Anda di halaman 1dari 9

PEMBUATAN KOMPON KARET OUTSOLE SEPATU

SPORT
A. Tujuan Instruksional Umum
Mempelajari dan melaksanakan pembuatan kompon karet untuk out sole
(sol luar) sepatu sport.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan mampu memahami
dengan baik secara mandiri, tentang berbagai hal yang berhubungan
dengan :
1. Menentukan komposisi jenis bahan baku serta chemicalia yang akan
digunakan untuk pembuatan out sole.
2. Membuat formula kompon untuk out sole sepatu sport.
3. Membuat kompon karet untuk out sole sepatu sport.
C. Dasar Teori
Pembuatan kompon karet adalah ilmu dan seni untuk menseleksi
dan mencampur jenis karet mentah dan jenis bahan kimia karet, sehingga
diperoleh kompon karet yang setelah dimasak dapat dihasilkan barang
jadi karet dengan sifat-sifat fisik yang dibutuhkan (Abednego, 1990).
Menurut Abednego (1979) kompon karet adalah campuran karet mentah
dengan bahan-bahan kimia yang belum divulkanisasi. Bermacam-
macaam bahan aditif karet:

Bahan penggiat (activator)

Bahan ini digunakan untuk menggiatkan kerja dari bahan


pencepat. Bahan penggiat yang umum dipakai adalah
kombinasi dari ZnO dan asam stearat.
Bahan pengisi (filler)
Dalam komponen karet, bahan pengisi ditambahkan dalam
jumlah besar . bahan pengisi dibagi antar dua golongan yaitu:

a. Bahan pengisi aktif atau bahan pengisi penguat

b. Bahan pengisi tidak aktif

Bahan penggiat (accelerator)


Bahan pencepat adalah senyawa-senyawa kimia yang
ditambahkan pada kompon karet guna mempercepat proses
vulkanisasi.

Bahan pemvukanisasi

Bahan vulkanisasi adalah bahan yang digunakan untuk


mematangkan kompon karet pada proses vulkanisasi,
prodeknya adalah vukanisat. Vulkanisasi disebut juga cure
adalah proses pengaplikasian tekanan yang panas pada
camnpuran elastomer dan bahan kimia untuk menurunkan
plastisitas dan meningkatkan elastisitas dan kekuatan.

Bahan anti degradant

Anti degradasi digunakan di dalam kompon untuk


melindungi kompon karet terhadap kerusakan yang
ditimbulkan oleh oksigen, ozon, cahaya matahari, katalis
logam yaitu melindungi terhadap ion-ion pro-oksidan dan juga
terhadap lenturan mekanis. Anti degradan dapat melindungi
barang jadi karet dari pengusangan dan peningkatan usia
penggunaannya.
Sedangkan bahan kimia pembantu proses adalah bahan
kimia yang di gunakan dengan tujuan untuk meningkatkan
performa/tampilan dari produk karet. Bahan-bahan ini
ditambahkan pada kompon sesuai dengan kebutuhann atau
tujuan. Contoh dari bahan pembantu sebagai berikut

Bahan-bahan pewarna

Bahan ini dicampurkan untuk memberikan warna pada


barang karet yang bukan hitam. Pada industri umumnya
dipakai bahan pewarna organik, yaitu bahan pewarna yang
tidak larut dalam air. Serta bahan pewarna un-organik yaitu
bahan pewarna mineral, seperti Red Ion Oxide (RIO) Yellow
Iron Oxide (YIO) serta titan.

Bahan penghambat scorch retarder

Bahan ini ditambahkan apabila suatu kompon terlalu


scorchy atau over cure atau komponen yang harus melalui
proses sushu tinggi seperti komponen untuk acuan ninjeksi
(injection moulding). Contohnya : santogard PVI, vulkalent
A.Benzoid acid.

Bahan pengembang (blowing agent)

Terutama digunakan untuk membuat karet mikroseluler.


Bahan pengembang pada saat vulkanisasi akan terurai
menghasilkan gas antara lain gas nitrogen membentuk pori-
pori halus dalam barang karetnya, sehingga menjadi ringan dan
empuk.

