Anda di halaman 1dari 14

MODUL PRAKTIKUM

OPERASI TEKNIK KIMIA 2

DINAMIKA PROSES

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
SURYA UNIVERSITY
2016
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

I. Tujuan Praktikum
a. Mampu mengenali, membedakan dan mendefinisikan keadaan tunak (steady state)
dan tidak tunak pada sistem-sistem fisik sederhana.
b. Membuat pemodelan matematika untuk sistem-sistem fisik sederhana yang berada
dalam keadaan tidak tunak.
c. Menentukan parameter-parameter model matematika dari rangkaian data percobaan,
seperti efek yang terjadi pada sistem apabila diberi gangguan.

II. Pendahuluan
Sifat-sifat suatu elemen proses dalam pabrik kimia perlu diketahui dan diperhatikan
karena susunan unit pengolahannya terintegrasi satu sama lain. Mengubah atau mengoversi
bahan baku menjadi suatu produk yang lebih memiliki nilai guna merupakan suatu tujuan
dari pengoperasian pabrik. Selama pengoperasian berlangsung, suatu pabrik harus
mempertimbangkan berbagai aspek seperti aspek ekonomi, aspek teknik, dan aspek sosial
agar tidak terganggu oleh gangguan dari lingkungan eksternal, di mana suatu pabrik akan
mengalami hal tersebut.
Selama proses pengolahan di pabrik, gangguan dari lingkungan akan dialami sehingga
diperlukan suatu pemodelan yang menggunakan prinsip reaksi kimia, proses fisika dan
matematika untuk dapat memperkirakan suatu kejadian pada suatu produk dengan mengubah
suhu, tekanan, ukuran alat, dan lainnya. Proses perubahan ini dilakukan analisa dengan
dinamika proses.
Dinamika proses diperlukan bagi sarjana teknik kimia karena berkaitan dengan proses
suatu sistem untuk mengelola kinerja di dalam pabrik. Dinamika proses merupakan suatu
perubahan kerja proses terhadap waktu yang terjadi selama sistem belum mencapai kondisi
tunak (steady state). Selain itu, dinamika proses dilakukan untuk dapat mengetahui perilaku
saat proses batch serta untuk memahami dinamika dari proses (analisa) dalam hal ini waktu
yang konstan.
Keadaan tidak tunak terjadi karena adanya gangguan terhadap kondisi proses yang
tunak. Agar proses di dalam pabrik dapat berjalan secara tunak (steady state), maka proses
pada sistem tersebut harus diberikan sifat khusus dan sistem pemrosesan harus dapat
diidentifikasikan. Apabila karakteristik dinamika dari suatu sistem pemrosesan sudah dapat
dipahami, pengendalian proses akan lebih mudah dilakukan, pencegahan kerusakan alat dapat
diminimalisir serta pengawasan proses akan lebih mudah dilakukan apabila tidak sesuai
dengan spesifikasi cara operasinya.

III. Dasar Teori

III.1 Dinamika Proses

Dinamika Proses adalah suatu proses yang memiliki sistem yang dinamik dimana
sifatnya akan selalu mengalami perubahan terhadap waktu. Secara matematis, dinamika
proses dapat dideskripsikan sebagai persamaan diferensial. Berdasarkan kondisi dan
keadaannya terdapat dua proses yaitu, unsteady state (transient state) dan steady state
(Ritonga 2002).

1
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

Unsteady State (transient) merupakan kondisi atau proses yang apabila persamaan
diferensialnya diturunkan terhadap waktu akan memiliki nilai tidak nol. Transient state
terjadi pada keadaan penting yang seperti pada saat start-up dan shutdowns. Bahkan pada
kondisi normal, kondisi steady state sulit dicapai karena memungkinkan adanya variabel
eksternal yang akan mengganggu system (M. Felder dan W. Rousseau 2005).

Dalam konsep fisika, dinamika proses berkaitan dengan konsep gerak lurus dan
mekanika fluida. Pada konsep gerak lurus, dinamika proses ditunjukkan dengan variabel
percepatan :

d2 s d . v
a= 2 =
dt d .t

Jika percapatan bernilai sama dengan nol, maka sistem yang berkerja tidak mengalami
perubahan (steady state). Di lain pihak, apabila percepatan bernilai tidak sama dengan nol,
maka sistem yang berkerja mengalami perubahan gerak secara dinamis. Pada fluida,
dinamika proses digunakan dalam penerapan hukum Boyle (Edukasi 2015).

III.2 Dinamika Proses dalam Industri

Pada industri kimia, aplikasi dinamika proses digunakan pada saat mereaksikan reaktor
dalam reaktor continue. Pada saat penambahan reaktor kondisinya harus steady state.
Dinamika proses juga digunakan pada saat proses pengosongan tangki yang terdapat pada
industri kimia, minyak, gas dan lain-lain . Selain itu, aplikasi dinamika proses digunakan
sebagai aktuator pada katup dan motor untuk mengendalikan laju aliran dan pompa. Pada
pembangkit nuklir, kimia, serta mesin pembuat kertas yang menggunakan sistem proses
umpan balik, aplikasi dinamika proses juga dibutuhkan.

