Anda di halaman 1dari 11

TOTAL FENOLIK,FLAVONOID SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN

EKSTRAK n-HEKSANA, DIKLOROMETAN DAN METANOL


Amaranthus spinosus L EM5-BAWANG PUTIH

Yondra Arif D, Christine Jose, Hilwan Yuda Teruna

Mahasiswa Program Studi S1 Kimia


Bidang Biokimia Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau
Kampus Binawidya Pekanbaru,28293, Indonesia
yondera.arifude@gmail.com

ABSTRACT

The objective of this study was to analyze the total phenolics, total flavonoids, and
antioxidant activities of Amaranthus spinosus L leaves. During cultivation, these plants
were treated with 2 treatments, biocontrol Effective Microorganism 5 (EM5) garlic and
control (water). The A. spinosus L leaves were dried using freeze dryer and extracted by
dissolving n-hexane, dicloromethane (DCM) and methanol. The results showed that
A.spinosus L leaves treated with biocontrol had the highest total phenolic, total
flavonoid and antioxidant activity content compare to the control. The total phenolic,
total flavonoid, 2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and Nitric Oxide (NO) radical
scavenging were the highest on DCM extract with each value of 74,656 mg Gallic Acid
Equivalent (GAE)/g of dry weight (DW), 22,337 mg Catechin Equivalent (CE)/g DW,
0,373 mg/mL and 0,025 mg/mL. n-Hexane extract had the highest antioxidant activity
on Ferric Thiocyanate (FTC) test (27,615 %), meanwhile methanol extract indicated the
highest antioxidant activity on FRAP test (1,022 mmol Fe+2/g DW). From this study,
it can be concluded that A. spinosus L leaves with biocontrol Effective
Microorganism 5 (EM5) garlic can increase the phenolic, flavonoids and antioxidant
activitiy contents of A. spinosus L plant.
Keywords: Antioxidant activity, A. spinosus L, EM5, phenolic, flavonoid

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan total fenolik, total flavonoid dan
aktivitas antioksidan pada daun tanaman Amaranthus spinosus L. Selama masa
penanaman, tanaman ini disiram dengan 2 perlakuan yaitu biokontrol Effective

JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 359


Microorganism 5 (EM5) bawang putih dan kontrol (air). Daun tanaman A.spinosus L
dikeringkan menggunakan freeze dryer dan diekstraksi secara bertingkat menggunakan
pelarut n-heksana, diklorometana (DCM) dan metanol. Hasil penelitian menunjukkan
daun tanaman A. spinosus L dengan penyiraman menggunakan biokontrol memiliki
kandungan total fenolik, total flavonoid dan aktivitas antioksidan lebih tinggi
dibandingkan kontrol. Kandungan total fenolik, total flavonoid, aktivitas antioksidan uji
2,2 diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan penangkapan radikal Nitric Oxide (NO)
tertinggi terdapat pada ekstrak DCM dengan nilai masing-masing sebesar 74,656 mg
Asam Galat Ekuivalen (AGE)/g berat kering (BK), 22,337 mg Katekin Ekuivalen
(KE)/g BK, 0,373 mg/mL dan 0,025 mg/mL. Ekstrak n-heksana memiliki aktivitas
antioksidan tertinggi untuk uji Ferric Thiocyanate (FTC) (27,615 %), sedangkan
ekstrak metanol menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan uji FRAP (1,022
mmol Fe+2/g BK). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa daun A. spinosus L
dengan biokontrol EM5 bawang putih dapat meningkatkan kandungan fenolik,
flavonoid dan aktivitas antioksidan tanaman A. spinosus L.
Kata kunci: Aktivitas antioksidan, A. spinosus L, EM5, fenolik, flavonoid.

