Anda di halaman 1dari 5

Nama : Muhammad Rusydi Aziz

NIM : 166020310111022

Resume Bab 3 Teori Akuntansi

The Regulation of Financial Accounting

Akuntansi keuangan sangat diatur cukup berat di bebrbagai negara, hal ini diakibatkan
karena adanya kasus besar yaitu kegagalan akuntansi pada Enron, Parmalat dan perusahaan-
perusahaan lainnya. Dengan adanya kasus ini, maka mulai ada pembenahan terhadap
peraturan itu sendiri untuk mencegah kasus yang sama dikemudian hari. Peraturan disini
sangat penting untuk melindungi publik dari kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi
pada suatu entitas.

The Free Market Perspective

Persepsi Free Market merupakan persepsi yang menjadi ketidaksetujuan atas regulasi
akuntansi. Asumsi dasar yang mendasar sebuah perspektif free market kepada peraturan
akuntansi adalah bahwa informasi akuntansi seharusnys dianggap seperti barang lainnya, dan
tekanan permintaan dan penawaran seharusnya diperbolehkan untuk mengoperasikan untuk
menghasilkan sebuah penawaran optimal atas suatu inforamsi tentang sebuah entitas. Dasar
atas pandangan ini adalah bahwa ketiadaan informasi atas operasi organisasi maupun yang
lainnya akan mengakibatkan asumsi bahwa manajer mengelola bisnis hanya untuk
kepentingan pribadi yang mana secara tidak langsung akan mengakibatkan penurunan atas
nilai saham. Oleh karena itu, untuk mencapai pemaksimalan atas nilai saham, manajer akan
sukarela memasuki kontrak dengan shareholder dan pemberi pinjaman untuk membuat
komitmen yang jelas atas strategi manajemen, yang bertentangan dengan kepentingan
shareholder maupun pemberi pinjaman, tidak akan dilakukan. Di sisi lain, dengan
kesepakatan tersebut, biasanya di suatu industri, shareholder akan memberikan sebagian
keuntungan kepada manajemen sebagai reward. Hal semacam reward seringkali perlu untuk
diberikan karena dalam organisasi sendiri, sering terjadi konflik kepentingan antara pemilik
dengan agen (manajer) dalam mengelola organisasi. Argumen seperti ini merupakan argumen
yang berdasarkan perspektif kontrak privat.
Market-Related Incentives

Di sisi lain, ada beberapa argumen yang juga menyatakan bahwa regulasi akuntansi
tidak diperlukan karena adda insentif-insentif tertentu. Market-related incentives ( Insentif
berhubungan pasar) utamanya terikat pada market for managers (pasar untuk manajer) dan
the market for corporate takeovers (pasar untuk pengambilalihan perusahaan). Argumen
Market for Manager bergantung pada asumpsi sebuah pasar efisien untuk manajer dan
performa manajer sebelumnya akan mengakibatkan seberapa banyak remunerasi yang
mereka perintahkan pada di masa depan. Dengan mengadopsi perspektif ini, meskipun tanpa
kontrak, manajer akan terdorong untuk mengadopsi strategi untuk memaksimalkan nilai dari
oraganisasi yang mana hal tersebut meyajikan nilai yang baik atas kinerja mereka dan trategi
ini akan termasuk dalam penyajian nilai yang optimal atas informasi keuangan. Akan tetapi,
argumen ini akan rusak apbila manajer mendekati pensiun yang mna harga pasar masa depan
atas jasa pada market for managers bisa jadi tidak relevan. Sedangkan Market for Corporate
Takeover bekerja pada asumsi yang mana organisasi berkinerja akan diambil aleh oleh entitas
lain yang kemudian mengganti tim manajemen yang ada. Oleh karena hal tersebut, manajer
berusaha keras agar memaksimalkan nilai perusahaan untuk meminimalisir campur tangan
pihak lai yang mampu untuk mengambil alih perusahaan dengan harga yang rendah.

