Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap manusia, sebagai individu yang normal, akan mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Proses perkembangan kehidupan manusia melalui beberapa tahapan.
Umunya, manusia akan selalu berubah mengikuti proses perkembangan di sekitar
kehidupannya, dimulai sejak masa prenatal, masa bayi, lalu tumbuh menjadi seorang
remaja, dewasa, dan kemudian meninggal.

Masa prenatal merupakan titik awal dari proses pertumbuhan dan perkembangan
manusia yaitu di saat manusia belum lahir atau masih berada di rahim ibu. Namun,
banyak masyarakat pedesaan pada umumnya cenderung menganggap bahwa permulaan
perkembangan psikologis dimulai pada saat anak dilahirkan. Akibat kecenderungan ini,
kebanyakan dari mereka tidak melakukan hal-hal yang dapat mempengaruhi
perkembangan psikologis anak pada masa prenatal. Padahal pada masa inilah penentu
dan pembentuk karakter dan tingkah laku anak sesudah lahir.
Melihat keadaan masyarakat yang demikian, tentu sangat perlu untuk segera diluruskan.
Inilah yang menyebabkan perkembangan masa prenatal perlu untuk dipelajari. Terutama
yang perlu dipelajari yaitu tahapan selama masa prenatal, pengaruhnya terhadap tingkah
laku sesudah dilahirkan, serta pendidikan yang baik selama masa prenatal.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan masa prenatal?


2. Apakah yang dimaksud dengan perkembangan masa bayi (neonatal)?

C. Tujuan

1. Menjelaskan apa yang dimaksud perkembangan masa prenatal.


2. Menjelaskan apa yang dimaksud perkembangan masa bayi (neonatal).

1
D. Manfaat

1. Bagi penulis dapat dijadikan ilmu tentang perkembangan masa prenatal.


2. Bagi guru dapat dijadikan pemahaman bahwa kepribadian siswa merupakan
implikasi dari hasil perkembangan masa prenatal.
3. Bagi orang tua agar memahami serta dapat melakukan tindakan yang tepat saat
menghadapi perkembangan masa prenatal.
4. Bagi pembaca diharapkan dapat memberikan masukan bagi yang berkepentingan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Tahap Perkembangan Masa Prenatal


1. Pengertian
Periode prenatal/masa sebelum lahir adalah periode awal perkembangan
manusia yang dimulai sejak konsepsi, yakni ketika indung telur (ovum) wanita
dibuahi oleh sperma laki-laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu.
Masa ini pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280
hari sebelum lahir. Di lihat dari segi waktunya, periode prenatal ini merupakan
periode perkembangan manusia yang paling singkat, tetapi justru pada periode
inilah dipandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu
(Ani Endriani, 2011).
Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik
fisik maupun psikologis. Meskipun tidak dapat diklaim bahwa periode ini
merupakan periode yang paling berbahaya dalam seluruh rentang kehidupan,
banyak yang percaya bahwa masa anak-anak lebih berbahaya tetapi jelas bahwa
periode ini merupakan masa di mana bahaya-bahaya lingkungan atau bahaya-
bahaya psikologis dapat sangat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya
atau bahkan dapat mengakhiri suatu perkembangan (Ani Endriani, 2011).

2. Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan


Permulaan kehidupan manusia dapat ditinjau secara psikologis dan biologis.
Secara psikologis kehidupan manusia dimulai pada saat janin mulai berinteraksi
terhadap rangsang-rangsang dari luar. Reaksi terhadap rangsang dari luar telah
dimulai sangat awal. Ditinjau secara biologis kehidupan dimulai pada saat
terjadinya konsepsi atau pembuahan, yakni bersatunya sel telur (ovum: tunggal,
ova: jamak) dan sel laki-laki (spermatozoa: tunggal, spermatozoon: jamak).
Kedua sel yang telah bersatu tersebut tumbuh dan berkembang dalam organ
reproduksi wanita (gonad). Sel telur diproduksi dalam gonad wanita (ovarium)
dan sel spermatozoa diprodiksi dalam gonad pria (tes tes) (Rita Eka Izzaty, 2008).
Proses terjadinya pembuahan dalam dilihat pada gambar berikut ini.

3
Gambar 1. Pembuahan sel telur

Kemungkinan terjadinya pembuahan semacam itu telah ditentukan secara


alamiah. Sekali dalam 28 hari, seringkali sekitar pertengahan siklus menstruasi,
sebuah telur dalam salah satu kandung telur menjadi masak dan begerak pelan
masuk kedalam rahim. Perjalanan ini memerlukan waktu 3 sampai 7 hari, dan
apabila dalam perjalanan tersebut tidak terjadi pembuahan, maka lenyaplah telur
dalam rahim. Bila telur dalam perjalanan bertemu dengan spermatozoa dan
masuk melalui dinding telur, maka terjadilah pada detik itu hal-hal sebagai
berikut: sel benih melepaskan 23 bagian kecil-kecil dari dirinya yang disebut
kromosom. Kromosom ayah dan kromosom ibu lebur menjadi satu dan
membentuk bakal keturunan bagi anak. Kromosom tadi mengandung bagian yang
lebih kecil lagi yang membawa faktor-faktor keturunan yang sesungguhnya
disebut gene (Rita Eka Izzaty, 2008)

Periode prenatal berlangsung selama 280 hari atau kurang lebih 40


minggu yang dihitung mulai dari sesudah hari pertama menstruasi terakhir.
Hurlock (1993) mengatakan bahwa orang awam menghitung kehamilan selama 9
bulan kalender. Bertentangan dengan itu, para ilmuwan menggunakan bulan yang
lamanya 28 hari (lunar) sebagai tolok ukur. Ini bertepatan dengan periode siklus
menstruasi wanita (Rita Eka Izzaty, 2008)

Urutan perkembangan dalam periode prenatal telah pasti dan tidak dapat
diubah. Kepala, mata, tubuh, tangan, kaki, alat-alat kelamin dan alat-alat

4
berkembang dengan urutan tertentu dan juga kurang lebih pada usia pranatal yang
sama pada semua fetus. Perkembangan yang teratur menurut skema tertentu itu
sebelum dan sesaat sesudah dilahirkan merupakan hal yang sangat penting.
Pertumbuhan yang teratur ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa semua fetus
selalu dapat memutar kepalanya lebih dahulu sebelum mereka dapat
melencangkan kepalanya (Rita Eka Izzaty, 2008)

Monks, dkk (1998) membagi periode pranatal menjadi (1) fase germinal
(waktu 3 minggu pertama), (2) fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya),
(3) fase fetal (mulai minggu 8 sampai saat dilahirkan). Adapun masing-masing
periode dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Periode Germinal
Periode germinal merupakan periode awal perkembangan pranatal yang
berlangsung pada 2 minggu pertama setelah pembuahan. Ini merupakan
meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan sel, dan melekatnya
zigot ke dinding kandungan. Sekitar seminggu setelah pembuahan, zigot
terdiri dari 100 hingga 250 sel. Pemisah sel telah dimulai ketika lapisan dalam
dan lapisan luar organisme terbentuk. Blastocyst adalah lapisan dalam sel
yang berkembang selama periode germinal. Trophoblast ialah lapisan luar sel
yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian
menyediakan gizi dan dukungan bagi embrio. Implantation adalah
melekatnya zigot ke dinding kandungan, berlangsung sekitar 10 hari setelah
pembuahan.

