Anda di halaman 1dari 12

BATUAN SEDIMEN II

A. Pengertian Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses-proses


suatu pengendapan (sedimentasi) dan diagenesa (pembentukan batuan atau
pemampatan endapan lepas). Menurut Pettijohn, 1975 Batuan sedimen adalah
batuan yang terbentuk dari akumulasi material hasil perombakan batuan yang
sudah ada sebelumnya atau hasil aktivitas kimia maupun organisme, yang di
endapkan lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami
proses pembentukan yang membentuk pembatuan.

B. Genesa Batuan Sedimen


Menurut genesanya pembentukan batuan sedimen melalui beberapa
proses seperti dibawah berikut ini:
Pelapukan batuan endapan, atau batuan malihan.
Transportasi, yaitu pemindahan hasil pelapukan ke tempat lain baik
dilakukan oleh air atau angin.
Pengendapan dalam suatu cekungan yang menghasilkan akumulasi
bahan lepas (unconsolidated materials) misalnya lempung, pasir, dan
kerikil atau material lain.
Diagenesa yaitu proses pengompakan material baik karena penyemenan
maupun tekanan.
Selanjutnya batuan sedimen terbagi karena 3 proses utama yaitu :
1. Batuan sedimen mekanis
2. Batuan sedimen kimia
3. Batuan sedimen organik

C. Jenis Batuan Sedimen


1. Batuan Sedimen Mekanis
Batuan sedimen mekanis adalah batuan yang terbentuk akibat proses
pengendapan dan diagenesa hasil pelapukan yang biasanya berupa keratan
(fragment) batuan atau mineral. Contoh dari proses ini adalah lempung,
batupasir dan konglomerat.
Sumber : Anonim, 2011
Foto 1
Batu Konglomerat
2. Batuan Sedimen Kimia
Batuan sedimen kimia adalah batuan yang terbentuk akibat dari proses
penguapan, konsentrasi dan pengendapan larutan yang mengandung zat-zat
kimia tertentu dari hasil pelapukan. Contoh dari proses ini adalah batukapur dan
gipsum.

Sumber :Dena Khairun, 2010


Foto 2
Batu Kapur
3. Batuan Sedimen Organik
Batuan sedimen organik adalah batuan yang terbentuk karena proses
pada saat keterbentukannya biokimia dan biomekanik seperti karang (hasil
pembuatan rumah) oleh binatang laut dan terjadinya penumpukan cangkang dan
penumpukan tumbuh-tumbuhan. Contoh dari proses ini adalah batu gamping dan
batubara.
Sumber : Anonim, 2010
Foto 3
Batu Bara

D. Klasifikasi Sedimen
1. Batuan Sedimen Klastik
Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk atau berasal dari
proses alamiah. Klasifikasi sedimen klastik dibedakan berdasarkan atas ukuran
butirnya, yaitu sebagai berikut :
1. Ludit (psepit), berbutir kasar mulai dari gravel atau krikil halus hingga
bongkah (boulder) dengan ukuran diameternya 2-256mm
2. Arenit (samit), berbutir sedang, dengan ukuran diameternya 0,06-2mm,
mulai dari pasir halus sampai dengan pasir kasar.
3. Lutit (pelit) termasuk berbutir halus, ukuran diameternya 0,04 - 0,06mm,
mulai dari lempung sampai dengan debu kasar.
Contoh sediment klastik adalah lempung, batupasir, breksi, konglomerat,
serpih dan kaolin.

Sumber: Ranu Eldi, 2011


Foto 4
Batuan Sedimen Klastik

2. Batuan Sedimen Nonklastik


Batuan sedimen yang terbentuk akibat proses-proses penghabluran dari
larutan yang jenuh dengan kandungan kimia tertentu akibat hasil dari penguapan
dan biasanya batuan nonklastik ini bereaksi dengan HCl.

Sumber: Idham Zidni, 2014


Foto 5
Batuan Sedimen Nonklastik
E. Tekstur Batuan Sedimen
Tekstur batuan sedimen merupakan wujud yang menyangkut butir dari
batuan sedimen.
1. Ukuran Butir atau Besar Butir
Besar butir atau ukuran butir ialah suatu ukuran atau diameter pada
batuan sedimen.
2. Kebundaran
Kebundaran merupakan bentuk butir berdasarkan kebundaran dan
keruncingannya. Jenis kebundaran dibagi menjadi 6 yaitu:
Sangat meruncing/sangat menyudut (very angular)
Meruncing/menyudut (angular)
Menyudut tanggung (subangular)
Membundar (rounded)
Membundar sangat (weel-rounded)

Sumber: Anonim, 2014


Gambar 1
Kebundaran
3. Tekstur Permukaan
Kasar, bentuk pada permukaan butir batuannya yang runcing atau tajam
Sedang, bentuk pada permukaan butir batuannya yang agak runcing dan
agak halus
Halus, bentuk pada permukaan buitr batuannya yang halus dan rata
4. Kemas
Kemas Tertutup, butiran fragmen dalam batuan sedimen saling bersentuhan
atau berhimpitan/kompak.
Kemas Terbuka, butiran fragmen dalam batuan yang tidak saling bersentuhan

Sumber: Ibas Hardi, 2013


Gambar 2
Kemas

5. Pemilahan (Sorting)
Pemilahan merupakan bentuk keseragaman bentuk butir yang menyusun
batuan sedimen.
Pemilahan baik, ukuran butir pada batuan sedimen yang seragam
Pemilahan sedang, ukuran butir pada batuan sedimen terdapat yang
seragam dan yang tidak seragam.
Pemilahan buruk, ukuran butir pada batuan sedimen yang sangat beragam ada
yang halus, sedang dan kasar.