PENDAHULUAN Radikal bebas adalah molekul yang


kehilangan satu elektron sehingga
Bayam berduri merupakan molekul tersebut menjadi tidak stabil.
spesies dari Amaranthaceae dengan Antioksidan memiliki struktur molekul
nama latin Amaranthus spinosus L. yang dapat memberikan elektronnya
Tanaman ini dapat digunakan sebagai kepada molekul radikal bebas tanpa
antioksidan dan analgesik untuk terganggu sama sekali fungsinya
mengobati beberapa penyakit seperti: (Halliwell and Gutteridge, 2000).
diuretik, antidiabetik, antipiretik, anti Pada umumnya senyawa
snake venom (Kumar, dkk. 2010). Hal antioksidan alami dapat diperoleh
ini menunjukkan bahwa tanaman ini dengan cara ekstraksi menggunakan
mempunyai senyawa aktif seperti pelarut. Perbedaan posisi gugus fungsi
senyawa fenolik dan senyawa suatu senyawa dapat mempengaruhi
turunannya yaitu flavonoid (Chang, dkk. kepolaran suatu senyawa, sehingga
2007). Golongan fenolik, flavonoid, ekstraksi menggunakan pelarut dengan
beta-karoten, katekin, vitamin C dan E kepolaran yang berbeda lebih efektif
merupakan senyawa kimia yang untuk mendapatkan senyawa metabolit
tergolong dalam kelompok antioksidan sekunder dengan kepolaran yang
(Hernani dan Rahardjo., 2005) berbeda (Pambayun dkk., 2007). Bulbul
Antioksidan merupakan senyawa (2011), melaporkan bahwa ekstraksi
yang dapat menghambat spesies oksigen dengan menggunakan pelarut kloroform,
reaktif, spesies nitrogen reaktif dan n-heksana dan etil asetat pada tanaman
radikal bebas lainnya sehingga mampu A. spinosus memberikan hasil yang
mencegah kerusakan pada sel normal, berbeda terhadap aktivitas antioksidan.
protein, dan lemak yang akhirnya Pengukuran antioksidan dilakukan
mencegah penyakit-penyakit degeneratif. dengan metoda 2,2-Diphenyl-1-

JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 360


picrylhidrazyl (DPPH) dengan nilai IC50 METODE PENELITIAN
(66,88; 67,14; dan 53,68 g/mL)
Pembentukan dan peningkatan a. Alat dan Bahan
kandungan senyawa metabolit sekunder
pada tanaman seperti polifenol dan Alat yang digunakan dalam
flavonoid dipengaruhi oleh perlakuan penelitian ini adalah peralatan gelas yang
terhadap tanaman. Penanaman secara biasa digunakan dalam penelitian,
organik dengan pemberian biokontrol spektrofotometer UV-Vis genesis 10S,
dapat meningkatkan kandungan senyawa freeze dryer, microplate reader 96 well,
antioksidan pada tanaman, berdasarkan peralatan destilasi, neraca analitik,
penelitian Nurkholidah (2005) yang rotary evaporator, ultrasonikator Kerry
melaporkan bahwa selada organik Pulsatron, pH meter, pipet mikro.
dengan perlakuan biokontrol EM5- Bahan yang digunakan dalam
bawang putih memiliki kandungan penelitian ini adalah bibit A. spinosus,
vitamin C tertinggi (68,836 mg/100 g) EM4 Dorman, larutan gula merah, asam
dibandingkan perlakuan EM5. Alfianti cuka 5%, alkohol 35%, dan bawang
(2012) melaporkan bahwa kangkung putih, n-heksana, diklorometana (DCM),
organik dengan perlakuan menggunakan metanol, reagen Folin-Cioucalteau,
biokontrol EM5 dengan bawang putih Na2CO3, asam galat, NaNO2, AlCl3,
memiliki IC50 terbaik (2,33 mg/mL) asam linoleat, etanol absolut,
untuk uji penangkapan radikal NO FeCl2.4H2O, FeSO4.7H2O, KSCN, 2,2-
dibandingkan dengan perlakuan lainnya diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH),
menggunakan ETT pahitan, babadotan, NaH2PO4, Na2HPO4, asam askorbat,
rempah-rempah, dan EM5. sodium nitroprussida, sulfanilamide, N-1
Aplikasi biokontrol EM5- naftil etilen diamin, asam metafosforat,
bawang putih pada tanaman A. spinosus HCL, NaOH, 2,4,6-tripyridyl-1-S-triazin
L belum pernah diteliti. Berdasarkan (TPTZ)
uraian diatas perlu diteliti pengaruh
biokontrol EM5-bawang putih terhadap b. Persiapan Biokontrol
kandungan fenolik, flavonoid dan
aktivitas antioksidan yang diekstrak Biokontrol berupa EM5-bawang
dengan pelarut n-heksana, diklorometana putih dibuat dengan mencampurkan 250
(DCM), dan metanol. Aktivitas g bawang putih yang telah dihaluskan,
antioksidan diukur menggunakan metode 600 mL air, 100 mL asam cuka 5%, 100
Ferric Reducing Antioxidant Power mL alkohol 35%, 100 mL larutan gula
(FRAP), Ferric Thiocyanate (FTC), 2,2- merah dan 100 mL EM4 dalam wadah
Diphenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH), dan ukuran 1500 mL. Campuran tersebut
aktivitas penangkapan radikal NO. dihomogenkan dan disimpan di tempat
yang tidak terkena cahaya matahari.
Fermentasi campuran dilakukan selama
2 minggu dan gas yang terbentuk
dikeluarkan secara berkala.

JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 361


c. Persiapan Sampel masing 0,1 ml ekstrak. Semua ekstrak
dilarutkan dengan metanol. Campuran
Tanaman A. spinosus ditanam di divortex dan ditempatkan di tempat
Kebun Bokashi UR terdiri dari 3 gelap pada suhu ruang selama 5 menit.
kelompok dan setiap kelompok terdiri Setelah itu, sebanyak 2,5 ml Na2CO3 7%
dari 2 perlakuan. Sehingga total plot ditambahkan ke dalam campuran dan
adalah 6 plot dengan ukuran 1x3 m. divortex. Campuran diinkubasi terlebih
Dalam masing-masing plot terdapat 30 dahulu selama 20 menit di tempat gelap
batang tanaman dengan jarak tanam pada suhu ruang sebelum absorbansi
25x25 cm. Masing-masing plot diberikan diukur pada panjang gelombang 755 nm.
perlakuan yang berbeda tiap 2 hari Standar yang digunakan adalah asam
sekali. Perlakuan meliputi Biokontrol galat (50, 100, 150, 200, 250, 300, 350,
(B) dan Kontrol (K). dan 400 ppm).
Setelah 40 hari, daun tanaman
dipanen dan dibersihkan. Daun e. Analisis Total Flavonoid
dikeringkan menggunakan freeze dryer.
Sebelum dikeringkan daun tanaman Analisis kadar total flavonoid
disimpan dalam freezer selama satu menggunakan metode dari Taie dkk
malam, kemudian dikeringkan pada suhu (2008) yang dimodifikasi. Sebanyak
-40C. Sampel yang telah kering 0,25 ml ekstrak yang dilarutkan dengan
selanjutnya dihaluskan menggunakan metanol dicampurkan dengan 1,25 ml
lumpang. aquades dan 0,075 ml reagen NaNO2
Serbuk daun tanaman diekstrak 5%. Campuran divortex dan diinkubasi
dengan metoda maserasi. Serbuk di tempat gelap pada suhu ruang selama
dimasukkan dalam bejana ekstraksi 6 menit. Setelah itu, sebanyak 0,15 ml
dengan pelarut n-heksana selama 1x24 AlCl3.6H2O 10% ditambahkan ke dalam
jam dan dilakukan sebanyak 3 kali. campuran dan divortex. Campuran
Ekstrak yang didapat diuapkan diinkubasi kembali di tempat gelap pada
pelarutnya menggunakan rotary suhu ruang selama 5 menit. Kemudian
evaporator, sehingga didapat ekstrak tambahkan 0,5 mL NaOH 1M dan
total n-heksana. Residu yang telah aquades hingga volume total 2,5 mL.
kering diekstrak kembali dengan pelarut Absorbansi campuran diukur pada
DCM, dengan perlakuan yang sama panjang gelombang 507 nm. Standar
hingga didapt ekstrak total DCM begitu yang digunakan adalah katekin (40, 80,
juga untuk ekstrak total metanol. 120, 160, 200, 240, dan 280 ppm).