b. Periode Embrionis
Periode embryonic/embrionis merupakan periode perkembangan pranatal
yang terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah konsepsi. Selama periode
embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel
terbentuk dan organ-organ mulai tampak. Ketika zigot mendekati dinding
rahim, sel-selnya membentuk dua lapisan. Massa sel tersebut disebut embrio.
Embrio yang sudah terbentuk terdiri dari (a) lapisan bagian dalam sel
( endoderm) yang akan berkembang menjadi sistem pencernaan dan
pernapasan, (b) lapisan luar yang terdiri dari lapisan paling luar sel

5
( ectoderm) dan lapisan tengah ( mesoderm). Ectoderm akan berkembang
menjadi sistem syaraf, penerima sensor (misalnya telinga, hidung, mata) dan
bagian kulit (misalnya rambut dan kuku), sedangkan mesoderm akan
berkembang menjadi sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan
kotoran badan, dan sistem reproduksi.
Ketika lapisan embrio terbentuk, sistem dukungan kehidupan bagi embrio
matang dan berkembang dengan cepat. Sistem dukungan kehidupan ini
meliputi ari-ari, tali pusar, dan amnion, dan lebih jelaskan dapat diuraikan
sebagai berikut:
1) Ari-ari (placenta) merupakan suatu sistem dukungan kehidupan yang
terdiri dari sekelompok jaringan yang berbentuk piring yang
didalamnya pembuluh darah dari ibu dan anak mengait tetapi tidak
menyatu.
2) Tali pusar (umbilical cord) adalah suatu sistem dukungan kehidupan
yang mengandung dua pembuluh nadi dan satu pembuluh vena yang
menghubungkan bayi dengan ari-ari. Molekul-molekul yang sangat
kecil seperti udara, air, garam, makanan dari darah ibu, dan karbon
dioksida serta kotoran pencernaan dari darah embrio berpindah dari
ibu kepada bayi dan bayi kepada ibu. Molekul-molekul yang besar
tidak dapat berpindah melalui dinding ari-ari; ini meliputi sel darah
merah dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu
dan zat-zat berbahaya seperti kebanyakan bakteri, kotoran ibu dan
hormon, Mekanisme yang mengatur pemindahan zat-zat melalui
hambatan ari-ari itu kompleks dan masih belum seluruhnya dipahami.
3) Amnion merupakan suatu keranjang yang berisi cairan bening yang
didalamnya embrio yang sedang berkembang mengapung. Seperti
halnya ari-ari dan tali pusar, amnion berkembang dari telur yang
dibuahi bukan dari tubuh ibu. Pada kira-kira usia 16 minggu ginjal
janin mulai memproduksi air kencing yang merupakan sumber utama
cairan amniotis hingga trimester ketiga, ketika beberapa cairan
dikeluarkan dari paru-paru oleh janin yang sedang bertumbuh. Isi
cairan amniotis meningkat sepuluh kali lipat dari usia ke-12 hingga
ke-40 minggu kehamilan, dan dikeluarkan dengan berbagai cara.
Sebagian ditelan oleh janin, dan sebagian lagi diserap melalui tali

6
pusar dan selaput yang menutup ari-ari. Cairan amniotis penting
dalam menyediakan lingkungan yang suhu dan kelembapannya
terkendali, serta untuk melindungi janin dari guncangan.

Beberapa perkembangan penting dari embrionis antara lain pada minggu


ketiga, saluran syaraf yang pada akhirnya menjadi susunan tulang belakang
terbentuk. Pada usia kira-kira 21 hari, mata mulai kelihatan, dan pada usia 24
hari sel untuk jantung mulai berpisah. Selama minggu keempat, penampakan
pertama sistem saluran kencing alat kelamin (urogenital) kelihatan, dan
kuncup lengan serta kaki muncul. Empat bilik jantung terbentuk dan
pembuluh darah naik ke permukaan. Dari minggu kelima hingga kedelapan,
lengan dan kaki selanjutnya berpisah, pada saat ini, wajah mulai berbentuk
tetapi masih begitu dapat dikenal. Bidang usus berkembang dan struktur
wajah tersusun bersama. Pada usia 8 minggu, janin yang sedang berkembang
beratnya kira-kira sepertigapuluh ons dan panjangnya satu inci. Proses
pembentukan organ yang berlangsung selama dua bulan pertama
perkembangan prenatal disebut organogenesis.

c. Periode Fetal
Periode fetal merupakan periode perkembangan pranatal yang dimulai
dari dua bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung sampai 7
bulan. Tiga bulan setelah pembuahan, panjang janin kira-kira 3 inci dan
beratnya kira-kira 1 ons. Janin semakin aktif menggerakan tangan dan
kakinya, membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya.
Wajah, dahi, kelopak mata, hidung, dan dagu dapat dibedakan, demikian pula
lengan bagian atas, tangan, dan tungkai, serta alat kemaluan dapat
diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Pada akhir bulan keempat,
janin telah tumbuh hingga 5,5 inci panjangnya dan beratnya 4 ons. Pada saat
ini, suatu percepatan pertumbuhan terjadi pada tubuh bagian bawah. Refleks
pranatal semakin kuat, gerakan-gerakan lengan dan kaki dapat dirasakan
untuk pertama kalinya oleh ibunya. Menurut psikologi Islam, janin yang telah
berumur 4 bulan ditiupkan ruh oleh Allah SWT. Serta ditentukanlah semua
yang berkaitan dengankehidupannya.

7
Pada akhir bulan kelima, panjang janin kira-kira 10-12 inci dan beratnya
0,5 pon-1 pon. Struktur kulit sudah terbentuk misalnya kuku jari kaki dan
kuku jari tangan. Janin semakin aktif, yang memperlihatkan keinginan akan
suatu posisi tertentu di dalam kandungan. Pada akhir bulan keenam, panjang
janin kira-kira 14 inci dan beratnya naik 0,5 pon-1 pon lagi. Mata dan kelopak
mata benar-benar terbentuk, suatu lapisan rambut halus menutup kepala.
Refleks menggengam muncul, dan pernafasan yang belum beraturan terjadi.
Pada akhir bulan ketujuh, panjang janin 14-17 inci dan naik beberapa pon lagi
hingga beratnya 2,5-3 pon. Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin
tumbuh lebih panjang dan naik lebih berat lagi kira-kira 4 pon. Ketika lahir,
rata-rata bayi Amerika beratnya 7-7,5 pon dan tingginya sekitar 20 inci. Pada
dua bulan terakhir, jaringan lemak berkembang dan fungsi berbagai sistem
organ, misalnya jantung dan ginjal.
Adapun pertumbuhan dan perkembangan utama janin selama tiga
trimester mulai dari periode germinal sampai fetal dapat dirinci ke dalam tiga
tabel yang disajikan berikut ini:

Tabel 1. Pertumbuhan fetal pada trimester pertama (3 bulan pertama)

Pertumbuhan hingga 4 8 minggu 12 minggu


minggu

8
1. Pertumbuhan kurang dari 1. Panjangnya kurang dari 1. Panjangnya sekitar 3 inci
1/10 inci. 1 inci. dan beratnya sekitar 1
2. Awal perkembangan 2. Wajah sudah berbentuk
ons.
susunan tulang belakang, dengan mata, telinga, 2. Dapat menggerakkan
system, syaraf, usus, mulut dan pucuk gigi lengan, kaki, jari tangan
jantung dan paru-paru. yang belum sempurna. dan jari kaki.
3. Kantung amniotis 3. Lengan dan kaki 3. Sidik jari muncul.
4. Dapat tersenyum,
membungkus lapisan bergerak.
4. Otak mulai membentuk. memberengut,
dasar seluruh tubuh,
5. Denyut jantung janin
4. Disebut telur (ovum). menghisap dan menelan.
dapat dideteksin dengan 5. Jenis kelamin dapat
ultrasound. dibedakan.
6. Disebut embrio. 6. Dapat kencing.
7. Disebut fetus (janin).

