. Calang - - - - - - 5 7
18. Singkil - - - - - - 7 14
19. Sinabang - - - - - - 1 4
20. Simpang Tiga
5 - - - - - 5 18
Redelong
Jumlah 2014 16 - - - - 20 202 380
Total 2013 20 9 13 45 323 117 1 175 2 922
Sumber : Mahkamah Syariyah Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh

194 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Perkara Jinayat yang Diputus pada Mahkamah Syariyah Se
Tabel Aceh, 2014
4.4.5
Table Number of cases of jinayat solved at Mahkamah Syariyah, 2014

Perkara yang di
Sisa Tahun Lalu Jumlah
Mahkamah Syar'iyah Terima
Time Years Ago Total
Cases are Accepted
(1) (2) (3) (4)
1. Banda Aceh - 5 5
2. Sigli - 21 21
3. Takengon - 8 8
4. Langsa - 10 10
5. Lhoksemawe - 0 0
6. Meulaboh 40 2 42
7. Kutacane - 7 7
8. Tapaktuan - 0 0
9. Bireuen - 7 7
10. Jantho - 3 3
11. Lhoksukon - 2 2
12. Sabang - 1 1
13. Meuredu - 8 8
14. Idi - 7 7
15. Khualasimpang - 2 2
16. Blangkejeren - 0 0
17. Calang - 0 0
18. Singkil - 5 5
19. Sinabang - 3 3
Simpang Tiga
20. - 5 5
Redelong
Jumlah 2014 40 96 136
Total 2013 46 50 96
Sumber : Mahkamah Syariyah Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh

Profile of Aceh Development 2015 195


Jumlah Perkara Jinayat yang Diputus Menurut Jenis Perkara pada
Tabel Mahkamah Syariyah Se Aceh , 2014
4.4.6
Table Number of cases solved by type of case at Mahkamah Syariyah, 2014

Jenis Perkara/Cases Type Sisa Akhir


Minuman Tahun
Mahkamah Syariyah
Menuduh Judi/ Khalwat/ Jumlah Left End
Keras/
Berzina Maisir Mesum Total of Year
Napza
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Banda Aceh - - 4 - 4 1
2. Sigli - - 21 - 21 -
3. Takengon - - 4 3 7 1
4. Langsa - - 8 1 9 1
5. Lhoksemawe - - - - - -
6. Meulaboh - 1 40 1 42 -
7. Kutacane - - 7 - 7 -
8. Tapaktuan - - - - - -
9. Bireuen - - 7 - 7 -
10. Jantho - - 3 - 3 -
11. Lhoksukon - - 2 - 2 -
12. Sabang - - 1 - 1 -
13. Meuredu - - 8 - 8 -
14. Idi - - 7 - 7 -
15. Khualasimpang - - 2 - 2 -
16. Blangkejeren - - - - - -
17. Calang - - - - - -
18. Singkil - - 4 - 4 1
19. Sinabang - - 3 - 3 -
Simpang Tiga
20. - - 2 2 4 1
Redelong
Jumlah 2014 - 1 123 7 131 5
Total 2013 - - 54 1 55 40
Sumber : Mahkamah Syariyah Aceh
Source : Mahkamah Syariyah of Aceh

196 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Perkara Pidana Umum Sisa Tahun Lalu, Masuk dan
Diselesaikan Menurut Jenis Perkara pada Kejaksaan Tinggi,
Tabel 4.4.7 2012-2014
Table Number of general criminal cases remaining years ago, entered, and
completed by type of case the prosecutors, 2012-2014

Sisa/Remaining
Sisa Tahun
Lalu Disele-
Perkara Pidana Masuk Jumlah
Remaining saikan Persida- Upaya
Criminal case Entered Total
Previous Settled ngan Hukum
Year Remedy

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Biasa
Common
2014 200 1 346 1 546 1 381 957 100