d. Analisis Total Fenolik f. Aktivitas Antioksidan DPPH


(2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl)
Total fenol diukur dengan metode
Folin-Ciocalteu dari Mustafa dkk. (2010) Metode DPPH yang digunakan
yang dimodifikasi. Sebanyak 0,9 ml untuk pengukuran total aktivitas
aquades dan 0,5 ml reagen Folin- antioksidan ini berdasarkan metode dari
Ciocalteu 0,25 N ditambahkan ke dalam Taie dkk. (2008). Sebanyak 150 L
tabung reaksi yang telah berisi masing- larutan DPPH 30 g/mL dimasukkan ke
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 362
dalam 96 well clear polystyrene h. Aktivitas Antioksidan FTC
microplate yang didalamnya telah (Ferric Thiocyanate)
terdapat 50 L ekstrak yang dilarutkan
dengan metanol (1000; 500; 250; 125; Pengukuran aktivitas antioksidan
62,5; 31,25 dan 15,625 g/mL). Untuk pada ekstrak A. spinosus menggunakan
kontrol, campuran berisi 150 L larutan metode Ferric Thiocyanate dari Lindsey
DPPH 30 g/mL dan 50 L metanol. (2002) yang dimodifikasi. Sebanyak 30
Campuran diinkubasi selama 30 menit l asam linoleat ditambahkan ke dalam
pada temperatur ruang. Absorbansi tabung reaksi yang telah berisi 3 ml
diukur pada panjang gelombang 520 nm. etanol. Sebanyak 30 l ekstrak yang
Untuk inhibition concentration 50 (IC50) telah dilarutkan dengan metanol
ditentukan dengan memvariasikan ditambahkan ke dalam campuran
konsentrasi sampel. Larutan asam kemudian divortex. Campuran
askorbat digunakan sebagai kontrol (+). diinkubasi selama 24 jam di tempat
gelap pada suhu ruang. Sebanyak 30 l
g. Aktivitas Antioksidan FRAP FeCl2 0,014 M dan 30 l KSCN 30%
(Ferric Reducing Antioxidant ditambahkan pada campuran.
Power) Absorbansi diukur pada panjang
gelombang 500 nm. Untuk tabung
Penentuan aktivitas antioksidan kontrol, dilakukan pengujian yang sama
menggunakan uji FRAP mengacu tanpa ekstrak sedangkan untuk tabung
kepada metode Vichitphan dkk. (2007) blanko ekstrak, ekstrak diganti dengan
dengan FeSO4.7H2O sebagai standar. pelarut.
Reagen FRAP dibuat dengan
mencampur larutan buffer asetat 0,2 M
(pH 3,6), larutan TPTZ (2,4,6-tripydyl-
s-triazine) 10 mM dalam HCl 40 mM, Keterangan:
dan larutan FeCl3.6H2O 20 mM dengan % I = Persen Inhibisi (Hambatan)
perbandingan volume 10:1:1. Sebanyak Ak = Absorbansi Kontrol
100 l ekstrak yang dilarutkan dengan As = Absorbansi Sampel
metanol dan 300 l aquades
ditambahkan ke dalam tabung yang telah i. Aktivitas Antioksidan NO (Nitric
berisi 3 ml reagen FRAP. Campuran Oxide)
divortex dan diinkubasi selama 8 menit
didalam gelap pada suhu ruang. Pengukuran aktivitas penangkapan
Absorbansi sampel diukur pada panjang radikal NO menggunakan metode yang
gelombang 594 nm dan hasilnya dilakukan oleh Sonawane dkk. (2010).
dihitung dalam Fe+2 ekuivalen (mM Reagen Gries disiapkan terlebih dahulu
Fe+2) menggunakan kurva standar dengan mencampurkan larutan
FeSO4.7H2O (0,4; 0,8; 1,2; 1,6; dan sulfanilamida 1% dan larutan N-1-naftil
2mM). etilendiamin dihidroklorida 0,1% dengan
perbandingan 1:1. Kemudian sebanyak
0,75 mL ekstrak yang dilarutkan dengan
metanol ditambahkan dengan 0,25 mL
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 363
Na-nitroprussida 50 mM dalam buffer fenolik dan flavonoid tertinggi pada
fosfat 0,5 M pH 7,4. Campuran ekstrak DCM (74,656 mg AGE/g BK
didiamkan pada ruang terbuka selama 15 dan 22,337 mg KE/g BK) dengan
menit. Sebanyak 1 mL campuran dan 1 biokontrol. Kandungan fenolik dan
mL reagen Gries dicampur dan flavonoid pada penelitian ini
didiamkan pada ruang terbuka selama 5 menunjukkan senyawa fenolik pada
menit. Absorbansi diukur pada panjang tanaman ini lebih banyak bersifat
