Anda di halaman 1dari 6

KEBANGSAAN Warga Negara

Pengertian Bangsa dan Negara Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bhs Inggris) yang mempunyai arti
; warganegara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk,
Bangsa adalah sekumpulan manusia yang saling terikat keturunannya ataupun orang setanah air; bawahan atau kaula. Warga mengandung arti peserta, anggota
kebudayaan yang tinggal dalam suatu wilayah dan memiliki kepemerintahan. Bangsa atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau
adalah orang orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, berbangsa, serta anggota dari organisasi yg bernama Negara.
berpemerintahan sendiri. Secara etimologi , bangsa berarti kesatuan asal
usul,adat,keturunan,bahasa, dan sejarahnya. Menurut bahasa sansekerta vamsah Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.
(wangsa) yaitu hubungan persaudaraan ras atau suku, hubungan darah dan
keturunan. Menurut inggris (nation) berarti kelahiran baru tidak berarti melahirkan Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara. Rakyat lebih merupakan konsep
fisik melainkan roh yang menjiwai kelompok masyarakat tsb sehingga masyarakat itu politis. Rakyat menunjuk pada orang-orang yang berada dibawah satu pemerintahan
menyadari kesatuan dan kebersamaannya. dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan
penguasa. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah
Negara adalah suatu organisasi diantara sekelompok atau beberapakelompok negara dalam kurun waktu tertentu.
manusia yang bersama- sama mendiami suatu wilayah tertentu dengan adanya suatu
pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok manusia tadi. Syarat terbentuknya suatu Negara
Menurut etimologi, kata negara berasal dari kata staat (belanda dan jerman) ; state
(inggris) ; etat (prancis) ; status atau statum (latin). Kata kata tsb berarti, Suatu Negara akan diakui dunia apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
meletakkan dalam keadaan berdiri ; menempatkan ; atau membuat berdiri.
adanya warga/masyarakat
Perbedaan Negara dan Bangsa
Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan secara sederhana mengenai perbedaan
adanya wilayah yang dikuasai
antara bangsa dan negara, di bawah ini: adanya pemerintah
1. Negara merupakan suatu organisasi besar yang teratur, sementara bangsa hanya
sekumpulan masyarakat. Jika ketiga syarat ini tidak terpenuhi maka negara itu tidak akan diakui. Indonesia
2. Negara memiliki legitimasi dalam mengatur dan memaksa masyarakat, sementara pada saat ini telah di akui melalui secara deFacto dan deJure
bangsa tidak.
3. Negara tidak terikat pada satu ras, bahasa, adat istiadat, atau identitas tertentu. Teori Terbentuknya Negara
Sementara bangsa terikat dalam satu identitas tertentu.
4. Negara pasti memiliki suatu bangsa, sementera suatu bangsa belum tentu memilki 1. Teori Hukum Alam : tokohnya Plato, Aristoteles. Berasal dari kondisi alam
negara. kemudian akan tumbuh manusia dan dari manusia itulah akan timbul suatu
negara.
(Sumber Referensi Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.|Jutmini, Sri.
Winarno. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan 1. Tiga Serangkai: Surakarta.|Rodee, Carlton Clymeer. 2011. Pengantar
2. Teori Ketuhanan : Islam dan Kristen. Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan,
Ilmu Politik. Raja Grafindo Persada: Jakarta.) termasuk adanya negara.
3. Teori Perjanjian : tokohnya Thomas Hobbes. Manusia menghadapi keadaan
Penduduk alam, timbul kekerasan, manusia akan musnah bila tidak berubah cara-
caranya, maka bersatulah manusia untuk melawan dan menggunakan
Penduduk adalah setiap orang baik Warga Negara maupun Warga Negara Asing yang persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.
bertempat tinggal tetap di dalam wilayah Negara tertentu dan telah memenuhi
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Fungsi Dan Tujuan Negara keamanan dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan seluas-luasnya
dalam memperjuangkan kehidupannya.
Ada lima fungsi negara yang dikemukakan oleh Charles E. Merriam, yaitu keamanan 3. Teori Sosialisme. Teori sosialisme berpendapat bahwa negara mempunyai
ekstern, ketertiban intern, keadilan, kesejahteraan umum, dan kebebasan. hak campur tangan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Hal mi
dilakukan agar tujuan negara dapat tercapai. Tujuan negara sosialis adalah
memberikan kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan merata bagi setiap
Selain mempunyai tujuan, Negara juga mempunyai fungsi yang berhubungan erat
anggota masyarakat.
dengan tujuannya. Hal-hal yang harus dilakukan oleh negara adalah melaksanakan
4. Teori Integralistik. Teori integralistik berpendapat bahwa tujuan negara
ketertiban (law and order) untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah
merupakan gabungan dan paham individualisme dan sosialisme. Paham
bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, mengusahakan kesejahteraan dan
integralistik ingin menggabungkan kemauan rakyat dengan penguasa
