Anda di halaman 1dari 16

Strategi Pembelajaran (Pendekatan, Model dan Metode)

MAKALAH KELOMPOK
Untuk Memenuhi Tugas
Matakuliah Desain Pembeajaran Biologi
Yang diampu oleh :
Dasrieny Pratiwi, M.Pd. dan Dra. Hj. Ratini, M.Pd.

Kelompok 4 / Biologi B
Oleh kelompok 4
Agung Rizki Nugroho (16320050)
Eka Novita Sari (16320064)
Ismi Azizah (16320033)
Jasmia Okista Meliza (16320061)
Putri Agustina (16320036)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
PROGAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
April 2016 / 2017
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu tugas guru adalah mengajar. Hal ini menyebabkan adanya tuntutan
kepada setiap guru untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya
mengajar. Dengan kata lain, setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar.
Guru akan memiliki kompetensi mengajar jika, guru paling tidak memiliki pemahaman
dan penerapan secara taktis berbagai pendekatan, metode, serta teknik belajar
mengajar serta hubungannya dengan belajar disamping kemampuan - kemampuan lain
yang menunjang.
Bertolak dan bermuara pada kebutuhan sebagai guru, maka makalah ini di sajikan
tentang berbagai pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran agar mampu
melaksanakan tugas utama guru yaitu mengajar. Apabila telah memiliki kemampuan
dalam penguasaan penggunaan pendekatan, metode, serta teknik pembelajaran bahasa
secara mendalam. Pengajaran bahasa pada pendidikan dasar menengah dengan cara
mengenalkan masalah masalah social melalui pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan
kepekaan untuk menghadapi dan memecahkan masalah social tersebut.
Sesuai dengan karakteristik anak SD dan seusianya, tanpa adanya pendekatan,
metode dan teknik pembelajaran, itu akan menyebabkan siswa bersikap pasif dan
tentunya menjadi pelajaran yang membosankan. Oleh karena itu, guru di harapkan
mampu menguasai pendekatan, metode serta teknik yang cocok untuk pembelajaran
bahasa agar siswa lebih tertarik pada pelajaran tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran ?
2. Apa saja yang termasuk dalam pendekatan pembelajaran ?
3. Bagaimana metode dalam strategi pembelajaran ?
4. Apa saja model Pembelajaran ?

C. Tujuan Penulisan Makalah

Untuk memenuhi tugas mata kulah desain pembelajaran biologi dan untuk
menambah wawasan pengetahuan tentang strategi pembelajaran.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

Strategi berasal dari bahasa yunani yaitu strategos yang artinya suatu
usaha untuk mencapai suatu kemenangan dalam suatu peperangan awalnya
digunakan dalam lingkungan militer namun istilah strategi digunakan dalam
berbagai bidang yang memiliki esensi yang relatif sama termasuk diadopsi dalam
konteks pembelajaran yang dikenal dalam istilah strategi pembelajaran.
Definisi/pengertian strategi pembelajaran. Secara umum strategi dapat
diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar,
strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik
dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan.
Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi
tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu. Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian diatas.
1. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan)
termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya /
kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai
pada proses penyusun rencana kerja belum sampai pada tindakan.
2. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua
keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
Dengan demikian penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan
berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya
pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi perlu
dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan
adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.
Ada beberapa konsep yang perlu di ketahui berkaitan dengan strategi
pembelajaran, yaitu menyangkut strategi, metode, dan tekhnik. Ketiga konsep
trsebut biasanya di samakan padahal memiliki perbedaan secara esensial.

A. Pengertian Strategi Pembelajaran


Strategi pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang
termasuk didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber
daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya
mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik.
Strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian
kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metide dan pemanfaatan berbagai
sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti bahwa di dalam
penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja
belum sampai pada tindakan.
Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya disini bahwa arah
dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan, sehingga
penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan
sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Namun
sebelumnya perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang dapat diukur
keberhasilannya.
Adapun beberapa pengertian tentang strategi pembelajaran menurut para ahli
adalah sebagai berikut :
1. Hamzah B. Uno (2008:45)
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses
pembelajaran.
2. Dick dan Carey (2005) dalam Suparman (2001:7)
Strategi pembelajaran adalah komponen-komponen dari suatu set materi
termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang
merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan selanjutnya.
3. Suparman (2001:157)
Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara
mengorganisasikan materi pelajaran peserta didik, peralatan dan bahan, dan
waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditentukan.
4. Hilda Taba dalam fnannisa (online)
Strategi pembelajaran adalah pola atau urutan tongkah laku guru untuk
menampung semua variabel-variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.
5. Gerlach dan Ely (1990) dalam Hamzah (2008:3)
Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan
metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
6. Kemp (1995) dalam Sanjaya (2008:126)
Stategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan
guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

B. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut
pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan
tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya
mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran
dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran
terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student
centered approach)
2. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher
centered approach).

