Anda di halaman 1dari 1

Kritik terhadap Akuntansi Konvensional

Dalam akuntansi konvensional, tujuan pemberian informasi untuk pengambilan


keputusan ekonomi ditafsirkan sebagai penyusunan informasi dalam rangka urusan fungsi
manajemen. Pengambilan keputusan ekonomi perlu penafsiran yang tajam. Dalam
sejarahnya, akuntansi berperan membantu para pemakai laporan, padahal pemakai laporan
lebih memerlukan informasi untuk masa depan, bukan masa lalu. Jadi para investor bukan
hanya tertarik pada nilai investasi awal, tetapi lebih tertarik pada berapa nilai kenaikan atau
penurunan investasinya sampai sekarang. Edward and Bell (1961: 17) mengatakan bahwa
pengambilan keputusan ekonomi adalah berdasarkan pergerakan harga secara individual dan
hubungan di antaranya. Data masa lalu sekedar perbandingan. Akuntansi harus mampu
menghubungkan keduanya, yaitu antara perubahan harga dan harga masa lalu. Tanpa
informasi tersebut keputusan ekonomi akan bias. Menurutnya kondisi masa lalu, meskipun
mengandung kebenaran, tetap saja tidak mampu menditeksi kondisi pasar. Salah satu fungsi
manajemen adalah perencanaan, sehingga termasuk melakukan perencanaan operasi
perusahaan masa yang akan datang dan adanya perubahan harga.

Biaya histories memang banyak membantu, namun tidak cukup memuaskan dalam
penilaian untuk pengambilan keputusan ekonomi. Ketika asset dibeli, biaya histories memang
tepat, sebab menunjukan harga kini, tetapi dengan berlalunya waktu, biaya histories hampir
pasti tidak akan relevan lagi. Dalam kondisi terjadi kenaikan harga, laba perusahaan akan
terlalu tinggi, karena penyusutan asset yang terlalu kecil. Masalah ini menjadi berbahaya,
karena dividen dibagikan berdasarkan laba akuntansi, begitu juga pajak. Satu-satunya alasan
penggunaan biaya histories yang cukup kuat adalah adanya asumsi kelangsungan usaha.