2013 183 1 824 2 007 1 758 265 207

2012 18 1 393 1 411 1 156 148 107

2. Narkotika
Narcotics
2014 54 1 081 1 135 1 048 72 15

2013 38 1 335 1 373 1115 78 58

2012 - 1 394 1 394 765 570 59

2014 254 2 427 2 681 2 429 1 029 115


Jumlah
2013 221 3 159 3 380 2 873 343 265
Total
2012 18 3 404 3 422 2 290 917 215
Sumber : Kejaksaan Tinggi Provinsi Aceh
Source : Attorney Office of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 197


Jumlah Tahanan dan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan,
Tabel
4.4.8 2014
Table
Number of prisoners and convict in prisons, 2014

Dewasa/Adult
Lembaga Pemasyarakatan
Tahanan/Prisoners Narapidana/Convict
Correctional Institution
L/M P/F L/M P/F
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Cabang Rutan Beureun 70 3 208 9
2. Cabang Rutan Blangkajeren 25 2 93 4
3. Cabang Rutan Calang 5 - 55 -
4. Cabang Rutan Kota Bakti 28 - 57 -
5. Cabang Rutan Langsa 86 4 203 9
6. Cabang Rutan Lhok Nga - 15 1 42
7. Cabang Rutan Lhok Sukon - - 18 -
8. Cabang Rutan Sinabang 11 1 48 1
9. Cabang Rutan Singkil 43 - 64 2
10. Lapas Kelas II A Banda Aceh 15 - 469 -
11. Lapas Kelas II A Lhokseumawe 60 7 258 11
12. Lapas Kelas II B Kuala Simpang 125 5 273 19
13. Lapas Kelas II B Kutacane 80 8 193 12
14. Lapas Kelas II B Langsa 37 5 265 13
15. Lapas Kelas II B Meulaboh 57 5 245 3
16. Lapas Kelas III Blangpidie - - - -
17. Lapas Narkotika Kelas III Langsa - - 203 -
18. Lapas Wanita Kelas III Sigli - - - -
19. Rutan Kelas II B Banda Aceh 189 - 165 -
20. Rutan Kelas II B Jantho 78 1 156 6
21. Rutan Kelas II B Jantho 1 - 16 3
22. Rutan Kelas II B Sigli 76 3 215 1
23. Rutan Kelas II B Takengon 65 8 163 5
24. Rutan Kelas II B Tapaktuan 27 2 69 3

Jumlah/Total 1 078 69 3 437 143

198 Profil Pembangunan Aceh 2015


Lanjutan Tabel/Continued Table 4.4.8

Anak/Child
Lembaga Pemasyarakatan
Tahanan/Prisoners Narapidana/Convict
Correctional Institution
L/M P/F L/M P/F
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Cabang Rutan Beureun - - - -
2. Cabang Rutan Blangkajeren - - - -
3. Cabang Rutan Calang - - - -
4. Cabang Rutan Kota Bakti - - - -
5. Cabang Rutan Langsa 4 - 5 -
6. Cabang Rutan Lhok Nga - - 9 1
7. Cabang Rutan Lhok Sukon - - - -
8. Cabang Rutan Sinabang - - - -
9. Cabang Rutan Singkil 1 - 4 -
10. Lapas Kelas II A Banda Aceh - - - -
11. Lapas Kelas II A Lhokseumawe - - 2 -
12. Lapas Kelas II B Kuala Simpang - 2 11 -
13. Lapas Kelas II B Kutacane - - 11 -
14. Lapas Kelas II B Langsa 1 - 8 -
15. Lapas Kelas II B Meulaboh - - - -
16. Lapas Kelas III Blangpidie - - - -
17. Lapas Narkotika Kelas III Langsa - - - -
18. Lapas Wanita Kelas III Sigli - - - -
19. Rutan Kelas II B Banda Aceh - - - -
20. Rutan Kelas II B Jantho 4 - 2 -
21. Rutan Kelas II B Jantho - - - -
22. Rutan Kelas II B Sigli 1 - 4 -
23. Rutan Kelas II B Takengon 3 - 21 -
24. Rutan Kelas II B Tapaktuan - - - -

Jumlah/Total 14 2 77 1
Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Aceh
Source : Regional Office Ministry of Law and Human Rights of Aceh Province