C. Fungsi Pendekatan
Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :
1. Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran
yang akan digunakan
2. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran
3. Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai
4. Mendiaknosis masalah-masalah belajar yang timbul, dan
5. Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.

D. Macam-macam Pendekatan
1. Pendekatan Konstektual
Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL)
merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang
diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam konteks ini
siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka
dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang
mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat
mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang
bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapainya.
Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar
yang penting, yaitu :
a. Mengaitkan
b. Mengalami
c. Menerapkan
d. Kerjasama
e. Mentransfer.
2. Pendekatan Konstrutivisme
Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran
yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide
baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada
pengetahuan.
Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan
dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan
dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam
lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.

Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai


pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru
lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk
meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.
Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang
pembelajar dalam memberikan arti,serta belajar sesuatu melalui aktivitas
individu dan sosial. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme
,tetapi terdapat beberapa pendekatan konstruktivis, misalnya pendekatan yang
khusus dalam pendidikan matematik dan sains.
3. Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang
menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion)
berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang
kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif
sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum
ke sesuatu yang khusus.
Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari
keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang
bermula dengan menyajikan aturan,prinsip umum dan diikuti dengan contoh
contoh khusus atau penerapan aturan,prinsip umum ke dalam keadaan khusus.
4. Pendekatan Induktif
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik
kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai
sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.
Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan
khusus menuju keadaan umum.
5. Pendekatan Konsep
Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik
meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan
konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri
tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari
pengamatan dan pengalaman.
Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara
langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk
menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.
6. Pendekatan Proses
Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan
suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.
Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan
hasil. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai
proses. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan
kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik. Dalam pendekatan
proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan
bahkan melakukan percobaan. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses
yang mencakup kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam
bekerja dan sebagainya.
7. Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat
Pendekatan Science,Technology and Society (STS) atau pendekatan
Sains,Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan
konsep, keterampilan proses, CBSA, Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan
lingkungan. Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris
disebut Sains Technology Society (STS), Science Technology Society and
Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat. Meskipun
istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment,yang
dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan. Sains Teknologi Masyarakat (STM)
merupakan pendekatan terpadu antara sains, teknologi dan isu yang ada di
masyarakat. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan
peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan,sehingga mampu
mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta
mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya.
Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan
konstruktivisme,yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam
struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.

E. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran menurut ahli :
1. Djamaluddin dan Abdullah Aly menurut Kapita Selekta Pendidikan Islam
(1999:114)
dalam Ahmad Syaifuddien (Online)
Berasal dari kata meta berarti melalui, dan hodos jalan.
Jadi metode adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.
2. Depag RI menurut buku Metodologi Pendidikan Agama Islam (2001:19)
dalam Ahmad Syaifuddien (Online)
Metode berarti cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan
suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
3. WJS. Poerwadarminta menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(1999:767)
dalam Ahmad Syaifuddien (Online)
Metode adalah cara yang telah teratur dan terpikir baik-baik untuk
mencapai suatu maksud. Berdasarkan definisi di atas, penulis dapat mengambil
kesimpulan bahwa metode merupakan jalan atau cara yang ditempuh seseorang
untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

4. Darsono (2000) dalam Ahmad Syaifuddien (Online)


Mengajar adalah suatu usaha yang sangat kompleks, sehingga sulit
menentukan bagaimana sebenarnya mengajar yang baik. Metode adalah salah
satu alat untuk mencapai tujuan. Sedangkan pembelajaran adalah suatu
kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku
siswa berubah ke arah yang lebih baik.
5. Ahmadi (1997) dalam Ahmad Syaifuddien (Online)
Metode pembelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara
mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain
mengatakan bahwa metode pembelajaran merupakan teknik penyajian yang
dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada
siswa di dalam kelas, baik secara individual ataupun secara kelompok agar
pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan
baik.
6. Gagne, Briggs, dan wagner menurut Udin S. Winataputra (2003)
Metode adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan
terjadinya proses belajar pada siswa. Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun
2003 tentang Sisdiknas, pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkingan belajar.
Jadi pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses
pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan Teori belajar
merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga
membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
metode pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk
menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat
dicapai. Dapat juga disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah strategi
pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini mendorong seorang guru untuk
mencari metode yang tepat dalam penyampaian materinya agar dapat diserap
dengan baik oleh siswa. Mengajar secara efektif sangat bergantung pada
pemilihan dan penggunaan metode mengajar.