gelombang 545 nm. Untuk inhibition semipolar.
concentration 50 (IC50) ditentukan Kandungan senyawa fenolik pada
dengan memvariasikan konsentrasi tanaman A. spinosus disebabkan karena
sampel. Larutan asam askorbat adanya perbedaan kandungan senyawa
digunakan sebagai kontrol positif. aktif dalam campuran EM5-bawang
putih yang dapat menghasilkan
HASIL DAN PEMBAHASAN prekursor dalam sintesissenyawa fenolik
dan flavonoid pada suatu tanaman (Higa
Pada penelitian ini tanaman A. dan Parr., 1994). Kandungan fenolik
spinosus yang diberi perlakuan pada penelitian ini didukung oleh
biokontrol (EM5-bawang putih) penelitian Ibrahim (2011), bahwa
memiliki kandungan total fenolik, total penggunaan campuran EM5-bawang
flavonoid dan aktivitas antioksidan yang putih dapat meningkatkan kandungan
lebih tinggi dibandingkan perlakuan total fenolik sebesar 36% hingga 65%
kontrol (air). pada sayuran pakcoy. Hal serupa juga
EM5-bawang putih merupakan pernah dilaporkan oleh Raisandi (2012)
hasil fermentasi asam asetat, alkohol, yang mendapati bahwa sayuran selada
larutan gula dan bawang putih dengan dengan kandungan total fenolik tinggi
inokulum EM4. EM5-bawang putih juga memiliki kandungan total flavonoid
mengandung senyawa bioaktif seperti yang tinggi pula.
asam-asam organik, hormon, metabolit Antioksidan sangat penting
sekunder, dan mineral. Senyawa- peranannya bagi tubuh manusia untuk
senyawa tersebut dapat diserap langsung mempertahankan diri dari radikal bebas
oleh tanaman melalui akar maupun maupun prooksidan lainnya. Senyawa
stomata tanaman, serta dapat berfungsi antioksidan berperan penting dalam
sebagai pelindung tanaman dari serangan mencegah berbagai penyakit kronis
hama. Penyerapan senyawa tersebut juga seperti penyakit jantung, kanker, stroke,
dapat menginduksi gen pada tanaman dan penyakit degeneratif lainnya.
untuk mensintesis senyawa metabolit Senyawa yang berperan sebagai
sekunder, seperti senyawa fenolik dan antioksidan adalah seperti senyawa
flavonoid, dengan respon yang berbeda- fenolik, flavonoid, vitamin C, vitamin E,
beda pada tanaman (Kyan dkk., 1999). dan karotenoid, serta kurkumin. Setiap
Pengaruh penggunaan pelarut senyawa antioksidan memiliki
dalam proses ekstraksi juga keunggulannya masing-masing dalam
mempengaruhi besarnya senyawa bekerja sebagai antioksidan.
fenolik dan flavonoid yang terekstrak. Aktivitas antioksidan merupakan
Pada Tabel 1 terlihat, kandungan total ukuran kemampuan suatu zat dalam
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 364
mencegah, menghambat, atau sampel terhadap oksidan yang lebih
memutuskan rantai reaksi oksidasi yang spesifik seperti metode FRAP, FTC, dan
diakibatkan oleh radikal bebas atau penangkapan radikal NO.
prooksidan lainnya. Beragamnya jenis Pada Tabel 2 terlihat aktivitas
oksidan dan mekanisme antioksidan antioksidan metoda DPPH dan
dalam menangkap oksidan tersebut penangkapan radikal NO, nilai IC50
menyebabkan diperlukannya lebih dari tertinggi terdapat pada ekstrak DCM
satu metode untuk mengidentifikasi (0,374 dan 0,025 mg/mL).
aktivitas antioksidan suatu sampel. Radikal DPPH merupakan
Metode yang digunakan dalam senyawa radikal berwarna ungu dengan
penelitian ini adalah DPPH, FRAP, FTC, satu atom yang tidak berpasangan.
dan penangkapan radikal NO. Metode Senyawa ini memiliki serapan pada
DPPH merupakan metode awal yang panjang gelombang 515-517 nm.
dapat menunjukkan adanya aktivitas Radikal DPPH distabilkan dengan
antioksidan suatu sampel. Namun adanya donor satu atom H dari
diperlukan metode lain untuk antioksidan atau donor elektron
menentukan aktivitas antioksidan suatu

