Anda di halaman 1dari 9

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

TERAPI MUSIK PADA LANSIA


DI PANTI WERDHA USIA TRESNO MUKTI TUREN

A. JUDUL : Terapi Aktivitas Kelompok Terapi Musik


B. LATAR BELAKANG :

Tahap akhir dari kehidupan manusia adalah menjadi tua, lanjut usia aau
lansia adalah seseorang yang memiliki usia 65 tahun ke atas (setianto,
20004). Menurut menurut Pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No. 13 Tahun 1998
tentang kesehatan dikatakan bahwa usia lanjut adalah seseorang yang
telah mencapai usia lebih dari 60 tahun ke atas ( Efendi dan Makhfudli,
2009).
Data terakhir pada tahun 2009 menunjukan penduduk Lansia di
Indonesia berjumlah 20.547.541 jiwa. Diperkirakan jumlah penduduk
Lanjut Usia di Indonesia pada tahun 2020 akan mencapai 28,8 juta jiwa
atau sekitar 11% dari total penduduk Indonesia. Populasi lansia di Bali
yaitu seanyak 9% sehingga Bali memasuki era penduduk berstruktur tua
karena jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas telah melebihi tujuh
persen (Dinkes Provinsi Bali, 2014).
Secara umum pada lanjut usia akan mengalami berbagai gejala akibat
terjadinya penurunan fungsi seperti biologis psikolohis, sosial, dan
ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada aseluruh aspek
kehidupan , termasuk kesehatannya. Peurunan fungsi kognitif merupakan
salah satu penuruanan psikologis pada lansia. Fungsi kognitif adalah
proses mental dalam memperoleh penetahuan atau kemampuan
kecerdasan, yang meliputi cara berpikir, daya ingat, pengertian,
perencanaan, dan pelaksanaan (Santoso dan Ismail, 2009). Kemampuan
kognitif berubah secara bermakna bersamaan dengan lajunya proses
penuaan, tetapi perubahan tersebut tidak seragam. Sekitar 50% dari
seluruh populasi lansia menunjukkan penurunan kognitif sedangkan
sisanya tetap memiliki kemampuan kognitif sama seperti usia muda.
Penurunan kognitif tidak hanya terjadi pada individu yang mengalami
penyakit yang berpengaruh terhadap proses penurunan kognitif tersebut,
namun juga terjadi pada individu lansia yang sehat. Pada beberapa
individu, proses penurunan fungsi kognitif tersebut dapat berlanjut
sedemikian hingga terjadi gangguan kognitif atau demensia (Pramanta
dkk., 2002).
Demensia menurut WHO adalah sindrom neurodegeneratif yang timbul
karena adanya kelainan yang bersifat kronis dan progresif disertai dengan
gangguan fungsi luhur multiple seperti kalkulasi, kapasitas belajar,
bahasa, dan mengambil keputusan. Kesadaran pada demensia tidak
terganggu. Gangguan fungsi kognitif biasanya disertai dengan perburukan
kontrol emosi, perilaku, dan motivasi. Gejala lain dari demensia adalah
menurunnya kemampuan lansia dalam mengingat sesuatu. Berdasarkan
hasil pengamatan dan wawancara di PWU Tresno Mukti Turen diketahui
bahwa beberapa lansia kesulitan dalam mengingat nama mahasiswa
setelah wawancara atau berkenalan, kesulitan dalam mengingat waktu
atau kronologi terdahulu mengenai penyakit atau keluhan yang sedang
dialami saat ini. Penurunan fungsi kognitif ini perlu mendapatkan
intervensi atau perawatan untuk mencegah penurunan kemampuan
kognitif lebih lanjut pada lansia.
Pencegahan penurunan kognitif dapat dilakukan dengan beberapa
cara, salah satunya adalah dengan melatih daya ingat lansia. Kegiatan
yang dapat dilakukan untuk melatih daya ingat adalah Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK). Permainan ini dapat dilakukan secara berkelompok,
sehingga selain melatih daya ingat permainan yang dilakukan secara
berkelompok dapat meningkatkan sosialisasi diantara lansia yang ikut
berpartisipasi dalam permainan. Permainan yang akan digunakan dalam
TAK adalah lomba Tebak Benda. Berdasarkan latar belakang tersebut
kelompok bermaksud mengadakan TAK yaitu terapi musik pada lansia di
Panti Werda Usia Tresno Mukti Turen.
C. TUJUAN :
1) Tujuan Umum
Setelah diberikan terapi aktivitas kelompok : terapi musik selama
1 x 30 menit diharapkan lansia dapat melakukan kegiatan secara
konstruktif dan menyenangkan serta mengembangkan kemampuan
hubungan sosial.
2) Tujuan Khusus
Setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok: Lomba Terapi musik
pada lansia selama 1 x 30 menit diharapkan agar :
a. Mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok dengan baik dari awal
hingga akhir.
b. Mampu meningkatkan fungsi kognitif
c. Mampu meningkatkan fungsi sosial

D. TEMPAT : Ruang Aula PWU Tresno Mukti Turen


E. WAKTU
Hari : Rabu, 21 Desember 2016
Waktu : 08.00 08.30 WIB ( 30 menit )
F. SASARAN
1. Peserta : Lansia di PWU Tresno Mukti Turen yang mampu mobilisasi
dan bersedia mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok (terapi
music).

