Anda di halaman 1dari 29

Rumput Belulang (Eleusine indica L.

) merupakan salah satu gulma tanaman


budidaya yang mempunyai daya saing yang tinggi dan keluarga Poaceae atau
termasuk dalam keluarga rumput-rumputan. rumput belulang berkembang biak
dengan menggunakan biji.

2 umput belulang mempunyai banyak sebutan, seperti di Sumatra menyebutnya dengan


rumput kumaranting, di jawa menyebutnya jukut jampang, jukut carulang atau jukut
munding, sedangkan di Malaysia menyebutnya dengan rumput sambau, godong ular, rumput
sambari dan rumput kakuasa.

Rumput Belulang (Eleusine indica L.)


Rumput belulang mudah ditemui di dataran tinggi bahkan disebuah artikel menyebutkan
rumput belulang atau jukut jampang dapat hidup dalam ketinggian 2000mdpl. namun rumput
belulang juga mampu hidup ditarang sedang ataupun dataran rendah.

Rumput belulang mempunyai siklus hidup yang menahun dan mampu berbungan di umur 30
hari. pematang bunga tumbuhan rumput belulang 4-6 bulan. rumput belulang biasanya
tumbuh baik di dataran yang tidak terlalu basah.

Rumput Belulang (Eleusine indica L.) mempunyai klasifikasi sebagai berikut,


kingdom dari tumbuh-tumbuhan (planteae)
divisi termasuk tumbuhan yang menghasilkan biji atau spematophyta dan mempunyai bunga
kelas termasuk dalam tumbuhan berkeping satu atau monokotil dan
keluarga dari rumput-rumputan.

Rumput belulang atau jukut jampang mempunyai ciri-ciri pada tumbuhannya sebagai
berikut,
Akar : akar dari rumput belulang atau jukut jampang ini termasuk dalam tumbuhan yang
mempunya akar serabut.
Daun : ciri daun dari rumput belulang yaitu memanjang, mempunyai lebar 1 cm dan
mempunya pangjang rumput belulang sekitar 10-15cm. dan mempunyai tinggi tanaman
sekitar 60-80 cm.

Pengendalian rumput belulang yaitu dengan cara penggenangan secara terus menerus atau
pengendalian bisa menggunakan herbisida.
Keyword : fitokimia, herba rumput belulang, penyakit batu ginjal

Herba rumput belulang [Eleusine indica (L.) Gaertn] merupakan tanaman yang digunakan
sebagai obat tradisional yang memiliki efek mengobati penyakit batu ginjal. Penelitian
mengenai kandungan kimia rumput belulang masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui kandungan kimia herba jukut carulang. Simplisia herba rumput belulang
diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol difraksinasi
dengan ekstraksi cair-cair dan kromatografi cair vakum. Pemurnian dilakukan dengan
menggunakan kromatografi lapis tipis preparatif. Isolat dikarakterisasi dengan penampak
bercak spesifik, dan spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak. Simplisia rumput belulang
mengandung golongan senyawa flavonoid, dan steroid/triterpenoid. Isolat R diperoleh dari
ekstrak metanol yang memiliki dua puncak yakni pada 256 nm dan 372 nm pada
spektrofotometri UV. Isolat yang dihasilkan diduga merupakan senyawa flavonoid golongan
flavonol yang memiliki gugus OH pada atom C 3,5, 7, dan 3', 4' atau kuersetin

Rumput Belulang (Eleusin Indica)


Posted By: Budi Laksono Rises 10:50:00 PM Leave A Reply

Gambar Rumput Belulang (Eleusin indica) di Gunung Kelud

Sumber : Dokumentasi Andri Y.C


Klasifikasi

Deskripsi
Rumput belulang atau Eleusin indica merupakan salah satu jenis dari suku
Poaceae yang sering dianggan sebagai gulma. Gulma ini terdapat pada daerah
tropis dunia, khususnya di daerah Amerika Selatan dan Afrika. Herba tahunan ini
sangat umum ditemui di seluruh daratan Indonesia dari daerah pantai sampai
daerah pegunungan, 0-1.600 meter diatas permukaan laut. Habitatnya adalah
seluruh daratan yang kosong, baik di rawa, gunung, maupun di halaman rumah.
Penyebaranya sangat cepat dengan biji-bijinya yang kecil dan ringan sehingga
mudah tertiup oleh angin dan mudah tumbuh apabila jatuh di daerah yang
terdapat cukup air. Gulma ini sangat dikenal baik oleh petani di Indonesia karena
paling banyak ditemukan pada kebun atau ladang. Apabila masih muda, gulma
ini sangat mudah untuk dicabut namun apabila sudah dewasa dan membentuk
lingkaran gulma ini sangat sulit untuk dicabut sehingga harus dicabut berikut
tanahnya.

Morfologi
Sistem perakaran tumbuhan ini berupa akar serabut yang dalam, banyak, kuat,
dan membentuk lingkaran sehingga sukar untuk dicabut. Tumbuhan ini
membentuk koloni berupa lingkaran dari tunas-tunasnya, Eleusin
indica merupakan herba berbatang gepeng dengan warna hijau muda sampai
hijau tua. Pada pangkal batang tumbuh tunas-tunas yang cukup banyak
sehingga tumbuh merumpun berbentuk lingkaran. Tinggi batang semuanya 0,2-
0,8m. Pada pangkal daun terdapat rambut-rambut kasar berwarna putih, daun
berpelepah dan duduk langsung pada batang dengan bentuk daun pita dengan
ukuran 15 x 7 mm dan daun kecil berukuran 6 x 3 mm. Bunga berupa malai
keluar sepanjang tahun, tangkai karangan bunga panjang dan karanganya
berbentuk 3-4 tangkai. Buah kecil berbiji 1-2, dengan biji berwarna coklat
kehitaman, jenis ini memperbanyak diri melalui biji dan akar tinggalnya.

Manfaat
Eleusin indica, meskipun dianggap sebagai gulma namun tumbuhan ini
berpotensi sebagai tanaman obat tradisional. Seluruh tubuh tumbuhan ini
mengandung senyawa saponin, tanin, polifenol, lemak dan protein. Karena
kandungan senyawa inilah Eleusin indica dapat digunakan sebagai obat untuk
mengobati diare, masuk angin dan perut kembung.