Bahan bantu pengolahan

Bahan pembantu pengolahan adalah bahan yang bila


dicampurkan ke dalam kompon karet akan mempermudah
proses pencempuran (mixing) atau memperlancar pengolahan
(processing) tanpa mempengaruhi sifat fisik barang jadi
karetnya. Dengan demikian waktu energi pengolahan dapat
dihemat.

Bahan penyusun kompon karet

Bahan baku karet yang digunakan untuk membuat


kompon karet dapat berupa karet alam maupun karet sintesis
yang mempunyai sifat berdeda-beda. Dan bahan-bahan kimia
yang telah disebut diatas.
Sol sepatu terbuat dari beberapa bahan, diantaranya adalah kulit,
karet dan plastik. Diantara bahan-bahan tersebut yang paling banyak
dipakai adalah karet, diantaranya karet alam (SIR 3L) dan Etilen Vynil
Asetat (EVA) untuk sol ringan (Herminiwati & Lestari, 2009), karet alam
(pale crepe) dan Nitril Butadiena Rubber (NBR) untuk sol karet sepatu
pengaman (Yuniari, 2010), dan campuran karet alam (pale crepe) dan E
VA (Herminiwati & Sholeh, 2011). Menurut Dr.Meidy H.Trianto,
Sp.RM, dari Kids Foot Rehabilitation Center, RS Mitra Keluarga Kelapa
Gading, Jakarta, selain desain yang benar,sepatu olahraga juga harus
memenuhi persyaratan ini:
Stabilitas
Penting untuk olahraga lapngan, latihan berat atau aerobik.
Sol bagian tengah atau mid soleharus bergelombang.
Dukungan dari luar
Dukungan berupa heel counter atau heel stabilizer dari
plastik, foot frame (lidah yang melindungi punggung kaki) dari
polimer, serta strap dari plastik atau kulit pada bagian depan
dan belakang sepatu.
Fleksibilitas
Bagian belakang sepatu dapat ditekuk 30 derajat sebagai
syarat jika kaki bergerak ekstrem.Bantalan terbuat dari bahan
lentur dan kuat seperti karet atau pilihan air suspension
(rongga udara).
Sepatu harus cukup ringan karena akan memengaruhi enerti.
Kontak dengan tanah maupun lantai harus baik agar tidak
selip.
Cara mengingat tali sepatu disesuaikan dengan bentuk kaki,
supaya nyaman.
Perlu diketahui, sepatu lari hilang kelenturannya setelah
dipakai sejauh 500 km. Sepatu basket mulai hilang
kepegasannya setelah dipakai 150 jam. (GHS/Ken).
D. Formulasi Kompon
Formula I : Out Sole Compound Rubber for Sport Shoes

NO DESCRIPTION WEIGHT PHR NOTE


(GRAM)
1. SIR 3 L 307,4 34,8 Raw material
2. SBR 1502 575,0 65,2 Raw material
4. SILICA 100,3 11,37 Reinforcing filler
5. CALCIUM 100,5 11,39 Non Reinforcing filler
6. MINAREX OIL 28 3,2 Softener
7. ZN O 37,5 4,2 Activator
8. STEARIC ACID 10 1,1 Activator
9. PEG 4000 31,7 3,6 Activator
10. BHT 9,5 1 Antioksidan
11. MBT 8,1 0,92 Accelerator
12. MBTS 8,2 0,93 Accelerator
13. TMTD 0,3 0,03 Accelerator
14. SULFUR 15,6 1,8 Vulkazing agent
TOTAL 1232,1 139,6
Desain kompon by: Himawan HS
Note :
Added MBT, MBTS, TMTM/TMTD and Sulfur after compound in cold
condition (time: 5 10 minutes)
Berat ba h an
P h r= 100
Perhitungan Berat karet

Berat karet
Berat ba h an= Phr
Perhitungan 100

Formula 2 : Outsole Compound Rubber for Sport Shoes (Orange Colours)


Formula 2 : Outsole Compound Rubber for Sport Shoes (Blue Colours)

