Anda di halaman 1dari 3

Masker rebreathing

Rebreathing mask mengalirkan kosentrasi oksigen 60-80% dengan


kecepatan aliran 8-12 permenit. Memiliki kantung yang terus mengembang baik
saat inspirasi mapun ekspirasi. Pada saat inspirasi, oksigen masuk dari sungkup
melalui lubang antara sungkup dan kantung reservoir, ditambah oksigen dari
kamar yang masuk dalam lubang ekpirasi pada kantong. Udara inpirsai sebagian
tercampur dengan udara ekspirasi sehinggga kosentrasi CO2 lebih tinggi daripada
simple face mask.
Prosedur pemasangan
Mengorganisasikan tindakan memberikan terapi oksigenasi. Cara pemasangan:
1. Alat-alat didekatkan pasien
2. Cuci tangan
3. Pasang manometer pada tabung oksigen
4. Pasang flowmeter dan pastikan alirannya mati terlebih dahulu
5. Pasang botol humidifier
6. Sambung selang oksigenasi dengan humidifier
7. Buka aliran flowmeter untuk mengecek aliran oksigen
8. Atur aliran oksigen sesuai indikasi
9. Pasang alat terapi oksigen pada pasien
10. Amati respon pasien
11. Pasang plester untuk fiksasi
12. Rapihkan pasien dan alat-alat
13. Dokumentasikan prosedur pasien.
Laryngeal mask airway ( LMA) adalah suatu alat jalan nafas supraglotik
yang dikembangkan oleh ahli anastesi Britis Dr. Archi brain. Alat tersebut telah
digunakan sejak tahun 1988. Pada awalnya dibuat untuk digunakan dalam kamar
operasi sebagai metode ventilasi elektif, hal tersebut merupakan alternatif yang
baik untuk bag-velve-mask ventilation, membebaskan tangan pekerja dengan
keuntungan berkurangnya distensi gaster. Pada awalnya digunakan pada kamar
operasi namun sekarang ini LMA lebih banyak digunakan pada tempat emergency
sebagai suatu alat asesoris yang penting dalam manajemen kesulitan jalan nafas.
Laryngeal mask ( masker anastesi ) digunakan dalam anastesi pada gawat
darurat kedokteran untuk manajemen jalan nafas. Alat ini terdiri dari selang
dengan balon yang dapat dipompa yang dimasukan kedalam faring. Ini
menyebabkan nyeri dan batuk yang sedikit dibandingkan dengan endotracheal
tube, dan lebih mudah untuk dimasukan. Namun demikian, suatu masker anastesi
standar tidak memproktesi paru-paru dari aspirasi, membuat alat ini tidak sesuai
untuk pasien terhadap resiko dari komplikasi ini.

Prosedur pemasangan mask anasteasi (LMA):


1. Pilh ukuran yang sesuai pada pasien dan teliti apakah ada
kebocoran pada balon
2. Pinggir depan dri balon harus bebas dari kerutan dan menghaap
keluar berlawanan arah dengan lubang (LMA)
3. Lubrikasi hanya pada sisi belakang dari balon
4. Pastikan anastesi telah adekuat ( baik general ataupun bloksaraf
regional ) sebelum mencoba insersi. Propofol dan opiat
memberikan kondisi yang lebih baik pada theopental.
5. Posisikan kepala pasien dengan pisisi sniffing.
6. Gunakan jari telunjuk untuk menuntun balon LMA sepanjang
palatum drum terus menurun sampai hipofarynx sampai terasa
tahanan yang meningkat. Garis hitam longitudinal seharusnya
selalu menghadap ke caphalad ( menghadap ke bibir pasien.
7. Kembangkan balon dengan jumlah udara yang nsesuai
8. Pastikan pasien alam anastesi yang ndalam selama memposisikan
pasien.
9. Obstruksi jalan nafas stelah insersi biasanya disebabkan oleh
piglois yang terlipat kebawah
10. Hindari suction pharyngeal, mengem,peskan balon atau
memncabut LMA sampai penderita betul-betul bangun ( misalnya
membuka mulut ssuai perintah )

Anda mungkin juga menyukai