kemakmuran rakyat, mengusahakan pertahanan untuk menjaga kemungkinan
(negara). Paham integralistik beranggapan bahwa negara didirikan bukan
serangan dan luar, dan menegakkan keadilan yang dilaksanakan melalui badan-badan
hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan tertentu saja, tetapi juga
peradilan.
untuk kepentingan seluruh masyarakat negara yang bersangkutan.
Paham integralistik melihat negara sebagai susunan masyarakat yang integral,
Fungsi negara menurut Moh. Kusnardi, S.H. pada dasarnya hanya dua, yaitu sebagai dan anggota-anggotanya saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan
berikut. yang organis. Paham integralistik diperkenalkan oleh Prof. Dr. Supomo pada
Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia,
a. Melaksanakan ketertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan bersama tanggal 30 Mei 1945. Paham Integralistik merupakan aliran pemikiran yang
dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, negara harus sesuai dengan watak bangsa Indonesia yang bersifat kekeluargaan dan
melaksanakan ketertiban. Negara bertindak sebagai stabilisator. tolong-menolong.
b. Menghendaki kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dewasa ini, fungsi
negara dianggap dianggap penting. Setiap negara mencoba meningkatkan Pentingnya Pengakuan Suatu Negara oleh Negara Lain
dan memperluas taraf kehidupan ekonomi masyarakat
Tata hubungan intemasional menghendaki status negara merdeka sebagai syarat yang
Tujuan antara negara satu dan negara lainnya dapat berbeda. Tujuan negara Philipina harus dipenuhi. Pengakuan dan negara lain juga merupakan modal bagi suatu negara
tidak sama dengan tujuan negara Singapura. Tujuan negara Singapura juga tidak sama untuk diakui sebagai negara yang merdeka. Pengakuan negara terhadap negara lain
dengan tujuan negara Indonesia. Tujuan negara Indonesia sendiri sebagaimana dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pengakuan secara de Facto dan de Jure.
tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
1. Pengakuan Secara de Facto. Pengakuan de Facto diberikan oleh suatu negara
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
kepada negara lain yang telah memenuhi unsur-unsur negara, seperti negara
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
tersebut telah ada pemimpinnya, ada rakyatnya, dan ada wilayahnya.
Pengakuan de facto menurut sifatnya dapat dibedakan sebagai berikut.
Beberapa teori tujuan negara a. Bersifat tetap, artinya bahwa pengakuan dan negara lain dapat
menimbulkan hubungan bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi
1. Teori Fasisme. Tujuan negara menurut teori fasisme adalah imperium dunia. (konsul), untuk tingkat diplomatik belum dapat dilaksanakan.
Pemimpin bercita-cita untuk mempersatukan semua bangsa di dunia menjadi b. Bersifat sementara, artinya bahwa pengakuan yang diberikan oleh
satu tenaga atau kekuatan bersama. Beberapa negara yang pernah menganut negara lain tidak melihat jangka panjang apakah negara itu eksis atau
fasisme antara lain Italia ketika dipimpin oleh Benito Mussolini, Jerman tidak. Apabila ternyata negara tersebut tidak dapat bertahan maka
ketika dipimpin Adolf Hitler, dan Jepang ketika dipimpin Tenno Heika. pengakuan terhadap negara itu dapat ditarik kembali.
2. Teori Individualisme. Teori individualisme berpendapat bahwa negara tidak
boleh campur tangan dalam urusan pribadi, ekonomi, dan agama bagi warga 2. Pengakuan Secara de Jure. Pengakuan secara dejure artinya pengakuan
negaranya. Tujuan dibentuknya negara hanyalah berfungsi untuk menjaga terhadap sebuah negara secara resmi berdasarkan hukum dengan segala
konsekuensinya. Terdapat dua macam pengakuan secara de jure, yaitu berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan
sebagai berikut. Bhinneka Tunggal Ika.
a. Pengakuan de jure yang bersifat tetap, ini berlaku untuk selama-
lamanya sampai pada waktu yang tidak terbatas. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh.
b. Pengakuan dejure yang bersfat `penuh, mi mempunyai dampak Bila tiang ini rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Empat pilar itu pula, yang
dibukanya hubungan bilateral di tingkat diplomatik dan konsul sehingga menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara. Rakyat akan merasa
masing-masing negara akan menempatkan perwakilannya di negara aman terlindungi sehingga merasa tenteram dan bahagia.
tersebut yang biasanya dipimpin oleh seorang duta besar yang berkuasa
penuh. Salah satu tugas dari MPR adalah Sosialisasi Empat pilar bernegara yang
diamanatkan dalam UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal
Pengakuan tersebut mempunyai makna penting bagi suatu negara, yaitu diakuinya 15 ayat (1) huruf e, yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan
keberadaan suatu negara, dapat membuka hubungan bilateral dan multilateral, dapat Undang Undang Dasar.
menempatkan perwakilannya sebagai pengutusan tetap di lembaga-lembaga
internasional dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia. 1. Pancasila