Berdasarkan hal tersebut, beberapa pihak beragumen bahwa bahkan dengan tidak
adanya regulasi yang mana pasar dibiarkan bebas, tetap saja manajer akan bertindak sesuai
dengan kebutuhan entitas sehingga kedurangan atas manajemen seharusnya tidak akan
terjadi. Pasar bebas sendiri lah yang akan mengembalikan keadaan tidak normal
(bertentangan) yang ada pada suatu entitas kembali kepada keadaan yang seharusnya.

The Pro-Regulation Perspective

Berdasarkan pembahasan di atas, salah satu argumen yang paling simpel mengapa
regulasi tidak dibutuhkan atas praktik di organisasi adalah bahwa mereka memang akan
bersiap untuk membayar jasa informasi akuntansi tersebut yang mana juga informasi
akuntansi ini akan menyediakan informasi yang berguna atas ketidakjelasan atas kondisi serta
performa perusahaan. Akan tetapi, argumen atas free market bergantung pada pengguna
membayar untuk barang atau jasa yang diproduksi dan dikonsimsi. Suatu argumen biasa saja
terurai saat kita mempertimbangkan konsumsi atas barang publik atau bebas.

Informasi akuntansi adalah barang publik yang mana jika tersedia, setiap orang bisa
menggunakannya tanpa membayar serta dapat diberikan kepada orang lain. Sehingga
informasi keuangan tidak bisa dianggap sebagai jasa karena tidak masuk dalam perhitungan
biaya utama serta tidak ada penghasilan yang diterima jika laporan keuangan dimanfaatkan
pihak lain. Suatu pihak yang menggunakan jasa atau barang tanpa terkait engan biaya
produksi biasa disebut sebagai free-rider. Hal ini berkaitan langsung dengan kegagalan
pasar/market failure yang mana kegagalan pasar terjadi saat kasus barang publik karena pihak
lain dapat menerima barang tanpa membayar yang mengakibatkan sistem harga tidak
berfungsi. Barang publik kurang atribut pengecualian. Melihat keadaan ini, untuk mengatasi
kegagalan pasar, maka diperlukanlah regulasi yang mana regulasi ini menangani pasar di saat
pasar sudah tidak mampu untuk memperbaiki diri.

Selain itu, dari perspektif akuntansi keuangan, regulator seringkali menggunakan


argumen level playing field untuk membenarkan penggunaan regulasi adalah bahwa setiap
pihak sehiausnya dapat mengakses informasi yang sama berdasarkan prinsip keadilan. Hal ini
adalah dasar dari hukum yang melarang praktik insider trading, yang maan terjadi
perpindahan kekayaan antara pihak-pihak dikarenakan salah satu pihak memiliki akses yang
lebih dibanding denga pihak lain.

Teori invisible hand dari Adam Smith merupakan tonggak utama dalam pembenaran
pendekatan free market yang aman. Menurut teori invisible hand, sebaiknya ekonomi tidak
perlu diserahkan kepada pemerintah/regulasi karena pasar yang ada bisa dengan sendirinya
memperbaiki kejanggalan yang ada pada pasar. Kejanggalan-kejanggalan yang ada pada
pasar adalah sesuatu yang biasa dan pasar sendirilah yang akan memperbaikinya sendiri.
Sehingga peran pemerintah/regulasi tidak diperbolehkan menggangu kondisi pasar ini. Akan
tetapi, pandangan ini mengabaikan kegagalan pasar yang salah satunya diakibatkan karena
adanya ketidaksamaan akses terhadap suatu informasi serta adanya ketidak seimbangan
distribusi kekuatan. Adam Smith prihatin dengan adanya masalah yang terjadi karena situasi
monopoli dimana harga untuk kebutuhan barang ditentukan oleh pihak penyedia barang.
Sehingga yang terjadi di pasar adalah peyelewengan informasi akuntansi yang terjadi pada
Enron dengan KAP Arthur Andersen.

Public Interest Theory

Public Interest Theory atau teori kepentingan publik menyatakan bahwa regulasi
dipasok karena respon atas permintaan publik atas koreksi atau inefisiensi atau ketidakadilan
praktik pasar. Regulasi dibentuk atas dasar keuntungan bagi masyarakat secara keseluruhan
dibandingkan dengan kepentingan individu. Selain itu, masyarakat perlu memiliki rasa
percaya terhadap pasar modal yang mana apakah pasar modal berjalan secara efisien. Oleh
karena itu, regulasi juga mendukung pasar modal dalam hal pemberian peraturan atas pasar
modal sehingga masyarat bisa memberikan kepercayaan terhadap pasar modal.

Capture Theory

Dibawah perspektif inim pihak yang diregulasi berusaha mengambil alih regulator
dengan maksud bahwa peraturan yang akan ditulis akan menguntungkan pihak tersebut. Hal
ini tentu dilakukan oleh para praktisi bahwa dilakukan dengan cara mendesak maupun
memberikan insentif tertentu. Akan tetapi, dalam perkembangannya, terdapat penekanan atas
prinsip independensi terutama pada regulator akuntansi. Regulator akuntansi dituntut untuk
tidak berhubungan atau dependen terhadap pihak lain dalam hal akuntansi maupun dalam hal
pembuatan hukum. Regulator yang dependen terhadap praktisi-praktisi maupun pihak lain
berkaitan dengan regulasi akuntansi, maka regulator akuntansi tersebut akan dianggap telah
melanggar kode etik dan tentu saja akan menerima sanksi tertentu.

Economic and Sosial Impacts of Accounting Regulation

Ekonomi dan sosial tentu saja berdampak terhadap proses regulasi akuntansi. Kasus-
kasus ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat tentu saja dapat mempengaruhi
pertimbangan pembuatan regulasi akuntansi. Banyak sekali contoh-contoh standar akuntansi
yang memiliki dampak ekonomi dan sosial secara tidak langsung. Dan tentu saja regulasi
akuntansi memiliki dampak pula pada keputusan manajemen dan hal tersebut akan berakibat
perubahan di keputusan manajemen yang akan memiliki dampak pula pada sosial dan/atau
ekonomi bagi yang terkena efek atas keputusan tersebut.

Lobbying and the Economic Interest Group Theory of Regulation

Teori kelompok kepentingan lobbying dan ekonomi mengasumsikan bahwa


kelompokn akan dibentuk untuk melindungi suatu kepentingan ekonomi. Kelomopok yang
berbeda, dengan perbedaan atau kesamaan tujuan dan kepentingan dilihat sebagai sesuatu
yang menjadi konflik antara satu dengan yang lainnya dan semuanya akan melobi pemerintah
atau regulator lain untuk menempatkan legislasi yang menguntungkan mereka secara
ekonomi. Dalam hubungannya dengan akuntansi keuangan, kelompok industri tertentu
mungkin melobi regulator untuk menerima untuk menolak suatu standar akuntansi. Hal inio
dikarenakan karena kuatnya partisipan yang mayoritas dalam proses konsultasi untuk tidak
membagikan keberatan. Dibawah teori kelompok kepentingan ekonomi regulator , regulator
sendiri merupakan kelompok kepentingan yang mana kelompok yang termotivasi untuk
memeluk strategi untuk memastikan pemilihan ulang, atau untuk meyakinkan perbaikan atas
posisinya pada kekuatan atau hak istimewa pada komunitas.

Accounting Regulation as an Output of a Political Process

Jika kita menerima bahwa pengaturan standar akuntansi adalah proses politis, maka
pandangan bahwa akuntansi keuangan seharusnya objektif, netral dan apolitical adalah
sesuatu yang mudah menantang. Karena efek akuntansi ekuangan, distribusi kekayaan dalam
masyarakat seringkali menjadi hal yang politis. Badan pengatur standar biasanya terpacu oleh
berbagai kelompok yang dipengaruhi untuk membuat pengajuan pada versi draf standar
akuntansi yang diajukan. Hal ini dianggap sebagai bagian dari proses hukum normal. Jika
pandangan atas berbagai bagian dalam konstitusi tidak diperhatikan, implikasi yang mungkin
menjad keperadaan atas tubuh regulator bisa jadi menantang.