Tabel 2. Pertumbuhan fetal pada trimester kedua (3 bulan pertenganhan)

16 minggu 20 minggu 24 minggu


1. Panjangnya sekitar 5,5 1. Panjangnya 10-12 inci 1. Panjangnya 11-14 nci
inci dan beratnya 4 ons. dan beratnya 0,5-1 pon. dan 1-1,5 pon.
2. Denyut jantung kuat. 2. Denyut jantung dapat 2. Kulit mengkerut dan
3. Kulit tpis, tembus
dengan stetoskop biasa. tertutup dengan lapisan
pandang. 3. Menghisap ibu jari.
pelindung (vernix
4. Rambut halus (lanugo) 4. Tersedak.
5. Rambut, bulu mata, alis caseosa).
menutup tubuh.
3. Mata sudah terbuka.
5. Kuku jari tangan dan mata muncul.
4. Meconium berkumpul di
kuku jari kaki sudah
dalam usus besar.
berbentuk. 5. Mampu memegang
6. Gerakan-gerakan
dengan kuat.
terkoordinasi, dapat
berguling di dalam cairan
amniotis.

Tabel 3. Pertumbuhan fetal pada trimester ketiga (3,5 bulan terakhir)

9
28 minggu 32 minggu 36-38 minggu
1. Panjangnya 14-17 inci 1. Panjangnya 16,5-18 inci 1. Panjangnya 19 inci dan
dan beratnya 2,5-3 pon. dan beratnya 4-5 pon. beratnya 6 pon.
2. Bertambahnya lemak 2. Memiliki periode tidur 2. Kulit kurang mengkerut.
3. Vernix caseosa tipis.
tubuh. dan bangun.
4. Lanugo umumnya hilang.
3. Sangat aktif. 3. Berada dalam posisi
5. Kurang aktif.
4. Gerakan pernapasan yang
lahir. 6. Memperoleh kekebalan
belum sempurna muncul. 4. Tulang kepala lembut
dari ibu.
dan lentur.
5. Zat besi disimpan di
dalam hati.

3. Arti Penting Periode Prenatal bagi Perkembangan


Menurut Elizabeth B. Hurlock (1980), ada empat kondisi penting yang
memberi pengaruh besar terhadap perkembangan individu baru di masa datang,
yaitu:
a. Penentuan Sifat Bawaan
Penentuan sifat bawaan mempengaruhi perkembangan selanjutnya dalam
dua hal, yaitu pertama, factor keturunan membatasi sejauh man individu
dapat berkembang. Kedua, bahwa sifat bawaan sepenuhnya merupakan
masalah kebetulan, tidak ada cara tertentu untuk mengendalikan jumlah
kromosom dari pihak ibu atau ayah yang akan diturunkan pada anak.
b. Penentuan Jenis Kelamin
Ada tiga alasan mengapa jenis kelamin individu penting bagi
perkembangan selama hidupnya, yaitu pertama, mempengaruhi
perkembangan pola-pola sikap dan perilaku yang dipandang sesuai bagi
kelompok jenis kelamin mereka. Kedua, pengalaman belajar dengan jenis
kelamin ditentukan olah jenis kelamin individu. Ketiga, sikap orange tua dan
anggota-anggota keluarga penting lainnya terhadap individu sehubungan
dengan jenis kelamin mereka.
c. Penentuan Jumlah Anak
Dalam peristiwa kelahiran ada yang hanya satu anak yang dilahirkan,
namun sering juga terjadi kelahiran kembar.
d. Penentuan Urutan Anak
Posisi anak dalam urutan saudara-saudaranya mempunyai pengaruh
mendasar terhadap perkembangan selanjutnya. Orang tua umumnya
mempunyai sikap, perlakuan dan memberikan peran yang spesifik sesuai

10
dengan tempat dan urutannya dalam keluarga. Hal ini berpengaruh terhadap
kepribadian dan pembentukan sikap anak.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Masa Prenatal


Telah dijelaskan bahwa periode prenatal merupakan periode yang sangat
penting dan menentukan perkembangan individu pada periode selanjutnya.
Selama periode ini, rahim merupakan lingkungan yang sangat mempengaruhi
perkembangan janin. Umumnya, kondisi rahim ibu sangat nyaman bagi janin dan
terlindung dari tiap gangguan. Tapi, hal ini tidak berartu bahwa janin tersebut
secara absolut luput dari pengaruh luar .
Sebagian besar proses pertumbuhan janin bergantung pada kondisi
internal ibu, baik fisik maupun psikisnya. Sebab, ibu dan janinnya merupakan
satu kesatuan unit organik yang tunggal. Semua kebutuhan ibu dan janin dipenuhi
melalui proses fisiologis yang sama. Demikian juga tiap gerakan yang dilakukan
ibu dapat memberikan rangsangan berupa pegalaman indera yang beraneka
ragam. Karenanya kesehatan ibu, pengaturan diet, pemakaian obat, serta kondisi
emosional ibu dapat memberi pengaruh kimia prenatal yang berakibat kerusakan
sel dan merupakan kejadian traumatik. Beberapa faktor yang mempengaruhi
perkembangan prenatal antara lain ;
a. Kesehatan ibu
Penyakit yang diderita ibu hamil dapat mempengaruhi perkembangan masa
prenatal. Apalagi jika penyakit ini bersifat kronis, seperti kencing manis.
TBC, dan sebagainya. Demikian pula jika terjadi benturan jika janin berusia
tiga bulan disertai gangguan kesehatan pada ibu, seperti influenza atau cacar.
b. Gizi ibu
Faktor lain yang cuup berpengaruh terhadap masa prenatal adalah gizi
ibu. Hal ini adalah karena janin yang sedang berkembang sangat bergantung
pada gizi ibu, yang diperoleh melalui darah ibunya. Karenanya makanan ibu-
ibu yang sedang hamil harus mengandung cukup protein, lemak, vitamin, dan
cukup karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi. Anak-anak yang dilahirkan
oleh ibu yang kekurangan gizi cenderung cacat.
c. Pemakaian bahan-bahan kimia oleh ibu
Bahan-bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan atau makanan yang
ada dalam peredaran darah ibu yang tengah hamil, dapat mempengaruhi
perkembangan janin. Bahan-bahan kimia tersebut dapat menimbulkan efek
samping, baik pada fisik maupun pada sistem kimiawi dalam tubuh janin,

11
yang dinamakan metabolite. Bahan-bahan kimia juga dapat mempengaruhi
lingkungan didalam rahim ibu yang secara tidak langsung juga
mempengaruhi janin.
d. Keadaan dan ketegangan emosi ibu
Keadaan emosional ibu selama kehamilan juga mempunyai pengaruh
yang besar terhadap perkembangan masa prenatal. Hal ini karena ketika ibu
hamil merasa ketakutan, kecemasan, stres, dan emosi lain yang mendalam,
maka terjadi perubahan psikologis, antara lain meningkatnya pernapasan dan
sekresi oleh kelenjar. Adanya produksi hormon adrenalin sebagai tanggapan
terhadap ketakutan akan menghambat aliran darah kedaerah kandungan dan
membuat janin kekurangan udara.
Ibu yang mengalami kecemasan berat dan berkepanjangan sebelum atau
semasa kehamilan, kemungkinan besar mengalami kesulitan medis dan
melahirkan bayi yang abnormal dibandingkan dengan ibu yang relatif tenang
dan aman. Goncangan emosi diasosiasikan dengan kejadian aborsi spontan,
kesulitan proses lahir, kelahiran prematur dan penurunan berat, kesulitan
pernapasan dari bayi yang baru lahir dan cacat fisik.

