Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG ANEMIA

Pokok Bahasan : Anemia


Sub Pokok Bahasan : Anemia pada ibu hamil
Tempat :
Sasaran : Ibu hamil
Waktu : 30 menit
Hari/Tanggal :
Pembicara : Tim Nusantara Sehat dan Staff PKM Muara Madras

A. Latar Belakang
Kehamilan merupakan kondisi alamiah yang unik karena meskipun bukan
penyakit, tetapi seringkali menyebabkan komplikasi akibat berbagai perubahan fisiologik
yang terjadi adalah perubahan haemodinamik. Selain itu, darah yang terdiri atas cairan
dan sel-sel darah berpotensi menyebabkan komplikasi perdarahan dan thrombosis jika
terjadi ketidakseimbangan faktor faktor prokoaguasi dan hemostasis.
Suatu penelitian memperlihatkan perubahan konsentrasi Hb sesuai dengan
bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester pertama, konsentrasi Hb tampak menurun,
kecuali pada perempuan yang telah memiliki kadar Hb rendah (< 11,5 g/dl). Konsentrasi
Hb paling rendah didapatkan pada trimester kedua, yaitu pada usia kehamilan 30
minggu. Pada trimester ketiga terjadi sedikit peningkatan Hb, kecuali pada perempuan
yang sudah mempunyai kadar Hb yang tinggi (> 14,5 g/dl) pada pemeriksaan pertama.
Sebagian besar perempuan mengalami anemia selama kehamilan, baik di Negara maju
maupun di Negara berkembang. Anemia pada kehamilan merupakan masalah besar yang
berdampak buruk terhadap kehamilan/persalinan baik bagi ibu dan bayinya serta
memerlukan penanganan yang hati-hati, termasuk pemeriksaan untuk mencari penyebab.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan tentang anemia pada ibu hamil selama 30 menit
diharapkan ibu hamil mampu memahami tentang anemia.

2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta dapat:
a. Menyebutkan pengertian anemia dan anemia pada ibu hamil
b. Menyebutkan ciri-ciri ibu hamil dengan anemia
c. Meneyebutkan macam-macam anemia pada ibu hamil dan penyebabnya
d. Mengetahui akibat anemia pada ibu hamil
e. Mengetahui penatalaksanaan dan pencegahan anemia pada ibu hamil
f. Menjelaskan cara minum tablet zat besi yang benar
C. Materi
a. Pengertian
Anemia adalah jumlah sel darah merah menurun, kadar Hb menurun di bawah
normal (normal wanita 12 gr %, pria 14 gr%). Pada wanita hamil dikatakan anemia
apabila kadar Hb nya di bawah 11 gr % dan anemia berat jika Hb dibawah 8 gr
%. Cara mengetahui secara pasti kadar Hb dengan dilakukan tes darah.

b. Ciri-ciri ibu hamil dengan anemia


Biasanya ibu hamil dengan anemia mengeluhkan sebagian atau keseluruhan ciri-ciri
dibawah ini, dan untuk memastikannya harus dengan tes kadar Hb dalam
darah. Ciri-ciri tersebut antara lain :
1. Konsentrasi hilang
2. Lemah, letih, lesu, dan lunglai
3. Mual dan muntah
4. Nafas terengah-engah dan nyeri dada
5. Nafsu makan turun
6. Pucat pada bibir, konjungtiva, lidah, gusi, kulit
7. Pusing/ Sakit kepala
8. Pandangan mata berkunang- kunang

