Anda di halaman 1dari 8

ASURANSI KREDIT

Asuransi yang dikaitkan dengan dunia perbankan lebih dititikberatkan pada asuransi jaminan
kredit merupakan bidang asuransi kerugian (general insurance) yang meliputi :

1. Asuransi kebakaran (fire insurance)


2. Asuransi pengangkutan laut (marine insurance)
3. Asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle insurance)

Asuransi kredit adalah proteksi yang diberikan oleh Asuransi kepada BankUmum/Lembaga
Pembiayaan Keuangan atas risiko kegagalan Debitur di dalam melunasi fasilitas kredit atau
pinjaman tunai (cash loan) seperti kredit modal kerja, kredit perdagangan dan lain-lain yang
diberikan oleh BankUmum/Lembaga Pembiayaan Keuangan.

Asuransi kredit mempunyai kaitan erat dengan jasa perbankan terutama di bidang perkreditan
yang selalu dikaitkan dengan jaminan kredit berupa barang-barang bergerak dan barang-barang
tidak bergerak yang sewaktu-waktu dapat tertimpa resiko yang dapat mengakibatkan kerugian
bagi pemilik barang dan bank sebagai pemberi kredit.

Kredit adalah pinjaman uang yang akan diberikan oleh pemberi kredit (Bank,Lembaga
Keuangan) kepada nasabahnya. Sejak kredit diberikan kepada nasabah, pemberi kredit oleh
nasabah atau tidak diperolehnya kembali kredit tersebut dari nasabah, sehingga pemberi kredit
menderita kerugian.Untuk melindungi diri dari kemungkinan kerugian tersebut, pemberi kredit
menutup asuransi atas kredit yang diberikannya kepada nasabah. Dalam asuransi kreit,
tertanggung adalah pemberi kredit ( Bank atau lembaga keuangan ) dan yang ditanggung oleh
penanggung adalah resiko kredit dimana dimana tidak diperolehnya kembali kredit kepada para
nasabahnya
Asuransi kredit bertujuan :

Melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan
kepada nasabahnya

Membantu kegiatan, pengarahan, dan keamanan perkreditan baik kredit perbankan maupun
kredit lainnya di luar perbankan

Pengelolaan asuransi kredit di Indonesia dipercayakan oleh pemerintah kepada PT. Asuransi
Kredit Indonesia yang berpusat di Jakarta, yang menjadi tertanggung adalah bank-bank
pemerintah, bank-bank swasta dan lembaga keuangan lainnya.

Pada asuransi kredit yang menjadi tertanggung adalah BankUmum/Lembaga Pembiayaan


Keuangan yang mengajukan permintaan asuransi kredit bukan debitur yang meminjam dana dari
BankUmum/Lembaga Pembiayaan Keuangan tersebut. Dengan demikian asuransi kredit adalah
merupakan bi-party agreement dimana hanya ada dua pihak yang terlibat yaitu perusahaan
asuransi sebagai penanggung dan bank umum atau lembaga pembiayaan sebagai tertanggung.

Objek pertanggungan pada asuransi kredit adalah resiko timbulnya kerugian yang dialami oleh
BankUmum/Lembaga Pembiayaan Keuangan karena adanya kredit macet dari debitur.

Asuransi yang dapat melakukan penjaminan adalah asuransi yang mempunyai izin untuk
melakukan penjaminan asuransi kredit dari Departemen Keuangan.

Kriteria kredit yang dapat dijamin pada asuransi kredit adalah kredit yang diberikan :
1. Berdasarkan norma-norma perkreditan yang sehat, wajar dan berlaku umum
2. Sesuai dengan Manual Pemberian Kredit yang sesuai SE Bank Indonesia
3. Ke debitur yang memiliki izin usaha yang ditentukan oleh pihak yang berwenang dan
tidak bertentangan dengan hukum.
4. Ke debitur yang tidak sedang dalam proses kepailitan atau telah dinyatakan pailit atau
bubar demi hukum
5. Ke debitur yang tidak memiliki tunggakan kredit yang digolongkan kualitas kredit
diragukan.

Dalam hal kredit massal (berkelompok), kriteria kredit yang dapat dijamin adalah kredit yang:

Mempunyai sektor ekonomi sama

Ditinjau dari aspek manajemen, pemasaran, pembelanjaan dan aspek teknis, usaha
tersebut memerlukan pengelolaan yang terkait satu dengan lainnya.

Dokumen yang harus dipenuhi oleh calon tertanggung dalam pengajuan asuransi kredit

BankUmum/Lembaga Pembiayaan Keuangan yang mengajukan asuransi kredit harus


menyerahkan dokumen-dokumen berikut ke calon penanggung:

1. Perjanjian Kerja Sama atau Surat Kesepakatan Bersama antara Perusahaan Asuransi
sebagai penanggung dan BankUmum/Lembaga Pembiayaan Keuangan sebagai
tertanggung.
2. Manual Pemberian Kredit yang diterbitkan oleh BankUmum/Lembaga Pembiayaan
Keuangan tersebut
3. Akte perusahaan debitur, company profile debitur, laporan keuangan debitur 3 tahun
terakhir.
4. Copy/tembusan permohonan kredit dari debitur ke bank umum/lembaga pembiayaan,
memorandum persetujuan kredit dari bank umum/lembaga pembiayaan ke debitur
Resiko yang dapat dijamin pada asuransi kredit adalah resiko yang timbul karena debitur tidak
melunasi kredit pada saat kredit yang bersangkutan jatuh tempo dengan ketentuan usaha debitur
sudah tidak ada / tidak berjalan lagi.

