Anda di halaman 1dari 5

PROJECT UAS MATA KULIAH MPK SENI KOMIK

NASKAH KOMIK STRIP KLANDESTIN

Nama Mahasiswa : Naufal Rizki Septianto

NPM : 1506672546

Fakultas/Program Studi : Teknik/Teknik Elektro

Kelas : MPK Seni Komik C

Hari dan Jam Kuliah : Rabu, 16.00 16.50

Tanggal Ujian Akhir : 25 Mei 2016

Nama Dosen : - Nursyamsiah Putri Utami S.Sos.

- Ratu Ayu Primiputri Rakhmania Soerjaatmadja S.Hum.


Klandestin

Manusia memiliki sesuatu yang orang lain tidak perlu tahu; entah sekecil apapun
atau sebesar apapun.

Sore itu, Putri sedang berlari bersama adiknya. Saat di pertigaan gang, Putri menabrak
seseorang dan ia pun jatuh tersungkur. Ia ditolong oleh orang yang ternyata adalah Rizki,
teman satu sekolah dan juga teman masa kecil karena masih dalam lingkungan tetangga yang
sama. Untuk memecah situasi yang canggung, Rizki menanyakan sedang apa namun Putri
tersipu malu dan berusaha menghindar dari pertanyaan tersebut. Rizki mendapat respon yang
ambigu, Dio menjelaskan bahwa berat badan kakaknya naik karena memakan makanan manis
dalam jumlah besar saat weekend dan berusaha diet. Mendengar hal itu, Putri memerah
karena malu dan memarahi adiknya. Di tengah perbincangan tersebut, muncul pria yang
berumur sekitar kepala empat membawa pisau dan mengancam Rizki untuk mengembalikan
uangnya karena merasa tertipu. Rizki tidak mengerti apa yang dikatakan pria tersebut namun
pria tersebut mencoba menikamnya. Dengan refleks, Rizki memukul perut pria tersebut
hingga jatuh tersungkur namun lengannya terkena goresan pisau. Tiba-tiba, Rizki
mengeluarkan pisau dari kantong celananya dan terlibat perkelahian. Perkelahian tersebut
berakhir dengan kemenangan Rizki. Pria tersebut yang tersungkur di tanah dan Rizki
memberi sebuah amplop berisi uang. Pria tersebut ketakutan melihat wajah Rizki yang penuh
dengan senyuman licik. Setelah itu, Rizki memutuskan untuk pulang, meninggalkan Putri dan
Adiknya. Perasaan perempuan itu campur aduk, mengetahui fakta bahwa teman masa
kecilnya bukan seseorang yang ia kenal lagi.
Deskripsi Panel

Project : Komik strip

Judul : Klandestin

Panel 1 (Tampak Depan, Jarak Sedang)


Ilustrasi : Rizki sedang berjalan dengan bermain HP dan Putri sedang berlari.
Teks : Narasi (Semua orang memiliki hal yang disembunyikan. Baik itu hal
kecil maupun hal besar.)
Panel 2 (Tampak Samping dan Depan, Jarak Sedang)
Ilustrasi : Putri menabrak Rizki.
Teks : Dialog
Putri : Aduh!
Efek Suara : BRUAKKK!
Panel 3 (Tampak Depan, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Putri jatuh tersungkur lalu Rizki membantu.
Teks : Dialog
Rizki : Eh, maaf! Ga sengaja. Sini, biar saya bantu.
Putri : Iya, gapapa.
Panel 4 (Tampak Depan, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Rizki mengenali Putri lalu berbincang bincang. Saat ditanya, Putri
tersipu malu.
Teks : Dialog
Rizki : Eh, Putri Ngapain sore-sore gini?
Putri : Umm E-Engga kok. Lagi ga ngapa-
ngapain. Haha Lu sendiri?
Rizki : Oh gitu. Baru aja pengen pulang.
Panel 5 (Tampak Samping dan Belakang, Jarak Sedang)
Ilustrasi : Dio muncul mendekati Rizki dan Putri.
Teks : Dialog

Dio : Kakak lagi diet, Bang! Berat badannya naik


abis makan kue banyak!

Putri : ?!

Panel 6 (Tampak Samping, Jarak Dekat)


Ilustrasi : Putri memerah wajahnya dan memukul Dio, Rizki hanya tersenyum.
Teks : Narasi dan Dialog
(Perempuan ini. Kecil rahasianya, namun dibesar-besarkan.)
Putri : Kamu kalo ngomong sembarangan, ya!
Dio : Aduh, sakit tau!
Efek suara : DUAK!
Panel 7 (Tampak Belakang-Samping, Jarak Jauh)
Ilustrasi : Tiba-tiba muncul pria paruh baya membawa pisau dan mengancam
Rizki, Putri dan Dio kaget.
Teks : Narasi dan Dialog
(Namun lelaki ini, memegang sebuah rahasia besar. Dan berusaha
untuk mengecilkannya.)
Pria : Ketemu juga. Balikin duit gua, bocah!
Rizki : Woah woah! Bicara sama saya, Pak?
Pria : Siapa lagi kalau bukan lu, bangsat!
Efek suara : SRING
Panel 8 (Tampak Samping, Jarak Sedang)
Ilustrasi : Si Pria mencoba menikam Rizki. Rizki dengan cepat memberi
bogem mentah di perut Pria namun lengan kirinya tergores pisau.
Teks : Efek suara
Efek suara : SRETTT
Efek suara : BUAGH!
Panel 9 (Tampak Depan, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Rizki mengeluarkan pisau lipat dari kantongnya.
Teks : Dialog
Rizki : Tidak bisa diajak kompromi, eh?
Panel 10 (Tampak Samping, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Rizki secara tiba-tiba menyerang Pria dan berhasil menyayat
dadanya.
Teks : Dialog
Rizki : Sekarang kita impas.
Pria : Arghhh!
Efek suara : SRETTT!
Panel 11 (Tampak Depan dan Belakang, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Pria tersebut jatuh tersungkur dan Rizki melempar amplop yang
berisi uang.
Teks : Dialog
Rizki : Informasi yang saya kasih akurat, bukan?
Panel 12 (Tampak Depan, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Pria melihat wajah Rizki (off-screen). Rizki tersenyum lebar
dengan liciknya.
Teks : Dialog
Rizki : Lebih baik Bapak pulang, kasihan istri dan
anak.
Panel 13 (Tampak Belakang, Jarak Sedang)
Ilustrasi : Pria tersebut kemudian bergegas pulang. Rizki, Putri dan Dio
menyaksikan.
Teks : Dialog
Pria : B-baik
Efek suara : DRAP DRAP DRAP
Panel 14 (Tampak Depan, Jarak Dekat)
Ilustrasi : Rizki menoleh ke Putri dan Dio, tersenyum sambil pamit pulang.
Teks : Dialog
Rizki : Gua pulang duluan, ya.
Panel 15 (Tampak Depan, Jarak Sedang)
Ilustrasi : Putri melihat Rizki berjalan.
Teks : Narasi (Ia pikir ia tahu segalanya tentang laki-laki itu, namun
tidak. Di dalam hatinya bertanya: kapan dan kenapa ia berubah?)