c. Macam-macam anemia pada ibu hamil


1. Anemia defisiensi besi/ karena kekurangan zat besi
Penyebab tersering anemia selama kehamilan dan masa nifas adalah
defisiensi besi dan kehilangan darah akut. Tidak jarang keduanya saling
berkaitan erat, karena pengeluaran darah yang berlebihan disertai hilangnya besi
hemoglobin dan terkurasnya simpanan besi pada suatu kehamilan dapat menjadi
penyebab penting anemia defisiensi besi pada kehamilan berikutnya.
Status gizi yang kurang sering berkaitan dengan anemia defisiensi besi (Scholl,
1998). Pada gestasi biasa dengan satu janin, kebutuhan ibu akan besi yang
dipicu oleh kehamilannya rata-rata mendekati 800 mg; sekitar 500 mg, bila
tersedia, untuk ekspansi massa hemoglobin ibu sekitar 200 mg atau lebih keluar
melalui usus, urin dan kulit. Jumlah total ini 1000 mg jelas melebihi cadangan
besi pada sebagian besar wanita. Kecuali apabila perbedaan antara jumlah
cadangan besi ibu dan kebutuhan besi selama kehamilan normal yang
disebutkan diatas dikompensasi oleh penyerapan besi dari saluran cerna, akan
terjadi anemia defisiensi besi.
Dengan meningkatnya volume darah yang relatif pesat selama trimester
kedua, maka kekurangan besi sering bermanifestasi sebagai penurunan tajam
konsentrasi hemoglobin. Walaupun pada trimester ketiga laju peningkatan
volume darah tidak terlalu besar, kebutuhan akan besi tetap meningkat karena
peningkatan massa hemoglobin ibu berlanjut dan banyak besi yang sekarang
disalurkan kepada janin. Karena jumlah besi tidak jauh berbeda dari jumlah
yang secara normal dialihkan, neonatus dari ibu dengan anemia berat tidak
menderita anemia defisiensi besi ( Arisman, 2007 ).
2. Anemia karena perdarahan
Sering terjadi pada masa nifas. Solusio plasenta dan plasenta previa dapat
menjadi sumber perdarahan serius dan anemia sebelum atau setelah pelahiran.
Pada awal kehamilan, anemia akibat perdarahan sering terjadi pada kasus-kasus
abortus, kehamilan ektopik, dan mola hidatidosa. Perdarahan masih
membutuhkan terapi segera untuk memulihkan dan mempertahankan perfusi di
organ-organ vital walaupun jumlah darah yang diganti umumnya tidak
mengatasi difisit hemoglobin akibat perdarahan secara tuntas, secara umum
apabila hipovolemia yang berbahaya telah teratasi dan hemostasis tercapai,
anemia yang tersisa seyogyanya diterapi dengan besi. Untuk wanita dengan
anemia sedang yang hemoglobinnya lebih dari 7 g/dl, kondisinya stabil, tidak
lagi menghadapi kemungkinan perdarahan serius, dapat berobat jalan tanpa
memperlihatkan keluhan, dan tidak demam, terapi besi selama setidaknya 3
bulan merupakan terapi terbaik dibandingkan dengan transfusi darah ( Sarwono,
2005 ).
3. Anemia karena radang/ keganasan
Gejala-gejala tubuh lemah, penurunan berat badan, dan pucat sudah sejak
jaman dulu dikenal sebagai ciri penyakit kronik. Berbagai penyakit terutama
infeksi kronik dan neoplasma menyebabkan anemia derajat sedang dan kadang-
kadang berat, biasanya dengan eritrosit yan sedikit hipokromik dan mikrositik.
Dahulu, infeksi khususnya tuberculosis, endokarditis, atau esteomielitis sering
menjadi penyebab, tetapi terapi antimikroba telah secara bermakna menurunkan
insiden penyakit-penyakit tersebut. Saat ini, gagal ginjal kronik, kanker dan
kemoterapi, infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV), dan peradangan
kronik merupakan penyebab tersering anemia bentuk ini.
Selama kehamilan, sejumlah penyakit kronik dapat menyebabkan anemia.
Beberapa diantaranya adalah penyakit ginjal kronik, supurasi, penyakit
peradangan usus (inflammatory bowel disease), lupus eritematosus sistemetik,
infeksi granulomatosa, keganasan, dan arthritis remotoid. Anemia biasanya
semakin berat seiring dengan meningkatnya volume plasma melebihi ekspansi
massa sel darah merah. Wanita dengan pielonfritis akut berat sering mengalami
anemia nyata. Hal ini tampaknya terjadi akibat meningkatnya destruksi eritosit
dengan produksi eritropoietin normal (Cavenee dkk,2001).
4. Anemia aplastik karena kerusakan sumsum tulang
Walaupun jarang dijumpai pada kehamilan, anemia aplastik adalah suatu
penyulit yang parah. Diagnosis ditegakkan apabila dijumpai anemia, biasanya
