Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH KOMUNIKASI MODEL-MODEL KOMUNIKASI

MAKALAH KOMUNIKASI MODEL-MODEL KOMUNIKASI Disusun oleh: 1. (P07134114050) Aeni Halawiya 2. (P07134114052) Anisa Noviana 3. (P07134114054)

Disusun oleh:

  • 1. (P07134114050)

Aeni Halawiya

  • 2. (P07134114052)

Anisa Noviana

  • 3. (P07134114054)

Ari Kurniawati

  • 4. Diah Ayu Rizki S.

  • 5. Esti Amelia Utari

(P07134114059)

(P07134114062)

  • 6. (P07134114065)

Ida Eliza

  • 7. (P07134114066)

Ikrimatul Ismi

  • 8. Maulia Hardian Hayati

  • 9. Maulina Dewi Novayanti

    • 10. Ni Kadek Ayu Sawitri

    • 11. Silvi Mahelga

    • 12. Siti Nurlia Ramdani

(P07134114075)

(P07134114076)

(P07134114078)

(P07134114091)

(P07134114092)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM JURUSAN ANALIS KESEHATAN

2016/2017

Kata Pengantar

Puji syukur Kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya memberikan Kami kesempatan untuk membuat makalah mengenai “Model-Model Komunikasi”.

Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pemilik website yang Kami gunakan sebagai referensi dalam membuat makalah ini.

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah wawasan mengenai model-model komunikasi.

Kami menyadari bahwa makalah yang Kami buat belum sempurna. Oleh karena itu, Kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar Kami dapat membuat makalah yang lebih baik di kemudian hari.

Demikian, semoga makalah Kami nantinya dapat bermanfaat bagi kita

semua.

Mataram, 30 Oktober 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................2 DAFTAR ISI............................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN........................................................................................2

  • A. Latar Belakang..............................................................................................2

  • B. Rumusan Masalah.........................................................................................2

  • C. Tujuan...........................................................................................................2

  • D. Manfaat.........................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................2

  • A. Definisi Model Komunikasi..........................................................................2

  • B. Model-Model Komunikasi............................................................................2

BAB III PENUTUP.................................................................................................2

  • A. Kesimpulan...................................................................................................2

  • B. Saran..............................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang Komunikasi sangat dibutuhkan untuk interaksi sesama manusia, oleh karena itu komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari- hari, sehingga tanpa adanya komunikasi, kehidupan manusia tidak akan berjalan dengan sempurna. Karena komunikasi itu memiliki peranan sangat penting, dibuatlah suatu model komunikasi. Dalam hidup bermasyarakat, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain niscaya akan terisolasi dari masyarakatnya. Pengaruh keterisolasian ini akan menimbulkan depresi mental yang pada akhirnya akan membawa orang kehilangan keseimbangan jiwa. Oleh karena itu, menurut Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Istilah komunikasi berasal perkataan communicare yang artinya berpartisipasi atau memberitahukan. Selain itu juga dapat berasal dari kata communis yang artinya milik bersama atau berlaku dimana-mana. Komunikasi memiliki beberapa model, dan setiap modelnya memiliki definisi yang berbeda pula. Model komunikasi dibuat untuk mempermudah dalam memahami proses komunikasi dan melihat komponen dasar yang perlu ada dalam suatu komunikasi. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan membahas tentang model –model komunikasi yang memiliki definisi dan pembahasan yang berbeda – beda.

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Apa definisi model komunikasi?

    • 2. Apa saja model – model komunikasi?

  • C. Tujuan

    • 1. Untuk mengetahui definisi model komunikasi

    • 2. Untuk mengetahui model – model komunikasi

  • D. Manfaat

    • 1. Dapat mengetahui definisi model komunikasi

    • 2. Dapat mengetahui model – model komunikasi

BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Model Komunikasi

Model adalah representasi simbolik dari suatu benda, proses, sistem, atau gagasan. Model dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal, atau matematikal. Perbedaan pokok antara teori dan model adalah: teori merupakan penjelasan, sementara model hanya merupakan representasi. Yang dimaksud model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Menurut Sereno dan Mortensen, suatu model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Suatu model merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam “dunia nyata”. Aubrey Fisher mengatakan model adalah analogi yang

mengabstraksikan dan memilih bagian dari fenomena yang dijadikan model. Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr. mengatakan bahwa Model membantu merumuskan suatu teori dan menyarankan hubungan. Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampur dengan teori. Fungsi model komunikasi ada empat, yaitu:

  • 1. Mengorganisasikan,

  • 2. Membantu menjelaskan,

  • 3. Meuristik dan

  • 4. Memprediksi.

