Anda di halaman 1dari 6

Sop Pemeriksaan sputum

No.Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal terbit :
SOP Halaman :

KABUPATEN SERDANG dr. Suzi Khairi


BEDAGAI NIP.
UPTD 19630310 200212 2002
PUSKESMAS
SEI RAMPAH
Pengertian Pengambilan sampel sputum pada saluran pernapasan
pasien yang dicurigai
mengandung kuman Mycobacterium Tuberculosa
dengan cara dibatukkan.
Sputum adalah sekret atau mukus yang dihasilkan dari
paru-paru, bronkus dan trakea
Tujuan 1. Untuk mengetahui apakah didalam sputum pasien
terdapat kuman MycobacteriumTuberculosa
2. Untuk menegakkan diagnosis TB Paru dan
pemberian OAT

Kebijakan Kepala Puskesmas Sei Rampah


Referensi Kemenkes I No. 364/Menkes/SK/III/2003
tentang laboratorium
Buku petunjuk pemeriksaan laboratorium
puskesmas pusat laboratorium kesehatan
Prosedur Persiapan alat
1. Tempat pot sputum sebanyak tiga buah yg telah
diberikan etiket pada sisi luarnya
(jangan pada tutupnya)
2. Blanko permintaan pemeriksaan sputum BTA
disertai dengan blanko TB 05
3. Tissue
4. Tempat khusus penempatan pot sputum yang sudah
diambil
5.
Blanko permintaan pemeriksaan sputum BTA
6. Air minum.
Persiapan pasien
1. Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan
sputum (dahak) agar yang dibatukkan
benar-benar merupakan sputum, bukan air liur , darah
atau campuran antara keduanya
2. Jelaskan cara mengeluarkan sputum
3. Berikan pot sputum sebanyak tiga buah.

Langkah -langkah Cara pengambilan sputum


1. Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh
berkumur-kumur dengan air, lepaskan
gigi palsu jika ada
2. Pasien dipersilakan ke tempat khusus pengambilan
sputum
3. Sputum diambil dari batukkan yang pertama
4. Ajarkan cara batuk efektif.
5. Cara membatukkan sputum dengan menarik napas
dalam dan kuat (pernapasan dada) kemudian batukkan
sputum dari bronchus trakea mulut pot penampung
6. Bila sudah, periksa sputum yang dibatukkan, bila
ternyata yang dibatukkan adalah air
liur (saliva), maka pasien harus mengulang
membatukkan sputum
7. Sebaiknya pilih sputum yang mengandung unsur-
unsur khusus seperti butir keju, darah
dan unsur-unsur lain
8. Bila sputum susah keluar, dapat diberikan obat
glyseril gulaykolat (ekspektoran) 200
mg atau dengan minum ait teh manis saat malam
sebelum pengambilan sputum
9. Pot penampung sputum diletakkan ditempat khusus
yang telah ditentukan, dilengkapi
data-datanya dan siap dikirim ke laboratorium untuk
dilakukan pemeriksaan.
ara pengiriman sputum
Sampel sputum yang dikirim ke laboratorium
pemeriksaan harus disertai dengan data
sebagai berikut :
1. Pot sputum diberi label dengan menulis
/menempelkan label pada dinding luar pot.
Proses directing labeling yang berisi data nama, umur,
jenis kelamin, jenis specimen,
jenis test yang diminta dan tanggal pengambilan.

2. Formulir/ kertas/ buku yang berisi data keterangan


klinis: dokter yang mengirim,
riwayat anamnesis, riwayat pemberian antibiotik
terakhir (minima l3 hari harus
dihentikan sebelum pengambilan spesimen), waktu
pengambilan spesimen, dan
keterangan lebih lanjut mengenai biodata pasien.
3. Antar specimen dengan blanko permintaan ke
laboratorium
Bagan Alir Konfirmasi identitas
Penilaian jenis pemeriksaan
Jelaskan maksud pemeriksaan

Hal- hal yang perlu


diperhatikan
Unit Terkait
Dokumen terkait
Rekaman historis
perubahan No. Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan

Sop Pemeriksaan sputum


No.Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal terbit :
Halaman :

SOP

KABUPATEN SERDANG dr. Suzi Khairi


BEDAGAI NIP.
UPTD 19630310 200212 2002
PUSKESMAS
SEI RAMPAH
Pengertian Bakteri Tahan Asam adalah bakteri pada
pengecatan Ziehl-Neelsen(ZN)l ltetapl
lmengikatl lwarnal lpertama,l ltidakl lunturl
lolehl lasaml ldan
alkohol,l lsehinggal ltidakl lmampul lmengikatl
lwarnal lkedua.l lBakteri
tersebut jika diamati di bawah mikroskop
tampak berwarna merah
dengan warna dasar biru muda
Tujuan Menemukan dan mengidentifikasil BakteriTahan
Asam yaitu
mycobakterium tuberculosis pada sampel
sputum pasien

Kebijakan SK Kepala Puskesmas sei rampah Tahun2016


Tentang Pemberlakuan Standar Operasional
Prosedur lunit
Laboratorium UPT. Puskesmas sei rampah

Referensi 1. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium


Puskesmas,Departemen Kesehatan RI,
Th. 1991
2. Pedoman Penyelenggaraan Praktek
Laboratorium,Pus Lab KesDep.Kes RI,
Jakarta Tahun 1999.

