Anda di halaman 1dari 6

Pemberian Tablet Fe Pada Ibu Hamil

SOP

Nama Puskesmas Muara Madras

1. Pengertian
2. Tujuan Membantu klien agar mau mengikuti saran konselor dalam
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang
mendukung terwujudnya perubahan perilaku gizi secara positif

3. Kebijakan
4. Sasaran Balita dangan masalah gizi, ibu hamil dengan masalah gizi, ibu
nifas/menyusui

5. Referensi
6. Prosedur 1. Menyiapkan ruangan
2. Menyiapkan jadwal
3. Menyiapkan media (foof model, lembar balik, alat ukur
PB/TB)

7. Langkah-langkah 1. Registrasi umum


2. Melakukan antropometri
3. Penentuan status gizi
4. Perencanaan diet
5. Pemberian konseling sesuai dengan masalah gizi klien
6. Evaluasi
7. Tindak lanjut

8. Unit terkait 1. Dokter Puskesmas


2. Bidan
3. Tenaga Gizi
4. Perawat
SOP
Puskesmas PEMBERIAN ZAT BESI PADA IBU HAMIL
Kendit
PROTAP No. Dokumen No Revisi Halaman

RAWAT JALAN 08 ................. 1/2


Disetujui oleh,
Kepala UPTD Puskesmas Kendit
Tanggal Terbit

drg. DINA FITRYA, M.Kes


01 Januari 2014 Nip. 19731026 200501 2 006
Pengerti Tata cara melakukan pemberian tablet zat besi pada ibu hamil yang
an diberikan pada pasien anemis dan ibu hamil 28 minggu
sebagai acuan dalam melakukan pemberian tablet zat besi pada ibu
hamil dan anemia pada kehamilan untuk mengatasi anemia sebelum
Tujuan persalinan berlangsung
Kebijaka
n -
Persiapan alat
1. Buku tulis
2. Form pemeriksaan laboratorium
Bahan : zat besi
Prosedur :
1. Periksa konjungtiva pasien untuk menentukan pasien anemis atau
tidak
2. Catat hasil pemeriksaan dalam kartu status dan KMS ibu hamil
3. Isi form pemeriksaan laboratorium
4. Jelaskan pada pasien tujuan dari pemeriksaan
5. Jelaskan pada pasien untuk membayar biaya pemeriksaan
laboratorium di kasir pemeriksaan kembali ke unit pelayanan
kesehatan ibu
6. Rujuk ke unit pelayanan gizi jika hasil pemeriksaan Hb < 11 gr %
7. Beri tablet zat besi pada semua ibu hamil, sedikitnya 1 tablet / hari
selama 30 hari berturut-turut untuk pasien hamil pada trimester I,
sedangkan untuk ibu hamil dengan anemia diberikan tablet zat
besi dan vitamin C tiga kali satu tablet perhari (3 X 1), hal ini
sangat tergantung dengan persediaan obat yang ada
8. Jika tablet zat besi persediaan habis, maka akan diberikan resep
Prosedur luar
Unit
terkait KIA
3
Senin, 16 Mei 2016

SOP Gizi: Cara Menyiapkan Makanan Pasien Sesuai Standar

STANDAR MAKANAN PASIEN

Standar penyajian makanan pasien ini berlaku untuk pasien di Rumah Sakit, Klinik, Rumah
bersalin maupun perawatan pasien di rumah (Homecare).

1. Makanan biasa
2. Makanan lunak
3. Makanan saring
4. Makanan cair
5. Makanan lewat pipa

1. Makanan biasa
Makanan yang diberikan kepada pasien yang tidak memerlukan makanan khusus karena penyakitnya.

Syaratnya :
- Tidak memerlukan makanan khusus
- Tidak merangsang/ menimbulkan rangsangan pada saluran cerna
- Cukup kalori protein dan zat lain
- Nilai gizi 2230 pria, 2005 wanita
- Bahan makanan dapat ditukar dengan makanan lain sesuai makanan yang ada didaerahnya
- Makanan pokok beras/ nasi
- Sayuran campuran, kacang kacangan, daun warna hijau, dll.
- Untuk wanita hamil / menyusui hendaknya diberikan tambahan 1 2 gelas susu/ hari
- Makanan tidak boleh diberikan : berlemak, terlalu manis/ asin dan tidak menggunakan bahan
pengawet.

Pembagian makanan sehari

PAGI SIANG/ SORE TAMBAHAN


Beras/ nasi Beras/ nasi Jam 10.
Telor / daging Daging/ ayam Snack/ k. ijo
Sayuran Tahu/ tempe
Sayuran Jam 16.
buah Snack/ k. hijau
2. Makanan Lunak
Makanan diberikan kepada pasien sesudah operasi/ penyakit infeksi saluran pencernaan dengan
kenaikan suhu tinggi

Syarat.
- Makanan dapat diberikan langsung / perpindahan dari makanan saring
- Makanan mudah dicerna, rendah serat
- Tidak mengandung bumbu yang tidak merangsang saluran cerna
- Cukup kalori, protein zat gizi lain
- Pembagian makanan dalam sehari menu hanya nasi diganti bubur.

3. Makanan Saring
Makanan saring yang diberikan kepada pasien sesudah operasi, infeksi akut termasuk saluran cerna.

Syarat .
- Melihat keadaan pasien
- Diberikan langsung/ perpindahan makanan saring
- Makanan harus mengandung zat gizi sama dengan makanan lunak tapi harus duhaluskan

Pembagian makanan/ hari

PAGI SIANG/ SORE TAMBAHAN


T. beras/ bubur susu Bubur saring Jam 10. Pudding
Telor matang Semur daging Jam 16. Susu
Susu Telor rebus Jam 20. Susu
Wortel
Air jeruk

4. Makanan cair
Makanan cair diberikan sebelum/ sesudah operasi tertentu dalam keadaan mual dan muntah dengan
kesadaran menurun, suhu badan panas dan infeksi akut. Jika mengganggu saluran cerna.

Makanan cair
- Berupa cairan jernih
- Tidak merangsang mual atau muntah
- Tidak meninggalkan sisa
- Pemberian diabetes 1 2 hari

Pemberian makanan dan minuman

PAGI SIANG / SORE TAMBAHAN


The manis Kaldu jernih Jam 10. Air bubur, sirup
Cairan kental yang dibuat dari Air jeruk Jam 16. The manis
susu, telor & gula

5. Makanan lewat pipa ( NGT )


Tidak bisa makan sendiri
Syarat
- Makanan cair yang terbuat dari sari buah, cairan kental yang dibuat susu, telor gula dan margarine.
- Banyaknya makanan dalam sehari 1500 2000 cc yang dibagi dalam porsi 6 8 X.

Jumlah kalori Makanan (diit cair susu) yang diberikan lewat pipa sonde (NGT):
I : 1500 kalori 200 cc / makan
II : 1700 klaori 150 cc / makan 8x
III : 2200 klaori total 250 - 300