Pengendalian Gulma Rumput Belulang/Eleusine indica


Gaetern Pada Tanaman Ubi Kayu
Sumber Gambar: Litbang Pertanian

Petani dalam budidaya ubi kayu banyak menghadapi masalah yang dapat menurunkan produksi
dan kualitas umbi. Masalah tersebut diantaranya adalah adanya gangguan hama, penyakit, dan
gulma
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuhnya tidak dikehendaki pada tanaman ubi kayu karena
merugikan dalam mendapatkan hara, sinar matahari ataupun ruang tumbuh. Dampak negative
dari gulma yang tidak dikendalikan adalah dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan
produksi umbi. Gangguan gulma pada tiga bulan pertumbuhan awal dapat menurunkan hasil ubi
kayu sebesar 75%
Besar kecilnya penurunan produksi ubi kayu akibat kehadiran gulma sangat tergantung pada
jenis, sifat dan populasi gulma yang tumbuh. Sedangkan jenis gulma yang tumbuh dan tingkat
kerapatannya tergantung pada jenis tanah dan iklim terutama curah hujan. Oleh karena itu
keberadaan gulma sangat beragam diantara daerah yang satu dengan yang lain.
Gulma yang sering dijumpai pada pertanaman ubi kayu adalah gulma semusim yang
mempunyai pertumbuhan sangat cepat dan dapat menghasilkan biji dalam waktu singkat.,
sehingga cukup menyulitkan pengendaliannya karena beberapa saat setelah pengolahan tanah
dan cukup air maka biji gulma akan cepat tumbuh. Ada beberapa jenis gulma utama yang sering
mengganggu pertanaman ubi kayu diantaranya adalah gulma rumput Belulang/Eleusine indica/
Bioekologi
Gulma rumput Belulang/Eleusine indica/ disebut juga dengan nama rumput Jukut- Jambang,
Jukut-carulang, Suket-lulangan, Suket-welulang. Gulma ini masuk dalam golongan rumput yang
mempunyai perakaran serabut yang kuat, sering kali tajuk merapat ketanah seperti piring. Tinggi
dapat mencapai 80 cm, dan berbentuk pita, duduk berseling. Kelopak daun halus, lebar, rata
atau melipat dengan lebar 3-8 mm. Bunga berbentuk seperti payung, warna hijau muda atau
keputihan terdiri atas 2-12 spikes yang tegak hingga agak mendatar.
Gulma dapat berkembang biak secara cepat dengan biji. Diperkirakan setiap musim setiap
tanaman dapat menghasilkan 50.000 135.000 biji. Di Indonesia, telah tersebar luas sehingga
merupakan gulma yang cukup merugikan. Jenis gulma ini dapat di dataran rendah sampai
ketinggian 1.600 m di atas permukaan laut, di tempat terbuka tetapi tidak terlalu kering atau di
tempat yang agak terlindung, tumbuh subur pada lahan yang beririgasi, tetapi dapat juga tumbuh
pada tanah yang padat sepanjang jalan
Pengendalian
Pengendalian secara mekanik, yaitu dilakukan dengan penyiangan sebelum gulma ini
membentu biji. Cara ini agak sulit karena perakarannya kuat dan pertumbuhannya cepat.
Pengendalian secara kimiawi, yaitu dengan penyemprotan herbisida pra tanam keturunan urea
(diuron, linoron) seminggu sebelum dilakukan penanaman tumbuhan.
Sumber: Litbang Pertanian
Penulis : Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan)

HOME

RUMAH & TAMAN

Cara Praktis Membasmi Dan Menghilangkan Rumput Liar Di Halaman Rumah

Cara Praktis Membasmi dan Menghilangkan Rumput Liar


di Halaman Rumah
ads

Cara Menghilangkan Rumput Liar Betapa sebalnya kita bila melihat


halaman rumah yang sudah ditata sedimikian rupa cantiknya ternyata ditumbuhi
rumput liar. Membersihkan rumput liar di halaman rumah layaknya pekerjaan
rutinitas yang tak pernah kunjung habis apalagi di musim penghujan karena
setelah rumput tsb dihilangkan ternyata rumput tsb akan kembali tumbuh dalam
waktu 1-2 bulan. Mungkin timbul pertanyaan dari teman-teman semua,
bagaimana cara mengatasi atau membasmi rumput liar yang mudah, aman,
murah, dan tanpa perlu menguras tenaga?Baca juga: Cara Praktis Memanfaatkan
Air Hujan

Bila sebelumnya Anda terbiasa menghilangkan rumput liar dengan cara


mencabuti satu persatu, Anda pasti tahu bahwa cara tsb sangat menguras
waktu, tenaga, dan kesabaran ekstra. Memang betul, di toko perkebunan atau
pertanian tersedia herbisida sebagai cara tercepat membasmi dan mematikan
rumput liar tetapi sebaiknya herbisida non-organik dan tidak alami dihindari saja
karena penggunaan dalam jumlah besar dapat merusak ekosistem di lingkungan
rumah Anda.
image credit: flickr.com

Nah pada kesempatan kali ini Cara Praktis akan membagikan cara mudah
membasmi dan menghilangkan rumput liar di halaman rumah Anda dengan
aman, menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh, dan tentunya
lebih hemat biaya. Penasaran? Yuk simak ulasannya berikut ini

Baca juga: 4 Cara Mudah Membuat Desain Rumah Hemat Energi Yang Murah

Cara Mudah Membasmi dan Menghilangkan Rumput


Liar di Pekarangan Rumah Anda
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membasmi dan mematikan rumput
liar di halaman rumah Anda.

1. Cara Menghilangkan Rumput Liat Dengan Cara


Menutupinya
Rumput seperti halnya tanaman lain memerlukan cahaya matahari dan oksigen untuk fotosistesis atau
membuat makanan untuk kehidupannya. Menutupi rumput liar dengan bahan-bahan yang tidak
tembus cahaya seperti koran atau tirai yang sudah tidak terpakai lagi dapat mematikan rumput liar tsb
sampai ke akarnya.

