Anda di halaman 1dari 96

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pariwisata merupakan suatu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi dari

jaman dahulu kala. Dengan banyaknya kegiatan yang kita lakukan setiap hari

akan menimbulkan rasa jenuh didalam diri kita. Oleh karena itu, kita

membutuhkan suasana baru yaitu dengan cara melakukan perjalanan untuk

menikmati keindahan alam suatu kota.

Sebagaimana kita ketahui Indonesia merupakan salah satu negara yang

terdiri dari lima pulau besar, diantaranya pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan,

Sulawesi dan Irian Jaya. Dan selain itu juga terdapat beribu pulau kecil yang

terbentang dari sabang sampai merauke yang memiliki sumber daya alam yang

melimpah serta memiliki keanekaragaman Bahasa, suku, agama, adat istiadat,

dan budaya.

Selain memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan

keanekaragaman yang beragam, Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang

berpotensi dan dapat membantu menambah keuntungan negara. Sebagai contoh

banyak tempat bersejarah yang dapat kita temui di wilayah Jawa Timur. Hal

1
tersebut menjadi daya tarik wisatawan, baik wisatawan asing maupun

wisatawan lokal, dengan begitu tempat-tempat yang dijadikan objek wisata

budaya dan sejarah tersebut dapat menjadi salah satu pendapatan daerah. Sektor

pariwisata memberikan dukungan ekonomi yang kuat terhadap suatu wilayah.

Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi produktif yang sampai saat ini

terus dikembangkan sebagai sumber pendapatan. Karakteristik alam dan tata

nilai kehidupan masyarakatnya sangat memungkinkan untuk dikembangkan

sebagai potensi wisata.

Karna itu pariwisata saat ini sedang gencar-gencarnya di promosikan.

Tujuannya adalah membuat orang dari berbagai tempat untuk datang ke daerah

yang di promosikan dan selanjutnya meyakinkan para wisatawan atas fakta

bahwa daerah yang di promosikan memiliki daya tarik yang sulit untuk

dilewatkan. Salah satu contoh daya tarik wisata adalah wisata rekreasi, wisata

budaya, wisata belanja, wisata kuliner dan lain-lain.

Wisata kuliner saat ini menjadi sebuah jenis wisata yang sangat banyak

dampaknya bagi perkembangan sebuah daerah (Stowe & Johnston, 2010). Salah

satu nilai pentingnya adalah menumbuh kembangkan potensi makanan asli

daerah yang sepertinya sudah mulai tergeser oleh produk-produk asing ataupun

berorentasi makanan asing. Untuk itu perlu dibuat sebuah usaha untuk

meningkatkan potensi ekonomis ini dengan memberikan sentuhan atau

2
dukungan untuk dapat menarik wisatawan lokal atau asing dalam menikmati

kuliner asli daerah.

Kota Surabaya adalah salah satu kota yang menyediakan berbagai

masakan khas dari daerahnya. Selain memiliki banyaknya daerah pariwisata

dan banyaknya tempat bersejarah karena terkenalnya Surabaya dengan sebutan

kota pahlawan. Surabaya terkenal juga sebagai kota metropolitan kedua yaitu

Gerbangkertosusilo dan juga terkenal dengan sebutan kota budi parmadi nya.

Maka dari itu banyak wisatawan yang datang ke Surabaya selain untuk

berwisata adapula yang datang karna bisnis atau pendidikan.

Dengan banyaknya kunjungan yang datang ke kota Surabaya maka banyak

produsen yang berlomba-lomba untuk menciptakan makanan/kuliner dengan

rasa dan jenis yang berbeda tanpa menghilangkan keaslian makanan tersebut.

Banyak wisatawan yang menyukai makanan di Surabaya karna harga nya yang

terjangkau dan memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap masakan khasnya. Ada

beberapa makanan yang terkenal dari Surabaya yang biasanya dicari oleh

wisatawan seperti semanggi, tahu campur, maupun lontong balap. Di Surabaya

banyak tempat-tempat yang menjadi pusat penjualan makanan dan minuman

khas dengan suasana yang khas pula seperti di kawasan G-Walk, Pakuwon Food

Festival, Kepiting Cak Gundul 1992, Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih,

Zangrandi Ice Cream, Soto Lamongan Cak Har, Mie Pecun, Nasi Bebek Sayang

Anak Cak Yudi, Nasi Empal Pengampon, Rawon Pak Pangat, Lontong Balap

3
Garuda Pak Gendut, Rujak Cingur Ahmad Jais, Tahu Campur Kalasan, Nasi

Goreng J, Bebek Goreng Sinjay, Nasi Krawu Sufayah, Nasi Campur Tambak

Bayan, SBS, Bakso Daging Sapi Genteng Kali, Bebek Tugu Pahlawan, Depot

Bu Rudy. Tak heran Surabaya dapat dijadikan salah satu wisata kuliner yang

banyak diminati oleh wisatawan. Namun demikian ketersediaan pusat-pusat

penjualan makanan tersebut tidak lepas dari berbagai masalah seperti

kebersihannya, menu yang ditawarkan, pemasarannya, harga yang dipatok oleh

pedagang tidak wajar, suasana kurang nyaman dengan banyaknya pengamen

dan sebagainya.

Oleh karena itu perlu dicari solusi agar potensi wisata kuliner di Surabaya

dapat dioptimalkan. Untuk mengetahui tentang kondisi potensi wisata kuliner

di Surabaya dan pasar-pasarnya, maka akan dilakukan penelitian dengan judul

Analisa Pasar Ditinjau Dari Persepsi Wisatawan Terhadap Kuliner Di

Surabaya.

1.2.Pembatasan Masalah

Agar penelitian dapat dilakukan secara mendalam, maka dalam penelitian

ini peneliti hanya pada :

Potensi dari wisata kuliner di Surabaya

Karakteristik wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner Surabaya

Pola perilaku wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner Surabaya

Respon wisatawan terhadap wisata kuliner di Surabaya

4
1.3.Perumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan pada pendahuluan dan tujuan penelitian maka hal

yang menjadi kajian peneliti yaitu :

1. Bagaimana potensi dari sentra wisata kuliner di Surabaya

2. Bagaimana karakteristik wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner

Surabaya

3. Bagaimana pola perilaku wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner

Surabaya

4. Bagaimana respon wisatawan terhadap sentra wisata kuliner

1.4.Tujuan Penelitian

Dalam upaya memecahkan masalah diatas, maka ditentukan tujuan

penelitian sebagai berikut

Mendeskripsikan daya tarik utama potensi wisata kuliner di Surabaya

Mengkaji karakteristik wisatawan yang berkunjung di sentra-sentra kuliner

Surabaya

Mengkaji pola perilaku wisatawan yang berkunjung di sentra-sentra kuliner

di Surabaya

Mengkaji respon wisatawan terhadap potensi kuliner di Surabaya

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi

pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pariwisata dan kuliner, serta bagi

pelaku wisata kuliner khususnya serta masyarakat pada umumnya. Bagi

5
pengelola Sentra-sentra Kuliner sebagai bahan informasi yang positif untuk

dijadikan bahan pertimbangan dan perbaikan pengelolaan usaha serta sebagai

upaya meningkatkan kualitas produk usaha demi mencapai kepuasan konsumen

serta meningkatkan hasil penjualan dan income generating di sentra-sentra

Kuliner secara berkelanjutan dimasa-masa yang akan datang. Bagi Pengunjung

dapat menjadi referensi dan memperluas pengetahuan yang berkaitan dengan

sentra-sentra Kuliner di Surabaya. Bagi Pemerintah Daerah dapat dijadikan

masukan dan sumbangan saran dalam menentukan kebijakan khususnya di

bidang pengembangan pariwisata. Lebih luas lagi hasil penelitian ini akan

bermanfaat bagi pembangunan negara dan bangsa Indonesia.

1.5.Metodologi Pengumpulan

1.5.1. Teknik pengumpulan data

Pada tahap pengumpulan data ini, hal yang dilakukan adalah mencari data yang

diperlakukan dalam penelitian baik itu data primer dari hasil survey lapangan

maupun data sekunder dari hasil survey instansional

A. Data primer

Merupakan data yang diperbolehkan dari hasil survey lapangan secara

langsung. Teknik pengumpulan data yang dilakukan :

1. Observasi lapangan, pengamatan secara langsung dilokasi penelitian

2. Dokumentasi lapangan, dokumen digunakan untuk mempermudah

melakukan pengamatan dilapangan mempermudah dalam melakukan

6
pengeditan dan kajian data selanjutnya serta memperoleh gambaran

suasana dilapangan

B. Data sekunder

Data sekunder diperoleh dari hasil survey instansional. Teknik yang

dilakukan adalah

1. Studi pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh teori-teori yang relevan

sebagai acuan dalam mendukung penelitian

1.5.2. Teknik analisis data

Tahap analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif

yang dilengkapi dengan data kualitatif

Analisis deskriptif kualitatif merupakan teknik analisis yang

mentransformasikan data mentah kedalam bentuk data yang mudah dimengerti

dan diinterpretasikan serta menyusun dan menyajikan data menjadi informasi

yang jelas

1.6.Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan

1.1.Latar Belakang masalah

Latar belakang masalah menggambarkan ruang lingkup dan kedudukan

masalah yang akan diteliti dalam bentuk uraian dari lingkup yang paling umum

7
hingga menulik ke masalah yang spesifik & yang relevan dengan judul

penelitian.

1.2.Pembatasan Masalah

Batasan masalah disini hanya dibatasi :

Potensi dari wisata kuliner di Surabaya

Karakteristik wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner Surabaya

Pola perilaku wisatawan yang berkunjung di sentra kuliner Surabaya

Respon wisatawan terhadap wisata kuliner di Surabaya

1.3.Perumusan Masalah

Fokus masalah adalah mendefinisikan permasalahan yang telah ditetapkan

dalam bentuk definisi konsep dan definisi operasional

1.4.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan tentang sasaran yang ingin dicapai dengan

dilaksanakannya penelitian terhadap masalah yang dirumuskan. Isi dan

rumusan tujuan penelitian sejalan dengan isi dan rumusan masalah penelitian.

1.5.Metodologi Penelitian

1.5.1. Teknik Pengumpulan Data

Sub bab ini menjelaskan metode yang dipergunakan dalam penelitian

1.5.2. Teknik Analisis Data

Menjelaskan teknik analisa beserta rasionalisasinya yang sesuai dengan sifat

data yang diteliti

8
1.5.3. Tempat dan Waktu

Menjelaskan tentang tempat dan waktu penelitian dilaksanakan

1.6.Sistematika Penulisan

Menjelaskan isi bab per bab secara singkat dan jelas

BAB II Landasan Pustaka

Memuat kajian terhadap sejumlah teori yang relevan dengan permasalahan

dan variabel penelitian sehingga akan memperoleh konsep penelitian yang jelas

BAB III Hasil Penelitian & Pembahasan

BAB IV Penutup

4.1.Kesimpulan

menyimpulkan hasil penelitian yang diungkapkan secara jelas, singkat dan juga

mudah dipahami. Kesimpulan juga harus sejalan dengan permasalahan serta

asumsi dasar penelitian

4.2.Saran

Memiliki isi berupa tindak lanjut dari sumbangan penelitian terhadap bidang

yang diteliti baik secara teoritis maupun secara praktis yang lebih mengarah

terhadap pengembangan konsep atau teori

Daftar Pustaka

Berisi daftar referensi yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir

9
Lampiran

Berisi mengenai daftar dokumen yang menunjang penilitian

10
BAB II

LANDASAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pariwisata

Secara Etomologi, pariwisata berasal dari kata pari yang berarti

banyak/berkeliling, sedangkan pengertian wisata berarti pergi. Di dalam kamus

besar Indonesia pariwisata adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan

perjalanan rekreasi.

Secara umum pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan

seseorang untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ketempat

yang lain dengan meninggalkan tempat semula dan dengan suatu perencanaan atau

bukan maksud untuk mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya, tetapi semata-

mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan atau rekreasi untuk memenuhi

keinginan yang beraneka ragam.

Menurut Burkart dan Medlik (1987) pariwisata sebagai suatu transformasi

orang untuk sementara dan dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan diluar

tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka

selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.

11
Menurut Kodhyat (1998) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat

ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai

usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan

dalam dimensi sosial,budaya, alam, dan ilmu.

Menurut WTO (1998) yang dimaksud dengan pariwisata adalah kegiatan

manusia yang melakukan perjalanan keluar dan tinggal di daerah tujuan di luar

lingkungan kesehariannya.

Menurut Badrudin (2000) mendefinisikan pariwisata sebagai kegiatan

melakukan perjalanan dengan tujuan mencari kepuasan, mencari sesuatu,

memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau istirahat, menunaikan tugas,

berziarah dan lain-lain.

Sedangkan Gamal (2002), pariwisata didefinisikan sebagai bentuk suatu

proses kepergian sementara dari seorang, lebih menuju ketempat lain diluar tempat

tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan baik

karena kepentingan ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, kesehatan maupun

kepentingan lain.

Menurut Wahab (2003), pada dasarnya ruang lingkup kepariwisataan terdiri

atas 3 unsur yakni : manusia sebagai unsur insani pelaku kegiatan pariwisata,tempat

sebagai unsur fisik yang sebenarnya tercakup oleh kegiatan itu sendiri dan waktu

12
sebagai unsur tempo yang dihabiskan dalam perjalanan itu sendiri dan selama

berdiam di tempat tujuan wisata

Menurut Wikipedia, pengertian pariwisata adalah suatu kegiatan perjalanan

yang dilakukan dengan tujuan liburan atau rekreasi.

Undang-undang Nomor 10 tahun 2009, menyebutkan pariwisata adalah

segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek

dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan

penyelenggaraan pariwisata, dengan demikian pariwisata meliputi:

1. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.

2. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata seperti: kawasan wisata,

Taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah, museum, pagelaran seni

budaya, tata kehidupan masyarakat atau yang bersifat alamiah:

keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai.

3. Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata yaitu: usaha jasa pariwisata

(biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, konvensi, perjalanan

insentif dan pameran, konsultan pariwisata, informasi pariwisata).

Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar,

angkutan wisata.

Menurut Robert Melntosh, pengertian pariwisata adalah gabungan dari

interaksi antara pemerintah selaku tuan rumah pariwisata, bisnis, dan wisatawan.

13
Menurut Richard Sihite, pengertian pariwisata adalah suatu perjalanan yang

dilakukan orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat

ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula, dengan suatu perencanaan dan

dengan maksud bukan untuk usaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi,

tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamasyaan dan rekreasi atau untuk

memenuhi keinginan yang beraneka ragam.

Menurut Hunziker dan krapf, pariwisata adalah sejumlah hubungan dan

gejala yang dihasilkan dari tinggalnya orang-orang asing, asalkan tinggalnya

mereka itu tidak menyebabkan timbulnya tempat tinggal serta usaha-usaha yang

bersifat sementara atau permanen sebagai usaha mencari kerja penuh

Menurut Hans Buchi, pariwisata adalah peralihan tempat untuk sementara

waktu dan mereka yang mengadakan perjalanan tersebut memperoleh pelayanan

dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri pariwisata

Menurut E. Guyer Freuler, pariwisata dalam artian modern adalah merupakan

fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan

pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhkan (cinta) terhadap

keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan

berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia sebagai hasil daripada

perkembangan perniagaan, industri, perdagangan serta penyempurnaan dari pada

alat-alat pengangkutan

14
Menurut Indra Mulyana, pariwisata merupakan perpindahan seseorang atau

sekelompok orang ke tempat lain, diluar tempat tinggalnya untuk sementara waktu

dengan maksud untuk melakukan rekreasi ataupun studi dalam memenuhi

kebutuhannya

Host and Guest (1989) dalam Kusumanegara (2009:3) mengklasifikasikan

jenis pariwisata sebagai berikut :

Pariwisata Etnik (Ethnic Tourism), yaitu perjalanan untuk mengamati

perwujudan kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang menarik

Pariwisata Budaya (Culture Tourism), yaitu perjalanan untuk meresapi atau

untuk mengalami gaya hidup yang telah hilang dari ingatan manusia

Pariwisata Rekreasi (Recreation Tourism), yaitu kegiatan pariwisata yang

berkisar pada olahraga, menghilangkan ketegangan dan melakukan kontak

social dengan suasana santai

Pariwisata Alam (Eco Tourism), yaitu perjalanan kesuatu tempat yang

relatif masih asli atau belum tercemar, dengan tujuan untuk mempelajari,

mengagumi, menikmati pemandangan, tumbuhan, dan binatang liar serta

perwujudan budaya yang ada atau pernah ada di tempat tersebut

Pariwisata Kota (City Tourism), yaitu perjalanan dalam suatu kota untuk

menikmati pemandangan, tumbuhan dan binatang liar serta perwujudan

budaya yang ada atau pernah ada atau pernah ada di tempat tersebut

15
Resort City, yaitu kota atau perkampungan yang mempunyai tumpuan

kehidupan pada persediaan sarana atau prasarana wisata yaitu penginapan,

restoran, olahraga, hiburan dan persediaan tamasya lainnya

Pariwisata Agro (Agro Tourism yang terdiri dari Rural Tourism atau Farm

Tourism), yaitu merupakan perjalanan untuk meresapi dan mempelajari

kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan. Jenis wisata ini

bertujuan mengajak wisatawan memikirkan alam dan kelestariannya

2.2. Industri Pariwisata

Sebagaimana yang tertuang dalam UU No.10 Tahun 2009 bahwa industri

pariwisata merupakan kumpulan usaha yang saling terkait dalam rangka

menghasilkan barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam

penyelenggaraan pariwisata, dan usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan

barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggara

pariwisata.

Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang memiliki keterkaitan

yang kuat dengan sektor lain, karena pariwisata bisa dikatakan sebagai gabungan

fenomena dan hubungan timbal balik akibat adanya interaksi dengan wisatawan,

supplier bisnis, pemerintah tujuan wisata serta masyarakat daerah tujuan wisata.

Menurut McIntos (1980) pariwisata adalah gabungan kegiatan, pelayanan,

dan industri yang memberikan pengalaman perjalanan, seperti transportasi,

16
akomodasi, makanan dan minuman, pertokoan, fasilitas, kegiatan hiburan, dan

pelayanan lainnya yang tersedia bagi individu atau kelompok yang melakukan.

Pariwisata merupakan suatu usaha yang komplek, hal ini dikarenakan

terdapat banyak kegiatan yang terkait dalam penyelenggaraan pariwisata. Kegiatan-

kegiatan tersebut diantaranya seperti usaha perhotelan (home stay), usaha

kerajinan/cinderamata, usaha perjalanan, dan usaha-usaha lainnya. Usaha

pariwisata dapat dikaitkan dengan sarana pokok kepariwisataan yaitu perusahaan

yang hidup dan kehidupannya sangat tergantung kepada arus kedatangan orang-

orang yang melakukan perjalanan wisata (Yoeti, 1996).

Industri pariwisata adalah serangkaian perusahaan yang satu sama lain

terpisah, sangat beraneka ragam dalam skala, fungsi, lokasi dan bentuk organisasi,

namun mempunyai kaitan fungsional dalam menghasilkan berbagai barang atau

jasa bagi kepentingan kebutuhan wisatawan dalam perjalanan dan keperluan

lainnya yang berkaitan. Dalam hal ini perusahaan primer mengurus keperluan

transportasi akomodasi, makanan dan minuman, untuk persiapan perjalanan.

Perusahaan sekunder memasok cenderamata dan barang lain keperluan wisatawan,

menyediakan hiburan dan kegiatan, asuransi, jasa bank, dan sebagainya. Disamping

itu terdapat lembaga-lembaga lain seperti pemasok keperluan perusahaan primer,

perusahaan penghasil keperluan umum, dan perusahaan yang menyelenggarakan

penggalakan pariwisata, biro, iklan, jasa konsultasi bagi perusahaan pariwisata

lainnya.

17
2.3. Pengertian Wisata

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian wisata adalah bepergian

secara bersama-sama dengan tujuan untuk bersenang-senang, menambah

pengetahuan, dan lain-lain. Selain itu juga dapat diartikan sebagai bertamasya atau

piknik.

Menurut Undang-Undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan

dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang

atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi,

pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang

dikunjungi dalam waktu sementara

2.4. Pengertian Kepariwisataan

Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata

dan bersifat multidimensi serta multi disiplin yang muncul sebagai wujud

kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat

setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah, dan pengusaha.

Menurut Prof. Kurt Morgenroth, kepariwisataan dalam arti sempit adalah lalu

lintas orang-orang yang meninggalkan tempat kediamannya untuk sementara waktu,

untuk berpesiar ditempat lain, semata-mata sebagai konsumen dari buah hasil

18
perekonomian dan kebudayaan guna memenuhi kebutuhan hidup dan budayanya

atau keinginan yang beraneka ragam dari pribadinya.

Menurut Dr. Hubert Gulden, kepariwisataan adalah suatu seni dari lalu lintas

orang, dalam mana manusia-manusia berdiam di suatu tempat asing untuk maksud

tertentu, tetapi dengan kediamannya itu tidak boleh dimaksudkan akan tinggal

menetap untuk melakukan pekerjaan selama-lamanya atau meskipun sementara

waktu, sifatnya masih berhubungan dengan pekerjaan.

Menurut Dr. R. Gluckmann, dengan kepariwisataan kita artikan keseluruhan

hubungan antara manusia yang hanya berada sementara waktu dalam suatu tempat

kediaman dan berhubungan dengan manusia-manusia yang tinggal ditempat itu

2.5. Pengertian Wisatawan

Wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80

km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi

Menurut Smith (dalam Kusumaningrum, 2009:16), menjelaskan bahwa

wisatawan adalah orang yang sedang tidak bekerja, atau sedang berlibur dan secara

sukarela mengunjungi daerah lain untuk mendapatkan sesuatu yang lain

Menurut IOUTO (Internasional Union of Travel Organization), wisatawan

adalah orang yang melakukan kunjungan selama lebih dari 24 jam disuatu tempat,

dengan tujuan kunjungan untuk bersenang-senang, olahraga, agama, berlibur,

19
belajar, kesehatan, dan berdagang. Pengunjung atau seseorang yang melakukan

perjalanan ke suatu negara yang bukan negara tempat ia tinggal, karena suatu alasan

yang bukan pekerjaannya sehari-hari.

Menurut WTO (dalam Kusumaningrum, 2009:17) membagi wisatawan

kedalam tiga bagian yaitu :

a. Pengunjung adalah setiap orang yang berhubungan kesuatu negara lain

dimana ia mempunyai tempat kediaman, dengan alasan melakukan

pekerjaan yang diberikan oleh negara yang dikunjunginya

b. Wisatawan adalah setiap orang yang bertempat tinggal disuatu negara

tanpa memandang kewarganegaraannya, berkunjung kesuatu tempat pada

negara yang sama untuk waktu lebih dari 24 jam yang tujuan

perjalanannya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Memanfaatkan waktu luang untuk rekreasi, liburan, kesehatan,

pendidikan, keagamaan, dan olahraga

2. Bisnis atau mengunjungi kaum keluarga

c. Darmawisata atau excurtionist adalah pengunjung sementara yang

menetap kurang dari 24 jam di negara yang dikunjungi termasuk orang

yang berkeliling dengan kapal pesiar

20
Menurut Komisi Liga Bangsa-bangsa 1937 (dalam Irawan, 2010:12), .

Wisatawan adalah orang yang selama 24 jam atau lebih mengadakan perjalanan

di negara yang bukan tempat kediamannya yang biasa

U.N Conference on Interest Travel and Tourism di Roma 1963 (dalam Irawan,

2010 :12), menggunakan istilah pengunjung (visitor) untuk setiap orang yang

datang ke suatu negara yang bukan tempat tinggalnya yang biasa untuk keperluan

apa saja, selain melakukan perjalanan yang digaji. Pengunjung yang dimaksudkan

meliputi 2 kategori :

a. Wisatawan yaitu : pengunjung yang datang kesuatu negara yang

dikunjunginya tinggal selama 24 jam dan dengan tujuan untuk bersenang-senang,

berlibur, kesehatan, belajar, keperluan agama dan olahraga, bisnis, keluarga, utusan

dan pertemuan

b. Excurtionist, yaitu : pengunjung yang hanya tinggal sehari di negara yang

dikunjunginya tanpa bermalam

Wisatawan menurut sifatnya antara lain (Kusumaningrum, 2009 :18) :

1. Wisatawan modern idealis, wisatawan yang sangat menaruh minat pada

budaya multinasional serta eksplorasi alam secara individual

2. Wisatawan modern materialis, wisatawan dengan golongan Hedonisme

(mencari keuntungan) secara berkelompok

21
3. Wisatawan tradisional idealis, wisatawan yang menaruh minat pada

kehidupan sosial budaya yang bersifat tradisional dan sangat menghargai

sentuhan alam yang tidak terlalu tercampur oleh arus modernisasi

4. Wisatawan tradisional materialis, wisatawan yang berpandangan

konvensional, mempertimbangkan keterjangkauan, murah dan keamanan

Wisatawan dapat dibagi lagi menjadi 3 bagian :

1. Wisatawan nusantara ialah penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan

di wilayah teritorial Indonesia bukan untuk bekerja atau sekolah dengan

jangka waktu kurang dari 6 bulan ke objek wisata komersial (bertransaksi)

2. Wisatawan mancanegara ialah seseorang atau sekelompok orang yang

melakukan perjalanan diluar negara asalnya, selama kurang dari 12 bulan

pada suatu destinasi tertentu, dengan tujuan perjalanan tidak untuk bekerja

atau memperoleh penghasilan

3. Pengunjung (pelancong) ialah penduduk Indonesia yang melakukan

perjalanan ke objek wisata komersial selama satu hari (pulang-pergi) tanpa

menginap di akomodasi komersial

Dalam Bahasa Inggris wisatawan itu disebut tourist. Menurut definisi IOUTO

(dalam Khodyat dan Ramaini 1992 : 109) , sebagaimana disebutkan Annex II,

keputusannya tanggal 1 juli 1960, kata tourist, dasarnya diartikan :

22
Orang yang bepergian hanya untuk bersenang-senang (pleasure), keperluan

keluarga, kesehatan, dan sebagainya

Orang yang bepergian untuk menghadiri pertemuan-pertemuan (meetings)

Orang yang bepergian untuk keperluan usaha (business)

Orang yang datang dalam rangka pelayaran wisata (sea cruise), walaupun

mereka singgah kurang dari 24 jam

Siswa atau orang muda yang tinggal di asrama atau sekolah

Oleh para pakar pariwisata dan organisasi internasional untuk kepentingan

tertentu, pengertian tourist ini diberi persyaratan seperti :

Perjalanan dilakukan secara sukarela

Perjalanan ketempat lain diluar wilayah/daerah/negara tempat tinggalnya

Tidak untuk mencari nafkah

Tujuannya semata-mata untuk :

- Pesiar, liburan, kesehatan, belajar, keagamaan dan olahraga

- Kunjungan usaha, mengunjungi keluarga, tugas, dan menghadiri

pertemuan

a. Persepsi Wisatawan

Dalam penyelenggaraannya pariwisata memiliki berbagai komponen.

Komponen utama pariwisata adalah wisatawan. Wisatawan menurut Undang-

undang RI No 9 tahun 1990 dikatakan bahwa wisatawan adalah orang yang

23
melakukan kegiatan berwisata, sedangkan wisata sendiri adalah kegiatan perjalanan

atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat

sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Jadi dalam hal ini semua

orang yang melakukan perjalanan dalam rangka berwisata disebut wisatawan.

