Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TIPS PUASA UNTUK PENDERITA


DIABETES MELITUS
DAN
HYPERTENSI

Oleh:

dr RAMADHANI
PUSKESMAS KURAI TAJI
SATUAN ACARA PENYULUHAN
TIPS PUASA UNTUK PENDERITA
DIABETES MELITUS
DAN
HYPERTENSI

A. IDENTITAS
1. Topik / masalah : Tips Puasa untuk Penderita Diabetes Melitus dan Hypertensi
2. Sub topik : Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes Melitus dan Hypertensi
3. Tempat : Ruang Tunggu Puskesmas Kurai Taji
4. Waktu : 30 menit
5. Sasaran : Peserta Klub Prolanis Puskesmas Kurai Taji
6. Petugas : dr Ramadhani

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes Melitus dan
Hypertensi di harapkan audiens dapat memahami cara berpuasa aman bagi penderita DM
dan Hypertensi

2. Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes Melitus dan
Hypertensi di harapkan audiens memahami tentang:
1. Puasa aman bagi penderita DM
2. Tips Puasa bagi penderita Hypertensi

C. MATERI ( Terlampir )
1. Puasa aman bagi penderita DM
2. Tips Puasa bagi penderita Hypertensi
D. KEGIATAN PENYULUHAN

KEGIATAN PENYULUH AUDIENCE MEDIA METODE


Pembukaan 1.Mengucapkan salam -Menjawab salam Mikrofon Ceramah
5 menit 2.Memperkenalkan diri -Mendengarkan
3.Menjelaskan TIU dan TIK
4.Menjelaskan cakupan materi Mikrofon
yang akan di sampaikan Papan tulis
5.Melakukan appersepsi Spidol
6.Menjelaskan manfaat relevansi
mempelajari DM

Penyajian 1.Menjelaskan Komplikasi DM -Menyimak dan Flif Chart Ceramah


20 menit 2.Memberi kesempatan audiens mendengarkan Mikrofon
untuk -Bertanya
bertanya
4.Menjawab pertanyaan audiens
5.Menjelaskan Puasa aman bagi
penderita DM dan Tips puasa -Menyimak dan
bagi penderita Hypertensi mendengarkan
-Menggali pengetahuan audiens -Sumbang saran
tentang DM dan Hypertensi Tanya
-Memberi kesempatan audiens -Menanggapi jawab
lain untuk menambahkan
-Menyimpulkan pendapat
audiens dan menjelaskan Tips -Memperhatikan Ceramah
puasa aman bagi penderita DM
dan Hypertensi -Menyimak dan
6. Menjawab pertanyaan audiens mendengarkan
-Bertanya

-Memperhatikan

Penutup 1.Menutup pertemuan dg -Mendengarkan Mikrofon Ceramah


5 menit menyimpulkan materi yg telah di
bahas
2.Melakukan evaluasi dg -Menjawab Lieflet
memberikan pertanyaan pd
audiens
3.Memberi salam penutup -Menjawab salam

E. EVALUASI
1. Prosedur : Test akhir pertemuan
2. Jenis soal : Lisan

F. REFERENSI
Brunner, suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah 2. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran : EGC.

Laniwati, Endang, dr. 2002. Penyakit Kencing Manis. Yogyakarta : Kanisius.


Price, Sylvia A. 2002. Patofisiologi Vol 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
(Lampiran 1)

Materi

TIPS PUASA UNTUK PENDERITA


DIABETES MELITUS
DAN
HYPERTENSI

1. Puasa Aman Bagi Penderita Diabetes

Bagaimana jika penderita Diabetes Melitus (DM) ingin berpuasa? Pastikan dulu bahwa kadar
gula darahnya stabil dalam tiga bulan terakhir. Pemeriksaan bisa melalui tes darah yang disebut
HbA1c (Hemoglobin A1c test) di laboratorium. Bila hasilnya kurang dari 6%, artinya kadar gula
darah cukup stabil, sehingga termasuk aman untuk berpuasa. Selain itu, penderita DM juga harus
bisa memastikan bahwa asupan kalorinya terpenuhi dalam satu hari, tidak kurang, namun juga
tidak lebih.

Lalu apa untungnya bagi penderita DM jika berpuasa? Pola makan yang lebih teratur dan asupan
kalori yang relatif sama dari hari ke hari akan membuat kadar gula darah yang biasanya naik-
turun akan menjadi lebih stabil.

Komposisi diet yang seimbang dalam satu hari bagi penderita DM adalah karbohidrat 60%,
protein hewani 25%, dan lemak 15%. Asupan karbohidrat sebaiknya 25% buah, 35% makanan
seperti roti, nasi, kentang. Roti, nasi, atau kentang bisa dikonsumsi 10% setelah tarawih, dan
25% pada saat sahur.