Sumber: Sofanhadi, 2013


Gambar 3
Pemilahan
F. Struktur Batuan Sedimen
1. Struktur Primer
Struktur primer merupakan struktur permukaan yang terbentuk
bersamaan dengan terbentuknya batuan sedimen. Sehingga menjadikan
patokan muda atau tidaknya lapisan tersebut karena struktur ini dapat
menggambarkan dari mekanisme pengedapannya. Diantaranya ialah: Silang
siur, Perlapisan, Konvulot, Perlapisan.
2. Struktur Sekunder
Struktur sekunder merupakan struktur yang terbentuk setelah
sedimentasi dan sebelum adanya proses diagenesa.
Ada beberapa struktur yang sering dijumpai pada batuan sedimen:
a. Cross-Bedding
Struktur batuan sedimen yang menyilang suatu lapisan batuan terhadap
lapisan batuan yang lainnya. Kejadian ini disebabkan oleh arus angin atau arus
air yang bervariasi.

Sumber: Anonim, 2014


Foto 6
Cross Bedding
b. Paralel Bedding
Struktur batuan yang tersusun secara horizontal dan sejajar dengan batu
lainnya.

Sumber: Anonim, 2014


Foto 7
Paralel Bedding

c. Graded Bedding (Perlapisan Bersusun)


Struktur batuan yang dibentuk akibat gradiasi butir yang sangat halus ke
atas dan makin atas semakin kasar.
Sumber: Anonim, 2014
Foto 8
Graded Bedding
d. Flat Bedding (Lapisan Datar)
Struktur batuan yang memiliki perlapisan yang bentuknya datar
strukturnya hampir sama dengan Cross Bedding.

Sumber: Fikri Al-Hadi, 2011


Foto 9
Flat Bedding
e. Ripple Mark (Gelembur Gelombang)
Struktur batuan yang memiliki permukaannya seperti gelombang atau
ombak yang disebabkan karena adanya pengikisan dari air dan angin.

Sumber: Anonim, 2010.


Foto 10
Ripple Mark
f. Flame Structure
Struktur batuan sedimen yang material-materialnya hasil kontak antara
pasir dengan lempung. Struktur ini lebih menonjolkan kenampakan gabungan
dari pasir dan lempung.

Sumber: Anonim,2010
Foto 11
Flame Structure
g. Pillow Structure
Struktur batuan sedimen yang bentuknya seperti tumbukan-tumbukan
lempung dan bagian yang menggelembung terletak dibawah. Materialnya
tertimbun dan mengalami penekanan.

Sumber: Hendra Dwi Purnama,2012


Foto 12
Pillow Structure
h. Verticle
Struktur batuan yang terdapat lubag-lubang bekas akibat adanya
tekanan dan keluarnya gas.

Sumber: Irene patmasar, 2012.


Foto 13
Verticle
G. Pengertian Batubara
Batubara adalah bahan tambang non-logam yang terbentuk akibat
endapan organic dari fosil tumbuh-tumbuhan yang mengalami tekanan dan suhu
yang sangat lama. Batubara merupakan salah satu bahan bakar. Batubara
tersusun atas senyawa utama yaitu karbon dan senyawa campuran karbon.
Batubara termasuk kedalam dua jenis batuan yaitu Batuan Sedimen dan Batuan
Metamorf, itu tergantung bagaimana melihat prosesnya keterbentukannya.

Sumber: Anonim, 2015


Foto 14
Batubara

H. Genesa Batubara
Pembentukan batubara terjadi pada fosil yang berjuta-juta tahun
terendapkan dan sudah mengalami perubahan dari sifat-sifat fisik dan
kimiawinya. Terdapat beberapa tahap pada pembentukan batubara yaitu :
1. Pembusukan, yaitu tumbuh-tumbuhan yang sudah mati akan mengalami
pembusukan yang diuraikan oleh bakteri anaerob.
2. Pengendapan, yaitu tumbuh-tumbuhan yang sudah mengalami
pembusukan kemudian akan mengalami pengendapan. Dari endapan-
endapan ini nantinya akan membentuk suatu lapisan gambut.
Pengendapan diakibatkan oleh material-material lain yang datang diatas
atau di tempat yang sama.
3. Dekomposisi, yaitu penguraian pada fosil yang terendapkan atau
mengalami perubahan yang melalui proses biokimia dan terjadinya
pengurangan kadar air dan sebagian hilangnya dari unsur karbon.
Dengan itu unsure karbon akan bertambah dengan adanya pelepasan
dari unsur tersebut.
4. Geotektonik, yaitu perubahan dari lapisan gambut yang diakibatkan oleh
adanya gaya-gaya geologi
5. Erosi, yaitu terkikisnya lapisan yang telah mengalami geotektonik.
Permukaan yang telah terkikis akibat erosi yang nantinya akan
dieksploitasi.