Sementara Soekadijo (1996:3) mendefinisikan Wisatawan itu ialah orang yang

mengadakan perjalanan dari tempat kediamannya tanpa menetap di tempat yang

didatanginya,

Sementara jenis wisatawan menurut http://id.wikipedia.org/wiki/Desa antara

lain terdiri dari Wisatawan atau pengunjung rutin yang tinggal di daerah dekat desa

tersebut, Wisatawan dari luar daerah (luar propinsi atau luar kota), yang transit atau

lewat dengan motivasi, membeli hasil kerajinan setempat, dan Wisatawan domestik

yang secara khusus mengadakan perjalanan wisata ke daerah tertentu, dengan

motivasi mengunjungi daerah pedesaaan penghasil kerajinan secara pribadi.

Persepsi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah tanggapan atas

sesuatu (Badudu 1996:1048). Menurut Buss (1978) Persepsi merupakan cara

pandang dan secara umum merupakan pengumpulan dan penginterpretasian

informasi dengan proses yang dimulai dengan mencatat hal-hal pokok yang berada

di lingkungan yang kemudian diberi analisis untuk diberi arti. Sementara menurut

Subowo (1981) persepsi menunjuk adanya aktifitas mengindera, menginterpretasi,

memberi penilaian terhadap obyek fisik maupun sosial dan penginderaan ini

tergantung padastimulus fisik maupun sosial dan lingkungannya, melalui stimulus

24
fisik maupun sosial, maka pengalaman akan didapatkan. Dari berbagai macam

pendapat dan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan

persepsi adalah , menyangkut penilaian atau pandangan seseorang terhadap sesuatu.

Jadi persepsi wisatawan adalah penilaian ataupandangan wisatawan terhadap

sesuatu.

b. Wisatawan dan karakteristiknya

Bila diperhatikan, orang-orang yang datang berkunjung disuatu tempat

atau negara, biasanya mereka disebut sebagai pengunjung yang terdiri dari

beberapa orang dengan bermacam-macam motivasi kunjungan termasuk

didalamnya adalah wisatawan, sehingga tidak semua pengunjung

termasukwisatawan.

Menurut International Union of Official Travel Organization (IUOTO),

pengunjung yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain

dan biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk melakukan pekerjaan yang

menerima upah.

Karakteristik pengunjung dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu

karakteristik sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan wisata Smith

(1989:13). Dalam hal ini karakteristik pengunjung memberikan pengaruh yang

tidak langsung terhadap pengembangan pariwisata. Tidak dapat diterapkan secara

langsung langkahlangkah yang harus dilakukan hanya dengan melihat

25
karakteristik pengunjung, melainkan perlu melihat keterkaitan dengan

persepsipengunjung.

Pengunjung pada suatu objek wisata memiliki karakteristik dan pola

kunjungan, kebutuhan ataupun alasan melakukan kunjungan ke suatu objek

wisata masing-masing berbeda hal ini perlu menjadi pertimbangan bagi penyedia

pariwisata sehingga dalam menyediakan produk dapat sesuai dengan minat dan

kebutuhan pengunjung.

Adapun karakteristik pengunjung meliputi:

1. Jenis kelamin yang dikelompokkan menjadi laki-laki dan perempuan

2. Usia adalah umur responden pada saat survei

3. Kota atau daerah asal adalah daerah tempat tinggal responden

4. Tingkat pendidikan responden

5. Status pekerjaan responden

6. Status perkawinan responden

7. Pendapatan perbulan responden

Sedangkan pola kunjungan responden merupakan alasan utama perjalanan

adalah motif atau tujuan utama dilakukannya perjalanan tersebut meliputi:

1. Maksud kunjungan yang merupakan tujuan utama melakukan

perjalanan wisata.

26
2. Frekuensi kunjungan adalah banyaknya kunjungan ke objek wisata

yang pernah dilakukan oleh responden.

3. Teman perjalanan adalah orang yang bersama-sama dengan

responden melakukan perjalanan wisata.

4. Lama Waktu kunjungan adalah jumlah waktu yang dihasilkan

responden selama berada di objek wisata.

5. Besar pengeluaran adalah jumlah pengeluaran atau biaya selama

melakukan perjalanan wisata.

c. Faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata

Faktor-faktor utama yang mempengaruhi perjalanan wisata adalah sebagai

berikut Foster (1985:5):

a. Profil Wisatawan (Tourist Profile)

Profil wisatawan dapat dikelompokan menjadi 2 (dua)kategori, yaitu:

Karakteristik sosial ekonomi wisatawan (Sosio-economic

characteristic) yang meliputi umur, pendidikan dan tingkat

pendapatan.

Karakteristik tingkah laku (behavioural Characteristic) yang

meliputi motivasi, sikap dan keinginan wisatawan.

27
b. Pengetahuan untuk melakukan perjalanan (travel awareness) yang

meliputi informasi tentang daerah tujuan wisata serta ketersediaan

fasilitas dan pelayanannya.

c. Karakteristik perjalanan (trip features) yang meliputi jarak, waktu

tinggal di daerah tujuan, biaya dan waktu perjalanan.

d. Sumber daya dan karakteristik daerah tujuan (resources and

characteristic of destinataon) yang meliputi jenis atraksi, akomodasi,

ketersediaan dan kualitas fasilitas pelayanan, kondisi lingkungan dan

sebagainya

Keempat faktor di atas dirumuskan melalui unsur penawaran (supply)

dan unsur permintaan (demand). Adanya kedua unsur yang berlawanan ini

melahirkanberbagai jenis kegiatan rekreasi yang dapat dinikmati oleh

pengunjung di suatu kawasan wisata. Faktor yang mendorong suatu perjalanan

wisata dari daya tarik objek wisata diharapkan membentuk citra atau image. Citra

wisata adalah gambaran yang diperoleh wisatawan dari berbagai kesan,

pengalaman dan kenangan yang didapat sebelum, ketika dan sesudah

mengunjungi objek wisata.

Dengan demikian untuk membentuk citra dari suatu kawasan wisata

perlu adanya suatu produk wisata yang dapat mempengaruhi perjalanan seorang

wisatawan. Produk tersebut dirumuskan dengan menampilkan objek yang

menarik dan sarana yang mendukung sehingga mempunyai nilai kompetisi.

28
2.6. Pengertian Destinasi Wisata

Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah

kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang

didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata,

aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya

kepariwisataan

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1990,

dijelaskan bahwa pengertian destinasi wisata adalah suatu kawasan yang

mempunyai luas tertentu yang dibangun dan disediakan untuk kegiatan pariwisata.

2.7. Daya tarik wisata

Berdasarkan Undang-Undang Repubkik Indonesia No. 10 tahun 2009 daya

tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai

yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia

yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan

A, Yoeti dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata tahun 1985

menyatakan bahwa daya tarik wisata atau tourist attraction, istilah yang lebih

sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk

mengunjungi suatu daerah tertentu

29
Menurut Yoeti (2002 : 5) daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang dapat

menarik wisatawan untuk berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti :

..Natural attraction : landscape, seascape, beaches, climate, and other

geographical features of the destinations; cultural attraction : history and folklore,

religion, art and special events, festivals; social attractions : the way of life, the

resident populations, languanges, oppurtunities for social encounters; built

attraction : building, historic, and modern architecture, monument, parks, gardens,

marina, etc

Damanik dan Weber (2006 : 13) menyebutkan bahwa daya tarik wisata yang

baik sangat terkait dengan empat hal, yaitu memiliki keunikan, originalitas,

otensitas, dan keragaman. Keunikan diartikan sebagai kombinasi kelangkaan dan

kekhasan yang melekat pada suatu daya tarik wisata. Originalitas mencerminkan

keaslian atau kemurnian, yakni seberapa jauh suatu produk tidak terkontaminasi

atau tidak mengadopsi nilai yang berbeda dengan nilai aslinya. Otensitas mengacu

pada keaslian. Bedanya dengan originalitas, otentisitas lebih sering dikaitkan

dengan tingkat keantikan atau eksotisme budaya sebagai daya tarik wisata.

Otensitas merupakan kategori nilai yang memadukan sifat alamiah, eksotis, dan

bersahaja

30
Nyoman S. Pendit dalam bukunya Ilmu Pariwisata tahun 1994

mendefinisikan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai

untuk dikunjungi dan dilihat

Dalam UU No. 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan disebutkan bahwa daya

tarik wisata adalah suatu yang menjadi sasaran wisata terdiri atas:

1. Daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berwujud keadaan

alam, flora dan fauna

2. Daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud museum, peninggalan

sejarah, seni dan budaya, wisata agro, wisata buru, wisata petualangan alam,

wisata kuliner, taman rekreasi dan komplek hiburan

3. Daya tarik wisata minat khusus, seperti : berburu, mendaki gunung, gua,

industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat

ibadah, tempat ziarah dan lain-lain

Menurut Karyono (1997) suatu daerah tujuan wisata mempunyai daya tarik

disamping harus ada objek dan atraksi wisata, juga harus memiliki tiga syarat daya

tarik, yaitu:

1. Ada sesuatu yang bisa dilihat (something to see)

2. Ada sesuatu yang dapat dikerjakan (something to do)

3. Ada sesuatu yang bisa dibeli (something to buy)

31
Menurut Spillane (2002) ada lima unsur penting dalam suatu obyek wisata

yaitu :

1. Attraction atau hal-hal yang menarik perhatian wisatawan

2. Facilities atau fasilitas-fasilitas yang diperlukan

3. Infrastruktur dari objek wisata

4. Transportation atau jasa-jasa pengangkutan

5. Hospitality atau keramah-tamahan, kesediaan untuk menerima tamu

Menurut Cooper (1995 : 81) bahwa terdapat empat komponen yang harus

dimiliki oleh sebuah destinasi wisata, yaitu atraksi (attraction), seperti alam yang

menarik, kebudayaan daerah yang menawan dan seni pertunjukan; aksesibilitas

(accessibilities) seperti transportasi lokal dan adanya terminal; amenities

(amenities) seperti tersedianya akomodasi, rumah makan, dan agen perjalanan;

anciliary service yaitu organisasi kepariwisataan yang dibutuhkan untuk pelayanan

wisata seperti destination marketing management organization, conventional and

visitor bureau.

Menurut Edward Inskeep (1991:27), mengatakan bahwa suatu objek

wisata harus mempunyai 5 unsur penting, yaitu:

1. Daya tarik

Daya tarik merupakan faktor utama yang menarik wisatawan

mengadakan perjalanan mengunjungi suatu tempat, baik suatu tempat

32
primer yang menjadi tujuan utamanya, atau tujuan sekunder yang

dikunjungi dalam suatu perjalanaan primer karena keinginannya untuk

menyaksikan, merasakan, dan menikmati daya tarik tujuan tersebut.

Sedangkan daya tarik sendiri dapat diklasifikan kedalam daya tarik

lokasi yang merupakan daya tarik permanen.

2. Prasarana wisata

Prasarana wisata ini dibutuhkan untuk melayani wisatawan selama

perjalanan wisata. Fasilitas ini cenderung berorientasi pada daya tarik

wisata di suatu lokasi, sehingga fasilitas ini harus terletak dekat

dengan objek wisatanya. Prasarana wisata cenderung mendukung

kecenderungan perkembangan pada saat yang bersamaan. Prasarana

wisata ini terdiri dari:

a. Prasarana akomodasi

Prasarana akomodasi ini merupakan fasilitas utama yang sangat

penting dalam kegiatan wisata. Proporsi terbesar dari pengeluaran

wisatawan biasanya dipakai untuk kebutuhan menginap, makan

dan minum. Daerah wisata yang menyediakan tempat istirahat yang

nyaman dan mempunyai nilai estetika tinggi, menu yang cocok,

menarik, dan asli daerah tersebut merupakan salah satu yang

menentukan sukses tidaknya pengelolaan suatu daerah wisata.

b. Prasarana pendukung

33
Prasarana pendukung harus terletak ditempat yang mudah

dicapai oleh wisatawan. Pola gerakan wisatawan harus diamati atau

diramalkan untuk menentukan lokasi yang optimal mengingat

prasarana pendukung akan digunakan untuk melayani mereka.

Jumlah dan jenis prasarana pendukung ditentukan berdasarkan

kebutuhan wisatawan.

3. Sarana wisata

Sarana Wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata

yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam

menikmati perjalanan wisatanya. Pembangunan sarana wisata di

daerah tujuan wisata maupun objek wisata tertentu harus

disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, baik secara kuantitatif

maupun kualitatif. Lebih dari itu, selera pasar pun dapat

menentukan tuntutan berbagai sarana yang dimaksud. Berbagai

sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata antara

lain biro perjalanan, alat transportasi, dan alat komunikasi, serta

sarana pendukung lainnya. Tidak semua objek wisata

memerlukan sarana yang sama atau lengkap. Pengadaan sarana

wisata tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan.

4. Infrastruktur

34
Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi sarana dan

prasarana wisata, baik yang berupa sistem pengaturan maupun

bangunan fisik diatas permukaan tanah dan dibawah tanah,

seperti: sistem pengairan, sumber listrik dan energi, sistem jalur

angkutan dan terminal, sistem komunikasi, serta sistem

keamanan atau pengawasan. Infrastruktur yang memadai dan

terlaksana dengan baik di daerah tujuan wisata akan membantu

meningkatkan fungsi sarana wisata, sekaligus membantu

masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

5. Masyarakat, lingkungan dan budaya

Daerah dan tujuan wisata yang memiliki berbagai objek dan

daya tarik wisata akan mengundang kehadiran wistawan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan

masyarakat, lingkungan dan budaya adalah sebagai berikut :

a. Masyarakat

Masyarakat di sekitar obyek wisatalah yang akan

menyambut kehadiran wisatawan tersebut, sekaligus akan

memberikan layanan yang diperlukan oleh para wisatawan.

Layanan yang khusus dalam penyajiannya serta mempunyai

kekhasan sendiri akan memberikan kesan yang mendalam.

