Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman Perkuliahan 4

Dosen : H. Asep Solihat, S. Kep., Ners


Judul : SOP Kegiatan Praktik Laboratorium BHD (Bantuan Hidup
Dasar)
Tanggal : 24 Februari 2017

Isi Rangkuman

SOP BHD
1. Pengertian
Merupakan usaha yang pertama kali dilakukan untuk mempertahankan
kondisi jiwa seseorang pada saat mengalami kegawatdaruratan.
2. Tujuan
a. Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya pernafasan.
b. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari
pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi
jantung paru (RJP).
3. Langkah-langkah BHD
a. Pastikan keamanan penolong dan keamanan pasien.
1) Segera setelah aman.
2) Hati-hati kemungkinan trauma leher.
3) Jangan pindahkan atau mobilisasi pasien bila tidak perlu.
4) Aktifkan emergency system.
b. Memeriksa korban dengan cara menepuk bahu/pencet ujung kuku/tekan
(ulek) bagian sternum.
c. Segera berteriak minta pertolongan.
d. Memperbaiki posisi pasien.
e. Memperbaiki posisi penolong.
f. Circulation (bantuan sirkulasi) memastikan ada tidaknya denyut nadi
(arteri carotis tp pada bayi arteri brachealis).
g. Airway (jalan nafas) periksa jalan nafas.
1. Finger swap.
2. Benda asing menggunakan jari atau besi yang dilipat 2.
Bila pasien tidak memberikan respon :
1. Supine, permukaan datar dank eras.
2. Bila perlu pindahkan pasien dengan cara kepala, bahu dan badan
bergerak bersamaan (in-line) bila curiga cedera spinal.
3. Posisi penolong disamping kanan pasien.
4. Membuka jalan nafas head till chin lift / jaw trust agar kepala
fleksi (jaw trust dilakukan bila dicurigai fraktur servikal).
h. Breating (pernafasan) berikan bantuan nafas.
Memastikan pasien tidak bernafas dengan look (melihat), listen
(mendengar), feel (merasakan) dengan waktu kurang dari 10 detik.
i. Apnea, nafas abnormal, nafas tidak adekuat memberikan bantuan nafas
2 kali dengan waktu yang singkat.
j. Evaluasi airway dan breathing.
Jika mengalami kesulitan untuk memberikan nafas buatan yang
efektif, periksa apakah masih ada sumbatan jalan nafas di mulut pasien.
Bila tidak ada lakukan tiupan 2 kali yang adekuat.
k. Bila pasien kembali bernafas, ubah posisi pasien jadi posisi mantap (sim)
posisi miring.
l. Evaluasi airway, breathing, circulation.
1) Sirkulasi (-) : teruskan pres jantung luar + nafas buatan.
2) Sirkulasi (+) nafas (-) : nafas bautan 10 12 kali/menit.
3) Sirkulasi (+) nafas (+) : berikan posisi sisi mantap dan jaga jalan
nafas.
m. Kompres jantung luar.
1) Pada sternum atau diantara putting susu.
2) Kedalaman kompresi jantung 3,8 5 cm.

Note : Awal melakukan evaluasi adalah arteri karotis pernafasan Jika


tidak ada arteri karotis lakukan lagi 5 siklus Tidak ada nafas, nadi
teraba, berikan nafas sebanyak 10 -12 x/menit.
RJP pada anak biasanya menggunakan kedua jari jempol atau kedua jari
telunjuk dan tengah. Kedalaman kompresi 0,5 cm.