Anda di halaman 1dari 7

Nama : Hariana Hutabarat

Nim : 00000003579
Ruangan: Hermon (VIP)

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN


MELAKUKAN PEMASANGAN EKG 12 LEAD
PADA PASIEN DARI FRONT OFFICE (FO)

Nama klien : Ny A
Diagnosa Medis :DHF

1. Diagnosa keperawatan:

Peningkatan hipertermi berhubungan dengan proses penyakit ditandai dengan

dengan suhu tubuh 38 C

2. Data Subjektif:
- Pasien mengatakan badannya terasa panas sejak hari jumat kemarin
- Pasien mengatakan pusing
- Pasien mengatakan badannya lemas dan pegal pegal.
- Pasien mengatakan mual tapi tidak muntah
- Pasien mengatakan tidak nafsu makan
3. Data Objektif:

Hasil Pemeriksaan Fisik dan EKG:

Inspeksi Kesadaran pasien compos mentis (GCS : E4V6M5) dan terpasang IV

line metakarpal sinistra Nacl 0.9 % 500cc/14jam. Pasien tampak lemas

dan pucat. Mukosa mulut pasien tampak kering. Suhu pasien 38 0C.

Ditemukan adanya kemerahan atau bintik bintik merah di kulit.


Inter costal (ICS) IV garis sternal kanan, ICS IV garis sternal kiri,
Palpasi
pertengahan garis lurus yang menghubungkan V2 dan V4, ICS V kiri di

garis mid clavicula kiri, V5 pada ICS V anterior aksila kiri, V6 pada ICS

V mid aksila kiri. Kulit pasien teraba hangat. CRT < 2 detik.

Perkusi Tidak dilakukan.

Auskultasi Tidak dilakukan

Saturasi O2: 96 %

Tanda-tanda vital dengan TD: 96/60 mmHg, N: 87, P :18x/menit, S : 38 0C

4. Tindakan Keperawatan yang Dilakukan

Cara pemasangan :

o Mempersiapkan alat EKG dan elektroda, handsrub, handscon.


o Perkenalkan diri dan tanyakan kepada klien apakah sebelumnya sudah pernah

dilakukan EKG.
o Kontrak waktu dan tempat melakukan EKG (3 5 menit) dan menerangkan

prosedur kepada pasien


o Mengatur posisi klien yang nyaman (supine).
o Jaga privasi klien dengan menutup sampiran.
o Mencuci tangan dan memakai sarung tangan bersih.
o Membantu pasien membuka dan melonggarkan pakaian pasien bagian atas,

bila pasien memakai jam tangan , gelang, logam lain agar dilepas
o Melakukan Palpasi pada dada klien.
o V1 pada inter costal (ICS) IV garis sternal kanan (warna merah)
o V2 pada ICS IV garis sternal kiri (warna kuning)
o V3 pada pertengahan garis lurus yang menghubungkan V2 dan V4 (warna

hijau)
o V4 pada ICS V kiri di garis mid clavicula kiri (warna coklat)
o V5 pada ICS V anterior aksila kiri (warna hitam)
o V6 pada ICS V mid aksila kiri (warna ungu)
o Pasang elektroda pada setiap V1-V6 yang sudah dipalpasi dan hubungkan

dengan kabel.

1. Selanjutnya menyambungkan kabel EKG pada kedua tungkai pergelangan

tangan dan kedua tungkai pergelangan kaki pasien, untuk rekaman ekstremitas

lead (Lead I, II, III, AVR, AVL, AVF) dengan cara :

Warna merah pada pergelangan tangan kanan

Warna hijau pada kaki kiri

Warna hitam pada kaki kanan

Warna kuning pada pergelangan tangan kiri

o Setelah terpasang semua, menekan tombol power ON. Rekaman setiap

sadapan dibuat minimal 2 siklus.


o Setelah selesai potong kertas hasil EKG beri stiker nama sebagai hasil dari

rekaman jantung klien tersebut setelah itu matikan alat EKG dengan menekan

tombol power OFF


o Lepaskan elektroda dan kabel penghubung dari tubuh klien.
o Merapikan klien dan bantu pakaikan baju klien.
o Rapikan alat EKG
o Buka sampiran.
o Mencuci tangan.
o Mengevaluasi respon klien.
o Terminasi.
5. Dasar Pemikiran
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue, sejenis virus yang

tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan nyamuk

Aedes Aegypti betina. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan Demam

Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). Hipertermia merupakan

adalah kondisi kegagalan pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) akibat

ketidakmampuan tubuh melepaskan mengeluarkan panas atau produksi panas

yang berlebihan oleh tubuh dengan pelepasan panas dalam laju normal.

Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan

hipotalamus bila mekanisme pengeluaran panas terganggu ( oleh obat dan

penyakit) atau dipengaruhi oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal

(metabolik). Dimana keadaan pasien saat di Rumah Sakit dengan demam 38

C dikarenakan juga karena suhu lingkungan Rumah Sakit yang

menggunakan pendingin ruangan (AC). Ini dapat memicu tingkat

metabolisme pasien menjadi mengalami kenaikan. Pemicu lainnya karena

aktivitas sehari hari klien yang padat sehingga mengurangi istirahat dan

melelahkan klien serta ketidakseimbangan elektrolit pasien dengan

karakteristik pasien yang tampak pucat dan lemas.

6. Prinsip-prinsip tindakan: Bersih


7. Analisa tindakan keperawatan

Elektrokardiagram (EKG) adalah rekaman listrik jantung yang diperoleh

dengan bantuan elektroda yang ditempel di permukaan tubuh. EKG sangat

berguna menentukan kelainan seperti : aritmia jantung, hipertrofi atrium dan


ventrikel, iskemik dan infark miokard, efek keseimbangan elektrolit

khususnya kaliaum, serta penilaian fungsi pacu jantung (Munawar dan

Sutandar, 2006).

Rekam jantung atau EKG merupakan salah satu tindakan yang dilakukan

pada lahan praktik dengan ketentuan dimana jika ada penerimaan pasien baru

dari Front Office (FO) maka harus dilakukan EKG. Selain itu, pada pasien

juga diperhatikan usianya, dimana usia pasien yang saya EKG 36 tahun.

Kemudian, pada saat melakukan pengkajian pada pasien saya menanyakan

riwayat penyakit keluarga pasien dan ternyata Ayah pasien memiliki gangguan

pada jantungnya. Alasan dilakukan tindakan ini, yaitu untuk mengetahui

apakah klien mempunyai masalah atau kelainan kelainan otot jantungnya,

gangguan gangguan elektrolit, menentukan tindakan medis atau terapi yang

akan diberikan jika ada kelainan - kelainan irama jantung/disritmia.

8. Bahaya dan Pencegahan

Bahaya yang dapat terjadi pada tindakan EKG belum pernah

ditemukan ataupun terjadi. Yang membahayakan pada saat pemasangan EKG

apabila kita sebagai perawat lupa mengingatkan pasien menanggalkan

perhiasan logam baik itu kalung, cincin, anting, jam tangan, ikat pinggang

bahkan handphone karena adanya logam dan radiasi tertentu akan

mengganggu aliran listrik dalam pemeriksaan jantung dan dapat

membahayakan pasien. Selain itu hasil EKG nya juga menjadi berantakan.
Hal penting dalam pencegahan berdasarkan tindakan ini yaitu mengetahui

apakah klien mengalami kelainan jantung yang tidak diketahui sebelumnya

ataupun melihat apakah hasil EKG yang pernah dilakukan sebelumnya

kemungkinan mengalami perubahan pada hasil EKG klien yang sekarang.

9. Hasil yang didapat

S: Klien mengatakan sudah merasa membaik jika dibandingkan dengan

sebelumnya.

O: Keadaan klien compos mentis, dan akral hangat

Hasil pengukuran tanda-tanda vital:

Tanda-tanda vital dengan TD: 100/70 mmHg, N: 77, P :20x/menit, S : 36,5 0C

% terpasang infus RL 500ml dan diberikan juga terapi pyrex 1 gr.

A: hipertermi teratasi

P: observasi TTV dan lanjutkan terapi obat

10. . Evaluasi Diri

Kelebihan: saya sudah mampu mlelakukan tindakan EKG dan memasangkan

elektroda dengan benar sesuai dengan prosedur.

Kelemahan: tidak ada.


11. Daftar Pustaka

Herdman, T.H. & Kamitsuru, S. (Eds.). (2014). NANDA International Nursing

Diagnoses: Definitions & Classification, 20152017. Oxford: Wiley Blackwell