disertai trombositopenia, leucopenia, dan sumsum tulang yang sangat
hiposeluler (Marsh dll, 1999). Pada sekitar sepertiga kasus, anemua dipicu oleh
obat atau zat kimia lain, infeksi, radiasim, leukemia, dan gangguan imunologis.
Kelainan fungsional mendasar tampaknya adalah penurunan mencolok
sel induk yang terikat di sumsum tulang. Banyak bukti yang menyatakan bahwa
penyakit ini diperantarai oleh proses imunologis (Young dan Maciejewski,
1999). Pada penyakit yang parah, yang didefinisikan sebagai hiposelularitas
sumsum tulang yang kurang dari 25 persen, angka kelangsungan hidup 1 tahun
hanya 20 persen (Suhemi, 2007).
5. Anemia hemolitik karena usia sel darah merah yang pendek
Anemia hemolitik disebabkan penghancuran/pemecahan sel darah merah yang
lebih cepat dari pembuatannya. Ini dapat disebabkan oleh :
Faktor intra kopuskuler dijumpai pada anemia hemolitik heriditer,
talasemia, anemia sel sickle (sabit), hemoglobin, C, D, G, H, I dan
paraksismal nokturnal hemoglobinuria.
Faktor ekstrakorpuskuler, disebabkan malaria, sepsis, keracun zat logam,
dan dapat beserta obat-obatan, leukemia, penyakit hodgkin dan lain-lain.
Gejala utama adalah anemia dengan kelaina-kelainan gambaran darah,
kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-
organ vital
Pengobatan bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. Bila
disebabkan oleh infeksi maka infeksinya di berantas dan diberikan obat-obat
penambah darah. Namun, pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak
memberikan hasil. Maka transfusi darah yang berulang dapat membantu
penderita ini.
6. Anemia megaloblastik karena gangguan pencernaan
Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12
selama kehamilan sangat jarang terjadi, ditandai oleh kegagalan tubuh menyerap
vitamin B12 karena tidak adanya faktor intrinsik. Ini adalah suatu penyakit
autoimun yang sangat jarang pada wanita dengan kelainan ini. Defisiensi
vitamin B12 pada wanita hamil lebih mungkin dijumapai pada mereka yang
menjalani reseksi lambung parsial atau total. Kausa lain adalah penyakit Crohn,
reseksi ileum, dan pertumbuhan bakteri berlebihan di usus halus.
Kadar vitamin B12 serum diukur dengan radio immunoassay. Selama
kehamilan, kadar nonhamil karena berkurangnya konsentrasi protein
pengangkut B12 transkobalamin. Wanita yang telah menjalani gastrektomi total
harus diberi 1000 mg sianokobalamin (vitamin B12) intramuscular setiap bulan.
Mereka yang menjalani gastrektomi parsial biasanya tidak memerlukan terapi
ini, tetapi selama kehamilan kadar vitamin B12 perlu dipantau. Tidak ada alasan
untuk menunda pemberian asam folat selama kehamilan hanya karena
kekhawatiran bahwa akan terjadi gangguan integritas saraf pada wanita yang
mungkin hamil dan secara bersamaan mengidap anemia pernisiosa Addisonian
yang tidak terdeteksi (sehingga tidak diobati).
7. Anemia karena penyakit keturunan misalnya anemia sel sabit
Penyakit sel sabit (sickle cell disease) adalah suatu penyakit keturunan
yang ditandai dengan sel darah merah yang berbentuk sabit dan anemia
hemolitik kronik. Pada penyakit sel sabit, sel darah merah memiliki hemoglobin
(protein pengangkut oksigen) yang bentuknya abnormal, sehingga mengurangi
jumlah oksigen di dalam sel dan menyebabkan bentuk sel menjadi seperti sabit.
Sel yang berbentuk sabit menyumbat dan merusak pembuluh darah terkecil
dalam limpa, ginjal, otak, tulang dan organ lainnya; dan menyebabkan
berkurangnya pasokan oksigen ke organ tersebut. Sel sabit ini rapuh dan akan
pecah pada saat melewati pembuluh darah, menyebabkan anemia berat,
penyumbatan aliran darah, kerusakan organ dan mungkin kematian.
Anemia sel sabit adalah kondisi serius di mana sel-sel darah merah
menjadi berbentuk bulan sabit, seperti huruf C. Sel darah merah normal
berbentuk donat tanpa lubang (lingkaran, pipih di bagian tengahnya), sehingga
memungkinkan mereka melewati pembuluh darah dengan mudah dan memasok
oksigen bagi seluruh bagian tubuh. Sulit bagi sel darah merah berbentuk bulan
sabit untuk melewati pembuluh darah terutama di bagian pembuluh darah yang
menyempit, karena sel darah merah ini akan tersangkut dan akan menimbulkan
rasa sakit, infeksi serius, dan kerusakan organ tubuh.