Debitur dinyatakan dalam keadaan insolvent dan untuk itu harus memenuhi salah satu dari hal-
hal berikut :

1. Debitur dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri yang berwenang


2. Debitur dikenakan likuidasi berdasarkan keputusan Pengadilan yang berwenang dan
untuk itu telah di tunjuk likuidatur.
3. Debitur, sepanjang bukan Badan Hukum ditempatkan dibawah pengampunan.
4. Debitur melarikan diri/menghilang/tidak lagi diketahui alamatnya

Terjadinya penarikan kembali kredit sebelum jangka waktu kredit berakhir yaitu khusus untuk
kredit dengan jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, dengan syarat bahwa penarikan kembali
kredit tersebut memenuhi salah satu ketentuan berikut:

1. Dimaksudkan untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kerugian yang lebih besar
apabila kredit tersebut dilanjutkan
2. Disebabkan karena adanya ketidaksesuaian atau penyimpangan yang dilakukan debitur
atas ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kredit.
3. Resiko lain-lain yang disepakati antara tertanggung dan penanggung yang dituangkan
dalam Perjanjian Kerja Sama atau Surat Kesepakatan Bersama

Resiko yang tidak dijamin pada asuransi kredit adalah resiko yang timbul karena ;

1. Reaksi nuklir, sentuhan radio aktif, radiasi dan reaksi inti atom yang secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi dan mengakibatkan kegagalan usaha Debitur
Bank tanpa memandang bagaimana dan dimana terjadinya
2. Kerugian yang diderita Debitur yang disebabkan oleh resiko-resiko yang wajib ditutup
pertanggungannya dalam Asuransi Kerugian dengan nilai penuh (fully insured) atau
minimal sama dengan pokok kreditnya.
3. Terjadinya salah satu risiko politik yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi dan mengakibatkan kegagalan usaha Debitur untuk melunasi Kreditnya
4. Tindakan hukum yang dilakukan oleh Pemerintah terhadap Debitur dan atau usaha
Debitur yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi dan mengakibatkan
Debitur Bank tidak dapat/mampu melunasi kreditnya.
5. Bencana alam (Act of God)
6. Akibat kesalahan/kelalaian yang dilakukan oleh Bank/Lembaga Pembiayaan Keuangan

Plafond untuk asuransi kredit sebagai berikut:

1. Kredit Usaha Mikro ( maks. s/d Rp. 50 Juta)


2. Kredit Usaha Kecil ( > Rp. 50 Juta s/d Rp. 500 Juta)
3. Kredit Usaha Menengah ( > Rp. 500 Juta s/d Rp. 5 Miliar)

Kredit Massal (berkelompok) jumlah debitur/plafond harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Untuk sektor Pertanian dalam arti luas adalah kredit yang diberikan kepada lebih dari 100
debitur atau plafond kredit keseluruhan lebih dari Rp. 500 Juta
2. Untuk bidang non pertanian adalah kredit yang diberikan kepada lebih dari 50 debitur
atau plafond kredit keseluruhan lebih dari Rp. 1 M

Hak klaim dari tertanggung muncul :

1. Setelah 3 (tiga) bulan terhitung dari tanggal jatuh tempo Kredit


2. Debitur telah dilaporkan menunggak pada periode Laporan Debitur Menunggak, minimal
3 (tiga) bulan sebelum timbulnya hak klaim
3. Khusus untuk pengajuan klaim sebelum jatuh tempo, klaim mulai timbul pada saat
setelah kredit dikategorikan Macet sebagaimana ketentuan SE Bank Indonesia

Asuransi Kredit Bank


Merupakan produk jasa Askrindo untuk memberikan penjaminan kepada perbankan maupun non
perbankan atas kredit yang diberikan kepada UMKM. Fungsi Askrindo dalam hal ini adalah
memberikan jaminan/ganti rugi atas kemacetan yang disalurkan perbankan maupun non
perbankan kepada UMKM.

Jenis Asuransi Kredit Bank.

1. Penjaminan Kredit Menengah


2. Penjaminan Kredit Kecil

Manfaat Asuransi Kredit.

1. Memperbesar akses UMKM terhadap sumber pembiayaan


2. Mengurangi risiko yang dihadapi Bank atas pemberian kredit kepada UMKM
3. Bank Pemerintah/Swasta Nasional termasuk BPR
4. Bank Pembangunan Daerah
5. Bank Syariah
6. Lembaga Keuangan non Bank (Pegadaian)

Pengguna Jasa Asuransi Kredit.

1. Bank Pemerintah/Swasta Nasional termasuk BPR


2. Bank Pembangunan Daerah
3. Bank Syariah
4. Lembaga Keuangan non Bank (Pegadaian)
Asuransi Kredit Perdagangan.

Produk ini diperlukan untuk mellindungi pembayaran secara kredit yang dilakukan oleh pelaku
usaha dalam transaksi perdagangan barang, misalnya antara produsen dengan distributornya,
distributor dengan pengecer. Fungsi lain dari produk ini adalah memberikan akses bagi sektor
riil untuk meningkatkan volume transaksi penjualan melalui kebijakan kredit (credit policy) yang
fleksibel sesuai dengan fluktuasi permintaan pasar.

Manfaat Asuransi Kredit Perdagangan.

1. Mempermudah pelaksanaan kebijakan kredit perusahaan (credit policy).


2. Mengurangi cadangan piutang ragu-ragu akibat kemacetan kredit
3. Meningkatkan volume penjualan
4. Memberikan akses kepada pedagang/distrbutor untuk memperoleh barang dagangannya.

Pengguna Asuransi Kredit Perdagangan.

1. Produsen/supplier dari barang-barang industry


2. Produsen/supplier dari jenis barang yang habis dalam jangka pendek