Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

METODE STUDY

3.1 Desain Penelitian

Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik

dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah serta

aturan-aturan yang berlaku untuk dapat menghasilkan suatu penelitian

yang baik. Untuk dapat menghasilkan penelitian yang baik, maka

dibutuhkan desain penelitian untuk menunjang dan menberikan hasil

penelitian yang sistematik. Desain penelitian adalah semua proses yang

diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian, yang

membantu penelitian dalam pengumpulan dan menganalisis data

(Wikipedia). Adapun desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu

Hadjar adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk

memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Definisi lain mengatakan bahwa desain (design) penelitian adalah rencana

atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar ancar kegiatan

yang akan dilaksanakan.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa desain

penelitian adalah semua proses dan struktur penyelidikan yang dilakukan

pengumpulan data serta ancar-ancar penelitian yang akan dilaksanakan.

Desain penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah studi

kasus kuantitatif dengan desain penelitian analitik yaitu terdiri dari variabel
bebas dan terikat, membutuhkan jawaban mengapa dan bagaimana

(Hidayat,2007) dan pendekatan cross sectional yaitu penelitian pada

beberapa populasi yang diamati pada waktu yang sama (Hidayat,2007).

3.2 Kerangka Kerja

Kerangka kerja teoritis merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian.

Di dalamnyadikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan di antara

variabel-variabel yangtelah diidentifikasi melalui proses pengumpulan data awal, baik

wawancara atau observasi, danjuga studi literatur dalam kajian pustaka.

Dengan kata lain, kerangka kerja teoritis membahas keterhubungan antar variabel

yang dianggap terintegrasikan dalam dinamika situasi yang akan diteliti. Melalui

pengembangan kerangka kerja konseptual, memungkinkan kita untuk menguji

beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat mempunyai pemahaman

yang komprehensif atas masalah yangsedang kita teliti.


Tuan A dengan
diagnose stomatitis

Daun kangkung
dalam upaya
penyembuhan
stomatitis

Wawancara yang
mendalam dan
observasi

Melakukan
pengkajian pada
Tuan A di rumah

Penyusunan
Asuhan
Keperawatan

Melakukan
Diagnosa
Keperawatan
kepada Tuan A di
rumah sakit

Menyusun
intervensi untuk
Tuan A dengan

Melakukan
Tindakan
Keperawatan

Melakukan evaluasi
terhadap tindakan
keperawatan
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit dr Soepraoen. Waktu

penelitian dilaksanakan Januari 2014 Februari 2015 dengan pemberian

asuhan keperawatan kepada Nona M dengan diagnosa medis stomatitis.

3.4 Subyek Penelitian

Subjek penelitian menurut Amirin merupakan seseorang atau

sesuatu mengenai yang mengenainya ingin diperoleh keterangan.

Suharsimi Arikonto memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal

atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang

dipermasalahkan. Subjek penelitian sebagai unit analisis, yaitu subjek

yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian (Arikunto,2006).

Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian memiliki peran yang sangat

strategis karena pada subjek penelitian, itulah data tentang variabel yang

penelitian akan amati. Kesimpulan dari kedua penngertian diatas Subjek

penelitian adalah individu, benda, atau organisme yang dijadikan sumber

informasi yang dibutuhkan dalam pengumpulan data penelitian.

Subyek dari Penelitian ini adalah Tuan A dengan diagnosa medis

Stomatitis di Rumah Sakit dr Soepraoen.

3.5 Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi terhadap

tujuan penelitian yang sedang dilakukan. Fokus penelitian harus

diungkapkan secara eksplisit untuk mempermudah peneliti sebelum


melaksanakan observasi. Fokus penelitian adalah garis besar dari

penelitian, jadi observasi serta analisa hasil penelitian akan lebih terarah.

Fokus Penelitian yang digunakan adalah Pemanfaatan daun kangkung

untuk mengobati stomatitis.

Fokus peneltian pada penelitian ini adalah pemberian ramuan Daun

kangkung pada pasien penyakit stomatitis yang diobati di Rumah Sakit dr

Soepraoen. Pemberian ramuan daun kangkung kepada Tuan A setiap

setiap hari dengan cara berkumur serta membatasi apa yang harus

dikonsumsi. Dengan menghindari factor-faktor yang bisa memunculkan

stomatitis diharapkan juga bisa memperceppat proses penyembuhan.