Cara menghilangkan rumput liar tsb dapat dilakukan dengan menutupi rumput liar tsb dengan 10
lembar koran yang telah dibasahi sebelumnya, lalu tutupi koran tsb dengan pupuk kompos atau jerami
kering. Bila kemudian pupuk kompos atau tumpukan jerami tsb ditumbuhi rumput juga, lakukan cara
yang sama yaitu gunakan 10 lembar koran lalu tutupi kembali dengan kompos atau jerami. Begitu
selanjutnya. Cara ini selain efektif membasmi dan menghilangkan rumput liar juga sangat baik untuk
menutrisi tanah. Tapi ingat jangan sampai menutupi tanaman yang Anda inginkan ya, karena tanaman
kesayangan Anda berisiko akan mati juga.
2. Cara Mematikan Rumput Liar Menggunakan
Garam
Garam adalah bahan yang selalu tersedia di setiap dapur, ternyata dapat digunakan pula untuk
membasmi dan menghilangkan rumput liar. Cukup taburkan garam di tempat yang ditumbuhi rumput
liar. Garam tsb akan menghisap kelembaban sehingga rumput akan mengering dan mati.

3. Cara Membasmi Rumput Liar Menggunakan Air


Mendidih
Bila Anda sering membuat rebusan sayur atau merebus apa saja seperti mie instan, jangan buang
begitu saja air sisa rebusannya, namun gunakan untuk menyiram rumput liar. Cara menghilangkan
rumput liar dengan air mendidih dapat membuat tanaman menciut dan mati.

sponsor

4. Cara Mengatasi Rumput Liar Menggunakan Cuka


Cuka mengandung asam asetat yang dapat membunuh tanaman termasuk rumput liar. Cuka sangat
efektif dalam membasmi dan menghilangkan rumput liar yang masih muda atau baru tumbuh. Namun
sebaiknya Anda hati-hati dalam menggunakan cuka ini, karena tanaman lain yang terkena semprotan
cuka juga akan mengalami kematian.

5. Cara Menghilangkan Rumput Liar Menggunakan


Sabun
Bahan lainnya yang mudah ditemui di dapur namun memiliki khasiat membasmi dan menghilangkan
rumput liar adalah sabun. Untuk hasil terbaik, Anda dapat menambahkan beberapa tetes cabun cuci
piring cair ke cuka lalu semprotkan ke rumput liar tsb. Keuntungan menggunakan sabun juga
memberikan tanda kilau pada daun sehingga memudahkan Anda mengindentifikasi rumput mana yang
telah disemprot.

Video dari youtube berikut ini mungkin dapat meng-inspirasi Anda bagaiman cara penggunaan sabun
cuci dan cuka untuk membasmi dan menghilangkan rumput liar.

Itulah 5 cara mudah membasmi dan menghilangkan rumput liar di pekarangan rumah Anda. Namun
ingat lindungi tanaman lain dari bahan-bahan tsb agar tidak mengalami nasib yang sama. Sebetulnya
ada cara lain yang tak menggunakan bahan sama sekali yaitu dengan membuat pemisah atau
menggunakan batas antara tiap kelompok tanaman misalnya menggunakan kayu atau batu-batuan
sehingga rumput tidak dapat hidup di ruangan sebagai jarak tiap tanaman. Hukum alam akan berlaku,
bila tanaman Anda tumbuh sehat dan kuat maka rumput liar pun tak bisa tumbuh.
Rumput Belulang ( Eleusine indica (L.) Gaertn. )

Eleusine indica (L.) Gaertn.


I. Sistematika Bahan

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Subdivisio : Angiospermae

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Graminales

Famili : Graminae

Genus : Eleusine

Spesies : Eleusineindica (L.) Gaertn.

Rumput belulang (nama daerah)

II. Morfologi Tumbuhan

a. Akar
Akar Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) memiliki system perakaran
serabut. Akar rumput membentuk tali halus. Akar serabut yang kecil-kecil memiliki
percabangan yang sangat banyak, selain itu juga memiliki bulu yang halus.

b. Batang
Batang Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) membentuk rumpun yang
kokoh dengan perakaran yang lebat. Tumbuh tegak atau ada kalanya merambat. Membentuk
cabang. Sering membentuk akar pada buku terbawah. Tingginya 12-85 cm.

c. Daun
Daun Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) memiliki helai daun panjang.
Bentuk garis. Bagian pangkal tidak menyempit. Ujungnya runcing atau tegak tumpul. Pada
pangkalnya selalu terdapat beberapa rambut panjang.
d. Bunga
Bunga Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) tegak atau condong ke
samping. Dengan dua sampai tujuh bulir yang tumbuh menjari (digitatus) pada ujung batang.
Bulir lainnya (nol sampai tujuh) tumbuh di bawah atau tersebar atau rapat satu sama lain.
Sumbu bulir lurus dan rata-rata 2,5-15 cm panjangnya. Muncul di ujung batang.

e. Buah
Buah Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) berbentuk elips meruncing.
Benang sarinya berwarna kekunung-kuningan. Mempunyai rambut-rambut papus putih
menyerupai perak. Buah sangat ringan. Memiliki putik.

f. Biji
Biji Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) berwarna putih. Biji berbentuk
bulat seperti telur. Biji tidak keras. Biji ringan. Biji tua berwarna kuning kecoklatan.

III. Jalan Tabel

1b, 2b, 3b, 4a, 5a ............................................. :Graminae (Famili)

1b, 2a, 3b, 5b, 6b, 9b, 10b, 12b, 13b, 15b, 16a :Eleusine (Genus)

........................................................................... :Eleusine indica (L.)


Gaertn. (Spesies)

IV. Daftar Pustaka

Nasution, U. 1989. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet


Sumatera Utara dan Aceh.Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan
Tanjung Morawa (PATM), Tanjung Morawa.

Steenis, C. G. G. J. V. 2003. Flora. PT Pradnya Pramitha, Jakarta.


Tjitrosoepomo, G. 1953. Ilmu Tumbuh-tumbuhan Berbiji. Susunan Luar. IV. V. Poesaka
Aseli, Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Schozophyta, Thallophyta, Bryophyta,


Pterydophyta). Gadjah Mada University Aress, Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, g. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cetakan 13. Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta

Eleusine indica (L.) Gaertn.


