Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG INDIKATOR KELUARGA SEHAT

Pokok Bahasan : Keluarga Sehat


Sub Pokok Bahasan : Indikator Keluarga Sehat
Tempat :
Sasaran : Masyarakat
Waktu : 30 Menit
Hari/Tanggal : Desember 2016
Pembicara : Tim Nusantara Sehat

A. Latar Belakang

pelayanan kesehatan yang tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan


didalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga-keluarga
diwilayah kerjanya (tidak hanya mengandalkan UKBM yang ada), melakukan
pendekatan pelayanan yang mengintegrasikan UKP dan UKM secara berkesinambungan
dengan target keluarga sehat.

B. Tujuan
a. Meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang
komprehensif
b. Mendukung pelaksanaan JKN
c. Mendukung tercapainya program Indonesia sehat

C. Materi
Dalam kehidupan manusia modern dan teknologi maju seperti sekarang ini
terdapat kriteria yang bisa dikategorikan dalam hidup sehat yait u:
a. Tidak sakit badan dan jiwa.
b. Cukup makan bergizi.
c. Hidup dilingkungan bersih.
d. Serta perilaku dan interaksi sesuai dengan etika dan hukum.
Apabila sebuah keluarga memiliki empat kriteria tersebut diatas dapat dikatakan bahwa
keluarga itu adalah keluarga sehat dalam arti paling sempurna atau lengkap. Dari
ketidaklengkapan empat unsur diatas maka muncullah konsep-konsep alternatif yang
mengandung pernyataan dalam arti tidak sehat dari segi tertentu, contohnya seperti :
a. Keluarga sakit-sakitan
b. Keluarga miskin
c. Keluarga kumuh
d. Keluarga jorok dan lain sebagainya.

D. Ciri-Ciri Keluarga Sehat


Dari penjelasan seperti diatas maka dapat disimpulkan bahwa konsep keluarga sehat
memiliki ciri-ciri sebagai berikut seperti:
a. Sehat badan dan sehat jiwa
b. Terpenuhinya makanan bergizi
c. Terciptanya lingkungan bersih
d. Interaksi sesuai dengan etika dan hukum

Indikator keluarga sehat :

Ada 12 indikator keluarga sehat yang dibagi dalam 5 poin yaitu :

1. Lima indikator dalam gizi, kesehatan ibu dan anak, yaitu:

a. Keluarga mengerti program KB

Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997:


keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk
menghindari kehamilan yangtidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang
memang sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol
waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suamiistri serta menentukan
jumlah anak dalam keluarga.

b. Tujuan Keluarga Berencana


Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:
1. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak
pertama danmenjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta
menghentikan kehamilan biladirasakan anak telah cukup.
2. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah
lebih dari satutahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini
memungkinkan untuk tercapainyakeluarga bahagia.
3. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang
akan menikahdengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan
dan pemahaman yang cukuptinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia
dan berkualitas.
4. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia
dan Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas
artinya suatu keluargayang harmonis, sehat, tercukupi sandang,
pangan, papan, pendidikan dan produktif dari segiekonomi.
5. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.6.
Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.

c. Manfaat Keluarga Berencana


1. Memungkinkan wanita untuk mengontrol kesuburan mereka sehingga dapat
memutuskan bila dan kapan mereka ingin hamil dan memiliki anak. Wanita
dapat mengambil jeda kehamilan selama sedikitnya dua tahun setelah
melahirkan, yang memberikan banyak manfaat bagi perempuan dan bayi
mereka.
2. Wanita yang hamil segera setelah melahirkan berisiko memiliki kehamilan
yang buruk. Mereka lebih mungkin menderita kondisi medis yang serius atau
meninggal selama kehamilan. Bayi mereka juga lebih cenderung memiliki
masalah kesehatan (misalnya lahir dengan berat badan rendah). Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwasecara global, 100.000
kematian ibu dapat dicegah setiap tahun, jika semua wanita yang tidak ingin
anak lagi mampu menghindari kehamilan. Kematian ini terjadi sebagian besar
di negara berkembang di mana cakupan kontrasepsi rendah.
3. Wanita lebih dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, mencari pekerjaan
dan meraih pendidikan ketika mereka menggunakan alat kontrasepsi dan tidak
berisiko hamil. Karenakegiatan ini umumnya meningkatkan status perempuan
dalam masyarakat, kontrasepsi secaratidak langsung mempromosikan hak-hak
dan status perempuan.
4. Memberikan manfaat kesehatan non-reproduksi. Metode kontrasepsi
hormonal gabungan(yaitu estrogen dan progesteron) dapat menurunkan risiko
kanker ovarium dan endometrium.Injeksi progesteron juga melindungi
terhadap kanker ini dan juga terhadap fibroid rahim.Kontrasepsi implan dan
sterilisasi wanita telah terbukti mengurangi risiko penyakit radang panggul.
5. Mencegah efek kesehatan jiwa dari kehamilan yang tidak diinginkan dan
mengurangiaborsi.
6. Kemampuan untuk mengontrol kesuburan juga memungkinkan wanita untuk
lebih mengontrol aspek lain dari kehidupan mereka, misalnya memutuskan
kapan dan mengapamereka menikah. Sejak kontrasepsi tersedia secara luas
pada 1970-an, pola perkawinan telah berubah. Wanita sekarang menikah dan
memiliki anak di usia yang lebih matang dan rata-ratamemiliki anak lebih
sedikit. Perubahan demografis cenderung telah mengurangi beban emosional
dan ekonomi untuk membesarkan anak, karena keluarga sekarang
biasanyamemiliki lebih banyak waktu untuk mengumpulkan sumber daya
keuangan sebelumkelahiran anak. Ukuran keluarga yang lebih kecil juga
berarti bahwa orang tua memiliki lebih banyak waktu dan sumber daya yang
diberikan per anak.

