Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH SYSTEM THINKING

Variable, Perspektif, Feedback, Time Horizon


Delay, Cause dan Effect Relationship

Oleh Kelompok 5 :
1. Doniyanto wibowo (702012085)
2. Andriyanto (702012029)
3. Imam ariyanto (682015604)
4. Ainsten p. Tahalea (682015701)
5. Indra prasetyo (682015603)
6. Gladys H. Nere (702011160)
I. Latar Belakang
Di awal millenium ini dunia sedang menghadapi beberapa persoalan besar
yang saling terkait satu sama lain dalam satu jalinan permasalahan yang kompleks.
Persoalan-persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan
satu bidang keahlian saja, tanpa mengubah secara mendasar cara kita memandang
persoalan tersebut. Cara berpikir sistem adalah salah satu pendekatan yang dapat
digunakan untuk memandang persoalan secara lebih holistik.
Ilmu pengetahuan modern telah memecah persoalan-persoalan dunia ini
menjadi bagian-bagian kecil, misalnya berdasarkan sektor. Masalah ekonomi
dipecahkan oleh ekonom, masalah politik dipecahkan oleh politikus. Masalah
lingkungan dipecahkan oleh para ahli Ekologi. Pendekatan ini disebut pendekatan
reduksionis.. Padahal semua persoalan ini bukanlah persoalan yang berbeda-beda,
melainkan hanyalah sisi-sisi yang berbeda dari bangunan yang sama, realitas dunia
ini. Persoalan ini berhubungan satu dengan yang lain dalam satu jaring-jaring
permasalahan yang kompleks. Apa yang diputuskan oleh sekelompok elite di sidang
PBB akan berpengaruh terhadap kehidupan para petani di Banglades dan sebaliknya.
Keputusan untuk berhenti bertani yang dilakukan oleh salah seorang petani di pelosok
tanah jawa akan berpengaruh pada persediaan pangan dunia.
Dunia sedang mencari bentuknya. Dunia sedang berevolusi ke satu tingkat
peradaban baru yang lebih berkualitas daripada tingkat peradaban sebelumnya. Hal ini
berarti harus ada penyelesaian terhadap persoalan-persoalan umum dunia seperti
ketidakadilan sosial, kemiskinan dan kerusakan lingkungan tadi. Dengan paradigma
yang lama, yakni pendekatan reduksionis, permasalahan-permasalahan tadi tidak
mungkin terselesaikan.

Dibutuhkan sebuah paradigma baru mengenai cara manusia memandang


persolan dunia ini yang akan menentukan langkah-langkah penyelesaian yang akan
diambil. Hal itu dapat terjadi jika segenap umat manusia bekerja-sama ke arah
perubahan itu.

II. Pembahasan
A. Pengertian system thinking tools
Sistem adalah sekumpulan elemen yang berhubungan satu dengan yang
lainnya dan membentuk fungsi tertentu. Sistem dikelompokkan menjadi dua yaitu
sistem statis yang tidak berubah terhadap waktu dan sistem dinamis yang selalu
berubah dengan berubahnya waktu.
Ilmu pengetahuan modern telah mencapai kemajuannya dengan memecah-
mecah sistem menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mempelajari secara
mendalam masing-masing bagian itu. Pendekatan ini tidak berlaku untuk sistem.
Sebuah sistem adalah lebih daripada bila seluruh komponennya dijumlahkan. Dan
sistem akan bekerja bila seluruh komponennya terletak dan terhubung pada
tempatnya.
Termasuk di dalam cara berpikir sistem adalah kemampuan untuk melihat
melalui lensa yang berbeda. Pemilihan lensa akan mempengaruhi isu yang diangkat
dan cara penanganan masalah.

Cara berpikir sistem adalah salah satu pendekatan yang diperlukan agar
manusia dapat memandang persoalan-persoalan dunia ini dengan lebih menyeluruh
dan dengan demikian pengambilan keputusan dan pilihan aksi dapat dibuat lebih
terarah kepada sumber-sumber persoalan yang akan mengubah sistem secara efektif.

Sedangkan tools pada umumnya merupakan seperangkat alat atau kunci yang
digunakan untuk mempermudah kerja kita sehari-hari. Jika dikaitkan dengan berpikir
sistem dapat kita simpulkan bahwa, komponen-komponen atau pendekatan-
pendekatan yang berperan penting membantu kita dalam memandang dan
menyelesaikan sebuah persoalan.