Variabel-variabel yang digunakan pada proses operasi pabrik adalah F (laju alir), T
(temperatur), P (tekanan), dan C (konsentrasi). Variabel tersebut diklasifikasikan dalam 2
kelompok, yaitu variabel input dan variabel output.

a. Variabel input, merupakan variabel lingkungan pada proses kimia yang dituju.
Variabel ini memiliki 2 kategori, yaitu

Manipulated (adjustable) variable, dimana operator dapat mengatur harga


variabel dengan bebas.

Disturbance variable, dimana harga tidak dapat diatur operator atau sistem
pengendali, tetapi merupakan gangguan.

b. Variabel output, merupakan variabel yang menandakan efek proses kimia terhadap
lingkungan (Bandung 2009).

2
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

III.3 Proses Dinamik pada Tangki

a. Persamaan dalam tangki

Dari pemodelan suatu proses sederhana seperti yang terlihat pada gambar 1, yaitu
gambar suatu tangki yang memiliki luas penampang A (m2) diisi dengan air sampai dengan
ketinggian H (m) tertentu. Setelah itu, tangki tersebut dikosongkan dengan cara mengalirkan
air dalam tangki keluar melalui lubang kecil yang memiliki luas penampang ao (m 2) pada
bagian dasar tangki sehingga akan memiliki debit atau laju aliran sebesar q (m 3/s) (Kusmara
2008).

2
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

Gambar 1
Massa fluida yang keluar tangki akan sama dengan perubahan massa di dalam tangki. Massa
fluida dapat didefinisikan sebagai:
Mf = AH

Dimana : Mf = massa fluida (gr,kg,lbs)


= densitas fluida (kg/L, lb/ft3)
A = luas penampang (m2, cm2,ft2)
H = ketinggian air (m,cm,ft)
maka perubahan massa dalam tangki dapat direpresentasikan menjadi:
d ( AH )
=( q) ............................ (1)
dt

dH
A =( q ) ...............................
dt (2)

dH q
dt
=
A ( ) ...................................(3)

Tanda negatif menandakan bahwa aliran akan menghasilkan penguranan massa di


dalam tangki, dimana dan A bersifat tetap (konstan).Pada persamaan (3) terdapat dua
variabel yang tidak diketahui, yaitu variabel ketinggian (h) dan variabel laju aliran (q).
Karena terdapat dua variabel yang belum diketahui maka dibutuhkan satu persamaan lagi
untuk menyelesaikan persamaan tersebut.
Fluida dalam tangki dapat mengalir keluar disebabkan perbedaan tekanan dalam tangki
dimana tekanan dalam tangki lebih besar dari tekanan di luar. Penyebab perbedaan tekanan
tersebut disebabkan adanya perbedaan ketinggian dalam tangki sehingga besarnya laju aliran
merupakan suatu fungsi dari H. Untuk menyederharnakan persoalan tersebut dapat
diasumsikan bahwa q = s. Untuk q = s maka persamaan (3) dapat diubah menjadi:
dH S
=
dt A ................................. (4)

3
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

Persamaan tersebut dapat diintegrasi menjadi:


dH S
dt = A ............................(5)

S
t 2 dt
A
h2 ............................... (6)
dH =
h1 t1

3
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

S
H (t 2 )H ( t 1 )= ( t 2t 1 ) ............
A (7)

Untuk memperjelas keadaan pada persamaan tersebut asumsikan bahwa t 1 = 0 sehingga


h pada t1 merupakan ketinggian pada awal praktikum (ho) sedangkan t 2 merupakan waktu
pada setiap keadaan (t), maka:
S (t )
h ( t ) =ho
A ................................(8)

Menurut persamaan diatas hubungan h dengan waktu t merupakan suatu persamaan


linear dengan intercept tepat pada ho dan gradien atau slope adalah S/A. Akan tetapi,
persamaan ini hanya berlaku pada titik awal saja. Pada kenyataannya bahwa pada h hampir
mencapai titik 0 maka q juga akan nol sehingga persamaan pada waktu yang lama adalah q =
l h sehingga persamaan (8) menjadi :
dh lh
=
dt A ...................................... (9)

h2 t2

dh l
= dt .............................. (10)
h1 h A t1

H 2 l
ln = (t 2t 1 ) ............................
H1 A (11)

Asumsikan bahwa t1 = 0 dan t2 = t


h (t ) bt
ln =
ho A ................................. (12)
bt
h ( t ) =ho e A
...................................(13)
Persamaan (12) didapat bahwa ho adalah intercept dan b/A adalah suatu gradient
(slope). Persamaan (13) juga menunjukkan bahwa persamaan tidak lagi bersifat linear
melainkan bersifat eksponen.
Selanjutnya perlu dilakukan pendekatan model yang mempertimbangkan hubungan
antara q dan h dalam bentuk q = k h n dimana k adalah konstanta dan n adalah orde dari h
yang nilainya berada dalam rentan 0 sampai 1 atau 0 < n < 1. Oleh sebab itu persamaan (3)
dapat diubah menjadi:
n
dh k h
=
dt A

dh k
= dt
h
n
A

4
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

h(t ) t=t
dh k
hn
= dt
A t=0
ho

( 1n )
h(1n) ho kt
=
1n 1n A

Persamaan tersebut kemudian disederhanakan secara aljabar menjadi:


1

ht =ho 1
[
k ( 1n )
A h o(1n) ]
(1n)

4
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

b. Menghitung nilai orde n


Pada persamaan sebelumnya dijelaskan bahwa nilai n bergantung pada kondisi
aliran dan memiliki nilai 0 sampai 1. Untuk mengetahui nilai dari orde n dapat
menggunakan persamaan q = k hn .
dh k n
= h
dt A

ln
[ ]
dh
dt
k
=ln + n ln h
A

Dari persamaan tersebut, dapat dibuat grafik antara ln[-dh/dt] terhadap ln h


sehingga akan menghasilkan nilai n sebagai gradien. Untuk memperoleh nilai dari
dh/dt dapat dilakukan pendekatan berupa :
dh h

dt t

Sehingga persamaan akan berubah menjadi:


k
+ n lnh
A
ln [ ]
h
t
=ln

IV. Rancangan Percobaan


IV.1 Alat dan Bahan :
1 unit perlengkapan praktikum dinamika proses
Stopwatch
Gelas ukur
Gelas kimia
Penggaris
Beberapa jenis fluida, seperti alcohol, air, minyak atau oli

5
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

IV.2 Rancangan Alat :

(Gambar 2)

V. Metode Percobaan

V.1 Simulasi tanpa gangguan


1. Isi tangki 1 dengan fluida (air) hingga mencapai ketinggian sekitar 30-35cm.

6
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

2. Buka keran keluaran (valve) pada tangki 1 dengan bukaan yang sangat kecil (4%).
Catat dan amati perubahan ketinggian air dalam tangki tersebut terhadap waktu.
3. Catat waktu yang diperlukan setiap perubahan ketinggian cairan setinggi 2 cm sampai
5 cm, diusahakan tangki tidak kosong.
4. Ulangi prosedur 1 sampai 3 sehingga didapat data tiga kali percobaan yang sama.
5. Lakukan prosedur 1 sampai 4 untuk bukaan keran sekitar 7%.

V.2 Simulasi dengan gangguan


1. Tangki 1 mula-mula diisi air setinggi 2 cm sampai 5 cm dengan keadaan valve
ditutup.
2. Kemudian valve input (Q1) dan valve output (Q3) dibuka secara bersamaan dengan
bukaan tertentu.
3. Catat ketinggian air setiap rentang waktu tertentu. Pencatatan dilakukan hingga
kondisi tunak.
4. Setelah mencapai keadaan tunak, lalu diberi gangguan.
5. Gangguan dapat berupa penambahan atau pengurangan bukaan valve input atau alve
output, selain itu gangguan juga dapat berupa penambahan aliran input dengan
membuka valve gangguan (Q2).

6
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

6. Setelah diberi gangguan, catat ketinggian air setiap rentang waktu tertentu dan
pencatatan dihentikan pada saat sistem mencapai kondisi tunak.

V.3 Data Percobaan


1. Penentuan Luas Penampang

Volume (mL) H (cm)

Tabel 1

2. Kalibrasi Laju Alir Valve


Valve ke : Tangki ke :

Bukaan Bukaan
Volume Volume
h(cm) t(s) h(cm) t(s)
(mL) (mL)

Bukaan Bukaan 1
Volume Volume
h(cm) t(s) h(cm) t(s)
(mL) (mL)

Tabel 2

7
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

Valve ke : Tangki ke :

Bukaan Bukaan
Volume Volume
h(cm) t(s) h(cm) t(s)
(mL) (mL)

Bukaan Bukaan 1
Volume Volume
h(cm) t(s) h(cm) t(s)
(mL) (mL)

Tabel 3

3. Simulasi gangguan pada tangki


Volume tangki 1 =
Volume tangki 2 =
Volume tangki reservoir =

Gangguan 50% Gangguan -50%


h(cm) t(s) h(cm) t(s)

Tabel 4

8
OPERASI TEKNIK KIMIA : Dinamika Proses

Daftar Pustaka
Bandung, Institute Teknologi. Modul Dinamika Proses. 2009.
http://akademik.che.itb.ac.id/labtek/wp-content/uploads/2009/02/modul-112-
dinamika-proses.pdf (diakses February 2016).
Edukasi, Genius. Rumus Fisika Fluida Statis dan Fluida Dinamis. 6 July 2015.
http://www.geniusedukasi.com/rumus-fisika-fluida-statis-dan-fluida-dinamis/ (diakses
February 22, 2016).
Kusmara, Tatang. Dinamika Proses. 2008.
M. Felder, Richard, dan Ronald W. Rousseau. Dalam Elementary Principles of Chemical
Processes, oleh Richard M. Felder dan Ronald W. Rousseau. 2005.
Ritonga, Ir. M. Yusuf. Pengendalian Proses 2. 2002.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1349/1/kimia-yusuf4.pdf (diakses
February 22, 2016).