Status Kewarganegaraan Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa
konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan
Asas ius soli dalam kewarganegaraan; adalah asas yang menentukan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Menurut Dardji Darmidihardjo
kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran. niali-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila yaitu sebagai berikut :

Asas ius sanguinis dalam kewarganegaraaan; adalah asas yang menentukan Sila pertama yaitu Ketuhan yang Maha Esa mengandung nilai antara lain
kewarganegaran seseorang berdasarkan keturunan,bukan berdasarkan Negara tempat keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dengan sifat-sifat-Nya yang Maha
kelahiran. Sempurna, yakni Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan lain-lain
sifat yang suci serta ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa yakni menjalankan
Status kewarganegaraan apatride; adalah keadaan dimana seseorang tidak semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sila pertama ini meliputi dan
mempunyai kewarganegaraan, atau keadaan dimana seseorang tidak menjadi menjiwai sila-sila selanjutnya.Sila pertama ini mencerminkan bahwa suatu keharusan
warganegara salah Satu Negara manapun. bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan
dan masyarakat yang beragama. Negara yang berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu
Status kewarganegaraan bipatride; adalah suatu keadaan dimana seseorang adalah negara yang menjamin kebebasan untuk memeluk agama dan beribadat
mempunyai kewarganegaraan ganda (mempunyai 2 kewarganegaraan). menurut agama dan kepercayaan masing-masing.

Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai yang terkandung
Pilar Negara
dalam sila ini antara lain pengakuan terhadap adanya martabat manusia, perlakuan
yang adil terhadap sesama manusia, pengertian manusia yang beradab yang memiliki
Setelah ada amanat UU No 27 tahun daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan sehingga jelas adanya perbedaan antara
2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD manusia dengan hewan. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, meliputi dan menjiwai
pasal 15 ayat 1 poin e, yakni sila III, IV, dan V. Sila ini mencerminkan agar bangsa Indonesia membentuk suatu
mengkoordinasikan anggota MPR untuk kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan untuk menjadi manusia
memasyarakatkan Undang-Undang Dasar. sempurna. Manusia yang peradabannya maju akan lebih mudah menerima
Sertamerta berbagai wacana baik dari unsur kebenaran, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat
pemerintahan maupun organisasi politik dan yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang harus diterapkan
kemasyarakatan, mulai mengungkap bahwa dalam kehidupan berbangsa dan dalam kehidupn agar tercipta kehidupan yang penuh toleransi.
bernegara terdapat kesepakatan yang disebut sebagai empat pilar kehidupan
Sila ketiga adalah Persatuan Indonesia. Nilai yang terkandung dalam sila ini 2. UUD 45
antara lain persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah,
bangsa Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Dalam UUD 45 disana tertuang Tujuan Negara. Untuk mencapa tujuan tersebut
Indonesia, Pengakuan terhadap ke-Bhineka Tunggal Ika-an suku bangsa(etnis) dan diperlukan aturan-aturan yang kemudian diataur dalam pasal-pasal, maka dalam
kebudayaan bangsa (berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah dalam kehidupan berbangsa dan bernegera semestinya mentaati aturan yang sudah
pembinaan kesatuan bangsa. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I dan II, meliputi diundang-undangkan. Setiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945 memiliki
dan menjiwai sila IV, dan V. Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa pengertian yang berbedabeda, yang pada prinsipnya merupakan cita-cita dan tujuan
bagian. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa dan a. Alinea pertama
sila ini menegaskan pada bangsa Indonesia perbedaan bukan untuk dipertentangkan 1. adanya pengakuan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi hak kodrat
tetapi hal tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika dijadikan persatuan dari setiap bangsa untuk merdeka,
Indonesia. 2. adanya pernyataan bahwa bangsa Indonesia tidak menyetujui adanya
penjajahan di atas dunia karena hal ini tidak sesuai dengan perikemanusiaan
Sila keempat adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan perikeadilan,
dalam permusyawaratan perwakilan. Nilai yang terkandung dalam sila ini antara lain 3. adanya suatu keinginan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari
menegaskan bahwa kedaulatan negara ada ditangan rakyat, pimpinan kerakyatan penjajahan, dan
adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi oleh akal sehat, manusia Indonesia 4. adanya pernyataan bahwa bangsa Indonesia siap membantu bangsa bangsa
sebagai warga Indonesia dan masyarakat warga Indonesia mempunyai kedudukan lain untuk merdeka.
hak dan kewajiban yang sama, musyawarah untuk mufakat dicapai dalam
permusyawaratan wakil-wakil rakyat. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, II, dan b. Alinea kedua
III, meliputi dan menjiwai sila V. Prinsip-prinsip kerakyatan untuk membangkitkan 1. bahwa perjuangan bangsa Indonesia telah sampai pada saat yang tepat, yaitu
bangsa Indonesia adalah kerakyatan yang mampu mengendalikan diri dan mengusai kemerdekaan;
diri untuk menciptakan perubahan pada kebangkitan bangsa. Hikmah kebijaksanaan 2. bahwa bangsa Indonesia menghargai dan menghormati para pahlawan bangsa
bisa diartikan sebagai kondisi rakyat yang harus berpikir dalam tahap yang lebih yang telah mengantarkannya ke depan pintu gerbang kemerdekaan;
tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari pemikiran kelompok dan aliran 3. bahwa kemerdekaan bukan merupakan akhir perjuangan bangsa Indonesia,
tertentu yang sempit. melainkan hanya suatu jembatan untuk menuju terwujudnya cita-cita bangsa,
yaitu suatu keadaan masyarakat yang adil dan makmur.
Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai yang
terkandung antara lain perwujudan keadilan sosial dalam kehidupan sosial atau c. Alinea ketiga
kemasyarakatan meliputi seluruh bangsa Indonesia, keadilan dalam kehidupan sosial 1. Adanya pengakuan religius bahwa kemerdekaan yang diperoleh merupakan
terutama meliputi bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan dan berkat dan rahmat Allah yang Maha Kuasa.
pertahanan keamanan nasional (Ipoleksosbudhankamnas), cita-cita masyarakat adil 2. Bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia dimotivasi oleh keinginan yang luhur
makmur, material dan spiritual yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, dan cinta untuk menjadi suatu bangsa yang bebas dari penjajahan.
akan kemajuan dan pembangunan. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, II, III, dan 3. Adanya pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
IV. Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak
berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Setiap bangsa d. Alinea keempat
Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta 1. adanya keinginan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
belajar hidup. Segala usaha diarahkan untuk menggali potensi rakyat, membangun tumpah darah Indonesia;
perwatakan sehingga bisa meningkatan kualitas rakyat. Dengan demikian 2. adanya keinginan untuk memajukan kesejahteraan umum;
kesejahteraan yang meratapun bisa tercapai. 3. adanya keinginan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa;
4. ikut serta melaksanakan ketertibandunia berdasarkan kemerdekaan
danperdamaian abadi;
5. dasar negara, yaitu Pancasila.
3. NKRI a. Negara Dominion. Negara dominion adalah suatu negara yang tadinya
daerah jajahan Inggris yang telah merdeka dan berdaulat, termasuk menguru
Kita tentunya sudah tahu bahwa syarat berdirinya sebuah negara ada empat, yaitu politik ke dalam dan ke luar negeri.
memiliki wilayah, memiliki penduduk, memiliki pemerintahan dan adanya b. Negara Protektorat. Negara protektorat adalah suatu negara yang berada di
pengakuan dari negara lain. Dan karena memenuhi empat syarat itulah kemudian bawah lindungan (to protect = melindungi) negra pelindung (suzeren),
Negara Indonesia lahir dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). biasanya soal hubungan luar negeri dan pertahanan.
NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang c. Negara Uni. Negara uni adalah dua atau lebih negara yang mesing-masing
bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. Sebab itu, NKRI adalah prinsip pokok, merdeka dan berdaulat tetapi mempunyai satu kepala negara yang sama.
hukum, dan harga mati. Uni Riil, yaitu apabila negara-negara itu memiliki alat kelengkapan dan
mengurus kepentingan bersama sesuai kesepakatan yang telah ditentukan
4. Bhineka Tunggal Ika lebih dahulu.
Uni Personil, yaitu apabila hanya kepala negara saja yang sama,
Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari sedangkan kepentingan dan alat kelengkapannya berbeda.
bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat Berbeda-beda tetapi Uni Sui Generis, yaitu bentuk lain dari uni riil dan uni personil.
tetap satu. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu d. Mandat dan Trust. Bentuk negara-negara mandat dan trust diatur dan
kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad diawasi oleh Dewan Perwakilan PBB. Negara bekas jajahan yang kalah
ke-14. Artinya, walapun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda perang dalam Perang Dunia II, kemudian diatur oleh pemerintah perwalian
baik dari suku, agama, dan bangsa tetapi adalah bangsa Indonesia. Pengukuhan ini dengan pengawasan komisi Mandat PBB disebut negara Mandat. Sedangkan
telah dideklarasikan semenjak tahun 1928 yang terkenal dengan nama "Sumpah negara-negara yang pemerintahannya diawasi Dewan Perwakilan PBB
Pemuda". disebut negara Trust.

