Anda di halaman 1dari 11

EKT MENJAWAB SOAL-SOAL BUKU SUWARDJONO

BAB 9 HAL: 452-453 (GANJIL)

Disusun oleh :

Nama : Vinda Refiana


Nim : 1406020015 ( AK 6 A Pagi)

Program studi : Teori Akuntansi

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF
TANGERANG
2017

1. Sebut dan Jelaskan karakteristik-karakteristik biaya?


Karakteristik penting yang melekat pada biaya yaitu :
1) Aliran keluar atau penurunan asset (Outflow Of Assets, Gross decrease in
assets,decrease in economic benefits, using up of assets, consumption of assets,
use ofeconomic services, expired costs, applicable costs to current period).
2) Akibat kegiatan yang membentuk operasi utama yang menerus ( Ongoing
majoroperations, Profit-directed activities, for the purpose of generating
revenues,creation of revenues, earning activities ).

3. Dapatkah biaya didefinisi sebagai penurunan ekuitas?


Definisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan bahwa penrunan aset akhirnya akan
mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Pendefinisian ini sebenarnya menegaskan
bahwaakuntasi menganut konsep kesatuan usaha sehingga ekuitas secara konseptual
adalah utang perusahaan kepada pemilik. Oleh karena itu, turunnya aset sebgai biaya
harus mengakibatkanturunnya ekuitas. Bila ekuitas akhirnya tidak terpengaruh, jelas
turunnya aset bukan karena biaya. Fasb memasukkan karakteristik ini dalam definisinya
karena makna operasi sentral mengandung pengertian sebagai proses penciptaan laba,
sehingga penurunan ekuitas merupakan konsekuensi logis dari pengertian tersebut. Maka
dapat disimpulkan dari gagasan di atas bahwa pendefinisian biaya sebagai penurunan
ekuitas kurang tepat.

5. Apakah definisi biaya bila dikaitkan dengan kos?


Definisi biaya bila dikaitkan dengan kos merupakan biaya yang diukur dengan kos yang
sebelumnya melekat pada asset. Biaya dipandang sebagai bagian kos yang telah
terhabiskan dalam rangka menciptakan pendapatan. Bagian kos yang terhabiskan dapat
dihubungkan dengan pendapatan atas dasar hubungan sebab-akibat, alokasi sistematik
dan rasional, atau pengakuan negara.

7. Apakah yang disebut rugi ? haruskah rugi dibedakan dengan baiya?


Rugi dapat dideinisikan menjadi penurunan ekuitas(asset bersih), transaksi peripheral
atau incidental, dan selain apa yang didefiniskan sebagai biaya atau selain distribusi ke
pemilik.
Maka dari itu rugi harus dibedakan dari biaya karena biaya hanya untuk penurunan asset
yangberkaitan denga operasi utama lalu diklasifikasi menjadi nonoperasi.

9. Sebut dan jelaskan kriteria pengakuan rugi . kapan kriteria tersebut dipenuhi ?
Rugi pada umumnya diakui bilamana salah satu dari dua kriteria berikut dipenuhi
(SFACNo.5,prg. 85):
a) Konsumsi manfaat (consumption of benefits).
Biaya atau rugi diakui bilamana manfaat ekonomik yang dikuasai suatu entitas
telahdimanfaatkan atau dikonsumsi dalam pengiriman atau pembuatan barang,
penyerahan ataupelaksanaan jasa, atau kegiatan lain yang merepresentasikan operasi
utama atau sentralentitas tersebut.
b) Lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang (loss or lack of future benefits).
Biaya atau rugi diakui bilamana aset yang telah diakui sebelumnya diperkirakan
telahberkurang manfaat ekonomiknya atau tidak lagi mempunyai manfaat ekonomik.