F. Macam - Macam Metode Pembelajaran


1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode
ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik,
didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan
penggunaannya.
2. Metode tanya jawab
Metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan
terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic, sebab pada saat
yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab
atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya
hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.
Metode tanya jawab dapat juga diartikan sebagai metode mengajar yang
memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat dua arah sebab
pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa.
3. Metode diskusi
Metode diskusi adalah bertukar informasi, berpendapat, dan unsur-
unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat
pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan
atau topik yang sedang dibahas. Dengan demikian, Metode Diskusi adalah
metode pembelajaran berbentuk tukar menukar informasi, pendapat dan unsur-
unsur pengalaman secara teratur dengan maksud untuk mendapat pengertian
yang sama, lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu atau untuk
mempersiapkan dan merampungkan keputusan bersama. Oleh karena itu diskusi
bukanlah debat, karena debat adalah perang mulut orang beradu argumentasi,
beradu paham dan kemampuan persuasi untuk memenangkan pahamnya
sendiri. Dalam diskusi tiap orang diharapkan memberikan sumbangan sehingga
seluruh kelompok kembali dengan paham yang dibina bersama.
4. Metode demonstrasi
Metode demonstrasi dan eksperimen merupakan metode mengajar
yang sangat efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari jawaban dengan
usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Demonstrasi yang dimaksud ialah
suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya
sesuatu.
Metode demonstrasi adalah metode mengajar yang cukup efektif
sebab membantu para siswa untuk memperoleh jawaban dengan
mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.

5. Metode Eksperimen
Metode Eksperimen, metode ini bukan sekedar metode mengajar tetapi
juga merupakan satu metode berfikir, sebab dalam Eksperimen dapat
menggunakan metode lainnya dimulai dari menarik data sampai menarik
kesimpulan.Metode demonstrasi dan eksperimen merupakan metode
mengajar yang sangat efektif, sebab membantu para siswa untuk mencari
jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta yang benar. Demonstrasi yang
dimaksud ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses
terjadinya sesuatu.
6. Metode latihan (drill)
Metode latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk
melaksanakan kegiatan latihan agar memiliki ketangkasan atau
keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
7. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)
Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan
tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar.
8. Metode Karyawisata
Metode karyawisata (Field-trip), karyawisata di sini berarti kunjungan di
luar kelas. Jadi karyawisata di atas tidak mengambil tempat yang jauh dari
sekolah dan tidak memerlukan waktu yang lama. Karyawisata dalam waktu
yang lama dan tempat yang jauh disebut study tour.
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)
Metode sistem regu (team teaching), merupakan metode mengajar dua
orang guru atau lebih bekerjasama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi
kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk
satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan
orang-orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang kita
butuhkan.
10. Metode Simulasi
Metode simulasi, simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-
pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulasition artinya tiruan atau perbuatan
yang pura-pura. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksud
sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui proses
tingkah laku imitasi atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang
dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya.