Untuk itu masyarakat di sekitar objek wisata perlu

35
mengetahui berbagai jenis dan kualitas layanan yang

dibutuhkan oleh para wisatawan.

b. Lingkungan

Disamping masyarakat di sekitar objek wisata, lingkungan

alam di sekitar objek wisata pun perlu diperhatikan dengan

seksama agar tidak rusak dan tercemar. Lalu-lalang

manusia yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat

mengakibatkan rusaknya ekosistim dari fauna dan flora di

sekitar objek wisata. Oleh sebab itu perlu adanya upaya

untuk menjaga kelestarian melalui penegakan berbagai

aturan dan persyaratan dalam pengelolaan suatu objek wisata.

c. Budaya

Lingkungan masyarakat dalam lingkungan alam di suatu

objek wisata merupakan lingkungan budaya yang menjadi

pilar penyangga kelangsungan hidup suatu masyarakat.

Oleh karena itu lingkungan budaya ini pun kelestariannya

tak boleh tercemar oleh budaya asing, tetapi harus

ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan

kenangan yang mengesankan bagi setiap wisatawan yang

berkunjung.

2.8. Kawasan Pariwisata

36
Kawasan strategis periwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama

pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai

pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial

dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup,

serta pertahanan dan keamanan

Dalam ketentuan umum Undang-Undang nomor 9 tahun 1990 tentang

kepariwisataan, yang dimaksud dengan kawasan pariwisata adalah kawasan dengan

luas tertentu yang dibangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata

2.9. Bentuk/Jenis Wisata

Wisata rekreasi, wisata belanja, wisata sejarah, wisata ziarah, wisata mice,

eco wisata, wisata konservasi, wisata petualangan, sport tourism, wisata bisnis,

wisata minat khusus dan wisata kuliner

Menurut Nyoman S. Pendit (2003 : 37-43) pariwisata dapat dibagi ke dalam

kelompok-kelompok sebagai berikut :

1. Wisata budaya

Ini dimaksudkan agar perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk

memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau

peninjauan keluar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat

mereka

37
2. Wisata kesehatan

Perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan tersebut untuk menukar keadaan

dan lingkungan tempat sehari-hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat

baginya dalam arti jasmani dan rohani, dengan mengunjungi tempat peristirahatan

seperti mata air panas yang dapat menyembuhkan tempat yang mempunyai iklim

udara menyehatkan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas kesehatan

lainnya

3. Wisata olahraga

Ini dimaksudkan wisatawan-wisatawan yang melakukan perjalanan dengan

tujuan berolahraga atau memang sengaja bermaksud mengambil bagian aktif dalam

pesta olahraga disuatu tempat atau negara seperti olimpiade, Asean Games, Thomas

Cup, dll

4. Wisata komersial

Dalam jenis ini termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran

dan pecan raya yang bersifat komersial, seperti pameran industri, pameran dagang

dan sebagaimya

5. Wisata industri

Perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau

orang-orang awam kedalam suatu kompleks atau daerah perindustrian dimana

38
terdapat pabrik atau bengkel besar dengan tujuan untuk mengadakan peninjauan

dan penelitian

6. Wisata politik

Perjalanan yang dilakukan untuk mengunjungi atau mengambil bagian secara

aktif dalam peristiwa kegiatan politik seperti misalnya kegiatan ulang tahun negara,

penobatan Ratu Inggris, dan sebagainya dimana fasilitas akomodasi, sarana

angkutan dan atraksi aneka warna diadakan secara megah dan meriah bagi

pengunjung, baik dalam maupun luar negri

7. Wisata konvensi

Terkait dengan wisata politik hanya saja objek wisata disini adalah kegiatan

konvensi dengan segala fasilitas yang disediakan

8. Wisata sosial

Pengorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberikan

kesempatan kepada golongan ekonomi lemah (atau dengan kata lain tidak mampu

untuk membayar sesuatu yang bersifat luxurious) untuk mengadakan perjalanan

9. Wisata pertanian

Pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian,

perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya

10. Wisata maritim atau bahari

39
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan olahraga air, lebih-lebih didanau,

bengawan, pantai, teluk, sungai, atau laut lepas

11. Wisata cagar alam

Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran atau keindahan alam,

kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa

yang langka serta tumbuh-tumbuhan yang jarang terdapat ditempat lain

12. Wisata buru

Jenis wisata ini banyak dilakukan di negeri-negeri yang memiliki daerah atau

hutan berburu yang dibenarkan oleh pemerintah

13. Wisata pilgrim

Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan

kepercayaan atau kelompok dalam masyarakat

14. Wisata bulan madu

Penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan pengantin baru yang

sedang berbulan madu

15. Wisata petualangan

40
Dikenal dengan istilah Adventure Tourism, seperti masuk hutan belantara

yang tadinya belum pernah dijelajahi (off beaten track), penuh binatang buas,

mendaki tebing teramat terjal, masuk goa penuh misteri, dll

Menurut James. J. Spillane (1987) jenis-jenis pariwisata berdasarkan motif

tujuan perjalanan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis pariwisata khusus, yaitu :

1. Pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism)

Jenis pariwisata ini dilakukan oleh orang-orang yang meninggalkan tempat

tinggalnya untuk berlibur, mencari udara segar, memenuhi kehendak ingin tahunya,

mengendorkan ketegangan syaraf, melihat sesuatu yang baru, menikmati keindahan

alam, mengetahui hikayat rakyat setempat, mendapatkan ketenangan

2. Pariwisata untuk rekreasi (recreation tourism)

Pariwisata ini dilakukan untuk pemanfaatan hari-hari libur untuk beristirahat,

memulihkan kembali kesegaran jasmani dan rohaninya, dan menyegarkan diri dari

keletihan dan kelelahannya. Dapat dilakukan pada tempat yang menjamin tujuan-

tujuan rekreasi yang menawarkan kenikmatan yang diperlukan seperti tepi pantai,

pegunungan, pusat-pusat peristirahatan dan pusat-pusat kesehatan

3. Pariwisata untuk kebudayaan (cultural tourism)

Jenis ini ditandai oleh adanya rangkaian motivasi, seperti keinginan untuk

belajar di pusat-pusat pengajaran dan riset, mempelajari adat istiadat, kelembagaan,

41
dan cara hidup masyarakat yang berbeda-beda, mengunjungi monument bersejarah,

peninggalan masa lalu, pusat-pusat kesenian dan keagamaan, festival seni musik,

teater, tarian rakyat dan lain-lain

Ada berbagai macam bentuk perjalanan wisata ditinjau dari beberapa macam

segi, yaitu:

1. Dari segi jumlahnya, wisata dibedakan atas :

a. Individual Tour (wisatawan perorangan), yaitu suatu perjalanan yang

dilakukan oleh satu orang atau sepasang suami istri

b. Family Group Tour (wisata keluarga), yaitu suatu perjalanan wisata

yang dilakukan oleh serombongan keluarga yang masih mempunyai

hubungan kekerabatan satu sama lain

c. Group Tour (wisatawan rombongan), yaitu suatu perjalanan yang

dilakukan bersama-sama dengan dipimpin seseorang yang

bertanggung jawab atas keselamatan dan kebutuhan seluruh

anggotanya

2. Dari segi kepengaturannya, wisata dibedakan atas :

a. Pre-arranged Tour (wisata berencana), yaitu suatu perjalanan wisata

yang jauh hari sebelumnya telah diatur segala sesuatunya, baik

transportasi, akomodasi, maupun objek-objek yang akan dikunjungi

b. Package Tour (wisata paket atau paket wisata), suatu produk wisata

yang merupakan suatu komposisi perjalanan yang disusun dan dijual

42
guna memberikan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan

perjalanan

c. Coach Tour (wisata terpimpin), yaitu suatu paket perjalanan ekskursi

yang dijual oleh biro perjalanan dengan dipimpin oleh seorang

pemandu wisata dan merupakan perjalanan wisata yang

diselenggarakan secara rutin, dalam jangka yang telah ditetapkan dan

dengan rute yang tertentu pula

d. Special Arranged Tour (wisata khusus), yaitu suatu perjalanan wisata

yang disusun secara khusus guna memenuhi permintaan seorang

langganan atau lebih sesuai dengan kepentingannya

e. Optional Tour (wisata tambahan), yaitu suatu perjalanan wisata

tambahan diluar pengaturan yang telah disusun dan diperjanjikan

pelaksanaannya, yang dilakukan atas permintaan pelanggan

3. Dari segi maksud dan tujuannya, wisata dibedakan atas :

a. Holiday Tour (wisata liburan), suatu perjalanan wisata yang

diselenggarakan dan diikuti oleh anggotanya guna berlibur,

bersenang-senang dan menghibur diri

b. Familiarization Tour (wisata pengenalan), yaitu suatu perjalanan

anjangsana yang dimaksudkan guna mengenal lebih lanjut bidang

atau daerah yang mempunyai kaitan dengan pekerjaannya

43
c. Education Tour (wisata pendidikan), yaitu suatu perjalanan wisata

yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran, studi perbandingan

atau pengetahuan mengenai bidang kerja yang dikunjunginya

d. Scientific Tour (wisata pengetahuan), yaitu perjalanan wisata yang

tujuan pokoknya adalah memperoleh pengetahuan dan penyelidikan

suatu bidang ilmu pengetahuan

e. Pilgrimage Tour (wisata keagamaan), yaitu perjalanan wisata guna

melakukan ibadah keagamaan

f. Special Mission Tour (wisata kunjungan khusus), yaitu perjalanan

wisata dengan suatu maksud khusus, misalnya misi dagang, misi

kesenian dan lain-lain

g. Special Program Tour (wisata program khusus), yaitu suatu

perjalanan wisata untuk mengisi kekosongan khusus

h. Hunting Tour (wisata perburuan), yaitu suatu kunjungan wisata yang

dimaksudkan untuk menyelenggarakan pemburuan binatang yang

diijinkan oleh penguasa setempat, untuk hiburan semata

4. Dari segi penyelenggaraannya, wisata dibedakan atas :

a. Ekskursi (excursion), yaitu suatu perjalanan wisata jarak pendek yang

ditempuh kurang dari 24 jam guna mengunjungi satu atau lebih objek

wisata

44
b. Safari Tour yaitu suatu perjalanan wisata yang diselenggarakan secara

khusus dengan perlengkapan atau peralatan khusus pula

c. Cruise Tour yaitu perjalanan wisata yang menggunakan kapal pesiar

mengunjungi objek-objek wisata bahari, dan objek wisata di darat

tetapi menggunakan kapal pesiar sebagai basis pemberangkatannya

d. Youth Tour (wisata remaja), yaitu suatu kunjungan wisata yang

penyelenggaraannya khusus diperuntukkan bagi para remaja menurut

golongan umur yang telah ditetapkan oleh hukum negara masing-

masing

e. Marine Tour (wisata bahari), yaitu suatu kunjungan objek wisata

khususnya untuk menyaksikan keindahan lautan

2.10. Produk wisata

Produk industri pariwisata adalah aneka ragam jasa dan kebutuhan wisatawan

yang ditawarkan secara terpisah oleh masing-masing bidang usaha, namun

mempunyai kaitan fungsional terpadu dalam rangka memuaskan seluruh

pengalaman wisatawan, sejak mulai berangkat dari rumah sampai kembali di

tempat asal, meliputi jasa persiapan oleh Perusahaan Travel Agent dan Tour

Operator di tempat asal wisatawan, jasa Perusahaan Transpor yang membawanya

ke tempat tujuan, jasa Perusahaan Akomodasi selama di daerah tujuan wisata. Jasa

Perusahaan Makanan dan Minuman di hotel atau tempat sekitarnya, jasa

Perusahaan Travel Agent dan Tour Operator Lokal yang mengurus tour, ekskursi,

45
sightseeing, hiburan dan atraksi wisata lain, jasa Perusahaan Cenderamata dan

Kerajinan untuk mendapat oleh-oleh kenangan yang dibawa pulang, dan jasa

Perusahaan Penunjang Keperluan Terkait dalam Kegiatan Wisatawan.

Produk pariwisata disbanding dengan jenis-jenis produk barang dan jasa

lainnya memilki ciri-ciri berbeda dan untuk memahami bentuk serta wujud dari

produk pariwisata, maka berikut ini pengertian produk pariwisata yang

dikemukakan oleh :

1. Burkat dan Medlik

Produk pariwisata dapat merupakan suatu susunan produk yang terpadu yang

terdiri dari objek dan daya tarik wisata, transportasi, akomodasi dan hiburan,

dimana tiap unsur produk pariwisata dipersiapkan oleh masing-masing perusahaan

dan ditawarkan secara terpisah kepada konsumen

2. Medlik dan Middleton

Produk pariwisata terdiri dari bermacam-macam unsur yang merupakan suatu

paket yang satu sama lainnya tidak terpisahkan serta memenuhi kebutuhan

wisatawan sejak meninggalkan tempat tinggalnya sampai ketempat tujuannya dan

kembali lagi ketempat asalnya

3. Suswantoro

46
Pada hakekatnya pengertian produk wisata adalah keseluruhan pelayanan

yang diperoleh dan dirasakan atau dinikmati wisatawan semenjak ia meninggalkan

tempat tinggalnya sampai ke daerah tujuan wisata yang dipilihnya dan sampai

kembali ke rumah dimana ia berangkat semula

Berdasarkan ketiga pengertian ini, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 3

unsur yang membentuk suatu produk pariwisata yaitu :

1. Daya tarik dari destinasi

2. Fasilitas dari destinasi

3. Kemudahan dari destinasi

Selanjutnya ketiga unsur tersebut menyatu dan menghasilkan citra terhadap

suatu destinasi, apakah baik atau buruk. Berikut ini terdapat sejumlah 6 unsur

produk pariwisata yang membentuk suatu paket pariwisata terpadu yang diuraikan

berdasarkan kebutuhan wisatawan, antara lain :

1. Sistem transportasi

2. Sistem akomodasi perhotelan

3. Sistem tempat makan dan minum

4. Sistem obyek dan daya tarik wisata

5. Sistem tempat hiburan

6. Sistem toko souvenir

7. Sistem pemandu wisata

47
Memahami produk pariwisata secara mendalam dapat dilakukan dengan

terlebih dahulu memahami ciri-ciri produk pariwisata, antara lain :

1. Tidak dapat dipindahkan

2. Tidak memerlukan perantara untuk mencapai kepuasan

3. Tidak dapat ditimbun atau disimpan

4. Sangat dipengaruhi oleh faktor non ekonomis

5. Tidak dapat dicoba atau dicicipi

6. Sangat tergantung pada faktor manusia

7. Memiliki tingkat resiko yang tinggi dalam hal investasi

8. Tidak memiliki standar atau ukuran yang objektif dalam menilai tingkat

mutu pendek

2.11. Pasar Pariwisata

Dalam pengembangan pariwisata perlu dikaji mengenai wisatawan yang akan

dituju yang kelak akan datang ke daerah tujuan wisata. Wisatawan tersebutlah yang

menjadi pangsa pasar wisata. Menurut Fandeli (2003:4), pasar pariwisata (demand)

adalah merupakan pihak yang meminta atau membutuhkan kegiatan berwisata.