I. Sistematika Bahan

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Famili : Graminae
Genus : Eleusine
Spesies : Eleusine indica (L.) Gaertn.
Rumput belulang (nama daerah)

II. Morfologi Tumbuhan

a. Akar
Akar Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) memiliki system perakaran serabut.
Akar rumput membentuk tali halus. Akar serabut yang kecil-kecil memiliki percabangan yang
sangat banyak, selain itu juga memiliki bulu yang halus.

b. Batang
Batang Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) membentuk rumpun yang kokoh
dengan perakaran yang lebat. Tumbuh tegak atau ada kalanya merambat. Membentuk cabang.
Sering membentuk akar pada buku terbawah. Tingginya 12-85 cm.

c. Daun
Daun Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) memiliki helai daun panjang.
Bentuk garis. Bagian pangkal tidak menyempit. Ujungnya runcing atau tegak tumpul. Pada
pangkalnya selalu terdapat beberapa rambut panjang.

d. Bunga
Bunga Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) tegak atau condong ke samping.
Dengan dua sampai tujuh bulir yang tumbuh menjari (digitatus) pada ujung batang. Bulir lainnya
(nol sampai tujuh) tumbuh di bawah atau tersebar atau rapat satu sama lain. Sumbu bulir lurus
dan rata-rata 2,5-15 cm panjangnya. Muncul di ujung batang.
e. Buah
Buah Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) berbentuk elips meruncing. Benang
sarinya berwarna kekunung-kuningan. Mempunyai rambut-rambut papus putih menyerupai
perak. Buah sangat ringan. Memiliki putik.

f. Biji
Biji Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) berwarna putih. Biji berbentuk bulat
seperti telur. Biji tidak keras. Biji ringan. Biji tua berwarna kuning kecoklatan.

III. Jalan Tabel

1b, 2b, 3b, 4a, 5a .............................................. :Graminae (Famili)


1b, 2a, 3b, 5b, 6b, 9b, 10b, 12b, 13b, 15b, 16a :Eleusine (Genus)
:Eleusine indica (L.) Gaertn. (Spesies)

IV. Daftar Pustaka

Nasution, U. 1989. Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet Sumatera Utara dan Aceh.Pusat
Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Tanjung Morawa (PATM), Tanjung Morawa.

Steenis, C. G. G. J. V. 2003. Flora. PT Pradnya Pramitha, Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1953. Ilmu Tumbuh-tumbuhan Berbiji. Susunan Luar. IV. V. Poesaka Aseli, Jakarta.

Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Schozophyta, Thallophyta, Bryophyta,


Pterydophyta). Gadjah Mada University Aress, Yogyakarta.

Tjitrosoepomo, g. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cetakan 13. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

elusine indica.morfologi.adaptasi tumbuhan.kandungan nutrisi


rumput elusine indica Gulma definisi merupakan tumbuhan yang tumbuh bukan pada
tempatnya, tidak dikehendaki, dan bersifat merugikan (Sukman dan Yakup, 2002). Gulma
yang dibiarkan tumbuh pada tanaman budidaya akan bersaing dalam pemanfaatan unsur
hara, air, udara, cahaya, dan ruang tumbuh. Selain itu, beberapa gulma dapat menjadi inang
bagi hama dan penyakit. Menurut Bangun (1988), penurunan hasil akibat adanya kompetisi
tanaman budidaya dengan gulma berkisar antara 16- 82%. Oleh sebab itu, pengendalian
gulma merupakan suatu keharusan pada budidaya tanaman. KARAKTERISTIK Eleusine
indica adalah gulma semusim, berumur pendek, dan berkembang biak dengan biji (dapat
tumbuh hingga 200 m dpl) struktur a.Akar Akar Rumput Belulang (Eleusine indica (L.)
Gaertn.) memiliki system perakaran serabut. Akar rumput membentuk tali halus. Akar
serabut yang kecil-kecil memiliki percabangan yang sangat banyak, selain itu juga memiliki
bulu yang halus. b.Batang Batang Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.)
membentuk rumpun yang kokoh dengan perakaran yang lebat. Tumbuh tegak atau ada
kalanya merambat. Membentuk cabang. Sering membentuk akar pada buku terbawah.
Tingginya 12-85 cm. c.Daun Daun Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) memiliki
helai daun panjang. Bentuk garis. Bagian pangkal tidak menyempit. Ujungnya runcing atau
tegak tumpul. Pada pangkalnya selalu terdapat beberapa rambut panjang. d.Bunga Bunga
Rumput Belulang (Eleusine indica (L.) Gaertn.) tegak atau condong ke samping. Dengan
dua sampai tujuh bulir yang tumbuh menjari (digitatus) pada ujung batang. Bulir lainnya (nol
sampai tujuh) tumbuh di bawah atau tersebar atau rapat satu sama lain. Sumbu bulir lurus
dan rata-rata 2,5-15 cm panjangnya. Muncul di ujung batang BK 90,1% PK 12,19 LK,22,6 P
0,28

GULMA RUMPUT (GRASSES)


Rabu, 22 Januari 2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gulma menimbulkan kerugian-kerugian karena mengadakan persaingan dengan


tanaman pokok, mengotori kualitas produksi pertanian, menimbulkan allelopathy,
mengganggu kelancaran pekerjaan para petani, sebagai perantara atau sumber hama dan
penyakit, mengganggu kesehatan manusia, menaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian dan
menurunkan produktivitas air.

Adanya persaingan gulma dapat mengurangi kemampuan tanaman untuk berproduksi.


Persaingan atau kompetisi antara gulma dan tanaman yang kita usahakan di dalam
menyerap unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah, dan penerimaan cahaya matahari
untuk proses fotosintesis, menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas dan
kuantitas.

Setiap lahan berkapasitas tertentu didalam mendukung pertumbuhan berbagai


pertanaman atau tumbuhan yang tumbuh di permukaannya. Jumlah bahan organik yang
dapat dihasilkan oleh lahan itu tetap walaupun kompetisi tumbuhannya berbeda; oleh
karena itu jika gulma tidak diberantas, maka sebagian hasil bahan organik dari lahan itu
berupa gulma. Hal ini berarti walaupun pemupukan dapat menaikkan daya dukung lahan,
tetapi tidak dapat mengurangi komposisi hasil tumbuhan atau dengan kata lain gangguan
gulma tetap ada dan merugikan walaupun tanah dipupuk.