Secara umum, model-model komunikasi dapat dibagi dalam lima kelompok. Kelompok pertama, disebut sebagai model-model dasar. Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi masa terhadap perorangan. Kelompok ketiga meliputi model-

model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kelompok kelima mencakup model-model komunikasi tentang sistem, produksi, seleksi dan alur media massa

B. Model – Model Komunikasi

  • 1. Model Komunikasi Linear Model komunikasi linear (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu pengaruh dan komunikan melakukan respon yang diharapakan tanpa mengadakan seleksi dan interprestasi (penafsiran). Komunikasinya bersifat monolog (sendiri). Model komunikasi linear juga disebut model komunikasi satu arah. Model ini menggambarkan proses komunikasi dua orang yang satu arah (one way traffic communication). Karena searah maka yang akttif adalah komunikatornya, sementara komunikan lebih bersifat pasif.

model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian
Pembicara Pendengar ( Sumber ) (Penerima) Model Linier merupakan deskripsi dari Claude Shannon
Pembicara
Pendengar
( Sumber )
(Penerima)
Model
Linier
merupakan
deskripsi
dari
Claude
Shannon

(seorang ilmuwan Bell Laboratories dan profesor di Massachusetts Institute of Technology) dan Warren Weaver (seorang konsultan pada sebuah proyek di Sloan Foundation). Mereka berdua pandangan satu arah mengenai komunikasi yang berasumsi bahwa pesan dikirimkan oleh suatu sumber melalui penerima melalui saluran. Sumber dari tersebut bisa berupa asal ataupun pengirim pesan. Sedangkan pesan yang dikirim dapat berupa kata-kata, suara, tindakan, atau gerak-gerik dalam sebuah interaksi. Komunikasi model linier ini juga melibatkan gangguan (noise) yang merupakan hal yang tidak dimaksudkan oleh sumber informasi.

Ada 4 jenis gangguan pada model komunikasi linear ini, yaitu:

  • a. Gangguan semantic

  • b. Gangguan fisik (eksternal),

  • c. Gangguan psikologis,

  • d. Gangguan fisiologis.

Model-model komunikasi Linear menurut para ahli

Model Aristoteles Model ini adalah model komunikasi yang paling dulu, yang sering juga disebut model retoris. Model ini sering disebut sebagai

seni berpidato. Menurut Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa anda, pendapat anda, dengan kata lain, factor-faktor yang memainkan peran dalam menentukan efek persuatif suatu pidato, susunanya, dan cara penyampaiannya.

-

Model komunikasi retorika

 

-

Komunikasi merupakan orator atau pembicara membangun pendapat yang akan disajikan dalam pidato untung pendengar dan penonton.

 

Pembicara

 
Pembicara Pendapat Pidato Pendengar

Pendapat

 
Pembicara Pendapat Pidato Pendengar

Pidato

 
Pendengar
Pendengar
       
 

Kelebihan :

 

Mengemukakan tiga unsure komunikasi (pembicara, pesan,

pendengar) Mengembangkan komunikasi retoris (retorika)

Menjadi awal perkembangan ilmu komunikasi

Keterbatasan :

Komunikasi dianggap fenomena statis

 

Tidak membahas aspek nonverbal dalam persuasi

 

Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari misalnya ketika seorang gubernur berpidato tentang bahaya korupsi di universitas.

Model Laswell Model yang digambarkan dalam pernyataan :

 

WHO SAYS WHAT IN WHICH CHANNEL TO WHOM and WITH

WHAT EFFECT

WHO

 

WHAT

 

Channel

 

WHOM

(Pembicara)

(Pesan)

 

(Pendengar)

EFFECT
EFFECT

Model komunikasi Laswell merupakan ungkapan verbal.