11. Dapatkah kos disebut biaya atau sebaliknya ?


Beberapa sumber mendefinisi biaya dalam kaitannya dengan pengertian kos karena
memang biaya tidak dapat dipisahkan dengan kos. Perlu ditegaskan kembali bahwa kos
adalah pengukur biaya atau biaya dipresentasi dengan kos sehingga secara teknis dan
praktis biaya sering disebut kos saja (sebagaimana digunakan oleh APB diatas). Memang
biaya selalu dapat disebut kos karena kos melekat di dalamnya (konsep dasar kos
melekat). Akan tetapi, kos tidak selalu dapat disebut biaya karena kos juga dapat
merepresentasi asset.

13. Mengapa perbandingan ( matching ) menjadi kebutuhan dalam akuntansi?


Prinsip perbandingan menjadi suatu kebutuhan ( necessity ) dalam akuntansi karena
alasan sebagai berikut:
1) Pengakuan pendapatan tidak langsung dikaitkan dengan pengakuan biaya karena
tehnik pembukuan tidak memungkinkan hal tersebut.dengan kata lain , proses
penandingan tidak dilakukan pada saat transaksi si pendataan terjadi tetapi pada
umumnya dilakukan pada akhir tahun.
2) Transaksi terjadinya pendapatan pada umumnya tidak berkaitan langsung dengan
transaksi terjadi biaya . sebagai contoh , pemerolehan dan pembayaran barang dan
jasa untuk menghasilkan produk tidak selalu bersamaan ( tidak terjadi dalam
periode yang sama ) dengan penjualan dan pengumpulan kas

15. Apakah argumen untuk mendukung pengakuan kos sebagai biaya secara arbitrer?
Kos adalah pengukur biaya atau biaya direpresentasi dengan kos sehingga secarateknis
dan praktis biaya sering disebut kos saja. Memang biaya selalu dapat disebut koskarena
kos melekat didalamnya. Akan tetapi, kos tidak selalu dapat disebut biaya karenakos
dapat juga merepresentasi aset. Pengakuan segera (immediate recognition).
Beberapakos diasosiasi dengan perioda berjalan sebagai biaya karena :
1) Kos yang terjadi dalam perioda berjalan tidak memberi manfaat masa datang
yang cukup nyata (discernible)
2) Kos yang dicatat sebagai aset dalam perioda-perioda sebelumnya tidak lagi
mempunyaimanfaat ekonomik yang cukup nyata.
3) Mengalokasi berbagai kos baik atas dasar asosiasi dengan pendapatan atau atas
dasarperioda akuntansi dipandang tidak mempunyai manfaat yang berarti.

17. Apakah komisi penjualan dapat dikurangkan langsung ke pendapatan sehingga yang
dilaporkan hanya pendapatan netonya?
Ada kalanya biaya komisi penjualan, biaya angkut pengiriman barang, dan biaya-biaya
lain yang bersangkutan dengan transaksi penjualan dikurangkan langsung terhadap hasil
penjualan dan hanya jumlah rupiah netonya dicatat dalam akun Penjualan dan penjualan
dilaporkan sebesar nilai netonya. Perlakuan semacam ini secara teoritis tidak layak.
Karena karakteristik yang berbeda, upaya harus dipisahkan dengan hasil. Semua kos yang
merepresentasikan upaya harus tetap diacatat sebagia kos (atau biaya kalau langusng
dibebankan). Sebaliknya, seluuh hasil penjualan produk harus dicatt seluruhnya secara
utuh sebagai pendapatan. Alasannya adalah aliran pendapatan dan cost berbeda dan
keduanya mencerminkan dua faktor yang berbeda (upaya dan hasil) sehingga tiap
faktorharus ditunjukkan secara utuh sesuai dengan fungsinya.pos yang satu tidak
selayaknya dikompensasi dengna pos yang lain. Penyimpangan terhadap prinsip ini jelas
akan mengaburkan faktor-faktor penting dalam penentuan laa tidak terpengaruh.