2. Jumlah : 15 Orang
G. METODE : Demonstrasi
H. MEDIA :
1. Kursi dan meja
2. Benda- benda di sekitar Klien

I. PENGORGANISASIAN
1. Leader : Sastiko Nur Arifin
2. Co- Leader : Cornelius Ariya
3. Observer : Yunita Rahmawati
Hera Novilia
4. Operator : Audita Gresti
5. Fasilitator : Dewi Masita
Anggun Nur Hamida
Fiping Meiarsih
Mahmudatul Istiqomah
Feris Novela
Enggarnisa Yusro
Yeni Budi K
Dhomo Angling
Riska Mareta
Nur Farhan
Ragil Joko Prasetyo
Fauzy Kukuh
Happy Febriyanto
Shella Leonita
Zera Kusuma
Wahyu Ariyanto
6. Dokumentasi : Rendita Dwi M
Herda Ronawan
Bagus Setia P
J. SETING TEMPAT

Keterangan:

: Leader

: co- Leader

: Observer

: Fasilitator

: Klien

: operator
K. RENCANA PELAKSANAAN

1. Persiapan:
- Memilih pasien sesuai indikasi.
- Membuat kontrak dengan klien
- Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Proses :
- Orientasi
a. Mengucapkan salam terapeutik
b. Menanyakan perasaan klien hari ini
c. Menjelaskan tujuan kegiatan
d. Menjelaskan aturan main:
Klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
Kegiatan dilakukan selama 2 round
Bila ingin keluar dari kelompok harus meminta izin
Lama kegiatan 30 menit

- Tahap Kerja
a. Moderator menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu aktivitas
kelompok lomba terapi musik di PWU Tresno Mukti .
b. Dibentuk 1 kelompok lansia yang masing-masing kelompok terdiri dari
maksimal 15 orang lansia.
c. Semua perangkat mengobservasi klien selama proses kegiatan
d. Ronde pertama masing-masing lansia yang mendapat bola harus
memperkenalkan diri terlebih dahulu mulai dari nama, alamat, dan
tempat tinggal sekarang
e. Ronde kedua, masing-masing lansia yang mendapat bola harus
bernyanyi sesuai dengan keinginan sendiri.
f. Setelah selesai kegiatan aktivitas kelompok terapi musik masing-
masing klien diberi kesempatan menceritakan kesan dan pesannya,
dan maknanya untuk kehidupan klien. Berurutan searah jarum jam,
dimulai dari klien yang ada di sebelah kiri moderator sampai semua
klien mendapat giliran
g. Setelah selesai klien menceritakan kesan dan pesannya, moderator
mengajak klien lain bertepuk tangan dan memberi pujian.
- Tahap Terminasi
a. Evaluasi
Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Rencana tindak lanjut
Menganjurkan lansia untuk bisa melakukan kegiatan seperti ini lagi di
waktu lain.
c. Kontrak yang akan datang
Menyepakati TAK yang akan datang sesuai dengan indikasi klien.
Menyepakati waktu dan tempat

3. Evaluasi :
a. Evaluasi Struktur
100 % ruangan untuk kegiatan sudah siap
Kontrak waktu sudah dilakukan pada lansia sehari sebelum kegiatan
Media untuk TAK telah disiapkan sebelum TAK dimulai
b. Evaluasi Proses
Kegiatan dimulai tepat waktu
100 % peserta hadir dalam kegiatan
7 dari 9 lansia mengikuti kegiatan dengan aktif
7 dari 9 lansia mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
c. Evaluasi Hasil
7 dari 9 lansia mengatakan senang setelah mengikuti kegiatan.
7 dari 9 lansia mengatakan pengetahuan mengenai kesehatan
meningkat
LEMBAR EVALUASI TAK

Petunjuk Pengisian
1. Tulis nama lansia pada kolom yang tersedia
2. Berikan tanda () sesuai dengan respon yang ditunjukkan oleh lansia

ASPEK YANG DINILAI


NAMA Mengikuti Menyatakan
Mau mengikuti
NO kegiatan senang
kegiatan
sampai mengikut
dengan aktif
selesai kegiatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
LEMBAR OBSERVASI TAK TEBAK BENDA

TEBAK BENDA KETERANGAN


NO NAMA
Benar salah
1 Opa Apun Tidak Kooperatif
2 Opa Hadi Kooperatif
3 Opa Sonny Tidak Kooperatif
4 Opa Siahaan Tidak Kooperatif
5 Opa Jayus Kooperatif
6 Opa Yohanes Tidak Kooperatif
7 Opa Riyanto Kooperatif
8 Eko Kooperatif
9 Opa Sutikno Tidak Kooperatif
10 Opa Andik Kooperatif
11 Oma Ida Kooperatif
12 Oma Riama Kooperatif
13 Oma Ningsih Kooperatif
14 Oma Sumi Kooperatif
15 Oma Nonik Kooperatif
16 Oma Else Kooperatif
17 Oma Sustini Kooperatif
18
19
20
21
22
23
24
25