Prosedur A.lBahan/Reagensia
Larutan Ziehl Neelsen :
1.lLarutan carbol fuchsin 0,3 %
2.lLarutan Asam Alkohol 3 %
3.lLarutan Methylen blue 0,3 %
B
.
Alat
1.lPot dahak ( bermulut lebar, tutup ulir, steril,
tidak mudah
pecah dan bocor, sekali pakai, berlabel )
2.lSlide / objek glass
3.lOse / sengklit / lidi
4.lPensil kaca
5.lLampu spritus
6.lRak pewarnaan
M
ikroskop
C.
Persiapan
1.lPetugas Laboratorium :
a.lSebeluml lmelakukanl lpemeriksaanl ldahak,l
lpetugas
aboratorium harus menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD)
seperti ; Jas Laboratorium, Masker, Sarung
tangan
2.lPasien ;
M
elakukan pengumpulan specimen dahak :
a.lWaktu : Spesimen diambil dalam jangka
waktu 2 hari yaitu :
-
Pengumpulan Dahak Sewaktu
-
Pengumpulan Dahak Pagi
-
Pengumpulan dahak Sewaktu
Pengumpulan dahak dahak yang baik adalah
dahak pagi
h
ari atau pun dahak semalam dengan jumlah
dahak yang
terkumpul sebanyak 3-5 ml setiap botol dahak.
b.lTempat : dahak dikeluarkan di ruang terbuka
dan mendapat
sinar matahari langsung dan specimen di
tamping dalam
pot dahak yang sudah di beri label yang jelas
sesuai dengan
nomer indentitas sediaan dahak ( TB 06)

2
/
7

c.lCara pengumpulan dahak :


1.lBeri petunjuk kepada pasien untuk berkumur
dengan
air sebelum mengeluarkan dahak dan bila
memakai gigi
palsu, lepaskan sebelum berkumur.
2.lLetakkan pot dahak yang sudah terbuka
dekat dengan
mulut dan keluarkan dahak dalam pot dahak.
3.lTutup pot dahak dengan rapat dengan cara
memutar
tutupnya
4.lBila dahak sulit keluar, pasien dapat
melakukan :
a.lOlahragal lringanl lkemudianl lmenarikl
lnafasl ldalam
beberapa kali. Bila terasa akan batuk nafas
ditahan
selama mungkin lalu disuruh batuk.
b.lMalam hari sebelum tidur banyak minum air
atau
menelan 1 tablet glyseril guaykolat 200mg.
B
ilal lSpesimenl ldahakl ljelek,l lpemeriksaanl
ltetap
d
ilakukanl ldenganl lmengambill lbagianl lyangl
lpaling
mukopurulen ( kuning kehijauan
kental ) dan
d
iberi catatan bahwa l l l l l l l l l l l l l l l l
specimen tidak
memenuhi syarat/ air liur .

D.lCara kerja :
1.lCara Membuat Sediaan Apus
a.lTulis nomor identitas pasien pada bagian
ujung kaca
b.lPilih dan ambil bagian dahak yang purulen
menggunakan lidi
y
ang di pipihkan ujungnya.
c.lBuat sediaan yang berbentuk spiral-spiral
kecil berulang yang
tersebar rata dengan ukuran 2 3 cm, tidak
terlalu teba
atau tipis. Jika diletakkan di atas tulisan masih
bisa dibaca.
d
.lKeringkan di udara.
2.lCara pewarnaan Metode Ziehl Neelsen
a.lSediaanl lyangl lsudahl lkeringl ldil lfiksasil
ldiatasl lnyalal lapi
sebanyak 3 kali.
b.lLetakkan sediaan dengan bagian apusan
menghadap ke atas
pada rak yang ditempatkan diatas bak cuci
atau baskom,
antara satu sediaan dengan sediaan lainya
masing-masing
berjarak kurang lebih 1 jari.

3
/
7

Langkah -langkah Cara pengambilan sputum

1. Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh


berkumur-kumur dengan air, lepaskan
gigi palsu jika ada
2. Pasien dipersilakan ke tempat khusus pengambilan
sputum
3. Sputum diambil dari batukkan yang pertama
4. Ajarkan cara batuk efektif.
5. Cara membatukkan sputum dengan menarik napas
dalam dan kuat (pernapasan dada) kemudian batukkan
sputum dari bronchus trakea mulut pot penampung
6. Bila sudah, periksa sputum yang dibatukkan, bila
ternyata yang dibatukkan adalah air
liur (saliva), maka pasien harus mengulang
membatukkan sputum
7. Sebaiknya pilih sputum yang mengandung unsur-
unsur khusus seperti butir keju, darah
dan unsur-unsur lain
8. Bila sputum susah keluar, dapat diberikan obat
glyseril gulaykolat (ekspektoran) 200
mg atau dengan minum ait teh manis saat malam
sebelum pengambilan sputum
9. Pot penampung sputum diletakkan ditempat khusus
yang telah ditentukan, dilengkapi
data-datanya dan siap dikirim ke laboratorium untuk
dilakukan pemeriksaan.
ara pengiriman sputum
Sampel sputum yang dikirim ke laboratorium
pemeriksaan harus disertai dengan data
sebagai berikut :
1. Pot sputum diberi label dengan menulis
/menempelkan label pada dinding luar pot.
Proses directing labeling yang berisi data nama, umur,
jenis kelamin, jenis specimen,
jenis test yang diminta dan tanggal pengambilan.

2. Formulir/ kertas/ buku yang berisi data keterangan


klinis: dokter yang mengirim,
riwayat anamnesis, riwayat pemberian antibiotik
terakhir (minima l3 hari harus
dihentikan sebelum pengambilan spesimen), waktu
pengambilan spesimen, dan
keterangan lebih lanjut mengenai biodata pasien.
3. Antar specimen dengan blanko permintaan ke
laboratorium
Bagan Alir Konfirmasi identitas
Penilaian jenis pemeriksaan
Jelaskan maksud pemeriksaan

Hal- hal yang perlu


diperhatikan
Unit Terkait
Dokumen terkait
Rekaman historis
perubahan No. Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
diberlakukan