19. Apakah alokasi sistematik dapat di justifikasi dalam akuntansi ? Jelaskan argumen pro
dan kontra terhadap alokasi dalam akuntansi !
Alokasi sistematik merupakan proses penandingan dengan perioda sebagai penakar
pendapatan dan biaya.argumen pro dan kontra terhadap alokasi dalam akuntansi
keberatan terhadap penandingan bahwa proses alokasi menimbulkan banyak metoda
alokasi.karena kesulitan penentuan pola penggunaan atau konsumsi manfaat ekonomi
yang sebenarnya,metoda alokasi yang di pilih sering tidak sejalan dengan pola
penyerapantersebut.sebenarnya berbagai metoda alokasi menunjukan bahwa akuntansi
berusaha untuk melaraskan pola penyerapan kos kira kira mendekati pola
pemanfaatan.oleh karena itu alokasi sistematik dapat di justifikasi dalam akuntansi.

21. Apakah tujuan yang ingin dicapai oleh alokasi interim dapat dijadikan dasar untuk
pemerataan laba?
Tujuan alokasi interim bukan untuk mengaburkan perkembangan (trend) laba melainkan
untuk menjadikan statemen laba-rugi interim bermanfaat untuk kepentingan manajerial.
Di lain pihak, dalam jangka panjang ada tahun-tahun gemuk dan ada pula tahun-tahun
kurus. Justru fungsi akuntansilah untuk mengungkapkan kondisi ini dengan jelas bukan
malahan menutupinya dengan perataan laba. Kemajuan dan reputasi suatu perusahaan
harus ditunjukkan dengan kinerja yang sebenernya bukan semata-mata dengan permainan
mata. Untuk mengatasi fluktuasi laba tahunan, cara terbaik adalah menerbitkan
serangkaian stetemen laba-rugi tahunan seperti apa adanya bukan serangkaian statemen
laba yang telah diratakan.

23. Apa yang dimaksud dengan kos kos taktersediakan?


Kos taktersediakan adalah keadaan dimana keterhabisan kos penciptan pendapatan
sedangkan kriteria kelenyapan lebih berkaitan dengan rugi sehingga criteria ini dapat
disebut keterhaisan nonpenciptaan pendapatan.

25. Apa yang di maksud dengan kos bergabung dan apa bedanya dengan kos bersama?
Alokasi kos bergabung atau bersama bersifat internal dalam suatu perioda sehingga
hasilnya tidak mempengaruhi kos operasi total untuk perioda tersebut meskipun dasar
alokasi agak arbitrer. Alokasi semacam ini hendaknya tidak diterapkan untuk alokasi kos
faktor jasa antar perioda.

27. Apakah masalah pembebanan kos yang berkaitan dengan sedian dan fasiitas fisis?
Fasilitas fisis memberi kontriusi jasa ke opreasi berupa kapasitas atau daya. Oleh karena
itu kos daya atau kapasitas fasilitas fisis tersebut jelas harus diserap menjadi bagian kos
produksi dan akhirnya menjadi bahan pendapatan.
Jadi, pembebanan kos fasilitas fisis untuk suatu perioda tidak dapat ditentukan atas dasar
pengukuran fisis yang objektif tetapi lebih merupakan suatu hasil pertimbangan
(judgement) atas dasar taksiran factor-faktor penentu (yaitu umur ekonomik, kapasitas
ekonomik, dan nilai residual) yang sering tidak dapat diuji validitasnya secara objektif.