Tabel 1. Kandungan total fenolik dan total flavonoid ekstrak tanaman A. spinosus
Kandungan fenolik Kandungan flavonoid
Perlakuan Ekstrak
(mg AGE/g BK) (mg KE/g BK)
Kontrol n- heksana 15,249 1,158e 4,244 0,342e
DCM 43,067 3,852c 17,720 0,181b
Metanol 35,928 4,938 d 9,355 0,364d
Biokontrol n- heksana 30,822 2,878d 13,109 0,216c
DCM 74,656 1,247a 22,337 0,692a
Metanol 52,375 2,359b 12,351 0,844c
Ket: Notasi huruf yang berbeda (a,b,c,d, dan e) menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05)
berdasarkan uji DNMRT
Kontrol = Tanpa biokontrol (air) KE = Katekin ekuivalen
Biokontrol = EM5-bawang putih BK = Berat kering
AGE = Asam galat ekuivalen

Tabel 2. Nilai IC50 uji antioksidan DPPH dan radikal NO tanaman A. spinosus.
Perlakuan Ekstrak IC50 DPPH (mg /mL) IC50 NO (mg /mL)
Kontrol n-heksana 1,614 0,104b 0,126 0,005a
DCM 0,539 0,026a 0,037 0,009a
Metanol 1,632 0,433b 1,610 0,123c
Biokontrol n-heksana 1,338 0,040b 0,089 0,001a
DCM 0,374 0,019a 0,025 0,002a
Metanol 0,643 0,060a 0,972 0,127b
Ket: Notasi huruf yang berbeda (a,b dan c) menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05) berdasarkan
uji DNMRT
Kontrol = Tanpa biokontrol (air)
Biokontrol = EM5-bawang putih
IC50 = Inhibition concentration 50

JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 365


Tabel 3. Nilai aktivitas antioksidan FRAP dan FTC tanaman A. spinosus
Kandungan FRAP
Perlakuan Ekstrak Persen inhibisi (%)
( mmol Fe+2/g BK)
Kontrol n-heksana 0,129 0,007f 24,448 2,239bc
DCM 0,344 0,022d 21,756 0,839c
Metanol 0,936 0,034b 25,097 2,303ab
Biokontrol n-heksana 0,228 0,011e 27,615 0,666a
DCM 0,456 0,019c 25,399 1,577ab
Metanol 1,022 0,011a 27,576 0,524a
Ket: Notasi huruf yang berbeda (a,b,c,d,e dan f) menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05) berdasarkan
uji DNMRT
Kontrol = Tanpa biokontrol (air)
Biokontrol = EM5-bawang putih
BK = Berat kering

Ketika radikal DPPH direduksi isoflavon. Selain itu, kandungan fenolik


oleh antioksidan maka warna DPPHH pada suatu tanaman seperti katekin pada
yang telah stabil akan berubah menjadi teh dan tanin pada tanaman herbal juga
kuning dan menurunkan absorbansi mempengaruhi aktivitas penangkapan
larutan uji. Pada penelitian ini, aktivitas radikal NO (Tsai dkk., 2007).
antioksidan penangkapan radikal DPPH Pada Tabel 3 menunjukkan
memiliki hubungan dengan kandungan aktivitas antioksidan metoda FRAP dan
fenolik dan flavonoid tanaman. Alfianti FTC. Pada metoda FRAP aktivitas
(2012) melaporkan bahwa kandungan terbesar terdapat pada ekstrak metanol
fenolik dan flavonoid yang tinggi (1,022 mmol Fe+2/g BK). Uji aktivitas
memiliki aktivitas antioksidan antioksidan pada metoda FRAP
penangkapan radikal DPPH yang tinggi menunjukkan bahwa senyawa kimia
pula pada tanaman kangkung. yang bersifat polar lebih memiliki
Aktivitas antioksidan metode aktivitas yang lebih besar pada metoda
penangkapan radikal NO menunjukkaan ini. FRAP (Ferric Reducing Antioxidant
kemampuan ekstrak daun A. spinosus Power) merupakan metode penentuan
dalam menangkap radikal NO yang aktivitas antioksidan yang mengukur
dihasilkan oleh larutan sodium kemampuan antioksidan untuk
nitroprussida. Antioksidan akan mereduksi Fe dalam kompleks Fe3+-
+3