3.6 Metode Pengumpulan Data

3.6.1 Proses Pengumpulan Data

Sebelum mengadakan penelitian, peneliti harus melalui serangkaian

proses birokrasi perijinan untuk mengurus surat ijin dari Direktur Rumah

Sakit dr Soepraoen yang ditujukan kepada Kepala Instalasi, selanjutnya

Kepala Ruang Kenanga selaku kepala ruangan dimana Ruang Kenanga

digunakan sebagai lahan penelitian, serta surat ijin yang dtujukan kepada

pihak keluarga Tuan A agar dapat memberikan perijinan untuk studi

pendahuluan, pengambilan data, serta melakukan tindakan penelitian.

Cara pengumpulan data pertama dilakukan dengan cara:

1. Mencari informasi tentang Tuan A kepada pihak rumah sakit dan

pihak yang menangani pasien tersebut. Untuk mengetahui


kesesuaian kriteria pasien dengan subyek penelitian dan kasus

yang diambil pada judul.


2. Peneliti melakukan prainteraksi dengan membaca status klien,

kemudian melakukan perkenalan (tahap orientasi) pada pasien

beserta keluarga yang menunggu pasien dengan memperkenalkan

diri, menjelaskan maksud dan tujuan kepada keluarga yang

menunggu. Tahap orientasi juga bertujuan agar terbina hubungan

saling percaya antara pasien, keluarga dan peneliti supaya pada

saat pengkajian peneliti dapat memperoleh data secara lengkap.


3. Peneliti meminta kesediaan klien untuk menjadi subyek penelitian

tanpa unsur keterpaksaan. Setelah klien bersedia sebagai subyek

penelitian kemudian peneliti memberikan informed consent kepada

pasien sebagai bukti legal bahwa klien telah bersedia sebagai

subjek penelitian. Setelah tahap orientasi yaitu tahap kerja, pada

tahap kerja peneliti memulai menyusun asuhan keperawatan yang

pertama yaitu proses pengkajian yang dilakukan dengan cara

wawancara, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Setelah

data subjektif dan objektif telah dianalisa kemudian merumuskan

diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien. Setelah

merumuskan diagnosa langkah selanjutnya menyusun intervensi

keperawatan pemberian ramuan daun kangkung pada pasien yang

menderita stomatitis. Kemudian melakukan implementasi

keperawatan secara komprehensif dengan satu fokus tindakan

yaitu pemberian ramuan daun kangkung untuk berkumur setiap hari

sesudah makan. Perawatan dilakukan sejak hari ke-1 pasien


dirawat inap. Perawatan ini dilakukan oleh peneliti sendiri minimal 7

hari. Tahap terakhir yaitu melakukan evaluasi keperawatan

terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukan.

Tindakan yang peneliti lakukan jika terjadi kesulitan dalam

pengumpulan data adalah dengan meminta bantuan kepada pihak yang

menangani pasien sehingga pasien bersedia untuk diwawancarai dan

mempercayakan kepada peneliti tentang kerahasiaan, dan kondisi

kesehatannya.

3.6.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen penelitian adalah: Merupakan sebuah alat yang

digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang bermanfaat

untuk menjawab permasalahan penelitian. Instrumen sebagai alat pada

waktu penelitian yang menggunakan suatu metode. Menyusun instrumen

penelitian dapt dilakukan peneliti jika peneliti telah memahami benar

penelitiannya. Pemahaman terhadap variabel atau hubungan antar

variabel merupakan modal penting bagi peneliti agar dapat menjabarkan

menjadi sub variabel, indikator, deskriptor dan butir-butir instrumennya.

Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Wawancara (Interview)
Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan Tuan A, guna

mencari data tentang variabel latar belakang penyakit


2. Observasi
Peneliti mengadakan pengamatan secara langsung,observasi

dilakukan dengan tes. Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis

kegiatan yang timbul dan akan diamati.


3.7 Metode Uji Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari

konsep kesahihan data(validitas)dan keandalan (realibilitas) menurut

aliran postivisme dalam pandangan aliran naturalistic tidak

menggunakan istilah tersebut. Paradigma alamiah menggunakan kriteria

tertentu yang tentunya disesuaikan dengan tuntutan inkuirinya sehingga

pendevinisian kembali kriteria tersebut merupakan tuntutan yang tidak

dapat dielakkan. Pendefinisian kembali itu mengarah pada teknik kontrol

atau pengawasan terhadap keabsahan data yang perlu pula

direformulasikan.