Bentuk-Bentuk Kenegaran Semangat Kebangsaan

1. Negara Kesatuan (Unitarusme). Negara kesatuan adalah suatu Negara yang Untuk menerapkan semangat kebangsaan kepada generasi muda, diperlukan prinsip-
merdeka dan berdaulat, hanya ada satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh prinsip patriotisme dan nasionalisme.
daerah. Bentuk negara kesatuan sebagai berikut :
a. Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi, yaitu segala sesuatu dalam negara Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara
itu langsung diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah- atas kesadaran keanggotaan / warga negara yang secara potensial bersama-sama
daerah tinggal melaksanakannya. mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran,
b. Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi, yaitu pelimpahan kesempatan dan kekuatan bangsanya. Rasa cinta terhadap bangsanya secara berlebih-lebihan
dan kekuasaan kepada daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri sehingga memandang rendah bangsa dan suku bangsa lainnya disebut jingoisme atau
(otonomi daerah0 disebut pula daerah swatantra. chauvinisme

2. Negara Serikat (Federal). Negara serikat (federasi) adalah suatu Negara yang Patriotisme adalah semangat dan jiwa yang dimiliki oleh seseorang untuk berkorban /
merupakan gabungan dari beberapa Negara bagian dari Negara serikat itu. Artinya, rela berkorban demi nama suatu bangsa atau negara. Keteladanan dapat diberikan di
suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri kemudian berbagai lingkungan kehidupan, seperti di lingkungan kehiduan keluarga, masyarakat,
menggabungkan diri dalam suatu negara serikat sehingga menjadi negara bagian yang sekolah, instansi pemerintah ataupun swasta.
melepaskan sebagian kekuasaannya kepada negara serikat itu.
Asal istilah nama Indonesia
3. Bentuk Kenegaraan Lainnya. Bentuk kenegaraan lainnya di dunia di antaranya
sebagai berikut :
Nama INDONESIA muncul pertama kali tahun 1850 yang diciptakan/dipakai oleh
James Richard Logan (ahli hukum Skotlandia). Menurutnya dia lebih menyukai isitilah
geografis Indonesia yang bersinonim dengan Kepulauan Hindia. Pendapatnya
merupakan penolakan terhadap istilah Indunesians dan Melayunesians yang
digunakan oleh George Samuel Windsoe Earl un tuk menyebut penduduk Kepulauan
Malayan.

JR Logan menciptakan istilah baru Indonesia untuk menyebut penghuni wilayah


gugusan nusantara dan membaginya menjadi 4 wilayah geografis :
1. Indonesia Barat terdiri dari Sumatera, semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa
dan pulau-pulau antara.
2. Indonesia Timur Laut terdiri dari Formosa hingga gugusan Kepulauan Sulu dan
Mindanao di Philipina hingga Kepulauan Visaya.
3. Indonesia barat daya terdiri dari Pantai timur Kalimantan hingga Papua Nugini
termasuk gugusan kepulauan di papua barat, Kai dan Aru. dan
4. Indonesai Selatan terdiri dari gugusan kepulauan selatan trans-Jawa, anatara
Jawa Papua Nugini atau dari Bali hingga gugusan Kepulauan Timor.
Logan adalah orang yang pertama mengenalkan nama Indonesia, kemudian Adolf
Bastian guru besar Etnologi Universitas Berlin yang mempopulerkannya di dunia
akademis selama kurun waktu 1884-1894. Nama Indonesia sudah dikenal sebagai
istilah budaya dan geografis, karena secara politis wilayah ini dikuasai Belanda
dengan sebutan Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda).

Makna politis terminologi Indonesia baru tumbuh setelah abad ke-20, setelah
Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) memakainya melalui pendirian biro pers
Indonesische Perbureu saat diasingkan ke negeri Belanda tahun 1913. Pada tahun
1922 atas prakarsa Mohammad Hatta mengubah nama Indische Vereeniging menjadi
Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia yang merupakan organisasi
pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda yang didirikan tahun 1908.

Era ini merupakan penguatan gerakan pemakian nama INDONESIA sebagai


pengganti istilah Hindia belanda oleh kalangan pemuda dan mahasiswa Indonesia
hingga mencapai kemerdekaan. Hal ini juga dibarengi adanya perubahan nama
majalah milik Perhimpoenan Indonesia yauti Hindia Belanda menjadi Indonesia
Merdeka Sementara itu di tanah air, pergerakan memakai nama Indonesia
dimulai tahun 1942 oleh dr.Soetomo pendiri Indonesische Studie Club. Setahun
kemudian, Jong Islamieten Bond membentuk Kepanduan National Indonesische
Padvinderi (NATIPIJ).

Nama Indonesia sebagai suatu negara dan bangsa baru muncul saat Soekarno
Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia tgl 17
Agustus 1945.