d. Metode Kontrasepsi
1. KB Suntik
Metode Keluarga Berencana ini dapat menghalangi ovulasi (masa
subur), mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental, menghambat
sperma dan menimbulkan perubahan pada rahim. Cara kerja KB suntik
pun dapat mencegah terjadinya pertemuan sel telur dengan sperma dan
mengubah kecepatan transportasi sel telur. Suntikan Keluarga Berencana
terbagi menjadi suntik perbulan atau suntikan terpadu, contohnya dan
suntikan per tiga bulan (suntikan progestin).
Suntikan progestin (DepoProvera atau Niisterat) atau
suntikan yang diberikan tiap dua atau tiga bulan sekali ini aman untuk ibu
menyusui atau yang tidak boleh menggunakan tambahan estrogen.
Suntikan progestin lebih menyebabkan perubahan seputar haid dan berat
badan bertambah. Suntikan perbulan atau suntikan terpadu, mengandung
hormon progestin dan estrogen. Jika Anda ingin siklus haid tetap teratur
dapat menggunakan kontrasepsi ini.
Sayangnya, suntikan ini sulit diperoleh dan biayanya mahal
dibandingkan suntikan progestin. Suntikan terpadu memiliki efek
samping yang sama dengan pil KB terpadu, serta dilarang dipakai oleh
ibu menyusui. Anda bisa menghentikan metode ini kapan saja, namun
baru bisa hamil satu tahun kemudian bahkan lebih, demikian pula haid
akan kembali normal setelah jangka waktu itu. Namun ada sebagian
perempuan yang mendapat haid serta hamil dalam waktu lebih cepat dari
itu.
Selain menjadi kontrasepsi sementara yang paling baik, suntikan
ini juga telah mengurangi angka kegagalan kurang dari 0,1% per tahun.
Suntikan Keluarga Berencana tidak mengganggu kelancaran ASI, kecuali
Anda menggunakan suntikan terpadu. Alat kontrasepsi ini juga dapat
melindungi Anda dari anemia, dan memberikan perlindungan pada radang
panggul. KB suntik memiliki reaksi sangat cepat (kurang dari 24 jam),
dapat digunakan perempuan di atas 35 tahun, serta tidak menimbulkan
ketergantungan, namun Anda harus rajin kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan.
Kerugian penggunaan KB suntik ialah Anda akan mengalami
gangguan haid, dimana siklus haid bisa memendek atau memanjang,
pendarahan banyak atau sedikit, spotting, sampai tidak haid sama sekali.
KB suntik pun tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu, naiknya berat
badan, terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian,
dan jika digunakan dalam jangka panjang dapat terjadi perubahan pada
lipid serum, menurunkan densitas tulang, serta keringnya vagina yang
dapat menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, dan jerawat.

2. Pil KB
Komposisi Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi
selama 28 hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap
tabletnya mengandung 0.15 mg Levonorgestrel(hormon Progestin) dan
0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7 tablet salut
gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.Mekanisme KerjaPil
KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah diproduksioleh
indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan.
Hormon yang terkandung dalam pilKB Andalan akan
memperkental lendir leher rahim sehingga mempersulit sel sperma
masukkedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya pembuahan dankehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan
menebalkan dinding rahim, sehingga tidak akansiap untuk
kehamilan.Kualitas Apabila digunakan secara rutin dan tepat waktu,
Pil KB Andalan 99,7% ampuhmencegah kehamilan.
Kualitas telah memenuhi standard internasional , Membantu
mencegahkehamilan di luar rahim, kanker indung telur, kanker rahim,
kista dan kanker payudara.Hormon yang terkandung pada setiap
pil merupakan perpaduan bahan yang sangat baik,sehingga kandungan
hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah sama. Hal ini tentu
sangat berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek samping
dan meningkatkan efektifitaskerja dari pil ini.Keunikan Setiap produk
tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki jugamemiliki
keunikan, antara lain:

Efek samping rendah


a. Nyaman
b. Menjaga siklus haid agar lebih teratur
c. Menjaga kestabilan berat badan
d. Menjaga kesehatan kulit
e. Kandungan hormon rendah
f. Kembali subur dengan cepat
Efek Samping Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat
individual dansementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
a. Mual
b. Sakit kepala ringan
c. Pada masa 3 bulan pertama mungkin akan terjadi spotting diantara masa haid

e. Ibu hamil memeriksa kehamilannya sesuai standar

f. Balita mendapatkan imunisasi lengkap

g. Pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan

h. Pemantauan pertumbuhan balita

2. Dua Indikator dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular, yaitu:

a. Penderita hipertensi yang berobat teratur

b. Penderita TB paru yang berobat sesuai standar

3. Dua Indikator dalam perilaku sehat, yaitu:

a. Tidak adanya anggota keluarga yang merokok

b. Sekeluarga sudah menjadi anggota JKN

4. Dua indikator dalam poin rumah / lingkungan sehat yaitu:

a. Mempunyai sarana air bersih

b. Menggunakan jamban keluarga

5. Satu Indikator dalam kesehatan jiwa yaitu anggota keluarga akses dalam
pelayanan kesehatan jiwa.
E. Pertanyaan
1. Pengertian makanan PHBS ?
2. Sebutkan Indikator PHBS ?

F. Jawaban
1. PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yaitu sekumpulan perilaku yang
dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai upaya agar dirinya sehat dan aktif
membantu kesehatan masyarakat di sekitarnya.Fungsi makanan bergizi adalah
2. Indikator PHBS ada 8 diantaranya :
1. Mencuci Tangan Dgn Air Bersih Dan Menggunakan Sabun
Alasan seseorang harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun adalah:
a. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab

penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan.


b. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa

menimbulkan penyakit (Depkes RI, 2001).


c. Mencuci tangan dengan air yang mengalir hanya dapat menghilangkan kuman

25% dari tangan, sedangkan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan

sabun akan dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman hingga 80% dari

tangan (Hasyim, 2009)


Saat harus mencuci tangan yaitu:
a. Setiap kali tangan kita kotor (setelah memegang uang, memegang binatang,

berkebun)
b. Setelah buang air besar
c. Sebelum makan dan sebelum memegang makanan
Manfaat mencuci tangan diantaranya:
a. Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan
b. Mencegah penularan penyakit seperti diare, disentri, kolera, thypus, kecacingan,

penyakit kulit, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), flu burung atau SARS.
c. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.
2. Jajanan Sehat Di Kantin Sekolah
Menurut Depkes RI (2001) alasan tidak boleh jajan di sembarang tempat, harus di

kantin sekolah karena:


a. Makanan dan minuman yang dijual cukup bergizi, terjamin kebersihannya,

terbebas dari zat-zat berbahaya dan terlindung dari serangga dan tikus.
b. Makanan yang bergizi akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan siswa,

sehingga siswa menjadi lebih berprestasi di sekolah.


c. Tersedianya air bersih yang mengalir dan sabun untuk mencuci tangan dan

peralatan makan.
d. Tersedianya tempat sampah yang tertutup dan saluran pembuangan air kotor.
e. Adanya pengawasan secara teratur oleh guru, siswa dan komite sekolah.
3. Menggunakan Jamban Bersih&Sehat
4. Olah Raga Yang Teratur & Terukur
5. Memberantas Jentik Nyamuk
6. Tidak Merokok Di Sekolah
7. Menimbang Berat Badan & Mengukur Tinggi Badan Setiap 6 Bulan
8. Membuang Sampah Pada Tempatnya

G. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya Jawab

H. Media
1. Slide
2. Leaflet
3. Video

I. Kegiatan
Kegiatan
No Tahap Waktu
Penyuluh Peserta
1 Pembukaan 5M a. Salam pembukaan a. Menjawab salam
b. Perkenalan b. Memperhatikan
c. Apersepsi c. Berpartisipasi aktif
d. Mengkomunikasikan tujuan d. Memperhatikan
2 Inti 20M a. Menjelaskan materi a. Mendengarkan dan
1. Pengertian PHBS
memperhatikan
2. Indikator PHBS
b. Menyimak
3. Peran siswa dan Guru dalam
c. Memperhatikan jawaban
kegiatan PHBS
dari penyuluh.
b. Memperhatikan respon peserta
c. Memberikan kesempatan untuk
bertanya
3 Penutup 5M a. Menyimpulkan a. Mendengarkan.
b. Evaluasi b. Memperhatikan
c. Penutup c. Menjawab salam

J. EVALUASI
Metode Evaluasi : Diskusi dan Tanya jawab
Jenis Pertanyaan : Lisan
Jumlah Pertanyaan : 2 soal

LEMBAR PENGESAHAN
Muara Madras, 05 Agustus 2016

Mengetahui,

Kepala Sekolah Pemateri

__________________ Tim Nusantara Sehat

Kepala Puskesmas

Hj. Siti Komiah


Nip. 197507132002122001