Anda di halaman 1dari 2

16 Bahaya pacaran bagi kehidupan anak muda khususnya pelajar

Dampak buruk pacaran jelas sangat tinggi teman, harus dipertanggung


jawabkan sampai dipelaminan. Lebih baik
membatasi diri berpacaran agar kita bisa mengarahkan dan memfokuskan energi
untuk menggali potensi dan
menemukan passion dalam hidup ini. Berikut dampak buruk pacaran :
1. Pacaran hanyalah kerjaan terong yang dicabein untuk dilahap saat itu juga
artinya berpacaran dimasa sekolah
murni cinta monyet dari seseorang yang merindukan kasih sayang yang selama
ini hampa.
2. Beresiko membuatmu semakin menjauh dari Tuhan padahal Dialah yang
selama ini mengisi lubang
dihatimu sehingga kamu berbahagia.
3. Pacaran itu mengikat kehidupan mudamu. Kamu mau hidup terikat!
4. Berpotensi Hubungan dengan orang tua jadi renggang Begini nich kalau
pacar nyungsep dalam
kehidupan kita. Tanpa disadari dan memang secara tidak langsung buat selisih
paham dengan ortu. Kedekatan
jadi renggang, komunikasi sudah tidak lancar lagi.
5. Beresiko lebih terluka dan galau Siapa sih yang tidak pernah sedih, dengan
pacaran secara tidak
langsung kamu telah menambah resiko untuk lebih terluka dan bersedih mana
ada pacaran yang mulusmulus aja.
6. Pergaulan tidak berkembang pasangan tentu tidak suka kamu lirik sanasini
bicara ini itu sama orang lain terutama lawan jenis
7. Teman ituitu aja otomatis kamu cuma punya sedikit teman karena waktu
sebagian besar diberikan untuk bercengkrama dengan pasangan.
8. Waktu belajar tidak maksimal otomatis waktu belajarmu terganggu, belajar
tidak fokus, degdegan terus, ingat dia terus, dikitdikit si SMSin atau di telponi
9. Pengetahuan dan wawasanmu tidak berkembang Kebanyakan bergaulnya
dengan orang ituitu aja (pacar), mau jalan kemanamana juga temannya ituitu aja
(pacar) : kalau begini terus bagaimana bisa berkembang kepribadiannya.
10. Lebih boros Udah pake uang orang tua, dibawa foyafoya pulak dengan
pacar : Hidup begini apanya yang bisa dibanggain?.
11. Kita dipaksa mengertikan seseorang Pasti butuh proses panjang menyakitkan
dan berlikuliku untuk melakukannya padahal masih banyak hal yang lebih
penting untuk ditekuni.
12. Ketergantungan sosial Namanya juga pacaran, pasti pengen lagi pengen
lagi : ketemuan lagi, jalan lagi, curhat lagi. Pas mentok putus aja pasti ogah
banget tuh untuk jomblo lagi. Hasratnya harus cari yang baru lagi. Mulai lagi deh
dari nol.
13. Pikiran yang masih sempit bercabangcabang Fokus menggapai cita dan asa
jadi kabur karena yang ada dalam pikiran bagaimana caranya untuk
menyenangkan sidia lagi.
14. Perjuangan untuk mempertahankan kemesraan padahal ada ketidak cocokan
dimanamana beresiko menimbulkan stress.
15. Kebutuhan akan kemesraan (kemesraan murni hawa nafsu) terus meningkat.
Dari sekedar jalan berbarengan kemudian pegangan tangan lalu berpelukan lagi-
lagi dieluselus akhirnya berciuman ujungujungnya bukabukaan sampai gitu-
gituan. Sadarilah bahwa pacaran itu syarat dengan hawa nafsu. Berduaduaan
dengan pacar sama artinya dengan manasmanasin nafsu seks. Ujungujungnya
terbakar nafsu libido karena tiupan angin sepoisepoi yang meningkatkan
syahwat.
16. Saya kasih tahu sebuah rahasia : hidup bersama dengan orang lain penuh
dengan ketidak cocokan dan pertentangan disanasini apalagi umur tidak jauh
beda juga tidak ada yang mau mengalah satu sama lain. Oleh karena itulah
dibutuhkan seks untuk menyelesaikannya. Lah orang pacaran cuma membebani
hidup dengan memaksakan diri untuk berusaha mengerti satu sama lain.
Oleh karena itu teman, pacaranlah setelah bisa mandiri dan tujuannya untuk
segera menikah
Salam pemuda Indonesia