  • - mengundang

Who

:

pertanyaan

mengenai

pengendalian pesan

  • - Says What

: merupakan

bahan

untuk

menanyakan

maksud

  • - In Which Channel

: dengan media apa yang digunakan

  • - kepada siapa disampaikan

To Whom

:

  • - With What Effect

: dan dapat feedback (timbal balik) apa dari

si pendengar

Laswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi yaitu :

  • 1. Pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota masyarakat akan bahaya dan peluang dalam lingkungan

  • 2. Korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan.

  • 3. Transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.

Akan tetapi model ini dikritik karena model ini mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan.

Kelebihan :

 

Memfokuskan

perhatian

pada

aspek-aspek

penting

dalam

komunikasi

Keterbatasan :

 

Menggunakan isu efek dan bukannya makna.

 

Kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan untuk

mempengaruhi penerima.

Komunikasi dianggap sebagai suatu proses persuasif.

Pesan-pesan pasti ada efeknya

Menghilangkan elemen-elemen feedback (timbale balik).

Terlalu menyederhanakan masalah.

Contoh pengaplikasian di kehidupan sehari-hari misalnya ketika seorang dosen memberi tugas minggu lalu dan memberikan materi diskusinya tentang filsafat ilmu komunikasi melalui sebuah web atau buku kepada mahasiswa ikom 2013 , sehinnga mahasiswa ikom dapat mengrejakan tugasnya.

Model Shannon – Weaver

Merupakan model komunikasi elektronika yang dapat digunakan untuk menjelaskan komunikasi interpersonal.

Sumber

Informasi

Transmitter Sinyal Receive Tujuan
Transmitter
Sinyal
Receive
Tujuan

Sumber

Ganggguan

Asumsi :

Perhatian utama mereka adalah untuk menentukan saluran komunikasi dapat digunakan secara sangat efisien. Saluran utamanya adalah kabel telepon dan gelombang radio. Model Shannon dan weaver berfokus pada teori informasi, khususnya mengenai transmisi dan penerimaan pesan. Dalam telekounikasi, alat transmitter dan penerima bisa berupa alat perangkat keras, yang digunakan antara pengirim dan penerima. Gangguan bisa berasal dari cuaca yang buruk, peralatan listrik yang terganngu oleh sinyal dsb.

Shannon dan weaver lebih memperlihatkan adanya sumber gangguan yang mungkin pada saat seseorang mnggunakan alat-alat transmisi. Dengan adanya sumber gangguan ini banyak kemungkinan dapat terjadi. Bisa saja pesan yang disampaikan oleh

sumber informasi tidak sampai ke tujuan, bisa juga si penerima salah mengartika pesan, atau dapat pula justru diterima oran lain. Kelebihan :

Memperhatikan unsure transmitter.

Menemukan konsep gangguan yang dapat mempengauhi pesan

yang disampaikan.

Keterbatasan :

Komunikasi sebagai proses statis.

Tulisan-tulisannya sulit dipahami.

Contoh pengaplikasian di kehidupan sehari-hari misalnya, ketika kita sedang menelpon seseorang dan ternyata cuaca sedang buruk sehingga jaringannya terganggu.

Model Berlo Model ini dikenal dengan model SMCR, kepanjangan dari

Source, Message, Channel, Receiver. Komunikasi merupakan sebuah proses yang terjadi ketika pengirim menyampaikan pesan melalui

saluran yang ditujukan penerima. Berlo mengambil pendekatan yang berbeda untuk mengkonstruksi model. Ia menciptakan model yang ia sebut sebagai “model dari isi komunikasi”. Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor :

  • 1. Keterampilan komunikasi

  • 2. Sikap

  • 3. Pengetahuan

  • 4. Sistem sosial

  • 5. Budaya

Terdapat 4 elemen komunikasi yaitu: Source/sumber,

message/pesan, channel dan penerima.