Oleh karenanya, banyak permintaan yang harus dipenuhi oleh penyedia kegiatan

pariwisata. Masih menurut Fandeli, terdapat beberapa unsur penting yang harus

dipertimbangkan dalam aspek pasar pariwisata, yaitu Unsur Wisatawan, Aktivitas,

Promosi dan technology, dan Kelembagaan

48
Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang melakukan kegiatan wisata

atau melakukan perjalanan adalah berkaitan dengan kebutuhan, motif dan

kepribadian seseorang. Terdapat faktor pendorong (kebutuhan dan motif) yaitu

kebutuhan untuk membebaskan diri, menemukan diri sendiri, istirahat dan

relaksasi,prestige, keluarga, mencari pengalaman baru, petualang dan tantangan,

serta faktor penarik atraksi , yaitu mencakup manusia, tempat dan aktivitas (Arma

dalam Fandeli,1995). Sementara menurut Mathiesen dan Wall (dalam

Fandeli:1995) tuntutan kebutuhan orang melakukan kegiatan wisata terutama

dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan teknologi, serta termasuk di dalamnya

adalah meningkatnya pendapatan dan kemampuan daya beli yang semakin tinggi,

keinginan orang melepaskan diri dari tekanan hidup sehari-hari di kota, keinginan

mendapatkan perubahan suasana dan memanfaatkan waktu senggang sesudah

bekerja,bertambahnya kemajuan-kemajuan dalam bidang trasportasi

mengakibatkan perjalanan lebih mudah, cepat dan nyaman, serta kemudahan-

kemudahan dalam mobilitas, serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan

meningkatkan pula keinginan orang untuk melihat dan memperoleh pengalaman

baru mengenai masyarakat dan tempat yang ingin dikunjungi.

Penyediaan obyek dan atraksi wisata (supply) harus ada

komplementarisasi/kesesuaian dengan pasar pariwisata (demand). Selain yang

sudah di sebutkan di atas hal yang tidak kalah pentingnya dalam segmentasi pasar

49
adalah faktor usia wisatawan, karena faktor usia berpengaruh terhadap pola pikir

dan pandangan mereka terhadap jenis wisata yang dipilih.

2.12. Tujuan Pariwisata

Tujuan pariwisata telah dijabarkan oleh para ahli di bidang pariwisata sebagai

optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber daya pariwisata.

Daerah tujuan wisata menurut Surjanto (dalam A. hari Karyono, 1997:11)

yaitu daerah-daerah yang berdasarkan kesiapan prasarana dan sarana dinyatakan

siap menerima kunjungan wisatawan di Indonesia. Daerah tujuan wisata

diharuskan memiliki objek wisata dan daya tarik wisata (atraksi wisata) sebagai

media untuk menarik minat wisatawan.

Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan membawa perubahan

pada daerah tersebut. Perubahan yang dimaksud dapat bernilai positif jika

pengembangan pariwisata dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang benar,

yakni melalui perencanaan yang cermat dan matang supaya sesuai dengan

kondisi setempat. Namun demikian, jika pelaksanaannya tidak direncanakan

dengan baik maka justru akan membawa kerugian atau berdampak negatif bagi

daerah tempat pariwisata berkembang.

2.13. Wisata kuliner

50
Kuliner adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi

makanan ataupun juga sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari

kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu kuliner sangat penting dalam kehidupan.

Ada beberapa pendapat tentang kuliner :

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga tahun 2003, Wisata

adalah bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-

senang, bertamasya, dsb). Sedangkan kuliner berarti masakan atau makanan. Jadi

dapat disimpulkan bahwa wisata kuliner ialah perjalanan yang memanfaatkan

masakan serta suasana lingkungannya sebagai objek tujuan wisata.

Menurut Ardika (dalam Putra,et.al., 2012:21) wisata kuliner adalah suatu

aktivitas wisatawan untuk mencari makanan dan minuman yang unik dan

mengesankan. Dengan kata lain, wisata kuliner bukan semata-mata keinginan untuk

mencicipi nikmatnya makanan, tetapi yang lebih penting adalah keunikan dan

kenangan yang ditimbulkan setelah menikmati makanan tersebut. Saat ini wisata

kuliner adalah sebuah segmen industri pariwisata yang sedang berkembang dan

seringkali dikaitkan dengan berbagai aktivitas budaya, kegiatan bersepeda (cycling),

dan jalan santai (walking).

Menurut Kwd kuliner adalah zat yang kita makan sehari-hari, yang

mengandung nilai gizi dan juga kandungan lain yang tidak terdapat dalam makanan

51
yang lain dan juga berasal dari bahan yang biasanya berasal dari hewan atau

tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi.

Menurut Fadiati (dalam Ariani, 1994:5) seni kuliner merupakan suatu seni

yang mempelajari tentang makanan dan minuman serta berbagai hal yang

berhubungan dengan makanan dan minuman tersebut, mulai dari persiapan,

pengolahan, penyajian dan penyimpanannya. Dari seni kuliner berkembanglah

istilah yang sangat marak saat ini yaitu wisata kuliner. Wolf (2004) menyatakan :

Wisata kuliner bukanlah sesuatu yang mewah eksklusif. Wisata kuliner

menekankan pada pengalaman gastronomi yang unik dan menegaskan, bukan pada

kemewahan restoran maupun kelengkapan jenis makanan maupun minuman yang

tersedia.

International Culinary Tourism Association (ICTA) menyatakan wisata

kuliner bukan hal yang baru, berhubungan dengan agrowisata namun lebih terfokus

pada bagaimana suatu makanan maupun minuman dapat menarik kedatangan

wisatawan untuk menikmatinya. Wisata kuliner dapat memajukan pengalaman

gastronomi yang khusus dan mengesankan. Jika ditengok kebelakang, wisata

kuliner adalah suatu wadah yang penting untuk membantu perkembangan ekonomi

dan pembangunan masyarakat dan dapat mengembangkan pemahaman

antarbudaya. Wisata kuliner dapat ditemukan, baik didaerah perkotaan maupun

pedesaan.

52
Menurut Wikipedia pengertian kuliner sebagai berikut :

The word culinary derives from the latin word culina, meaning kitchen. It is

commonly used as reference to things related to cooking or the culinary profession.

The culinary profession is cooking or preparing food as a profession, i.e. chefs,

restaurant management, dieticians, nutritionists, etc.

Sementara menurut kamus Bahasa Inggris Indonesia John M. Echols

(1993:159) Culinary diartikan sebagai yang berhubungan dengan dapur atau

masakan.

Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa secara harafiah kuliner adalah

dapur yang biasa digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang berhubungan dengan

memasak atau profesi kuliner. Profesi kuliner sendiri dapat diartikan profesi untuk

memasak atau mempersiapkan makanan, seperti chefs, managementrestaurant, ahli

penata diet, ahli gizi dan sebagainya. Jadi yang dimaksud dengan wisata kuliner

adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan

secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati makanan atau minuman.

Daya tarik utama wisata kuliner adalah produk makanan. Produk makanan

merupakan hasil pengolahan bahan mentah menjadi makanan siap dihidangkan

melalui kegiatan memasak (Farida Arifianti : 38). Lebih lanjut Davis dan Stone

(1994 : 44) mengemukakan bahwa karakteristik fisik dari produk makanan dan

minuman antara lain kualitas, penyajian, susunan menu, porsi makanan, siklus

53
hidup produk, dekorasi ruang maupun pengaturan meja. Sebagian makanan dan

minuman disajikan dan disediakan di restoran yaitu suatu tempat atau bangunan

yang diorganisir secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan baik

kepada semua tamunya baik berupa makanan maupun minuman (Marsum WA.

1991:7). Selain restoran, tempat penjualan makanan dan minuman yang banyak

berdiri adalah warung makan yaitu tempat penjualan makanan pokok dalam skala

lebih kecil dan lebih sederhana daripada restoran, dan toko ataupusat jajanan yaitu

tempat yang secara khusus hanya menjual makanan kudapan yang sebagian besar

berupa makanan kering ( Hasan Saputro 2004: 12-13)

Hal-hal yang menjadi daya tarik dari wisata kuliner adalah :

Keragaman aktivitas kuliner

Makanan khas

Lokasi yang nyaman dan bersih

Desain ruangan (venue) yang unik dan menarik

Pelayanan yang baik

Pasar yang competitive

Harga dan proporsi nilai

Peluang bersosialisasi

Interaksi budaya dengan kuliner

54
Suasana kekeluargaan

Lingkungan yang menarik

Produk tradisional, nasional dan internasional

2.14. Makanan

Makanan diperlukan untuk kehidupan karena makanan merupakan salah satu

kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Makanan berfungsi untuk memelihara

proses tubuh dalam pertumbuhan atau perkembangan serta mengganti jaringan

tubuh yang rusak, memperoleh energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari,

mengatur metabolisme dan berbagai keseimbangan air, mineral, dan cairan tubuh

yang lain, juga berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai

penyakit (Notoatmodjo, 2003).

Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat

dan dimanapun ia berada serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar

bermanfaat bagi tubuh. Tanpa adanya makanan dan minuman, manusia tidak dapat

melangsungkan hidupnya. Adapun pengertian makanan menurut WHO (World

Health Organization), yaitu semua substansi yang diperlukan tubuh, kecuali air dan

obat-obatan dan substansi-substansi yang dipergunakan untuk pengobatan

(Putraprabu, 2008)

55
Menurut Nurdiyansah (2014:139) makanan adalah tradisi, yang menarik dari

makanan adalah proses dan peran makanan pada berbagai ritual maupun upacara

adat, secara turun temurun, resep-resep kuno dalam mengolah makanan terus

diturunkan dari generasi ke generasi

2.15. Minuman

Minuman merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup,

yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, kualitas minuman

harus terjamin agar konsumen sebagai pemakaian produk minuman dapat terhindar

dari penyakit akibat minum terlebih minuman yang mengandung bahan tambahan

makanan seperti bahan pengawet makanan.

Definisi minuman adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat

menghilangkan rasa haus. Minuman umumnya berbentuk cair, namun ada pula

yang berbentuk padat seperti es krim atau es lilin. Minuman kesehatan adalah segala

sesuatu yang dikonsumsi yang dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga juga

mempunya efek menguntungkan terhadap kesehatan. (Winarti, 2006)

2.16. Pelayanan

Pelayanan merupakan serangkaian kegiatan, karena itu pelayanan juga

merupakan suatu proses. Sebagai proses, pelayanan berlangsung secara rutin dan

berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat

56
(Munir, 2000; 17). Yang dimaksud pelayan umum adalah setiap kegiatan yang

dilakukan oleh pihak lain yang ditujukan guna memenuhi kepentingan orang

banyak.

Menurut Ahmad Batinggi (1992;12) pelayanan umum dapat diartikan sebagai

perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurus hal-hal

yang diperlukan masyarakat/khalayak umum. Dengan demikian, pelayanan yang

baik dan berkualitas adalah pelayanan yang cepat, menyenangkan, tidak

mengandung kesalahan, mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Juga disebutkan konsep kualitas pelayanan menurut Cronin et al. (1992 :55)

bahwa kualitas pelayanan yang baik akan menciptakan kepuasan pelanggan,

sehingga kualitas pelayanan yang baik serta kepuasan pelanggan tersebut dapat

mempengaruhi intensitas pelanggan menggunakan jasa pada kesempatan

berikutnya. Kualitas pada dasarnya harus merupakan dorongan masyarakat bukan

dorongan teknologi, produksi ataupun pesaing. Hal ini karena masyarakat yang

mengambil keputusan akhir tentang kualitas pelayanan dari badan usaha.

Parasuraman dkk (1990 : 26) menemukan bahwa terdapat 5 dimensi pokok

pelayanan yang meliputi :

1. Tangibles yaitu penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik

harus dapat diandalkan, keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata

dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.

57
2. Reliability, yaitu kemampuan dari jasa dalam memberikan pelayanan sesuai

dengan yang telah dijanjikan, dapat diandalkan dan dilaksanakan secara

akurat kepada pelanggan.

3. Responsiveness, yaitu kecepat tanggapan dalam membantu memecahkan

masalah dan kesediaan karyawan dalam membantu memenuhi kebutuhan

dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggannya.

4. Assurance, yaitu pengetahuan, keramahan, sopan santun dan kemampuan

karyawan dalam melayani pelanggan.

5. Empathy, yaitu perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh perusahaan

jasa kepada pelanggannya.

Dengan memperhatikan lima dimensi itu, diharapkan badan usaha kemudian

bisa menggunakan service untuk beberapa hal seperti meningkatkan produktivitas,

membuat pelayanannya kelihatan berbeda, menciptakan keunggulan bersaing

dengan badan usaha sejenis lainnya, mendapatkan iklan positif dari mulut ke mulut,

dan membuat setiap orang merasa senang.

