Anda di halaman 1dari 13

1

TUGAS KOMUNIKASI

Komunikasi Verbal dan Non Verbal

Disusun Oleh :
Divika Suci P07134114060
Kurratun Israni P07134114071
Nurfemi Setiawati P07134114080
Petrus Nurman Febriantoro P07134114082
Pradini Restu Wiriantini P07134114083
Putu Anggi Widia Karmany P07134114084
Putu Desy Anggraeni P07134114085
Rani Mardiyanti Hastri P07134114087
Tyas Jumratul Aiman P07134114093
Yunita Astarini P07134114097
Yuyun Sukma P07134114098

KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN
MATARAM
PRODI DIPLOMA EMPAT JURUSAN ANALIS KESEHATAN
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah yang telah di berikan baik
berupa kesehatan, waktu, dan segala kemudahan dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah
ini dapat disusun sebagaiana mestinya dan selesai tepat pada waktunya.
2

Tujuan penyusun menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh
tim dosen Komunikasi. Makalah ini secara umum akan membahas tentang pesan komunikasi verbal
dan nonverbal. Dalam penyusunan makalah ini mungkin masih banyak kekurangan dalam isi
maupun pembahasannya.Oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembaca.
Harapan kami semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman, juga membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga untuk kedepannya kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini dengan yang
lebih baik.
Akhir kata penyusun megucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung
dan melancarkan penyusunan makalah ini.

Mataram, Oktober 2016

Penyusun
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................... 2
DAFTAR ISI................................................................................................................ 3
BAB I........................................................................................................................ 4
PENDAHULUAN......................................................................................................... 4
A. LATAR BELAKANG........................................................................................ 4
B. RUMUSAN MASALAH.................................................................................... 5
C. TUJUAN........................................................................................................ 5
D. MANFAAT..................................................................................................... 5
BAB II....................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN........................................................................................................... 6
A. KOMUNIKASI VERBAL.................................................................................. 6
B. KOMUNIKASI NONVERBAL..........................................................................10
C. PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL.................................12
BAB III.................................................................................................................... 13
PENUTUP................................................................................................................ 13
A.KESIMPULAN................................................................................................. 13
B.SARAN........................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 14
4

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Komunikasi merupakan suatu aktifitas yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran.
Terkadang kualitas proses pembelajaran tergantung pada efektif atau tidaknya komunikasi yang
terjalin selama proses pembelajaran berlangsung. Komunikasi efektif akan mampu menimbulkan
arus komunikasi dua arah (feedback).
Ada dua jenis komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu komunikasi verbal
dan nonverbal. Namun komunikasi nonverbal cenderung sering diabaikan dan.dianggap perannya
tidak efektif. Padahal komunikasi nonverbal justru dapat menghidupkan suasana proses
pembelajaran. Disamping itu, komunikasi juga sangat diperlukan dalam dunia kesehatan.Pada
profesi kesehatan komunikasi menjadi lebih bermakna karena merupakan metode utama dalam
mengimplementasikan proses pelayanan terhadap pasien.
Pada hakikatnya komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan berarti dalam hubungan
antar manusia. Manusia adalah makhluk sosial, kita hanya dapat hidup berkembang dan berperan
sebagai manusia dengan cara berhubungan dan bekerja sama dengan manusia lain. Salah satu cara
terpenting untuk berhubungan dan bekerja sama dengan manusia adalah komunikasi. Komunikasi
merupakan salah satu aspek terpenting dan kompleks bagi kehidupan manusia, baik itu komunikasi
verbal maupun komunikasi non verbal. Manusia sangat dipengaruhi oleh komunikasi yang
dilakukannya dengan manusia lain, baik yang sudah dikenal maupun yang tidak dikenal sama
sekali.
Komunikasi memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu kita harus
memberikan perhatian yang seksama terhadap komunikasi.Setiap orang selalu berupaya memahami
setiap peristiwa yang dialaminya. Orang memberikan makna terhadap apa yang terjadi di dalam
dirinya sendiri atau lingkungan sekitarnya. Terkadang makna yang diberikan itu sangat jelas dan
mudah dipahami orang lain, namun terkadang makna itu buram, tidak dapat dipahami dan bahkan
bertentangan dengan makna sebelumnya. Dengan memahami komunikasi maka orang dapat
menafsirkan peristiwa secara lebih fleksibel dan bermanfaat.
5

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal?
2. Apa yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal ?
3. Apa perbedaan dari komunikasi verbal dan nonverbal?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal.
3. Untuk mengetahui perbedaan komunikasi verbal dan nonverbal.