29. Apakah kelemahan metoda identifikasi khusus untuk mengasosiasi kos sedian dengan
pendapatan?
Kelemahan-kelemahan antara lain :
1) jarang sekali pendapatan khusus di tandingkan denagn kos khusu karena
pendapatan perusahaan merupakan hasil dari selurh upaya perusahaan sebagai
kesatuan. Oleh karena itu, identifikasi khusus tidak member nilai tambahan
informasi.
2) Untuk jenis barang yang homogen dan harganya relative murah, metoda ini
menjadi terlalu mahal dan tidak sepadan dengan nilai tambahan informasi yang di
peroleh.
3) Kalau fluktuasin harga sangat mencolok, metoda ini dapat digunakan sebagai alat
manipilasi laba atau earnings manajement. Bila perusahaan menginginkan laba
yang tinggi, perusahhan dapat memilih barang yang kosnya rendah. Sebaliknya,
Bila perusahaan menginginkan laba yang tinggi, perusahaan dapat memilih
barang yang kosnya rendah, perusahhan dapat memilih barang yang kosnya tingi.

31. Berikanlah contoh angka aplikasi penerapan metoda asosiasi sediaan berikut?
a) Metoda harga eceran
b) Metoda MTKP nilai-rupiah
c) Metoda eceran nilai-rupiah
d) Metoda sediaan normal
Jawab
CONTOH SOALPT Pendawa mempunyai data mutasi persediaan sebagai berikut
Maret 1 persediaan awal 300 kg @ Rp 800 = Rp 240.000
3 pembelian 500 kg @ Rp 775 = Rp 387.500
5 penjualan 350 kg
d. Metode MTKP
ekonomik lagi karena kos yang digunakan adalah kos yang sudah usang. Akibat dari hal
ini adalah perhitungan-perhitungan indikator keuangan seperti rasioakan sangat tidak
berpaut atau relevan lagib. Metode MTKP bukan merupakan metoda untuk mengatasi
perubahan tingkat harga umum (daya beli) yang sering dijadikan alasan untuk
mengunakan metoda ini. pengunaan metoda MTKP hanya mengatasi perubahan tingkat
harag khususc. Metoda ini betentangan dengan aliran fisis yang sesungguhnya sehingga
tidak menggambarkan laba oprasi perusahaan atas dasar kegiatan yang kronologos.
Dengankata lain, konsep penandingan atas dasar sebab-akibat dilanggar sama sekali;
pendapatan tidak ditandingkan dengan kos yang menimbulkan pendapatan tersebutd.
Kalau pengunaan/penjualan barang melebihi sedian yang dianggap permanen, akan tetapi
penandingan an antara pendapatan sekarang dengan kos masa lalu yang sudah usang
sehingga laba akan tidak menggambarkan kemampuan operasi perusahaan tetapi sekadar
berisi akumulasi untung atau rugi menahan persediaan yang mula-mula dimiliki
perusahaan pada saat metoda mulai MTKP diterapkan. Kalu toh metoda ini dianggap
bermanfaat maka manfaat itu akan dirasakan hanya jika sediaan dasar tertentu
dipertahankan atau dilikuidasi/dijuale. Alasan untuk meratakan laba dengan metoda ini
tidak didukung sama sekali oleh konsep pelaporan atas dasar kontinuitas usaha. Fluktuasi
tahunan merupakan fakta yang justru harus diungapkan melalui laba. Fluktuasi laba itu
sendiri merupakan informasi bagai pemakai laporan. Telah disebutkan bahwa laporan
rugi-laba harus dianggap bersifat tentatif dan untuk mengambarkan kemampuan
perusahaan.

33. Sebut dan jelaskan kelemahan atau kritik terhadap metode MTKP !
Metode FIFO mengasumsikan barang-barang digunakan sesuai urutan pembeliannya.
Dengan kata lain, bahwa barang pertama yang dibeli adalah barang pertama yang dijual.
Karena itu persediaan yang tersisa merupakan barang
Dalam semua kasus FIFO, persediaan dan harga pokok penjualan akan sama pada akhir
bulan terlepas dari apakah yang dipakai adalah system persediaan perpetual atau
periodic/fisik.Hal ini disebabkan karena yang akan menjadi bagian dari harga pokok
penjualan adalah barang-barang yang dibeli terlebih dahulu, dan karenanya dikeluarkan
terlebih dahulu.terlepas apakah harga pokok penjualan dihitung seiring barang dijual
sepanjang periode akuntansi (system perpetual) atau sebagai residu pada akhir periode
akuntansi (system periodic).
Kelemahan mendasar dari FIFO adalah bahwa biaya berjalan tidak ditandingkan dengan
pendapatan berjalan pada laporan laba-rugi. Biaya-biaya paling tua dibebankan ke
pendapatan paling akhir, yang bisa mengarah pada distorsi laba kotor dan laba bersih.