Dengan menciptakan kesan yang baik, rasa aman dan nyaman maka dapat

yang membuat masyarakat yang pernah melakukan pembelian akan merasa puas

dengan - pelayanan yang diberikan perusahaan, sehingga masyarakat tersebut

menceritakan suatu yang serba baik tentang produk yang bersangkutan kepada

pihak lain (Kotler, 1998:226).

58
Produk jasa yang ditawarkan menyajikan beberapa pelayanan. Komponen

pelayanan ini merupakan sebagian kecil atau sebagian besar keseluruhan yang

ditawarkan. Tabish (1998:42), mengatakan fasilitas fisik, perlengkapan, peralatan

dan sarana komunikasi merupakan jaminan perusahaan dalam memberikan

pelayanan yang memuaskan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Berdasar pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan yang

dimiliki karyawan akan terlihat optimal bila pelanggan merasa puas akan pelayanan

yang diberikan dan bila sarana-prasarana menunjang pelayanan memadai adakan

tercipta pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Sehubungan dengan pelayanan

pelanggan atau masyarakat, setiap pemasar akan menghadapi 3 jenis keputusan.

Keputusan-keputusan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Keputusan mengenai bauran jasa

Para pemasar hendaknya menyelenggarakan suatu penelitian kepada

masyarakat untuk mengenali jasa utama yang dapat dipasarkan serta

kepentingan apa yang akan ada pada masyarakat tersebut.

b. Keputusan mengenai derat pelayanan

Para masyarakat tidak hanya menginginkan pelayanan tertentu saja, tetapi

juga dalam tingkat dan kualitas yang tepat. Jadi jelas perusahaan manapun

harus meneliti tingkat pelayanannya sendiri dan juga pesaing, sehingga apa

yang telah dilakukan selama ini telah memenuhi harapan masyarakat

c. Keputusan bentuk pelayanan

59
Para pemasar juga seharusnya mengambil keputusan mengenai bentuk

pelayanan yang akan disajikan. Keputusan yang akan diambil oleh

perusahaan akan tergantung pada kebutuhan pelanggan dan juga strategi-

strategi yang dilakukan pesaingnya. Semua jenis jasa pelayanan tersebut,

haruslah dikoordinasikan dengan baik serta dimanfaatkan sebagai cara

menciptakan kepuasan serta kesetiaan masyarakat.

Yasyin (1997:154) menyebutkan bahwa fasilitas adalah kemudahan atau

sarana yang memudahkan dalam melakukan tugas atau pekerjaan untuk mencapai

tingkat kepuasan yang maksimal. Hal ini sangat menentukan sekali dalam

masamasa selanjutnya, sebab dapat menimbulkan kesan balk dalam diri masyarakat,

dengan demikian dapat mendorong mereka untuk selalu berhubung-hubungan dan

melakukan pembelian terhadap barang atau jasa.

60
BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Potensi wisata kuliner di Surabaya

Kota Surabaya berada di 7 9 - 7 21 LS dan 112 36 - 112 57 BT,

sebagian besar wilayahnya merupakan dataran rendah dengan ketinggian 3-6

meter diatas permukaan laut, sebagian lagi pada sebelah selatan merupakan

kondisi berbukit-bukit dengan ketinggian 25-50 meter diatas permukaan laut.

Luas wilayah kota Surabaya adalah 52.087 Ha, dengan luas daratan 33.084

Ha atau 63,45% dan selebihnya sekitar 19.039 Ha atau 36,55% merupakan

wilayah laut yang dikelola pemerintah kota Surabaya. Jumlah penduduk kota

Surabaya hingga desember 2010 adalah sejumlah 2.928.894 jiwa.

Komposisi penduduk kota Surabaya pada tahun 2010 berdasarkan jenis

kelamin adalah sebanyak 1.469.656 jiwa penduduk laki-laki (50,18%) dan

1.459.238 jiwa penduduk perempuan. Awalnya Surabaya adalah kawasan

perkampungan atau pedesaan di pinggiran sungai. Nama nama kampung

yang kini masih ada seperti Kaliasin, Kaliwaron, Kalidami, Ketabangkali,

Kalikepiting, Darmokali, dan sebagainya adalah bukti yang menjelaskan

bahwa kawasan Surabaya adalah kawasan yang memiliki banyak aliran

air/sungai. Secara geografis ini sangat menguntungkan, dimana Surabaya

61
merupakan kawasan yang berada di dekat laut dan aliran sungai besar

(Brantas, dengan anak kalinya). Sejarah mencatat, Surabaya tercantum pada

prasasti Trowulan tahun 1358 Masehi dan pada kitab Negara Kertagama

tahun 1365 M

Para ahli sejarah menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-

tahun tersebut. Nama Surabaya sendiri berasal dari kata Sura ing Bhaya

yang berarti keberanian menghadapi bahaya diambil dari momen

dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya

(raja pertama Majapahit) pada tanggal 31 mei 1293, momen tersebut pun

diabadikan sebagai tanggal lahir kota Surabaya. Lokasi Surabaya yang berada

dipinggir pantai, merupakan wilayah yang menjadi lintasan hilir mudik

manusia dari berbagai wilayah. Surabaya, menjadi pertemuan antara orang

pedalaman pulau jawa dengan orang dari luar. Pada tahun 1612 surabaya

sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai. Peranan Surabaya sebagai

kota pelabuhan penting telang berlangsung cukup lama. Saat itu sungai

kalimas merupakan sungai yang dipenuhi perahu-perahu yang berlayar

menuju pelosok Surabaya.

Kota Surabaya juga merupakan suatu daerah yang strategis karna

letaknya yang berada hampir di tengah wilayah Indonesia dan tepat di selatan

Asia sehingga menjadikannya sebagai salah satu hub penting bagi kegiatan

perdagangan di Asia Tenggara dan pula Surabaya telah bertransformasi dari

62
pusat kegiatan di wilayah Jawa Timur menjadi pusat penopang perekonomian

wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Selain itu, Surabaya pun memiliki beragam destinasi wisata yang

menarik. Kebanyakan destinasi wisata di kota ini erat kaitannya dengan

sejarah penyebaran agama Islam di tanah Jawa, serta perjuangan nasional

Indonesia tetapi Surabaya juga memiliki wisata alam yang menarik,

diantaranya adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo dan Pantai Kenjeran.

Keberadaan obyek dan atraksi wisata tersebut memberikan manfaat

yang besar bagi masyarakat di sekitar obyek wisata itu sendiri maupun

disepanjang jalur transportasi wisata yang ada. Manfaat tersebut berupa

pemerataan perkembangan wilayah serta peningkatan pendapatan masyarakat

dengan mendirikan usaha-usaha penunjang kepariwisataan seperti rumah

makan/restoran/warung makan.

Kota Surabaya memiliki berbagai jenis makanan dan minuman yang

sifatnya khas dan bisa dikatakan makanan dan minuman yang merakyat yang

dapat ditemukan di setiap tempat di kota Surabaya. Beberapa makanan yang

terdapat di Surabaya mulai dari makanan besar (Nasi Rawon, Lontong Balap,

Tahu Tek, Krengsengan, Tempe Penyet, Lontong Balap, Lontong Mie,

Kupang Lontong, Tahu Campur, Sop Kikil, Kari Kambing, Bakwan Surabaya,

Nasi Sayur, Nasi Goreng Jawa, Bakso), salad tradisional (Urap, Pecel

63
Semanggi, Rujak Cingur, Gado-gado dan Pecel), jajanan (Roti Perut Ayam,

Getas, Kue Leker, Kue Lapis Surabaya, Bikang, Jongkong, Onde-onde

Surabaya, Lupis, Almond Crispy Cheese, Cakue dan Roti Goreng), dan

minuman khas (Angsle, Ronde, Tahwa dan STMJ).

Potensi kota Surabaya dalam bidang kuliner sangat beragam sesuai

dengan karakteristik wilayahnya masing-masing. Di wilayah yang banyak

memiliki perguruan tinggi banyak dijumpai warung-warung makan

sederhana dan menjual makanan yang murah meriah sesuai kantong

mahasiswa. Pada daerah-daerah jalur wisata banyak berdiri rumah makan dan

restoran yang berkelas yang menetapkan harga untuk konsumsi kalangan

menengah ke atas. Hal itu disebabkan pangsa pasar mereka adalah wisatawan,

baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Berikut beberapa

tempat makan yang sering dikunjungi di Surabaya :

1. Soto Lamongan Cak Har

64
Sebuah tempat wisata yang menu andalannya adalah soto lamongan, hal

ini tentu akan sesuai dengan nama dari tempat kuliner surabaya yang satu ini

yakni Soto Lamongan Cak Har. Uniknya soto lamongan yang di sajikan di

surabaya kuliner ini adalah sajian soto di hadirkan dengan kuah soto bersantan

yang tentu saja mempunyai rasa lebih gurih dan kental.

Tentunya anda akan di berikan banyak pilihan seperti mulai dari ceker

ayam, daging ayam, jerohan ayam dan brutu. Semuanya bisa anda pilih dalam

surabaya kuliner soto lamongan cak har ini. Jika anda berminat untuk mencoba

rasa gurih dari tempat kuliner di surabaya ini silahkan datang ke jalan Ir.

Soekarno, Surabaya.

2. Zangrandi Ice Cream

65
Memang di Kota Surabaya cuacanya sangat panas sekali, jadi pada saat

siang hari sepertinya anda wajib untuk mengunjungi wisata kuliner surabaya

yang satu ini yakni Zangrandi Ice Cream yang mana lokasi dari tempat pelopor

ice cream di Surabaya ini adalah di Jalan Yos Sudarso.

Wisata kuliner surabaya yang satu ini sudah berdiri sejak tahun 1933

dengan nuansa bangunan eropa, tentunya akan menjadi pengalaman tersendiri

apa bila anda harir di Zangrandi Ice Cream ini. Menu yang paling populer dan

menjadi favorit di wisata kuliner surabaya zangrandi ice cream ini adalah

noddle ice cream.

3. Sate Klopo Ondomohen Ny. Asih

Memang sate yang ada di tempat kuliner di surabaya Sate Klopo

Ondomohen Ny. Asih ini sangat unik, pasalnya sajian sate yang ada di tempat

ini tidak sama dengan sajian sate yang ada di tempat lain. Pada Sate Klopo

66
Ondomohen Ny. Asih ini untuk sate di taburi dengan parutan kelapa pada saat

pengolahannya.

Anda bisa pilih bahan satenya seperti misalkan udang, sumsum, daging

sapi dan daging ayam yang pastinya di campur dengan saus kacang yang khas.

Jika anda tertarik dengan sate yang di hadirkan di Sate Klopo Ondomohen Ny.

Asih ini silahkan langsung menuju Jalan Walikota Mustajab 36, Surabaya.

4. Kepiting Cak Gundul 1992

Sesuai dengan namanya yakni Kepiting Cak Gundul 1992, info kuliner

surabaya yang berikut ini adalah sebuah kuliner khas surabaya yang di bangun

mulai tahun 1992. Menu populer dari kuliner khas surabaya kepiting cak gundul

1992 ini adalah kepiting bumbu kare dan juga kepiting asam manis.

67
Akan tetapi anda juga bisa menikamti masakan surabaya yang lainnya

seperti kerang, ikan, udang dan cumi. Jika anda berminat untuk mencoba dan

mencicipi kuliner khas surabaya ini anda bisa langsung menuju Jalan Kupang

Indah.

5. Rujak Cingur Ahmad Jaiz

Kuliner surabaya murah yang banyak di buru oleh masyarakat surabaya

atau para wisatawan adalah sebuah tempat kuliner di surabaya yang bernama

Rujak Cingur Ahmad Jaiz. Masakan khas surabaya ini tentu saja adalah sebuah

rujak yang di campur dengan cingur atau hidung sapi yang terkenal mempunyai

rasa yang khas.

Tentu saja berdasarkan pengalaman dari Rujak Cingur Ahmad Jaiz

membuat olahan rujak dan juga cingur terasa lebih enak, kenyal dan juga empuk.

Rasa khas yang ada dari rujak cingur ini adalah karena hasil ulekan bumbu dari

sang pemilik Rujak Cingur Ahmad Jaiz ini yakni Nyonya Giok Tjoe.

68
6. Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Bisa saja sebuah tempat makan paling enak di Surabaya yakni Lontong

Balap Garuda Pak Gendut ini menjadi salah satu kuliner khas surabaya yang

melegenda. Hal ini karena rasa dari Lontong Balap Garuda Pak Gendut ini

sangat khas sekali sehingga membuat para pelanggannya ketagiahan oleh rasa

dari lontong balap dari kuliner malam surabaya tersebut.

Sejak tahun 1956, tempat kuliner surabaya ini di buka dan mulai di rintih

hingga sampai sekarang masih berjalan dan pengunjung semakin banyak saja.

Bahan yang ada dalam lontong balap di tempat kuliner surabaya ini adalah

seperti Lontong, lento, tauge dan bumbu petis yang khas.

7. Mie Pecun

69
Sebuah tempat kuliner atau tempat makan yang banyak di gemari oleh

para penggemar makanan pedas, karena Mie Pecun ini adalah sebuah tempat

yang menyajikan mie pedas dengan berbagai varian tingkat kepedasan.

Berbagai tingkat kepedasan seperti misalkan saja Paket Klimax (super

pedas), Paket Galau (pedas biasa), Paket Semriwing (pedas sedang) dan Paket

Culun (tidak pedas). Berbagai menu tambahan seperti telur, udang dan kornet

bisa anda jadikan teman mie pecun anda.

8. Nasi Bebek Sayang Anak Cak Yudi

70
Tempat wisata kuliner yang telah berdiri sejak tahun 1982 ini mampu

menyajikan bebek dengan daging empuk, gurih dan tanpa bau amis. Satu lagi

yang menjadi ciri khas nasi bebek ini adalah sambel pencit atau sambal mangga

muda.