B. Cara kerja system thinking tools

Para pemikir sistem mengubah tingkat perhatian (level of perspective) mereka


dari masalah kepada sistem yang memuat masalah tersebut. Tingkat ini dapat
mencakup paradigma, data, perilaku, struktur sebab akibat (cause-and-effect
structure), kebijakan, maupun institusi dan budaya. Pada setiap tingkat diperlukan
pemahaman tersendiri akan sistem yang dimaksud. cara kerja system thinking tools
dapat diuji dengan cara dibawah ini :

1. Variabel
Variabel adalah faktor perubahan atau pengubah yang digunakan untuk
menguji hipotesis atau prediksi dalam Penyelidikan yang dapat mempengaruhi
hasil . Dalam analisis sistem , variabel kata benda atau frase kata benda yang
naik atau turun dari waktu ke waktu . Sebagai contoh : jumlah pohon yang
ditanam ; jumlah serigala di Yellowstone ; bagian per juta dari CO2 dalam
atmosfer. Dalam kasus populasi, hubungan antara populasi dan kelahiran
adalah sebuah link positif. Semakin banyak populasi akan menyebabkan
semakin banyak kelahiran. Hubungan antara kelahiran dan populasi adalah
sebuah link yang juga positif. Semakin banyak kelahiran akan menyebabkan
semakin banyak populasi. Kedua link positif ini akan membentuk loop positif.
Artinya penambahan pada salah satu variabel, baik populasi maupun kelahiran
akan menyebabkan penambahan terus menerus pada dua variabel tersebut.
2. Perspective
Sebuah pandangan tertentu atau cara memandang situasi. Dalam analisis
sistem, beberapa perspektif membantu kita lebih memahami masalah yang
kompleks.
Sebuah tempat di mana sistem membuat perubahan kecil tetapi dapat
menghasilkan perbaikan besar dalam seluruh sistem.
Contohnya :
Jika terjadi kebakaran dirumah anda, kemudian anda berusaha
memadamkan api agar tidak meluas (terjadi kebakaran yang lebih besar lagi)
hingga rumah tetangga bahkan kampung anda kebakaran. Maka dalam proses
itu anda beljar tentang pola.
3. FeedBack
FeedBack atau Umpan balik adalah proses di mana output dari sistem
menyediakan informasi yang digunakan untuk mengatur pengoperasian
sistem. Umpan balik yang positif meningkatkan gangguan ke sistem. umpan
balik yang negatif mengurangi gangguan pada sistem.
4. Time Horizon
Secara umum, Time Horizon adalah perkiraan jangka waktu penyelesaian
rencana, program, atau proyek, sebuah usaha untuk sukses, serta investasi
untuk menghasilkan keuntungan. Waktu yang dibutuhkan bisa sangat cepat
atau sangat lama. Dalam pemikiran sistem akan diperkirakan waktu yang
dibutuhkan dalam penyelesaian suatu kasus.
Contoh Kasus.
Sebagai contoh, seseorang yang berusia 30 tahun dan memiliki seorang
anak berusia 1 tahun, akan memulai investasi, dengan harapan pada saat
anaknya masuk ke perguruan tinggi, hasil dari investasinya cukup untuk
membiayai biaya kuliah anaknya sampai lulus kelak. Dengan menentukan goal
(tujuan yang ingin dicapai) dalam membuat suatu rencana investasi, maka
seseorang akan mempertimbangkan beberapa hal mengenai jenisinvestasi
yang akan dipilih. Dalam contoh pertama, time horizon investasinya sampai si
anak lulus kuliah.
Pertimbangan pertama tentu saja adalah berapa besar dana yang akan
diinvestasikan, dan darimana sumbernya. Jika investasi dilakukan secara
bertahap sepanjang time horizon, juga dipertimbangkan berapa besar dana
yang harus dialokasikan secara rutin dan bagaimana pengalokasiannya
terhadap pengeluaran rutin yang ada selama jangka waktu tersebut.
Pertimbangan kedua adalah jenis investasi mana yang bisa
memberikan hasil yang sesuai dengan besarnya dana yang diinvestasikan dan
time horizon investasinya. Apabila tidak ada jenis investasi yang bisa
memberikan hasil yang cukup, apakah diperlukan tambahan dana, atau harus
mencari alternatif lain.
Pertimbangan ketiga adalah apa saja resiko yang mungkin timbul pada
setiap jenis investasi, selama time horizon investasi yang sudah ditentukan,
dan bagaimana mengelola resiko tersebut. Tidak ada investasi yang tidak
memiliki resiko, dan setiap jenis investasi memiliki resiko yang berbeda.
Biasanya, besarnya resiko sebanding dengan besarnya return (imbal hasil).
Investasi yang menjanjikan hasil besar, biasanya mengandung resiko yang
juga besar.
Sebaiknya sebelum memulai berinvestasi (apabila akan dilakukan
untuk tujuan yang serius, bukan sekedar coba-coba), terlebih dulu ditentukan
goal dan time horizon. Dengan demikian rencana investasi yang dibuat bisa
lebih jelas. Kemudian secara teratur pada rentang waktu tertentu, rencana dan
realisasinya perlu di-review, untuk mengetahui kesesuaian antara realisasi
dengan rencana, atau apabila muncul kondisi yang tidak diharapkan,
bagaimana pengaruhnya terhadap rencana investasi yang sedang berjalan. Dan
sewaktu-waktu, apabila dibutuhkan, juga bisa dilakukan penyesuaian pada
rencana investasi maupun jenis investasi yang dipilih.
5. Delay
Delay adalah penundaan sebuah proses dalam suatu sistem. Delay
sebagai Pemecah Masalah/Solusi, banyak orang tidak menyadari bahwa delay
adalah sebuah pemecah masalah/ solusi. Delay biasanya dilakukan ketika
sudah tidak ada jalan pintas lain dan delay lah menjadi pilihan terakhir. Dari
sinilah delay dianggap sebagai pemecah masalah dalam suatu sistem tetapi
kurang disenangi karena akan berdampak pada waktu. Lama waktu delay
tergantung setiap permasalahan yang ada dalam suatu sistem tersebut.
Terkadang lama waktu delay tidak diketahui ketika masalah dalam suatu
sistem tidak bisa ditebak/diprediksi kapan masalah tersebut terselesaikan.
Contoh Kasus
Delay yang terjadi pada sistem keberangkatan pesawat di bandara. Delay
seringkali menjadi pilihan yang digunakan sebagai solusi ketika penerbangan
tidak mungkin dilakukan dikarenakan kondisi cuaca sedang buruk. Delay
dilakukan karena memprioritaskan keslamatan penumpang.
Delay yang terjadi pada sistem antri di apotek. Kebanyakan Apotek di
Indonesia memberikan pelayanan dengan sistem first come first serve, tetapi
ketika apotek tersebut sedang ramai dan tidak memungkinkan untuk
memberikan pelayanan secara bersamaan dan menyeluruh maka apotek
tersebut akan mengambil solusi dengan cara delay/penundaan dalam
pemberian layanan atau yang disebut antrian.
6. Cause & Effect Relationship
Cause & Effect Relationship disebut juga sebagai diagram struktural yang
menentukan perilaku sistem, sehingga membentuk pola hubungan sebab
akibat yang dikoneksikan oleh link dan loop. Link adalah hubungan antara dua
variabel dalam sistem. Sedangkan, loop disebut positif apabila penambahan
pada satu variabel menyebabkan penambahan pada sistem tersebut secara
global.
Contoh kasus :
Hubungan antara populasi dan kelahiran adalah sebuah link positif.
Semakin banyak populasi akan menyebabkan semakin banyak kelahiran.
Hubungan antara kelahiran dan populasi adalah sebuah link yang juga positif.
Semakin banyak kelahiran akan menyebabkan semakin banyak populasi.
Kedua link positif ini akan membentuk loop positif. Artinya penambahan pada
salah satu variabel, baik populasi maupun kelahiran akan menyebabkan
penambahan terus menerus pada dua variabel tersebut.
Hubungan antara populasi dengan kematian adalah sebuah link positif.
Semakin banyak populasi akan menyebabkan orang yang ami semakin
banyak. Sebaliknya hubungan antara kematian dengan populasi adalah link
negatif. Semakin banyak kematian maka jumlah populasi akan semakin
menurun. Hubungan keseluruhan antara populasi dengan kematian
membentuk loop negatif.