Pada penderita DM berat yang sudah menjalani suntikan insulin, sebelum mulai berpuasa
sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter agar insulinnya diganti dengan kombinasi antara
short dan intermediate-acting. Karena biasanya insulin yang dipakai sehari-hari adalah long-
acting, yang baru bereaksi maksimal 10 jam sesudah disuntikkan. Namun penderita DM berat
yang memakai suntik insulin biasanya tidak dianjurkan untuk berpuasa.

Kunci pola makan atau diet pengidap DM adalah pengaturan jumlah kalori yang masuk ke dalam
tubuh. Jenis makanannya bebas dan tidak ada yang harus dipantang. Namun kebutuhan kalori
setiap orang, tergantung dari usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitasnya. Garis besarnya:
pasien kurus perlu 2300-2500 kalori, normal perlu 1700-2100 kalori, dan gemuk perlu 1300-
1500 kalori.

Saat berbuka, Anda boleh minum teh manis dengan gula diet, atau makan salad buah,
jus/smoothie pisang-stroberi, atau ta'jil, seperti kurma atau kolak pisang dengan gula diet.
Setelah itu minum obat, jika memang harus mengonsumsi obat dari dokter, karena obat harus
dikonsumsi 30 menit sebelum makan besar.

Setelah salat magrib, Anda bisa menyantap hidangan utama, yang terdiri dari 100-150 gram nasi,
sayuran, protein hewani seperti daging 50-60 gram, dan protein nabati 50 gram.

Usai tarawih, antara pukul 21.00-22.00, sebaiknya makan camilan yang mengenyangkan
misalnya sandwich, singkong rebus, atau ubi rebus. Dengan jadwal makan seperti ini, diharapkan
kalori masuk secara bertahap sehingga keseimbangan gula darah tidak akan melonjak drastis.

Pada saat sahur, selain hidangan utama seperti nasi dan lauk-pauk, jangan lupa menyantap buah.
Hindari ketan dan mi, juga sayuran yang mengandung gas seperti kol. Pengidap DM cenderung
mengalami gangguan pada saluran cernanya yaitu kerongkongan. Sehingga jika mengonsumsi
makanan yang bergas bisa menyebabkan aliran makanan ke lambung tersendat dan perut terasa
mual.

2. Tips Puasa Bagi Penderita Hipertensi /Tekanan darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan
tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Penderita yang mempunyai sekurang-
kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan
mempunyai keadaan darah tinggi (hipertensi). Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak
menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan
dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal tidak selalu). Gejala yang
dimaksud adalah sakit kepala, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan, yang bisa saja terjadi
baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. Jika
hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut : sakit kepala,
kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena
adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang penderita hipertensi yang ingin berpuasa,
antara lain :
- Rutin memeriksa tekanan darah minimal dua kali sehari selama berpuasa yaitu pada pagi hari
sekitar pukul 7 dan malam hari setelah shalat tarawih.
Dianjurkan untuk memiliki alat ukur tekanan darah atau tensimeter di rumah (untuk lebih
memudahkan bisa dipilih tensimeter digital). Selama berpuasa, hendaknya menjaga supaya
tekanan darah tetap di bawah 140/90 mmHg. Pada batas itu, insyaAllah aman berpuasa.
Seseorang yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg juga boleh berpuasa selama
terkontrol dengan obat, rutin memantau tekanan darah dan selalu konsultasi dengan dokter.
- Rutin meminum obat yang diresepkan oleh dokter.
Mintalah dokter untuk memberikan obat yang diminum satu kali dalam sehari supaya lebih
mudah mengingat. Biasanya tekanan darah melonjak pada waktu subuh, kemudian akan turun
menjelang siang. Untuk itu, ketika makan sahur merupakan waktu paling baik untuk minum obat
anti hipertensi.
- Usahakan untuk tidur cukup
karena kurang tidur bisa memicu emosi menjadi labil yang bisa meningkatkan tekanan darah.

Penutup
Pada dasarnya, selama penyakit yang diderita bukan penyakit komplikasi dan infeksi berat,
seseorang tetap boleh berpuasa. Tentu saja dengan catatan penyakitnya terkontrol, tetap minum
obat, serta rutin memeriksakan diri ke dokter. Demikianlah penjelasan seputar kesehatan di bulan
puasa. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala menerima
amal ibadah puasa kita dan senantiasa melimpahkan nikmat kesehatan pada kita semua.