Tempat wisata kuliner yang beralamat di Jalan Tanjung Torowitan No.

39 ini hanya buka sebentar saja, mulai pukul 15:00 sampai 18:00. Bahkan, tak

jarang sebelum jam enam sore, Nasi Bebek Cak Yudi sudah tutup karena

kehabisan bebek. Jadi, jika Anda ingin berkunjung sebaiknya datang lebih awal.

9. G Walk

71
Untuk tempat kuliner surabaya populer dan juga merupakan tempat

kuliner surabaya terfavorit adalah G-Walk yang tentunya menjadi tempat buat

anak muda nongkrong. Tempat yang sangat modern untuk hiburan dan kuliner

yang berlokasi di hunian elit Citra Raya, Surabaya.

Tempat ini cocok untuk berkumpul bersama dengan teman- teman karena

di tempat ini menyajikan kuliner khas surabaya dan makanan barat yang

memberikan sensasi makan yang berbeda dengan biasanya. Anda juga bisa

menikmati makanan anda dengan di iringi musik secara live di sini.

10. Pakuwon Food Festival

72
Salah satu food court yang sangat populer di Kota surabaya seperti

halnya G-Walk. Akan tetapi jika anda ingin mengunjungi Pakuwon Food

Festival ini sebaiknya di malam hari saja, karena di buka pada malam hari saja.

Banyak sekali makanan unik yang bisa anda nikmati di tempat kuliner di

surabaya ini dan juga pada saat anda memakan makanan anda di Pakuwon Food

Festival ini anda juga di iringi dengan musik. Beberapa festival yang sering di

adakan di Pakuwon Food festival ini adalah seperti misalkan saja festival sate,

festival durian dan juga festival-festival yang lainnya.

11. Rawon Pak Pangat

Rekomendasi tempat kuliner yang berikutnya adalah sebuah tempat

kuliner yang bernama Rawon Pak Pangat yang berdiri di sebuah tempat yang

tepatnya di Ruko Lotus jalan Ketintang Baru Selatan 1/15 dan tentunya

73
merupakan sebuah tempat terkenal di daerah Masjid Agung Surabaya. Mulai

jam 6 pagi sampai dengan 9 malam tempat kuliner yang menawarkan menu

utama Rawon ini di buka. Sebenarnya pusat dari Rawon Pak Pangat ini adalah

terletak di Darmo Trade Center Wonokromo, Surabaya.

Banyak orang yang gemar untuk mengkonsumsi dan selalu ketagihan

dengan menu utama yang di sajikan di Rawon Pak Pangat ini karena suwiran

empalnya yang sangat khas enaknya. Perpaduan antara nasi rawon campur dan

juga nasi rawon krengsengan adalah mempunyai rasa khas yang enak dan

kerennya makanan yang lezat ini di banderol dengan harga yang cukup

terjangkau yakni berkisar 8 ribu rupiah.

12. Nasi Empal Pengampon

74
Satu lagi kini telah hadir salah satu tempat wisata kuliner yang di

rekomendasikan untuk anda yakni Nasi Empal Pengampon yang tentunya

mempunyai rasa yang sangat khas. Menu utama Nasi Empal yang di sajikan di

tempat ini disajikan dengan perpaduan antara nasi putih, lauk empal suwir,

kering tempe, tumis kacang, lalapan timun, sambal dan daun kemangi.

Wisata kuliner surabaya yang satu ini mempunyai ciri khas di rasa daging

empal yang gurih dan manis yang tentunya akan mampu untuk menggoyang

lidah orang yang mengkonsumsinya. Jika anda tertarik untuk mengkonsumsi

makanan khas surabaya nasi empal pengampon, silahkan saja untuk langsung

menuju ke Jalan Pengampon II No. 3, Surabaya Pusat yang biasanya tempat

makan ini di buka setiap hari pada jam 9 pagi sampai dengan jam 9 malam.

Jangan kwatir untuk masalah harga, cukup terjangkau dan sesuai dengan

rasanya yakni berkisar di bawah Rp.30.000 an.

13. Nasi Krawu Sufayah

75
Jika anda sedang berada di Kota Surabaya, rasanya akan sangat di

sayangkan apabila anda tidak mencoba kuliner surabaya yang satu ini. Yups,

Nasi Krawu Sufayah merupakan sebuah tempat makanan khas Gresik yang kini

cukup populer di kawasan Kota Surabaya dan tentunya mempunyai rasa yang

sangat enak. Tempat wisata kuliner Nasi Krawu Sufayah ini mempunyai ciri

khas yakni di sajikan dengan nasi yang sangat pulen dan tentu saja masih ada

unsur tradisionalnya yakni makanan ini di bungkus dengan menggunakan daun

pisang.

Jika anda melihat gambar menu utama dari Nasi Krawu Sufayah ini pasti

anda mempunyai minat untuk menikmatinya. Dalam satu porsi Nasi Krawu

tersebut terdapat lauk yakni sayatan semur daging, daging sapi, jeroan sapi,

serundeng dan sambal terasi. Apabila anda ingin mencoba sensasi makanan Nasi

Krawu Sufayah ini silahkan untuk segera menuju ke Jalan Manyar Kertoarjo,

Surabaya.

14. Bebek Goreng Sinjay

76
Satu lagi salah satu wisata kuliner surabaya paling maknyus yang pernah

ada yakni Bebek Goreng Sinjay yang terkenal dengan gurihnya dan juga daging

yang empuk, di tambah lagi rasa sambal yang sangat khas ala Bebek Goreng

Sinjay bisa membuat lidah anda bergoyang nikmat. Sedikit rasa segar bisa anda

dapatkan dalam sajian Bebek Goreng Sinjay ini dari irisan cabe merah dan

mangga muda, jadi nantinya anda akan mendapatkan perpaduan rasa antara

pedas dan kecut.

Dengan harga sekitar Rp. 23.000 saja anda sudah bisa mencoba gurihnya

Bebek Goreng Sinjay yang terletak di Jalan Kapas Kampus ini, harga tersebut

sudah temasuk nasi hangat dan teh segar juga. Pelayanannya yang super cepat

bisa menjadi plus tempat makan di surabaya ini, di tambah lagi di tempat makan

Bebek Goreng Sinjay juga terdapat fasilitas delivery order yang tentunya sangat

memanjakan para pelanggannya.

77
15. Nasi Goreng Jancuk

Tempat wisata kuliner di Surabaya yang wajib juga untuk anda kunjungi

bila anda sedang berkunjung ke Kota Surabaya adalah salah satu tempat yang

namanya sangat unik yakni Nasi Goreng Jancuk. Tempat kuliner nasi goreng

jancuk ini sangat terkenal dengan porsinya yang sangat luar biasa banyak dan

rasa yang sangat pedas, jadi sangat cocok bagi orang yang mempunyai selera

pedas.

Bumbu rempah dan rasa pedasnya tentu saja membuat anda ketagihan, di

dalam sajian nasi goreng jancuk terdapat bawang merah goreng, udang, ayam,

telur, acar dan kerupuk yang membuat rasa dari menu makanan ini sangat gurih.

Jika anda berminat untuk mencoba kuliner nasi goreng jancuk ini silahkan ke

Jalan Pemuda 31-37, Surabaya. Satu porsi nasi goreng jancuk ini bisa untuk 4

sampai 5 orang, jadi anda bisa patungan untuk harga berkisar 99.000 rupiah.

78
16. Tahu Campur Kalasan

Rekomendasi tempat kuliner Surabaya yang berikutnya adalah sebuah

tempat wisata buat para pencinta makanan tahu campur. Dari dulu tahu campur

adalah sebuah makanan yang banyak sekali penggemarnya, karena rasa dari

campur ini tidak bisa di lupakan dalam sekejap saja. Perpaduan antara daging

sapi, sop, perkedel, tahu goreng, selada, dan bahan-bahan yang lain tentu

membuat lidah ingin mencobanya.

Nah, tempat wisata yang satu ini adalah sebuah tempat makan yang

berada di Jalan Kalasan No 22 TambakSari yang menyajikan menu andalannya

yakni Tahu Campur Kalasan. Dengan rasa yang sangat luar biasa nikmat,

ternyata sajian menu Tahu Campur Kalasan ini di banderol dengan harga yang

cukup murah yakni kisaran Rp. 8.000 saja.

79
17. Ayam penyet Bu Kris

Warung Bu Kris merupakan rumah makan dengan menawarkan menu

khas penyet dan olahan masakan khas Jawa Timur seperti rawon, nasi krawu,

garang asem dll. Rumah makan yang didirikan di kota Pahlawan Surabaya ini

berkembang pesat dengan memiliki beberapa cabang di kota besar seperti

Jakarta, Tangerang, Bekasi, Malang, Sidoarjo, Denpasar dll. Harga menu di

warung Bu Kris ini tergolong murah mulai 17.000/porsi makan kenyang.

Untuk dapat mencicipi makanan ini kita dapat datang ke alamat warung

Bu Kris yang berada di jalan Tenggilis Utara No. 1, Jl. Manyar Kertoarjo IV/23,

Jl. Kayoon No.46C dll.

18. Pecel Bu Kus

80
Salah satu pecel terkondang di Surabaya. Tempatnya terhitung mewah

untuk bersantap menu pecel dengan hembusan AC yang cukup sejuk. Harganya

pun tak terlalu mahal. Yang menjadi ciri khas dari pecel ini adalah peyek nya

yang berukuran besar dan untuk membuat saus kacang nya menggunakan terasi

Gresik dan memakai kacang Tuban kualitas super

Pecel yang dijual sejak tahun 1993 ini berlokasi di Jl. Barata Jaya

XX/110. Rumah makan bisa menampung lebih dari 100 pengunjung yang

terbagi atas 2 lantai. Buka setiap hari sejak pukul 6 pagi hingga pukul 21.30

malam. Sejak awal 2008 lalu, kedai membuka cabang di Jl. Cendrawasih No.12,

tepat dibelakang polwiltabes surabaya.

19. Nasi Udang Bu Rudy

81
Sambal Bu Rudy Merupakan Oleh Oleh Khas Surabaya . Pelopor

pertama yang mengemas sambal olahan home made dalam Kemasan Jadi bisa

dinikmati tanpa perlu jauh-jauh ke Surabaya. Makanan Khas Surabaya yang

satu ini sangat cocok untuk Oleh oleh Surabaya Untuk kerabat dan saudara.

Kalau bawain oleh-oleh kue sudah biasa bawain sambal ini yang luar

biasa.Sambal ini berbeda dengan sambal lainnya, sehingga banyak pengunjung

yang akhirnya ingin menambah lagi.

Selain sambal nya yang Khas, adapula menu yang paling sering di pilih

oleh pengunjung yaitu Nasi Udang Bu rudy yang di lengkapi dengan empal dan

srundeng. Pelayanan yang baik dan suasana yang nyaman membuat pengunjung

pun tak lelah untuk kembali.

Beberapa makanan yang biasanya dipilih para wisatawan antara lain

82
NO Menu Makanan Jumlah
1 Ayam dan Bebek Goreng 139
Bakso dan Bakwan 125
3 Mie Pangsit 140
4 Siomay dan Batagor 98
5 Bubur Ayam 102
6 Lontong Balap dan Lontong Kupang 85
7 Tahu Tek-tek dan Tahu Campur 105
8 Rawon 106
9 Pecel 121
10 Rujak dan Gado-gado 99
11 Nasi dan Mie Goreng 109
12 Sate dan Gule 114
13 Soto, Sop, dan Kikil 132
14 Aneka Nasi 126
Dari tabel di atas diperoleh data bahwa banyak wisatawan memilih

menu Mie Pangsit dan yang kedua adalah menu Ayam dan Bebek Goreng.

Pada tabel di bawah menunjukkan lokasi mana yang biasa dituju para

wisatawan untuk menikmati kuliner di Surabaya sesuai dengan masing-

masing menu yang ada.

NO Menu Makanan Nama Rumah Makan Jumlah


1 Ayam dan Bebek Goreng Ayam Penyet Bu Kris 87
2 Bakso dan Bakwan Bakwan Kapasari 38
3 Mie Pangsit Pangsit Mie Tidar 46
4 Siomay dan Batagor Batagor Manyar 41
5 Bubur Ayam Bubur Ayam Jakarta (Bintoro) 32
6 Lontong Balap dan Lontong Lontong Balap Pak Endut 36
Kupang
7 Tahu Tek-tek dan Campur Tahu Tek-tek Pak Jayen 57
8 Rawon Rawon Kalkulator (Bungkul) 36
Rawon Setan 36
Rawon Pak Pangat 38
9 Pecel Pecel Bu Kus 42
10 Rujak dan Gado-gado Rujak Cingur Delta 58

83
11 Nasi dan Mie Goreng Nasi Goreng TP (Basuki 38
Rahmat)
12 Sate dan Gule Sate Ondomohen 38
13 Soto,Sop dan Kikil Soto Ayam Cak Har 80
14 Aneka Nasi Nasi Udang Bu Rudi 70
Pada tabel, nilai tertinggi adalah menu Ayam dan Bebek Goreng dengan

lokasi yang dipilih adalah Ayam Penyet Bu Kris, dikarenakan Bu Kris saat

ini sudah memiliki banyak cabang dikarenakan rasanya yang tidak berubah

dari awal, mempunyai rasa yang khas. Tidak hanya itu, Bu Kris juga mematok

harga yang murah sehingga siapa saja dapat menikmati beragam menu yang

ada.

3.2. Karakteristik wisatawan yang berkunjung di sentra-

sentra kuliner

a. Karakteristik wisatawan berdasarkan usia

Berdasarkan rentang usia wisatawan yang terjaring sebagai

sampel di batasi berusia 16 tahun sampai 60 tahun. Pembatasan usia

dilakukan dengan asumsi bahwa wisatawan dengan usia di bawah 16

tahun dan diatas 60 tahun biasanya bukan menjadi penentu kepuasan.

