Anda di halaman 1dari 3

KEPEMIMPINAN Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat

diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak
Definisi kepemimpinan menurut seorang pakar manajemen Kreitner, adalah proses dapat dipakai dalam organisasi modern.
mempengaruhi sekelompok orang dengan tujuan untuk menciptakan keikutsertaan
mereka secara sukarela dalam upaya mencapai tujuan perusahaan 2. Tipe Kepemimpinan Militeristis. Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang
dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-
Paul Hersey, seorang tokoh dan penulis buku the Situational Leader menyebut pemimpin dalam organisasi militer.
Kepemimpinan adalah segala upaya atau usaha untuk mempengaruhi perilaku orang
lain secara individu maupun kelompok.
Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.
Kedua definisi tersebut meski agak berbeda, namun saling melengkapi. Definisi
pertama menekankan pada unsur keikut sertaan tanpa paksaan untuk mencapai Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
tujuan organisasi. Sedangkan yang kedua, menekankan pada usaha untuk
mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan. a. Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah
mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
Seorang pemimpin, menurut pengertian di atas, harus memadukan unsur-unsur b. Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan
kekuatan diri, wewenang yang dimiliki, ciri-ciri kepribadian dan kemampuan sosial jabatannya. Senang kepada formalitas yang berlebihan
untuk bisa mempengaruhi perilaku orang lain. c. Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
d. Tidak mau menerima kritik dari bawahan
Ada pemimpin formal dan informal. Pemimpin formal, memiliki kekuasaan dan
kekuatan formal yang ditentukan oleh organisasi. Sedangkan pemimpin informal, e. Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
walaupun tidak memiliki legitimasi kekuatan dan kekuasaan resmi, namun memiliki
kemampuan mempengaruhi yang besar, yang disebabkan oleh kekuatan pribadinya. 3. Tipe Pemimpin Paternalistis. Tipe kepemimpinan ini mempunyai ciri tertentu yaitu
bersifat fathernal atau kebapakan. Kepemimpin seperti ini menggunakan pengaruh
Tipe-tipe Kepemimpinan yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang
pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.
Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi
lima tipe utama yaitu sebagai berikut : Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
1. Tipe Pemimpin Otokratis. Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin b. Bersikap terlalu melindungi bawahan
adalah merupakan suatu hak. Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut : c. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil
keputusan. Karena itu jarang terdapat pelimpahan wewenang.
a. Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi d. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk
b. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi. mengembangkan inisiatif daya kreasi.
c. Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata e. Sering menganggap dirinya maha tau.
d. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia
menganggap dialah yang paling benar. Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat
e. Selalu bergantung pada kekuasaan formal diperlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifat-sifat negatifnya pemimpin faternalistis
f. Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.
(Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.
4. Tipe Kepemimpinan Karismatis. Sampai saat ini para ahli manajemen belum 1. Teori Genetis. Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan " leaders are born and
berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki karisma. not made". bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan
Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun
besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia
pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang
karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi 2. Teori Sosial. Jika teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not
dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, made", make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :
umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai "Leaders are made and not born". Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa
kriteria tipe pemimpin karismatis. setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan
kesempatan untuk itu.
5. Tipe Kepemimpinan Demokratis. Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe
kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini 3. Teori Ekologis. Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan
disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat
kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu. menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut: teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk
mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Teori
a. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat
bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia. dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan.Namun demikian
b. Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat
kepentingan organisasi. mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul
Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya. sebagai pemimpin yang baik.
c. Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan
kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi Menurut pendekatan situasional, pemimpin yang efektif tergantung pada situasi
daya kreativitas, inisiatif dan prakarsa dari bawahan. khusus seperti hubungan antara pemimpin dan bawahan, struktur pekerjaan,
kebutuhan bawahan serta tingkat kematangan dan kesediaan bawahan.
d. Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
e. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
Teori kepemimpinan situasional atau the situational leadership theory adalah teori
f. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin. kepemimpinan yang dikembangkan oleh Paul Hersey, penulis buku Situational
Leader. Dan Ken Blanchard, pakar dan penulis The Minute Manager, yang kemudian
menulis pula buku Management of Organizational Behavior
Teori-teori Kepemimpinan
Definisi kepemimpinan situasional adalah a leadership contingency theory that
Beberapa teori telah dikemukakan para ahli mengenai timbulnya seorang pemimpin. focuses on followers readiness/maturity. Inti dari teori kepemimpinan situational
Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya. Di antara berbagai teori adalah bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan berbeda-beda,
mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol tergantung dari tingkat kesiapan para pengikutnya.
yaitu sebagai berikut :
Pemahaman fundamen dari teori kepemimpinan situasional adalah tentang tidak
adanya gaya kepemimpinan yang terbaik. Kepemimpinan yang efektif adalah
bergantung pada relevansi tugas, dan hampir semua pemimpin yang sukses selalu
mengadaptasi gaya kepemimpinan yang tepat.

Efektivitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh terhadap individu dan


kelompok tapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan atau fungsi yang
dibutuhkan secara keseluruhan. Jadi pendekatan kepemimpinan situasional fokus
pada fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik.

Dari cara pandang ini, seorang pemimpin agar efektif ia harus mampu menyesuaikan
gayanya terhadap tuntutan situasi yang berubah-ubah. Teori kepemimpinan
situasional bertumpu pada dua konsep fundamental yaitu: tingkat
kesiapan/kematangan individu atau kelompok sebagai pengikut dan gaya
kepemimpinan.

Situational Leadership Model by Paul Hersey and Ken Blanchard