I. Faktor Keterbentukan Batubara


1. Tempat atau permukaan terbentuknya batubara, biasanya permukaan
dari pengendapan batubara terdapat dirawa-rawa karena dirawa-rawa
banyak tumubuhan yang mengandung cambium, terdapat bakteri yang
dapat membusukan tumbuhan tersebut.
2. Material dasar, batubara terbentuk dari fosil-fosil tumbuhan tapi tumbuhan
tersebut dapat menentukan kualitas material batubara yang baik.
3. Umur Geologi, pengendapan fosil dengan jangka berjuta-juta tahun maka
nantinya akan menghasilkan jenis batubara dengan kandungan karbon
yang tinggi.
4. Posisi Geoteknik, posisi yang mempengaruhi proses pembentukan
batubara yaitu: tekanan, struktur lapisan batubara dan intrusi magma.
5. Lingkungan Pengendapan, posisi atau struktur dari cekungan
pengendapan batubara, letak topografi dan keadaan morfologi karena
menentukan penyebaran rawa-rawa di lingkungan batubara terbentuk,
dan Iklim pada lingkungan pengendapan.

J. Manfaat Batubara
1. Sumber Tenaga Pembangkit Listrik
2. Sebagai industri produksi baja
3. Sebagai industri produksi aluminium
4. Salah satu penghasil gas
5. Sebagai bahan bakar pada industry semen
6. Sebai bahan dasar pembuatan karbon aktif, dan lain-lain.

KESIMPULAN

Batuan sedimen merupakan batuan yang terjadi akibat pengendapan


dan mengalami proses pelapukan, abrasi, transportasi kemudian diendapkan
dan tergenesa. Dari penghancuran batuan oleh pelapukan dan erosi, hasil kedua
pengangkutan hasil tersebut kemudian terubah oleh proses kompaksi, sementasi
menjadi batuan yang padat.
Proses batuan dapat terbagi menjadi 3 yaitu batu sedimen mekanis,
batu sedimen organik dan batu sedimen kimia. Jenis tersebut tergantung dari
prosesnya sesuai dengan proses pembentukannya seperti apa dan dipengaruhi
oleh apa saja. Sedangkan klasifikasi merupakan pengelompokan batuan beku
sesuai dengan proses yang sudah ditetapkan.
Tekstur merupakan kenampakan dari bentuk suatu batuan sedimen yang
memiliki ciri khas tersendiri dan struktur batuan sedimen terbentuk akibat
pengendapan. Kemudian terbentuk oleh proses kimia, fisika dan biologi pada
sedimen tersebut atau karena adanya gaya-gaya geologi. Dapat juga diakibatkan
oleh diagenesis atau pembentukan tanah yang tersingkap diatas permukaan air.
Diagenesis adalah proses yang dapat menyebabkan perubahan pada sedimen
selama terpendamkan dan terlitifikasikan.
Batubara merupakan salah satu kekayaan alam yang dapat
dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan bakar. Batubara termasuk kedalam
dua jenis batuan yaitu Batuan Sedimen dan Batuan Metamorf, dianggap Batuan
Sedimen karena proses keterbentukan dari batubara mengalami pengendapan
dan transportasi. Batubara disebut juga sebagai Batuan Metamorf karena pada
saat proses pembentukan batubara mengalami Tekanan dan Suhu pada
pengendapannya. Genesa batubara yaitu pembusukan, pengendapan,
dekomposisi, geoteknik dan mengalami erosi. Faktor yang mempengaruhinya
ialah tempat dimana pengendapan batubara, material fosil atau material dasar,
umur geologi atau umur pada pengendapan fosil tersebut yang berjuta-juta
tahun, posisi geoteknik dan lingkungan pengendapan. Batubara memiliki nilai jual
yang tinggi dan memiliki beragam manfaat yang dapat digunakan dalam
kehiduoan sehari-hari
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim. 2014. Manfaat Batubara. http://cari-


manfaat.com/manfaat-batu-bara/. Diakses 7 Desember 2016
2. Dictrus, Henry. 2012. Genesa Batubara.
https://herydictus.wordpress.com. Diakses 7 Desember 2016
3.Anonim. 1990. Batuan Sedimen. https://id.wikipedia.org.
Diakses 3 Maret 2015.
4. Heru, Dani. 2014. Struktur Batuan Sedimen.
http://dhanygeophysic 012haloleo.blogspot.co.id. Diakses 3
Januari 2014.
5. Maya, Nur, 2004, Jenis Batuan, http://www.gunapris.net.
Diakses tanggal 08 Maret 2015
6. Sofanhadi. 2013. Batuan dan Statigrafi.
http://sofanhadi.blogspot.co.id. Diakses tanggal 29 November
2016.
7. Wingman. 2012. Batuan Sedimen.
https://wingmanarrows.wordpress.com. Diakses 29 November
2016.