Semakin rapat gulmanya, persaingan yang terjadi antara gulma dan tanaman pokok
semakin hebat, pertumbuhan tanaman pokok semakin terhambat, dan hasilnya semakin
menurun. Hubungan antara kerapatan gulma dan pertumbuhan atau hasil tanaman pokok
merupakan suatu korelasi negatif. Suroto dkk. (1996)

Kompetisi Intraspesifik dan Interspesifik, gulma dan pertanaman yang diusahakan


manusia adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan yang serupa untuk
pertumbuhan normalnya. Kedua tumbuhan ini sama-sama membutuhkan cahaya, air, hara gas
CO2 dan gas lainnya, ruang, dan lain sebagainya. Apabila dua tumbuhan tumbuh berdekatan,
maka akan perakaran kedua tumbuhan itu akan terjalin rapat satu sama lain dan tajuk kedua
tumbuhan akan saling menaungi, dengan akibat tumbuhan yang memiliki sistem perakaran
yang lebih luas, lebih dalam dan lebih besar volumenya serta lebih tinggi dan rimbun
tajuknya akan lebih menguasai (mendominasi) tumbuhan lainnya. Dengan demikian
perbedaan sifat dan habitus tumbuhanlah yang merupakan penyebab terjadinya persaingan
antara individu-individu dalam spesies tumbuhan yang sama (intra spesific competition atau
kompetisi intra spesifik) dan persaingan antara individu-individu dalam spesies tumbuhan
yang berbeda (inter spesific competition atau kompetisi inter spesifik). Persaingan gulma
terhadap pertanaman disebabkan antara lain oleh karena gulma lebih tinggi dan lebih rimbun
tajuknya, serta lebih luas dan dalam sistem perakarannya, sehingga pertanaman kalah
bersaing dengan gulma tersebut.

Dari latar belakang tersebut maka kami telah menyusun makalah yang khusus
membahas tentang gulma dari golongan rumput (grasses) yang dominan dan dianggap
penting pada tanaman budidaya.

B. Tujuan

- Mengetahui jenis rumput yang menjadi gulma penting pada budidaya tanaman pangan

- Mengetahui seberapa besar kerugian yang diakibatkan oleh gulma dari golongan rumput
(grasses)

- Mengetahui morfologi dan siklus hidup dari masing-masing gulma rumput

II. GULMA RUMPUT (GRASSES)

Berdasarkan morfologinya, gulma dikelompokan ke dalam :

- Golongan Rumput (grasses)


- Teki (sedges)

- Golongan gulma daun lebar (broad leaves)

Khusus pada kesempatan ini pembahasan makalah focus pada gulma golongan rumput
(grasses).

- Gulma golongan rumput termasuk dalam familia Gramineae/Poaceae.

- Batang bulat atau agak pipih, kebanyakan berongga.

- Daun-daun soliter pada buku-buku, tersusun dalam dua deret, umumnya bertulang daun
sejajar, terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun. Daun biasanya
berbentuk garis (linier), tepi daun rata. Lidah-lidah daun sering kelihatan jelas pada batas
antara pelepah daun dan helaian daun.

- Dasar karangan bunga satuannya anak bulir (spikelet) yang dapat bertangkai atau tidak
(sessilis). Masing-masing anak bulir tersusun atas satu atau lebih bunga kecil (floret), di
mana tiap-tiap bunga kecil biasanya dikelilingi oleh sepasang daun pelindung (bractea) yang
tidak sama besarnya, yang besar disebut lemna dan yang kecil disebut palea.

- Buah disebut caryopsis atau grain.

- Contohnya Imperata cyliindrica, Echinochloa crusgalli, Cynodon dactylon, Panicum repens.

Berikut adalah penjelasan beberapa jenis rumput yang kerap dijumpai dan menjadi
gulma penggangu tanaman budidaya. berdasarkan bentuk masa pertumbuhan dibedakan
rumput semusim (annual) dan tahunan (perennial). Rumput semusim bisanya tumbuh
melimpah tetapi kurang menimbulkan masalah dibandingkan dengan rumput tahunan.

A. Beberapa species rumput semusim (Annual)

1. Echinochola cruss-galli

E. crus-galli memiliki nama lain Panicum crus-galli yang merupakan tanaman annual
kelas Monocotyledon, famili Poaceae/Graminae (IRRI, 1983). Galinato et al. (1999)
menyatakan bahwa rumput E. crus-galli tersebar pada daerah tropis dan sub tropis di
seluruh negara Asia Tenggara, Asia Selatan dan Australia. Rumput ini dapat ditemui di
Indonesia dan dikenal dengan nama gagajahan, jajagoan, padi burung, jawan, jawan
parikejawan, ramon jawan, suket ngawan. Gulma ini memiliki daya adaptasi yang luas pada
kondisi lingkungan yang bervariasi.

Sebagai tanaman C4, E. crus-galli menunjukkan tingkat fotosintesis bersih yang lebih
tinggi, efisiensi penggunaan air dan nitrogen yang lebih baik dari tanaman C3 (Ampong-
Nyarko dan De Datta, 1991). Hal ini menjadikan gulma ini lebih efisien dalam fotosintesis
daripada tanaman padi, karena tanaman padi termasuk jenis tanaman C3.
a. Klasifikasi Echinochloa crus-galli (L.)

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monocotyledoneae

Subkelas : Commelinidae

Ordo : Cyperales

Famili : Poaceae

Genus : Echinochloa Beauv.

Spesies : Echinochloa crus-galli (L.) Beauv

b. Morfologi Echinochloa crus-galli

Echinochloa crus-galli memiliki perawakan tegak dengan daun tegak atau rebah di bagian
dasarnya. Rumput ini memiliki batang kuat dan lurus serta berbentuk silindris dengan pith seperti
spons putih di bagian dalamnya. Tinggi gulma ini dapat mencapai 20-200 cm. Selain itu gulma ini
juga memiliki akar yang tebal dan berserat.

Gambar: Echinochloa crus-galli / jajagoan

Ukuran panjang dan lebar daun gulma E. crus-galli bisa mencapai hingga 40 cm dengan
lebar 5-15 mm. Setiap daun memiliki pelepah daun dengan panjang 9-13 cm. Daun gulma ini
memiliki bagian ujung yang meruncing, berambut halus pada bagian dasarnya, dan
permukaannya berwarna hijau (Galinato et al., 1999).

Perbungaan E. crus-galli terletak di ujung, mulamula tumbuh tegak kemudian merunduk.


Panjang malai berkisar antara 5-21 cm dan terdiri dari 5-40 tandan. Perbungaan memiliki stamen
berjumlah 3 dengan anther berwarna kuning. Perbungaan juga memiliki 2 putik dengan stigma
berbulu, berwarna ungu, dan menonjol keluar di bawah ujung spikelet. Panjang spikelet 3-4 mm
(Galinato et al., 1999).

