Anda di halaman 1dari 2

A.

pH awal KOH
--> KOH merupakan basa kuat, jadi pH maupun pOH bergantung kepada nilai valensi
basa dan Molaritas.
[OH-]= M x valensi basa
= 0,1 x 1
= 0,1 atau 10^-1

pOH= 1
pH= 13

B. Volume CH3COOH utk titik ekuivalen


CH3COOH=KOH
V1xM1xvalensi=V2xM2xvalensi
V1 x 0,1 x 1 = 20 x 0,1 x 1
V1 = 20 mL CH3COOH

C. pH saat titik ekuivalen


*n CH3COOH= 20 mL x 0,1 M= 2 mmol
*n NaOH= 20 mL x 0,1 M= 2 mmol
--> karena sama-sama memiliki 2 mmol, pasti reaksi tidak ada sisa, sehingga pH= 7
E. Indikator
= Basa kuat oleh asam lemah. Karena pH-nya 7, jadi indikatornya metil
merah, fenolftalein, dan bromtimol biru.

Apa kegunaannya?

Indikator fenolftalein menunjukkan perubahan warna yang dapat

membantu kita menentukan titik akhir titrasi.

b. Apakah kita bias menentukan titik ekivalen tanpa menggunakan bantuan

fenofltalein itu? Jelaskan!

Tidak bisa. Karena titik ekuivalen hanya dapat diketahui dengan menambahkan suatu
indicator. Indicator ini berubah warna di sekitar titik ekuivalen. Titik ekuivalen pada
percobaan diatas ditandai oleh perubahan warna dari tidak berwarna menjadi merah merah
muda.

c. dapatkah indicator fenolftalein diganti dengan indicator lain? Jika dapat

berikan contohnya dan nyatakan perubahan warna yang diharapkan!


Ya, indikator fenolftalein diganti dengan indicator lain sepertiBromtimol

Biru yang memiliki trayek perubahan warna 6,0 7,6 (kuning biru) dan

Metil Merah yang memiliki trayek perubahan warna 4,2 6,3 (merah

kuning).

Akan tetapi, fenolftalein lebih sering digunakan karena perubahan warna

fenolftalein lebih mudah diamati.

d. Apakah indicator fenolftalein dapat ditempatkan dalam buret?

Ya, bisa.