5. Pengaruh Prenatal pada Tingkah Laku Sesudah Dilahirkan1.


a. Faktor lingkungan
Faktor ekstern yang diperkirakan mempengaruhi tingkah laku pos-natal
antara lain:
1) Sinar rotgen dapat mempengaruhi tingkah laku motorik, gerak bebas,
pembuangan, aktivitas, belajar diskriminatif dan tingkah laku
persetubuhan. Akibat penyinaran memiliki hubungan dengan usia
kehamilan dan banyak sedikitnya penyinaran pada satu pihak dengan
besar kecilnya akibat yang ditimbulkan, makin banyak dosis
penyinaran makin buruk akibatnya.
2) Pemakaian obat-obat penenang seperti softenon atau thalidomid dapat
mengakibatkan cacat berat. Penelitian antara tahun 1959-1962
menemukan bahwa cacat yang disebabkanthalidomid terjadi antara
hari ke 34 dan ke 50, jadi antara minggu kelima dan ketujuh usia
kehamilan. Usaha-usaha pengguguran kandungan dengan
menggunakan obat-obatan yang lain pada usia kehamilan awal dapat
menyebabkan gangguan-gangguan perkembangan.
b. Sikap Ibu

12
Ada anggapan bahwa sikap menolak dari pihak ibu terhadap janin dalam
kandungan akan diteruskan sesudah anak dilahirkan. Namun hasil penelitian
Geissler di Jerman Timur dan Sears et al di Amerika (dalam Monks,dkk.,
1992) menunjukan bahwa lebih dari 90% jumlah ibu yang semula menolak,
berubah mempunyai sikap positip terhadap anak sesudah dilahirkan. Geissler
dalam penelitian longitudinal menunjukan bahwa ada perubahan sikap ibu
terhadap anak yang dikandungnya, yakni dari sikap positif ke negatif, dan
dari sikap negatif ke positif , dan sikap yang berubah-ubah itu akhirnya
menjadi positif, yaitu sikap menerima terhadap anak yang dilahirkan.

6. Implikasi Perkembangan Masa Prenatal pada Pendidikan


Perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan perawatan yang
kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan, agar bayi yang dilahirkan
normal. Bila terjadi hambatan dalam kandungan yang mencegah terjadinya
perkembangan menurut waktu yang tepat, individu akan mengalami cacat yang
dapat mengganggu selama hidupnya.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan keabnormalan bayi yang
disebabkan dari dalam kandungan. Selain seperti yang telah disebutkan Monks,
dkk. di atas, ada beberapa faktor lagi yang menurut Kartini Kartono (1981) antara
lain (1) kekurangan nutrisi, infeksi dan luka-luka serta keracunan sewaktu dalam
kandungan. Peristiwa tersebut dapat menyebabkan keguguran (abortus), (2)
sewaktu ibu mengandung menderita penyakit kholera, thypus, malaria tropika
kronis, gondok (bof) pada waktu mengandung muda, syphilis, gabag/mazelen,
TBC sehingga ada pengaruh buruk pada janin (foetus intra uterina). Bayi yang
lahir mungkin akan menderitatoxemia, yaitu peristiwa keracunan pada darah,
sehingga terjadi abnormalitas pada system syaraf (neuron), (3)
terjadi intoxicztion atau keracunan pada janin, karena ibu sewaktu mengandung
minum obat-obat penenang beracun (thalidomid) juga obat kontraseptif anti
hamil yang sangat kuat mengandung racun, namun obat tersebut gagal atau tidak
bekarja secara efektif.
Supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu harus merawatnya dengan
baik yaitu membutuhkan perawatan secara fisik dan psikis dan menjauhkan dari
bahaya-bahaya selama kehamilan. Pemeriksaan rutin selama kehamilan akan
semakin mudah diketahui secara dini gejala-gejala kelainan selama kehamilan,

13
sehingga pencegahan terhadap gangguan selama kehamilan sedini mungkin dapat
dicegah dan diobati.

B. Tahap Perkembangan Masa Bayi (Neonatal)


1. Pengertian masa bayi neonatal
Masa bayi neonatal merupakan permulaan atau periode awal keberadaan
sebagai individu dan sebagai seorang anak yang dalam kehidupan yan pertama.
Masa bayi di anggap sebagai masa dasar , karena merupakan dasar periode
kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap
dan pola ekspresi emosi terbentuk. Masa bayi berlangsung 2 tahun setelah
periode bayi baru lahir. Masa bayi disebut juga :
a. Masa dasar yang sesungguhnya
b. Masa di mana perubahan dan perubahan berjalan cepat
c. Masa berkurangnya ketergantungan
d. Masa meningkatnya individualism
e. Masa permulaan berkembanganya penggolongan peran seks
f. Masa yang menarik
g. Masa permulaan kreativitas
h. Masa berbahaya

2. Ciri-Ciri bayi neonatal


a. Masa periode tersingkat dari semua periode perkembangan.
Masa inidimulai dari kelahiran sampai bayi menjelang 2 minggu, di mana
si bayi harus menyesuaikan kehidupan di luar rahim ibu. Menurut kriteria
medis masa ini akan berakhir sampai tali pusar lepas dari pusarnya. Menurut
kriteria fisiologi berakhir sesudah gemuk kembali setelah kehilangan berat
badan sesudh melahirkan. Menurut psikologi berakhir pada bayi mulai
menunjukan tanda-tanda kemajuan perkembangan perilaku.
Walaupun singkat masa bayi pada umumnya di bagi menjadi dua periode :
1) Periode partunate
periode ini bermula dari keluarnya janin dari rahim ibu dan berakhir
setelha tali pusar di potong dan di ikat.
2) Periode neonate
Periode ini bermula dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai
sekitar akhir minggu kedua dari kehidupan di luar tubuh ibu
( pascamatur )
b. Masa terjadinya penyesuaian yang radikal

14
Periode ini adalah suatu peralihan dari lingkungan dalam ke lingkungan luar.
Tidak semua bayi mudah mengalami penyesuaian adajuga yang mengalami
kegagalan. Miller mengatakan Dalam seluruh kehidupannya , tidak pernah
terjadi perubahan lokasi yang sangat tiba-tiba dan sangat menyeluruh.
c. Masa terhentinya perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama periode pranatal
tiba-tiba terhenti dan mengalami kemunduran seperti : tutunnya berat badan
dan kecenderungan menjadi kurang sehat. Namun, pada akhir periode bayi,
keadan perkembangan bayi mulai kembali seperti pada waktu di lahirkan.
d. Pendahuluan dari perkembanga selanjutnya
Tidak ada yang dapat meramalkan secara tepat bagaimana perkembangan
individu di masa depan, namun perkembangan bayi yang baru lahir dapat
member petunjuk tentang apa yang dapat diharapkan.
e. Periode yang berbahaya
Dalam periode ini sangat berbahaya, baik secara fisik maupun psikologis.
Secara fisik periode berbahaya karena sulitnya mengadakan peyesuaian
secara radikal yang penting pada lingkugan baru dan sangat berbeda, hal ini
terbukti dengan tingginya tingkat kematian. Secara psikologis saat
terbentuknya sikap dari orang-orang yang berarti bagi bayi.