Buah pada gulma ini disebut caryopsis dengan bentuk lonjong dengan panjang 1.5-2 mm
(Galinato et al., 1999). Bijinya berwarna coklat hingga kehitaman. Satu tanaman E crus-
galli dapat menghasilkan sekitar 40 000 biji.
b. Syarat Tumbuh Echinochloa crus-galli

E. crus-galli merupakan gulma tahunan yang beradaptasi pada daerah berair dan tumbuh
baik pada tingkat kelembaban tanah 80% dari kapsitas menahan air (Ampong-Nyarko dan De
Datta, 1991). Pertumbuhan E. crus-galli sangat baik pada tanah berpasir dan berlempung,
terutama tanah memiliki kandungan nitrogen yang tinggi. Pertumbuhannya tidak dibatasi oleh pH
tanah. Suhu optimum untuk perkecambahan gulma ini dari 32 C hingga 37C dan akan
terhambat bila dibawah 10 C dan diatas 40 C.

E. crus-galli membutuhkan waktu 42-64 hari untuk melengkapi siklus hidupnya. Benih akan
langsung tumbuh setelah ditanam, tetapi sebagian benih akan mengalami dormansi selama 4-48
bulan. Fotoperiodisme mempengaruhi jumlah benih yang dorman dan intensitas dormansi benih
tersebut. Fotoperiodisme juga mengontrol pembungaan. Pembungaan yang lebih cepat terjadi
pada hari pendek dengan jumlah malai dan anakan yang juga lebih besar.

2. Echinochloa colona (L.) (Rumput Bebek)

Rumput bebek (Echinochloa colona) adalal tumbuhan rumput yang tumbuh liar. Rumput
ini biasanya ditemukan di area sekitar pinggir jalan, rumah, atau di sekitar sekolah.

a. Klasifikasi Rumput Bebek :

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Sunkingdom : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)

Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Monocotyledonae (Berkeping satu)

Ordo : Poales

Famili : Poaceae

Genus : Echinochloa

Spesies : Echinochola colona

b. Morfologi Rumput Bebek :

Rumput bebek atau Echinochloa colona merupakan jenis rumput yang memiliki akar
serabut. Rumput ini memiliki daun yang berwarna hijau. Rumput bebek juga
berkembangbiak menggunakan bunganya.

Gambar: Echinochloa colona


c. Manfaat Rumput Bebek :

- Jika dirawat dengan benar, maka akan bermanfaat untuk keindahan

- Sebagai tempat hinggap serangga-serangga kecil

- Sebagai tumbuhan untuk menutupi tanah yang tandus

B. Gulma Rumput Tahunan (Perenial)

1. Imperata cylirindica (Alang-alang)

a. Deskripsi

Terna rumput, berumur panjang (perenial), tumbuh berumpun, tinggi 30 - 180 cm. Akar
rimpang, menjalar, berbuku-buku, keras dan liat, berwarna putih. Batang berbentuk silindris,
diameter 2 - 3 mm, beruas-ruas. Daun warna hijau, bentuk pita (ligulatus), panjang 12 - 80
cm, lebar 2 - 5 cm, helaian daun tipis tegar, ujung meruncing (acuminatus), tepi rata,
pertulangan sejajar (parallel), permukaan atas halus, permukaan bawah kasap (scaber).
Bunga majemuk, bentuk bulir (spica), bertangkai panjang, setiap bulir berekor puluhan helai
rambut putih sepanjang 8 - 14 mm, mudah diterbangkan angin. Buah bentuk biji jorong,
panjang +/- 1 mm, berwarna cokelat tua. Perbanyaan vegetatif (akar rimpang).

Gambar: deskripsi Imperata cylirindica

b. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Imperata

Spesies : Imperata cylindrica (L.) Beauv.


c. Ekologi

Imperata cylindrica sering ditemukan pada tempat-tempat yang memiliki curah hujan
lebih dari 1000 mm pertahun dengan kelembapan 75 90 %. Tercatat tumbuhan alang-
alang terdapat pada ketinggian 2700 m dari permukaan laut di Indonesia. Kondisi terbaik
untuk pertumbuhan alang-alang dengan suhu rata-rata 26 C. Diperkirakan, alang-alang
menutupi sekitar 5000 juta hektar daratan. Alang-alang dijumpai pada kisaran habitat yang
luas mencakup perbukitan pasir kering di lepas pantai dan gurun, juga rawa dan tepi sungai
di lembah. Tumbuhan alang-alang menyukai tempat yang memperoleh banyak cahaya dan
tidak dapat tumbuh bila mendapat naungan penuh. Meskipun tumbuh pada kisaran tipe
tanah dan tingkat kesuburan yang luas, alang-alang tumbuh dengan baik pada tempat
bertanah basah. pH tanah untuk menumbuhkan alang-alang berkisar antara 4,0 7,5.

Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat
bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur.
Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin,
gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak
disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembap atau kering. Di tanah-tanah yang
becek atau terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang pun tak mau
tumbuh. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka,
bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu
alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas.

Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang.


[1]
Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan
rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat
untuk berburu.

Alang-alang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia
Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia
utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya
yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat
merepotkan.

2. Saccharum spontaneum(Kaso)

a. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)


Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Saccharum

Spesies : Saccharum spontaneum L.

Gambar: deskripsi dari Saccharum spontaneum L.

b. Deskripsi

Rimpang menahun dengan tinggi rumpun mencapai 14 m atau lebih. Daun kaku atau
keras, panjang 20 cm atau lebih, menyirip, biasanya warna daun keunguan, dan halus;
ligula membulat atau memiliki bangun segitiga dengan panjang sekitar 2 mm, serta
diselaputi rambut-rambut pendek; bentuk daun lurus-meruncing, panjang 5090 cm dan
lebar 515 (40) mm, permukaan daun licin, tepi daun kasar. Perbungaan malai (tandan
majemuk) dengan panjang 2060 cm; setiap tandan berukuran 315 cm.

c. Distribusi/Penyebaran

Saccharum spontaneum berasal dari dan terdistribusi luas di wilayah-wilayah hangat


dari kawasan Dunia Lama, termasuk Asia Tenggara.

d. Habitat

Saccharum spontaneum mulai tumbuh dari daerah di atas permukaan laut hingga
ketinggian 1700 m dpl. Tumbuhan ini memerlukan lingkungan dengan curah hujan tinggi
yang biasanya dapat mencapai 1500 mm per tahun, dan tumbuhan ini juga dapat tumbuh
pada kisaran tipe tanah yang beragam, mulai dari tanah aluvial di tepi sungai hingga tanah
berpasir bekas daerah pertambangan.

e. Manfaat tumbuhan

Penduduk di pedesaan biasa memanfaatkan Gelagah sebagai pakan ternak dan di


beberapa tempat bahkan dimanfaatkan untuk pakan gajah. Tumbuhan ini juga dimanfaatkan
untuk mencegah erosi tanah-tanah berpasir. Daun yang telah menjadi jerami kering dapat
digunakan untuk membuat atap. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai tanaman
ornamental dan menghasilkan bubur kertas.