Source-Encoder

 

(Sumber-Penyandi)

Pesan S l
Pesan
S
l

Receiver-Decoder

8

( Penerima-Penterjemah)

Encoder : Pembuat sandi, berfungsi untuk menterjemahkan ide,

informasi menjadi sandi yang di kirim ke pihak lain dalam bentuk lisan, tulisan, gambar, dsb. Decoder : berfungsi untuk menerjemahkan sandi dalam bentuk

yang dipahami oleh penerima. Kelebihan :

Dapat diaplikasikan dalam berbagai konnteks komunikasi Merinci unsur-unsur penting dalam proses komunikasi. Keterbatasan :

Komunikasi sebagai fenomena yang statis Tidak menjelaskan umpan balik. Komunikasi nonverbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi oran lain. Contoh pengaplikasian dalm kehidupan sehari-hari misalnya, ketika guru SD menyampaikan materi dengan metode ceramah dan menggunakan alat bantu laptop, slide yang dibuat harus sesuai dengan yang diajarkan agar lebih menarik maka slide itu dapat disisipkan gambar ataupun video sehingga murid-muridnya lebih mengerti dan semangat dalam belajar.

  • 2. Model Komunikasi Interaksional

Model komunikasi interaksional ini dikemukakan oleh Wilbur Schramm. Bila dalam model komunikasi linier, seseorang hanyalah berperan sebagai pengirim atau penerima, maka pada model komunikasi interaksional ini juga mengamati hubungan antara seorang pengirim dan penerima. Model komunikasi ini menekankan proses komunikasi dua arah diantara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung. Pandangan interaksional mengilustrasikan bahwa seseorang dapat menjadi baik pengirim amupun penerima dalam sebuah interaksi, tetapi tidak dapat menjadi keduanya sekaligus.

Pembicara (Sumber)
Pembicara
(Sumber)
Pembicara (Sumber)
Pembicara
(Sumber)
Pendengar
Pendengar
  • (penerima)

Pendengar
Pendengar
  • (penerima)

  • - Pembicara dan pendengar berbicara dan mendengar secara bergantian

  • - Komunikasi berlangsung dua arah, ada umpan balik kepada sumber dari penerima.

Satu elemen penting bagi model komunikasi interaksional adalah umpan balik atau tanggapan terhadap suatu pesan. Umpan balik dapat berupa verbal maupun non-verbal. Dalam model interaksional, umpan balik terjadi setelah pesan diterima, bukan pada saat pesan sedang dikirim.

Model Komunikasi Interaksional Menurut Para Ahli

Model Schramm Wilbur Schramm mulai mempelajari komunikasi sebagai disiplint

independent. Salah satu idenya adalah adanya kesadaran tentang field of experience yang dimiliki pengirim maupun penerima.

 Pengirim akan meng-encode pesan berdasarkan atas  pengalamannya. Penerima akan men-decode pesan berdasarkan pengalamannnya. Source
Pengirim
akan
meng-encode
pesan
berdasarkan
atas
pengalamannya.
Penerima akan men-decode pesan berdasarkan pengalamannnya.
Source
Encoder
Signal
Decoder
Destination
Source : bisa seorang yang berbicara, menulis, menggambar,
bergerak
Pesan
: bisa berupa bentuk tinta pada kertas, laimbaian
tanagan, dsb

Destinasi : bisa seorang individu yang mendengarkan, menonton, atau membaca.

Seandainya antar pengirim dan penerima tidak terdapat pengalam yang sama, maka komunikasi tidak akan terjadi. Kemampuan penerima men-decode pesan sesuai dengan aslinya tergantung dari adanya pengalaman yang sama atas pesan tersebut.

Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari misalnya,

Seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas STIKOM

bertemu dengan seorang mahasiswa jurusan komunikasi dari universitas yang berbeda disitu terjadilah komunikasi, dengan
bertemu
dengan
seorang
mahasiswa
jurusan
komunikasi
dari
universitas
yang
berbeda
disitu
terjadilah
komunikasi,
dengan

sukses karena

memiliki pengalaman yang sama akan lebih mudah

untuk berkomunikasi. Kelebihan :

Memperkenalkan

gagasan

bahwa kesamaan dalam bidang

pengalaman sumber dan sasaranlah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagi sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran. Menganggap komunikasi sebagai informasi dengan kedua pihak

yang menafsirkan, mentransmisikan, dan menerima sinyal. Model ini memiliki unsure “field of experience” yang tidak

dimiliki model lain. Kekurangan :

Dalam setiap konsep model yang ia buat, selalu menunjukan

perubahan dan perkembangan yang relevan terhadap fenomena yang terjadi dalam masyarakat.