berkompetisi dengan oksigen yang jika TPTZ menjadi Fe+2-TPTZ dengan cara
bereaksi dengan radikal NO akan mendonorkan elektronnya.
membentuk ion nitrit. Ion nitrit yang Pada FTC, persen inhibisi terbesar
terbentuk dapat membentuk kromofor terdapat pada ekstrak n-heksana
dengan reagen Griess yang dapat diukur (27,615%). Pengukuran aktivitas
absorbansinya pada panjang gelombang antioksidan dengan metode FTC
550nm. Aktivitas penangkapan radikal menunjukkan kemampuan sampel daun
NO tergantung pada jenis struktur tanaman A. spinosus L dalam
flavonoid yang ada pada suatu tanaman. menghambat peroksidasi asam linoleat.
Flavonoid jenis flavon dapat Oksidasi asam linoleat akan
menghambat radikal NO lebih tinggi menghasilkan hidroperoksida.
dibandingkan flavonol, flavonon dan Hidroperoksida yang tersebut dapat
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 366
mengoksidasi Fe+2 dari FeCl2 menjadi untuk persen hambatan aktivitas
Fe+3. Fe+3 yang terbentuk selanjutnya antioksidan metoda FTC tertinggi pada
akan bereaksi dengan SCN -membentuk ekstrak n-heksana (27,615 %).
senyawa kompleks berwarna merah
Fe(SCN)3 yang dapat diukur UCAPAN TERIMA KASIH
absorbansinya pada panjang gelombang
500 nm. Antioksidan dapat menghambat Penulis mengucapkan terimakasih
oksidasi asam linoleat yang ditandai kepada Ibu Dr. Christine Jose dan Bapak
dengan penurunan kadar oksidan Dr. Hilwan Yuda Teruna, M.Si, Apt
hidroperoksida yang terbentuk selaku dosen pembimbing yang telah
dibandingkan kontrol. Penurunan kadar banyak meluangkan waktu memberikan
hidroperoksida akan berbanding lurus bimbingan, dukungan, dan petunjuk
terhadap absorbansi dari senyawa selama penelitian dan penulisan karya
Fe(SCN)3 dalam larutan uji. Tingginya ilmiah ini.
aktivitas antioksidan dapat disebabkan
oleh adanya senyawa antioksidan yang DAFTAR PUSTAKA
bersifat semipolar atau non polar seperti
flavonoid aglikon dan tokoferol. Alfianti, U. 2012. Penentuan Aktivitas
Flavonoid dan tokoferol memiliki Antioksidan Pada Kangkung
kemampuan untuk menghambat (Ipomea Reptans Poir) yang
peroksidasi asam linoleat. Tokoferol Ditanam Secara Organik dan
merupakan senyawa antioksidan yang Konvensional. Skripsi, Jurusan
larut dalam lemak dan merupakan Kimia Fakultas Matematika
penghambat peroksidasi lemak yang MIPA Universitas Riau.
paling baik (Yoshihara., 2010).
Bulbul, I.J., Nahar, L., Ripa, F.A.,
KESIMPULAN Haque, O. 2011. Antibacterial,
Cytotoxic and Antioxidant
Pada penelitian ini dapat Activity of Choloform, n-hexane
disimpulkan bahwa, penggunaan and Ethyl Acetate of Plant
biokontrol EM5-bawang putih dapat Amaranthus spinosus.
meningkatkan kandungan total fenolik, International Journal of Pharm
total flavonoid dan aktivitas antioksidan Tech Research. Vol. 3(3), pp.
tanaman A. spinosus. 1675-1680.
Ekstrak DCM memberikan nilai
tertinggi pada total fenolik (74,656 mg Chang, S.K.C., Xu, B.J., dan Yuan, S.H.
AGE/g BK), total flavonoid (22,337 mg 2007. Comparative Analyses Of
KE/g BK), aktivitas antioksidan metoda Phenolic Composition,
DPPH (0,374 mg/mL), dan aktivitas Antioxidant Capacity, and Color of
antioksidan penangkapan radikal NO Cool Season Legumes and Other
(0,025 mg/mL). Selected Food Legumes. Journal
Aktivitas antioksidan metoda of Food Science 72(2): S167.
FRAP tertinggi pada ekstrak metanol
(1,022 mmol Fe+2/g BK), sedangkan
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 367