NO DESCRIPTION WEIGTH (gr) NOTE


NO
1 DESCRIPTION
SULFUR WEIGTH
10 (gr) NOTE
Activator
12 SULFUR
MBTS 2,
4 46 Activator
Accelerator
23 MBTS
MBT 1,
6 476 Accelerator
Accelerator
34 MBT
TMTM / TMTD 0,984
0,2 Accelerator
Accelerator
4 TMTD 0,0492 Accelerator
5 SILIKA 12 Reinforcing
Filler
6 KOMPON PUTIH 300 Raw Material
E. Langkah kerja
1. Penimbangan bahan bahan sesuai dengan formulasi yang telah
ditetapkan, yaitu formulasi kompon untuk sol luar sepatu casual.
2. Urutan pembuatan kompon karet sebagai berikut

a) Proses mastikasi

Sebelum proses penggilingan, roll mesin giling dibersihkan


dahulu dengan karet pembersih. Mencampur karet SIR 3L,
SBR 1502. Waktu mastikasi : 6-7 menit. Semua sesuai dengan
tabel formulasi.

b) Proses pencampuran (mixing)

Pencampuran dimulai setelah karet melalui proses


mastikasi sehingga karet menjadi plastis dan suhu roll mill
sudah hangat. Dengan urutan penambahan bahan aditif, waktu
proses dan perlakuan suhu roll :
Untuk outsole orange colours :
Suhu awal mixing :480c
Menambahkan Silika
Menambahkan Minarex oil
Menambahkan Kalsium
Menambahkan ZnO
Menambahkan orange pigment secukupnya
Menambahkan Stearic acid
Menambahkan PEG
Menambahkan BHT
Mendinginkan kompon karet dengan mengangkatnya
sebentar dari roll mill selama 5-10 menit pendinginan
Menambahkan MBT
Menambahkan MBTS
Menambahkan TMTD
Mengangkat kompon, lalu menaburkan sedikit sulfur
pada kompon lalu melipatnya dan memulai
penggilingan kembali
Menambahkan sulfur secara penuh
Suhu akhir mixing (white colours) :64,20
Waktu mixing :31-32
menit
Untuk kompon blue colours :
Menggiling kompon putih
Menambahkan silika
Menambahkan blue pigment secukupnya
Menambahkan MBT
Menambahkan MBTS
Menambahkan TMTD
Mengangkat kompon, lalu menaburkan sedikit sulfur
pada kompon lalu melipatnya dan memulai
penggilingan kembali
Menambahkan sulfur secara penuh
Waktu mixing : 15
menit
Catatan : Semua bahan aditif pada kompon ditambahakan
sedikit demi sedikit serta bertahap.