Profile of Aceh Development 2015 199


Tabel 4.4.9 Data Kuantitatif Pelayanan Kantor Imigrasi, 2014
Table Activities situation of immigration office service , 2014

Kantor Imigrasi Banda Lhokseu


Langsa Meulaboh Sabang Takengon
Imigration Office Aceh mawe
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

24 Jam 12 64 2 - - -

SPRI 48 Jam 20 247 22 415 9 353 5 298 590 1 377

BAP H/R

ITK 84 103 40 34 270 24

ITAS 387 32 23 89 9 55
Izin
Tinggal
ITAP 5 - 2 - - -

DSKM 2 - 114 - 28 -

REP 268 9 118 47 - 2


Izin
MREP 393 42 44 40 13 40
Berangkat
EPO 177 - - 69 - -

Datang 405 - - - 753 -


CREW
Berangkat 293 - - - 765 -

Datang 3 283 - - - 168 -


VOA
Berangkat 2 941 - - - 168 -

Datang 15 709 - - - 5 -
BVKS
Berangkat 15 093 - - - 5 -
Sumber : Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Aceh
Source : Regional Office Ministry of Law and Human Rights of Aceh Province

200 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Perkara Pidana yang Dilakukan Banding, Kasasi, dan Grasi
Tabel dalam Lingkungan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, 2014
Table 4.4.10 Number of criminal cases requested for consideration, appealed and
given clemency by Court of Justice, 2014

Banding Peninjauan
Pengadilan Kasasi
Request Kembali
Courts Appeal
Consideration Grasi
(1) (2) (3) (4)
1. PT Banda Aceh - - -
2. PN Banda Aceh 73 16 1
3. PN Lhokseumawe 21 7 -
4. PN Bireuen 14 10 -
5. PN Langsa 10 9 3
6. PN Sabang 4 2 -
7. PN Calang 2 - -
8. PN Tapaktuan 17 14 -
9. PN Singkil 5 4 -
10. PN Meulaboh 11 5 -
11. PN Sinabang 3 - -
12. PN Sigli 27 11 -
13. PN Lhoksukon 29 15 1
14. PN Idi 16 9 2
15. PN Takengon 18 2 -
16. PN Blang Kejeren 5 1 -
17. PN Kutacane 8 6 -
18. PN Kuala Simpang 8 5 -
19. PN Jantho 25 16 -

Jumlah/Total 299 132 7


Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh
Source : State Court Justice of Banda Aceh

Profile of Aceh Development 2015 201


Jumlah Perkara Perdata yang Melakukan Banding, Kasasi, dan Grasi
Tabel dalam Lingkungan Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri, 2014
4.4.11
Table Number of civil cases requested for consideration, appealed and given
clemency by Court of Justice, 2014

Banding Peninjauan
Pengadilan Kasasi
Request Kembali
Courts Appeal
Consideration Grasi
(1) (2) (3) (4)
1. PT Banda Aceh - - -
2. PN Banda Aceh 27 12 2
3. PN Lhokseumawe 10 5 -
4. PN Bireuen 7 4 -
5. PN Langsa 5 2 3
6. PN Sabang 2 - -
7. PN Calang 2 2 -
8. PN Tapaktuan 6 3 1
9. PN Singkil 2 1 -
10. PN Meulaboh 6 5 1
11. PN Sinabang 5 2 -
12. PN Sigli 11 4 1
13. PN Lhoksukon 6 5 -
14. PN Idi 8 7 -
15. PN Takengon 17 6 -
16. PN Blang Kejeren - - -
17. PN Kutacane 5 4 -
18. PN Kuala Simpang 4 3 -
19. PN Jantho 7 4 2

Jumlah/Total 130 69 10
Sumber : Pengadilan Tinggi Banda Aceh
Source : State Court Justice of Banda Aceh

202 Profil Pembangunan Aceh 2015


Jumlah Hakim dan Panitera/Panitera Pengganti Menurut Pengadilan,
Tabel 2014
4.4.12
Table Number of judges and clerks by court, 2014

Hakim/Judges Panitera/
Panitera
Pengadilan
Ad Hoc Pengganti