III. Penutup
Kesimpulan
Sebuah sistem harus mencakup prinsip : (1) Keterbukaan (openness); (2)
Bertujuan (purposefulness); (3) Multidimensi (multidimensionality). Dalam
perkembangannya, konsep berpikir sistemik kemudian dapat dikombinasikan dengan
berpikir serba-sistem (systems thinking). Systems thinking sedikit berbeda systemic
thinking. Berpikir sistemik lebih menekankan pada pencarian pola-hubungan
(pattern), maka berpikir serba-sistem lebih menekankan pada pemahaman bagaimana
(how) elemen-elemen itu berhubungan. Dengan pemahaman how tersebut, maka kita
dapat menemukan elemen mana yang memiliki pengaruh vital dan solusi yang
komprehensif, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Cara berpikir serba-sistem juga akan membentuk sikap yang sistemik dalam
merespon permasalahan (systemic attitude), yakni suatu pola perilaku yang tidak
menabrak aturan main (rule of game) yang sudah disepakati dalam satu sistem
tertentu. Sebuah aturan yang ditetapkan dalam sistem memang bersifat membatasi
ruang gerak (self constraining), namun pada saat yang sama memampukan (self
enabling) setiap elemen untuk bekerja sesuai fungsinya dan berinteraksi dengan
elemen lain. Jika tak ada batasan fungsi yang jelas, maka setiap elemen itu akan saling
bertabrakan dan malah berpotensi menghancurkan sistem secara keseluruhan. Di
sinilah pentingnya, berpikir dan bertindak serba-sistem demi menjaga kesinambungan
sistem sendiri. Pengubahan aturan main dimungkinkan dan dapat diperjuangkan
melalui cara-cara legal-rasional, sehingga sistem itu tumbuh semakin sehat dan
matang.