Daun muda dan umbut dapat digunakan sebagai bahan makanan lalab dan atau ditumis.

3. Panicum repens

Rumput tahunan dengan akar rimpang sepanjang 12-40 cm, menjalar di bawah
permukaan tanah, tebal rimpang hingga 20 mm, putih, berdaging. Daun berukuran 4-30 cm
x 3-9 mm berbentuk garis dengan kaki lebar dan ujung runcing. Bunga majemuk berupa
malai agak jarang sepanjang 8-22 cm. Senang tumbuh di tempat yang lembab dan tidak
menyukai kekeringan. Menghasilkan daun yang sedikit, kebanyakan tumbuh sebagai gulma
yang mengganggu tanaman pertanian. Nilai gizi yang dikandung memuaskan dan herbivora
gemar memakannya serta rimpang di beberapa tempat.

Habitat : Tersebar di Nusantara, di Jawa, tumbuh sampai ketinggian sekitar 2.000 m


dpl.

Penggunaan : Bahan obat-obatan.

Panicum repens adalah rumput abadi yang sering berkoloni padat dan telah lama,
rimpang merayap. Panicum repens sering berbentuk tikar mengambang padat yang
menghalangi aliran air dalam selokan dan membatasi penggunaan rekreasi wilayah pantai
danau dan kolam.

Gambar : Panicum repens L.

- Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)


Genus : Panicum

Spesies : Panicum repens L.

4. Paspalum conjugatum (Jukut pahit)

a. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Paspalum

Spesies : Paspalum conjugatum Berg.

b. Morfologi (Paspalum conjugatum)

- Akar

Akar serabut, dan memiliki rambut akar yang banyak. Dan akarnyasering keluar dari buku-
buku batang. Dan berbulu akar yang relatif banyak.

- Batang

Padat, agak pipih, tingginya 20-75 cm, tidak berbulu, warnanya hijau bercorak ungu,
tumbuh tegak berumpun, membentuk geragih yang bercabang-cabang. Pada tiap buku dari
geragih dapat membentuk akar dan batang baru. Geragih merupakan sarana perkembangbiakan
secara vegetatif.

- Daun

Helai daun berbentuk pita atau pita lanset ujungnya lancip, berbulusepanjang tepinya dan
permukaannya. Helai daun paling atas seringrudimenter. Upih daun berwarna hijau atau
bercorak ungu, berbentuk lunas perahu yang sangat pipih, tepinya berbulu halus.
- Bunga

Tandan (rasemosa) hampir selalu tumbuh berhadapan disatu titik (conjugate), jarang
sekali terdapat tandan ketiga dibawahnya.

Tandan mula-mula tumbuh tegak dan rapat belakang-membelakangi, tetapi


kemudianterpisah satu sama lain, 3-15 cm panjangnya

- Buah

Berbentuk sumbuh sempit (1-1,25 mm), tidak berbulu, sisi belakang berwarna hijau
mengkilap, dibagian ujung menyempit dan menyaring.

- Biji

Sangat kecil (1,75-2mm), berbentuk ellips lebar dengan ujung yangtumpul, sepanjang
sisinya terdapat bulu-bulu halus yang panjang, warnanyahijau sangat pucat, bertangkai
pendek 0,3-0,75 mm

Gambar: Paspalum conjugatum (Jukut pahit)

III. PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengklasifikasian gulma dapat digunakan untuk membantu manusia mengenal dan

mengetahui jenis gulma rumputan, daun lebar dan tekian, melakukan analisis vegetasi
gulma, dan dapat melakukan aplikasi herbisida secara tepat.

Gulma menimbulkan kerugian-kerugian karena mengadakan persaingan dengan

tanaman pokok

Semakin rapat gulmanya, persaingan yang terjadi antara gulma dan tanaman pokok

semakin hebat
Gulma dan pertanaman adalah sama-sama tumbuhan yang mempunyai kebutuhan

serupa untuk pertumbuhan normalnya.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber : http://id.shvoong.comConvolvulus arvensis, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava gulma


2013 .

Agrios, G.N. 1997. Plant Pathology. Forth Edition. Academic Press, New York.

Ilmu Gulma. (Sitepu dan Asman 1989; Radhakrishan et al. 1997; Asman et al. 1998; Supriadi et
al.2000; Nasrun 2005).

Anonim, 2009. Gulma Rumput. http://tustiana.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 08 april 2013.

Anonim, 2010. Gulma. http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 08 april 2013.

Anonim, 2010. Gulma. http://www.antoe.web.id. Diakses pada tanggal 08 april 2013.

Bambang,R. 2009. Babadotan-Ageratum Conyzoides.http://tutorjunior.blogspot.com/. Diakses pada


tanggal 08 april 2013.

Surahman, 2010. Gulma pada Tanaman Padi, Cabai, dan Terung.http://surahman-


kendari.blogspot.com. Diakses pada tanggal 08 april 2013.
Ekologi gulma mengkaji hubungan antara gulma dengan lingkungannya

Tumbuhan liar (wild spesies) Tumbuh alami pada tempat yang tidak mengalami
gangguan, cepat menguasai lahan Tidak tumbuh pada lahan yang diganggu Agar
dapat bertahan dilahan pertanian, perlu domestikasi

Gulma (weed)

Beradaptasi pada habitat yang terganggu dan bertahan tanpa bantuan manusia.
Tidak dapat berkompetisi dengan tumbuhan liar pada habitat alami. Akan
tergeser oleh tumbuhan liar bila habitat tidak mengalami gangguan lagi

Tanaman Tumbuh pada habitat yang terganggu dengan bantuan manusia secara
terus-menerus Kemampuan reproduksi dan dispersal secara alami sangat rendah
Tingkat ketergantungan pada manusia sangat besar untuk bertahan di habitat
buatan

STRATEGI EVOLUSI GULMA

Alokasi biomassa di atur secara genetis dan akumulasi biomassa pada suatu
areal ditentukan oleh stres dan disturbance. Stres : Faktor eksternal yang
membatasi produksi seperti kekeringan defisiensi hara, tanah masam dll
Disturbance : dekstruksi total atau sebagian dari biomassa tumbuhan

Tumbuhan yang mentolelir stres (Stres tolerant)

Mampu survive pada lingkungan tidak produktif Terpaksa mengurangi resources


untuk vegetatif/generatif
Kompetitor (competitors) Berevolusi mendapatkan karakter yang mampu
mengeksploitasi lingkungan produktif secara maksimal. Ditandai dengan
pertumbuhan vegetatif hebat, biasanya terjadi pada awal suksesi atau segera
setelah itu

Ruderal Ditemukan pada lingkungan yang sangat disturbed tetapi produktif


Berupa herba, siklus hidup pendek, produksi biji banyak, biasanya ditemukan
pada suksesi paling awal

Karakter gulma ada pada kompetitor dan ruderal dalam dua kombinasi strategis,
yaitu competitive ruderal dan stress tolerant competitor.