Dari hasil penjaringan data didapatkan data bahwa rentang usia paling

banyak berkunjung adalah

16 - 21 tahun 93 orang 63,3 %


22 - 25 tahun 23 orang 14,7 %
26 - 30 tahun 8 orang 5,3 %
31 - 35 tahun 6 orang 4%
36 tahun 18 orang 12,7 %

84
b. Karakteristik wisatawan berdasar tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang secara umum sangat berpengaruh

terhadap cara pandangnya terhadap sesuatu. Asumsinya bahwa

semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka wawasannya

semakin luas. Dari sisi tingkat pendidikan, wisatawan yang

mengunjungi sentra-sentra kuliner dan obyek wisata di kota Surabaya

dan dijadikan responden mempunyai tingkat pendidikan menengah

(SMA) maupun tinggi (D3, S1, S2).

SMA/SMK 104 orang 69,3 %


D3 10 orang 6%
S1 28 orang 19,3 %
S2 8 orang 5,3%
c. Karakteristik wisatawan berdasar jenis pekerjaan

Jenis pekerjaan yang dimiliki wisatawan dapat menggambarkan

tingkat ekonomi mereka. Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh

wisatawan yang menjadi responden antara lain pelajar, mahasiswa,

PNS, Karyawan Swasta, dan Wiraswasta.

Pegawai Negri 3 orang 2%


Pegawai Swasta 33 orang 22 %
Wiraswasta 9 orang 6%
Ibu Rumah Tangga 4 orang 2,7 %
Pelajar/Mahasiswa 97 orang 64,7 %
Lainnya 4 orang 2,7 %
d. Karakteristik wisatawan berdasar jenis kelamin

Jenis kelamin wisatawan cenderung menentukan jenis dan pilihan

dalam melakukan perjalanan, termasuk menentukan jenis dan pilihan

85
makanan yang mereka santap. Kecendrungan wisatawan perempuan

lebih detil dalam menilai dan menentukan pilihan mereka

dibandingkan wisatawan laki-laki. Dari sisi jenis kelamin wisatawan

yang mengunjungi sentra-sentra kuliner dan obyek wisata di kota

Surabaya dan menjadi responden sebagian besar adalah

Laki-laki 77 orang 51,3%


Perempuan 73 orang 48,7%
3.3. Pola perilaku wisatawan yang berkunjung di sentra-

sentra kuliner

a. Pola perilaku wisatawan berdasar perolehan informasi

Wisatawan akan mengunjungi suatu tempat atau obyek wisata

apabila dia sudah pernah mendapatkan informasi atau sudah pernah

mendengar nama obyek yang akan dikunjungi. Berdasar angket yang

disebar kepada 150 orang wisatawan di sentra-sentra kuliner dan

obyek wisata didapatkan data bahwa mayoritas wisatawan

mendapatkan informasi dari teman atau keluarga yaitu sebanyak 34

orang atau 22,6 %, memperoleh informasi dari booklet/leaflet/brosur

sebanyak 28 orang atau 1,4%. Sementara wisatawan lainnya

memperoleh informasi dari koran/majalah sejumlah 24 orang atau

0,16 %, dari kegiatan pameran sebanyak 21 orang atau 0,14 %, dari

radio/TV sejumlah 18 orang atau 0,12%. Sementara wisatawan yang

memperoleh informasi dari upaya-upaya dinas pariwisata dan budaya

86
kota Surabaya masih sangat sedikit yaitu dari travel dialog sebanyak

15 orang atau 0,10%, dari website

www.wonderfulsurabaya.weebly.com sebanyak 8 orang atau 5,33 %.

Dari tampilan data di atas dapat dilihat bahwa mayoritas wisatawan

memperoleh informasi dari teman/keluarga, sehingga dapat

disimpulkan bahwa promosi yang paling efektif adalah promosi dari

mulut ke mulut. Teman/keluarga yang terlebih dahulu pernah datang

ke sentra-sentra kuliner dan obyek wisata di kota Surabaya bercerita

kepada orang lain sehingga orang tersebut tertarik dan kemudian juga

datang ketempat tersebut.

b. Pola perilaku wisatawan berdasar dengan siapa

berkunjung

Wisatawan yang datang ke sentra-sentra kuliner dan obyek wisata

di kota Surabaya kebanyakan datang bersama rombongan baik

bersama keluarga, teman maupun kelompok masyarakat/instansi.

Wisatawan yang datang sendiri atau sering disebut wisatawan

individual masih sangat sedikit.

Keluarga 43 orang 28,67 %


Teman 83 orang 55,33 %
Inisiatif sendiri 23 orang 15,33 %
Lainnya 1 orang 0,66%
c. Pola perilaku wisatawan berdasar frekuensi kunjungan

87
Frekuensi kedatangan wisatawan bisa menjadi ukuran

keberhasilan obyek wisata atau suatu tempat makan dalam

memberikan kepuasan kepada wisatawan. Asumsinya bahwa apabila

wisatawan memperoleh kepuasan dari kunjungannya, suatu saat dia

akan datang lagi membawa orang lain. Apalagi dikaitkan dengan asal

perolehan informasi wisatawan yang mayoritas dari teman dan

keluarga.

1 kali dalam 1 minggu 62 orang 41,33 %


1 minggu sekali 46 orang 30,67 %
2 minggu sekali 26 orang 17,33 %
1 bulan sekali 14 orang 9,33 %
Tidak tentu 1 orang 0,66 %
Lainnya
3 minggu sekali 1 orang 0,66 %

Dari sebaran data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa

wisatawan yang datang ke sentra-sentra kuliner dan obyek wisata di

kota Surabaya rata-rata akan mengulangi kunjungan nya lebih dari 1

kali. Lebih jauh lagi dapat disimpulkan bahwa hal itu menunjukkan

wisatawan memperoleh kepuasan sesudah mengunjungi sentra-sentra

kuliner dan obyek wisata di kota Surabaya dan datang lagi pada

kesempatan yang lain.

d. Pola perilaku wisatawan berdasar kapan mereka pergi

Hari biasa 55 orang 36,67 %


Akhir pekan 83 orang 55,33 %
Hari libur nasional 4 orang 2,67 %

88
Tidak tentu 2 orang 1,33 %
Jika ada waktu senggang 2 orang 1,33 %
Tiap ada kesempatan 1 orang 0,66 %
Lainnya
Bila tidak masak 1 orang 0,66 %
Bila ingin 1 orang 0,66 %
Bila bolos kuliah 1 orang 0,66 %
Pada tabel di atas memberi informasi tentang variabel waktu yang

digunakan oleh wisatawan untuk berwisata kuliner di Surabaya. Dari

total 150 responden, sebanyak 83 responden atau 55,33% memilih

Akhir Pekan sebagai waktu yang digunakan untuk berwisata kuliner,

karena pada hari biasa banyak orang yang masih sibuk dengan

rutinitas, sedangkan untuk hari libur nasional banyak orang yang

memanfaatkan waktunya untuk beristirahat sehingga akhir pekan

dipergunakan oleh banyak orang untuk berwisata terutama wisata

kuliner. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keramaian pada lokasi-

lokasi wisata kuliner di Surabaya meningkat pada saat akhir pekan.

e. Pola perilaku wisatawan berdasar bagaimana mereka

pergi

Kendaraan pribadi (mobil, motor) 144 orang 96 %


Kendaraan umum (bus, bemo, taksi) 6 orang 4%
Tabel diatas menunjukkan alat transportasi apa yang dipilih

responden untuk digunakan saat berwisata kuliner di Surabaya. Dari

2 pilihan yang ada, yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum,

pilihan tertinggi responden adalah kendaraan pribadi dikarenakan

dengan kendaraan pribadi akses menjadi lebih mudah dan dirasa lebih

89
nyaman, sehingga responden lebih memilih menggunakan kendaraan

pribadi sebagai alat transportasi untuk berwisata kuliner di Surabaya.

3.4. Respon wisatawan terhadap sentra-sentra kuliner di

Surabaya

a. Respon wisatawan terhadap daya tarik kuliner di kota

Surabaya

Membahas tentang kuliner tidak dapat dilepaskan dari kualitas

produk yang dihasilkan, dalam hal ini adalah kualitas komponen-

komponen dalam kegiatan kuliner seperti harga, variasi makanan,

kualitas makanan, penampilan atau suasana tempat, penyajian dan

pelayanan, sarana prasarana, serta aksesibilitas. Dari berbagai

komponen tersebut masing-masing wisatawan memberikan penilaian

yang berbeda. Namun berdasar dari urutan pemilihan wisatawan

terhadap komponen-komponen tersebut dapat diurutkan mengenai

daya tarik yang membuat wisatawan melakukan kegiatan wisata

kuliner di kota Surabaya.

Makanan yang beraneka ragam 66 orang 44 %


Rasa yang enak 49 orang 32,67
%
Harga yang murah/terjangkau 29 orang 19,33
%
Suasana yang menarik 3 orang 2%
Iseng 1 orang 0,66 %
Lainnya
Karena kost di Surabaya 1 orang 0,66 %

90
Harga dan rasa yang 1 orang 0,66 %
memuaskan
b. Respon wisatawan berdasar harapan mereka terhadap

pengembangan wisata kuliner di Surabaya

Penjaringan data mengenai harapan wisatawan terhadap kuliner

di kota Surabaya dilakukan dengan cara wisatawan diminta

menuliskan harapan mereka pada tempat yang sudah disediakan.

Namun dari 150 kuisioner yang disebar hanya sebagian yang

menuliskan jawaban. Hal itu dikarenakan responden merasa malas

menulis dengan jawaban yang belum ditentukan. Namun hal itu tidak

menjadi kendala, karena dari sebagian responden yang menjawab,

jawaban juga tidak berbeda jauh. Secara ringkas dapat ditampilkan

variasi jawaban mengenai harapan-harapan wisatawan pada tabel

berikut ini :

Tabel Persepsi Wisatawan Berdasar Harapan Mereka

Terhadap Pengembangan Wisata Kuliner di Kota

Surabaya

No Harapan wisatawan terhadap kuliner di kota Surabaya


1 Kualitas dan variasi makanan ditambah jumlahnya
2 Lokasi tempat makan dibuat lebih menarik, nyaman, dan
bersih
3 Pelayanan lebih ditingkatkan
4 Sarana dan prasarana lebih ditingkatkan
5 Harga dibuat murah tetapi kualitas tetap bagus

91
6 Promosi lebih ditingkatkan dengan media yang lebih
canggih
7 Menonjolkan makanan yang ada di kota Surabaya menjadi
makanan khas
8 Disediakan tempat penjualan khusus oleh-oleh khas
Surabaya yang tidak ada di daerah lain
9 Makanan tradisional yang ada di kota Surabaya dijadikan
oleh-oleh
10 Makanan tradisional digali dan dipromosikan kepada
masyarakat
11 Kemasan oleh-oleh dan kualitasnya agar ditingkatkan
12 Diciptakan menu yang menarik dan berbeda dengan daerah
yang lainnya
13 Kemudahan transportasi umum untuk bisa menjangkau
lokasi

92
BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

4.1.Potensi sentra wisata kuliner di surabaya

1. Mayoritas wisatawan menyukai menu mie pangsit, sedangkan Ayam

dan Bebek Goreng sebagai menu yang paling sering dipilih hal ini

didukung dengan banyaknya wisata kuliner yang menyediakan menu

tersebut

2. Rumah makan yang paling sering dikunjungi adalah rumah makan

yang menyediakan menu Ayam dan Bebek Goreng yaitu rumah

makan Ayam Penyet Bu Kris

4.2.Karakteristik wisatawan

Data mayoritas wisatawan yang menyukai wisata kuliner di Surabaya

adalah berjenis laki-laki, usia 16-21 tahun, pendidikan terakhir

SMA/SMK, status pekerjaan pelajar/mahasiswa

4.3.Pola perilaku wisatawan

1. Faktor yang paling mempengaruhi wisatawan dalam berwisata kuliner

di Surabaya adalah teman

93
2. Frekuensi yang paling banyak dipilih oleh para wisatawan adalah 1

kali dalam 1 minggu

3. Waktu yang paling sering dipergunakan para wisatawan untuk

berwisata kuliner adalah saat akhir pekan

4. Mayoritas wisatawan memilih menggunakan kendaraan pribadi

sebagai alat transportasi yang digunakan untuk berwisata kuliner di

Surabaya

4.4.Respon wisatawan

Alasan wisatawan memilih berwisata kuliner di Surabaya dikarenakan

makanan yang beraneka ragam baik makanan khas ataupun makanan

yang bisa dijumpai dimana saja.

Saran

Untuk para pengelola rumah makan di Surabaya baiknya lebih optimal dalam

mempromosikan menu kuliner yang ada di Surabaya. Tidak hanya yang kurang

diminati saja tetapi menu yang sudah menjadi andalan juga harus tetap di

promosikan kepada masyarakat luar, sehingga wisatawan yang tertarik dengan

wisata kuliner yang ada di Surabaya semakin bertambah dan bidang wisata kuliner

di Surabaya juga semakin berkembang. Promosi dapat dilakukan dengan secara

94
aktif mengikuti pekan raya kuliner yang diadakan oleh pemerintah misalnya saat

ada acara-acara besar.

95
DAFTAR PUSTAKA

http://travelling-qu.blogspot.ae/2013/06/wisatakuliner.html

http://wahyuwidyalestari.blogspot.ae/2015/03/pengertian-kepariwisataan-dan-

contohnya.html

http://surabayakuliner.com

Pendit, S Nyoman. 2003. Ilmu Pariwisata. Jakarta : PT Pradnya Paramita

Spillane, J James. 1987. Ekonomi Pariwisata Sejarah dan Prospeknya. Kanisius.

Yogyakarta

Spillane, J James. 1994. Pariwisata Indonesia, Siasat Ekonomi dan Rekayasa

Kebudayaan. Kanisius. Yogyakarta

Yoeti, Oka, A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata Bandung: PT. Angkasa

96