Anda di halaman 1dari 6

Larutan Nutrien untuk Hidroponik

Nutrient Solution for Hydroponics


M. Iqbal Effendy, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor.
Humaira, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor.
Belia Berliani Putri, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor.

PENDAHULUAN
Tujuan
Latar Belakang Tujuan dari penulisan makalah ini
adalah untuk mengetahui faktor larutan
Budidaya tanaman secara
nutrisi sebagai salah satu kultur dari
hidroponik dilakukan tanpa tanah, tetapi
sistem budidaya hidroponik.
menggunakan larutan nutrisi sebagai
pasokan utama nutrisi tanaman. Pada
budidaya tanaman dengan media tanah,
PEMBAHASAN
tanaman memperoleh unsur hara dari
tanah, tetapi pada budidaya tanaman secara
hidroponik, tanaman memperoleh unsur
hara dari larutan nutrisi yang dipersiapkan Hidroponik berasal dari bahasa
khusus. Larutan nutrisi dapat diberikan Yunani, yaitu hydro yang berarti air dan
dalam bentuk genangan atau dalam ponos yang artinya daya. Hidroponik
keadaan mengalir. Selain itu, larutan dikenal sebagai soilless culture atau
nutrisi dapat dialirkan ke media tanam budidaya tanaman tanpa tanah. Hal ini
hidroponik sebagai tempat berkembangnya termasuk juga bercocok tanam di dalam pot
akar. atau wadah lainnya yang menggunakan air
atau bahan porus lainnya, seperti pecahan
Persyaratan pertumbuhan optimal genting, pasir kali, kerikil, dan gabus putih/
tanaman ditentukan oleh salah satunya styrofoam (Herwibowo dan Budiana
lingkungan daerah perakaran. Hal ini 2014). Penanaman tanpa menggunakan
ditentukan oleh keadaan larutan dan tanah mengharuskan untuk menyediakan
sirkulasinya. Kondisi pH larutan nutrisi nutrisi yang tidak dapat disediakan oleh
perlu diupayakan sesuai untuk tanaman media tanam yang biasanya dalam bentuk
yang dibudidayakan. Nilai Electrical larutan agar mudah diserap oleh tanaman.
Conductivity (EC) larutan nutrisi harus
disesuaikan dengan umur tanaman dan fase Sistem hidroponik dikelompokkan
pertumbuhannya. Selain itu, kandungan menjadi dua, yaitu kultur media tanam dan
dari larutan nutrisi serta cara pemberiannya kultur larutan nutrisi. Pada kultur larutan
kepada tanaman juga berpengaruh nutrisi, penanaman dilakukan tidak
terhadap proses pertumbuhan tanaman. menggunakan media tanam atau media
Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan tumbuh, sehingga akar tanaman tumbuh di
tentang larutan nutrisi sebagai faktor dalam larutan nutrisi atau di udara. Kultur
penting pada proses budidaya hidroponik. larutan nutrisi dibagi menjadi tiga
kelompok besar, yaitu hidroponik larutan
diam, hidroponik dengan larutan nutrisi
yang disirkulasikan, dan aeroponik
sebagaimana disajikan pada Gambar 1.

Floating Hydroponics (Hidroponik Rakit styrofoam yang mengapung di atas


Apung) permukaan larutan nutrisi pada suatu bak,
sehingga akar-akar tanaman terendam dan
Metode ini dikembangkan pertama
dapat menyerap nutrisi dan air.
kali oleh Jensen (1980) di Arizona dan
Karakteristik sistem ini adalah
Massantini (1976) di Italia. Hidroponik
terisolasinya lingkungan perakaran,
rakit apung termasuk hidroponik kultur
sehingga fluktuasi suhu larutan nutrisi
larutan nutrisi. Pada hidroponik rakit
tergolong rendah. Fluktuasi suhu larutan
apung, tanaman ditanam dengan posisi
nutrisi dalam sistem ini dipengaruhi oleh
akar terendam di dalam larutan nutrisi yang
kondisi lingkungan sekitar, umur tanaman,
tidak mengalir. Tanaman dibudidayakan
dan kedalaman larutan nutrisi.
dengan cara menempatkan tanaman pada
Pada sistem ini, larutan nutrisi tidak dapat memperoleh unsur hara, air, dan
disirkulasikan, tetapi dibiarkan pada bak oksigen yang cukup. Komponen sistem
penampung dan larutan nutrisi dapat didaur NFT adalah saluran, tangka, pompa, pipa,
ulang sesudah dievaluasi kepekatan dan Styrofoam. NFT memiliki karakteristik
larutannya. Hal ini perlu dilakukan karena akar tanaman berada di udara dan larutan
akan terjadi pengkristalan dan nutrisi sekaligus. Sebagian akar berada
pengendapan nutrisi di dasar bak dalam pada ruang udara dalam saluran, sehingga
jangka waktu yang cukup lama sehingga dapat menyerap oksigen, sebagian yang
dapat mengganggu pertumbuhan sayuran lain terendam dalam larutan nutrisi
(Herwibowo dan Budiana 2014). sehingga dapat menyerap unsur hara dan
air yang diperlukan oleh tanaman. Saluran
Nutrient Film Technique (NFT)
diletakkan pad kemiringan tertentu
Nutrient Film Technique (NFT) sehingga memungkinkan larutan nutrisi
adalah metode budidaya tanaman dimana mengalir sampai ujung saluran dan
akar tanaman tumbuh di dalam larutan ditampung kembali dalam tangka. Dalam
nutrisi sangat dangkal yang membentuk sistem ini, larutan nutrisi disirkulasikan
lapisan tipis nutrisi (nutrient film) dan terus menerus secara tertutup. Skema
tersirkulasi. Dengan demikian, tanaman sistem NFT dijelaskan pada Gambar 2.