Competitive Ruderal Ditemukan pada lingkungan produktif, dominasi kompetitor


hilang karena pengaruh disturbance. Gulma semusim masuk dalam kategori ini.
Contoh: Babadotan (Ageratum conyzoides)Bayam berduri (Amaranthus
spinusus)Jajagoan (Echinochloa colunum) Rumput belulang (Eleusine indica)

Stress Tolerant Competitors tumbuh dengan perpanjangan batang yang cepat,


walaupun pada awalnya lambat; dan mengambil ketersediaan air yang baik pada
musim hujan. Contoh: Chromolaena odorata Melastama affine Lantana camara
Themeda arguens Dicranopteris linearis

Suksesi

Perubahan komposisi jenis tumbuhan dalam suatu komunitas seiring dengan


berjalannya waktu.

Model suksesi

Fasilitasi Jenis vegetasi yang datang belakangan membutuhkan jenis vegetasi


yang datang terdahulu untuk mempersipkan lokasi tumbuh

Toleransi Jenis vegetasi yang datang belakangan mampu hidup dan toleran
terhadap keadaan sumberdaya yang minimal, vegetasi tsb mampu menginvasi
areal meski jenis yang Terdahulu masih ada

Penghambatan Vegetasi yang datang paling awal dapat bertahan hidup


meskipun bersaing dengan vegetasi yang datang kemudian

FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN

Tiga faktor lingkungan yang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan,


reproduksi, dan distribusi gulma adalah

Faktor Klimatik

Terdiri dari cahaya, temperatur, air, angin, dan aspek-aspek musiman dari faktor-
faktor tersebut.

Contoh: Drymaria cordata umumnya terdapat pada daerah beriklim sejuk


(dataran tinggi). Cyperus rotundus tumbuh subur pada kondisi kekurangan air,
sedangkan Monochoria vaginalis dan Limnochoria flava menyukai lingkungan
yang lembab dan berair.
Faktor Edafik

Meliputi kelembaban tanah, pH tanah, unsur hara dll. Umumnya gulma


mempunyai kemampuan bersaing yang cukup tinggi pada semua macam tipe
tanah. Contoh: Fimbristylis miliacea dan Cyperus halpan banyak dijumpai pada
tanah-tanah yang berbeda fisik dan pH nya. Beberapa spesies gulma mampu
tumbuh dengan sempurna pada tanah yang mempunyai kondisi tertentu
misalnya Monochoria vaginalis, Limnocharis flava dan scirpus spp menyukai
tanah sawah yang lembab dan berair. Penurunan kelembaban menyebabkan
bertambah banyaknya Sphaeranthus africanus, Sphaeromorphaea russeliana
dan Coldenia procumbens.

Faktor Biotik

Tumbuh-tumbuhan dan hewan merupakan faktor biotik yang mempengaruhi


pertumbuhan gulma dan membatasi distribusinya. Contohnya Kaktus Opuntia
spp dapat dikendalikan oleh penggerek batang Cactoblastis cactorum. Kondisi
lingkungan dapat direkayasa untuk membatasi pertumbuhan gulma tertentu
Contohnya Imperata cylindrica dapat dikendalikan dengan menggenangi
air/penanaman LCC yang tajuknya rapat

Rumput belulang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Daftar isi
[sembunyikan]

1Gambaran

2Habitat

3Perkembangbiakan

4Penanganan sebagai gulma

5Referensi

Rumput belulang
Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Liliopsida

Ordo: Poales

Famili: Poaceae

Genus: Eleusine

Spesies: E. indica

Nama binomial

Eleusine indica (L.)


[1]
Gaertn

Rumput belulang adalah sejenis tumbuhan yang dapat dikendalikan secara manual maupun
menggunakan herbisida.[1] Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku Poaceae yaitu suku rumput-
rumputan.[1] Nama ilmiah dari rumput belulang adalah Eleusine indica (L.) Gaertn.[2] Rumput ini
memiliki sebutan lain disetiap daerah.[1] Carulang atau jampang adalah sebutan rumput belulang
di daerah Sunda dan suket lulangan untuk Jawa.[1]

Gambaran[sunting | sunting sumber]


Rumput belulang hidup terrestrial, berumbai, tegak, herba, dan terdapat akar pada nodus.
[3]
Batang tumbuhan ini datar dan tidak berbulu.[3] Akar rumput belulang termasuk ke dalam akar
serabut.[3] Daun tumbuhan ini berwarna hijau dengan panjang lebih dari 2 cm.[3] Bunga biseksual,
tersusun menjadi satu pada bagian terminal atau biasa disebut malai,berwarna hijau dengan
kelopak yang tidak terlihat.[3]

Habitat[sunting | sunting sumber]


Rumput belulang hidup dengan baik pada daerah yang hangat serta basah. [3] Rumput belulang
tumbuh baik pada daerah terbuka.[3]Tanaman ini banyak ditemukan di area persawahan, kebun,
pinggir jalan serta pada jalan setapak.[3]

Perkembangbiakan[sunting | sunting sumber]


Rumput belulang berkembangbiak secara alami menggunakan biji. [1][3]

Penanganan sebagai gulma[sunting | sunting sumber]


Tanaman ini diangggap sebagai gulma karena memang sulit untuk ditangani. [3] Rumput ini
dikenal sebagai gulma yang sulit diatasi, untuk menangani gulma ini dapat digunakan
menggunakan dua cara.[3] Kedua cara tersebut adalah menggunakan pembasmi kimia dan alami