Model De Fleur Dalam teori Defleur komunikasi adalah proses umpan balik atau lebih dikenal dengan paradigma kontergensi. Defleur melihat bahwa penerima (receiver) ketika mendapatkan pesan dari sumber (source) melakukan umpan balik sebagai respon terhadap informasi yang diterima. Komunikasi menurut defelur adalah sesuatu yang

dinamis bukannya sekedar pemindahan pesan tetapi lebih dari itu yaitu adanya dialog yang bertujuan untuk semakin meningkatkan kesamaan pemahaman antara source dan receiver. Receiver menurut Defleur mengalami penggandaan fungsi yaitu sebagai penerima dan juga sebagai pemberi sandi terhadap source/sumber pesan. Model Melvin L. DeFleur, seperti model Westley dan MacLean, menggambarkan model komunikasi massa ketimbang komunikasi antarpribadi. Perti diakui DeFleur, modelnya perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli lain, khususnya Shannon dan Weaver, dengan memasukan perangkat media massa (mass medium device) dan menggambarkan sumber (source), pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan sasaran (destination) sebagai fase-fase yang digambarkan Schramm (source, encorder, signal, decorder, destination) dalam proses komunikasi massa.

Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan.Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.

Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari misalnya :

Fenomena komunikasi umpan balik yang dikatakan umpan balik seperti :

  • 1. Handphone merupakan alat yang memberikan ruang kepada para pelaku komunikasi menciptakan percakapan. Jadi komuikasi menggunakan handphone adalah komunikasi dialogis, komunikasi umpan balik yang memungkinkan semua pelaku komunikasi menjadi pemberi dan penerima

  • 2. Komunikasi melalui media sosial misalnya facebook atau twitter adalah salah satu jenis komunikasi yang memberikan kegandaan fungi kepada semua pelaku komunikasi, dalam komunikasi media sosial terjadi umpan balik atau adanya pertukaran pesan.

  • 3. Televisi adalah media komunikator satu arah tetapi berkat dan adanya tekni peningkatan kualitas pemberitaan maka disiapkan dengan narasumber dan pemirsa melalui telewicara.

  • 3. Model Komunikasi Transaksional Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggaris bawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi. Model transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.

Pembicara

(Sumber)

atau lebih.

Pendengar

(Penerima)

2. Komunikasi melalui media sosial misalnya facebook atau twitter adalah salah satu jenis komunikasi yang memberikan
  • - Komunikasi dipandang sebagai konteks hubungan antara dua orang

  • - Arah pesan berlangsung secara simultan selama pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi, baik sebagai sumber maupun penerima saling mempengaruhi.

Model komunikasi transaksional membangun kesadaran kita bahwa antara pesan satu dengan pesan yang lain saling berhubungan,

saling ketergantungan. Asumsi model ini adalah ketika komunikasi

terjadi

terus menerus, kita akan berurusan dengan elemen verbal dan non verbal,

artinya para komunikator sedang menegosiasikan makna. Ketika anda

mendengarkan seseorang yang berbicara, sebenarnya pada saat itu bisa saja

anda pun mengirimkan pesan secara nonverbal (isyarat tangan, ekspresi wajah,

nada suara, dan sebagainya) kepada pembicara tadi. Anda menafsirkan bukan

hanya kata-kata pembicara tadi, juga perilaku nonverbalnya. Dua orang atau

beberapa orang yang berkomunikasi, saling bertanya, berkomentar, menyela,

mengangguk, menggeleng, mendehem, mengangkat bahu, memberi isyarat

dengan tangan, tersenyum, tertawa, menatap, dan sebagainya, sehingga proses

penyandian (encoding) dan penyandian-balik (decoding) bersifat spontan dan

simultan di antara orang orang yang terlibat dalam komunikasi. Semakin

banyak orang yang berkomunikasi, semakin rumit transaksi komunikasi yang

terjadi.

Contohnya, ketika seorang teman anda sedang menceritakan pengalamannya sebagai dokter ahli jantung. Anda yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran mungkin merasa kesulitan memahami kata- kata teman anda, anda hanya diam mendengarkan sambil mengerutkan dahi. Melihat ekspresi anda yang seperti itu, kemungkinan teman anda akan menjelaskan kata-kata sulit tersebut kemudian meneruskan pembicaraan. Dalam pembicaraan anda dan teman anda terjadi pertukaran tidak hanya elemen verbal tetapi elemen nonverbal juga. Disini elemen nonverbal memiliki kedudukan sama pentingnya dengan elemen verbal.

