Anda di halaman 1dari 2

Neomisin (C23H46N6O13.3H2SO4) MR 614.

644 g/mol adalah garam sulfat dari jenis neomycin,


dan substansi bakteri yang dihasilkan oleh pertumbuhan Streptomyces fradiae Waksman atau dari
familia Streptomycetaceae, atau campuran dari dua atau lebih garam tersebut. ia memiliki setara
berpotensi tidak kurang dari 600 g neomycin per mg, dihitung atas dasar kering.

Pemerian : serbuk putih sampai agak kuning atau padatan kering mirip es, tidak berbau atau
praktis tidak berbau, higroskopik, larutannya memutar bidang polarisasi ke kanan. Mudah larut
dalam air, sangat sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam aseton, kloroform, dan dalam eter.

Baku pembanding : Neomisin sulfat BPFI : lakukan pengeringan pada tekanan tidak lebih dari
5mmHg pada suhu 60 selama 3 jam sebelum digunakan.

Identifikasi :

1. dengan KLT : injeksi bercak secara terpisah masing-masing 1l larutan yang mengandung (1)
zat uji 20 mg per mL dan (2) Neomisin Sulfat BPFI 20 mg per mL pada lempeng kromatografi
silica gel, masukkan lempeng ke dalam bejana kromatografi berisi fase gerak campuran air :
ammonium hidroksida pekat : aseton pekat (71.5 : 8.5 : 20) yang dibuat segar dan biarkan kering
di udara dan panaskan pada suhu 105C selama 1 jam. Semprot lempeng dengan larutan
ninhidrin pekat dalam butanol pekat (1 dalam100). Panaskan pada suhu 105C selama 5 menit,
amati kromatogram : harga Rf bercak merah utama yang diperoleh dari larutan uji sesuai dengan
yang diperoleh dari larutan baku .

2. larutkan 10 mg zat dalam 1mL air, tambahkan 5mL asam sulfat 15 N dan panaskan pada suhu
100 C selama 100 menit. Biarkan dingin, tambahkan 10 mL xilen pekat, kocok selama 10 menit.
Biarkan memisah, dan pisahkan lapisan xilen. Pada lapisan xilen tambahkan 10 mL p-
bromoanilin LP, kocok : terjadi warna merah muda terang setelah dibiarkan.

Parameter Fisik :

pH antara 5.0 sampai 7.5, lakukan penetapan menggunakan larutan yang mengandung 33 mg zat
per mL.

susut pengeringan 8.0%, lakukan pengeringan pada tekanan tidak lebih dari 5 mmHg pada
suhu 60 selama 3 jam menggunakan lebih kurang 100 mg zat.
Analisis Kuantitatif :

Turbidimetri

Larutan persediaan 100 g per mL diencerkan secara kuantitatif dengan dapar nomor 3 hingga
diperoleh larutan dengan kadar setara 25.0 g neomisin per mL. ke dalam labu ukur 50 mL yang
terpisah, masukkan masing-masing 1.39 mL;1.67 mL;2.00 mL; dan 2.88 mL larutan ini,
tambahkan 5.0 mL HCl 0.01 N pada setiap labu dan encerkan dengan dapar nomor 3 sampai
garis tanda 50 mL hingga diperoleh kadar larutan 0.69 g;0.83 g;1.0 g; 1.2 g; dan 1.44 g
neomisin per mL. Gunakan larutan ini untuk membuat garis respons baku.