d. Akibat anemia pada ibu hamil


1. Abortus
2. Persalinan preterm/sebelum waktunya
3. Proses persalinan lama
4. Perdarahan setelah persalinan
5. Syok
6. Infeksi pada saat dan sesudah persalinan
7. Payah jantung
8. Bayi lahir prematur
9. Bayi cacat bawaan
10. Kekurangan cadangan besi
11. Kematian janin
12. Kematian ibu

e. Penatalaksanaan dan pencegahan anemia pada ibu hamil


Penatalaksanaan dan pencegahan yang umum dilakukan adalah dengan
pemberian suplemen zat besi sedikitnya 1 tablet selama 90 hari berturut-turut
selama masa kehamilan. Pemeriksaan kadar Hb semua ibu hamil dilakukan pada
kunjungan ANC pertama dan pada minggu ke-28. Apabila ditemukan ibu hamil
dengan anemia berikan tablet Fe 2-3 kali 1 tablet perhari dan disarankan untuk
tetap minum tablet zat besi sampai 4-6 bulan setelah persalinan. Pada ibu hamil
trimester 3 dengan anemia perlu diberi zat besi dan asam folat secara IM dan
disarankan untuk bersalin di rumah sakit.
Pencegahan juga bisa dilakukan secara mandiri dengan mengkonsumsi makanan
yang mengandung gizi seimbang (4 sehat 5 sempurna) dan memperbanyak
konsumsi makanan-makanan yang kaya akan zat besi seperti hati ayam
(disarankan hati ayam kampung) ataupun sapi, sayur bayam dan juga buah-
buahan (disarankan hati hewan, sayur dan buah organik). Dengan
mengkonsumsi semua makanan tersebut, zat besi yang sangat diperlukan oleh
sel-sel darah merah dapat terpenuhi secara maksimal dan dapat terhindar
dari.Periksakan sedini mungkin apabila terdapat tanda-tanda anemia, agar
langkah-langkah antisipasi bisa segera dilakukan.
f. Cara meminum tablet zat besi
1. Sehari minum 1 tablet Fe pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa
mual.
2. Minum tablet Fe bersamaan dengan vitamin C dan vitamin B12, misalnya
dengan jus jeruk atau air lemon untuk membantu proses penyerapan.
3. Jangan minum tablet Fe bersamaan dengan kopi, teh, alkohol dan susu karena
dapat menghambat proses penyerapan.

D. Pertanyaan
1. Apa pengertian anemia dan anemia pada ibu hamil?
2. Sebutkan ciri-ciri ibu hamil dengan anemia!
3. Apa akibat dari anemia pada ibu hamil?
4. Bagaimana cara minum tablet zat besi yang benar?

E. Jawaban
1. Anemia adalah jumlah sel darah merah menurun, kadar Hb menurun di bawah
normal (normal wanita 12 gr %, pria 14 gr%). Pada wanita hamil dikatakan anemia
apabila kadar Hb nya di bawah 11 gr % dan anemia berat jika Hb dibawah 8 gr
%. Cara mengetahui secara pasti kadar Hb dengan dilakukan tes darah.

2. Ciri-ciri ibu hamil dengan anemia yaitu:


Konsentrasi hilang
Lemah, letih, lesu, dan lunglai
Mual dan muntah
Nafas terengah-engah dan nyeri dada
Nafsu makan turun
Pucat pada bibir, konjungtiva, lidah, gusi, kulit
Pusing/ Sakit kepala
Pandangan mata berkunang- kunang

3. Akibat anemia pada ibu hamil


Abortus
Persalinan preterm/sebelum waktunya
Proses persalinan lama
Perdarahan setelah persalinan
Syok
Infeksi pada saat dan sesudah persalinan
Payah jantung
Bayi lahir prematur
Bayi cacat bawaan
Kekurangan cadangan besi
Kematian janin
Kematian ibu

4. Cara meminum tablet zat besi


Sehari minum 1 tablet Fe pada malam hari sebelum tidur untuk mengurangi rasa
mual.
Minum tablet Fe bersamaan dengan vitamin C dan vitamin B12, misalnya
dengan jus jeruk atau air lemon untuk membantu proses penyerapan.
Jangan minum tablet Fe bersamaan dengan kopi, teh, alkohol dan susu karena
dapat menghambat proses penyerapan.

F. Metode
Ceramah, diskusi dan tanya jawab
G. Media
Slide dan Video
H. Kegiatan
Waktu Kegiatan
No Tahap
Penyuluh Peserta
1. Pembukaan 5M a. Salam pembukaan a. Menjawab salam
b. Perkenalan b. Memperhatikan
c. Apersepsi c. Berpartisipasi aktif
d. Mengkomunikasikan tujuan d. Memperhatikan
2. Inti 20M a. Menjelaskan materi a. Mendengarkan dan
1. Menyebutkan pengertian memperhatikan
anemia dan anemia pada ibu b. Menyimak
hamil c. Memperhatikan
jawaban dari
2. Menyebutkan ciri-ciri ibu
penyuluhan
hamil dengan anemia
3. Meneyebutkan macam-
macam anemia pada ibu
hamil dan penyebabnya
4. Mengetahui akibat anemia
pada ibu hamil
5. Mengetahui penatalaksanaan
dan pencegahan anemia pada
ibu hamil
6. Menjelaskan cara minum
tablet zat besi yang benar
b. Memberikan kesempatan untuk
bertanya
3. Penutup 5M a. Menyimpulkan a. Mendengarkan
b. Evaluasi b. Memperhatikan
c. Penutup c. Menjawab salam

I. Evaluasi
Metode Evaluasi : Diskusi dan Tanya jawab
Jenis Pertanyaan : Lisan
Jumlah Pertanyaan : 4 soal