D. MANFAAT
Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini yaitu: dengan adanya makalah ini diharapkan
dapat membantu para pembaca, pada umumnya mahasiswa untuk dapat membedakan komunikasi
verbal dan komunikasi non verbal, sehigga kita dapat mengimplementasikan dalam berbagai
peristiwa yang kita akan sampaikan kepada seseorang.
6

BAB II
PEMBAHASAN

A. KOMUNIKASI VERBAL
a. Pengertian Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan
maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia.
Melalui kata-kata, entah lisan maupun tulisan mereka mengungkapkan perasaan, emosi,
pemikiran, gagasan, atau maksud mereka untuk menyampaikan fakta, data, informasi serta
menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat dan bertengkar.

b. Teknik Komunikasi Verbal


1. Membingkai Pesan
Merencanakan kalimat pertama atau kedua anda sebelum memulai suatu percakapan
akan memudahkan anda menyatakan pendapat dan keinginan dengan efektif
2. Menyampaikan secara faktual (dengan kata-kata netral).
Menggunakan kata-kata yang faktual, spesifik dan bahasa yang netral dalam
menyampaikan evaluasi atau menyatakan pandangan kita tentang suatu hal.

c. Jenis Komunikasi Verbal


Dalam praktiknya komunikasi verbal bisa dilakukan dengan cara :
a. Berbicara dan menulis.
Umumnya untuk menyampaikan, orang cenderung lebih menyukai speaking
(berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena praktis, speaking dianggap lebih
mudah menyentuh sasaran karena langsung didengar komunikan.Namun bukan
berarti pesan tertulis tidak penting. Untuk menyampaikan pesan bisnis yang panjang
dan memerlukan pemahaman dan pengkajian matang, diperlukan pula penyampaian
writing. Semisal penyampaian bussines report. Sangat tidak mungkin jika hanya
disampaikan dengan berbicara.
b. Mendengarkan dan membaca.
Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan informasi
ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan informasi pesan bisnis
ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan membaca (reading).
Sayangnya, kenyataan juga menunjukkan, masih banyak di antara kalangan bisnis
yang tidak memiliki kemampuan dan kemauan memadai untuk melakukan proses
7

reading dan listening ini. Sehingga pesan penting sering hanya berlalu begitu saja, dan
hanya sebagian kecil yang tercerna dengan baik.

d. Ciri-ciri Komunikasi Verbal


Disampaikan secara lisan / bicara atau tulisan
Proses komunikasi eksplisit dan cenderung dua arah
Kualitas proses komunikasi seringkali ditentukan oleh komunikasi non verbal

e. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelancaran Komunikasi Verbal


1. Faktor Intellegensi
Orang yang memiliki intellegensi yang tinggi biasanya memiliki banyak
pembendaharaan kata dibandingkan orang yang memiliki intellegensi rendah.
2. Faktor budaya
Setiap budaya memiliki bahasa yang berbeda-beda.Seperti di Indonesia yang memiliki
keragaman suku. Suku Sunda, Batak memiliki bahasanya masing-masing.
3. Faktor Pengetahuan
Orang yang memiliki pengetahuan banyak akan mendorong yang bersangkutan untuk
berbicara lancar dengan pembendaharaan kata yang banyak
4. Faktor Kepribadian
Orang memiliki sifat pemalu, atau pendiam biasanya sedikit berbicara pada orang lain
disebabkan tidak terbiasa berkomunikasi.
5. Faktor Biologis
Adanya kelainan sehingga mengganggu saat berbicara.

6. Faktor Pengalaman
Orang yangbanyak berkomunikasi baik berbicara dengan orang lain, individu atau
massa, akan dapat berbicara secara lancar.

f. Adapun komunikasi verbal yang efektif harus memenuhi :


1. Jelas dan Ringkas
Komunikasi yang efektif harus sederhana, pendek dan langsung.Makin sedikit kata-
kata yang digunakan makin kecil kemungkinan terjadinya kerancuan.Kejelasan dapat
dicapai dengan berbicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas.Penggunaan
contoh bisa membuat penjelasan lebih mudah untuk dipahami.Ulang bagian yang
penting dari pesan yang disampaikan. Penerimaan pesan perlu mengetahui apa,
mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan dimana. Ringkas, dengan menggunakan kata-
kata yang mengekspresikan ide secara sederhana.
8