Metode Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan

triangulasi. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan

dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa

sumber yaitu klien, keluarga dan catatan keperawatan. Misalnya data

diperoleh dengan wawancara, lalu di cek dengan observasi dan

dokumentasi. Waktu wawancara yang dipilih juga mempengaruhi

kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi

hari pada saat narasumber masih keadaan fresh, belum banyak masalah,

akan memberikan data yang lebih valid.

3.9 Metode Analisa Data

Analisis data merupakan suatu proses untuk mengatur urutan data,

kemudian mengorganisasikan ke dalam kategori, pola maupun ke dalam

satuan uraian dasar (Patton). Sementara Menurut Taylor, analisis data


didefinisikan sebagai proses yang melakukan perincian usaha secara

formal yang berguna untuk merumuskan hipotesis dan menemukan tema

seperti apa yang telah disarankan serta sebagai bentuk usaha untuk

memberikan kontribusi dan tema pada hipotesis. Apabila dikaji, maka

definisi yangpertama lebih tertuju pada pengorganisasian data sementara

untuk definisi yang kedua menekankan pada tujuan dan maksud dari

analisis data penelitian. Dengan demikian maka definisi tersebut bisa di

sintetiskan bahwa analisis data merupakan proses mengorganisasikan

dan juga mengurutkan data ke dalam suatu kategori, pola dan satuan

uraian dasar sehingga bisa ditemukan tema serta dirumuskan hipotesis

kerjanya seperti yang telah didasarkan oleh data.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisa

Data Kualitatif yaitu dengan cara membandingkan teori dengan fakta yang

ditemukan pada klien. Analisa data kualitatif dapat dilakukan dengan dua

cara, yaitu analisis data selama peneliti dilapangan dan analisis setelah

selesai pengumpulan data.Data yang telah ditemukan saat dilapangan

tersebut dibandingkan dengan teori yang telah dikemukakan pada studi

pendahuluan atau konsep teori.

3.10 Etika Penelitian


Etika penelitian mencakup perilaku peneliti atau perlakuan peneliti

terhadap subjek penelitian serta sesuatu yang dihasilkan oleh peneliti bagi

masyarakat (Notoatmodjo, 2011).


Menurut Nursalam (2011) secara umum prinsip etika dalam

penelitian atau pengumpulan data dapat dibedakan menjadi tiga bagian,


yaitu prinsip manfaat, prinsip menghargai hak-hak subjek, dan prinsip

keadilan, yakni:
1. Prinsip manfaat
a. Bebas dari penderitaan
Penelitian harus dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan

kepada subjek, khususnya jika menggunakan tindakan khusus.


b. Bebas dari eksploitasi
Partisipasi subjek dalam penelitian, harus dihindarkan dari

keadaan yang tidak menguntungkan.Subjek harus diyakinkan

bahwa partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang telah

diberikan, tidakakan digunakan dalam hal-hal yang dapat

merugikan subjek dalam bentuk apapun.


c. Resiko (benefits ratio)
Peneliti harus berhati-hati dalam mempertimbangkan risiko dan

keuntungan yang akan berakibat kepada subjek pada setiap

tindakan.
2. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)
a. Hak untuk ikut atau tidak menjadi responden (right to self

determination).

Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek mempunyai

hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun tidak,

tanpa adanya sangsi apapun atau akan berakibat terhadap

kesembuhannya, jika mereka seorang klien.


b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuanyang diberikan

(right to full dislosure)Seorang peneliti harus memberikan

penjelasan secara rinci serta bertanggung jawab jika ada sesuatu

yang terjadi kepada subjek.


c. Inform consent
Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang

tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk

bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Ada inform

consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya

akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu.


3. Prinsip Keadilan (right to justice)
a. Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair

treatment)
Subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan

sesudah keikut sertaannya dalam penelitian tanpa adanya

diskriminasi apabila ternyata mereka tidak bersedia atau

dikeluarkan dari penelitian.


b. Hak dijaga kerahasiaanya (right to privacy)
Subjek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan

harus dirahasiakan untuk itu perlu adanya tanpa nama (anonymity)

dan rahasia (confidentiality).

3.10 Keterbatasan Penelitian


Keterbatasan adalah kelemahan dan hambatan yang dialami oleh

peneliti. Pada penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang dihadapi

oleh peneliti adalah sebagai berikut.


1. Keterbatasan waktu penelitian.
2. Kurangnya pengalaman karena peneliti baru pertama kali

melakukan penelitian.
3. Tidak jujurnya responden.