Halliwell, B and Gutteridge, J.M.C., Lindsey, K.L., Motsei, M.L. dan Jger,
2000. Free Radical in Biology and A.K. 2002. Screening of south
Medicine. Oxford University African food plants for
Press. New York. antioxidant activity. Journal of
Food Science. 67 (6): 2129-2131.
Hernani dan Rahardjo M. 2005.
Tanaman Berkhasiat Mustafa, R.A., Hamid, A.A., Mohamed,
Antioksidan. Penebar Swadaya. S. dan Abu Bakar, F. 2010. Total
Jakarta. phenolic compounds, flavonoids,
and radical scavenging activity of
Higa, T. Dan Parr, J.F. 1994. Beneficial 21 selected tropical plants.
and Effective Microorganism for Journal of Food Science. 75 (1):
A Suistainable Agriculture and C28-C35.
Environtment. Japan,
International Nature Farming. Nurkholidah. 2005. Perbandingan
Thailand, 17-21 Oktober 1989. Kandungan Antioksidan pada
Tanaman Selada (Lactuca
Ibrahim. 2011. Analisis Total Fenol, Sativa) yang Ditanam Secara
Total Flavonoid dan Aktivitas Organik dan Konvensional.
Antioksidan Sayuran Pakchoy Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas
(Brassica chinensis L.) dengan MIPA Universitas Riau.
Perawatan Ekstrak Bawang
Putih Terfermentasi. Skripsi, Pambayun, R., Gardjito, M., Sudarmadji,
Jurusan Kimia Fakultas MIPA S., Kuswanto, K. R. 2007.
Universitas Riau. Kandungan Fenol dan Sifat
Antibakteri dari Berbagai Jenis
Kumar, B.S.A., Lakshman, K., KN, J., Ekstrak Produk Gambir (Uncaria
Shekar, D.S., Kumar, A.A., gambir Roxb). Majalah Farmasi
Manoj, B. 2010. Antioxidant and Indonesia 18 (3).
antipyretic properties of
methanolic extract of Raisandi, R. 2012. Penentuan Fenolik,
Amaranthus spinosus leaves. Vitamin C dan Aktivitas
Asian Pacific Journal Of Tropical Antioksidan Tanaman Selada
Medicine. 702-706. (Lactuca sativa l.) yang Dirawat
dengan Ekstrak Tanaman
Kyan, T., Shintani, M., Kanda, S., Terfermentasi. Skripsi, Jurusan
Sakurai, M., Ohashi, H., Kimia Fakultas Matematika
Fujisawa, A., et al. 1999. Kyusei MIPA Universitas Riau.
Nature Farming and The
Technology of Effective Sonawane, I.L., Nirmal, S.A., Dhasade,
Microorganisms. (R. Sangakkara, V.V., Rub, R.A. dan Mandal,
Penyunt.) Atami, Japan: INFRC. S.C. 2010. Antioxidant effect of
Tephrosia purpurea L. roots.
International Journal of
JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 368
Pharmaceutical Science and Tsai, P.J., Tsai, T.H.,Yu, C.H. dan Ho,
Research. 1 (5): 57-60. S.C. 2007. Comparison of NO-
Scavenging and NO-Suppressing
Suryanti, M. 2010. Analisis Kandungan Activities of Different Herbal
Polifenol, Flavonoid, dan Teas with Those of Green Tea.
Aktivitas Antioksidan pada Journal of Food Chemistry. 103 :
Tanaman Bangun-Bangun 181-187.
(Coleus amboinicus) dengan
Perawatan menggunakan Ekstrak Vichitphan, S., Vichitphan, K.,
Tanaman Terfermentasi. Skripsi, Sirikhansaeng, P. 2007. Flavonoid
Jurusan Kimia Fakultas content and antioksidan activity of
Matematika MIPA Universitas krachai-dum (Kaemferia parviflora)
Riau. Wine. Journal of Science
Technology. (7): 97-105
Taie, H.A.A., El-Mergawi, R. dan
Radwan, S. 2008. Isoflavonoid, Yoshihara, D., Fujiwara, N., Suzuki, K.
flavonoid, phenolic acid, and 2010. Antioxidants: Benefits and
antioxidant activity of soybean risks for long-term health.
seeds as affected by organic and Journal Maturitas. 05(001): 1-5
bioorganic fertilization. Journal
of Agricultural and
Environmental Science. 4 (2):
207-213.

JOM FMIPA VOLUME 1 No. 2 Oktober 2014 369