3. Berbagai Penyesuaian Pokok Yang Dilakukan Bayi Neonatal


Bayi neonatal harus melakaukan 4 penyesuaian pokok sebelum mereka
melanjutkan kemajuan perkembangan yakni :
a. Perubahan suhu
Didalam rahim ibu suhunya tetap 100F, sedangkan dirumah sakit atau di
rumah bekisar 60-70F.
b. Bernafas
Kalau tali pusar di putus bayi harus bernafas sendiri
c. Mengisap dan menelan
Bayi harus memperoleh makanan dari mengisap dan menelan, tidak lagi
memperolehnya melalui tali pusar. Reflek-reflek ini belum berkembang
sempurna sehingga terkadang bayi sering kekurangan makanan dan berat
badan menurun.
d. Pembuangan
Alat-alat pembuangan bayi mulai berfungsi segera setelah
dilahirkan,sebelumnya pembuangan dilakukan melalui tali pusar.

4. Kondisi Yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri Pada Kehidupan Pascanatal


a. Lingkungan Prenatal

15
Lingkungan pranatal yang baik akan memberi penyesuaian diri yang baik
pada kehidupan pascanatal. Di lain pihak, terdapat banyak macam gangguan
di dalam rahim ibu yang membuat bayi terpaksa lahir seperti perawatan ibu
yang kurag baik selama hamil, kekurangan gizi akibat kemiskinan, acuh tak
acuh terhadap kehamilannya dan si ibu yang emmiliki penyakit diabetes, itu
semua menyebabkan bayi sulit dalam penyesuaian dan tingkat kematian lebih
tinggi.
Bayi yang di lahirkan dengan latar belakang seperti itu adalah bayi yang
neurotic,yang disebabkan karena lingkunagn janin yang kurang memuaskan.
Dalam hal ini tidak perlu menunggu masa kanak-kanak atau situasi rumah
yang buruk atau sebab-sebab lain untuk menjadikannya seorang neurotic. Hal
ini sudah terjadi baginya sekalipun ia belum melihat matahari.
b. Jenis Persalinan
sekalipun teknologi medis canggih namun persalinan merupakan
pengalaman yang berbahaya. Ada 5lima macam persalinan yaitu :
1) Alamiah atau spontan
Dalam persalinan alamiah, posisi dan besarnya janin dalam
hubungannya dengan alat-alat reproduksi ibu memperrmudah bayi
lahir.secara normal dengan posisi kepala di bawah. Biasanya bayi
yang lahir normal lebih berhasil menyesuaikan diri terhadap
lingkungan pascanatal.
2) Pembedahan Caesar
Jika hasil pemeriksaan sebelum persalinan menunjukan akan terjadi
komplikasi bila bayi keluar melalui saluran lahir, maka bayi harus
dikeluarkan melalui pembelan didinding perut ibu. Bayi yang lahir
melalui pembelahan Caesar biasanya lebih sulit menyesuaikan diri
dengan lingkungan pascanatal, cenderung pendiam dan tidak banyak
nangis.
3) Sungsang
Dalam kelahiran sungsang dimana bayi keluaw diawali dengan
bokong terlebih dahulu kemudian di susul oleh kaki dan akhirnya
kepala.
4) Melintang
Posisi janin melintang dalam rahim ibu. Dalam hal ini harus
menggunakan alat-alat untuk persalinan kecuali kalau posisi bayi
dapat berubah sebelum proses kelahiran mulai.
5) Alat
16
Kalau janin terlalu besar sehingga tidak dapat keluar secara spontan
atau posisinya sedemikian rupa sehinga tidak memungkinkan untuk
persalianan normal, harus menggunakan alat untuk membatu
persalinan.
c. Pengalaman yang Berhubungan dengan Persalinan
Ada 2 pengalaman yang berpengaruh besar pada penyesuaia pascanatal
yaitu seberapa jauh ibu terpengaruh oleh obat-obatan selama proses
persalinan dan mudah atau sulitnya bayi dapat bernafas. Bayi yang ibunya
banyak mengonsumsi obat-obatan selama persalinan menunjukan perilaku
yang kurang teratur , mengantuk selama tiga hari atau lebih setelah dilahirkan
dan berat badannya menurun dan memerlukan aktu yang lama untuk
mengembalikan seperti semula. Berbeda dengan bayi yang ibunya jauh dai
pengaruh obat-obatan selama persalinan.
Gampang tidaknya bayi bernafas juga mempengaruhi penyesuaian diri.
Kalau terjadi gangguan dalam penyediaan oksigen untuk otak sebelum atau
selama persalinan anoxia, maka bayi akan mati. Adapum hidup mungkin ia
akan menderita kerusakan otak sementara ataoun selamanya. Meskipun
anoxia dapat terjadi pada persalinan namun lebih sering terjadi pada peralinan
cepat yaitu persalinan yang berlangsung kurang dari 2 jam.

d. Lamanya Periode Kehamilan


Mereka yang dilahirkan sebelum waktunya dikenal sebagai bayi-bayi
premature, sedangkan yang lahirnya melewati waktunya dikenal sebagai
postmatur atau bayi postterm. Bayi premature memiliki beberapa kriteria di
antaranya rendahnya berat badannya,usia kehamilan,pengerasan
tulang,lingkar kepala, iritabilitas,refleks,keadaan gizi dan penilaian
neurilogis. Namun, sedikit peneliti yang menggunakan kriteria tersebut.
Dalam banyak kasus, kalau panjang bayi 20 inci atau lebih dan beratnya 8
pon atau lebih, maka bayi dianggap bayi yang terlambat lahir. Kalau
panjangnya kurang dari 19 inci dan beratnya 5 pon 8 ons atau kurang maka
bayi di anggap bayi yang belum cukup umur. Semakin banyak kurangnya dari
yang normal bagi kelompok jenis kelamin dan ras,semakin dianggap sebagai
belum cukup umur. Sebaliknya semakin banyak melenihi dari yang normal,
semakin dianggap bayi yang lahir terlambat. Bayi-bayi yang lahir lewat umur

17
lebih cepat dan lebih berhasil menyesuaikan diri sedangkan nayi-bayi yang
belum cukup umur biasanya mengalami komplikasi dalam penyesuaian diri
dengan lingkungan pascanatal.
e. Sikap Orang Tua
Cepat atau berhasilnya bayi yang baru lahir menyesuaikan diri dengan
kehidupan pascanatal sangat dipengaruhi sikap orang tua. Kalau sikap orang
tua kurang menyenangkan apapun alasannya hal ini dapat membuat bayi akan
menghalangi keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan pascanatal.
Sebaliknya, jika orang tua sikapnya menyenangkan dan memperlakukan bayi
sedemikian rupa akan mendorong penyesuaian yang baik. Sekalipun sikap ibu
lebih penting daripada sikap ayah, namun sikap ayah tidak dapat diabaikan.
Secara tidak langsung sikap ayah mempengaruhi sikap ibu. Secara langsung
sikap ayah penting karena pengaruhnya pada ara ayah menghadapibayinya
yang baru lahirdan cara mereka merawat bayi setelah bayi dibawah pulang ke
rumah dari rumah sakit. Kondisi yang mempengaruhi sikap orang tua
terhadap bayi :
1) Persaingan tugas sebagai orang tua
2) Pengalaman melahirkan
3) Kondisi fisik ibu setelah melahirkan
4) Cemas tentang biaya
5) Cacat
6) Penyesuaian diri bayi pascanatal
7) Tangisan bayi
8) Kebencian orang tua pada perawatan, privasi, dan biaya pengeluaran
9) Gelisah tentang kenormalan bayi
10) Gelisah tentang kelangsungan hidup bayi.
f. Perawatan Pascanatal
Secara keseluruhan mutu perawatan pascanatal amat penting dalam
menentukan jenis penyesuaian diri yang dilakukan bayi. Ketiga aspek itu
adalah banyaknya perhatian yang diperoleh bayi untuk meyakinkan
kebutuhannya akan dipenuhi dan dalam waktu yang relative cepat, banyak
rangsangan yang diperoleh dari waktu ke waktu sejak dilahirkan, dan derajat
kepercayaan orang tua terutama ibu dalam memenuhi kebutuhan bayi.