Contoh: Katakan pada saya dimana rasa nyeri anda lebih baik daripada saya ingin
anda menguraikan kepada saya bagian yang anda rasakan tidak enak.
2. Perbendaharaan Kata
Komunikasi tidak akan berhasil, jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan
kata dan ucapan. Banyak istilah teknis yang digunakan dalam keperawatan dan
kedokteran, dan jika ini digunakan oleh perawat, klien dapat menjadi bingung dan
tidak mampu mengikuti petunjuk atau mempelajari informasi penting.Ucapkan pesan
dengan istilah yang dimengerti klien. Daripada mengatakan Duduk, sementara saya
akan mengauskultasi paru-paru anda akan lebih baik jika dikatakan Duduklah
sementara saya mendengarkan paru-paru anda
3. Arti Denotatif dan Konotataif
Arti denotatif memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan,
sedangkan arti konotatif merupakan pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam
suatu kata. Kata serius dipahami klien sebagai suatu kondisi mendekati kematian, tetapi
perawat akan menggunakan kata kritis untuk menjelaskan keadaan yang mendekati
kematian. Ketika berkomunikasi dengan klien, perawat harus hati-hati memilih kata-
kata sehingga tidak mudah untuk disalah tafsirkan, terutama sangat penting ketika
menjelaskan tujuan terapi, terapi dan kondisi klien.
4. Selaan dan Kesempatan Berbicara
Kecepatan dan tempo bicara yang tepat turut menentukan keberhasilan komunikasi
verbal. Selaan yang lama dan pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain
mungkin akan menimbulkan kesan bahwa perawat sedang menyembunyikan sesuatu
terhadap klien. Perawat sebaiknya tidak berbicara dengan cepat sehingga kata-kata tidak
jelas.Selaan perlu digunakan untuk menekankan pada hal tertentu, memberi waktu
kepada pendengar untuk mendengarkan dan memahami arti kata. Selaan yang tepat dapat
dilakukan denganmemikirkan apa yang akan dikatakan sebelum mengucapkannya,
menyimak isyarat nonverbal dari pendengar yang mungkin menunjukkan. Perawat juga
bisa menanyakan kepada pendengar apakah ia berbicara terlalu lambat atau terlalu cepat
dan perlu untuk diulang.
5. Waktu dan Relevansi
Waktu yang tepat sangat penting untuk menangkap pesan.Bila klien sedang
menangis kesakitan, tidak waktunya untuk menjelaskan resiko operasi.Kendatipun pesan
9

diucapkan secara jelas dan singkat, tetapi waktu tidak tepat dapat menghalangi
penerimaan pesan secara akurat.Oleh karena itu, perawat harus peka terhadap ketepatan
waktu untuk berkomunikasi. Begitu pula komunikasi verbal akan lebih bermakna jika
pesan yang disampaikan berkaitan dengan minat dan kebutuhan klien.
6. Humor
Dugan (1989) mengatakan bahwa tertawa membantu pengurangi ketegangan dan
rasa sakit yang disebabkan oleh stres, dan meningkatkan keberhasilan perawat dalam
memberikan dukungan emosional terhadap klien. Sullivan dan Deane (1988) melaporkan
bahwa humor merangsang produksi catecholamines dan hormon yang menimbulkan
perasaan sehat, meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit, mengurangi ansietas,
memfasilitasi relaksasi pernapasan dan menggunakan humor untuk menutupi rasa takut dan
tidak enak atau menutupi ketidak mampuannya untuk berkomunikasi dengan klien.

g. Contoh Komunikasi verbal


Komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contohnya:
seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui
tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan.
Proses penyampaian informasinya dilakukan dengan menggunakan media berupa surat.

B. KOMUNIKASI NONVERBAL
a. Pengertian Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non
verbal (tanpa kata-kata).Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi non
verbal ikut terpakai.Karena komunikasi non verbal bersifat tetap dan selalu ada.Komunikasi
non verbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.

b. Teknik Komunikasi Nonverbal


1. Perhatikan Gaya berpakaian;
2. Perhatikan Gaya mendengarkan;
3. Perhatikan Bahasa Tubuh

c. Ciri-ciri komunikasi Nonverbal


1. Bahasa tubuh
Bahasa tubuh yang berupa raut wajah, gerak kepala, gerak tangan, gerak-gerik tubuh
mengungkapkan berbagai perasaan, isi hati, isi pikiran, kehendak, dan ekspresi.
2. Tanda (sign),
Dalam komunikasi non verbal tanda mengganti kata-kata, misalnya, bendera, rambu-
rambu lalu lintas darat, laut, udara, dan lain-lain
10