Gambar 2. Skema sistem NFT dengan mesin pendingin (Matsuoka dan


Suhardiyanto 1992)

Aeroponics (Aeroponik) yang disemprotkan ke akar. Larutan


nutrisi disemprotkan dalam bentuk kabut
Aeroponik adalah metode
ke akar tanaman yang berada dalam
budidaya tanaman dimana akar tanaman
chamber yang merupakan lingkungan
menggantung di udara serta memperoleh
tertutup tempat tumbuhnya akar dengan
unsur hara dan air dari larutan nutrisi
durasi tertentu sebagaimana dijelaskan
pada Gambar 3. Sistem ini meliputi yang dilengkapi timer, chamber,
meliputi sprayer nozzles untuk Styrofoam, dan pipa.
menyemprotkan larutan nutrisi, pompa

Menurut Jensen (1997), larutan banyak sehingga disebut unsur hara makro.
nutrisi merupakan bahan-bahan yang Unsur besi (Fe), mangan (Mn), tembaga
diserap oleh tanaman dan berisi satu atau (Cu), seng (Zn), boron (Bo), molibdenum
lebih unsur esensial yang diperlukan oleh (Mo), dan klor (Cl) digunakan dalam
tanaman. Syarat yang harus dipenuhi oleh jumlah sedikit sehingga disebut unsur hara
unsur esensial dalam larutan nutrisi adalah mikro. Unsur-unsur lain seperti karbon (C)
kekurangan unsur esensial dapat dan oksigen (O) diperoleh langsung dari
menghambat pertumbuhan tanaman serta udara dan hidrogen (H) diperoleh secara
unsur tersebut secara langsung terlibat langsung maupun tidak langsung dari
sebagai hara tanaman. dalam tanah (Soepardi 1983). Menurut
Resh (1998), dalam budidaya hidroponik
Tanaman dapat berkembang
diperlukan enam unsur hara makro yaitu N,
dengan baik dalam larutan garam nutrisi
P, K, Ca, Mg, dan S dan tujuh unsur hara
sebagai pengganti tanah dimana tanaman
mikro yaitu Fe, Cl, Mn, Cu, Zn, B, dan Mo
menerima oksigen dan semua komponen
untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
mineral penting dalam komposisi yang
tidak meracuni. Terdapat 16 elemen Sistem hidroponik banyak dilakukan
penting yang dibutuhkan dalam pada tanaman hortikultura, tanaman obat
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. serta tanaman berukuran kecil dan
Tiga belas unsur fungsional diperoleh memiliki nilai jual tinggi. Salah satu
tanaman dalam tanah antara lain nitrogen tanaman yang biasa ditanam dengan
(N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), metode hidroponik adalah selada.
magnesium (Mg), dan sulfur (S). Unsur- Penggunaan hidroponik untuk selada
unsur tersebut diperlukan dalam jumlah
bertujuan untuk meningkatkan mutu sudah Tabel 1 Komposisi nutrisi
hasil produksi selada. hidroponik selada
Larutan nutrisi budidaya hidroponik Ion Konsentrasi (ppm)
selada adalah pH 5.6-6 (Morgan 1999). NH4+ 22.5
Tetapi pada sebagian besar budidaya K+ 429
tanaman hidroponik, larutan dipertahankan Ca2+ 180
konstan pada kisaran pH 5.5-6.5 dengan Mg2+ 24
menambah larutan asam atau basa (Adam NO3- 1178
et al. 1995). Tinggi rendahnya nilai pH SO42- 108
H2PO4- 194
akan mempengaruhi ketersediaan beberapa
FE3+ 2.232
mineral yang diperlukan oleh tanaman.
Mn3+ 0.275
Tingkat keasaman larutan nutrisi mudah Zn2+ 0.262
berubah karena ketidakseimbangan antara B3+ 0.324
anion dan kation yang diserap oleh Cu+ 0.049
tanaman (Harjadi 1990). Mo2+ 0.048
Konduktivitas listrik atau electrical
conductivity (EC) adalah pengukur garam Tanaman selada disemai terlebih
dalam larutan nutrisi. Konduktivitas listrik dahulu sebelum dipindahkan pada media
memberi indikasi mengenai nutrisi yang rockwool. Metode hidroponik yang
terkandung pada larutan dan yang diserap digunakan adalah hidroponik rakit apung.
oleh akar. Larutan yang kaya nutrisi akan Pengamatan meliputi analisis kualitas air.
mempunyai EC yang lebih besar daripada Analisis ini dilakukan sebelum pemberian