35. Apakah untuk dapat disebut asset tetap suatu asset harus berwujud fisis?
Ya, harus berwujud fisis karena memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, digunakan
dalam kegiatan operasi suatu perusahaan, tidak dimaksudkan untuk di jual kembali.

37. Apakah depresiasi merupakan biaya nyata atau hipotesa ?


Depresiasi merupakan biaya yang nyata bukan biaya hipotesa. Akuntansi depresiasi
adalah proses alokasi sistematis dalam rangka penandingan biaya dan pendapatan.
Akuntansi depresiasi bukan sarana akumulasi dan untuk pengagantian aset tetap .
akuntansi depiasi juga bukan sarana untuk pemulihan investasi. Akuntansi dperesiasi juga
bukan merupakan proses penilaian untuk mengukur penurunan nilai aset.
39. Jelaskan pengertian sistematik dan rasional dalam alokasi kos fasilitas fisis
sebagaidepresiasi.Apakah metoda garis lurus lebih sistematik dibandingkan
dengan metodadepresiasi yang lain?
Alokasi kos fasilitas fisis sebagai depresiasi merupakan suatu proses alokasi kos
secarasistematik dan rasional dan jumlah rupiahnya diukur atas dasar bagian kos potensi
jasa yangdianggap telah dimanfaatkan dalam menciptakan pendapatan. Kos fasilitas
fisis sebagaidepresiasi mempunyai kedudukan yang sama seperti kos manfaat
ekonomik lain yang diperoleh dan dimanfaatkan sekaligus dalam perioda
terjadinya.Ya,metode garis lurus lebih sistematik dibandingkan dengan metoda
depresiasi lainnyakarena depresiasi didefinisi sebagai penerapan prosedur ,namun
ada kelemahan bahwaalokasi sistematik dalam banyak hal tidak mempresentasi
fenomena atau kegiatan operasiyang sesungguhnya.

41. Bila suatu perusahaan mendapatkan hibah berupa aset tetap ( misalnya kendaraan)
apakahdepresiasi kendaraan tersebut merepresentasi upaya sehingga dapat diperlakukan
sebagai biaya?
Jika aktiva tetap diperoleh sebagai sumbangan atau pemberian maka tidak ada
hargaperolehan sebagai basis penilaiannya, atau aktiva tetap dicatat dengan
hargapasarnya yang wajar. Kendatipun pengeluaran tertentu mungkin dilakukan
ataspemberian aktiva tetap tersebut. Tetapi pengeluaran itu biasanya jauh lebih kecil dari
nilaiaktiva tetap.
Dalam PSAK, Ikatan Akuntan Indonesia (2009 : 16.7) mengemukakantentang
pencatatan aktiva tetap yang berasal dari sumbangan sebagai berikut Aktiva tetapyang
diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang
layakdengan mengkreditkan akun modal donasi.Jadi, dengan penjelasan diatas, maka
ketika suatu perusahaan mendapatkan hibah berupaasset tetap (misalnya kendaraan)
maka depresiasi kendaraan tersebut merepresentasikanupaya sehingga dapat
diperlakukan sebagai biaya.