3. Tindakan/perbuatan (action)
Ini sebenarnya tidak khusus dimaksudkan mengganti kata-kata, tetapi dapat
menghantarkan makna.Misalnya, menggebrak meja dalam pembicaraan, menutup pintu
keras-keras pada waktu meninggalkan rumah, menekan gas mobil kuat-kuat.Semua itu
mengandung makna tersendiri.
4. Objek (object).
Objek sebagai bentuk komunikasi non verbal juga tidak mengganti kata, tetapi dapat
menyampaikan arti tertentu. Misalnya: pakaian, aksesoris, perabot rumah, harta benda,
kendaraan, hadiah dan lain-lain.

d. Tujuan Komunikasi Nonverbal


1. Menyediakan/memberikan informasI,
2. Mengatur alur suatu percakapan,
3. Mengekspresikan suatu emosi,
4. Memberi sifat, melengkapi, menentang atau mengembangkankan pesan-pesan verbal,
5. Mengendalikan atau mempengaruhi orang lain

e. Fungsi Komunikasi Nonverbal


Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 1994), menyebutkan ada lima fungsi pesan nonverbal yang
dihubungkan dengan pesan verbal:
1) Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal.
Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala,
2) Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah
katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan
kepala,
3) Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan
verbal. Misalnya anda memuji prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya
berkata Hebat, kau memang hebat.
4) Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya,
air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-
kata,
5) Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya,
anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.

f. Contoh Komunikasi Nonverbal


Komunikasi Nonverbal menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak
mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol,
serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya
berbicara
11

Contoh:
o Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di
punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
o Gerakan tubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi
wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan
suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan iya; untuk
mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,
o Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara
berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara,
kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
o Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi
nonverbal.Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang
dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan
dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

C. PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL


Perbedaan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal menurut Malandro dan
Barker :
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NONVERBAL
Terstruktur Tidak terstruktur
Bersifat linguistik Bersifat non linguistic
Berkesinambungan atau Continuous Tidak berkesinambungan atau
Discontinuous
Dapat dipelajari lebih cepat Dipelajari lebih lama

Dipelajari pada otak bagian sebelah Dipelajari pada otak bagian sebelah
kiri kanan
12

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa
orang, kelompok, organisasi, danmasyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan
secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.Apabila tidak
ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan
kepala, mengangkat bahu.Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Menurut
Boove (dalam Sri Haryani, 2001;20) Komunikasi nonverbal merupakan kumpulan isyarat, gerak
tubuh, intonasi suara, sikap dan sebagainya yang memungkinkan sesorang untuk berkomunikasi.
Komunikasi verbal dan nonverbal itu saling melengkapi untuk mencapai keefektifan komunikasi

B. SARAN
Demikian penulis dapat menyusun makalah mengenai Pesan Komunikasi Verbal Dan Nonverbal
dengan sebaik-baiknya, agar dapat mengetahui dan memahami komunikasi yang efektif. Semoga
dengan pengetahuan yang sedikit ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca
pada umumnya. Makalah ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, dan masih memerlukan
perbaikan, kritik serta saran dari para pembaca. Kritik dan saran akan kami terima dengan tangan
terbuka sebagai masukan untuk pembelajaran dalam pembuatan makalah yang selanjutnya
13

DAFTAR PUSTAKA

Aniatih. 2015. KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM HUBUNGAN


INTERPERSONAL
http://aniatih.blogspot.co.id/2015/03/bab-i-pendahuluan-a.html. diakses pada tanggal
31 oktober 2016.

Hamdi, rusdi. 2014. Makalah Komunikasi Verbal dan Non verbal.


https://rusdihamid374.wordpress.com/2014/02/05/makalah-komunikasi-verbal-dan-
non-verbal/. diakses pada tanggal 30 oktober 2016.

Hendri, silas. 2015. Tugas Makalah Komunikasi Verbal Nonverbal.


http://silashendri.blogspot.co.id/2015/05/tugas-makalah-komunikasi-verbal-dan-
non.html. diakses pada tanggal 30 oktober 2016.

Wibowo, faisal. 2013. Komunikasi Verbal dan Non verbal. http://faisal-


wibowo.blogspot.co.id/2013/01/komunikasi-verbal-dan-nonverbal.html. diakses pada
tanggal 30 oktober 2016.