larutan yang mempunyai sedikit ion-ion larutan nutrisi serta pada akhir
garam. Nilai EC tergantung dari jenis-jenis pengamatan. Analisis air meliputi
ion yang terkandung di dalam larutan perubahan kualitas air yang digunakan
nutrisi, konsentrasi ion, dan suhu larutan. sebanyak tiga kali per hari yaitu pada pagi
Tingkat EC yang digunakan dalam hari, siang hari, dan sore hari. Pengamatan
hidroponik selada di dataran rendah adalah yang dilakukan adalah pengamatan EC dan
0.5 2.5 mS.cm-1. Total konsentrasi pH serta pengamatan kondisi greenhouse
elemen dalam larutan nutrisi antara 1000- berupa suhu, RH dan intensitas cahaya
1500 ppm (Morgan 1999). Pada penelitian matahari. Pengamatan pertumbuhan
Koerniawati (2003), selada dapat tumbuh vegetatif meliputi pengukuran jumlah daun
baik pada 250 - 320 ppm atau 400 - 500 dan tinggi tanaman. Pada saat panen,
S.cm-1. dilakukan pengukuran diameter batang,
Selada varietas Grand Rapids dan panjang akar, bobot akar, dan jumlah
media tanam menggunakan rockwool, tanaman hidup per panel. Penimbangan
larutan nutrisi A yang terdiri atas KNO3, bobot tanaman selada per tanaman dan
Ca(NO3)2, FeEDTA, dan larutan nutrisi B bobot tanaman selada yang dapat
yang terdiri dari KNO3, K2SO4, KH2PO4, dipasarkan per panel. Disamping itu,
MgSO4, MnSO4, CuSO4, (NH4)SO4, dilakukan analisis kualitas air, analisis
Na2HBO3, ZnSO4, dan NaMoo4. klorofil, dan analisis jaringan tanaman (N,
Komposisi nutrisi dapat dilihat pada Tabel P, dan K).
1.
Larutan nutrisi untuk hidroponik
juga harus memperhatikan kadar oksigen
DAFTAR PUSTAKA
yang dikandung, karena oksigen
dibutuhkan perakaran tanaman untuk
menyerap unsur-unsur yang terkandung di
dalam larutan nutrisi. Semakin tinggi kadar Adam CR, KM Bamford, KM Early. 1995.
oksigen semakin baik untuk tanaman. Principle of Horticulture. London (UK):
Namun jika suhu larutan nutien terlalu Butterworth Heinemang.
tinggi dapat menyebabkan kadar oksigen Harjadi SS. 1990. Dasar-Dasar
terlarut turun, bahkan jika suhu larutan Hortikultura. Bogor (ID): Departemen
cukup panas, oksigen terlarut bisa hilang Budidaya Pertanian, IPB.
sama sekali. Selain itu, suhu tinggi pada
larutan nutrisi secara signifikan dapat Herwibowo K, Budiana NS. 2014.
menghambat pertumbuhan tanaman Hidroponik Sayuran Untuk Hobi & Bisnis.
(Rahmat 2015). Pertumbuhan selada Jakarta (ID): Penerbit Swadaya.
menjadi optimum pada suhu 250C- 280C. Jensen MH. 1997. Hydroponics. Hort
Science. Vol 32(6): hal 1018-1020

KESIMPULAN Matsuoka T, Suhardiyanto H. 1992.


Thermal and flowing aspects of growing
Bercocok tanam dengan petty tomato in cooled NFT solution during
menggunakan sistem hidroponik harus summer. Environment Control in Biology.
memperhatikan nutrisi yang akan 30 (3): 119-125.
diberikan kepada tanaman karena media
tanam tidak memiliki unsur yang Morgan L. 1999. Hydroponics Lettuce
dibutuhkan. Pemberian nutrisi pada Production. Nurrabeen (AU): Caspre Publ.
hidroponik dibedakan atas Floating Pty Ltd
Hydroponics, Nutrient Film Technique, Rahmat Purwadaksi. 2015. Bertanam
dan Aeroponic. Sistem hidroponik banyak Hidroponik Gak Pakai Masalah. Jakarta
dilakukan pada tanaman hortikultura (ID): AgroMedia Pustaka.
seperti pada selada. Nutrisi yang diberikan
harus memperhatikan unsur mikro yang Resh HM. 1998. Hydroponics Food
dikandung, pH larutan nutrien untuk selada Production. Santa Barbara (US):
adalah 5.6-6 dengan EC 0.5 2.5 mS.cm-1 Woodbridge Press Publ. Co.
yaitu kosentrasi larutan 1000-1500 ppm. Soepardi G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah.
Kontrol suhu larutan juga diperlukan untuk Bogor(ID): Fakultas Pertanian IPB.
memenuhi kebutuhan oksigen untuk
tanaman.