5. Ciri - Ciri Bayi


Karena adanya bayi premature dan pascamatur maka jelaslah bahwa tidak
semua bayi menunjukan tingkat perkembangan fisik dan mental yang sama.
a. Perkembangan Fisik
1) Ukuran

18
Saat dilahirkanbayi biasanya memilki berat 3 kg dan panjang 50
cm. pada bayi yang aktif perbandingan berat dan panjang lebih kecil
dibandingkan janin yang kurang aktif. Pada umumnya bayi laki-laki
lebih berat dan lebih panjang dibandingkan perempuan. Terdapat
perbedaan individual yang mencolok antara bayi laki-laki dan
perempuan.
2) Anggota Tubuh Bayi
Otot-otot bayi bayi yang baru lahir umumnya halus,kecil dan tidak
terkendali. Tulang sma halnya dengan otot halus dan lentur sehingga
mudah patah dan retak. Kulitnya halus dan gampang terkena bisul.
Dagingnya kuat dan elastis. Kulit bayi putih lebih terang karena
pertubuhannya lama, sedangkan kulit bayi yang buakn putih akan lebih
gelap. Sering terdapat rambut-rambut halus dipunggung bayi tetapi itu
semua akna segera hilang. Mata bayi kulit putih berwarna biru keabu-
abuan sebelum berubah menjadi warna tetap. Mata bayi yang bukan kulit
outih berwarna hitam kecoklatan sebelum berubah menjadi warna tetap.
3) Proporsi Fisik
Bayi yang baru lahir bukanlah miniature orang dewasa, kepalanya
kira-kira seperampat dari panjang tubuh, kepala orang dewasa kira-kira
sepertujuh dari panjang tubuh. Tengkorak diaats maat perbandingannya
lebih besar di bandingkan bagian tengkorak lainnya,dagunya sangat
kecil,ukuran mata hamper sempurna,hidung sangat kecil dan hampir rata
dengan mulut,lehernya sangat pendek sehingga tidak terlihat, bahu
sempit ,perut buncit,tangan dan kakinya kecil.
4) Fungsi Fisiologis
Dengan tangisan bayi pada waktu dilahirkan paru-paru dipompa
dan pernafasan dimulai. Denyut jantung bayi yang baru lahir lebih cepat
dibandingkan orang dewasa karena jantung bayi lebih kecil
dibandingkan nadinya. Kalau pergerakan tubuh dibatasin dengan
membungkus tubuh bayi, maka denyut jantung akan lebih stabil.
Akibatnya bayi lebih tenang,tidur lebih banyak,dan mempunyai denyut
jantung lebih rendah. Bayi yang sehat subu tubuh lebih tinggi dan
banyak berubah dibandingkan orang dewasa.
Gerakan reflex berupa mengisap terjadi bila si bayi lapar dan
bibirnya disentuh. Irama lapar pda bayi belum teratur sampai beberapa

19
minggu setelah lahir hal ini membuat tuntutan lapar tidak teratur
sehingga kontraksi lapar pada bayi lebih hebat di bandingkan orang
dewasa, sehingga bayi mengalami sakit saat benar-benar lapar.
Pembuangan kotoran bayi dimulai beberapa jam setelah lahir yang biasa
terjadi dalam keadaan tenang dan terjaga atau sekitar 1 jam setelah
makan. Tidur bayi terputus oleh beberapa saat terjaaga yang singkat yang
terjadi setiap 2-3 jam. Pada malam hari saat-saat terjaga lebih singkat
dibandingkan siang hari.
b. Aktivitas Bayi
Gerakan bayi tampak beberapa saat setelah lahir. Gerakan gerakan
tersebut tidak terkoordinasi dan berarti dikarenakan belum matangnya kondisi
neurofisilogis. Meskipun gerakan bayi bersifat acak dan tidak berfungi namun
dapat dikategorikan sebagai berikut :
1) Aktivitas Menyeluruh
Kegiatan menyeluruh terjadi diseluruh bagian tubuh bila salah satu
bagian tubuh dirangsang sekalipun.
2) Aktivitas Khusus
Aktivitas khusus meliputi bagian-bagian tubuh tertentu. Aktivitas
ini termasuk gerakan reflex. Yang merupakan tanggapan yang tepat
terhadap rangsangan indra khusus dan tidak berubah dengan
pengulangan rangsangan yang sama. Gerakan rfleks itu penting seperti
gerakan mata,bibir,lidah,mengisap dan lain-lain. Dan selanjutnya
tanggapan umum, yang menggunakan kelompok otot yang lebih besar
daripada otot-otot yang terlibat dalam reflex-refleks dan yang dapat
dibangkitkan rangsangan dari luar mauapun dari dalam. Penganlaman-
pengalaman bayi pranatal pada saat dilahirkan mempengaruhi kegiatan
bayi. Bayi-bayi yang snagat giat pada waktu janin cenderung lebih
aktif.
Kondisi tubuh bayi sangat mempengauhi aktivitas bayi neonatal
seperti lapar, sakit dan perasaan tidak enak. Kondisi lingkungan juga
mempengaruhi bayi seperti cahaya dan banyaknya suara.
c. Vokalisasi Bayi
vokali bayi neonatal dapat dibagi dalam dua kategori yaitu menagis yang
merupakan bentuk suara yang menonjol dan merupakan gerakan reflex murni
yang terjadi ketika udara masuk kedalam tali suaranya yang menyebabkan
tali suara begetar. Tujuannya untuk memompa paru-paru sehingga
20
memungkinkan pernafasan dan memberikan oksigen yang cukup untuk darah.
Kegiatan menyeluruh selalu menyertai tangis bayi. Semakin keras tangisan
bayi semakin luas aktivitasnya dan meruoakan petunjuk bahwa bayi butuh
perhatian , jadi hal itu merupan bentuk dosen. Selanjutnya adalah suara
eksplosif seperti nafas yang berat yang merupakan ucapan tanpa arti atau
tujuan dan terjadi secara kebetulan dan jika dilihat berdasarkan jangka
panjang , jenis suara ini lebih penting karena lambat laun suara ini akan
diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya berkembang
menjadi bicara.
d. Kepekaan Bayi
Kriteria terbaik yang dapat digunakan untuk menentukan ada atau
tidaknya kemampuan sensorik adalah reaksi motorik terhadap rangsangan
sensorik yang biasanya terjadi bila alat-alat sensorik dirangasang. Tidak
adanya reaksi bukan tidak adanya kepekaan. Itu hanya berarti bahwa
rangsangan yang digunakan terlalu lemah untuk dapat membangkitkan reaksi.
kemampuan sensorik bayi yaitu:
1) Penglihatan
Bayi neonatal tidak buta namun daya penglihatannya setengah dari
daya penglihatan orang dewasa karena batang matanya belum
berkembang dan penglihatan warna sangat minim karena bagian kerucut
mata belum berkembang.
2) Pendengaran
Pendengaran merupakan indera yang paling sedikit berkembang
setelah kelahiran, hal ini dikarenakan telinga terumbat cairan amniotic .
nada frekuensi rendah dapat dengan cepat di dengar bayi di bandingkan
frekuensi tinggi dan bayi lebih cepat mendengar suara manusia di
bandingkan suara yang lain. Pendengaran secara normal berkembang
dalam tiga atau empat hari pertama.
3) Penciuman
Sel-sel untuk penciuman telah berkembang pada waktu lahir, bayi
akna menghindar rangsangan yang kurang mnyenangkan dengan cara
menangis ataupun membolak-balikkan badannta, sedangan dengan
rangsangan yang menyenangkan bayi akan mengisap-ngisap dan tubuh
dalam keadaan tenang.
4) Pengecapan

21
Indera pengecap sangat dipengaruhi oleh indera penciuman .pada
umumnya bayi memberikan reaksi yang positif kepada rangsangan yang
manis dengan tubuh yang tenang dengan mengisap-isap dan memberikan
reaksi yang negative kepada rangsangan yang asin,asem,dan pahit
dengan menangis dan menggeliat-geliat.
5) Kepekaan Organic
Kepekaan terhadap rasa lapar sudah sepenuhnya berkembang,
pada saat lahir dan kontraksi-kontraksi lapar terjadi pada hari pertama.
6) Kepekaan Kulit
Alat indera untuk perabaan,tekanan dan suhu sudah berkembang
sejak lahir . kulit bibir sangat peka untuk di raba dari pada kulit
tubuh,paha dan lengan. Kepekaan terhadaprasa dingin lebih berkembang
dari pada rasa panas.
7) Kesadaran
Karena alat-alat indera yang penting belum berkembang
sepenuhnya yairu mata dan telinga, sehingga menyebabkan bayi belum
menyadari apa yang terjadi disekitarnya. Lambat laun, alat-alat indera
tesebuat akan berfungsi lebih baik, sehngga bayi aka lebih sadar dunia
sekitar mereka. Kesadaran bayi dipengaruhi obat-obatan yang digunakan
saat kelahiran dan efeknya obatan ini lebih bertahan lamapada bayi di
bandingkan orang dewasa. Pada bayi premature lebih lama untuk
,emyadari pada yang terjadi disekitarnya.
e. Emosi Bayi Neonatal
Reaksi emosional pada bayi hanya dapat di uraikan sebagai keadaan
menyenangkan dan tidak menyeangkan. Yang pertama di tandai tubuh tenang
dan yang kedua tubuh tegang. Cirri yang meninjil dari kedaan emosi adalah
tidak adanya tingkat reaksi yang menunjukan tingkat intensitas yang berbeda.
f. Permulaan Kepribadian
Anak-anak dilahirkan dengan perbedaan sifat dan karakterisitik yang
tercermin dalam tingkat altivitas dan kepekaan yang kemudian akan
berkembang menjadi kepribadian individual. Terdapat sejumlah factor yang
mempengaruhi kepribadian bayi misalnya lingkungan pranatal bayi yang
terganggu yang dapat menyebabkan perubahan pola perilaku bayi neonatal.
Gangguan ini sangat penting terutama kalau terjadi pada bagian kehidupan
intrauterine yang dapat menyebabkan keadaan hioeraktif dan bayi lebih cepat
marah. Bayi yang dipisahkan dari ibumya setelah kelahiran tidak dapat

22
mengadakan penyesuaian diri sebaik bayi yang tetepa tinggal bersama
ibunya. Sikap ibu terhadap bayinya yang tercermindalam perilaku ibu
mempengaruhi perkembangan kepribadian bayi.

6. Bahaya Pada Bayi Neonatal


Meskipun peride ini sangat singkat, namun merupakan salah satu periode
yang berbahaya dalam rentang kehiudpan. Bahaya dalam periode ini mungkin
berbentuk fisik,psikologis ataupun keduanya dan dapat mempengaruhi
penyesuaiandiri saat ini dan masa depan.
a. Bahaya fisik
Beberapa bahaya fisik bersifat sementara sementara lainnya dapat
mempengaruhi seluruh pola kehidupan individu.bahaya fisik yang paling
keras adalah kematian bayi adapun penyebabnya yaitu :
1) Lingkungan pranatal yang tidak baik
Lingkungan yang tidak baik ini akna menyebabkan bayi kesulitan
dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan pascanatal . dan factor lain
yang membuat bayi tegang dan grlisah adalah tekanan yang di alami ibu
dalam waktu yang lama.
2) Persalinan yang sulit dan ruwet
Persalinan yang sulit dan ruwet sering menyebabkan kerusakan
otak sementara atau seterusnya. Seperti halnya dengan kelahiran yang
menggunakan alat-alat akan yang kemungkinan terjadi adalah kerusakan
otak dan hal yang sama pada kelahiran pembedahan Caesar yang
menyebabkan anoxia, hilangnya oksigen untuk otak yang bersifat
sementara .jika anoxia ini terjadi lebih lama makan ekrusakan otak akan
terjadi lebih besar. Semakin ruwet persalinan maka semakin banyak
kerusakan pada otak, maka efeknya pada penyesuaian bayi pada masa
pascanatal yang sering tampak pada perilaku tidak
terkoordinasi,hioeraktif,kesuiitan belajar dan masalah emosional.
3) Kelahiran bayi kembar
Bayi kembar biasanya lebih lemah dibandingkan bayi tunggal, hal
ini disebabkan karenah penuh sesak saat masa pranatal yang
menghambat gerakan janin. Bayi ini cenderung lahir sebelum waktunya
dan menambah permasalahan dalam penyesuaian diri.
4) Postmatur
Kelahiran ini berbahaya semata-mata bukan karena ukuran bayi
yang besar melainkan munggunakan alat bantu saat kelahiran yang

23
menyebabkan kerusakan otak dan bayi mengalami masalah dalam
penyesuaian neonatal dan penyesuaian social sangat buruk yang
membutuhkan pendidikan khusu pada usia 7 tahun.
5) Prematur
Keadaan belum cukup umur menyebabkan lebih banyak kematian
dan kerusakan otak karena tengkorak kepala belum cukup berkembang
untuk melindungi otak dari tekanan-tekanan yang dialami selama
persalinan. Biasanya hal ini menyebabkan keterlambatan di bandingkan
seusianya yang lain. Efek jangka panjang yangdialami bayi premature
sebagai berikut :
a) Perkembangan fisik dan kesehatan
Bayi premature biasanya lebih kecil di bandingkan bayi
normal lainnya meskipun telah mengalami masa pubertas dan juga
Selma tahun pertama sampai anak-anak bayi premature seling
mengalaimi sakit yang lenih parah di bandinhkan bayi normal.
Mereka juga sering mengalami cacat fisik, terutama cacat mata
akibat anoxia.
b) Keterlambatan perkembangan
Sampai usia dua aatu yiga tahun mereka mengalami
keterlambatan perkembangan dibandingkan bayi normal lainnya
seperti duduk,berdiri dan berbicara
c) Perilaku sensorik
Bayi premature sangat pek terhadap suara,warna,dan objek
yang bergerak sehingga ketika bertambah besar dia akan lebih
merasa terganggu dibandingkan bayi normal.
d) Pengendalian motoric
Bayi premature sering janggal dan mempunyai sikap tubuh
yang buruk dan juga celebral palsy sebagai akibat dari kerusakan.
e) Perkembangan biacara
Perkembangan bicara bayi premature lebih
lambat,mengalami cacat dalam berbicara seperti gagap dan
cenderung memiliki kosakata yang sedikit dan melakukan banyak
kesalahan dalam menyusun struktur kalimat.
f) Inteligensi
Anak premature memiliki IQ lebih rendah di bandingkan
anak norml dan mengalami cacat mental akibat luka otak
g) Sosialisasi