F. Pembahasan
Pada praktikum ini, dilakukan pembuatan kompon sepatu outsole
sport dengan warna orange serta kompon logo dan penunjang dengan
warna biru. Proses komponding dilakukan dengan memastikasi karet SIR
3L dan SBR 1502, pada proses mastikasi outsole sepatu sport tidak
menggunakan karet KBR 01. Menurut anonim dalam
www.hrstau.blogspot.co.id mengatakan bahwa kekakuan vulkanisat dapat
ditingkatkan dengan penambahan resin dengan kadar styrene yang tinggi
dan diperhitungkan sebagai jumlah karet. Dari pernyataan tersebut, dapat
diketahui bahwa penggunaan karet SIR 3 L dan SBR 1502 dimaksudkan
untuk mendapatkan hasil kompon yang lebih kaku dibandingkan kompon
sepatu casual juga untuk mencegah keausan pada outsole nantinya karena
sifat dari karet SBR yang memiliki ketahanan aus lebih tinggi dari NBR.
Dengan berat SBR 1502 yang lebih tinggi dibandingkan dengan berat SIR
3 L. Penggunaan bahan pengisi non penguat calsium berfungsi sebagai
penambah volume kompon.
Pada proses pembuatan kompon karet berwarna orange dilakukan
proses mastikasi antara karet SIR 3 L dengan SBR 1502 samapi
didapatkan kompon karet yang sudah homogen dan suhu roll hangat
(sekitar 6-7 menit). Selanjutnya ditambahkan bahan-bahan kimia penyusun
dan pembantu proses kompon, terdapat bahan pengisi non penguat berupa
calsium yang berfungsi untuk menambah volume kompon serta bahan
penguat silika dan pigment warna orange. Menurut (Mirsha, et, al., 2011)
menyatakan bahwa sifat bahan pengisi yang mepengaruhi sifat mekanik
meliputi ukuran partikel, ukuran agregat, morfologi atau struktur dan
karakteristik permukaan. Kesesuaian bahan pengisis hanya dapat dicapai
jika bahan pengisi tersebut terdispersi dengan baik dalam matriks polimer.
Sedangkan untuk membuat kompon karet berwarna blue colours, bahan
elastomer diambil dari sebesar 300 gram kompon karet putih, setelah itu
ditambahkan bahan silika, kemudian blue pigment, kemudian bahan
pencepat, dan bahan pemvulkanisasi. Dalam proses mixing kompon blue
colours, bahan elastomer yang digunakan adalah kompon putih yang
sudah melalui proses komponding yang berisiko terhadap matangnya
kompon karet yang premature akibat dari proses mixing yang lama, serta
suhu roll yang terlalu panas. Apabila kompon tersebut sudah mengalami
vulkanisasi premature akan berkibat pada hasil kompon yang terlalu kaku.
Vulkanisasi premature dapat menghambat proses mengisinya kompon ke
dalam cetakan saat dipress. Apabila kompon sudah mati, hasil cetakan
akan cenderung kaku, menempel dicetakan serta melekuk.
Proses vulkanisai dari dua variasi desain kompon orange colours dan blue
colours menggunakan vulkanisat belerang sebagai agen pemvulkanisasi.
Dalam praktikum ini, dilakukan dua kali proses vulkanisasi yaitu pada saat
selesai proses mixing, serta proses vulkanisasi pada tahap pencetakan.
Pada proses mixing, vulkanisasi hanya dilakukan setengah saja, sedangkan
setengahnya lagi akan divulkanisasi pada proses pencetakan. Dari hasil
praktikum ini, didapatkan kompon karet yang memiliki karakteristik ulet,
dan lentur.
G. Kesimpulan
1) Penyusunan formulasi kompon outsole sepatu disesuaikan berdasarkan
berat karet serta berat bakan kimia penyusun dan penunjang proses
yang menentukan jenis vulkanisat yang akan digunakan.
2) Pada formulasi kompon outsole sepatu sport, menggunakan tiga jenis
kompon yakni kompon gam, nayam, dan kompon khusus.
3) Pada formulasi kompon outsole, hanya menggunakan dua jenis
elastomer yakni NBR 3 L dan SBR 1502.
4) Kompon karet yang dihasilkan memiliki karakteristik yang lebih ulet
dan lentur dibandingkan dengan sepatu casual.

Daftar Pustaka
Anonim. Kompon dan Adhesive.Balai Besar Karet : Bogor.
Abednego,J.G,dkk.1990.Kursus Teknologi Barang Jadi Karet.Bogor:Pusat
Penelitian Perkebunan.
Darlen,Maggie. 2016. makalah pembuatan kompon dalam
http://maggiedarlenelautama88.blogspot.co.iq/2016/01/makalah-pembuatan-
kompon-karet.html.
Herminiwati, H., & Lestari S. B. P. (2009). Pengaruh penambahan bahan pengisi
alumunium silikat dan bahan pengembang azodicarbonamide dalam pembuatan karet
mikroseluler untuk sol ringan. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 25(1), 31-38.
Herminiwati, H., & Sholeh, M. (2011). Aplikasi karet mikroseluler untuk sol ringan alas
kaki. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 27(1), 23-30.
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/02/05/12055634/Syarat.Sepatu.Olahraga
Santopo,Himawan.H,dkk. 1984. Teknologi barang karet. Yogyakarta : Akademi
Teknologi Kulit.