Model Komunikasi Transaksional Menurut Para Ahli

Model Barnlund Dia menggaris bawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus menerus dalam sebuah episode

komunikasi. Menurut Barnlund ada 2 model komunikasi yaitu :

  • 1. Model Komunikasi Intrapribadi Barnlund

Model

komunikasi

intrapribadi

(intrapersonal

communication) pertama kali dikemukakan oleh Dean C. Barnlund. Ia adalah seorang ahli komunikasi yang berasal dari

Amerika Serikat. Komunikasi intrapribadi merupakan proses

pengolahan dan penyusunan informasi melalui sistem saraf yang ada di dalam otak kita, yang disebabkan oleh stimulus yang ditangkap oleh panca indera. Proses berpikir adalah bagian dari proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu.

  • 2. Model Komunikasi Antarpribadi Barnlund Model Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yang dikemukakan oleh Dean C. Barnlund, pada dasarnya merupakan kelanjutan dari komunikasi intrapribadi. Unsur-unsur tambahan di dalam proses komunikasi antarpribadi adalah pesan dan isyarat perilaku verbal. Dengan demikian pola dan bentuk komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih sangat dipengaruhi oleh hasil komunikasi intrapribadi masing-masing orang. Menurut Barnlund, komunikasi antarpribadi diartikan sebagai pertemuan antara dua, tiga, atau mungkin empat orang, yang terjadi sangat spontan dan tidak berstruktur. Komunikasi antarpribadi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Bersifat spontan

 

Tidak berstruktur

Terjadi secara kebetulan

Tidak mengejar tujuan yang direncanakan

Identitas keanggotaannya tidak jelas

Terjadi hanya sambil lalu

Contoh

pengaplikasian

dalam

kehidupan

sehari-hari

misalnya, ketika seorang yang tidak saling kenal bertemu di sebuah halte dan salah satu menanyakan sebuah alamat rumah

Model Tubbs Pesan dalam model ini dapat berupa pesan verbal, juga non

verbal, bisa disengaja ataupun tidak disengaja. Salurannya adalah

alat indra, terutama pendengaran, penglihatan, dan perabaan. Ganngguan dalam model ini ada 2 yaitu :

1.

Gangguan teknis

:

faktor

yang

menyebabkan

si

penerima

merasakan suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan

yang tiba.

2.

Gangguan

semantik

:

pemberian

makna yang berbeda atas

lambang yang disampaikan pengirim.

Kelebihan :

Komunikasi bersifat spontan, serentak, dan dinamis.

Keterbatasan :

Hanya dapat menggambarkan komunikasi tatap muka.

Contoh pengaplikasian dalam kehidupan sehari hari misalnya, kegaduhan yang dilakukan oleh seseorang.

  • A. Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Model komunikasi merupakan salah satu hal yang dibutuhkan untuk

terjadinya komunikasi. Secara umum model komunikasi dibagi menjadi 3 yaitu

model linear, model interaksional dan model transaksional.

Pada model linear, komunikasi terjadi secara satu arah yaitu hanya berasal dari komunikator. Pada model interaksional, komunikasi terjadi secara dua arah antara komunikator dan komunikan. Pada model transaksional, komunikasi terjadi dua arah dan keduanya bertanggung jawab atas dampak yang diakibatkan dari komunikasi tersebut. Dalam komunikasi, komunikator harus dapat memilih model komunikasi yang tepat agar terjadi proses komunikasi yang efektif.

  • B. Saran Dalam komunikasi, komunikator harus dapat memilih model komunikasi yang tepat agar terjadi proses komunikasi yang efektif sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan.

Daftar Pustaka

Liliweri, Alo. 2008. Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta. PUSTAKA

PELAJAR.

Rizki,

Sinta.

2013.

Makalah

Model-Model

Komunikasi.

30

Anonim.

2012.

Model

Komunikasi.

Marhaeni,

Dwi

Pangastuti.

Model-Model

Komunikasi.

komunikasi.unsoed.ac.id/

...

/Model%20model%20komunikasi.pdf.

2016.

30

November