24
Penyesuaian social anak premature lebih buruk di bandikan
anak normal hal ini berlkangung sampai remaja dan sebagian
disebbekan karena sikap orang tua yang sangat melindungi.
h) Perilaku emosional
Bebrapa anak premature cenderung apatis secara
emosional, mudah marah,mudah tersinggung,bersikap negatif.
i) Perilaku menyimpang
Bayi yang mengalami kerusakan otak ketika betambah
besar akan menunjukan perilaku menyimpang seperti
kecelakaan,gerak-gerik yang gelisah dan hiperkinetik dan perilaku
yang tidak teratur.namun jika kerusakan otak tidak parah merekan
akan menunjukan perilaku menyimpang seperti perilaku yang
kurang matang dan mementingkan diri sendiri. Hal ini terutama
karena terlampau dilindungin oleh orang tua yang selalu khawatir.
6) Perubahan suhu yang radikal dapat menyebankan pneumonia .
b. Bahaya psikologis
Bahaya psikologis cukup penting untuk jangka panjang dalam
penyesuaian diri bayi. Cacat psikologis yang diperoleh selama masa bayi
neonatal dapat menumbulkan masalah dalam penyesuaian diri individual
sepanjang hidup.
1) Kepercayaan tradisional mengenai kelahiran.
Adanya kepercayaan yang mengatakan bahwa bayi yang kembar
akan lebih lemah dibandingkan yang tunggal, bayi premature lebih lemah
mentalnya dari bayi normal, bayi yang dibuahian dalam musim dingin
mencapai saat krisis dalam perkembangan, bayi yang lahir dalam jangka
waktu satu tahun setelah saudaranya mengalami lingkungan pranatal
yang kurang baik dibandingkan waktu yang jarak kelahirannya lebih
panjang, bayi yang lahir pada bulan gembiran misalnya musim semi atau
musim panas akan menghasilkan tipe keribadian ekstrovet sedngkan lahir
di bulan-bulan yang suram misalnya musim gugur dan musim dingin
akan menghasilka kepribadian introvert, itu semua telah dipercayai
berabad-abad namun sampai sekarang belum ada bukti yang menyatakn
kebenaran itu semua.
2) Ketidakberdayaan
Ketidakberdayaan bayi neonatal bagi beberapa orang tua
menakutkan, ketika bayi dirumh sait ketidakberdayaan bayi ditanganin

25
oleh dokter maupun perawat, ketika bayi di bawa pulang orang tua
merasa tidak yakin dengan kemampuannya menghadapi
ketidakberdayaan si bayi. Hal ini cenderung terjadi pada anak pertama,
untuk anak-anak selanjutnya orang tua lebih tenang dalam menghadapi
ketidakberdayaansibayi karena telah meiliki pengalaman dari ank
pertamanya.
3) Individualitas bayi
Kebanyakan orang dewasa mendalami kepustakaan dalam
merawat anak menjelang kelahiran anak pertma atau mereka telah
menetapkan norma-norma sesuai anak-anak sebelumnya, sehingga
mereka gelisah jika anaknya berbeda perilakunya dengan anak
sebelumnya. Kegelisahan diungkapakan dengan perlakuan mereka
kepada bayi yang mempengaruhi kehidupan bayi pada masa pascanatal.
Dalam kondisi ini individualitas bayi menjadi bahaya psikologis yang
aka merusak penyesuian diri bayi yang tidak terjadi pada masa neonatal
maliankan smapai kanka-kanak, kecuali orang tua menerima
individualitas bayi sebagai sesuatu yang normal.
4) Keterlambatan perkembangan
Biasanya keterlambatan ini terjadi pada bayi remature dan
mengalami lika saat kelahiran, namun bayi normal juga mengalami
perlambatan apabila terkena penyakit dn kurang sesuai perpindahan dari
asi ke susu formula. Hal ini membuat ibu gelisah sehingga mereka
berfikit bayinya terlalu lembut untuk mendapatkan perilaku yang
demikian rupa, sehingga ibu tidak mau merangsang dengan mengajak
bicara,menggendong, mengayun dan melatih tangan dan kakinya secara
teratur. Tidak adanya rangsangan justru memperlambat perkembangan.
5) Terhentinya perkembangan
Terhentinya perkembangn pada anak itu normal namun banyak
orang tua yang beluim menyadarinya sehingga orang tua mengalami
kegelisahan yang membuat mereka harus berhati-hati dalam menjaga
anaknya agar tidak semakin banyak terhentinya perkembangan,
kurangnya kepercayaan kepda perawat anak dan kalau tidak mengalami
perkemabnagn juga si ibu akan mengalami krisi kepercayaan dan
kemudian akibatnya mengurasi salah satu unsure penting yaitu
rangsangan terhadap bayi.
26
6) Kurangnya rangsangan
Dahulu orang kebanyakan melahirkan di rumah sendiri sehingga
setelah melahirkan anak mereka dapat langsung
menggendongnya,menyanyikannya,dan mengajak berbicara. Namun,
sekarang banyak orang yang melahirkan dirumah sakit, tetapi setelah
proses kelahiran bayi langsung di bawa keruangan tersendiri sehingga si
ibu kurang memberikan rangsangan. Sesungguhnya rangsangan dini
membantu bayi untuk mengatasi keadaan kaget yang merupakan ciri dari
hari pertama setelah lahir dan mempersingkat periode terhentinya
perkembangan. Di samping itu, semakin banyak bukti yang menunjukan
bahwa bayi yang diajak bicara dan diberi objek-objek bergerak untuk
dilihat dapat mengatasi beberapa kelambatan perkembangan dalam
penglihatan dan pendengaran.
7) Kemurungan orang tua baru
Kemurungan banyak dialami oleh ibu hal itu disebabkan hal fisik
dan psikologis. Namun, bagi seorang ayah kemurungan itu lebih
cenderung ke psikologis drri pada fisiologis. Kemurungan orang tua
dapat dan sering kali merusak penyesuaian diri bayi pada kehidupan
pascanatal.
8) Sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti
Sikap-sikap ini timbul dikarenakan keterkejutan orang tua
terhadap beberapa factor diantaranya tanggung jawab baru orng tua, jenis
kelamin bayi dan penampilannya. Jadi, sikap bayi sangat memperngaruhi
perilaku ibu, kalau hal ini dimulai dengansikap yang kurang
menyenangkan makan sikap ini akan semakin meningkap sehingga
masalah-masalah dalam penyesuaian bayi memburuk.

27
BAB III

KESIMPULAN

1. Kehidupan manusia secara biologis dimulai pada saat konsepsi atau pembuahan,
yaitu bertemunya sel telur dan spermatozoa. Secara psikologis kehidupan manusia
dimlai saat janin dalam kandungan mulai bereaksi terhadap rangsang-rangsang
dari luar.
2. Masa kehamilan merupakan masa yang penting, karena dalam kehamilan terjadi
beberapa hal yang berefek pada perkembangan janin selanjutnya. Periode prenatal
yang berlangsung selama 10 bulan lunar. Monks, dkk. (1992) membagi periode
prenatal menjadi (1) fase germinal (waktu 2 minggu pertama). (2)
fase embrional (waktu 6-8 minggu berikutnya), (3) fase fetal (mulai minggu ke-8
sampai saat dilahirkan).
3. Implikasi dalam bidang pendidikan, supaya bayi yang dilahirkan sehat, maka ibu
harus merawatnya dengan baik dan membutuhkan perawatan secara fisik dan
psikis dan menjauhkan dari bahaya-bahaya selama kehamilan.

28
DAFTAR PUSTAKA

Dariyo, A. (2007). Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Jakarta: Refika
Aditama.

Desmita.2010.Psikologi Perkembangan.Bandung:Remaja Rosdakarya

Izzaty, Rita Eka, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY

Makmur, A.S. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sarwono, Sarlito W. 2009. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

29