43. Apakah yang dimaksud dengan goodwill dan kapan timbul serta dapat diakui?
Goodwill adalah selisih lebih jumlah rupiah tunai atau setaranya yang dibayarkan
olehperusahaan pembeli di atas nilai pasar wajar atau nilai buku kekayaan fisis
perusahaan yang dibeli. Goodwill timbul apabila suatu perusahaan membeli perusahaan
lain yangsudah berjalan secara keseluruhan.
45. Adakah goodwill negative? Bila ada, apakah interpretasi atau maknanya?
goodwill negatif hanya muncul di neraca konsolidasi. Sedangkan pada neraca bukan
konsolidasi, neraca induk saja, tidak akan ada goodwill negatif. Sedangkan perpajakan di
Indonesia, khususnya pajak penghasilan, tidak mengakui adanya laporan keuangan
konsolidasi. Hal ini disebabkan kita menganut the classical system dimana masing-
masing dianggap sebagai satu entitas yang terpisah. Induk sebagai badan hukum sendiri
dan anak sebagai badan hukum yang lain, terpisah dari induk. Sehingga pelaporan
perpajakan, angka-angka yang harus dimuat di SPT Tahunan PPh adalah angka-angka
laporan keuangan induk saja. Bukan laporan keuangan konsolidasi.
Jika goodwill negatif akan dikenakan pajak maka SPT PPh kita harus mengakui laporan
keuangan gabungan. Angka-angka SPT PPh harus sama dengan laporan keuangan
gabungan. Konsekuensinya, anak perusahaan tidak perlu membuat SPT PPh karena
semua data keuangan anak perusahaan akan dilaporkan di SPT PPh induk perusahaan.
Dengan kata lain, semua kewajiban PPh badan dalam satu grup dilakukan oleh induk
saja. Grup dipandang sebagai satu entitas, badan hukum, dan anak perusahaan dianggap
sebagai unit-unit usaha yang tergabung menjadi satu kesatuan.

Alasan kedua, saat akuisisi adalah saat pembelian sedangkan laba atau rugi diakui saat
penjualan. Pada keadaan normal, menghitung laba atau rugi adalah penjualan dikurangi
pembelian dan biaya-biaya yang terkait dengan barang atau jasa yang dijual. Disebut laba
jika nilai penjualan lebih besar daripada harga pokok. Sedangkan pada saat akuisisi,
belum ada laba atau rugi karena aktiva yang dibeli belum dijual kembali.

47. Apakah sampai titik ini anda sekarang paham dan merasakan mengapa istiah kos
memang lebih tepat dari pada biaya? Kalau belum, bacalah article what does cost really
meandalam lampiran 1. Susunlah kritik atau komentar terhadap artikel tersebut dalam
bentuk artikel pendek !
Berawal dari membaca artikel ini saya baru mengetahui arti dari kos yang ternyata tidak
bisa digantikan dengan kata biaya. Dari definisi cost itu sendiri saya sependapat dengan
penulis bahwa costtidak bisa disamakan dengan biaya karena costadalah pengukur dalam
unit moneter untuk suatu sumber ekonomik yang dikorbankan sedangkan biaya itu
sendiri merupakan pengorbanan ekonomiknya dan konotasinya negatif.Hal yang serupa
dengan kata expenseyang diganti menjadi beban. Saya dengan tegas sependapat dengan
penulis mengenai pendapat tentang expenseadalah sesuatu yang harus dikorbankandahulu
unttuk menciptakan pendapatan yang tidak bisa disamakan dengan pendapatan harus
menanggung biaya. Jadi, sangat penting bagi kaum akademisi dan praktisi di dunia
akuntansi untuk memikirkan bagaimana istilah tersebut sebaiknya digunakan dalam
bahasa nasional masing-masing. Penggunaan kata yang kurang tepat menyebabkan
kerancuan,dampaknya untuk orang yang masih belajar menjadi kebingungan bahkan
salah kaprahuntuk memaknai kata tersebut.Penggunaan istilah yang tepatdengan bahasa
lokal itu sendiri juga sekaligus mengangkat martabat bahasa lokal kita bahasa Indonesia.