G. Model Pembelajaran

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran


yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari
penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik
pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka
terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Pada dasarnya
model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal
sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru.
Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari
penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Kendati
demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut
diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Di bawah ini akan diuraikan secara singkat dari masing-masing model
pembelajaran :
1. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning)
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching Learning) merupakan konsep
pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran
dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan
dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam
pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar
kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar
yang memadai. Guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang
berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang
memungkinkan peserta didik belajar. Dengan mengutip pemikiran Zahorik, E.
Mulyasa (2003) mengemukakan lima elemen yang harus diperhatikan dalam
pembelajaran kontekstual, yaitu : Pembelajaran harus memperhatikan
pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik. Pembelajaran dimulai dari
keseluruhan (global) menuju bagian-bagiannya secara khusus (dari umum ke
khusus). Pembelajaran harus ditekankan pada pemahaman, dengan cara: (a)
menyusun konsep sementara, (b) melakukan sharing untuk memperoleh
masukan dan tanggapan dari orang lain, dan (c) merevisi dan mengembangkan
konsep.
2. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning)
Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan
model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Dengan meminjam pemikiran Knowles, (E.Mulyasa,2003) menyebutkan
indikator pembelajaran partsipatif, yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan
mental peserta didik, (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan
kontribusi dalam pencapaian tujuan, (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal
yang menguntungkan peserta didik.
3. Belajar Tuntas (Mastery Learning)
Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta
didik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal
terhadap seluruh materi yang dipelajari. Agar semua peserta didik memperoleh
hasil belajar secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan
sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang
dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan belajar,
melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan terhadap peserta didik
yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pembelajaran
dituntut dari para peserta didik sebelum proses belajar melangkah pada tahap
berikutnya. Evaluasi yang dilaksanakan setelah para peserta didik
menyelesaikan suatu kegiatan belajar tertentu merupakan dasar untuk
memperoleh balikan (feedback). Tujuan utama evaluasi adalah memperoleh
informasi tentang pencapaian tujuan dan penguasaan bahan oleh peserta didik.
Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan dimana dan dalam hal apa para
peserta didik perlu memperoleh bimbingan dalam mencapai tujuan, sehinga
seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan dan menguasai bahan belajar
secara maksimal (belajar tuntas).
4. Pembelajaran dengan Modul (Modular Instruction)
Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan bahasan
tertentu yang disusun secara sistematis, operasional dan terarah untuk
digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaannya untuk
para guru. Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai
berikut: Setiap modul harus memberikan informasi dan petunjuk pelaksanaan
yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, bagaimana
melakukan, dan sumber belajar apa yang harus digunakan. Modul merupakan
pembelajaran individual, sehingga mengupayakan untuk melibatkan sebanyak
mungkin karakteristik peserta didik.
Dalam setiap modul harus : (1) memungkinkan peserta didik mengalami
kemajuan belajar sesuai dengan kemampuannya, (2) memungkinkan peserta
didik mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh, dan (3) memfokuskan
peserta didik pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat diukur. Setiap
modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan belajar peserta
didik, terutama untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik dalam
mencapai ketuntasan belajar.
Pada umumnya pembelajaran dengan sistem modul akan melibatkan
beberapa komponen, diantaranya : (1) lembar kegiatan peserta didik, (2) lembar
kerja, (3) kunci lembar kerja, (4) lembar soal, (5) lembar jawaban dan (6) kunci
jawaban.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang akan di pilih dan di
gunakan oleh seseorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran
sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi
pembelajaran, ysng pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat di kuasai nya di
akhir kegiatan belajar.
Pendekatan pembelajaran merupakan aktifitas guru dalam memilih
kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran tentu tidak kaku harus
mennggunakan pendekatan tertentu, tetapi sifatnya lugas dan terencana.
Artinya memilih pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang
dituangkan dalam perencanaan pembelajaran.
Metode itu adalah cara atau teknik untuk mencapai tujuan khusus
tertentu.dalam pembelajaran itu biasanya terdapat lebih dari satu tujuan khusus
tertentunya akan memerlukan metode yang di gunakan. Meskipun pada
dasarnya satu metode bisa di gunakan untuk mencapai lebih dari satu tujuan.
Akan tetapi untuk pertimbangan fariasi dan motifasi belajar siswa sebaikanya
pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Sudrajat. 2008. Strategi Pembelajaran. (Online)


http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/strategi-pembelajaran/.
Diakses pada tanggal 08 April 2017. Pukul 21.00
Ahmad Syaifuddien. 2015. Pengertian Metode Pembelajaran Menurut Para Ahli. (Online)
http://www.tipspendidikan.site/2015/12/pengertian-metode-pembelajaran-
menurut.html. Diakses pada tanggal 08 April 2017. Pukul 20.30
E. Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi Konsep Karakteristik dan
Implementasi. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya
Fitri Nur Annisa. 2014. Kurikulum Model Hilda Taba. (Online),
http://fnannisaa.wordpress.com/2014/11/13/kurikulum-model-taba/. Diakses
pada tanggal 08 April 2017. Pukul 20.00
Hamzah B. Uno. 2008. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Suparman, M. Atwi. 2001. Desain Instruksional. Jakarta: Pekerti
Udin S. Winataputra, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka
Wina Sanjaya. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana